Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
334 research outputs found
Sort by
Perancangan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Desa Sidomulyo Kota Batu
ABSTRAK Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan pembangkit listrik berskala kecil (output kurang dari 100 kW) yang memanfaatkan tenaga air sebagai sumber penghasil energinya (Firmansyah, 2015). Tenaga air dapat diperoleh dari potensi aliran sungai. Potensi sungai di wilayah Malang, memiliki jumlah yang besar yang belum termanfaatkan sebagai sumber listrik alternatif. Pemanfaatan sungai agar mendapatkan hasil yang optimal dibutuhkan perancangan sistem pembangkit listrik tenaga mikrohidro.Perancangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro memiliki beberapa tahapan awal. Tahapan tersebut antara lain survey data lapangan, studi literatur, pengolahan data dan perencanaan pembangkit listrik mikrohidro (Jaya, 2015). Selain itu juga membahas penggunaan jenis turbin, penggunaan generator, sampai kepada konversi aliran air menjadi sumber energi listrik. Dari hasil perhitungan debit sebesar 1,5 m3/s, maka akan dirancang sebagai berikut: (1) bak penenang dengan volume 2,25 m3 (2) turbin kaki angsa dengan ukuran diameter 180 cm (3) transmisi mekanik menggunakan puli dan sabuk dengan perbandingan 0,28 m pada turbin dan 0,038 pada generator (4) penggunaan generator DC yang tidak membutuhkan banyak putaran untuk menghasilkan listrik (5) menggunakan aki basah dengan kapasitas 12V-35Ah (6) menggunakan inverter 500W (7) beban 5 bohlam LED dengan masing – masing daya 7 watt 12 VDC sebagai penerangan jalan umum
Pembangkit Listrik Menggunakan Tenaga Mikrohidro di Desa Sidomulyo Kota Batu
ABSTRAK Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan pembangkit dengan skala kecil yang umum dibangun ditempat yang tidak tersentuh oleh jaringan listrik atau kurangnya pasokan sumber energi listrik. Sebelum PLTMH direncanakan, dibutuhkan studi penelitian potensi untuk mengetahui debit sungai yang akan digunakan. Daerah pegunungan memiliki potensi lebih baik dengan sumber mata air yang melimpah. Daerah pegunungan yang berpotensi dijadikan mikrohidro adalah Desa Sidomulyo Kota Batu. Desa Sidomulyo disamping banyak memiliki aliran sungai dan merupakan salah satu desa yang membutuhkan tambahan pasokan listrik. Aliran irigasi di Desa Sidomulyo Kota Batu memiliki debit air yang sesuai dengan kebutuhan. Pembangkit mikrohidro untuk dapat diaplikasikan sesuai dengan kontur irigasi di desa tersebut menggunakan turbin crossflow dan generator DC. Turbin dan generator yang tepat untuk sungai ini memiliki daya terbangkitkan 2.205 W. hasil Pengujian pembangkit listrik menggunakan tenaga mikrohidro di Desa Sidomulyo Kota Batu sebagai berikut : (1) pengujian generator DC menghasilkan tegangan 12V DC (2) pengujian tegangan DC menghasilkan tegangan sebesar 12V DC (3) pengujian tegangan AC menghasilkan tegangan 220V AC.(4) pengujian keseluruan menghasilkan daya total 440W
Data Log Konsumsi Energi Listrik Rumah Tangga Menggunakan Komunikasi Nirkabel
ABSTRAK Trimaryono, Rahmanu. 2017. Data Log Konsumsi Energi Listrik Rumah Tangga Menggunakan Komunikasi Nirkabel. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE, Ph.D. Kata kunci:Data log, Energi Listrik, ESP8266-esp01, Nirkabel, ThingSpeak. Energi listrik merupakan energi yang banyak digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari dan rumah tangga mendominasi dalam penggunaan energi listrik tersebut. Dengan menggunakan energi listrik secara efisien, maka rumah tangga akan bisa memaksimalkan penggunaan energi listrik sesuai kebutuhan. Untuk itu diperlukan pemantauan dalam penggunaan energi listrik secara terus-menerus dengan membuat sebuah data log konsumsi energi listrik untuk rumah tangga. Pemantauan dapat dilakukan dari jarak jauh dimanapun berada menggunakan media internet. Pembuatan data log konsumsi energi listrik rumah tangga memanfaatkan sebuah modul WiFi ESP8266-esp01 yang