Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    alat peraga tentang instalasi dan operasional mesin cuci sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah perawatan dan perbaikan

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawan, Redi. 2011. Alat peraga tentang instalasi dan operasional mesin cuci sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah perawatan dan perbaikan , Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto S.S.T.,M.Pd. (II) M.Rodhi Faiz, S.T.,M.T.   Kata kunci :  Instalasi dan operasional mesin cuci, Perawatan mesin cuci, Alat peraga   Dewasa ini manusia sering direpotkan oleh kegiatan / aktivitas yang sangat padat sehingga cenderung melalaikan tugas rumah tangga,salah satunya mencuci pakaian. Setiap hari orang dapat berganti pakaian satu hingga empat kalinya untuk mengenakan pakaian bersih, dan biasanya pada pegawai yang bekerja full day tidak cukup waktu untuk mencuci pakaian kotornya. Kebanyakan para pekerja full day memenfaatkan media mesin cuci sebagai alat bantu karena alat tersebut dirasa sangat menghemat waktu dan tenaga. Mesin cuci pula merupakan solusi baru untuk mencuci pakaian yang telah ada di masa kini. Bertolak dari kebutuhan mesin cuci yang semakain meningkat maka dalam tugas akhir ini, pembuatan media peraga mesin cuci merupakan judul yang di angkat Alat peraga ini akan berguna untuk para repair ataupun para mediator yang awam tentang sistim kerja mesin cuci. Tujuan dari alat peraga instalasi dan operasional serta perawatan pada mesin cuci adalah (1). Melakukan perancangan alat peraga instalasi dan operasional mesin cuci, (2) Melakukan perakitan alat peraga instalasi dan oprasional mesin cuci, (3) melakukan  pengujian pada mesin cuci twin tube dan perawatan Perancangan tugas akhir ini membahas tentang alat peraga instalasi dan operasional mesin cuci serta perawatan mesin cuci dalam matakuliah perawatan dan perbaikan, sebagai media pembelajaran baru yang yang lebih baik dan efektif. Sebab dengan adanya media peraga ini bahan pembelajaran dapat lebih mudah dipahamai oleh para siswa maupun masyarakat yang ingin belajar tentang mesin cuci . Alat peraga ini dipergunakan dengan tujuan membantu para pengajar lebih mudah menyampaikan materi kepada peserta didiknya. Proses pembuatan alat peraga ini adalah melakuan pembongkaran terhadap setiap komponen – komponen yang ada di dalam mesin cuci aslinya dan merakitnya ulang untuk mempermudah mediator menganalisa sistem instalasi dan pengopereasian mesin cuci serta dapat melakukan perawatan pada media mesin cuci tersebut. Kesimpulan yang di dapat dari melakukan perakitan dan pendisainan ulang dari alat peraga tentang instalasi dan operasional mesin cuci ini adalah (a) mengetahui desain sistem instalasi pada mesin cuci, (b) dapat memahami pengoperasian mesin cuci, dan (c) cara melakukan pengujian  pada mesin cuci serta perawatanya.

