Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    Studi Perancangan Pemutus Daya Pada GIS (Gas Insulated Switchgear) 500 kV di PT. YTL Jawa Timur PLTU Paiton Unit 6

    No full text
    ABSTRAK  Fandy Achmad 2011. Studi Perancangan Pemutus Daya Pada GIS (Gas Insulated swichgear) 500 KV di PT. YTL Jawa Timur PLTU Paiton unit 6. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Yuni Rahmawati, S.T. M.T. dan Rodhi Faiz, S.T. M.T. Kata Kunci: Hubung Singkat 3 Phasa, Kapasitas, Circuit Breaker,             Untuk menyediakan jumlah daya yang besar serta berkelanjutan maka diperlukan sebuah sistem penyaluran energi listrik yang aman dan andal, sehingga membutuhkan kinerja yang mumpuni dari peralatan-peralatan tenaga listrik yang ada di pembangkit. Peralatan-peralatan tenaga listrik tersebut meliputi generator, transformator, gas insulated switchgear (GIS) yang di dalamnya terdapat pemutus daya (circuit breaker). Penyaluran energi listrik akan melalui sebuah circuit breaker yang berfungsi sebagai pemutus tenaga pada gardu pembangkit yang menggunakan gas  sebagai media isolasi.Setiap sistem tenaga listrik dilengkapi dengan sistem proteksi untuk mencegah terjadinya kerusakan pada peralatan sistem dan mempertahankan kestabilan sistem ketika terjadi gangguan, sehingga kontinuitas pelayanan dapat dipertahankan. Salah satu komponen sistem proteksi adalah pemutus tenaga (circuit breaker). Pemutus tenaga adalah saklar yang secara sadar dapat dipergunakan untuk menghubung dan memutuskan rangkaian listrik sesuai dengan arus atau daya hubung yang tertera pada data pemutus tenaga tersebut.Tugas Akhir ini dilakukan dengan cara studi literatur dan pengamatan dilapangan yaitu di PT. YTL Jawa Timur atau Paiton unit 5 & 6. Setelah mengumpulkan beberapa data, selanjutnya melakukan studi arus hubung singkat 3 phasa kemudian melakukan perhitungan untuk menentukan nilai arus hubung singkat. Arus hubung singkat juga di simulasikan menggunakan program EDSA 2005 kemudian membandingkan antara hasil pengamatan dilapangan dengan perhitungan manual ataupun dengan program EDSA 2005. Setelah nilai arus hubung singkat diketahui, selanjutnya kita menentukan kapasitas circuit breaker yang digunakan di GIS 500 kV PLTU Paiton unit 6

    Otomatisasi Sistem Pengendalian Pintu Kanal Air Untuk Mencegah Banjir Berbasis PLC.

