Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    Perancangan Basis Data dan Sistem Informasi Akademik Berbasis Web di Sekolah Model Terpadu (SMT) Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAK   Andhika, Muladi, Hari. 2011. Perancangan Basis Data dan Sistem Informasi Akademik Berbasis Web di Sekolah Model Terpadu (SMT) Bojonegoro   Sekolah Model Terpadu (SMT) Bojo­negoro adalah sekolah negeri model terpadu yang pertama dan satu-satunya di Kabupaten Bojonegoro berdasarkan SK Bupati Bojonegoro No. 188/113/ KEP/412.11/2010, 15 April 2010 yang di dalamnya terdapat 4 jenjang sekolah yang berbeda dalam pengelolaan bidang akademik yaitu, TK Negeri Model Terpadu, SD Negeri Model Terpadu, SMP Negeri Model Terpadu, dan SMA Negeri Model Terpadu. Oleh karena terdapat perbedaan dalam pengelolaan bidang akademik di sekolah-sekolah tersebut, perlu dibuat sebuah sistem informasi akademik yang dapat memadukan perbedaan tersebut. Penelitian ini menggunakan model pengembangan prototyping. Pada model ini hal yang harus dilakukan adalah: 1) listen to costumer, yaitu harus mendengar dan memahami apa yang diinginkan pengguna; 2) build/revise mock-up, yaitu membuat atau merevisi produk yang dibuat dan 3) customer test drive, yaitu uji coba produk  kepada calon pengguna produk. Subjek coba pada penelitian ini terdiri dari para administrator dan guru di SMT Bojonegoro. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan kuesioner. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket yang bersifat tertutup. Setelah data uji coba berhasil didapatkan, maka dilakukan pengolahan data. Pengolahan data hasil uji coba dianalisis menggunakan rumus persentase. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, didapatkan persentase hasil uji ahli sebesar 96,67%, uji coba kelompok kecil sebesar 98,57% dan hasil uji coba lapangan sebesar 98,4%. Rata-rata prosentase hasil uji coba adalah 97,67%. Dengan hasil tersebut maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dari penelitian ini, yaitu: 1) Perancangan sistem informasi akademik berbasis Web dilakukan dengan menggunakan model pengembangan prototyping berdasarkan kebutuhan yang ada di SMT Bojonegoro; 2) Pembuatan sistem informasi akademik berbasis Web dilakukan dengan menggunakan Adobe® Dreamweaver®, MySQL, bahasa pemrograman PHP, Javascript, Jquery, dan HTML, serta Web Browser; 3) Sistem Informasi Akademik Berbasis Web di SMT Bojonegoro telah memenuhi kriteria pengujian sebagai sistem informasi akademik

    Rancang Bangun Robot Manual Penata Joss Stick Pot, Candle Base, Dan Joss Stick Menggunakan Mikrokontroler Dengan Koneksi Joystick Menggunakan Kabel Db 25

    No full text
    ABSTRAK   Yusman Burhanudin Eka., 2011. Rancang Bangun Robot Manual Penata Joss Stick Pot, Candle Base, Dan Joss Stick Menggunakan Mikrokontroler Dengan Koneksi Joystick Menggunakan Kabel Db 25. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I Harits Ar Rosyid, S.T., M.T  (II Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom   Kata kunci: Joss Stick, Candle Base, Joss Stick Pot, Rule Kri 2011, Kabel Db 25 Dalam kontes Robot Indonesia dengan tema Robot perangkai bunga persahabatan diharuskan membangun dan robot dengan tugas yang  berbeda-beda 1 robot manual untuk menata Joss Stick Pot, Candle Base, dan Joss Stick dan 2 robot lain adalah robot otomatis untuk menata bunga persahabatan serta meletakkan pada permukaan sungai. Robot manual dibangun dengan kontrol penuh dari seseorang driver dalam melaksanakan tugas-tugasnya, joystick dibangun dengan interaksi untuk mengisi robot dan tombol-tombol yang sediakan untuk tugas meletakkan maju, mundur, dan menurun mengambil, dan membawa Joss Stick Pot, Candle Base, dan Joss Stick. Semua gerakan robot digerakan oleh motor-motor yang dikendalikan oleh mikrokontroler AVR ATMEGA 32 menterjemahkan sinyal-sinyal interaksi yang dialirkan dari Joystick melalui kabel DB 25