    Alat Pendeteksi Kerusakan Kabel Berbasis Mikrokontroller Atmega8535

    No full text
    ABSTRAK   Hanif, Moch. Bisri. 2011. Alat Pendeteksi Kerusakan Kabel Berbasis Mikrokontroller Atmega8535. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ahmad Fahmi S.T.,M.T.   Kata kunci : Mikrokontroller, Kabel     Kabel di dunia elektronika atau kelistrikan sudah tidak asing lagi. Kabel listrik merupakan media penghantar tenaga listrik dari sumber tenaga listrik ke peralatan yang menggunakan tenaga listrik atau menghubungkan suatu peralatan listrik ke peralatan listrik lainnya.  Suatu kabel pasti memiliki standart minimal resistansi kabel agar kabel tersebut dapat bekerja dengan baik, bila resistansi kabel tersebut lebih besar dari standart kabel dianggap rusak dan tidak dapat bekerja dengan baik.  Penggunaan mikrokontroller yang diaplikasikan pada alat pendeteksi kerusakan kabel , adalah salah satu metode dalam  pendeteksian kerusakan kabel. Tujuan yang hendak dicapai dalam Tugas Akhir ini adalah untuk menciptakan alat pendeteksi kerusakan kabel yang efektif serta diharapkan laporan dapat digunakan sebagai modul ajar dan alat pendeteksi kerusakan kabel  dapat digunakan sebagai alat praktek dalam pelajaran instalasi listrik. Pada Tugas Akhir ini alat dirancang berbasis mikrokontroller ATMEGA8535 yang diintegrasikan dengan lcd 16x2 dan sumber tegangan  5v. Alat diujikan pada kabel NYY 1,5mm2. Metode pengujian dilakukan dengan memberikan variasi-variasi kerusakan kabel dan jenis tanah, yaitu kabel putus pada tanah basah dan kering, kabel rusak pada tanah basah dan kering. Hasil dari Tugas Akhir ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya alat pendeteksi kerusakan kabel, penentuan kerusakan kabel menjadi lebih mudah. Semakin besar tegangan sumber semakin panjang kabel yang bisa diuji. Berdasarkan hasil Tugas Akhir ini, disarankan agar dilakukan pengembang­an alat dengan menambah kapasitas suber tegangan dan pemrograman ulang mikrokontroller. Agar alat pendeteksi kerusakan kabel dapat menguji kabel yang lebih panjang dan lebih sensitif  pada kerusakan kabel.

    OTOMATISASI DIESEL GENERATOR SET SEBAGAI CADANGAN SUMBER DAYA LISTRIK PADA GEDUNG G4 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Dewanto, Danang. 2011. Otomatisasi Diesel Generator Set Sebagai Cadangan Sumber Daya Listrik Pada Gedung G4 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T  (II) Aripriharta, S.T.   Kata kunci: Otomatisasi, Diesel Generator Set, Zelio Smart Relay, Cadangan Daya Seringnya terjadi pemadaman listrik dari PLN menyebabkan kerugian di banyak bidang. Tidak bisa dipungkiri bahwa listrik merupakan kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Untuk itulah diciptakan sebuah sistem yang berfungsi untuk proses otomatisasi diesel generator set sebagai sumber daya cadangan ketika terjadi kegagalan sumber daya utama dan otak kendali menggunakan zelio smart relay. Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah : (1) merancang sebuah otomatisasi generator set berbasis smart relay, (2) mengetahui kinerja keseluruhan sistem otomatisasi starter diesel generator set yang dirancang. Metode perancangan meliputi : (1) perancangan pengaturan masukan tegangan dari PLN maupun diesel generator, (2) perancangan sistem kontrol (hardware), (3) perancangan program (software). Sistem kontrol ini bekerja mengatur proses starter diesel generator ketika terjadi pemadaman listrik dari PLN begitupun penonaktifan kembali diesel generator ketika sumber daya utama (PLN) kembali normal dengan beberapa standar keamanan jaringan listrik. Otak kendali dari sistem otomatisasi cadangan sumber daya menggunakan zelio smart relay. Hasil dari analisis tersebut antara lain:(1) ketika terjadi pemadaman listrik dari sumber daya utama, maka smart relay akan memberikan perintah kepada kontaktor 24 VDC untuk menstarter diesel generator selama 1 detik, (2)  selama proses starting diesel generator tidak boleh dibebani sebelum diesel generator mencapai arus nominal selama kurang lebih 1,5 menit, (3) ketika sumber daya utama aktif  kembali, beban tidak disuplai selama kurang lebih 10 detik untuk mengetahui apakah sumber daya listrik utama benar-benar bisa diandalkan dan mengantisipasi adanya arus balik, setelah dirasa cukup beban dialihkan ke sumber daya listrik utama, sedangkan diesel generator tetap running tanpa beban untuk menormalkan temperatur kerja dari diesel generator.  Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan : (1) seluruh sistem otomatisasi diesel generator telah dirancang dengan standar keamanan, (2) alur kerja dari sistem otomatisasi menggunakan kendali zelio smart relay dengan tambahan beberapa komponen elektromekanik

