Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
334 research outputs found
Sort by
Sistem Deteksi Dini Hubung Singkat Pada Bangunan Menggunakan RF Module
ABSTRAK Hubung pendek atau yang biasa disebut dengan hubung singkat merupakan arus lebih yang diakibatkan oleh gangguan impedans yang sangat kecil mendekati nol antara dua penghantar aktif yang dalam kondisi operasi normal berbeda potensialnya (short circuit current) (PUIL 2000). Proses identifikasi letak penyebab hubung singkat yang saat ini terbilang masih cukup lama dapat menimbulkan kerugian yang besar baik waktu maupun finansial. Untuk dapat meningkatkan efisiensi waktu dalam menemukan letak penyebab hubung singkat, diperlukan sistem yang dapat mendeteksi dimana letak hubung singkat.Pendeteksian letak hubung singkat dapat dilakukan dengan menggunakan sensor arus ACS712 yang mempunyai range +30A. Data arus yang diperoleh diolah dengan menggunakan mikrokontroler Arduino Nano untuk dapat dikirim oleh modul NRF24L01 pada transmitter area ke receiver area. Data sensor arus yang diterima oleh modul NRF24L01 di receiver area diolah oleh mikrokontroler Arduino UNO untuk menyalakan sebuah indikator berupa LED yang memberikan informasi dari transmitter area manakah yang mengirimkan sinyal adanya arus lebih/hubung singkat. Hasil dari sistem deteksi dini hubung singkat pada bangunan menggunakan RF module ini adalah estimasi letak hubung singkat yang dapat diketahui dari indikator LED yang menyala. Sistem ini memiliki 3 bagian utama yaitu transmitter area 1 sebagai pengirim data dari sensor arus di area 1, transmitter area 2 sebagai pengirim data dari sensor arus di area 2 dan receiver sebagai penerima data dari semua transmitter
Studi Kelayakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Desa Sidomulyo Kota Batu
ABSTRAK Kebutuhan energi listrik yang meningkat melahirkan peraturan pemerintah No. 3 tahun 2005 yang dijabarkan pada pasal 2. Peraturan pemerintah tersebut menyatakan prioritas penggunaan sumber energi setempat dengan kewajiban mengutamakan pemanfaatan sumber energi terbarukan. Mikrohidro merupakan salah satu energi terbarukan yang sumber dari daya aliran sungai di wilayah Indonesia. Wilayah yang berpotensi dibangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro yaitu Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Berdasarkan potensi yang dimiliki, diperlukan penelitian studi kelayakan.Studi kelayakan meliputi studi kelayakan potensi dan studi kelayakan teknis. Studi kelayakan potensi merupakan studi potensi daya air dan lokasi. Studi kelayakan teknis merupakan studi identifikasi berdasarkan kuantitatif teknis untuk menentukan lokasi potensi sudah memenuhi kriteria kelayakan secara aspek teknis atau tidak. Studi kelayakan teknis meliputi studi kelayakan hidrologi, sipil, mekanikal dan elektrikal. Data hasil yang diperoleh berdasarkan studi kelayakan sebagai berikut: (1) studi kelayakan potensi, lokasi di Desa Sidomulyo Kota Batu memiliki potensi yang memiliki daya elektrikal air sebesar 0,9 kW dan daya mekanik sebesar 0,4 kW. (2) studi kelayakan hidrologi: debit andalan dari Flow Duration Curve debit yang dihasilkan konstan. Kelayakan jenis tanah potensi korosi sedikit. (3) studi kelayakan sipil: bangunan mikrohidro berada dilokasi saluran irigasi sehingga biaya yang dikeluarkan murah. (4) studi kelayakan mekanikal dan elektrikal: turbin memenuhi standar berdasarkan prinsip kerja dan pembuatannya, generator DC digunakan jenis shunt, transmisi yang digunakan transmisi tak langsung, panel kontrol sesuai dengan standar minimum kelayakan kontrol daya, jaringan transmisi tinggi tiang belum memenuhi standar kelayakan tiang
Sistem Pengolahan Citra Pemilah Apel Berbasis Mikrokontroler
