Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    Pengembangan Sumber belajar Mandiri Membangun Server Internet Basis Mikrotik Sebagai Suplemen Pada Mata Pelajaran Produktif untuk Kelas XI Jurusan TKJ Sekolah Menengah Kejuruan

    No full text
    ABSTRAK   Pengembangan  Sumber  belajar Mandiri Membangun  Server  Internet Basis Mikrotik Sebagai Suplemen Pada Mata Pelajaran Produktif untuk  Kelas  XI  Jurusan  TKJ  Sekolah  Menengah  Kejuruan   Kurikulum SMK Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan salah satu  materi yang disajikan adalah membuat  sever, sistem operasi yang biasa digunakan adalah Redhat dan Debian, yang mana apabila membuat sebuah server menggunakan kedua sintem operasi tersebut hardware yang digunakan harus mempunyai spesifikasi  tinggi,  selain  itu  siswa juga dituntut faham dan hafal sintak atau perintah-perintah yang begitu banyak dan rumit. Karena  itu  untuk  mengatasi  kesulitan  siswa  dalam  membuat  sebuah  server Internet, penulis mengembangkan  sumber  belajar mandiri  yang  bisa  diakses  dari mana  saja  dan kapan  saja  yakni  berupa  sumber  belajar  berbasis  web.  Dalam  pengembangan  sumber belajar mandiri ini penulis mencoba menggunakan Sistem Operasi Mikrotik yang mudah pengkonfigurasianya  dan  tidak memerlukan  Spesifikasi  Hardware yang  tinggi  sebagai alternatif siswa dalam membuat sebuah server. Tujuan pengembangan sumber belajar adalah tersedianya sumber belajar mandiri berbasis web Membangun server Internet untuk Suplemen pada mata pelajaran Produktif  untuk siswa SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Sumber  belajar  ini  menggunakan  rancangan  penelitian  pengembangan. Pengembangan  dilaksanakan  dengan  terlebih  dahulu  melakukan  kegiatan  validasi. Instrumen  pengumpulan  data menggunakan  angket  pada  uji  coba  perseorangan (ahli media dan ahli materi), responden/siswa kelompok kecil dan responden/siswa kelompok besar  (ujicoba  lapangan). Sedangkan analisis data yang digunakan untuk mengolah data dari ahli media, ahli materi dan responden/siswa menggunakan teknik prosentase. Berdasarkan uji  coba/ validasi  sumber belajar mandiri yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut  : ahli media 79,6%, ahli materi 92,9%,  responden/siswa kelompok kecil  90,8%  dan  responden/siswa kelompok  besar  (lapangan)  88,3%. Dengan  demikian dapat disimpulkan bahwa  sumber  belajar  yang dikembangkan  sudah memenuhi  kriteria layak  dan  secara  keseluruhan  dinyatakan  baik  serta  dapat  diujicobakan  lebih  luas  agar nantinya bisa digunakan dalam pembelajaran. Saran  demi  kesempurnaan  sumber  belajar  mandiri adalah  sebagai  berikut (1)  Sumber  belajar  dapat  dilaksanakan  secara  mandiri,  namun  kegiatan  tatap  muka langsung  masih  diperlukan.  (2)  Memanfaatkan  sumber  belajar  ini  perlu  disediakan perangkat komputer yang memadai dalam sebuah sistem jaringan dan akses hotspot untuk siswa yang memiliki laptop sendiri (3) Sumber belajar ini juga dapat dikembangkan pada mahasiswa maupun siswa SMA dan SM

