Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    RANCANG BANGUN MINIATUR PEMBEBANAN DALAM INDUSTRI

    No full text
    ABSTRAK Yulianto, Bagas. 2018. Rancang Bangun Miniatur Penggunaan Beban Pada Sebuah Industri. Tugas Akhir, Jurusan Vokasi. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Irham Fadlika, S.T., M.T. Kata Kunci : Miniature , Beban Listrik Industri, Tegangan Rendah , Beban Statis, Beban Dinamis. Industri barang merupakan usaha mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Kegiatan industri ini menghasilkan berbagai jenis barang, seperti pakaian, sepatu, mobil, sepeda motor, pupuk, dan obat-obatan. Industri membutuhkan sebuah sumber listrik untuk menjalankan mesin, alat-alat yang digunakan, dsb. Sebuah industri sendiri bisa menggunakan sumber listrik tegangan 70 KV atau 20 KV sesuai kebutuhan industri tersebut. Pada Miniature Penggunaan Beban Pada Industri Dengan Tegangan Rendah 20 Volt ini memanfaatkan sebuah Miniature Transformator sebagai sebuah pembangkit tenaga listrik yang prinsip kerjanya dapat menaikan dan menurunkan tegangan. Sumber listrik yang digunakan sebesar 20 Volt AC yang dihasilkan dari Miniature Transformator. Dan 20 Volt AC ini diumpamakan seperti sumber listrik yang 20 KV yang akan digunakan untuk menjalankan beban-beban yang ada pada industri. Beban-beban yang ada pada industri yaitu beban statis dan beban dinamis. Beban statis dapat dicontohkan dengan beban lampu-lampu  pijar dan pemanas yang menggunakan elemen. Sedangkan beban dinamis dapat dicontohkan dengan beban-beban motor  listrik. Contoh beban tersebut yang kebanyakan ada di dalam sebuah industri yang membutuhkan sumber tegangan 20KV. Pembuatan miniature ini bertujuan untuk mempermudah pembelajaran mengenai Beban Pada Industri yang menjadi satu kesatuan dari Sistem Transmsi dan Distribusi.                                   ABSTRACT Yulianto, Bagas. 2018. Build Design of Burden Usage For Industry With Low Voltage. Final Project, D3 Electrical Engineering, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor: Irham Fadlika, S.T., M.T. Keywords : Miniature, Burden of Industry Electricity, Low Voltage, Static Burden, Dynamic burden. The goods industry is an attempt to process raw materials into semi-finished or finished goods. This industrial activity produces various types of goods, such as clothing, shoes, cars, motorbikes, fertilizers, and medicines. The industry needs a source of electricity to run the machine, the tools used, etc. An industry itself can use a power source with voltage of  70 KV or 20 KV depend on industry needs. In the Miniature burden usage for industry with low voltage 20 Volt utilizes a Miniature Transformer as a power plant in which the principle of  Miniature Transformer works to raise and reduce the voltage. Power source used for 20 Volt AC generated from Miniature Transformer, and 20 volts AC is likened to a 20 KV power source that will be used to run the existing burden on the industry. The Burden that existed at Industry namely Static Burden dan Dynamic Burden. Static Burden could be exemplified by the burden of incandescent lamps and heaters that use elements. While the Dynamic Burden could be exemplified by electric motor burden. Examples of such burden are mostly present in an industry which  required a power source with voltage 20KV. Manufacture of Miniature intend to facilitate learning about Burden In Industry as one of the Transmission and Distribution System

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E-Learning Pada Mata Pelajaran Sistem Komputer Kelas XI Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK

    No full text
    Pemanfaatan media pembelajaran berbasis e-learning masih kurang dioptimalkan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Berdasarkan hasil observasi yang didapatkan bahwa (1) permasalahan percepatan materi yang terpotong dengan kegiatan pratik kerja industri, dan (2) banyaknya siswa mendapatkan nilai dibawah KKM yaitu sekitar 60%. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan menguji sebuah produk media pembelajaran berbasis e-learning pada mata pelajaran Sistem Komputer kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK.   Pada pengembangan media pembelajaran berbasis e-learning ini mengacu pada model pengembangan ADDIE. Model ADDIE terdiri dari (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi.               Pengembangan media pembelajaran berbasis e-learning  mata pelajaran Sistem Komputer ini telah di validasi dan diuji cobakan kepada siswa SMKN 10 Malang. Hasil validasi ahli materi mendapatkan persentase 86,05% (sangat layak) dan ahli media mendapatkan persentase 89,40% (sangat layak). Sedangkan uji coba kelompok kecil mendapatkan persentase 85,81% (sangat layak) dan uji coba lapangan mendapatkan persentase 88,12% (sangat layak). Kesimpulan dari hasil uji coba dilakukan bahwa media yang dikembangkan mendapatkan hasil rata-rata sebesar 87,34% sehingga disimpulkan sangat layak untuk digunakan

