Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    Sistem Pencegahan Flooding Data pada Jaringan Komputer.

    No full text
    oai:ojs.karya-ilmiah.um.ac.id:article/9094ABSTRAKSI   Suhadak , Akhmad.  Purnomo , Arief. 2009. Sistem Pencegahan Flooding Data pada Jaringan Komputer. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pebimbing: Drs. Slamet Wibawanto, M.T. dan Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T.   Kata Kunci: Sistem server, Flooding Data, Jaringan Komputer, Traffic LAN Suatu serangan ke dalam server jaringan komputer dapat terjadi kapan saja, baik pada saat administrator sedang bekerja maupun tidak. Dengan demikian dibutuhkan suatu sistem pertahanan didalam server itu sendiri yang bisa menganalisa langsung apakah setiap paket yang masuk tersebut adalah data yang diharapkan ataupun data yang tidak diharapkan. Kalau paket tersebut merupakan data yang tidak diharapkan, diusahakan agar komputer bisa mengambil tindakan yaitu dengan mengeblok atau memblokir IP asal paket tersebut. Pemodelan suatu sistem yang digunakan untuk mengatasi flooding data pada suatu jaringan. Sistem ini membuat suatu firewall yang aktif yang dapat mendefinisikan setiap data yang masuk ke dalam server, apakah data yang datang itu merupakan sebuah data flood atau data yang diperlukan oleh user. Pemodelan dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi 7 dan dalam lingkungan jaringan komputer berbasis IP address Local Area Network. Flooding data yang terjadi hanya bisa dicegah sampai titik server saja, dan hanya bisa mencegah data masuk kedalam jaringan yang bisa menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Akan tetapi proses pengiriman data oleh pelaku flooding masih tetap berlangsung tanpa bisa dihentikan, sebagai akibat pengiriman data yang terus menerus itu tentunya traffic yang ada akan mengalami kelambatan, sehingga masih diperlukan suatu sistem untuk menyempurnakan sistem ini dengan menambahkan sutu komunikasi dari server ke server. Dalam hal ini hubungan server lokal ke server yang lebih tinggi. Tujuan komunikasi ini adalah untuk mengadakan pemblokiran IP pada server yang lebih tinggi sehingga gangguan yang ada lebih bisa dikurangi lagi. Traffic di jaringan lokal akan kembali normal karena data yang sebelumnya datang sudah diblokir ditingkat lebih atas

    Perbaikan Faktor Daya Menggunakan Kapasitor pada Motor Induksi 3 Fasa

    No full text
    ABSTRAK   Kusniah,Khamidah. 2010. Perbaikan Faktor Daya Menggunakan Kapasitor pada Motor Induksi 3 Fasa. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ahmad Fahmi, S.T., M.T.   Kata Kunci: faktor daya, kapasitor, otomatisasi Faktor daya atau cos φ yang rendah dalam industri merupakan kerugian yang harus diminimalkan. Faktor daya tersebut diakibatkan oleh pemakaian beban-beban induktif seperti lampu  TL dan motor listrik. Kerugian yang ditimbulkan antara lain bertambahnya biaya listrik dan biaya instalasi yang harus disediakan, serta pemanasan pada motor induksi. Alat simulasi perbaikan faktor daya yang dapat menyesuaikan jumlah kapasitor yang dipakai untuk memperbaiki faktor daya tersebut. Adapun sistem yang dibangun pada alat otomatis ini adalah: (1) Pengukuran faktor daya; (2) Mikrokontroler dengan masukan jumlah daya reaktif dan keluaran berupa driver relay yang akan menghubungkan dan memutuskan kapasitor yang dibutuhkan dalam perbaikan faktor daya. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana merancang alat  perbaikan faktor daya pada beban-beban induktif secara otomatis dan bagaimana rangkaian untuk kontrol otomatis perbaikan faktor daya,dan Untuk mewujudkan alat perbaikan faktor daya tersebut, digunakan metode pengembangan dengan menggunakan langkah sebagai berikut: (1) Studi literatur, (2) Perencanaan  dasar, (3) Perancangan alat, dan (4) Pengujian alat. Alat yang dibuat ini mampu memperbaiki faktor daya dari 0,2 menjadi 0,93. Sehingga dapat dikatakan hasil tersebut sudah layak digunakan untuk memperbaiki faktor daya. Dari analisa hasil pengujian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan: (1) Dalam memperbaiki cos φ  dari beban induktif digunakan kapasitor yang dirangkai paralel. Untuk mengatur penyambungan kapasitor dapat digunakan mikrokontroler yang mana input dari mikrokontroler tersebut dari sensor beda fasa