    No full text
    ABSTRAK   Hidayat, Yukoiri. 2011. Otomatisasi Sistem Pengendalian Pintu Kanal Air Untuk Mencegah Banjir Berbasis PLC. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sujito, S.T., M.T., (II) Aripriharta, S.T.   Kata kunci: pintu kanal air, PLC, sensor ketinggian air, musim kemarau dan hujan. Pintu kanal air dirancang dan dibuat untuk mengendalikan aliran air untuk mencegah banjir di hulu atau di hilir sungai. Untuk mengendalikan ini akan diperlukan pintu air yang dipergunakan untuk mengendalikannya. Dalam penggunaan pintu kanal air biasanya akan dikendalikan dengan operator yang akan melihat perubahan ketinggian air. Setiap naik turunnya pintu kanal air akan dipengaruhi perubahan ketinggian air. Dengan perubahan ketinggian air seperti ini seorang operator diharapkan selalu mengetahuinya. Tetapi dalam kenyataanya operator pintu kanal air tidak selalu mengetahui perubahan ketinggian air, maka untuk mempercepat respon dari ketinggian air akan diperlukan sistem teknologi yang lebih maju dalam pengendalian pintu kanal air. Pengendalian pintu kanal air secara manual bisa diperbaiki dengan pembuatan pengendalian pintu kanal air secara otomatis. Sistem pintu kanal air otomatis akan lebih handal dan mudah dalam menggunakannya, yaitu dengan sistem kendali Program Logic Controller (PLC). PLC merupakan sistem kendali yang telah dirancang setelah penggunaan sistem kendali mikrokontroler, karena PLC adalah teknologi pengembangan dari sistem kendali mikrokontoler. Pengendalian PLC akan langsung dihubungkan dengan sensor ketinggian yang telah dipasang sebelumnya. Perancangan pengendalian pintu kanal air berbasis PLC akan menggunakan sensor ketinggian air untuk mengendalikannya. Sensor ketinggian air akan dirancang memiliki empat level ketinggian yang mengendalikan tiga pintu kanal air. Untuk mengendalikan buka tutup ketiga pintu kanal air akan dirancang berbeda dalam kenaikkan dan penurunanya. Tetapi ada dua motor yang akan dikendalikan bersama-sama dalam buka tutup pintu kanal air.  Penggunaan sensor ketinggian air akan dirancang memiliki dua kondisi yaitu kondisi pada waktu kemarau dan musim hujan. Untuk mengetahui alat yang dirancang bisa bekerja sesuai dengan perancangan yang telah dibuat sebelumnya, maka akan diperlukan pengujian. Perancangan dan pengujian meliputi beberapa hal, yaitu a) sensor ketinggian b) sensor pembatas buka tutup pintu kanal air c) motor pengerak d) sistem kendali PLC. Dalam pengujian juga dapat menyimpulkan hasil pengujian dengan mengacu prosedur percobaan alat. Dari hasil pembuatan alat akan menghasilkan beberapa hal diantaranya perputaran motor pengerak pintu. Putaran motor pengerak akan berputar, bila mendapat sinyal dari sensor ketinggian air maka akan menjalankan motor. Pada pembuatan sensor akan dibagi menjadi 4 sinyal yang mempunyai ketinggian yang berbeda

    Pembuatan Modul Pengujian Karakteristik Pengaturan Generator AC Satu Fasa

    No full text
    ABSTRAK   Sholihin, Lutfi Riyadus. 2011. Pembuatan Modul Pengujian Karakteristik Pengaturan Generator AC Satu Fasa. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. (II) Yuni Rahmawati S.T., M.T.   Kata kunci: modul, generator AC satu fasa, karakteristik luar dan pengaturan   Generator merupakan mesin yang digunakan untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Berdasarkan jumlah fasanya dibedakan menjadi dua yaitu: 1) generator satu fasa dan 2) generator tiga fasa. Generator mempunyai beberapa karakteristik diantaranya: a) karakteristik luar dan b) karakteristik pengaturan. Karakteristik generator bermanfaat untuk mengetahui keterkaitan antara arus dan tegangan pada suatu pembangkit tenaga listrik. Untuk menambah ketrampilan yang dimiliki mahasiswa program D-3 Teknik Elektro dalam bidang pembangkitan tenaga listrik dan mesin-mesin listrik perlu mengadakan suatu pengujian. Pada Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang khususnya D3 Teknik Elektro perlu melakukan pengujian generator AC satu fasa tersebut. Hal ini dikarenakan pada salah satu program study perkuliahan yaitu Mesin Listrik 2 yang membahas tentang generator. Mahasiswa dituntut untuk memahami dan mampu menguasai teori-teori yang diberikan selama perkuliahan. Salah satu kajian teorinya yaitu pengujian karakteristik pengaturan generator AC satu fasa. Karena selain dapat menambah ilmu tentang generator juga dapat menambah ilmu praktikum tentang generator AC satu  fasa. Dalam pembuatan modul pengujian karakteristik pengaturan generator alat-alat yang dibutuhkan antara lain: jala-jala listrik, inverter, catu daya DC, motor AC tiga fasa, beban (tahanan air), dan peralatan lainya. Pengujian karakteristik pengaturan generator dibagi menjadi dua pengujian yaitu: (1) pengujian karakteristik luar dan (2) pengujian karakteristik pengaturan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengujian karakteristik luar adalah sebagai berikut: (a) tegangan jepit berubah hal ini dikarenakan perubahan arus pada beban, (b) arus pada beban berubah-ubah berdasarkan pengaturan pada tahanan air , (c) arus penguatan medan tetap, (d) faktor daya tetap, dan (e) putaran generator konstan. Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengujian karakteristik pengaturan adalah sebagai berikut: (a) tegangan jepit dipertahankan  tetap dengan mengubah nilai arus penguatan medan, (b) arus pada beban berubah-ubah berdasarkan pengaturan pada tahanan air, (c) arus penguatan medan berubah-ubah untuk mengatur nilai tegangan jepit agar tetap konstan, (d) faktor daya tetap, dan (e) putaran generator konstan. Dari hasil pengujian yang dilakukan berdasarkan ketentuan di atas dapat disimpulkan  bahwa pada karakteristik luar generator semakin besar nilai arus beban yang dihasilkan semakin kecil nilai tegangan jepit yang dihasilkan hal ini dikarenakan terjadi rugi-rugi impedansi dan terdapat flux bocor pada generator. Sedangkan pada karakteristik pengaturan semakin besar nilai arus beban (yang diberikan maka semakin besar pula nilai arus penguatan medan ( hal ini dikarenakan untuk mempertahankan nilai tegangan jepit  agar tetap konstan.