    Perancangan Instalasi Penerangan Pada Stadion Sepak Bola

    No full text
    ABSTRAK   Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang banyak digemari oleh semua kalangan baik yang kaya maupun yang miskin. Dalam sebuah pertandingan, olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan. Masing-masing kelompok beranggotakan sebelas pemain, dan karenanya kelompok  tersebut juga dinamakan kesebelasan, selain itu dala sebuah kelompok juga terdapat seorang pelatih. Menurut Zubaidi (2009), Olahraga Sepak bola saat ini bukan lagi hanya sekadar olahraga atau permainan, namun telah menjadi industri di berbagai kejuaraan dunia. Salah satunya di ajang Euro 2008, pertandingan sepak bola di kalangan negara-negara Eropa yang telah berlangsung di Swiss dan Austria. Dalam event yang berlangsung empat tahun sekali itu ada mekanisme yang mempertemukan hukum permintaan dan penawaran. Di sana ada tim, pemain, pelatih, dan penyelenggara sebagai pemasok. Di sana ada pula pemirsa yang membeli permainan, tontonan, drama, dan hiburan sebagai komoditas. Oleh karena itu, kenyamanan bagi penonton dalam menonton pertandingan menjadi hal yang penting dalam kelancaran penyelenggaraan pertandingan. Salah satunya yang mempengaruhi kenyamanan penonton adalah sistem penerangan suatu stadion pada malam hari. Penerangan yang baik adalah penerangan yang tidak menyebabkan silau pada mata pemain maupun penonton. Pada perancangan instalasi penerangan sebuah stadion banyak hal yang mempengaruhi kualitas penerangan, diantaranya jenis lampu yang digunakan, posisi lampu dan sebagainya. Perancangan ini menggunakan sistem 6 tiang dan dibuat dengan sebuah simulasi 3D. Perhitungan sudut yang dihasilkan jika lampu pertama memiliki sudut sebesar 600 , maka sudut dari lampu kedua adalah sebesar 62.10. pada sistim 6 tiang rasio kerataan lebih mendekati nilai 1 dibanding sistim 2 dan 4 tiang dengan jumlah dan jenis lampu yang sama tiap tiang, karena semakin banyak terjadi perpotongan cahaya lampu sorot menjadikan pencahayaan pada permukaan lapangan semakin merata

    Miniatur Alat Penyiram Tanaman Secara Otomatis Menggunakan Kendali Relay

    No full text
    ABSTRAK   Laksono, Amin Sugeng. 2011.Miniatur alat penyiram tanaman otomatis menggunakan kendali relay. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T.,M.Pd (II) M. Rodhi faiz, S.T., M.T   Kata Kunci: penyiram tanaman, otomatis, sensor suhu, relay. Penyiram tanaman sering di jumpai di masyarakat baik di rumah tangga ataupun perkebunan-perkebunan yang melakukan perawatan terhadap tumbuhan produksi. Pada umumya penyiraman tanaman di lakukan dengan manual yakni dilakukan oleh tenaga manusia dan dilakukan terjadwal setiap hari. Pembuatan miniatur alat penyiram tanaman otomatis menggunakan kendali relay berfungsi mengotomatisasi penyiraman pada tanaman. Penyiraman di dasarkan pada kebutuhan tanaman akan air melalui suhu tanah sehingga penyiraman yang di lakukan akan lebih efisien saat tanah mencapai suhu tertentu yang membutuhkan air maka secara otomatis pompa air akan melakukan penyiraman dan berhenti secara otomatis saat suhu menurun melewati batas maksimum. Pada miniatur alat penyiram tanaman otomatis menggunakan kendali relay ini saat kondisi ON maka elemen pemanas sebagai alat yang mempercepat naiknya suhu tanah menyala dan memanaskan tanah. Saat tanah mencapai suhu batas maksimal yang telah di tangkap LM35 sebagai sensor suhu maka sensor suhu memberi signal pada relay untuk mengaktifkan pompa air dan mematikan elemen pemanas. Pompa air menyiram tanah untuk menurunkan suhu dari tanah. Saat suhu dari tanah menurun sensor suhu memberi signal pada relay untuk mematikan pompa air. Proses miniatur alat penyiram tanaman otomatis menggunakan kendali relay ini  berjalan berulang-ulang. Disarankan sebelum melakukan perancangan miniatur alat penyiram tanaman otomatis menggunakan kendali relay ini  hendaknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu dalam pemakaian komponen keseluruhan. Dalam pelaksanaan pembuatan alat  harus dipantau terus kemajuan pekerjaan apakah sesuai dengan rencana atau tidak, karena hal ini berpengaruh dalam waktu penyelesaian pembuatan alat tersebut