    PENSTABIL TEGANGAN DC PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN DENGAN METODE CONVERTER PUSH-PULL

    No full text
    ABSTRAK   Zuhri , Syaifudin. 2011. Penstabil Tegangan DC Pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin Dengan Metode Converter Push-Pull Tugas akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  Yuni Rahmawati, S.T, MT.   Kata kunci : Converter Puss-Pull, Regulator Peralatan penstabil yang mengandung rangkaian pembangkit pulsa, converter dan regulator. Dalam aplikasinya dapat di gunakan sebagai pengisian baterai yang akhirnya bisa di gunakan dalam peralatan yang membutuhkan tegangan DC dan mampu di gunakan sebagai energy alternatife untuk memenuhi kebutuhan peralatan rumah tangga di daerah-daerah yang belum ada persediaan listrik. Prinsip kerja penstabil di mulai dari sumber tegangan  DC dari generator yang di gerakkan oleh turbin. Permasalahan yang muncul dari pembangkit ini adalah kecepatan angin yang tidak menentu. Daya listrik yang dihasilkan generator juga tidak menentu. Tegangan yang di hasilkan oleh generator akan di hubungkan ke rangkaian converter untuk di step up menggunakan transformator. Sebelum tegangan dari generator masuk ke rangkaian converter, terlebih dahulu melewati mosfet yang di aktifkan oleh pembangkit pulsa melalui kaki gate untuk di kuatkan arusnya dari drain ke source. Transformator mengubah tegangan maksimal dari 15 volt ke 30 volt DC. Sedangkan untuk menjaga kestabilan tegangan pada proses pengisian baterai di perlukan regulator. Pada tugas akhir ini membahas mengenai bagaimana membuat pulse width modulation dengan IC TL494, Bagaimana membuat rangkaian penaik tegangan menggunakan metode converter push-pull, Bagaimana membuat rangkaian regulator supaya dapat digunakan dalam pengisian aki dan digunakan untuk menjalankan inverter. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diperoleh penstabilan tegangan 15 volt jika tegangan sebelum masuk regulator sebesar 16,5 volt. Tegangan keluaran penstabilan yang sebesar 13 volt mendekati tegangan yang diharapkan untuk melakukan pengisian baterai yaitu sebesar 12 volt. Simpulan dari perancangan ini adalah perencanaan Penstabil Tegangan DC Pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin Dengan Metode Converter Push-Pull ini yang berfungsi untuk membangkitkan tenaga listrik  dari generator yang di gerakan oleh angin. Tegangan keluaran dari generator ini belum stabil sehingga digunakan penaikan tegangan dan regulator untuk menstabilkan tegangan. IC LM 7815 digunakan sebagai regulator dengan penambahan transistor untuk penguatan arus