    Perancangan Traffic Light Dilengkapi Dengan Lampu Indikator Untuk Penyeberangan Menggunakan Smart Relay Jenis Zelio SR3B261FU

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawan, Jemi. 2011. Perancangan traffic light dilengkapi dengan lampu indicator untuk penyeberangan menggunakan smart relay jenis zelio SR3B261FU. Tugas akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Arif Nur Afandi, S.T., M.T.   Kata Kunci: Smart reley, traffic light. Perkembangan teknologi semakin hari semakin bertambah modern, tidak terkecuali peralatanelectronik. Hampir semua menggunakan peralatan serba otomatis, misal smart reley/PLC. Smart reley yaitu alat yang dapat deprogram oleh suatu bahasa tertentu yang digunakan pada proses otomasi. Alat ini memiliki dua tipe yakni tipe compact dan modular. Smart reley ini memiliki fungsi yaitu pengontrol berbasis mokrokontroler yang memanfaatkan memori yang dapat di program untuk menyimpan instruksi dengan aturan tertentu dan dapat mengimplementasikan fungsi khhusus yakni seperti fungsi logika, pewaktu, pencacahan. Cara kerja smart reley ini adalah memeriksa kondisi input. Perancangan simulasi traffic light ini dirancang secara miniatur. Dalam perakitannya alat miniature traffic light ini ditujukan untuk kenyamanan pejalan kaki yang hendak menyeberang. Dalam hal pemrogramannya, digunakan bahasa pemrograman yaitu dengan ladder diagram. Dari hasil pembahasan dan pengujian ” Aplikasi Smart Reley Zelio SR3 B261 FU pada lampu lalu lintas (traffc light) yang digunakan untuk sarana penyeberangan jalan raya” wiring yang terpasang sudah terhubung sesuai dengan yang diperlukan. Program yang dirancang sebelum dimasukkna ke smart reley terlebih dahulu dilakukan uji simulasi dan telah sesuai dengan apa yang diperlukan. Untuk pengecekan lampu led cukup dengan mengnibungkan kedua kaki lampu dengan tegangan. Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan bahwa, alat ini bekerja sesuai dengan indtruksi atau program yamg telah di program. Prinsip kerja alat ini yaitu dimulai dari group satu, dimana lampu penyeberangan akan hijau (timur) diikuti dengan lampu hijau dari utara dan selatan. Group dua, lampu penyeberangan hijau(selatan) akan menyala diikuti dengan lampu hijau traffic arah utara dan timur. Group tiga, lampu penyeberangan hijau (utara) dan diikuti lampu hijau dari arah timur dan selatan. Kondisi ini akan terus berkelanjutan

