Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    Desain Boost Converter

    No full text
    RINGKASAN Susilo, Nanang. 2008. Desain Boost Converter. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Slamet Wibawanto M.T. (II) Ilham Ari Elbaith S.T. Kata Kunci : Boost Converter, Upaya penyediaan tegangan listrik arus searah dalam jumlah yang signifikan baik untuk mendukung kerja suatu piranti elektronik tertentu maupun untuk keperluan aktifitas di laboratorium elektronika terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Salah satu wujud perkembangan tersebut adalah Boost Converter. Alat ini merupakan jenis travo elektronik yang dapat menaikkan tegangan tanpa harus ada rugi histerisis karena adanya polarisasi seperti yang terjadi pada travo konvensional. Boost Converter dibangun dengan rangkaian elektronik sederhana dengan memanfaatkan teknologi high frequency switching. Dengan mengatur pola switching tersebut dapat ditentukan penguatan tegangan input dan berapa tegangan output yang diharapkan. Dengan adanya Boost Converter mahasiswa diharapkan dapat lebih mengembangkan berbagai kegiatan eksperimen di laboratorium elektronika. Khususnya eksperimen yang membutuhkan tegangan DC yang cukup tinggi yang tidak dapat dipenuhi dengan adanya Battery atau power supply pada umumnya. Perancangan Boost Converter juga bertujuan untuk meningkatkan tingkat efisiensi teknologi dalam bidang Power Electronic

    Pengembangan Bahan Ajar E Learning Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Untuk Mata Pembangkit Tenaga Listrik Jurusan Teknik ElektroFakultas Teknik Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Sholihuddin, Moh. 2017. Pengembangan Bahan Ajar E Learning Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Untuk Mata Pembangkit Tenaga Listrik Jurusan Teknik ElektroFakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) A. N. Afandi, S.T., M.T., Ph.D., (II) Drs.  Slamet Wibawanto, M.T. Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, e-learning, Pembangkit Listrik Tenaga DieselMatakuliah Pembangkit Tenaga Listrik merupakan salah satu matakuliah wajib bagi mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro FT UM. Pada mata kuliah ini dibahas mengenai jenis-jenis pembangkit, yang salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Berdasarkan wawancara dan observasi kepada dosen pengampu serta mahasiswa yang telah menempuh matakuliah tersebut, diketahui bahwa belum ada bahan ajar yang sesuai dengan katalog matakuliah tersebut, dan bahan ajar yang digunakan selama ini hanya berupa power point yang dibuat oleh mahasiswa. Selain itu, Jurusan Teknik Elektro FT UM telah memiliki sistem ­e-learning sendiri, namun berdasarkan wawancara dengan admin ­e-learning diketahui jika e-learning tersebut masih kurang dimanfaatkan dalam proses perkuliahan, sertabahan ajar yang diunggah ke ­e-learning masih minim.Tujuan dari pengembangan ini adalah merancang, mengembangkan, serta menguji kelayakan bahan ajar e-learning PLTD. Bahan ajar tersebut kemudian akan diunggah ke sistem e-learning Jurusan Teknik Elektro FT UM. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Sugiyono, denga ntahap-tahap yang dilakukan antara lain adalah: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi masal. Produk dari pengembangan bahan ajar e-learning PLTD ini berupa modul digital dengan tipe file PDF, serta video dengan tipe file MP4. Produk pada pengembangan ini telah divalidasi oleh ahli serta diujicobakan kepada mahasiswa. Hasil uji validasi modul oleh ahli memperoleh persentase sebesar 85,71% (sangat valid), hasil uji coba produk memperoleh persentase sebesar 89,10% (sangat layak), dan hasil uji coba pemakaian memperoleh persentasesebesar 87,38% (sangat layak). Sedangkan hasil validasi video oleh ahli memperoleh persentase sebesar 93,75% (sangat valid), hasil uj

    rancang bangun turbin kaki angsa model kincir air untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro

    No full text
    ABSTRAK Daerah aliran sungai atau lebih dikenal dengan DAS adalah suatu daerah tertentu yang bentuk dan sifat alaminya sedemikian rupa sehingga merupakan suatu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungai yang melaluinya. Sungai dan anak-anak sungai tersebut berfungsi sebagai menampung air, menimpan air, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan serta sumber air lainnya. Penyimpanan dan pengaliran air dihimpun dan di data berdasarkan hukum alam di sekelilingnya sesuai dengan keseimbangan daerah tersebut(Subekti Rahayu, 2009). Aliran air sungai tersebut banyak membantu kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-hari yang salah satunya untuk minum, membasahi lahan pertanian dan lain-lain. Aliran air sungai ini pula yang membuat manusia mengembangkan suatu alat yang dapat membangkitkan energi melalui beberapa komponen berkesinambungan untuk menghasilkan sebuah energi listrik.Komponen utama untuk dapat membangkitkan energi listrik meliputi turbin air dan generator. Turbin air dalam hal ini tidak membahas pada turbin air yang berkapasitas besar dan konstruksi bangunan yang memadai, melainkan memanfaatkan kondisi alam yakni aliran sungai irigasi pada daerah petani bunga Di Desa Sidomulyo Kota Batu Kabupaten Malang. Aliran sungai pada jalur irigasi hanya memiliki debit berkisar antara 1,85/s dan kecepatan turbin yang berkisar 201 RPM disaat kondisi musim kemarau. Turbin air yang dapat diterapkan pada aliran sungai irigasi ini juga merupakan sebuah turbin air yang menggabungkan antara 2 bentuk alat yang sudah ada yakni turbin air kaki angsa dan kincir air untuk mencari air dari titik rendah ke titik yang lebih tinggi. Dari penggabungan kedua alat tersebut maka didapatlah turbin air yang bisa menyesuaikan tempat yang ada. Tentunya dengan data mengenai debit air dan turbin air yang ada pembangkit listrik ini hanya berkapasitas kecil, khususnya kategori mikrohidro. Mikrohidro merupakan sebuah pembangkit listrik dengan tenaga kecil yang hanya berkonsentrasi dikisaran daya input 4,53 kW dan daya output 3,62kW. Dengan daya yang hanya mencapai 3,62 kW tentunya yang dapat dialiri energi listrik hanyalah lampu jalan dan kebutuhan beban yang relatif kecil seperti pompa air listrik saja. Namun melalui energi tersebut cukup untuk membantu warga sekitar dalam memenuhi kebutuhan listrik yang jauh dari jangkau sumber penyuplai energi listrik utama seperti PLN

    ATS (Automatic Transfer Switch) Genset dengan Sistem Kontrol Pemanasan Genset Otomatis Secara Berkala Berbasis Mikrokontroler

    No full text
    ABSTRAK Seiring dengan meningkatnya jumlah pembangunan khususnya di bidang industri menyebabkan permintaan akan energi listrik semakin bertambah. Namun kemampuan PLN sebagai penyedia utama suplai listrik sangat terbatas bahkan cenderung menurun, maka diperlukan backup power yang handal, misalnya Genset (Generator Set). Namun, untuk memindah daya ke genset, maka diperlukan sistem kendali Automatic Transfer Switch (ATS).ATS adalah sebuah sistem untuk melakukan perpindahan daya secara otomatis dari sumber daya utama PLN ke sumber daya cadangan genset. ATS juga bisa dikombinasikan dengan sistem pemanasan genset otomatis secara berkala sebagai bagian dari maintenance genset. Kontrol utama dari sistem ini adalah Arduino Uno R3, dimana Arduino yang mengontrol Relay DC 5V yang kemudian mengaktifkan Relay AC 220V untuk melakukan peralihan daya . Dalam hal ini sensor yang digunakan untuk mendeteksi tegangan adalah sensor ZMPT 101 B. Untuk pemanasan genset digunakan modul RTC DS1307 yang akan menampilkan waktu secara real time kemudian Arduino diprogram untuk memerintah sistem melakukan pemansan genset pada jam 06.00-06.10. Pengujian sistem ATS (Automatic Transfer Switch) genset dengan sistem kontrol pemanasan genset otomatis secara berkala berbasis mikrokontroler diketahui hasilnya yaitu saat PLN padam maka daya akan dialihkan ke genset kemudian mikrokontroler akan menyalakan genset secara otomatis. Begitu pula saat PLN kembali menyala maka daya dialihkan kembali ke PLN lalu mikrokontroler akan mematikan genset secara otomatis. Pada saat jam 06.00 mikrokontroler akan memerintah genset untuk menyala sebagai proses pemanasan. Genset akan mati secara otomatis pada jam 06.10