    Prototipe Mesin Cardboard Pecker dengan Kendali PLC untuk Membentuk Kotak Kardus Industri Kecil

    No full text
    ABSTRAK  Wasiyat, Yulianto Septyan Yoyon. 2011. Perancangan Prototipe Mesin Cardboard Pecker   dengan Kendali PLC untuk Membentuk Kotak Kardus Industri Kecil. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1: Drs. Dwi Prihanto, S.S.T.            Pembimbing II: Ahmad Fahmi, S.T., M.T. Kata Kunci: pembentuk kotak kardus, operator, kendali PLC.             Programmable logic Controller merupakan bagian tak terpisahkan dari proses otomasi. Program kendali PLC terdiri atas tiga unsur yaitu :alamat, instruksi, dan operand. Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah : (1) merencanakan dan membuat alat pengisi pembentuk kotak kardus dengan kendali PLC, (2) Merakit prototive mesin cardboard pecker menggunakan kendali PLC untuk membentuk kotak kardus. (3) merencanakan pengaturan dan penempatan sensor pembatas pada prototipe sehingga mendorong kotak kardus sebagai mana fungsinya. Metode perancangan meliputi : (1) perancangan pengaturan sensor pembatas, (2) perancangan sistem kontrol (hardware), (3) perancangan program (software). Prinsip kerja dari sistem kontrol ini adalah pengaturan pendorong kotak kardus agar terbetuk kotak. Pendorong kotak kardus menggunakan program dari programmable logic controller.Hasil dari analisis tersebut antara lain: (1) relay 1,3,5,7 menggerakan motor DC putar kanan, (2)  relay 2,4,6,8 menggerakan motor DC putar kiri (3) motor menggerakkan pendorong kotak kardus yang akan mendorong kardus dengan program programmable logic controller yang telah dibuat dan dikontrol oleh sensor pembatas.  Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan : (1) untuk mengatur putaran motor DC terdapat relay-relay penggerak motor putar kanan dan kiri pakan sesuai kebutuhan digunakan programmable logic controller, (2) setting hardware dan software menggunakan sensor pembatas, rangkaian driver motor dan pendorong kotak kardus yang diolah oleh programmable logic controller (3) untuk membatasi gerak pendorong kotak kardus maka dipasang sensor pembatas.

    Rancang Bangun Kendaraan Listrik Bersumber Energi Panas Matahari

    No full text
    ABSTRAK   Heriyanto, Safry. 2011. Rancang Bangun Kendaraan Listrik Bersumber Energi Panas Matahari. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Sujito., S.T., M.T   Kata kunci: Kendaraan Listrik, Energi Panas Matahari. Masalah pemanasan global membuat teknologi otomotif berkembang menjadi teknologi ramah lingkungan. Salah satu jenis teknologi mesin yang ramah lingkungan adalah mobil tenaga surya atau tenaga matahari. Mobil tenaga surya atau tenaga matahari merupakan jenis kendaraan listrik yang menggunakan tenaga matahari sebagai sumber energinya. Maka dalam pengembangannya, rancang bangun kendaraan listrik bersumber energi panas matahari ini dimanfaatkan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global. Prinsip kerja kendaraan listrik ini dimulai dari energi matahari yang dirubah menjadi energi listrik dengan menggunakan panel cell surya. Kemudian controller akan mengatur pengisian battery (accu) secara otomatis. Setelah itu boost konverter akan merubah tegangan battery  12 volt dc menjadi 48 volt dc. Chopper dc-dc mengatur tegangan 12 volt dc sampai 48 volt dc sesuai dengan tegangan kerja motor dc (48 volt dc). Sehingga motor dc dapat digerakkan sesuai dengan yang diinginkan. Kendaraan listrik yang dirancang memiliki spesifikasi panjang 200 cm, lebar sisi depan 50 cm, lebar sisi belakang 100 cm, dan tinggi 150 cm. Metode pengujian yang dilakukan dengan memberikan variasi pengujian kecepatan pada kendaraan listrik, yaitu : tanpa beban (pengemudi) dan berbeban (barang). Kecepatan kendaraan listrik dapat diketahui berdasarkan jarak dan waktu tempuh. Hasil dari rancang bangun kendaraan listrik bersumber energi panas matahari ini dapat disimpulkan bahwa dalam pembuatan kendaraan listrik meliputi pembuatan casis kendaraan listrik, pembuatan gear bagian belakang kendaraan listrik, pembuatan roda belakang kendaraan listrik, pembuatan penyangga roda belakang kendaraan listrik, pembuatan roda depan kendaraan listrik, pembuatan setir kendaraan listrik, pembuatan tempat duduk kendaraan listrik, pembuatan penyangga sel surya pada kendaraan listrik, pembuatan penyangga motor dc pada kendaraan listrik, pembuatan penyangga accu pada kendaraan listrik, pembuatan rem depan kendaraan listrik, dan pembuatan rem belakang kendaraan listrik. Dimana semuanya berfungsi dan berjalan dengan baik. Motor dc yang digunakan pada kendaraan listrik adalah jenis motor dc seri, hal ini dikarenakan karakteristik motor dc pada kendaraan listrik mendekati karakteristik dari motor dc seri