menerapkan teknologi tanpa kabel atau yang biasa disebut nirkabel.Selain menggunakan ESP8266-esp01, agar didapatkan data energi listrik, maka diperlukan sensor tegangan AC ZMPT101B, sensor Arus AC ACS712-20A, dan Arduino Uno R3 sebagai pemrosesan data dari sensor-sensor tersebut. Data dikirimkan melalui ESP8266-esp01 menggunakan WiFi ke web server ThingSpeak sebagai penampil dan penyimpan data secara continue. Waktu yang diperlukan untuk data dari ESP8266-esp01 sampai ditampilkan ke ThingSpeak sekitar 5 detik. Proses keberhasilan dalam pengiriman data dipengaruhi oleh kualitas WiFi yang dihasilkan oleh access point, baik itu kekuatan maupun kestabilan sinyal WiFi.Hasil dari pembuatan data log konsumsi energi listrik rumah tangga menggunakan komunikasi nirkabel adalah data yang telah diproses oleh Arduino Uno R3 dari sensor tegangan AC dan arus AC dapat dikirimkan dengan baik oleh modul WiFi ESP8266-esp01 dan dapat ditampilkan pada ThingSpeak, data tersebut juga dapat disimpan secara langsung pada ThingSpeak
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA SMK KELAS X TKJ PADA MATAPELAJARAN PEMROGRAMAN DASAR SMK CENDIKA BANGSA KEPANJEN
ABSTRAK Wijaya, Rizki Ayu. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa SMK Kelas X TKJ pada Matapelajaran Pemrograman Dasar SMK Cendika Bangsa Kepanjen. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmantara, M.Pd. (II) Triyana Widyaningtyas, S.T., M.T Kata Kunci :Quantum teaching, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Siswa, Pemrograman DasarBerdasarkan hasil pengamatan secara langsung yang dilakukan oleh peneliti di kelas X TKJ di semester ganjil tahun akademik 2016/2017 SMK Cendika Bangsa Kepanjen ditemukan permasalahan antara lain : guru belum maksimal menguasai konsep pembelajaran sehingga pembelajaran belum tersampaikan secara optimal kepada siswa , siswa memiliki motivasi belajar yang rendah, gampang menyerah, kurang aktif bertanya, bergerak untuk mengerjakan tugas dan nilai dibawah KKM pada mata pelajaran pemrograman dasar. Maka dari itu , peneliti melakukan tindak lanjut dengan melakukan penelitian tindakan kelas dengan memilih model pembelajaran Quantum Teaching berdasarkan diskusi dan kajian penelitian terdahulu untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi dan hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching di kelas X TKJ SMK Cendika Bangsa Kepanjen.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan jumlah subjek ujicoba sebanyak 17 siswa kelas X TKJ SMK Cendika Bangsa Kepanjen tahun ajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari 4 tahapan yaitu : perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai motivasi pada siklus I dengan rata-rata nilai 70,22 , siklus II 89,34 , dan siklus III 92,77. Hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan siklus I dengan rata-rata nilai 62,94 , siklus II 75,88 , dan siklus III 80,35, ranah sikap siklus I dengan rata-rata nilai 66,46 , siklus II 78,82 , dan siklus III 85,09 serta pada ranah keterampilan siklus I dengan rata-rata nilai 62,05 , siklus II 70 , dan siklus III 80. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X TKJ SMK Cendika Bangsa Kepanjen
Sistem Kontrol Lampu Ruangan Menggunakan Sensor Passive Infrared Receiver (PIR) dan Bluetooth HC-05 Berbasis Mikrokontroller
ABSTRAK Dalam kelompok rumah tangga, listrik digunakan sebagai penerangan dan alat untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari. Listrik yang didistribusikan PLN kepada kelompok pelanggan rumah tangga selama tahun 2015 tercatat sebanyak 88.742,25 GWh. Jumlah tersebut paling banyak dibandingkan dengan kelompok pelanggan lainnya pada tahun yang sama. Tingginya jumlah distribusi listrik tersebut dapat berkurang jika listrik digunakan dengan hemat. Salah satu penghematan adalah dengan cara mengontrol pemakaian lampu. Kontrol lampu dapat dilakukan dengan sistem kendali otomatis menggunakan sensor PIR dan bluetooth HC-05 berbasis Mikrokontroller. Pada sistem