    KENTONGAN ELEKTRONIK BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN SMS

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawan, Andi. 2011. Kentongan Elektronik Berbasis Mikrokontroler dengan SMS. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D3 Teknik Elektronika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Drs. Wahyu Sakti G. I., M.Kom. (II) Ahmad Fahmi S.T., M.T.   Kata kunci: Mikrokontroler, SMS, PDU, Kentongan elektronik Sarana informasi bagi masyarakat semakin bertambah seiring bertambahnya waktu dan kemajuan teknologi. Dengan begitu sarana tradisional sudah mulai terpinggirkan. Seperti kentongan yang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya jangkauan suara yang sempit menyebabkan kentongan tidak menjadi alat komunikasi utama dalam dunia modern. Dikembangkannya kentongan pukul menjadi kentongan elektronik diharapkan efisien dalam menyebarluaskan informasi secara masal dan jangkauan suara menjadi luas. Pengontrolan menggunakan SMS untuk mempercepat dan mudah dalam penyampaian informasi. Pengembangan dari kentongan pukul menjadi kentongan elektronik berbasis mikrokontroler yang dapat dikendalikan secara langsung dengan menekan push button maupun jarak jauh menggunakan SMS. Dengan menggunakan SMS akan lebih efisien dalam menyebarluaskan informasi. Ketika dalam pengiriman SMS maka isi pesan tersebut akan diter-jemahkan terlebih dahulu ke dalam bentuk PDU. Dengan mengirim SMS yang sudah disuaikan PDU sebagai tanda kentongan (ken1, ken 2, ken 3, ken 4, ken 5, ken 6) ke HP server, kemudian pesan diteruskan ke mikrokontroler. Apabila perintah dapat diaktifkan, maka mikrokontroler akan memberikan instruksi ke HP server untuk mengirim pesan berupa SMS (ken1, ken 2, ken 3, ken 4, ken 5, ken 6) ke HP user TX/RX sebagai laporan bahwa perintah sudah dijalankan. Dengan demikian kentongan elektronik berbasis mikrokontroler dapat di-kendalikan secara langsung dengan push button maupun jarak jauh menggunakan SMS. Kentongan elektronik berbasis mikrokontroler berhasil dikendalikan handphone user dengan mengirim pesan SMS, pesan akan diterima oleh handphone server lalu akan diterjemahkan oleh mikrokontroler, jika pesan tersebut sesuai format yang telah dikehendaki maka mikrokontroler akan menjalankan sebuah intruksi untuk membunyikan buzzer dan mengirim balik pesan tersebut ke HP user penerima. Agar bunyi kentongan yang dihasilkan mirip dengan suara kentongan yang sesungguhnya, dengan menggunakan tambahan IC ISD 1420. Dengan penambahan rangkaian pengeras suara sehingga dapat diaplikasikan langsung kemasyarakat

    Rancang Bangun Penaik Tegangan Sebagai Catu Tegangan Pada Mobil Listrik

    No full text
    ABSTRAK   Misdianto, Juli. 2011. Rancang Bangun Penaik Tegangan Sebagai Catu Tegangan Pada Mobil Listrik. Tugas akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Sujito, S.T., M.T.   Kata Kunci: Penaik Tegangan, Catu Tegangan. Dalam dunia listrik suatu tegangan dapat diubah sesuai dengan kebutuhan dan kebutuhan tersebut tergantung dengan keperluan dari masing-masing penguna. Bagi para penguna listrik/konsumen masih harus diperlukan sutu alat pengatur tegangan dan arus supaya alat-alat yang digunakan tidak mengalami kerusakan yang diakibat over current dan over voltage, pada alat elektronik. Dengan adanya perkembangan teknologi saat ini diciptakan mobil yang hemat energi dan ramah lingkungan dengan menggunakan solar cell. Dengan menggunakan mobil ini maka akan mengurangi polusi udara dan dapat menghemat energi. Dan dalam hal peralatan tersebut masih memerlukan suatu peralatan pendukung yang dapat mengatur tegangan yang akan dialirkan kepada mekaniknya yaitu untuk memutarkan motor yang berfungsi sebagai penggerak roda-roda mobil bertenaga surya tersebut. Dalam hal ini yang digunakan adalah chooper DC-DC dan disebut juga dengan istilah kuadran 2 disebut DC chopper atau dikenal juga dengan istilah DC-DC konverter. Dari hasil pengujian dan pembahasan “ Rancang Bangun Penaik Tegangan Sebagai Catu Tegangan Pada Mobil Listrik.” Penaik Tegangan yang dapat dioperasikan dengan alat ini sebesar V =  12 Vdc s/d 13 Vdc dan f = 50 Hz, sedangkan tegangan yang dihasilkan setelah diubah sebesar 48 Vdc, sesuai dengan motor dc yang digunakan pada mobil listrik hemat energi. Alat ini juga dilengkapi dengan battery serta changernya sebagai penyimpan listrik yang digunakan sebagai cadangan ketika terjadi cuaca mendung

    Persepsi Guru TIK di Kabupaten Trenggalek Mengenai Program Sertifikasi Guru Sebagai Upaya Pengembangan Profesionalisme