    Perakitan dan Pengujian Modul Praktikum Pengaruh Perubahan Beban Terhadap Faktor Daya Pada Motor Induksi 3 Fasa.

    No full text
    ABSTRAK   Guntur Surya, Arifiandi. 2011. Perakitan dan Pengujian Modul Praktikum Pengaruh Perubahan Beban Terhadap Faktor Daya Pada Motor Induksi 3 Fasa. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: M. Rodhi Faiz, S.T., M.T.   Kata kunci: perakitan alat, pegujian modul praktikum pengaruh beban, motor induksi 3 fasa Faktor daya atau cos φ yang rendah dalam industri merupakan kerugian yang harus diminimalkan. Faktor daya tersebut diakibatkan oleh pemakaian beban-beban induktif seperti lampu  TL dan motor listrik. Kerugian yang ditimbulkan antara lain bertambahnya biaya listrik dan biaya instalasi yang harus disediakan, serta pemanasan pada motor induksi. Adapun sistem yang dibangun pada alat otomatis ini adalah: (1) Pengukuran arus; (2) Pengukuran tegangan; (3) Pengukuran cos φ. Pembuatan modul praktikum ini memiliki beberapa batasan masalah, yaitu menggunakan motor induksi tiga fasa jenis rotor sangkar, daya 0,5 HP, frekuensi 50 Hz, dan tegangan 220/380 V. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan kompnen, (2) perancangan rangkaian, (3) perakitan alat, dan (4) pengujian alat. Pada saat pengujian, beban pada motor berfungsi untuk mengetahui efek perubahan faktor daya  yang terjadi ketika beban motor berubah-ubah. Prinsip dari rangkaian kontrol adalah untuk mengontrol motor untuk terhubung star, dan rangkaian pengukuran berfungsi untuk mengetahui perubahan arus, tegangan, dan efisiensi motor yang paling tinggi. Hasil dari analisis tersebut antara lain: (1) alat terdiri dari beberapa bagian, yaitu rangkaian kontrol, daya, dan alat ukur, (2) pada proses perakitan harus menggunakan alat yang sesuai untuk mencegah kerusakan alat dan kecelakaan kerja, (3) semakin berat beban motor, maka arus akan naik dan putaran akan turun, hal tersebut sama pada saat terhubung star

    MONITORING PELANGGAR LALU LINTAS DI TRAFFIC LIGHT BERBASIS PLC DILENGKAPI DENGAN CCTV (CLOSED CIRCUIT TELEVISION) DAN ALARM