    Battery Analyzer Prototype dan Charger berbasis Arduino

    No full text
    ABSTRAK Firdauzi, Hafiis Yasin. 2017. Battery Analyzer Prototype dan Charger berbasis Arduino. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: I Made Wirawan S.T., S.S.T., M.T. Kata Kunci: Battery Charging, Battery Discharging, Sensor Arus ACS 712Semakin pesatnya perkembangan teknologi menuntut segala sesuatu untuk  lebih efisien dan cermat. Salah satu perkembangn teknologi yang dimaksud ialah battery. Pada jaman sekarang penggunaan battery masih banyak diminati oleh banyak perusahaan untuk menjadikannya sebagai catu daya untuk suatu produk yang dihasilkan. Berbagai jenis battery yang diciptakan banyak yang hanya dapat digunakan sekali pakai sehingga banyak battery yang terbuang dan mayoritas menjadi limbah yang tentunya efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Ada solusi untuk menghindari adanya limbah yang dihasilkan pada battery sekali pakai (Non Re-chargeable) yaitu menggunakan battery yang dapat diisi (Re-chargeable) dengan lebih banyak manfaat dan efisiensi yang diperoleh dari kriteria battery Re-chargeable tersebut. Masyarakat juga bisa menguji berapa lama battery dapat bertahan hidup, menguji kualitas battery yaitu dengan pembuatan alat yang berjudul Battery Analyzer Prototype dan Charger berbasis Arduino.Battery Analyzer Prototype dan Charger berbasis Arduino tersebut menggunakan sensor Arus712 sebagai pendeteksi arus pada battery, menggunakan mosfet IRFZ44N sebagai  saklar pada mode pengisian serta mosfet IRF9540N untuk saklar pada mode pengosongan, dan LCD sebagai penampilan hasil keluaran. Tujuan dari tugas akhir battery analyzer prototype dan charger berbasis arduino ini adalah: (1) untuk merancang dan membuat alat battery analyzer prototype dan charger berbasis arduino; (2) untuk dan mengamati hasil pengujian alat battery analyzer prototype dan charger berbasis arduino. Hasil uji coba yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: (1) uji coba sensor Arus ACS712 dengan menggunakan Arduino Uno telah mampu mendeteksi arus pada battery; (2) uji coba LCD dalam menampilkan hasil keluaran alat telah berhasil menampilkan beberapa tampilan yang sesuai; (3) uji coba keseluruhan alat battery analyzer prototype dan charger berbasis arduino telah berhasil mengisi dan mengosongkan serta membaca kapasitas battery. Dengan demikian sistem alat mengisi dan mengosongkan serta membaca kapasitas battery

    Perbedaan Kemampuan Berpikir Logis pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar dengan Menerapkan Model Pembelajaran Project Base Learning Dibandingkan dengan Model Pembelajaran Creative Problem Solving pada Kelas X Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKN 8 Mal

    No full text
    ABSTRAK Pemrograman dasar merupakan mata pelajaran yang memerlukan adanya pengetahuan, pemahaman terhadap perintah-perintah dan keterampilan dalam membuat sebuah program.Berdasarkan observasi awal di SMK Negeri 8 Malang pada guru mata pelajaran pemrograman dasar, didapatkan datahasil sebagai berikut:(1) Saat diberi soal yang sedikit berbeda dengan contoh soal yang sudah dibahas oleh guru, 83,87% siswa masih bingung dan kesulitan untuk mengerjakannya, (2)Saat guru memberikan sebuah program yang salah dan meminta siswa untuk membenarkannya, hanya 14,3% siswa yang dapat membenarkan program tersebut, (3) Dalam proses pembelajaran dikelas, guru meminta siswa untuk mempresentasikan dan mengumpulkan hasil latihan di akhir pertemuan, namun hanya 19,3% siswa yang dapat mempresentasikan dan mengumpulkan hasil latihannya.Selain itu juga dilakukan observasi pada siswa kelas X RPLdan didapatkan data sebagai berikut: (1) Hanya 28,5% siswa yang mampu memahami konsep-konsep dalam pemrograman dasar, (2) Hanya 34,3% siswa yang mampu membuat sebuah program dari study kasus yang diberikan guru. Masalah-masalah yang timbul sangat berhubungan dengan kurangnya kemampuan berpikir logis siswa, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas pembelajaran dengan menggunakan variasi dan inovasi dalam menciptakan pembelajaran efektif yang dapat menjembatani pada peningkatan kemampuan berpikir logis siswa. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan perbedaan kemampuan berpikir logis siswa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving(CPS)dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning(PjBL). Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian diperoleh nilai signifikansi < 0,05 yaitu 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir logis siswa yang menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving(CPS) lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning(PjBL). Hal ini juga dapat dilihat dari capaian kemampuan berpikir logis siswa dilihat dari setiap aspekberpikir logis yakni, pada aspek pertama diperoleh nilai signifikansi 0,029, pada aspek kedua diperoleh nilai signifikansi 0,002, dan pada aspek ketiga diperoleh nilai signifikansi 0,029. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaranCreative Problem Solving(CPS) efektif untuk diterapkan pada mata pelajaran pemrograman dasar di SMK Negeri 8 Malang