    No full text
    ABSTRAK   Agustyasari, Ratna. 2011. Persepsi Guru TIK di Kabupaten Trenggalek Mengenai Program Sertifikasi Guru Sebagai Upaya Pengembangan Profesionalisme. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom., (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T.   Kata Kunci : persepsi, guru TIK, sertifikasi guru, pengembangan profesionalisme Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru yang telah memenuhi standar kompetensi guru. Persepsi guru terhadap pelaksanaan sertifikasi guru merupakan salah satu hal yang berpengaruh terhadap keberhasilan tujuan dari pelaksanaan sertifikasi, salah satunya adalah peningkatan profesionalisme. Guru TIK di Kabupaten Trenggalek merupakan tenaga pendidik yang mengajar pada bidang ilmu TIK walaupun bukan dari lulusan pendidikan TIK atau bahkan berasal dari orang nonkependidikan. Telah ada guru yang mengikuti sertifikasi namun bukan dalam bidang TIK, sedangkan untuk guru TIK dari lulusan nonkependidikan belum ada yang mengikuti sertifikasi dikarenakan belum terpenuhinya syarat masa kerja. Dari kondisi tersebut maka memungkinkan banyak persepsi yang berbeda-beda terhadap program sertifikasi. Penelitian ini membahas tentang bagaimanakah persepsi guru TIK di Kabupaten Trenggalek mengenai program sertifikasi guru sebagai upaya pengembangan profesionalisme. Subjek dalam penelitian ini yaitu Guru TIK di Kabupaten Trenggalek yang berjumlah 55 orang dari jumlah populasi 69 orang guru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Rancangan penelitian dalam penelitian ini yaitu desriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan software SPSS 17.0 for Windows. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Berdasarkan data yang diperoleh 27,3% guru TIK di Kabupaten Trenggalek sudah disertifikasi dan 72,7% belum disertifikasi; (2) Dalam hal variabel persepsi guru TIK di Kabupaten Trenggalek mengenai program sertifikasi guru sebagai upaya pengembangan profesionalisme termasuk dalam kualifikasi baik dengan persentase sebesar 52,73%; Terdapat beberapa persamaan karakteristik responden yang memberikan skor tertinggi dan skor terendah yaitu pada kelompok jenis kelamin laki-laki, usia 48-55 tahun, guru pada jenjang SMK, masa kerja >20 tahun, dan belum mengikuti sertifikasi; Tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan dalam kelompok jenis kelamin, keikutsertaan sertifikasi, masa kerja, usia, guru jenjang dan tipe asal sekolah; (3) Persepsi guru TIK terhadap subvariabel konsep dasar sertifikasi termasuk dalam kualifikasi sangat baik dengan persentase sebesar 61,82%; Karakteristik responden yang memberikan skor tertinggi dan terendah adalah sama persis di semua kelompok kriteria yaitu jenis kelamin laki-laki, usia 48-55 tahun, guru pada jenjang SMP, masa kerja >20 tahun, belum mengikuti sertifikasi dan berasal dari sekolah RSBI; Tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan dalam kelompok jenis kelamin, keikutsertaan sertifikasi, masa kerja, usia, guru jenjang dan tipe asal sekolah; (4) Persepsi guru TIK terhadap subvariabel pelaksanaan sertifikasi termasuk dalam kualifikasi baik dengan persentase sebesar 74,55%; Terdapat beberapa persamaan karakteristik responden yang memberikan skor tertinggi dan skor terendah yaitu pada kelompok jenis kelamin laki-laki, usia 24-31 dan 40-47 tahun, guru pada jenjang SMP, masa kerja ≤5 tahun, belum mengikuti sertifikasi dan dari sekolah RSBI; Tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan dalam kelompok jenis kelamin, keikutsertaan sertifikasi, masa kerja, usia, dan guru jenjang kecuali pada kelompok tipe asal sekolah ditemukan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok sekolah SSN dan RSBI; (5) Persepsi guru TIK terhadap subvariabel pengembangan profesionalisme melalui program sertifikasi persentase termasuk dalam kualifikasi baik dengan persentase sebesar 67,27%; Terdapat satu persamaan karakteristik responden yang memberikan skor tertinggi dan terendah yaitu pada kelompok jenis kelamin laki-laki; Tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan dalam kelompok jenis kelamin, keikutsertaan sertifikasi, masa kerja, usia, guru jenjang dan tipe asal sekolah. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh saran yang dapat diberikan yaitu: (1) Bagi lembaga penyelenggara sertifikasi untuk menambah lagi sosialisasi sertifikasi dalam bidang pelaksanaan sertifikasi dan pengembangan profesionalisme melalui program sertifikasi; (2) Bagi Kepala Sekolah untuk senantiasa mendorong, memotivasi dan memfasilitasi para guru untuk mendapatkan peluang mengikuti sertifikasi; (3) Bagi Guru TIK di Kabupaten Trenggalek untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri dalam proses belajar mengajar dan mengikuti perkembangan informasi mengenai sertifikasi; (4) Penelitian selanjutnya untuk menggunakan rancangan penelitian kualitatif agar persepsi guru terhadap sertifikasi bisa diuraikan lebih jelas dan mendalam