    PERANCANGAN INVERTER DAYA 500 WATT SEBAGAI SARANA PLTS

    No full text
    ABSTRAK   Fahrudin, Afwan. 2010. Perancangan Inverter Daya 500 Watt Sebagai Sarana PLTS. Tugas akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Arif Nur Afandi, S.T. M.T.   Kata Kunci: PLTS, Inverter. Peralatan inverter yang mengandung oscillator, transistor, dan trafo step up. Dalam aplikasinya invereter dapat digunakan pada perangkat rumah tangga, komputer, peralatan pertukangan, pompa air, kipas angin, dan sistem suplay energi pada rumah di daerah terpencil dan berbagai barang elektronik lainnya. Alat ini berguna  pada perangkat rumah tangga yang banyak digunakan terutama pada saat listrik padam, dan ketika membutuhkan sumber AC untuk digunakan pada lampu dan lainnya. Prinsip kerja inverter dimulai dari sumber tegangan DC dari bateray yang sebelumnya telah diisi oleh panel surya. Dari tegangan DC akan masuk ke rangkaian oscillator yang akan mengubah keluaran sinyal dan frekuensinya. Kemudian keluaran dari oscillator akan masuk kerangkaian driver untuk dikuatkan arusnya, dengan tujuan akan dihubungkan ke transformator step up. Transformator mengubah tegangan dari 12 Volt ke 220 Volt sesuai dengan tegangan PLN. Pada tugas akhir ini membahas mengenai bagaimana rancangan inverter daya 500 Watt sebagai sarana PLTS, bagaimana merakit inverter daya 500 Watt sebagai sarana PLTS, dan bagaimana hasil uji coba inverter daya 500 Watt dengan beban bervariasi sebagai sarana PLTS. Dari hasil pengujian dan pembahasan “ Perancangan Inverter daya 500 Watt Sebagai Sarana PLTS” Inverter yang dirancang memiliki spesifikasi nameplate, yaitu V =  220 V dan f = 50 Hz dengan daya 500 Watt serta telah berhasil diuji coba pada beban motor AC dan komputer dengan daya 380 W. Berdasarkan hasil pengujian performa alat ini mempuyai f  =  49.99 Hz dan tegangan 215 Volt

    PENGARUH EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN KKPI PADA POKOK BAHASAN MENGOPERASIKAN OPERASI GRAPHICS USER INTERFACE DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF PETA KONSEP DAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) KELAS X DI SMK NEGERI 1 SI