    STUDI TENTANG KOMPETENSI PROFESIONAL DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA ANGKATAN TAHUN 2007 DALAM KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) KEGURUAN SEMESTER GANJIL DI SMK SE-KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Farida, Khotimatul. 2011. Studi Tentang Kompetensi Profesional dan Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Angkatan Tahun 2007 dalam Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Keguruan Semester Ganjil di SMK se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M. Kom, (II) Didik Dwi P., S.T, M.T.   Kata kunci: studi, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik ,Praktik Pengalaman Lapangan Keguruan. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) keguruan merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa bidang kependidikan. Dalam kegiatan PPL keguruan, mahasiswa dituntut untuk memiliki kompetensi dasar keguruan, diantaranya adalah kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik. Dalam praktiknya masih ada beberapa guru PPL yang belum memiliki kompetensi tersebut, sehingga perlu dilakukan pemetaan kompetensi keguruan dalam mengikuti kegiatan PPL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik mahasiswa yang melaksanakan kegiatan PPL keguruan di SMK se-Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif persentase, yang mendeskripsikan kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika (PTI) angkatan 2007 dalam kegiatan PPL keguruan. Objek penelitian adalah populasi mahasiswa S1 PTI yang melakukan kegiatan PPL keguruan di SMK se-kota Malang yang berjumlah 38 mahasiswa. Variabel dalam penelitian ini adalah, kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru PPL. Instrumen penelitian berupa angket yang diisi oleh guru pamong dan siswa. Hasil penelitian ini adalah: (1) kompetensi profesional guru PPL berdasarkan penilaian sebagian besar siswa berada pada kategori tinggi sebesar 49,18%, (2) kompetensi pedagogik berdasarkan penilaian sebagian besar siswa berada pada kategori tinggi sebesar 52,99%, (3) kompetensi profesional berdasarkan penilaian sebagian besar guru pamong berada pada kategori tinggi sebesar 36,8%, (4) kompetensi pedagogik berdasarkan penilaian sebagian besar guru pamong berada pada kategori tinggi sebesar 31,58% dan sangat tinggi sebesar 31,58%. Untuk meningkatkan kompetensi dasar keguruan dalam mengikuti kegiatan PPL, hendaknya guru PPL dan lembaga pendidikan keguruan meningkatkan kesiapan dalam mengikuti kegiatan PPL keguruan dengan meningkatkan intensitas kegiatan micro teaching

    Correlation between Professional Development Opportunity and Work Environment Condition with ICT Teacher Performance in Trenggalek. Thesis, Information Engineering Education Study Program, Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, State U

    No full text
    ABSTRAK   Wurianto, Sonny Triyo. 2011. Correlation between Professional Development Opportunity and Work Environment Condition with ICT Teacher Performance in Trenggalek. Thesis, Information Engineering Education Study Program, Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (1) Drs. Setiadi Cahyono Putro., M.Pd., M.T, (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.   Keyword: Professional development opportunitiy, worki environtment condition, ICT Teacher performance. The main job of ICT teachers is to construct mindset of learners in a systematic, creative and innovative in solving problems with the help of technology. In the reality, ICT Teachers more often teaches how to operate computers. It can be caused by not enough opportunity for them to improve their perfarmance. The other reason is the work environment condition of schools in Trenggalek that mostly located in plateau area, can cause difficulty in providing facilities for supporting ICT learning process. The objective of this study was to reveal the relationship between professional development opportunity (X 1) and work environment condition (X2) with ICT Teacher performance (Y) in Trenggalek either partially or simultaneously. And describe each of the variables X1, X2, and Y. This study uses Ex Post Facto method to reveal the correlation between independent variables and the dependent variable in a quantitative correlation. Population and sample of this study is ICT Teachers in Trenggalek. The data obtained were tested with the classic assumption test to test the prerequisite of analysis and hypothesis test to reveal the correlation between independent variables with the dependent variable either partially or simultaneously. Results of study: (1) X 1 variable was in the quite category (35%); (2) X2 variable was in conducive category (29%); (3) Y variable was in good category (33%); (4) There was positive and significance correlation between professional development opportunity with ICT Teacher performance in Trenggalek; (5) There was positive and significance correlation between work environment condition with ICT Teacher performance in Trenggalek; (6) There are positive and significance correlation between professional development opportunity and work condition with ICT Teacher performance in Trenggalek. Conclusion: The contribution of predictors to the criterion of 31.7%, which is described as (1) effective contribution of X 1 variable to Y variable was 20.5%, (2) effective contribution X2 variable to Y variable was 11.2%. The other 68.3% was influenced by other factors beyond the factors studied