    Sistem Otomatisasi Perlengkapan Rumah Tinggal berbasis PLC

    No full text
    ABSTRAK   Puji Pramono ,Benny Eko. 2011. Sistem Otomatisasi Perlengkapan Rumah Tinggal berbasis PLC. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.P.d. dan Drs. Puger Honggowiyono P., M.T.   Kata Kunci: Rumah tinggal, otomatis, kendali PLC. Dewasa ini diketahui perlengkapan pada rumah tinggal pada umumnya masih banyak yang diaktifkan secara manual. Seperti untuk membuka dan menutup pintu gerbang dilakukan dengan mendorong pintu tersebut dengan tangan. Selain itu pengisian air pada tandon yang sering tumpah karena kelalaian pemilik rumah yang lupa tidak mematikan pompa air. Walaupun sudah ada otomatisasi tetapi sifatnya masih manual misalnya menggunakan pelampung saja. Kemudian untuk menyalakan dan memadamkan lampu pada penerangan luar ruangan juga sering lupa melaksanakan tepat waktu akibatnya penggunaan energi listrik tidak optimal. Perlengkapan pada rumah tinggal yang diaktifkan secara manual ini membutuhkan tenaga dan waktu yang sebenarnya dapat dihemat dengan sebuah peralatan elektronik yang otomatis yaitu dengan menggunakan PLC. PLC merupakan salah satu alat otomatis yang biasa digunakan sebagai alat pengendali. Untuk mengatasi masalah pada perlengkapan rumah tinggal seperti lampu penerangan luar ruangan, pompa air, dan pintu gerbang yang masih diaktifkan secara manual, salah satu solusinya adalah dengan sistem otomatisasi perlengkapan rumah tinggal berbasis PLC. Rumah dengan sistem otomatisasi perlengkapan rumah tinggal ini berguna untuk mengontrol penerangan luar ruangan secara otomatis sesuai tingkat kegelapan, level tandon air dan buka tutup pintu gerbang secara otomatis. Keseluruhan dari sistem otomatisasi perlengkapan rumah tinggal ini dikendalikan oleh PLC. Dalam sistem otomatisasi perlengkapan rumah tinggal berbasis PLC terdapat tiga sumber tegangan, yaitu 24 VDC untuk kontak input PLC dan input pada sensor photodioda, 12 VDC untuk input LDR dan 220 VAC untuk output dari relay. Jika PB 1 diaktifkan maka sistem RUN, jika PB 2  diaktifkan maka berfungsi untuk mematikan sistem RUN. Jika Sensor 1 / Sensor 2  aktif maka akan mengaktifkan output PUTAR 1. Selain itu juga jika Limit Switch 1  aktif akan mematikan output PUTAR 1. Jika Sensor 3  aktif akan mengaktifkan output PUTAR 2. Selain itu juga jika Limit Switch 2 aktif maka akan mematikan output PUTAR 2. Jika Sensor 4  aktif maka akan mengaktifkan dan mematikan LAMPU. Jika Limit Switch 3 aktif maka akan berfungsi untuk mengaktifkan POMPA