    No full text
    ABSTRAK   Fortasoni, Andianto. 2010. Efektifitas Pembelajaran KKPI Pada Pokok Bahasan Mengoperasikan Operasi Sistem Graphics Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Peta Konsep dan Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching Learning) Kelas X Di SMK Negeri 1 Singosari Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono Pamungkas, M.T., (II) I Made Wirawan, S.T, S.ST.   Kata Kunci: efektifitas pembelajaran, pembelajaran kooperatif peta konsep, CTL (Contextual Teaching and Learning).   Dalam menunjang efektifitas KKPI, pembelajaran haruslah berusaha untuk dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Efektifitas KKPI juga memiliki pengaruh atau akibat yang ditimbulkan, tetapi dalam hal ini efektifitas KKPI yang baik adalah dampak dari belajar KKPI, baik itu adalah hasil belajar yang memuaskan ataupun merupakan keberhasilan dari suatu usaha atau tindakan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat menunjang efektifitas pembelajaran KKPI adalah kooperatif peta konsep dan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) dimana kedua metode pembelajaran dapat membuat siswa lebih aktif dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kemampuan akhir/hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif peta konsep, (2) mendeskripsikan kemampuan akhir/hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning), (3) mendeskripsikan pengaruh efektifitas pembelajaran KKPI pada pokok bahasan mengoperasikan operasi sistem graphics user interface dengan menggunakan metode kooperatif peta konsep dan model pembelajaran CTL. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu (quasy experimental design ) dengan pre tes dan pos tes non equivalent control group design, dan jenis penelitiannya yaitu kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMKN 1 Singosari Malang semester satu tahun ajaran 2010/2011. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok yaitu kelas X TKB 1 sebagai kelas kontrol dan kelas X TKB 2 sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling (pertimbangan tertentu). Instrumen penelitian ini yaitu instrumen perlakuan dan pengukuran. Instrumen perlakuan berupa perangkat pembelajaran. Instrumen pengukuran berupa instrumen tes dan lembar observasi. Analisis statistik kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dari hasil rata-rata tes awal dengan tes rata-rata akhir dimana kelas eksperimen meningkat dari 65,25 menjadi 76,73 atau sebesar 17,6% dan kelas kontrol meningkat dari 62,03 menjadi 75,50 atau sebesar 21,7%. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk kelas eksperimen sebesar 76,40% dan kelas kontrol sebesar 80,15%. Sehingga disimpulkan bahwa penerapan metode kooperatif peta konsep dan model pembelajaran CTL berpengaruh terhadap efektifitas pembelajaran KKPI

    Prototipe Alat Peletakan Peti Kemas Trailer Otomatis Berbasis Mikrokontroler

    No full text
    ABSTRAK   Al Afif, Kholid. 2010. Prototipe Alat Peletakan Peti Kemas Triler Otomatis Berbasis Mikrokontroler. Proyek Akhir. Jurusan Teknik Elektro. Program Studi Teknik Elektronika, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I.,M.Kom (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T.,M.Kom.   Kata kunci : Mikrokontroler, Infrared, limit switch. Perkembangan perkapalan dan pelayanan barang juga diiringi perkembangan terhadap pelayanan peti kemas, Meskipun demikian masih banyak sekali pelabuhan-pelabuhan yang mengalami  kendala seperti ketika kapal pengirim yang mengangkut peti kemas jumlahnya lebih banyak dan tidak seimbang dengan tenaga manusia dan alat yang memadahi, pasti akan menganggu jalanya proses pemindahan barang. Kesalahan manusiapun menjadi faktor utama  kecelakaan padahal untuk proses pemidahan peti kemas membutuhkan banyak sekali biaya. Oleh karena itu, perlu dirancang suatu alat pemindah peti kemas otomatis dalam keseluruhan sistemnya dan tidak membutuhkan biaya yang banyak. Prototipe alat peletakan peti kemas ini menggunakan sensor infrared sebagai pendeteksi keberadaan peti kemas sekaligus digunakan sebagai indikator untuk mendeteksi kedatangan kontainer yang diletakkan di tempat parkir, Jadi ketika sensor pada parkir terhalang oleh kontainer maka sensor akan mengeluarkan logika low (0) sekaligus mengaktifkan program pada mikrokontroler untuk meggerakkan motor sesuai perintah program. Prinsip kerja sensor infrared yaitu memberikan nilai masukan kepada mikrokontroler kemudian diolah sesuai perintah program. Penggunaan limit switch sangat berpengaruh besar terhadap prinsip kerja alat karena selain sensor infrared limit switch juga digunakan sebagai masukan pada mikrokontroler, aplikasi penggunaan limit switch digunakan sebagai batas maksimal putaran motor pada mekanik, jadi ketika limit swith dalam keadaan normally open atau normally clouse maka perbedaan inilah yang kemudian diolah oleh mikrokontroler sesuai perintah program untuk melakukan alur program sesuai dengan prinsip alat