    HUBUNGAN ANTARA UJI KOMPETENSI DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XII TKJ SMK NEGERI 12 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   HUBUNGAN ANTARA UJI KOMPETENSI DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XII TKJ SMK NEGERI 12 MALANG   Minat berwirausaha merupakan kemampuan, kecenderungan atau ketertarikan untuk mengelola sesuatu yang ada dalam diri untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan agar lebih optimal sehingga ide-ide yang dimiliki untuk melakukan usaha dengan karakteristik kepribadian yang berani mengambil resiko, dapat menerima tantangan, percaya diri, mempunyai kekuatan usaha, kreatif dan inovatif serta mempunyai ketrampilan untuk meningkatkan taraf hidup dimasa yang akan datang dimana dengan menyatunya kompetensi dan motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa akan semakin meningkatkan percaya diri siswa dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam berwirausaha. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) hubungan kompetensi kerja dengan minat berwirausaha siswa kelas XII SMK Negeri 12 Malang, (2) hubungan motivasi belajar dengan minat berwirausaha siswa kelas XII SMK Negeri 12 Malang, (3) hubungan antara kompetensi kerja dan motivasi belajar dengan minat berwirausaha siswa kelas XII SMK Negeri 12  Malang. Penelitian ini termasuk expost facto yang bersifat korelasional. Analisis  korelasional menggunakan analisis korelasi  parsial dan analisis korelasi ganda, dengan bantuan SPSS for Windows release 17. Variabel dalam penelitian ini meliputi, variabel bebas adalah kompetensi kerja(X1) dan motivasi belajar (X2), sedangkan variabel terikat adalah minat berwirausaha (Y). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar dokumentasi dan angket. Untuk uji instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan dapat diketahui bahwa siswa kelas XII TKJ SMK Negeri 12 Malang menunjukkan bahwa uji kompetensi siswa dalam kriteria sangat baik dan menyatakan bahwa motivasi belajar siswa dalam kriteria baik, Sedangkan minat berwirausaha siswa menunjukkan dalam kriteria baik. Uji kompetensi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan minat berwirausaha siswa kelas XII TKJ SMK Negeri 12 Malang dengan memberi kontribusi sebesar 18,7%. Motivasi belajar mempunyai hubungan yang signifikan dengan minat berwirausaha siswa kelas XII TKJ SMK Negeri 12 Malang dengan kontribusi yang diberikan sebesar 18,1%. Uji kompetensi dan motivasi belajar mempunyai hubungan yang positif dan signifikan secara simultan dengan minat berwirausaha siswa kelas XII TKJ SMK Negeri 12 Malang dengan memerikan kontribusi sebesar 36,8% sedangkan 63,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