    Tas berpanel surya untuk penyedia energi gedget

    No full text
    ABSTRAK   Ponsel, kamera digital maupun ipod sering di jumpai dimasyarakat baik yang di desa maupun di perkotaan pada umumnya gedget yang dipakai mempunyai keterbatasan dalam daya yang digunakan sehingga diperlukan sarana untuk dapat mengisi ulang baterai gedget itu. Pembuatan prototipe tas berpanel surya untuk penyedia energi berfungsi sebagai energi alternatif. Pengisian energi didasarkan pada saat energi pada ponsel, kamera digital maupun ipod habis sehingga energi perlu diisi kembali sehingga aktivitas dapat terus berlangsung. Pada tas berpanel surya penggunaan panel surya yang dipasang di sisi-sisi tas berfungsi mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik .Energi listrik yang dihasilkan panel surya kemudian di distribusikan ke regulator didalam regulator energi di stabilkan dan di simpan di dalam baterai sehingga energi yang telah disimpan dan distabilkan dapat didistribusikan langsung untuk mengisi melalui soket output. Spesifikasi yang terdapat pada tas berpanel surya antara lain: (a) solar sel dengan tegangan output 5,5 volt arus sebesar 150mAh, (b) regulator dc adapter dengan input tegangan 5,5 volt dan output tegangan sebesar 5,5 volt dengan arus 150mAhdan (c) baterai li-ion dengan tegangan 3,7 volt dan arus sebesar 1500mAh. Pengisian baterai sementara dapat dilakukan dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00 dengan kondisi cuaca cerah. Pada cuaca mendung dan hujan, pasokan daya dari panel menurun 50% . Dalam mengisi ponsel,kamera digital atau ipod tetapi di butuhkan waktu yang lama karena arus yang di hasilkan dari baterai sementara sangatlah kecil, dan tidak bisa mengisi baterai handphone sampai penuh. Saran dari tugas akhir ini adalah Menambah kapasitas panel surya yang lebih besar agar pengisian lebih cepat dan menyempurnakan desain tas untuk dapat diterima di masyarakat luas

    Alat Peraga Tentang Sistem Instalasi Mesin Pendingin Kulkas Satu Pintu

    No full text
    ABSTRAK   Wijaya, Sony. 2011. Alat Peraga Tentang Sistem Instalasi Mesin Pendingin Kulkas Satu Pintu. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Puger Honggowiyono P.,M.T. (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd.   Kata Kunci: Instalasi Kulkas, Sistem Pendingin, Alat Peraga, Akrillik   Lemari es atau kulkas adalah alat pendingin bahan makanan. Dalam pendinginan tersebut dapat langsung mendinginkan suatu bahan makanan karena terdapat sistem instalasi kelistrikan di dalam kulkas tersebut, untuk menghasilkan sebuah pengoperasian pendinginan dengan tepat dan stabil suhu didalamnya. Alat peraga mesin pendingin kulkas satu pintu dimaksudkan sebagai modul pembelajaran bagi para siswa maupun tukang reparasi yang ingin mengetahui tentang instalasi pada kulkas ,terutama kulkas satu pintu. Tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat alat peraga dari bahan kulkas yang dirakit ulang, untuk : (a) menjelaskan desain sistem instalasi kelistrikan pada kulkas satu pintu, (b) menjelaskan  cara pengoperasian  mesin pendingin kulkas satu pintu, dan (c) menjelaskan hasil pengujian suhu dan cara perawatan  pada kulkas satu pintu . Perancangan tugas akhir ini membahas tentang alat peraga tentang sistem instalasi mesin pendingin kulkas satu pintu khususnya dalam matakuliah perawatan dan perbaikan, sebagai alat bantu pembelajaran untuk menciptakan proses belajar yang efektif. Sebab dengan adanya alat peraga ini bahan pembelajaran dapat lebih mudah dipahamai oleh para siswa maupun masyarakat yang ingin belajar tentang sistem pendingin dan pengoperasian serta perawatan pada kulkas. Alat peraga dipergunakan dengan tujuan membantu guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien. Metode dan hasil dalam tugas akhir ini adalah  mesin kulkas bekas utuh dibongkar dan dirakit ulang, pada dinding-dinding kulkas di ganti dengan bahan akrillik yang transparan agar terlihat bagian dalam dari kulkas, yaitu komponen-komponen yang terdapat di dalam kulkas  sehingga para siswa, guru, dan masyarakat bisa mengetahui tentang proses atau desain alur terjadinya pendinginan dalam kulkas yang terdapat komponen utama seperti kompressor, kondensor, pipa kapiler, evaporator dll. Dalam proses pendinginan tersebut terjadi siklus refrigerasi, yaitu dimulai dari kompressor sebagai pengggerak utama yang memberi tekanan menuju kondensor,  setelah itu disaring oleh filter sebelum menuju evaporator .Dan pada evaporator inilah pusat pendinginan terjadi dan setelah itu kembali pada kompressor lagi, siklus ini berjalan terus menerus. Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan dari pembuatan alat peraga mesin pendingin kulkas satu pintu ini yaitu: (a) bagaimana mengetahui desain sistem instalasi pada kulkas satu pintu, (b) bagaimana cara pengoperasian mesin pendingin kulkas satu pintu , dan (c) pengujian suhu dan cara melakukan perawatan pada kulkas satu pintu.