    Pengembangan Bahan Ajar E-Learning pada Mata Kuliah Rangkaian Listrik DC: Dasar-dasar Rangkaian Listrik DC untuk Mahasiswa Progam Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro UniversitasNegeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Angelvelista, Mechtildis Nosy. 2017. Pengembangan Bahan Ajar  E-Learning pada Mata Kuliah Rangkaian Listrik DC: Dasar-dasar Rangkaian Listrik DC untuk Mahasiswa Progam Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T., (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.   Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, E-learning, Rangkaian Listrik DC   Pengembangan merupakan penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifitan produk tersebut sesuai dengan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangan teori ilmu pengetahuan yang sudah ada. Selanjutnya, E-learing adalah pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan suatu sistem elektronik, sehingga mampu mendukung suatu proses pembelajaran.Tujuan dari pengembangan ini adalah Mengembangkan dan menguji kelayakan bahan ajar e-learning untuk matakuliah Rangkaian Listrik DC terkait dengan dasar-dasar rangkaian listrik DC untuk mahasiswa program studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model (ADDIE)dengan tahap-tahap yang dilakukan antara lain adalah: (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) pelaksanaan, dan (5) evaluasi. Produk dari pengembangan bahan ajar e-learning Rangkaian Listrik DC ini berupa modul digital dengan tipe file PDF, serta video dengan tipe file MP4. Produk pada pengembangan ini telah divalidasi oleh ahli serta diuji cobakan kepada mahasiswa. Hasil uji validasi modul oleh ahli memperoleh persentase sebesar 91,82% (sangat valid), hasil uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 87,8% (sangat valid), dan hasil uji coba kelompok besar memperoleh persentase sebesar 88,9% (sangat valid). Sedangkan hasil validasi video oleh ahli memperoleh persentase sebesar 95,25% (sangat valid), hasil uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 86,91% (sangat valid ), dan hasil uji coba kelompok besar memperoleh persentase sebesar 89,86% (sangat valid)

    Rancang Bangun Trafo Penunjang Miniatur Sistem Transmisi Tenaga Listrik Tegangan Ekstra Tinggi

    No full text
    ABSTRAK   Dalam analasis dan perencanaan sistem transmisi dan disitribusi, dibutuhkan suatu alat penunjang sebagai media analisatornya. Alat penunjang ini yaitu berupa alat peraga yang mampu untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai sistem transmisi dan distribusi sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Oleh karena itu, untuk menunjang pembuatan alat peraga sistem transmisi dan distribusi, maka dibuatlah terlebih dahulu rancang bangun dan penerapan transformator sebagai alat penaik tegangan untuk menunjang sistem transmisi temaga listrik sebesar 500 VAC dan 150 VAC. Rancang bangun trafo sistem transmisi tenaga listrik merupakan perencanaan transformator sebagai media penyedia tenaga listrik ekstra tinggi untuk miniatur transmisi tenaga listrik. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh transformator nantinya akan dimisalkan sebagai tenaga tegangan ekstra tinggi pada umumnya untuk simulasi miniatur sistem transmisi distribusi tenaga listrik. Adapun perlu diketahui bahwa dalam kondisi sesungguhnya tegangan ektra tinggi berada pada kisaran 70 – 500KV. Hasil pengujian Rancang Bangun Trafo System Transmisi Tenaga ListrikPada Tegangan Ekstra Tinggi sebagai berikut : (1) Pengujian Tranformator Transmisi menghasilkan daya sebesar 500 Volt (2) Pengujian Arus Transformator Transmisi menghasilkan arus maksimal 2 Amper (3) Pengujian dilakukan pada tegangan 1 phase dan 3 phase