ini, digunakan radiasi inframerah manusia sebagai sumber pertama yang akan dideteksi oleh sensor PIR. Kemudian output dari sensor ini dihubungkan dengan arduino Uno R3 yang akan memberi masukan kepada driver relay lampu, tetapi kontrol hidup dan mati relay diatur melalui bluetooth smartphone. Terdapat sensor PIR kedua yang berfungsi untuk mematikan sistem jika manusia meninggalkan ruangan yang diletakkan pada pintu. Buka dan tutupnya pintu ruangan juga dapat dikontrol melalui smartphone. Sistem kontrol ruangan menggunakan sensor PIR dan bluetooth HC-05 berbasis Mikrokontroller diketahui hasilnya dengan dilakukan pengujian sebagai berikut: (1) pengujian arduino (2) pengujian sensor PIR (3) pengujian bluetooth HC-05 (4) pengujian keseluruhan. Dari pengujian tersebut diperoleh hasil bahwa: (1) ketika sensor PIR di dalam ruangan aktif (orang ada di dalam ruangan) maka lampu dapat dikontrol melalui smartphone; (2) ketika sensor PIR di pintu ruangan aktif (orang meninggalkan ruangan) maka lampu akan mati. (3) lampu di ruangan akan kembali menyala jika sensor PIR di dalam ruangan mendeteksi gerakan lagi
Prototype Optimasi Daya Pada Pembangkit Listrik Tenaga Air Memanfaatkan Teknologi Manifold
ABSTRAK Pembangkit listrik tenaga air adalah pembangkit yang mengandalkan energ ipotensial dank inetik dari air untukmenghasilkanenergilistrik.Padadasarnyamemanfaatkanbedatinggi (h) jatuhan air danjumlah debit air (Q) per detik yang berasaldarialiransungai, air terjun, danlontaran air olehmesin. Secarateknis, pembangkit listrik tenaga airmemiliki 3 komponenutamayaitu air sebagaisumberenergi, turbindan generator. Pada kali ini penulis berkesempatan untuk mengembangkan sistem kerja dari pembangkit listrik tenaga air dengan memanfaatkan teknologi manifold. Pengembangan sistem ini diaplikasikan ke dalam prototipe pembangkit listrik tenaga air. Manifold sendiri merupakan alat seperti keran yang dimana dapat mengatur laju keluaran air yang akan memutarkan turbin sebagai penggerak mula. Dan manifold ini akan berguna sebagai sudu pelontar air. Ketepatan lontaran air yang terkena pada permukaan turbin adalah salah satu tujuan dari gunanya teknologi manifold ini. Diharapkan dengan digunakannya teknologi manifold ini akan berdampak pada lontaran air yang lebih terarah jatuh ke permukaan turbin, dengan itu putaran turbin akan lebih cepat dan menghasilkan daya yang lebih besar. Selain itu prototipe ini memiliki tinggi 1 meter dan debit air 0,0008 m3/s dimana dapat mempengaruhi daya keluaran yang dihasilkan oleh generator tersebut
otomatisasi sistem penerangan pada pondok pesantren anwarul huda berbasis mikrokontroler
ABSTRAK Muzakki, Ahmad Lutfi. 2016. Otomatisasi Sistem Penerangan pada Pondok Pesantren Anwarul Huda Berbasis Mikrokontroler. Tugas akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE, PhD. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Semakin menipisnya sumber bahan bakar untuk produksi energi listrik di Indonesia, menuntut masyarakat untuk belajar berhemat listrik. Salah satu upaya dalam penghematan energi listrik adalah dengan menggunakan lampu sewajarnya atau sesuai dengan kebutuhan. Namun, dalam praktek dalam kesehariannya, masih banyak lampu yang menyala walaupun sudah tidak dibutuhkan. Oleh karena itu, disini dicari solusi dengan membuat sebuah alat “Otomatisasi Sistem Penerangan pada Pondok Pesantren Anwarul Huda Berbasis Mikrokontroler” yang diharapkan mampu mengatur lampu agar menyala dan padam sesuai dengan kebutuhan. Metode pembuatan alat meliputi perencanaan, perancangan alat, dan pembuatan alat. Pada tahap perencanaan, dibuat sebuah blok diagram dan dijelaskan cara kerja dari blok diagram tersebut agar mendapat gambaran yang jelas untuk pembuatan alat. Pada tahap perancangan alat meliputi perancangan akrilik sebagai wadah alat, perancangan alat serta komponennya, dan perancangan perangkat lunak yang meliputi pembuatan flowchart dan listing program. Pada tahap pembuatan alat adalah kegiatan penyablonan, pelarutan PCB, hingga penyolderan komponen. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa (1) sensor LDR mampu mendeteksi intensitas cahaya di sekitar dengan baik, (2) sensor PIR mampu mendeteksi keberadaan manusia dalam ruangan, (3) dengan menggunakan RTC DS1307, Arduino dapat mengendalikan nyala lampu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, (4) pengendalian lampu per-hari yang diatur oleh alat membutuhkan daya yang lebih kecil dibandingkan dengan pengendalian lampu per-hari dengan cara manual. Jadi, dapat disimpulkan bahwa alat berfungsi sesuai dengan harapan untuk menghemat energi listrik. ABSTRACT Muzakki, Ahmad Lutfi. 2016. Automation of Lighting Systems at the Pondok Pesantren Anwarul Huda Based on Microcontroller. The Final Project, Department of Electrical Engineering. Study Program of Diploma of Electrical Engineering, Faculty of Engineering. Universitas Negeri Malang. Supervisor: (I) Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE, PhD. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. The depletion of the source of fuel for electricity production in Indonesia, requires people to learn to save electricity. One effort in electrical energy savings is by using only natural light or use light as needed. However, in daily life, people still use lights even when they are not needed. Therefore, it will be found a solution by creating "Automation of Lighting Systems at Pesantren Anwarul Huda based on Microcontroller ", which is expected to be able to set the lights on and off according to the needs. The method include planning, design, and make the device. In the planning stage, making a block diagram and explaining the works of the device in order to get a clear picture for the development of the device. The design stage, include designing the acrylic as the container, designing the hardware, and designing the software including flowchart and listing program. The development stage including screen printing, PCB dissolution, and soldering the components. The result of the test showed that: (1) the LDR sensors are capable of detect the intensity of sun light; (2) the PIR sensor are able to detect human presence inside the room; (3) by using RTC DS1307, Arduino can control the light in accordance with the time determined; (4) by controlling the light per-day, which is done by the device, it is proven that controlling the lights manually. In conclusion, the device can work to save electricity
Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Satu Fasa Dengan Mikrokontroler Atmega328 Berbasis Triac
ABSTRAK Motor Induksi adalah suatu mesin yang berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik dengan menggunakan sumber listrik AC. Mengatur kecepatan motor induksi satu fasa bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti dengan mengubah jumlah kutub motor, mengubah frekuensi sumber, mengatur tegangan sumber dan mengatur tahanan luar. Dengan menggunakan bantuan komponen-komponen seperti kontaktor, relay ataupun menggunakan komponenkomponen elektronika. Pengendali kecepatan motor satu fasa dalam teknologi elektronika menggunakan teknik pencacahan sudut fasa listrik, dengan mengatur pemicuan triac dapat mempermudah pengendalian kecepatan motor. Dengan terjadinya perubahan pemicuan waktu tunda triac, maka akan terjadi perubahan tegangan dan arus keluaran. Sehingga, perubahan tersebut mengakibatkan perubahan daya yang diberikan ke beban dan menghasilkan putaran motor yang berbeda-beda tergantung daya yang diberikan. Pengaturan kecepatan motor induksi yang sederhana dapat dilakukan dengan bantuan sistem mikrokontroler, adapun mikrokontroler yang digunakan adalah mikrokontroler Atmega328. Dengan sistem pengendalian ini, maka dapat untuk mengatur kecepatan putaran motor induksi satu fasa sesuai dengan yang diinginkan
Variabel Amplitudo dan Variabel Frekuensi Inverter Tiga Fasa untuk Pengendali Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa Berbasis FPGA (Field Programmable Gate Array)