    EVALUASI INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG D7 FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK     Afransani, Fahmi. 2011. Evaluasi Instalasi Listrik Pada Gedung D7 Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang . Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T., (II) Drs. Sujono, M.T.   Kata Kunci: gedung D7 FS UM, instalasi listrik, evaluasi, rancangan, PUIL 2000.               Evaluasi instalasi listrik terhadap suatu bangunan merupakan suatu hal yang perlu dilakukan agar kualitas instalasi listrik tetap terjaga keandalannya pada setiap bangunan. Fungsi instalasi listrik adalah sebagai penyalur energi listrik dari pembangkit tenaga listrik hingga penggunaannya pada bangunan-bangunan seperti gedung, industri, dan rumah baik berupa beban penerangan maupun beban tenaga. Gedung D7 pada Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang merupakan gedung yang baru di bangun pada tahun 2008 sebagai gedung multi fungsi. Semestinya gedung D7 ini harus memiliki sistem penerangan serta instalasi listrik yang baik yang disesuaikan dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 dan peraturan instalasi listrik lainnya agar kontinyuitas penyaluran energi listrik tetap dalam keadaan optimal. Namun pada kenyataannya, masih banyak titik lampu yang belum difungsikan sebagaimana mestinya serta penempatan titik-titik stop kontak dan lampu yang belum sesuai dengan aturan yang ada sehingga membingungkan penggunanya serta adanya saklar pengendali lampu yang tidak satu ruangan oleh lampu tersebut. Oleh karena itu perlu diadakannya evaluasi terhadap instalasi listrik pada gedung D7 serta perancangan ulang dari hasil evaluasi yang disesuaikan dengan peraturan instalasi listrik yang berlaku di Indonesia yaitu Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 serta peraturan instalasi listrik pendukung lainnya.             Instalasi listrik yang terselenggara dengan baik akan berdampak positif diantaranya terhadap adanya penjaminan keselamatan manusia dari bahaya kejut listrik, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya, keamanan gedung beserta isinya dari bahaya kebakaran yang dapat diakibatkan oleh listrik, dan pada perlindungan lingkungan. Evaluasi terhadap instalasi listrik harus di uji dan diperiksa sebelum diperiksa dan setelah mengalami perubahan penting untuk membuktikan bahwa pekerjaan pemasangan telah dilaksanakan sebagaimana mestinya sesuai dengan PUIL 2000 atau standar lain yang berlaku.             Perancangan instalasi listrik disesuaikan dengan hasil dari evaluasi mengenai instalasi penerangan yang meliputi perancangan jumlah titik cahaya dan perancangan sirkit akhir. Perancangan jumlah titik cahaya bergantung pada fungsi ruangan yang akan menentukan besarnya intensitas penerangan yang dibutuhkan pada tiap-tiap ruangan serta perancangan instalasi tenaga yang meliputi pemilihan penampang penghantar dan arus pengenal gawai proteksi. Pemilihan gawai proteksi disesuaikan dengan penampang penghantar yang digunakan. Pembagian beban terhadap tiap-tiap fasa menentukan keseimbangan terhadap tiap-tiap fasa trersebut. Perancangan sistem pentanahan dilakukan sesuai dengan hasil evaluasi yaitu kurang dari 5Ω . Hasil evaluasi serta perancangan ulang gedung D7 Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang diharapkan mampu meningkatkan keamanan serta keandalan daripada instalasi listrik gedung tersebut.

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