    Pengembangan Buku Ajar Matakuliah Belajar dan Pembelajaran dalam bidang Informatika untuk Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro di Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Prayogo, Muhammad Agung.2018. Pengembangan Buku Ajar Matakuliah Belajar dan Pembelajaran dalam bidang Informatika untuk Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro di Universitas Negeri Malang. Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang.   Kata Kunci : Buku Ajar, Belajar dan Pembelajaran, Matakuliah Belajar dan Pembelajaran merupakan matakuliah wajib yang ditempuh oleh mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro di Universitas Negeri Malang. Buku ajar yang digunakan belum sesuai dengan matakuliah Belajar dan Pembelajaran. Buku yang tersedia tidak memiliki ketentuan-ketentuan yang khusus yang terkait dengan pembelajaran mahasiswa. Selain itu, mahasiswa kesulitan mendapatkan buku yang cocok dengan materi perkuliahan Belajar dan Pembelajaran. Pada proses pembelajaran di matakuliah Belajar dan Pembelajaran, dosen menggunakan beberapa buku referensi yang digunakan, sehingga dosen memiliki berbagai macam buku yang berbeda. Tujuan dari pengembangan Buku Ajar ini antara lain: (1) Membuat buku ajar matakuliah Belajar dan Pembelajaran untuk Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro di Universitas Negeri Malang; (2) Mengetahui buku ajar matakuliah Belajar dan Pembelajaran untuk Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro di Universitas Negeri Malang. Model pengembangan buku ajar ini menggunakan model pengembangan Sugiyono dengan tahapan pengembangan Research and Development (R&D) yang sesuai dengan kebutuhan. Alasan menggunakan model R&D dalam pengembangan buku ajar ini karena tahapan-tahapan yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2011:297). Dengan demikian, model pengembangan R&D memuat tahapan pengembangan yang rinci dan sistematik untuk memudahkan validasi kelayakan suatu produk yang dikembangkan. Terdapat 10 (sepuluh) langkah yang akan dilalui, antara lain: (1) Potensi & Masalah; (2) Pengumpulan Informasi; (3) Desain Produk dan Materi; (4) Validasi Desain dan Materi; (5) Revisi Desain; (6) Uji Coba Produk; (7) Revisi Produk; (8) Uji Coba Produk; (9) Revisi Produk; (10) Produksi Masal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang ditujukan kepada ahli media, ahli materi, dan pengguna. Berdasarkan hasil uji kelayakan yang dilakukan, didapatkan data akhir sebesar 87,5% untuk validasi ahli media, 85,6% untuk validasi ahli materi, 76,125% untuk uji coba kelompok kecil dan 83,79% untuk uji coba kelompok lapangan. Rata-rata presentase uji coba adalah 83,25% . Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa Buku Ajar ini sudah valid dan tidak perlu revisi sesuai dengan pedoman kriteria tingkat kelayakan serta layak digunakan. Kesimpulan pengembangan ini sebagai berikut: (1) Buku Ajar ini telah memenuhi kriteria valid dan layak setelah melalui tahap validasi ahli media dan ahli materi serta tahapan uji coba; (2) Keunggulan buku ajar ini terletak pada kesediaan peta konsep, tujuan pembelajaran, rangkuman dan soal evaluasi; (3) Buku ajar ini dapat menjadi alternatif atau buku pegangan ketika matakuliah Belajar dan Pembelajara

    Perbedaan Hasil Belajar Instalasi Motor Listrik Karena Perlakuan Model Challenge Based Learning Dibandingkan Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas XI Progam Keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kab. Malang