ABSTRAK Malang merupakan penghasil buah apel terbesar di Jawa Timur. Populasitanaman apel tahun 2014 mencapai 2,1 juta pohon dengan kuantitas produksi buahmencapai 708,43 ton (kadarwati, 2015). Kuantitas buah apel tersebut memiliki beberapavarietas dengan kualitas ekspor. Kualitas ekspor tersebut dapat dicapai denganpengolahan pasca panen khususnya dalam hal pemilahan. Pemilahan apel dapat dilakukan dengan sistem otomasi agar didapatkan prosesyang efisien dan hasil yang efektif. Sistem otomasi pemilah apel yang digunakan berbasismikrokontroler yang menggunakan sensor kamera untuk mendeteksi objek berdasarkanvisual. Berdasarkan data visual ini, digunakan metode Pengolahan citra color detection.Proses metode ini adalah seleksi warna dari mode visual awal RGB (Red Green Blue)dikonversi menjadi HSV (Hue Saturation Value). Dengan konversi ini dapat ditentukannilai warna seleksi dari visual yang ditampilkan. Hasil seleksi akan diproses denganmikrokontroler raspberry pi menggunakan bahasa pemrograman berupa phyton.Mikrokontroler menggerakan motor power window sebagai motor penggerak konveyor,dan motor servo sebagai motor penggerak palang pemilah. Pengujian sistem pengolahan citra pemilah apel berbasis mikrokontrolerdiketahui hasilnya sebagai berikut : (1) pengujian tegangan dan kecepatan minimummotor konveyor (2) pengujian framerate kamera (3) pengujian motor servo (4) pengujianprogram dan konsistensi pemilahan (5) pengujian keseluruha
PENGENDALI STOPKONTAK BERDASARKAN JUMLAH ENERGI YANG DIPAKAI BERBASIS MIKROKONTROLER
ABSTRAK : Listrik sekarang ini telah menjadi salah satu elemen penting yang sangat dibutuhkan manusia. Mayoritas alat elektronik yang bersumber pada listrik tersebut menggunakan kabel penghubung antara alat dan sumber listrik atau bisa disebut sebagai jembatan penghantar arus ke masing-masing alat tersebut agar berfungsi. Salah satu instrumen elektronik yang banyak digunakan adalah stopkontak. Akan tetapi, permasalahan penggunaan stop kontak pada konsumen sering melebihi batas penggunaan. Agar dapat mengatasi permasalahan penggunaan stopkontak digunakan peralatan pengendali stopkontak berdasarkan jumlah energi yang pakai berbasis mikrokontroler.Alat pengendali stop kontak ini menggunakan Arduino UNO sebagai master control kesuluruhan alat dan sensor arus ACS712 yang berfungsi sebagai pembaca arus listrik. Jika arus listrik melebihi batas maksimum yang ditentukan relay akan aktif untuk memutus sumber listrik secara otomatis. Pengujian pengendali stopkontak berdasarkan jumlah energi yang dipakai berbasis mikrokontroler diketahui hasilnya sebagai berikut : (1) pengujian Arduino (2) pengujian sensor ACS712 (3) pengujian keypad (4) pengujian LCD (5) pengujian relay (6) pengujian keseluruhan. Hasil pengujian kinerja alat diketahui bahawa: (1) Desain alat terbentuk sesuai dengan perancangan, (2) Seluruh rangkaian bekerja dengan baik dan sesuai dengan fungsinya, (3) Operasional kerja alat bekerja secara otomatis pada saat arus melebihi batas maksimum relay memutus sumber listrik
Power Monitoring Sebagai Pendukung Preventive Maintenance Genset (Generator Set)
ABSTRAK Saat ini sistem monitoring secara manual atau konvensional pada genset (generator set) sangat tidak efektif karena operator harus melihat parameter secara dekat dan pendekatan nilai pembacaan. Oleh karena itu dilakukan data log untuk prventive maintenance.Pada penyusunan tugas akhir ini dilakukan "Power Monitoring Sebagai Pendukung Preventive Maintenance Genset (Generator Set)". Sebuah sistem untuk melakukan monitoring dan menyimpan data yang dihasilkan oleh genset. Hardware utama sistem ini adalah Arduino dengan tipe Arduino Uno R3, dimana Arduino ini akan menginput data dari modul sensor lalu diubah dari sinyal analog ke sinyal digital dengan ADC Arduino yang lalu