    Robot Pemadam Api Multi Sensor Berbasis Mikrokontroler ATmega 128

    No full text
    ABSTRAK Muhammad Eko Saputra, Deni. 2011. Robot Pemadam Api Multi Sensor BerbasisMikrokontroler ATMEGA 128. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom (II) Harits Ar Rosyid, S.T., M.T Kata Kunci: Pemadam Api, Multi sensor, Mikrokontroler ATmega 128. Musibah kebakaran yang sering terjadi telah menimbulkan begitu banyak korban. Perangkat pengaman deteksi saat terjadinya musibah kebakaran belum mampu untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut. Atas dasar keadaan tersebut maka perlu dikembangkan robot yang dapat mendeteksi terjadinya kebakaran sekaligus melakukan pemadaman terhadap kebakaran tersebut. Seiring perkembangan teknologi pekerjaan manusia saat ini mulai dapat digantikan oleh robot. Robot disini berfungsi sebagai pencari sumber api dan kemudian memadamkannya. Tujuan perancangan robot ini adalah untuk membantu manusia dalam mendeteksi keberadaan titik api dan memadamkan titik api. Agar di dalam musibah kebakaran tidak menimbulkan banyak korban jiwa. Robot ini dirancang dengan menggunakan enam buah roda, tiga buah roda bagian kanan dan tiga buah roda bagian kiri, dari ketiga roda sebelah kanan dan kiri masing di gabung menjadi satu menggunakan karet belt.Untuk navigasi robot menggunakan beberapa sensor antara lain empat belas sensor ultrasonic yang dipasang secara melingkar, Sensor Api UVTron R2868 (Flame Detector), berfungsi sebagai pendeteksi ada tidaknya lilin di dalam ruangan yang akan dilakukan scanning, kompas untuk mengontrol sistem navigasi/pergerakan suatu robot, mengetahui dimana dan kemana arah robot yang akan dikendalikan dan sensor proximity untuk mengetahui posisi robot telah berada di dalam ruangan.Robot akan mulai bergerak setelah dilakukan start dengan menggunakan sound activation kemudian bernavigasi melalui beberapa rintangan. Sistem kontrol robot menggunakan mikrokontroler tipe ATmega128 dan ATmega16 yang kompatibel dengan keluarga AVR. Konfigurasi sistem dari robot cerdas ini terdiri tiga buah mikrokontroler, yaitu ATmega128 sebagai master dan dua buah ATmega16 sebagai slave1 dan slave2.Robot ini memiliki beberapa algoritma yang disesuaikan dengan masing-masing strategi yang telah diatur dalam software. Pengujian dilakukan dengan menguji masing-masing komponen dari robot baik software maupun hardware. Selanjutnya pengujian dilakukan dengan menjalankan robot di track yang sebenarnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa robot telah berhasil menyelesaikan tugas dengan waktu tempuh 58 detik