    Efektifitas Pembelajaran Praktik Komputer di SMP Kota Mojokerto

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Kurnia Laili. 2011. Efektivitas Pembelajaran Praktik Komputer di SMP Kota Mojokerto. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Tri Atmadji S., M.Pd. (II) Muhammad Ashar, S.T., M.T   Kata Kunci : Efektivitas pembelajaran, Pembelajaran TIK Belajar mengajar merupakan suatu proses yang tidak terlepas dari komponen-komponen yang saling berinteraksi di dalamnya. Segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektiv. Suatu kegiatan dikatakan efektiv bila kegiatan itu dapat diselesaikan pada waktu yang tepat dan mencapai tujuan yang diinginkan. Efektivitas menekankan pada perbandingan antara rencana dengan tujuan yang dicapai. Oleh karena itu, efektivitas pembelajaran sering kali diukur dengan tercapainya tujuan pembelajaran, atau dapat pula diartikan sebagai ketepatan dalam mengelola situasi. Pembelajaran yang efektif adalah belajar yang bermanfaat dan bertujuan bagi peserta didik, melalui pemakaian prosedur yang tepat. Latihan atau praktik yang dilakukan dalam kondisi-kondisi tertentu (yang baik) adalah penting untuk mencapai tujuan dan untuk meningkatkan pekerjaan (performance) dalam kebanyakan bidang studi. Agar latihan atau praktik tersebut berlangsung dengan efektiv, guru dapat memberikan hubungan keseluruhan bagian, lamanya waktu latihan, pengetahuan tentang kemajuan, dan kondisi-kondisi lain yang membantu Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektivitasan pembelajaran praktik komputer dilihat dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru-guru TIK di SMP Kota Mojokerto. Berdasarkan metode penelitian yang dilakukan peneliti yang berjudul “Efektivitas Pembelajaran Praktik Komputer di SMP Kota Mojokerto” ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif  kuantitatif. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah efektivitas pembelajaran praktik komputer di SMP Kota Mojokerto. Sub variabel dalam penelitian adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru TIK SMP Kota Mojokerto. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pelaksanaan pembelajaran pada pembelajaran TIK di SMP Kota Mojokerto ditinjau dari segi perencanaan pembelajaran tergolong cenderung sangat tinggi, (2) pelaksanaan pembelajaran pada pembelajaran TIK di SMP Kota Mojokerto ditinjau dari segi pelaksanaan pembelajaran cenderung tinggi, dan (3) pelaksanaan pembelajaran TIK di SMP Kota Mojokerto ditinjau dari segi evaluasi pembelajaran tergolong sedang. Berdasarkan hasil penelitian disarankan : (1) bagi sekolah agar menunjang kebrhasilan PBM, (2) bagi guru agar memperhatikan pembelajaran TIK, (3) bagi siswa dapat memperhatikan dan mendukung jalannya pembelajaran, dan (4) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperhatikan jumlah populasi

    RUMAH CERDAS BERBASIS SCADA

    No full text
    ABSTRAK   Efendi, Arif. 2011. “Rumah Cerdas Berbasis SCADA”.. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuni Rahmawati, S.T., M.T (II) M. Rodhi faiz, S.T., M.T,   Kata kunci: SCADA, Rumah Cerdas, Programmable Logic Controller. Di dunia industri, sistem otomatis sangat diminati karena menjamin kualitas produk yang dihasilkan, memperpendek waktu produksi dan mengurangi biaya untuk tenaga kerja manusia. Salah satu pengendali yang populer  ialah PLC (Programmable logic control). Seiring berkembangnya PLC orang mulai berpikir untuk menggunakan PLC sebagai alat yang digunakan untuk membantu memudahkan manusia dalam menyelesaikan masalah yang ada. Salah satunya adalah penggunakan PLC untuk sistem keamanan rumah dan manajemen energi pada rumah. Pembuatan rumah cerdas berbasis SCADA ini bertujuan untuk memudahkan manusia dalam mengahadapi masalah seperti saat ini misalnya keamanan dan pengaturan penggunaan energi. Keamanan merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh semua orang karena tingkat kriminalitas meningkat. Penghematan pemakaian energi juga tidak kalah pentingnya untuk kehidupan masa mendatang. Dalam program SCADA terdapat beberapa tombol kendali yang mampu mengendalikan plant rumah cerdas. Dan pada plant terdapat saklar, sensor suhu, sensor cahaya yang digunakan untuk mengendalikan plant yang berupa lampu. Pada plant sensor cahaya dan sensor suhu digunakan untuk menyalakan lampu dan kipas secara otomatis yang bertujuan untuk menghemat energi. Di sisi lain juga terdapat saklar yang digunakan untuk menyalakan secara manual. Dan pada program SCADA juga dilengkapi beberapa tombol kendali pada semua bagian mualai dari saklar lampu, tombol sensor suhu dan tombol sensor cahaya. Selain manajemen energi dalam rumah cerdas ini juga terdapat sistem keamanan yaitu harus Log In pada sisi software dan pintu berpassword pada sisi Hardware sehingga sebelum memasuki area kendali pada software SCADA harus mengetahui kata sandinya terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar keamanan terjaga. Dan pada sisi hardware Jika password yang dimasukkan salah maka indikator lampu merah akan menyala, jika benar maka warna hijau akan menyala. Dari pembuatan rumah cerdas berbasis software SCADA diatas dapat disimpulkan bahwa alat ini berjalan sesuai dengan rencana pembuatan. Disarankan dalam perancangan program SCADA ini  hendaknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu dalam pemakaian komponen keseluruhan.Dalam pelaksanaan pembuatan alat dan program SCADA harus dipantau terus kemajuan pekerjaan apakah sesuai dengan rencana atau tidak, karena hal ini berpengaruh dalam waktu penyelesaian pembuatan alat tersebut