ditampilkan di LCD dan disimpan data tersebut oleh modul MicroSD. Modul sensor ini menggunakan sensor ZMPT1101B untuk sensor tegangan, Modul sensor ACS712 untuk sensor arus, dan Modul MicroSD untuk penyimpanan data. Pengujian tugas akhir ini dilakukan dengan cara menghubungkan ke Genset. Dari pengujian ini didapatkan hasil dari nilai tegangan, arus, frekuensi dan daya yang telah diukur oleh sistem ini selama 1jam. Menggunakan alat pemanas sebagai beban yang diukur saat pengujian. Dari data yang dihasilkan akan disimpan oleh microSD dengan delay penyimpanan perdetik
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Matapelajaran Administrasi Server pada Siswa Kelas XI TKJ di SMK Islam 1 Blitar
ABSTRAK Zamzamyah, Nabilla. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Matapelajaran Administrasi Server pada Siswa Kelas XI TKJ di SMK Islam 1 Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. DwiPrihanto, S.S.T., M.Pd. (II) Dr. Ir. H. Syaad PatmantHara, M.Pd Kata Kunci:Problem Based Learning, Aktivitas Belajar, HasilBelajar Berdasarkan hasil pengamatan di SMK Islam 1 Blitar pada tanggal 26 Maret 2015, diketahui bahwa siswa yang mencapai ketuntasan hasil belajar mencapai 40% pada matapelajaran Administrasi Server. Penyebab rendahnya hasil belajar tersebut antara lain aktivitas belajar siswa rendah. Hal ini ditunjukkan dari banyaknya siswa yang merasa jenuh dan bosan dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu guru juga masih menerapkan model lama. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Rancangan penelitian ini menggunakan PTK (PenelitianTindakanKelas). Subyek penelitian ini adalah kelas XI TKJ 2 SMK Islam 1 Blitar dengan jumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan tes akhir. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengolah data, menyajikan data, menarik kesimpulan, dan selanjutnya dilakukan refleksi. Untuk aktivitas belajar menggunakan lembar observasi aktivitas, sedangkan untuk hasil belajar menggunakan post test, lembar observasi keterampilan serta lembar observasi sikap yang digunakan sebagai instrument untuk melihat tingkat keberhasilan penerapan model pembelajaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dari siklus ke-1 sampai siklus ke-3. Hasil aktivitas siswa terjadi peningkatan dari siklus ke-1 menuju siklus ke-2 yaitu sebanyak 9% dan terjadi peningkatan lagi sampai siklus ke-3 sebanyak 11,1%. Sedangkan hasil belajar siswa ranah sikap juga mengalami peningkatan untuk kategori sangat baik sebesar 13%, untuk ranah pengetahuan rerata dari siklus 1 sampai siklus ke 3 mengalami peningkatan, siswa yang tuntas sudah mencapai 100%, dan untuk ranah keterampilan peningkatan terjadi sampai siklus ke-3 sebanyak 0,69%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Rancang Bangun Inverter 1 Fasa Berbasis SPWM dengan Output Tegangan dan Frekuensi Variabel
ABSTRAK Wardana, Moch Kusuma. 2016. Rancang Bangun Inverter 1 Fasa Berbasis SPWMdengan Output Tegangan dan Frekuensi Variabel. Tugas Akhir, Jurusan TeknikElektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Irham Fadlika,S.T., M.T. Kata Kunci: Inverter, Buck Converter, SPWM, Mikrokontroler. Inverter SPWM 1 Fasa telah banyak dimanfaatkan di berbagai aplikasi,misalnya kendali motor idnuksi di industri, UPS, peralatan rumah tangga, dlldikarenakan semakin berkembangnya teknologi elektronika daya terutama saklarsemikonduktor daya. Hal ini memungkinkan inverter yang awalnya digunakansebagai back up sumber daya, sekarang sudah menjadi bagian utama pada sistempembangkitan. “Rancang Bangun Inverter Satu Fasa Berbasis SPWM denganOutput Tegangan dan Frekuensi Variabel” diusulkan pada tugas akhir ini. Untukmengatur DC input pada inverter digunakan sebuah buck converter. Sedangkanfrekuensi keluaran diatur oleh ATMega 32. Validasi rancangan yang diusulkandilakukan dengan melakukan pengujian pada sebuah prototype inverter 100 Wattdengan tegangan dan frekuensi variabel