    No full text
    ABSTRAK   Dari hasil pengamatan pada proses pembelajaran di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegimata pelajaran instalasi motor listrik diketahui bahwa pembelajaran masih terpusat pada guru. Siswa juga cenderung kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal tersebut mempengaruhi hasil belajar siswa. Salah satu cara agar hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi motor listrik adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang membuat siswa antusias dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran yang dapat terapkan yaitu model Challenge Based Learningdan model Problem Based Learning.Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan hasil belajar siswa karena perlakuan model Challenge Based Learning, (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa karena perlakuan model Problem Based Learning, (3) mengetahui perbedaan pada hasil belajar ranah pengetahuan karena perlakuan model Challenge Based Learning dibandingkan model Problem Based Learning, dan (4) mengetahui perbedaan pada hasil belajar ranah keterampilan karena perlakuan model Challenge Based Learning dibandingkan model Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experimental Design dengan desain Pretest-Posttest. Teknik sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling.Pada penelitian ini ada dua kelas yang diteliti atau diterapkan perlakuan yaitu kelas A dan kelas B. Penerapan perlakuan pada kelas A dan kelas B adalah sama mengenai materi ajar, waktu, tujuan pembelajaran dan media yang digunakan. Perbedaan hanya pada penerapan model yang digunakan. Pada kelas A menggunakan model Challenge Based Learningdan kelas B menggunakan model Problem Based Learning. Sebelum diberi perlakuan kemampuan awal siswa di uji kesamaan dua rata-rata menggunakan uji-t dan uji prasyarat analisis dengan bantuan Software SPSS 21.0 . Setelah dilakukan diberi perlakuan kedua kelas akan dibandingkan dan dicari tingkat signifikansinya. Analisis perbedaan dilakukan menggunakan uji-t dengan bantuan Software SPSS 21.0Independent Sample T-Test.. Hasil belajar pengetahuan kelas A memperoleh nilai rata-rata 85,86 sedangkan pada kelas B sebesar 80. Pada kelas A hasil belajar keterampilan memperoleh nilai rata-rata sebesar 90,15 sedangkan pada kelas B sebesar 84,31. Hasil uji normalitas pada data hasil belajar siswa kelas A dan B menunjukkan nilai Sig.> 0,05. Sehingga data hasil belajar siswa dinyatakan terdistribusi normal. Hasil uji homogenitas pada data hasil belajar kelas A dan B menunjukkan nilai Sig.> 0,05. Sehingga data hasil belajar siswa dinyatakan homogen. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa: (1) hasil belajar ranah pengetahuan pada kelas A lebih tinggi daripada hasil belajar pada kelas B, (2) hasil belajar ranah keterampilan pada kelas A lebih tinggi daripada hasil belajar pada kelas B, (3) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar ranah pengetahuan kelas A karena perlakuan model Challenge Based Learning dibanding kelas B karena perlakuan model Problem Based Learning, dan (4) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar ranah keterampilan kelas A karena perlakuan model Challenge Based Learning dibanding kelas B karena perlakuan model Problem Based Learnin

    Perbedaan Hasil Tugas Mapel Gambar Teknik Karena Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Berbantuan Software Visio Dibandingkan Software Autocad Pada Siswa Kelas XI Program Keahlian TIPTL Di SMK Negeri 1 Bangil Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMKN 1 Bangil sudah menerapkan kurikulum 2013. Pada mata pelajaran gambar teknik khususnya di jurusan TIPTL sudah dijelaskan apabila salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasainya yaitu menggambar instalasi listrik dan rangkaian elektronika wajib menggunakan software, namun penggunaan softwareAutocad belum dimanfaatkan. Sedangkan tuntutan dari industri sekarang harus ahli menggunakan berbagai perangkat lunak (software), dan pada silabus kurikulum 2013 juga menganjurkan untuk memanfaatkan perangkat lunak (software) sebagai media. Selain itu menurut pemaparan Pak Bastian Adi bahwa peserta didik hanya fokus pada software Microsoft Visio nya dan masih belum memanfaatkan software lainnya seperti software Autocad. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan hasil tugas karena pengaruh model berbasis proyek berbantuan software Microsoft Visio; (2) mendeskripsikan hasil tugas karena pengaruh model berbasis proyek berbantuan software Autocad; dan (3) mengetahui perbedaan hasil tugas dalam segi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan karena pengaruh model berbasis proyek berbantuan software Microsoft Visio dibandingkan berbantuan software Autocad. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment design dalam bentuk non-equivalent control group design. Desain penelitian ini menggunakan dua kelas. Kelas A dan kelas B dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Perbedaan pada penelitian ini terdapat pada media yang digunakan. Pada kelas Amenggunakan media software Microsoft Visio dan kelas B menggunakan media software Autocad. sebelum diberi perlakuan, kemampuan awal siswa di uji kesamaan dua rata-rata menggunakan uji-t dan uji prasyarat analisis dengan bantuan software SPSS 21.0. setelah diberi perlakuan, kedua kelas akan dibandingkan dan dicari tingkat signifikansinya. Analisis perbedaan dilakukan menggunakan uji-t dengan bantuan software SPSS 21.0 Independent Sample T-test. Hasil tugas aspek sikap kelas A memperoleh nilai rata-rata 89,08 sedangkan nilai rata-rata pada kelas B sebesar 85,3. Hasil tugas aspek pengetahuan pada kelas A memperoleh nilai rata-rata 76,76 sedangkan pada kelas B memperoleh nilai rata-rata 75,42. Hasil tugas aspek keterampilan pada kelas A memperoleh 78,38 sedangkan pada kelas B memperoleh nilai rata-rata 65,97. Hasil uji normalitas pada data hasil tugas siswa kelas A dan kelas B menunjukkan nilai Sig. > 0,05. Sehingga data hasil tugas siswa dinyatakan terdistribusi normal. Hasil uji homogenitas pada data hasil tugas kelas A dan kelas B menunjukkan nilai Sig. > 0,05. Sehingga data hasil tugas siswa dinyatakan homogen. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa: (1) hasil tugas aspek sikap pada kelas A lebih tinggi daripada hasil tugas pada kelas B; (2) hasil tugas aspek pengetahuan pada kelas A lebih tinggi daripada hasil tugas kelas B namun nilai dari kedua kelas tidak terpaut jauh; (3) hasil tugas aspek keterampilan pada kelas A lebih tinggi daripada hasil tugas kelas B; dan (4) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil tugas dalam segi aspek sikap dan aspek keterampilan, sedangkandalam aspek pengetahuan antara kelas A dan kelas B tidak terdapat perbedaan