    PENGONTROLAN RUMAH CERDAS BERBASIS PLC YANG TERINTEGRASI DENGAN SISTEM SCADA

    No full text
    ABSTRAK   Setiawan, Ardha. 2011. “Pengontrolan Rumah Cerdas Berbasis PLC yang Terintegrasi dengan Sistem SCADA”.. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T., (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T   Kata kunci: SCADA, Rumah Cerdas, Programmable Logic Controller. Kemajuan teknologi  mendorong manusia untuk berpikir untuk mengatasi masalah disekitarnya. Teknologi yang berkembang saat ini adalah PLC. PLC (Programmable Logic Controller) merupakan alat kendali yang populer di kalangan industri. Seiring berkembangnya PLC orang mulai berpikir untuk menggunakan PLC sebagai alat yang digunakan untuk membantu memudahkan manusia dalam menyelesaikan masalah yang ada. Salah satunya adalah penggunakan PLC untuk sistem keamanan rumah dan manajemen energi pada rumah. Pembuatan miniatur rumah cerdas yang terintegrasi dengan sistem SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) ini bertujuan untuk memudahkan manusia dalam mengahadapi masalah sperti saat ini misalnya keamanan dan pengaturan penggunaan energi. Keamanan merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh semua orang karena tingkat kriminalitas meningkat. Penghematan pemakaian energi juga tidak kalah pentingnya untuk kehidupan masa mendatang. Dalam miniatur ini dibuat sensor cahaya untuk menyalakan lampu secara otomatis guna dapat membantu manusia dalam mengatur penggunaan energi yang ada dirumah tersebut. Sensor cahaya ini menggunakan LDR yang dikendalikan oleh PLC. PLC ini dintegrasikan dengan PC ( SCADA software) sehingga plant yang ada bisa dimonitoring bahkan dikendalikan . Lampu pada miniatur rumah cerdas ini juga bisa dikendalikan oleh saklar sesuai kebutuhan. Selain sensor cahaya dalam miniatur rumah cerdas ini terdapat sensor suhu menggunakan LM35 untuk menyalakan kipas pada ruangan secara otomatis sehingga memudahkan pemilik rumah dalam hal manjemen energi. Selain manajemen energi dalam rumah cerdas ini juga terdapat sistem keamanan yaitu pintu berpassword sehingga sebelum memasuki pintu harus mengetahui kata sandinya terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar keamanan terjaga. Jika password yang dimasukkan salah maka indikator lampu merah akan menyala, jika benar maka warna hijau akan menyala. Dari pembuatan miniatur rumah cerdas diatas dapat disimpulkan bahwa alat ini berjalan sesuai dengan rencana pembuatan.  Disarankan dalam perancangan prototype alat ini  hendaknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu dalam pemakaian komponen keseluruhan.Dalam pelaksanaan pembuatan alat  harus dipantau terus kemajuan pekerjaan apakah sesuai dengan rencana atau tidak, karena hal ini berpengaruh dalam waktu penyelesaian pembuatan alat tersebu

    Studi Evaluasi Pengaturan Air Sebagai Penggerak Turbin Terhadap PLTMh di Temas Kota Batu

    No full text
    ABSTRAK   Rohmah, Irma Nur. 2011. Studi Evaluasi Pengaturan Air Sebagai Penggerak Turbin Terhadap PLTMh di Temas Kota Batu. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ahmad Fahmi, S.T., M.T., (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd.   Kata Kunci: Evaluasi Pengaturan Air, Pintu Air Otomatis, Sensor Ketinggian Air Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) adalah pembangkit listrik berskala kecil (kurang dari 200 kW), yang memanfaatkan aliran air sebagai sumber penghasil energi. Berdasarkan hasil evaluasi awal menjelaskan bahwa debit air pada PLTMh Temas cenderung stabil. Sampah pada sungai merupakan faktor penting yang  mempengaruhi debit air karena dapat membuat laju air menjadi terhambat. Selain itu, pintu airnya masih bekerja secara manual dan pintu pembuangan cara buka dan tutupnya sulit karena masih harus berjongkok. Hal ini sangat membahayakan terutama proses buka tutup pintu air tidak bisa dilakukan pada waktu banjir dan tidak memenuhi syarat keselamatan. Perancangan proyek akhir ini membahas tentang  studi evaluasi terhadap potensi PLTMH  di Kelurahan Temas, Kota Batu untuk menggali kembali potensi-potensi Mikrohidro yang sudah ada. Sehingga potensi Mikrohidro tersebut dapat bekerja lebih optimal dalam menghasilkan energi listrik, dengan memfokuskan permasalahan terhadap pengaturan air sebagai penggerak turbin. Serta, membuat sebuah  miniatur pintu air otomatis sebagai salah satu upaya perbaikannya. Pintu air akan digerakkan dengan menggunakan motor sehingga akan bekerja secara otomatis Prinsip kerja miniatur pintu air otomatis ini yaitu: membuka dan menutup pintu air dapat bekerja dengan kendali sensor ketinggian air. Sensor ketinggian air ini terdiri dari sensor ketinggian batas atas dan batas bawah. Sensor batas atas berfungsi untuk mendeteksi air penuh atau mencapai batas atas. Sedangkan sensor batas bawah berfungsi untuk mendeteksi air yang habis atau mencapai batas bawah. Relay 1 berfungsi untuk mendeteksi apakah sensor yang terdeteksi adalah sensor batas atas atau sensor batas bawah dan mengendalikan kerja limit switch 1 dan 2.Saat air penuh hingga terdeteksi sensor batas atas, maka sensor batas atas akan ON. Relay 2 akan bekerja dan membuat motor berputar ke kanan. Putaran motor ini membuat pintu air akan membuka secara otomatis. Pintu akan berhenti setelah mengenai limit switch 1. Saat air mulai habis hingga terdeteksi sensor batas bawah, maka sensor batas bawah ON. Relay 3 akan bekerja dan membuat motor berputar ke kiri. Putaran motor ini membuat pintu air akan menutup secara otomatis. Sensor ketinggian air pada batas atas mempunyai ketinggian 8 cm, sedangkan sensor batas bawah mempunyai ketinggian 2 cm dari dasar kotak bendungan. Jadi, dari hasil pengujian yang dilakukan sebanyak 9 kali dapat dilihat jika ketinggian sama dengan lebih dari 8 cm pintu air akan membuka secara otomatis. Pintu akan terus membuka hingga ketinggian air sama dengan kurang dari 2 cm atau hingga mengenai sensor batas bawah