    No full text
    ABSTRAK   MONITORING PELANGGAR LALU LINTAS DI TRAFFIC LIGHT BERBASIS PLC DILENGKAPI DENGAN CCTV (CLOSED CIRCUITTELEVISION) DAN ALARM   Navil Yasjudan,   Lampu  lalu  lintas  atau  traffic  light  sering kita  jumpai di  jalan  raya yang padat lalu lintasnya,  pada umumnya setiap persimpangan jalan diberi traffic light  untuk  mengatur  kendaraan  yang  melewati  persimpangan  jalan,  baik persimpangan tiga maupun persimpangan empat). Pembuatan sistem monitoring pelanggar lalu lintas di traffic light berbasis PLC  dilengkapi  dengan CCTV  (Closed Circuit Television)  dan  alarm  yang  bisa mendeteksi  pelanggar  lalu  lintas  khususnya  di  traffic  light  dengan  cara membunyikan alarm yang ada dipos polisi sehingga polisi dapat langsung melihat dan mengejar langsung  para pelanggar traffic light tersebut, sehingga pelanggaran yang terjadi di traffic light dapat diminimalkan Pada  saat  kondisi ON maka  komputer  juga  akan  dinyalakan  sehingga  cctv juga akan  menyala sehingga akan merekam semua kejadian yang ada  pada traffc light, kemudian hasil dari perkaman itu akan disimpan dalam PC untuk dijadikan barang  bukti  jika  terjadi  pelanggran  yang  terjadi  pada  traffic  light.  sensor  akan aktif pada  saat  lampu merah ON. Sensor  infra  red akan berlogika 0  (mati) pada saat sinar pancaran dari led infra red ditangkap oleh photodiode. Sensor infra red akan berlogika 1 (hidup) pada saat sinar pancaran dari led infra red terhalang oleh kendaraan sehingga photodiode tidak berhasil menangkap sinar dari led infra red. Pada  saat  sensor  infra  red yang berada pada garis batas  zebra croos mempunyai logika 1(hidup), maka sistem akan membunyikan alarm. Semua kontak PLC jika tidak diberi tegangan 24 VDC maka output tidak akan mengeluarkan 220 VAC, maupun 24 VDC, Jika kontak 002 aktif dengan tegangan 24 VDC, maka  akan memberikan  tegangan  output  24VDC  pada  lampu  indictor ON,  220  VAC  pada  lampu  merah  perempatan  1-3  dan  lampu  hijau  2-4,  Jika kontak  000  aktif  dengan  tegangan  24  VDC,  maka  akan  memberikan  tegangan output 24 VDC pada sirine, Jika kontak 001 aktif dengan tegangan 24 VDC, maka akan  memberikan  tegangan  output  24  VDC  pada  sirine,  Jika  kontak  003  aktif dengan tegangan 24 VDC, maka akan memberikan tegangan output 24VDC pada lampu  indikator OFF.Dalam  tampilan cctv di monitor camera cctv yang menyala hanya 2 dari 4 kamera yang dipakai tetapi bisa dinyalakan secara bergantian.   Kata Kunci: Traffic Light, Cctv,Alarm,  PLC

    Evaluasi Pada Jaringan Distribusi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Di Desa Temas Kota Batu