    Pengaruh Penerapan Model Challenge Based Learning Dibandingkan dengan Problem Based Learning dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Pemrograman Web dan Mobile Siswa Kelas X Rekayasa Perangkat Lunak Di SMK PGRI 3 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian  eksperimen ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ada pada siswa kelas X Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di SMK PGRI 3 Malang. Permasalahan yang terjadi, yaitu kurangnya minat belajar siswa, siswa kesulitan dalam memahami materi, nilai yang diperoleh siswa masih rendah dan dibawah standar, kurangnya waktu belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu adanya eksperimen perbandingan model pembelajaran yang inovatif seperti, Challenge Based Learning dan Problem Based Learning. Tujuan utama penelitian ini adalah referensi pembelajaaran inovatif yang dapat meningkatkan minat belajar siswa dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa khususnya ranah kognitif dan psikomotorik. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental semu (Quasi eksperiment research) dengan desain “post-test only design”.  Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa X RPL A sebagai kelompok eksperimen A dan siswa X RPL B sebagai kelompok eksperimen B. Kelompok eksperimen A diberi perlakuan model pembelajaran Challenge Based Learning sedangkan kelompok eksperimen B diberi perlakuan model pembelajaran Problem Based Learning. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata post test setelah diberi perlakuan model Challenge Based Learning adalah 83,83 untuk kelompok A dengan ketuntasan 100%. Sedangkan, kelompok B  setelah diberi perlakuan Problem Based Learning mendapatkan nilai rata-rata 74,56 dengan ketuntasan 60,8%. Dari kedua model yang sudah diterapkan, terdapat peningkatan nilai hasil belajar ranah kognitif dari nilai kemampuan awal siswa. Kemudian, data nilai rata-rata hasil belajar ranah psikomotorik kelompok A adalah 87,35, sedangkan kelompok B adalah 82,91. Uji perbedaan rata-rata hasil belajar siswa ranah kognitif menggunakan metode Independent T-Test menghasilkan nilai 0,00 yang berarti kurang dari 0,05. Begitu pun dengan perbedaan rerata hasil belajar ranah psikomotorik menghasilkan nilai 0,01 berarti kurang dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran Challenge Based Learning dan Problem Based Learning pada ranah kognitif dan psikomotorik. Dan menurut hasil perbedaan kedua model tersebut, model Challenge Based Learning lebih unggul dari hasil belajar ranah kognitif serta psikomotorik

    Miniature Transformator Sebagai Penunjang Model Sistem Pembangki Tenaga Listrik Menggunakan Tegangan Rendah