    IMPLEMENTASI INVERTER SEBAGAI PENGENDALI PUTARAN PADA MOTOR INDUKSI TIGA FASA

    No full text
    ABSTRAK   Aswin, Fauzia. 2010. Implementasi Inverter Sebagai Pengendali Putaran Pada Motor Induksi Tiga Fasa . Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sujito, S.T., M.T.     Kata kunci: Inverter, Frekuensi, Motor Induksi Tiga Fasa.     Motor induksi tiga fasa merupakan mesin listrik yang bekerja mengubah energi listrik menjadi energi mekanis. Diberbagai perindustrian banyak sekali menggunakan mesin-mesin dengan penggerak utamanya adalah motor listrik, khususnya dalam mempermudah pekerjaan manusia yang semula berat dan banyak membutuhkan tenaga manusia menjadi sangat ringan dengan hanya diganti dengan motor listrik. Dalam pengoperasian motor induksi tiga fasa tidak hanya membutuhkan start dan running yang dalam pengoperasiannya, namun juga membutuhkan kontrol frekuensi putaran motor yang sesuai kebutuhan. Pengendalian frekuensi putaran motor dilakukan jika pada saat pengoperasian motor diperlukan ketepatan putaran pada frekuensi putar tertentu (misalnya frekuensi putar 30 Hz). Oleh karena itu dibutuhkan sebuah alat pengendalian frekuensi putaran yang dapat mengontrol putaran motor dengan tepat. Pengendalian frekuensi putaran motor induksi tiga fasa dengan menggunakan inverter “Altivar 12” merupakan salah satu metode pengendalian putaran yang cukup efektif untuk diterapkan pada motor induksi tiga fasa. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk mengimplementasikan inverter “Altivar 12” sebagai alat inverter tegangan satu fasa menjadi tegangan tiga fasa serta sebagai pengendali frekuensi putaran yang efektif untuk motor induksi tiga fasa serta diharapkan laporan dapat digunakan sebagai modul ajar dan inverter “Altivar 12” dapat digunakan sebagai alat praktek kontrol motor dalam pelajaran mesin listrik khususnya motor induksi tiga fasa. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan sistem kontrol (hardware), (2) perancangan program (software). Prinsip kerja dari sistem kontrol ini adalah pengendalian frekuensi putaran motor yang dalam proses pengendalian frekuensi putarannya menggunakan program dari inverter “Altivar 12”. Hasil dari analisis tersebut adalah pengendalian frekuensi putar motor dapat disetting antara 10 Hz hingga 50 Hz serta waktu akselerasi dapat disetting sesuai kebutuhan. Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa untuk mengatur frekuensi putaran motor induksi tiga fasa dapat menggunakan inverter “Altivar 12”, di mana frekuensi dapat disesuaikan dengan program yang telah dibuat

    STARTING DIRECT ONLINE PADA MOTOR TIGA FASA BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 PADA BERBAGAI PENGOPERASIAN

    No full text
    ABSTRAK   Arif, Abid. 2010. Starting Direct Online Pada Motor Tiga Fasa Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Pada Berbagai Pengoperasian. Tugas akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Sujito, S.T., M.T.   Kata Kunci: Starting Direct Online, switch. Mesin yang berada di pabrik banyak menggunakan  motor induksi  berdaya besar maupun kecil. dengan pengoperasian masih banyak yang manual, tapi dengan menggunakan pengontrolan dengan mikrokontroler tidak usah menggunakan banyak tempat, lebih simpel, dan murah. Pada tahap starting motor yaitu Starting Direct Online dan berbasis mikrokontroler sebagai switch awal akan lebih aman bagi operator karena daya yang digunakan daya volt DC(Direct Current) dan lebih hemat biaya pada pengoperasiannya. Prinsip kerja  alat ini dimulai dari penekanan tombol switch yang tersedia pada keypad, maka akan terjadi suatu masukan untuk mengaktifkan gerbang logika yang berupa program dan sudah diisikan ke ICAT89S51 yang difungsikan sebagai otak  untuk menggerakkan  driver motor, sehingga motor akan beroperasi sesuai dengan kebutuhan pabrik. Dari hasil pengujian dan pembahasan “ Starting Direct Online Pada Motor Tiga Fasa Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Pada Berbagai Pengoperasian” Starting Direct Online yang berhasil dirancang memiliki kreteria kelistrikan di Indonesia, karena  dapat dioperasikan dengan tegangan dc yaitu V =  4,2 Vdc s/d 5 Vdc dan f = 50 Hz serta telah berhasil diuji coba pada motor 3Φ fasa ½ hp atau setara dengan 372 W. Alat ini juga dilengkapi dengan lampu led sebagai lampu indikator motor bekerja. Starting Direct Online dipasang setelah MCB (mini circuit breaker) yang dihubungkan pada A1-A2 kontaktor. Starting Direct Online  berbasis mikrokontroler dipasang supaya lebih praktis, aman, efisien, dan lebih simpel