ABSTRAK H.Z., Habibi Mushthofa. 2016. Variabel Amplitudo dan Variabel Frekuensi Inverter.Tiga Fasa untuk Pengendali Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa Berbasis FPGA (Field Programmable Gate Array). Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Irham Fadlika, S.T., M.T. Kata Kunci : Inverter, Motor Induksi. Motor Induksi adalah suatu mesin yang berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik dengan menggunakan sumber listrik AC. Dalam dunia industri sebuah mesin yang pengoperasiannya tidak menimbulkan polusi sangat dibutuhkan karena dari waktu ke waktu industri dianggap sebagai salah satu faktor terbesar yang dapat merusak lingkungan. Proses produksi dalam industri harus dilaksanakan secara efisien, maka kerusakan pada suatu mesin jelas suatu hal yang merugikan. Oleh karena itu, motor induksi menjadi jenis motor yang sering digunakan oleh industri karena konstruksinya yang minim perawatan dan dalam proses pengoperasiannya hampir tidak menimbulkan polusi seperti yang terjadi pada motor konvensional. Karakteristik kecepatan dan torsi motor induksi bergantung pada suplai daya pada motor induksi tersebut. Pemahaman karakteristik tersebut sangat diperlukan oleh seseorang yang belajar tentang motor listrik. Sumber listrik AC yang mempunyai sifat sulit dikendalikan adalah suatu kendala bagi seseorang yang mempelajari tentang karakteristik motor induksi tersebut. Oleh karena itu, penulis mencoba membuat inverter yang besar amplitudo dan frekuensinya dapat divariasikan dengan menggunakan FPGA (Field Programmable Gate Array) dari perusahaan Altera yang diprogram menggunakan software SIMULINK yang terintegrasi dengan software Quartus Prime. Tahapan dalam perancangan alat ini terdiri dari (1) blok diagram, (2) perencanaan hardware, (3) perencanaan software, dan (4) pengujian. Pengujian rancangan ini dilakukan dengan cara menguji output tiap blok komponen dan pengujian sistem secara keseluruhan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada saat sumber tegangan dan frekuensi dirubah maka kecepatan dan torsi yang dihasilkan pada motor induksi juga mengalami perubahan
Kontrol Tegangan Output Generator pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Desa Sidomulyo Kota Batu
ABSTRAK 0px; "> Pada Desa Sidomulyo Kota Batu terdapat sungai irigasi yang melewati perkebunan bunga milik warga. Sungai tersebut memiliki potensi untuk mencukupi kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di Desa Sidomulyo, tepatnya Rt 3 Rw 12, untuk akses ke kebun bunga yang memerlukan pengawasan pada malam hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dapat dilakukan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang menggunakan aliran sungai tersebut sebagai penggerak turbin yang terhubung ke generator. Generator pada PLTMH ini menggunakan generator DC karena daya yang mampu untuk dibangkitkanlebih kecil dari 10kW. Tegangan yang dihasilkan generator disimpan pada accu, tegangan dari accu diubah menjadi tegangan AC menggunakan inverter yang kemudian disalurkan ke beban listrik berupa lampu penerangan jalan umum. Generator menghasilkan tegangan yang relatif berubah-ubah, maka diperlukan alat kontrol untuk menstabilkan tegangan tersebut agar peralatan listrik yang disuplai tidak cepat rusak. Alat kontrol tegangan ini menggunakan 2 transistor NPN tipe 8050 dan 2 transistor PNP tipe 8550. Rangakaian utama pada alat kontrol tegangan terdiri dari rangkaian driver dan rangkaian penstabil sebagai rangkaian kontrol putaran motor penggerak tuas trafo yang mengubah tegangan input yang tidak konstan menjadi tegangan output konstan secara otomatis. Alat kontrol tegangan dapat menstabilkan tegangan yang masuk ke alat antara 70V - 140V pada selector pertama dan 140 - 240 pada selector kedua dan diukur outputnya. Kemudian alat diberi beban 0W - 65W dan diukur tegangan output yang tersalur ke beban dapat diatur mencapai tegangan AC rendah yaitu 219V - 221