    No full text
    ABSTRAK   Rochim, Nur. 2018. Miniatur, Transfomator, Sebagai Penunjang Model Sistem Pembangkit Tenaga Listrik Menggunakan Tegangan Rendah. TugasAkhir, Jurusan Vokasi Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang.   Kata Kunci :Miniature Transformator, Pembangkit, Tegangan Rendah Miniature Transformator Sebagai Penunjang Model Sistem Pembangki Tenaga Listrik Menggunakan Tegangan Rendah memanfaatkan sebuah Miniature transformator sebagai sebuah pembangkit tenagalistrik yang prinsip kerjanya dapat menaikan dan menurunkan tegangan dimana proses tersebut harus melalui perhitungan pada komponen seperti jumlah lilitanpada kern, luas kern, dan ukuran kawat email yang dibutuhkan. Pembuatan miniature ini dikarenakan keterbatasan mahasiswa dalam proses pembelajaran mata kuliah sehingga dibuatlah sebuah miniature sebagai media mahasiswa untuk mengetahui sistem kerja dari transformator sebenarnya. Miniatur ini menggunakan sumber tegangan pada stop kontak sebagai pengganti sumber dari sebuah generator, dari stop kontak ini didapatkan tegangan sebesar 220 Volt danarus 2 Ampere. Setelah sumber di dapatkan kemudian tegangan akan dinaikan menggunakan Miniatur Transformator hingga mencapai tegangan ekstra tinggi 500 Volt, kemudian diturunkan bertahap sesuai dengan kondisi sebenarnya menjadi 150 Volt, 70 Volt, dan 20 Volt. Pengujian Miniature dilakukan dengan cara mengukur tegangan dan arus yang dihasilkan oleh transfomator. Pembuatan miniatur ini bertujuan untuk mempermudah pembelajaran mengenai Sistem Transmisi Tenaga Listrik dari proses penghasilan energy listrik oleh pembangkit sampai energy yang dihasilkan tersebut dapat digunakan oleh konsumen. Hasil dari pembuatan alat ini terdiri dari media transformator, trainer dan modul penggunaan trainer

    Penerapan Sistem Pembelajaran Blended Learning Pada Pembelajaran Pemrograman Web Untuk Meningkatkan Efektivitas Belajar Siswa Kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Probolinggo

    No full text
    RINGKASAN Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMKN 1 Probolinggo menerapkan kurikulum 2013 revisi 2017. Model pembelajaran yang diterapkan di kelas XI RPL SMK Negeri 01 Probolinggo saat ini kurang bisa mengakomodasi kebutuhan pembelajaran akibat guru produktif yang terbatas sehingga menyebabkan keterlambatan pembelajaran dan keterlambatan capaian KD khususnya pada mata pelajaran pemrograman web dan mobile. Hal ini selanjutnya menyebabkan alur pembelajaran menjadi tidak runtut dan tidak efektif. Salah satu solusi adalah mengembangkan sistem pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran seperti blended  learning yang memadukan pembelajaran tatap muka dengan dengan pembelajaran online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran yang dilakukan menurut model blended learning. Pembelajaran blended learning mencakup aspek pembelajaran tatap muka langsung, pembelajaran online mandiri dan pembelajaran online kolaboratif. Pembelajaran online akan menggunakan media web pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti dimana sebelum diterapkan web pembelajaran tersebut diuji kelayakannya. Pada penerapan sistem pembelajaran blended learning ini mengadaptasi model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan inti, yaitu: (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; (5) Evaluation. Instrumen uji coba kelayakan web pembelajaran menggunakan rujukan dari Wahono (2006), sedangkan instrumen untuk mengukur efektivitas pembelajaran menggunakan model QAIT (Slavin, 2017) Hasil uji coba kelayakan web based learning diperoleh dari subjek uji coba siswa perorangan 83.8%; kelompok kecil 85.1%; dan kelompok besar sebesar 85.6% sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem pembelajaran menggunakan web based learning yang dikembangkan sudah valid. Dampak dari penerapan sistem pembelajaran blended learning terhadap efektivitas belajar siswa terdapat peningkatan sebesar 5.9% dimana pada kondisi awal efektivitas belajar sebesar 72.6% dan setelah penerapan blended learning I meningkat menjadi 78.5%

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