    Perancangan Sistem Grid Connected pada Sumber Listrik Satu Fasa

    No full text
    ABSTRAK Oktavianto, Radityo Dwi. 2016. Perancangan Sistem Grid Connected pada Sumber Listrik Satu Fasa. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr.Arif Nur Afandi, S.T., M.T. Kata Kunci: Inverter, Mikrokontroler, PWM, Sinkronisasi, Zero crossing. Kebutuhan terhadap daya listrik terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi semakin pesat. Oleh karena itu, diperlukan sumber listrik sekunder yang dapat menopang beban listrik yang diterima PLN, misalnya: Photovoltaic (PV). Namun, untuk menambahkan daya ke jaringan PLN, maka diperlukan sistem kendali grid connected.Pada penyusunan tugas akhir ini dilakukan &ldquo;Perancangan Sistem Grid Connected Pada Sumber Listrik Satu Fasa&rdquo;. Sebuah sistem untuk melakukan sinkronisasi sumber listrik 1 fasa dengan sumber listrik 1 fasa yang lain.Hardware utama dari sistem ini adalah inverter, dimana inverter akan mengkonversi tegangan DC menjadi tegangan AC. Dalam hal ini, penulis menggunakan teknik Zero Crossing, yaitu teknik untuk menentukan titik nol pada sumber listrik satu fasa. Titik nol ini akan menjadi pemicu untuk PWM mikrokontroler diaktifkan untuk pensaklaran inverter. Dalam tugas akhir ini, sumber listrik yang akan disinkronisasikan adalah sumber listrik PLN yang diturunkan dengan trafo stepdown 6V dengan sumber listrik inverter dengan topologi half bridge. Pengujian tugas akhir ini dilakukan dengan cara mengukur arus pada masing-masing sumber listrik dan hasil sinkronisasi dengan menggunakan beban resistor sebesar 100Ω /50J. Pengujian kali ini didapat arus yang keluar dari trafo sebesar 2,2 A, Inverter sebesar 1,15 A, dan hasil sinkronisasi adalah 3,38 A. Data tersebut menunjukkan ketika terjadi sinkronisasi arus pada beban meningkat, artinya proses sinkronisasi telah berhasil walaupun masih pada tegangan yang rendah

    Pengembangan Bahan Ajar E-learning Rancang Bangun Jaringan Kelas XI Semester Gasal Program Keahlian Teknik Komputer Dan Jaringan Di SMK

    No full text
    ABSTRAK Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, rancang bangun jaringanRancang Bangun Jaringan merupakan salah satu mata pelajaran wajib bagi siswa kompetensi keahlian TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) di SMK. Penelitian ini dilatarbelakangi tersedianya jaringan internet dan prasarana yang mendukung, serta terbatasnya bahan ajar menggunakan Jaringan internet. Salah satu pemanfaatan Jaringan internet yaitu dengan penggunaan media akses e-learning. Pembelajaran menggunakan e-learning yang mudah diakses oleh siswa dapat dijadikan sebagai pembelajaran yang mandiri, serta dapat memberikan inovasi dalam pembelajaran sehingga dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut maka, bentuk  bahan ajar e-learning yang berupa modul digital (.pdf) dan video pembelajaran (.mp4) dapat dijadikan sebagai solusi dalam pembelajaran menggunakan Jaringan internet untuk mendukung pembelajaran siswa.Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah merancang mengembangkan dan menguji kelayakan bahan ajar e-learning mata pelajaranRancang Bangun Jaringan.Metode penelitian dan pengembangan yang akan digunakan dalam pengembangan bahan ajar adalah ADDIE. Terdapat 5 langkah penelitian dan pengembangan yang dilakukan yaitu 1) Analisis, 2) Desain, 3) Pengembangan, 4) Implementasi, 5) Evaluasi. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan menggunakan angket, diperoleh hasil 93,28% dari review ahli, 88,75% dari uji coba kelompok kecil, dan 89,79% dari uji coba lapangan. Dari hasil analisis data keseluruhan diperoleh nilai rata-rata sebesar 90,60%. Sehingga dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar e-learning  pada mata pelajaran Rancang Bangun Jaringan dinyatakan layak untuk digunakan di sekolah

    Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Website Untuk Mata Kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik Di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Miftasin, Muhammad N. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Website Untuk Mata Kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik Di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro  Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suwasono, M.T (2) Drs. Hari Putranto Kata Kunci: Bahan Ajar, Website, Workshop Instalasi Penerangan Listrik Berdasarkan kegiatan observasi yang telah dilakukan, dapat diketahui permasalahan yaitu kurangnya sumber refrensi atau bahan ajar yang lebih efektif, inofatif dan menarik serta mengikuti perkembangan jaman. Pengembangan ini bertujuan untuk (1) Merancang dan membuat bahan ajar berbasis website untuk mata kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik. (2) Merancang dan membuat jobsheet untuk mata kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik. (3) Menguji kelayakan bahan ajar berbasis website untuk mata kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik, (4) Menguji kelayakan jobsheet mata kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah pengembangan Borg & Gall dengan prosedur sebagai berikut : (1) analisis, (2) perancangan produk, (3) pembuatan produk, (4) uji coba produk awal (5) revisi produk awal, (6) uji coba kelompok kecil, (7) revisi uji coba kelompok kecil, (8) uji coba kelompok besar, (9) revisi uji coba kelompok besar, (10) produk akhir. Hasil dari penelitian berupa bahan ajar website dan jobsheet yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh validasi ahli materi dan ahli media, serta telah di uji cobakan kepada responden didapatkan hasil yang sangat valid. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba tersebut, maka bahan ajar berbasis website untuk mata kuliah workshop instalasi penerangan listrik ini layak dan dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran pada mata kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malan

    Sistem Kontrol Automatic Main Failure (AMF) dengan Power Metering Berbasis PLC

    No full text
    ABSTRAK   Kebutuhan terhadap daya listrik terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi semakin pesat. Oleh karena itu, diperlukan sumber listrik cadangan yang dapat menggantikan sementara kebutuhan listrik oleh beban, misalnya: Generator set. Namun, untuk memindah daya ke generator set, maka diperlukan sistem kendali Automatic Main Failure (AMF). Pada penyusunan tugas akhir ini dilakukan “Sistem Kontrol Automatic Main Failure (AMF) dengan Power Metering Berbasis PLC”. Sebuah sistem untuk melakukan perpindahan daya secara otomatis dari sumber daya utama PLN ke sumber daya cadangan genset Hardwere utama dari sistem ini adalah PLC dengan merek Schneider SR2B121BD, dimana PLC ini akan memilah sumber mana yang aktif dan memprosesnya sebagai keluaran untuk mengaktifkan kontaktor. Dalam hal ini, penulis menggunakan beberapa fitur dari PLC yaitu timer, counter dan clock. Timer digunakan untuk memberi waktu jeda perpindahan daya dari PLN ke genset atau sebaliknya. Counter digunakan untuk menghitung berapa kali proses starter genset dilakukan. Dan clock digunakan untuk menjadwal pemanasan genset secara otomatis setiap pukul 05.00. Pengujian tugas akhir ini dilakukan dengan cara menghubungkan alat ini dengan dua sumber daya yang berbeda dan dengan beban lampu pijar 5 W. Dari pengujian alat ini didapat perpindahan daya dari sumber utama ke sumber cadangan yaitu selama 30 detik. Starter genset dilakukan sebanyak 3 kali dan genset berhasil di start setiap pukul 05.00 setiap hari. Data tersebut menunjukan bahwa alat dapat bekerja sesuai rancangan penulis. Waktu perpindahan, banyak percobaan start dan waktu pemanasan genset dapat diubah sesuai dengan kondisi di lapangan

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