    No full text
    ABSTRAK   Sarosa., Aka Satriya Bagus 2011. Evaluasi Pada Jaringan Distribusi  Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Di Desa Temas Kota Batu, Tugas Akhir, Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I)  Ahmad Fahmi S.T., M.T (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.P.d.   Kata Kunci:  Mikrohidro, Evaluasi, Jaringan Distribusi, Sistem Informasi Tegangan.  Penyaluran tenaga listrik dengan kapasitas daya yang kecil seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) yang berada di Desa Temas Kota Batu yang memakai generator sinkron 1 fasa dengan daya 10 kVA memiliki kekurangan, dari kekurangan sistem distribusi PLTMh di Desa Temas Kota Batu ini yaitu ukuran kabel yang tidak sesuai standart, tidak ketersediaannya MCB pada masing-masing group dan pentanahan untuk titik netral dan bodi peralatan yang terbuat dari logam seperti besi, sistem informasi pendeteksi jika tegangan naik maupun turun diluar batas standart seperti alarm atau indikator lampu, oleh karena itu perlu diadakannya evaluasi terhadap jaringan distribusi listrik PLTMh serta perancangan ulang dari hasil evaluasi. Adapun tujuan dari evaluasi sistem ini yaitu:  mengevaluasi penghantar saluran dari output generator sampai ke jaringan penerangan jalan umum (PJU),  mengevaluasi besar arus miniatur circuit breaker (MCB) utama dan saluran yang terdapat pada panel pemutus hubung bagi (PHB), merancang sistem grounding pada titik netral dan body peralatan listrik dan membuat Sistem Informasi  Tegangan naik dan tegangan  turun diluar batas standart. Dari hasil evaluasi didapat besar arus MCB telah rancang ulang sesuai PUIL 2000, yaitu untuk besar arus MCB utama pada penerangan dan tenaga sebesar 10A, untuk besar arus MCB utama pada penerangan sebesar 2A,  sedangkan group instalasi motor pompa sebesar 6A, untuk penerangan jalan umum sebesar 2A dan group instalasi power house digunakan MCB 2A, untuk kuat hantar arus (KHA) pada output generator ke PHB menggunakan kabel NYM ukuran 2x2,5mm2, sedangkan KHA instalasi motor pompa menggunakan kabel NYM ukuran 3x1,5mm2, untuk KHA instalasi penerangan jalan umum menggunakan kabel NFA ukuran  2x6mm2, untuk resistansi pentanahan didapat  nilai memilki 2Ω, pada pengujian hubung singkat MCB, besar MCB sebesar 2A akan trip pada waktu 22 detik,  MCB 4A trip pada waktu 0,50 detik, MCB 6A trip pada waktu 0,42 detik dan MCB 10A trip pada waktu 0,30 detik, untuk sistem informasi  tegangan akan mengeluarkan sinyal untuk memerintahkan relai jika sistem informasi mendeteksi tegangan diatas 230V untuk menghidupkan lampu merah disertai alarm dan dibawah 200V untuk menghidupkan lampu hijau disertai alarm

    Sistem Pengaman Kebocoran Gas LPG pada Dapur Rumah Tangga Menggunakan Kendali Relay

    No full text
    ABSTRAK   Ahmad Fajrun Nas, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, 2011, Sistem Pengaman Kebocoran Gas LPG pada Dapur Rumah Tangga Menggunakan Kendali Relay, Dosen Pembimbing : Drs. Dwi Prihanto S.S.T., M.T. dan Sujito, ST., MT.   Kata kunci : gas LPG, kebocoran, otomatis, kendali relay, pengamanan. Kadangkala manusia terbuai akan kayanya sumber daya alam ini. gas LPG menjadi dampak negatif terhadap kesehatan manusia bahkan menimbulkan kerugian yang cukup besar apabila tidak digunakan dengan hati – hati. berdasarkan masalah tersebut perlu dilakukan suatu penanganan khusus guna mencegah kerugian yang ditimbulkan oleh gas LPG.  Sistem detektor dan otomasi yang telah ada saat ini bisa dirancang untuk menanggulangi masalah tersebut di atas, dengan menggunakan sensor gas bisa mengidentifikasi telah terjadinya kebocoran, dan merangkaikan sensor tersebut dengan sistem otomasi berupa kendali elektromekanik dapat merancang alat yang dapat mencegah dan menanggulangi masalah yang ada selama ini. Pada penelitian ini dibuat suatu alat pengaman kebocoran gas LPG, tidak terlalu rumit dan dapat menginformasikan bahaya berupa suara yang dilakukan oleh buzzer, menghentikan aliran gas LPG menggunakan motor DC sebagai pemutar regulator katup tabung gas, serta gas LPG yang telah tercampur pada udara ruangan dikeluarkan dengan menggunakan fan penyedot udara sehingga dapat langsung mengerti apa yang sedang terjadi dan bahaya yang terjadi dapat diminimalisir sedini mungkin. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, sensor gas HS133 akan mengidentifikasikan bahwa telah terjadi kebocoran gas ketika kadar gas LPG pada udara telah melebihi 1800 ppm dan kendali elektromekanik dapat melakukan tindakan pencegahan dengan memerlukan ±1 detik untuk menjalankan seluruh instruksi dan memutus aliran gas LPG. Dari perancangan, pengujian dan pengamatan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa sensor gas sangat sensitive, oleh sebab itu perlu memperhatikan jarak peletakan sensor dengan sumber gas, karena sensor akan mendeteksi tingkat kepekatan kadar gas. Semakin dekat jarak, maka akan semakin pekat gas akan terdeteksi karena sensor akan mencium kadar gas yang ada di udara dan semakin dekat jarak juga dapat mempengaruhi cepatnya mendeteksi kebocoran gas dari sumber