Prototype Kendali Tirai dan Fan Pada Ruang Kerja Menggunakan Smartphone Android Berbasis Mikrokontroler
ABSTRAK Perkembangan teknologi setiap tahun semakin pesat. Kemajuan teknologi yang sangat pesat menuntut manusia untuk terus berinovasi dan mengembangkan sebuah sistem yang telah diciptakan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan manusia dalam bekerja dan beraktivitas setiap harinya. Dengan kemajuan teknologi saat ini benar-benar dirasakan memberi banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia (Dwiningrum, 2012).Agar dalam proses bekerja menjadi nyaman dan lancar maka pada ruang kerja harus mendukung. Untuk mempermudah dalam akivitas pemakaian energi listrik maka peralatan ini harus dapat dikendalikan pada jarak jauh. Alat yang dapat mengendalikan perangkat elektrik pada jarak jauh berupa teknologi wireless. Dengan menggunakan bluetooth yang ada pada smartphone berbasis Android maka manusia dapat memutuskan aliran listrik pada fan, atau membuka dan menutup tirai pada ruang kerja tanpa harus mengeluarkan tenaga secara langsung pada peralatan elektronik. Sitem kerja dari alat ini adalah user melakukan input dari aplikasi kendali yang ada pada perangkat smartphone Android. Tersedia input yaitu standar input (button buka dan tutup tirai serta on/off fan). Data yang dikirim dari smartphone Android akan diterima oleh modul bluetooth HC-05 yang terhubung pada sistem mikrokontroler Arduino. Data dari mikrokontroler Arduino diteruskan ke driver H-bridge, kemudian driver H-bridge akan meneruskan data yang digunakan untuk menjalankan perangkat elektrik berupa tirai dan fan. Pengujian sistem kendali buka tutup tirai dan on/off fan menggunakan smartphone Android berbasis mikrokontroler dilakukan sebagai berikut: (1) pengujian mikrokontroler (2) pengujian putar kanan kiri modul H-bridge L298N (3) pengujian bluetooth HC-05 (4) pengujian limit switch dan (5) pengujian keseluruhan
Pengembangan Modul Ajar Digital Berintegrasikan dengan Metode Explicit Intruction Pada Mata Pelajaran Teknik Animasi 2 Dimensi Untuk Siswa XI Program Keahlian Multimedia di SMK Negeri 1 Banyuwangi.
ABSTRAK Lestari,Suci. 2017. Pengembangan Modul Ajar Digital Berintegrasikan dengan Metode Explicit Intruction Pada Mata Pelajaran Teknik Animasi 2 Dimensi Untuk Siswa XI Program Keahlian Multimedia di SMK Negeri 1 Banyuwangi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (2) I Made Wirawan, S.T., M.T. Kata Kunci : pengembangan, modul digital, explicit intruction, teknik animasi 2dimensi, smk Pada program keahlian multimedia di SMK terdapat materi mata pelajaran produktif salah satunya adalah Teknik Animasi 2 Dimensi. Proses pembelajaran yang berlangsung di SMK khususnya pada saat praktikum membuat sebuah animasi 2D ditemukan beberapa kendala. Dari sisi sarana acuan belajar yang diberikan oleh siswa kurang memahami materi dan menarik minat siswa, sehingga memerlukan adanya modul ajar yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa tersebut. Efisiensi dengan memanfaatkan modul interaktif dalam penelitian ini berbasis epub. Tujuan dari pengembangan modul ajar digital ini untuk menarik minat siswa dan memberikan kemudahan siswa dalam memahami materi pada saat praktikum Teknik animasi 2 dimensi. Pada penelitian ini menggunakan model pengembangan Sadiman. Model pengembangan yang dipilih karena adanya proses revisi yang bisa diulangi dari tahapan tertentu. Tahapan – tahapan model pengembangan Sadimansebagai berikut: (1) identifikasi kebutuhan; (2) perumusan tujuan; (3) perumusan butir-butir materi; (4) perumusan alat pengukur