    EFEKTIFITAS TAP CHANGER UNTUK MEMPERBAIKI PROFIL TEGANGAN PADA TRAFO 20 KV

    No full text
    ABSTRAK   Dwi Afan Akcana. 2009. Efektifitas Tap Changer untuk Memperbaiki Profil Tegangan Pada Trafo 20 KV. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ahmad Fahmi, S.T., M.T. (II) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T.   Kata Kunci: Trafo Distribusi 20 KV, Jatuh Tegangan, Tap Changer Dalam sistem penyaluran listrik pada saluran distribusi 20 KV merupakan salurauran yang harus memiliki tegangan yang konstan, dikarenakan tegangan pada saluran distribusi sangat mempengaruhi tegangan yang disalurkan pada konsumen sehingga apabila tegangan pada saluran distribusi terjadi tegangan naik turun maka pada tegangan yang diterima oleh konsumen akan mengalami naik turun tidak kunstan mengakibatkan peralatan konsumen mengalami kerusakan. Perancangan proyek akhir ini merupakan bentuk pengaplikasian dari sistem keluaran pada trafo distribusi yang digunakan dilapangan yang diaplikasikan pada sofware EDSA yang merupakan sofware yang dibuat untuk mengaplikasikan sistem jaringan pada kondisi lapangan, sehingga didapat besaran-besaran yang hampir sama seperti keadaan sebenarnya. Prinsip kerja dari tap changer adalah dengan mengubah jumlah belitan pada sisi primer trafo sehingga tegangan yang keluar pada sisi sekunder trafo juga akan berubah, tujuannya adalah untuk memperbaiki jatuh tegangan pada sisi primer trafo yang diakibatkan karena adanya pembebanan dan jarak trafo dengan penyulang utama sehingga tegangan pada sisi sekunder trafo akan konstan sesuai dengan tegangan yang diijinkan. Hasil akhir dari tugas akhir ini merupakan perbandingan tegangan sebelum dan sesudah diperbaiki oleh tap canger yang ditunjukkan oleh persentase kenaikan tegangan pada sisi sekunder trafo 20 KV dengan menggunakan EDSA