    Evaluasi Kontrol Governor Pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Di Temas Kota Batu

    No full text
    ABSTRAK  Tirtana, Laurensius Wahyu. 2011. Evaluasi Kontrol Governor Pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Di Temas Kota Batu. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. dan Ahmad Fahmi, S.T., M.T.               Kata Kunci: Turbin Air, guide vane, komparator.             Listrik merupakan salah satu jenis energi yang paling banyak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kebutuhan akan energi ini sangat tinggi. Berbagai jenis pembangkit listrik telah banyak dikembangkan. Salah satunya pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang sangat cocok dikembangkan di Indonesia mengingat banyaknya sumber air yang bisa dimanfaatkan dan dapat membantu masyarakat pedesaan yang belum terjangkau PLN. Pembangkit listrik tenaga air (mikrohidro) adalah memanfaatkan kecepatan aliran dan debit air sebagai tenaga utama dalam menghasilkan listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) merupakan salah satu contoh pembangkit yang paling banyak digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Energi iistrik yang didapatkan dapat dikendalikan secara otomatis dengan menggunakan governor. Governor merupakan peralatan bantu pembangkit yang berfungsi untuk membuka dan menutup katub yang terdapat pada turbin, sehingga aliran air yang masuk dapat dikendalikan unluk mendapatkan tegangan yang selalu berada dalam keadaan stabil.            Pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang dikaji di dalam tugas akhir ini berada di kelurahan Temas kota Batu. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap turbin mikrohidro ini, pengendalian putaran turbin merupakan hal yang sangat penting. Hal ini dikarenakan untuk mengendalikan tegangan keluaran generator dilakukan dengan cara memutar governor untuk menggerakkan guide vane sebagai pengatur banyaknya debit air yang masuk pada nozel turbin crossflow. Untuk memutar governor masih dilakukan secara manual, sehingga sebagai hasil evaluasi dibuat prototype sistem kontrol otomatis pada governor untuk menggerakkan guide vane. Selain itu dalam tugas akhir ini dijelaskan beberapa hal yang mempengaruhi karakteristik turbin, pengaruh saluran udara pada pipa pesat terhadap kinerja turbin, dan perencanaan saluran udara pada pipa pesat.            Pengujian alat menggunakan regulator tegangan sebagai input dari rangkaian komparator. Rangkaian komparator akan membandingkan tegangan rendah dibawah 220 volt dan tegangan tinggi diatas 230 volt untuk mengaktifkan relay sebagai driver motor DC. Ketika tegangan dibawah 220 volt maka motor akan putar kanan sehingga guide vane akan berada pada posisi membuka nozel dan ketika tegangan diatas 230 volt maka motor akan putar kiri sehingga guide vane akan berada pada posisi menutup nozel.