keberhasilan; (5) penulisan naskah media; (6) tes/uji coba; (7) revisi; dan (8) naskah siap produksi. Setelah dilakukan beberapa tahapan pengujian pada modul. Hasil pengujian ahli materi, ahli media, dan siswa dihimpun menjadi satu data. Pada pengujian ahli materi memperoleh hasil persentase sebesar 96.42%. Pengujian ahli media memperoleh hasil persentase sebesar 94.11%, sedangkan uji coba pada siswa perorangan mendapat presentase 81.33%, kemudian untuk uji lapangan kelompok kecil sebesar 83.8%. Tahapan terakhir yaitu uji lapangan kelompok besar memperoleh persentase 86.40%. Sehingga modul ajar digital berintegrasikan dengan model Explicit Instruction pada mata pelajaranan Teknik Animasi 2 Dimensi ini masuk dalam kategori “Sangat Valid”. Hal ini dapatdisimpulkan bahwa modul ajar digital ini diawali dengan dirancang dan dikembangkan sesuai kebutuhan siswa.Kemudian diuji kelayakannya, dan menghasilkan produk berupa modul digital yang layak digunakan sebagai modul ajar digital mata pelajaran Teknik Animasi 2 Dimensi
MOBILE BRAILLE TOUCH (MBT) : PENGEMBANGAN APLIKASI MEDIA BELAJAR HURUF BRAILLE BERBASIS ANDROID UNTUK PENYANDANG TUNANETRA
Terdapat beberapa permasalahan utama yang dialami penyandang tunanetra dalam proses belajar huruf Braille yakni lupa terhadap kombinasi titik huruf Braille, media papan petak (Brailtex) tidak dapat dipakai secara mobile dan paku tumpul yang digunakan rawan hilang. Permasalahan lain yakni jari pengguna sering tertusuk dan salah lubang ketika menggunakan media reglet untuk menulis. Fenomena lain yang patut disoroti adalah keakraban penyandang tunanetra terhadap Smartphone berbasis Android. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka akan dikembangkan sebuah aplikasi media belajar huruf Braille yakni Mobile Braille Touch (MBT) bagi penyandang tunanetra untuk membantu belajar dan mengingat struktur huruf Braille. Aplikasi ini diciptakan pada perangkat Smartphone berbasis Android agar dapat digunakan kapanpun dan dimanapun tanpa membutuhkan peralatan tambahan. Pengembangan aplikasi MBT menggunakan model penelitian ADDIE dengan tahapan terdiri dari Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery, dan Evaluation. Pada tahapan evaluation dilakukan uji validasi ahli materi, validasi ahli media, dan uji coba pengguna untuk mengetahui kelayakan dari media belajar MBT. Selain itu dilakukan pengukuran text entry evaluation terhadap desain Virtual Braille Keypad guna mengukur kecepatan, akurasi, dan keefektifan dari desain Virtual Braille Keypad. Aplikasi media belajar MBT memiliki keluaran berupa audio dan visual. Aplikasi MBT ini memiliki fitur seperti belajar, latihan, menulis, terjemah, bantuan, pengaturan dan hitung kecepatan menulis. Materi yang diajarkan dalah materi huruf Braille abjad, angka, tanda baca, tanda komposisi, huruf dobel, kata, dan kalimat. Hasil uji validasi ahli materi sebesar 92,18%, validasi ahli media sebesar 96,71%, uji coba pengguna kelas kecil sebesar 80,59%, dan uji coba pengguna kelas besar sebesar 86,36%. Berdasarkan hasil uji validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran huruf Braille dinyatakan sangat valid dan layak untuk digunakan. Sedangkan hasil Text Entry Evaluation berupa nilai kecepatan dalam bentuk Word per Minute (WPM) sebesar 5,05, nilai akurasi dalam bentuk MSD Error Rate sebesar 4,90, dan nilai keefektifan dalam bentuk Keystroke per Character (KSPC) sebesar 1.08. Jika dibandingkan dengan desain tipe keypad layout lain yang sama yakni desain keypad yang dikembangkan oleh Joao Oilveria (2011) dengan nilai WPM sebesar 1,45 dan MSD Error Rate sebesar 9,7 maka desain Virtual Braille Keypad mempunyai nilai Text Entry Evaluation yang lebih baik. Kata kunci: Sistem Informasi, Penilaian, Evaluasi Perkuliaha