    RANCANG BANGUN PENTANAHAN SALURAN UDARA TEGANGAN RENDAH PADA GARDU TRAFO TIANG 20 KV

    No full text
    ABSTRAK   Apriyanto, Irwan. 2010. Rancang Bangun Pentanahan Saluran Udara Tegangan Rendah Pada Gardu Trafo Tiang 20 KV. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Diploma Tiga Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sujono, M.T., (2) Ahmad Fahmi, S.T., M.T.   Kata kunci: ohm, elektroda, triangle, tahanan pentanahan. Penyaluran tenaga listrik di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang akan membangun Gardu Trafo Tiang 20 kV yang rencananya sebagai Laboratorium Sistem Tenaga Listrik dan sebagai penyuplai listrik pada gedung G2 sampai G6. Mengantisipasi ketidakstabilan dan kontinyuitas tenaga listrik pada Gardu Trafo Tiang (GTT), salah satunya dilakukan dengan cara sistem pentanahan saluran udara tegangan rendah. Pengetanahan ini meliputi pentanahan peralatan yang pada kerja normal tidak dilalui arus. Bilamana terjadi hubung singkat suatu penghantar dengan suatu peralatan, maka akan terjadi beda potensial (tegangan) dan bila seseorang berdiri ditanah dan memegang peralatan yang bertegangan, maka akan ada arus yang mengalir melalui tubuh orang tersebut yang dapat membahayakan oleh karena itu rancang bangun tentang besarnya nilai tahanan pentanahan itu diarahkan kepada usaha pemenuhan tahanan pentanahan sekecil mungkin, yaitu £ 5 ohm (PUIL 2000 pasal 3.13.2.10). Sistem pentanahan yang digunakan adalah metode batang dan pita dalam mencari nilai tahanan pentanahan tersebut. Metode yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini adalah (1) pengambilan data dilapangan dengan cara melakukan pengukuran tahanan jenis tanah menggunakan alat ukur earth tester sebagai dasar penentuan ukuran elektroda yang akan digunakan; (2) melakukan perhitungan dan mengolah data untuk mencari nilai tahanan pentanahan untuk elektroda batang tembaga dan pita; (3) pemasangan elektroda untuk mendapatkan nilai pengukuran tahanan pentanahan; (4) Analisa hasil pengambilan data, untuk disesuaikan dengan perencanaan; (5) Evaluasi dan pembuatan laporan untuk hasil analisa sesuai dengan perencanaan. Hasil percobaan menunjukan nilai pengukuran dan perhitungan tahanan pentanahan untuk pemasangan elektroda batang tembaga tunggal dan pita masing-masing sebesar 7,2 dan 5,6 ohm sedangkan perhitungan 9,8 dan 9,9 ohm, ini tidak memenuhi standart pengamanan £ 5 ohm yang sesuai dengan standart PUIL 2000. Oleh karena itu dilakukan pemasangan konfigurasi triangle yang menggunakan 3 elektroda batang tembaga dihubungkan secara paralel menggunakan kabel BC yang nilai tahanan pentanahannya mencapai 3,2 ohm

    Koordinasi Proteksi Arus Lebih Pada Jaringan Distribusi Menggunakan Software Edsa 2005

    No full text
    ABSTRAK   Dwinata, Andhika. Surya. 2010. Koordinasi Proteksi Arus Listrik Pada Jaringan Distribusi Menggunakan Software Edsa 2005. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setiadi C. P., M.Pd., M.T. (II) Sujito, S.T., M.T.   Kata Kunci : Beban, Arus, Fuse, Recloser Dalam sistem tenaga listrik, jaringan distribusi memegang peranan penting dalam menyalurkan tenaga listrik dari stasiun supply tenaga listrik kepada konsumen. Oleh karena itu diperlukan sistem pengaman yang baik yang mampu mengantisipasi bentuk gangguan yang mungkin terjadi pada saluran distribusi, Peralatan pengaman yang terdiri dari fuse (CO), recloser (PBO) dan relai arus lebih (OCR). Peralatan pengaman tersebut perlu dipasang terkoordinir pada sistem, sehingga setiap pengaman mempunyai peranan yang penting dalam mengatasi gangguan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Tujuan utama tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan hasil analisis koordinasi proteksi arus listrik pada jaringan distrubusi, sehingga ketika terjadi gangguan letak gangguan akan dapat segera terdeteksi dan peralatan pengaman tersebut akan berkoordinasi sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan terjadinya pemadaman yang lama, dan bila sampai terjadi pemadaman area pemadamannya dapat diperkecil seminimal mungkin. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan tugas akhir ini adalah : (1) pengambilan data lapangan; (2) pengolahan data; (3) analisis data; (4) melakukan simulasi menggunakan program Edsa Technical 2005; dan (5) menganalisis data hasil simulasi. Data lapangan tersebut diperoleh dari data hasil pengukuran beban malam pada PLN Unit Pelayanan dan Jaringan (UP&J) Bululawang. Hasil simulasi menunjukan bahwa dapat diketahui hasil analisis nilai arus gangguan 3 fasa, nilai arus gangguan Line – Line, nilai arus gangguan Line –Ground, nilai arus gangguan Line – Line – Ground. Dimana arus gangguan tersebut menurut 0,5 cycle, 5 cycle, dan 30 cycle. Berdasarkan hasil simulasi dan kesimpulan maka koordinasi peralatan sangat penting bagi jaringan distribusi 20 kV untuk mencapai tingkat keandalan sehingga tidak menyebabkan terjadinya pemadaman yang lama, dan bila sampai terjadi pemadaman area pemadamannya dapat diperkecil seminimal mungkin

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