    Pintu Otomatis Menggunakan Password Dengan Kendali Relay

    No full text
    ABSTRAK   Patria, Bivo Ari. 2011. Pintu Otomatis Menggunakan Pasword dengan kendali Relay. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ahmad Fahmi, S.T., M.T.  (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd   Kata kunci: Sistem Kontrol, pasword, relay.   Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah:  (1) merancang password dengan kendali relay untuk menggerakkan pintu secara otomatis, (2) merancang password dengan kendali relay untuk mengoperasikan pintu secara otomatis dalam bentuk miniatur, (3) melakukan pengujian password dengan kendali relay untuk mengoperasikan pintu secara otomatis yang telah dibuat. Metode perancangan antara lain: (1) perencanaan, yaitu perencanaan blok diagram, perencanaan alur operasional, perencanaan mekanik, perencanaan panel kontrol, perencanaan elektrik, (2) perakitan media tugas akhir, meliputi persiapan alat kerja, langkah-langkah kerja, pemeriksaan konponen, perakitan komponen, (3) pengujian alat, meliputi pengujian rangkaian password, pengujian rangkaian driver motor. Hasil dari analisis tersebut adalah berupa: (1) pengaturan password untuk memicu gerak motor membuka dan menutup pintu menggunakan prinsip kendali relay akan mengaktifkan alarm apabila terjadi kesalahan pada saat memasukkan password, (2) motor akan berbalik arah putar apabila relay yang bekerja bergantian. Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan: (1) untuk membuka pintu harus memasukkan password dengan benar, di mana apabila terjadi kesalahan maka pintu tidak akan membuka, (2) setting hardware dan rangkaian driver motor yang diolah oleh rangkaian elektrik berdasis kendali relay, (3) untuk membuka pintu dari dalam digunakan 1 tombol lagi untuk memicu gerak motor.

    Smart Wastafel Menggunakan Kendali Mikrokontroler AT89S51

    No full text
    ABSTRAK   Andriawan, Lukman Heru. 2011. Smart Wastafel Menggunakan Kendali Mikrokontroler AT89S51. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Program Studi D3 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Sujito, S.T., M.T. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.   Kata Kunci: Mikrokontroler, Sensor, Wastafel.   Wastafel merupakan salah satu perlengkapan kamar mandi rumah yang berfungsi untuk mencuci tangan atau hanya sekedar membersihkan muka. Umumnya wastafel dirancang dengan menggunakan kran air yang digerakkan secara manual oleh penggunanya. Penggunaan kran seperti itu mudah rusak karena sering diputar-putar dan dapat menyebabkan pemborosan air karena pengguna lupa menutup kran. Selain terdapat kran air, pada wastafel juga terdapat sabun cuci dan tisu. Sabun digunakan untuk membersihkan tangan agar tidak ada kotoran atau kuman yang tersisa pada tangan. Sedangkan tisu digunakan untuk mengeringkan tangan setelah mencuci tangan. Penggunaan tisu sebagai pengering tangan dinilai kurang efisien. Seringkali pengguna menggunakan berlembar-lembar tisu hanya untuk mengeringkan tangan. Oleh karena itu diperlukan sebuah alat untuk mengeringkan tangan setelah mencuci tangan. Wastafel dirancang untuk mengalirkan air dan sabun secara otomatis tanpa harus memutar atau menekan kran. Sistem ini juga dilengkapi dengan dryer untuk mengeringkan tangan setelah mencuci tangan. Selain itu, wastafel ini juga dapat mendeteksi banyaknya pengguna yang mengantre. Jika pengguna yang mengantre lebih dari dua orang, maka aliran air yang keluar dari kran akan lebih deras dan dryer akan lebih cepat panas. Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah :(1) Merancang sebuah smart wastafel menggunakan kendali mikrokontroller AT89S51.(2) Membuat smart wastafel menggunakan kendali mikrokontroller AT89S51. (3) Menguji unjuk kerja smart wastafel menggunakan kendali mikrokontroller AT89S51. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan dan pembuatan mekanik meliputi perancangan wastafel, perancangan penyangga wastafel, dan perancangan tempat antrean. (2) perancangan dan pembuatan perangkat keras (hardware). Hasil dari analisis tersebut adalah sistem bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Pada saat sensor kran mendeteksi, maka pompa akan bekerja. Pada saat sensor sabun mendeteksi, maka motor penggerak kran sabun akan bekerja. Pada saat sensor dryer mendeteksi, maka dryer akan bekerja. Kesimpulan dari pembuatan tugas akhir ini adalah (1) Wastafel dirancang dengan menggunakan kran air, kran sabun, dan dryer yang bekerja secara otomatis. Selain itu wastafel juga dilengkapi dengan sensor yang dapat mendeteksi antrean. (2) Sensor yang digunakan digunakan ada dua jenis, yaitu sensor IR dan sensor laser. Sensor IR digunakan untuk mendeteksi adanya pengguna yang menggunakan wastafel, dan sensor laser digunakan untuk mendeteksi antrean. (3) Hasil perancangan keseluruhan, wastafel dapat bekerja sesuai yang diharapkan karena dapat menyesuaikan dengan banyaknya antrean yang dideteksi. Untuk pengembangan lebih lanjut disarankan (1) Agar dapat menambahkan indikator untuk mengetahui sabun cair yang masih tersisa. (2) Agar debit air yang mengalir lebih deras, disarankan menggunakan pompa air yang lebih besar.