    MESIN CONTINUOUS BAND SEALER DENGAN SUHU PEMANAS YANG DAPAT DIRUBAH DAN DILENGKAPI KONVEYOR BERBASIS KENDALI ELEKTROMEKANIK

    No full text
    ABSTRAK   Dunas, Bhella Bima Rama. 011. Mesin Continous Band Sealer Dengan Suhu Pemanas Yang Dapat Diubah dan Dilengkapi Konveyor Berbasis Kendali Elektromekanik.  Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd     (II) Ahmad Fahmi, S.T., M.T.   Kata Kunci: sealer, sensor suhu, Pulse Width Modulation, Elektromekanik,  Sealing   Dalam suatu unit atau bagian di dalam  industri khusunya di bagian pengemasan sering ditemui kesulitan dalam hal menutup produk yang berada di dalam bungkus yang berbahan dasar plastik dan aluminium foil. Khusus untuk dunia industri rumah tangga skala menengah ke bawah, sering dijumpai masalah pada saat mengemas produk ke dalam bungkusan yang berbahan plastik atau aluminium foil, yaitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menutup kemasaan setelah diisi produk. Hal ini dapat menambah lama waktu  finishing setiap kali produksi, dan berakibat kerugian waktu dan tenaga . Hal tersebut disebabkan karena home industry masih menggunakan mesin sealer yang sederhana. Dipasaran banyak jenis sealer yang ditawarkan, yang paling terkenal adalah jenis continous band sealer, kelebihan mesin sealer jenis ini adalah mudah dan cepat dalam pengoperasianya, sedangkan kekuranganya mesin sealer  jenis ini harganya sangat mahal dan sangat sulit untuk mendapatkan spare part. Perancangan mesin continous band sealer adalah untuk menjawab kebutuhan home industry dalam bidang produksi. Mesin ini mudah didapatkan dan lebih murah serta mudah dalam penyediaan spare part, dibandingkan mesin serupa yang buatan Cina. Dalam mesin tersebut terdapat satu konveyor yang berfungsi menahan dan membawa kemasan yang sudah terisi, kemudian ujung kemasan mengalami proses sealing Untuk alur kerjanya: ketika mesin continous band sealer sudah dalam keadaan ON, konveyor langsung berjalan, operator mengatur set suhu yang diinginkan terlebih dahulu pada sensor suhu,  heater bekerja, setelah set-suhu tercapai heater mati secara otomatis, siap dilakukan proses sealing. Apabila suhu pada heater menurun heater akan bekerja kembali memanaskan lagi. Pada hasil pengujian terdapat banyak kekurangan dalam hal pengujian kerja heater dan driver kecepatan putar motor, kemampuan heater masih terbatas untuk menghasilkan panas serta bentuk mekanik yang terlalu lebar. Untuk driver kecepatan putar motor sering mengalami kerusakan dikarenakan masih belum menemukan komponen yang cocok untuk digunakan sebagai driver. Disarankan sebelum merancang mesin continous band sealer hendaknya memeriksa lagi seluruh komponen yang akan digunakan sebelum dirakit, sehingga pada saat alat dioperasikan tidak akan terjadi trouble dalam prosesnya.

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