    Alat Peraga Tentang Perangkat Dan Perbaikan Mesin Cuci Dalam Implementasi Matakuliah Perawatan Dan Perbaikan

    No full text
    ABSTRAK   Iqbal, Muhammad. 2011. Alat Peraga Tentang Perangkat dan Perbaikan Mesin Cuci Dalam       Implementasi Matakuliah Perawatan dan Perbaikan, Tugas Akhir, Jurusan Teknik     Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) M. Rodhi Faiz,     S.T.,M.T.,   (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T.,M.Pd.   Kata kunci: perangkat dan perbaikan mesin cuci, alat peraga   Mesin cuci telah menjadi bagian dari kebutuhan yang cukup vital dalam kehidupan rumahtangga. Dengan demikan, tidak heran jika mesin cuci mengalami perkembangan yang cukup pesat pada waktu sekarang, terutama dari segi desain dan teknologinya. Alat peraga mesin cuci dimaksudkan sebagai modul pembelajaran bagi para siswa maupun tukang reparasi yang ingin membuka usaha servis alat elektronik rumahtangga khusunya mesin cuci. Tujuan Tugas Akhir ini adalah: (a) mengidentifikasi komponen-komponen yang terdapat dalam mesin cuci, (b) memeriksa macam-macam kerusakan dan permasalahan yang sering terjadi pada mesin cuci, dan (c) menjelaskan cara menguji perbaikan dan kerusakan pada komponen-komponen mesin cuci. Perancangan proyek akhir ini membahas alat peraga tentang perangkat dan perbaikan mesin cuci dalam implementasi matakuliah perawatan dan perbaikan, sebagai alat bantu pembelajaran untuk menciptakan proses belajar yang efektif. Sebab dengan adanya alat peraga ini bahan pembelajaran dapat lebih mudah dipahami oleh para siswa maupun masyarakat yang ingin belajar tentang mesin cuci dan alat peraga dipergunakan dengan tujuan membantu guru atau dosen agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien. Metode desain yaitu alat peraga didesain agar para siswa maupun masyarakat dapat melihat isi dari mesin cuci dan menjelasakan komponen apa saja yang terdapat di dalam mesin cuci tersebut dengan mudah karena alat peraga ini didesain terbuka dari benda aslinya. Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan dari pembuatan alat peraga mesin cuci yaitu: (a) identifikasi komponen-komponen yang terdapat di dalam mesin cuci twin tube, (b) cara memeriksa macam-macam kerusakan dan permasalahan yang sering terjadi dalam mesin cuci, dan (c) cara menguji perbaikan dan kerusakan pada komponen-komponen mesin cuci.

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