    Pengaturan Suhu, Kadar Air Tanah, Dan Kelembaban Udara Otomatis untuk Tanaman Krisan pada Green House berbasis AVR ATmega8.

    No full text
    ABSTRAK   Amrillah, Tahta. 2010. Pengaturan Suhu, Kadar Air Tanah, Dan Kelembaban Udara Otomatis untuk Tanaman Krisan pada Green House berbasis AVR ATmega8. Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektronika. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T. (II) Anik Nur Handayani, S.T., M.T.   Krisan tumbuh di daerah bersuhu rendah dengan kelembaban dan kadar air tanah yang cukup tinggi. Perubahan cuaca yang tidak menentu sering menjadi kendala dalam membudidayakan krisan. Dengan alat ini, diharapkan dapat mempermudah proses bercocok tanam sehingga tanaman tumbuh optimal dan mendapat hasil tanam yang sesuai dengan target. Sensor SHT 11 berfungsi untuk mendeteksi tingkat suhu dan kelembaban sedangkan Sensor Kadar Air Tanah berfungsi mendeteksi kadar air tanah pada ruangan miniatur green house. Variable ukur yang telah terdeteksi dikonversikan menjadi sinyal digital oleh rangkaian ADC. Sinyal tersebut diproses dan dikontrol oleh Mikrokontroler AVR ATMEGA8. Mikrokontroler berfungsi untuk mengontrol Pump satu, Pump dua dan Kipas menggunakan driver relay dan driver capasitor sebagai switch. Jika tingkat suhu udara pada miniatur green house melebihi batas yang ditentukan, maka kedua kipas yang berfungsi mengeluarkan udara panas dan menyerap udara dingin akan aktif bersamaan sampai tingkat suhu yang ditentukan. Bila kondisi kelembaban dan kadar air tanah kurang dari batas yang telah ditentukan, maka media pengairan (pump) akan aktif sampai kelembaban dan kadar air tanah sesuai dengan ketentuan. Pump pertama berfungsi meningkatkan kelembaban dengan cara myemprotkan air ke dinding Green House dan Pump kedua berfungsi menambah kadar air tanah dengan penyiraman pada media tanah. Display (LCD) pada alat tersebut berfungsi untuk menampilkan variable ukur yang terdeteksi pada miniatur green house. Rata-rata error untuk pengukuran suhu 0,62 %, kelembaban 3,03 %, dan kadar air tanah 2,42%. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat error, terutama kepekaan yang berbeda antara sensor analog dan digital. Hasilnya seluruh alat dapat bekerja sesuai rancangan.   Kata Kunci: Sensor, Mikrokontroler, Otomatis, Green House, LCD, Suhu dan Kelembaban

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