Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    PROTOTYPE PLT ANGIN MENGGUNAKAN KINCIR ANGIN VERTIKAL TIPE SAVONIUS

    No full text
    ABSTRAK   Sulistyono, Muhammad Hany. 2011. Prototype PLT Angin Menggunakan Kincir Angin Vertikal Tipe Savonious.Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) M Rodhi Faiz, S.T.,M.T., (2) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T, M.Pd.   Kata kunci: PLT Angin, Kincir Angin Vertikal, Savonious, Generator Axial   Energi fosil yang ketersediaanya semakin lama semakin menipis menjadikan manusia harus berfikir keras untuk mencari alternatif sumber energi lain. Diantara sumber energi alternatif yang banyak tersedia di alam secara melimpah yaitu energi sinar matahari, panas bumi, aliran sungai, energi gerak angin dan lain sebagainya. Dalam Prototype PLT angin yang dibuat ini merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan energi yang tersedia melimpah di alam yaitu energi gerak angin. Tujuan dari pembuatan alat ini yaitu: (1). merencanakan prototype pembangkit listrik tenaga angin menggunakan kincir angin vertikal tipe Savonius. (2) membuat prototype pembangkit listrik tenaga angin menggunakan kincir angin vertikal tipe Savonius. (3) menguji konversi energi kinetik angin pada prototype pembangkit listrik tenaga angin menggunakan kincir angin vertikal tipe Savonius. Metode desain dan perencanaan meliputi: (1). desain perencanaan pembuatan kincir angin vertikal tipe Savonius, (2). desain perencanaan pembuatan generator axial 3 fasa, (2) desain perencanaan pembuatan rangkaian penyearah tegangan tiga fasa, (4). pemilihan media penyimpanan daya Berdasarkan pengujian dan analisis pada masing-masing komponen utama dapat ditarik kesimpulan (a). untuk mulai berputar kincir memerlukan terpaan angin dengan kecepatan 1,67 m/s pada kondisi tanpa beban generator dan kecepatan 2,23 m/s pada kondisi dibebani generator, semakin tinggi kecepatan angin maka rpm kincir dan generator juga semakin tinggi, (b). besar rpm generator kurang lebih sama dengan dua kali rpm kincir, (c). pada rpm 300 output tegangan generator besarnya 17,7 volt hal ini menunjukkan output tegangan kurang sesuai dengan rancangan, hal ini kemungkinan pertama karena penyebaran fluksi magnet yang kurang merata pada setiap kutubnya mengingat bentuk dari magnet yang kurang sempurna, kemungkinan kedua kurang telitinya pembuat dalam menghitung banyaknya lilitan pada setiap kumparan, kemungkinan ketiga kurang teliti dalam pengujian alat, (d). Kecepatan angin yang berubah-ubah menjadikan rpm kincir dan generator juga berubah-ubah, sehingga tegangan output generator juga berubah-ubah, (e). untuk rpm 300 generator menghasilkan output arus sebesar 65 mA hal ini menunjukkan output arus dari generator masih sangat kecil untuk dibebani. Dalam percobaan dihubungkan dengan beban, generator hanya mampu menyuplai beban 20 lampu led saja, dan untuk megisi baterai aki butuh waktu yang sangat lama.

    Perancangan Prototipe Elevator Empat Tingkat Dua Sangkar Berbasis PLC

    No full text
    ABSTRAK   Yuwono,Sigit Teguh. 2011. Perancangan Prototipe Elevator Empat Tingkat Dua Ruang Berbasis PLC.Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.P.d. dan Aripriharta, S.T.   Kata Kunci: Elevator,PLC,Motor Dewasaini teknologi dengan mempergunakan sistem konvesional sudahbanyak digantikan oleh teknologi yang lebih canggih dan fleksibel, dan mempunyai fungsi yang sama. Hal ini sejalan dengan tututan jaman yang menginginkan berbagai macam kemudahan. Suatu contoh pengunaan tangga konvensional dalamsuatubangunanbertingkat, terlebihuntukbangunan yang memelikilebihdariempatlantaidirasa sangat kurang efisien. Untuk memecahkan masalah ini maka dibutuhkan sebuah elevator yang mengunakan teknologi kendali denganmengunakan motor sebagai pengeraknya. Padapermulaan pengoperasiandenganmenekantombolstart yang mengakibatkan menyalanya seven segment(penanda ruang berada) dan menyalanya lampu indicator run (menandakansistem ON)pada panel kontrol. Sebagaicontohkerja, apabila penumpang beradapa dalantai satuingin menujulantaitigasedangkanruang elevator berada pada lantai empat atau lantai paling atas, makasikluskerjadarisistemtersebutadalah sebagai berikut: tahappertama yang dilakukan denganmenekantombolpanggilruangelevatorberadapada lantai 1 untukmengaktifkan internal relay, sehingga motor sebagai pengerakruangelevator yang beradapa dalantai empatakan turunmenujukelantaisatu. Setelah sampai pada lantai tiga ruangelevator menyentuh limit switchsehingga menghentikan motor pengerak ruang setelah lima detik akan mengakfitkan motor pembuka pintu dan pintu akan berhenti setelah menyentuh LS buka pintu dan akan menutup kembali setelah sepuluh detik selanjutnya pintu akan menutup dan akan berhenti setelah menyuntuh LS tutup pintu. Berdasarkan hasil pembahasandapatdiambilkesimpulanpada perancangan prototipe elevator empat tingkat dua ruang berbasis PLC, tahap perancaan dilakukan dengan mendesain bentuk alat yang akan dibuat, mulai dari besarnya dimensi prototipe elevator, penempatan sensor, limit swicth, sampai pada penentuan ukuran ruang yang dibuat. Setelah itu dilakukan penggadaan komponen dan menentukan sistem kerja pada sistem yang dibuat

    MESIN PEMERAS TEBU DENGAN SISTEM KONTROL MEMNGGUNAKAN SENSOR TEKANAN

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawan, Made Agung. 2011. Mesin Pemeras Tebu Dengan Sistem Kontrol Menggunakan Sensor tekanan. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto (II) Sujito,S.T., M.T   Kata Kunci: Pemeras Tebu, Sistem Kontrol, Sensor Tekanan, Inverter.   Mesin pemeras tebu pada umumnya mempunyai roll pemeras yang didesain permanen dan kecepatan motor yang stabil, maka dalam tugas akhir ini dibuat mesin pemeras tebu dengan otomatisasi jarak antar roll pemeras yang fleksibel dan kecepatan motor dapat berubah. Tujuan dari mesin pemeras tebu ini yaitu: (1) merancang mesin pemeras tebu dengan sistem kontrol menggunakan sensor tekanan, (2) merakit mesin pemeras tebu dengan sistem kontrol menggunakan sensor tekanan, dan (3) mengetahui hasil kinerja sistem kontrol pada mesin pemeras tebu dengan sistem kontrol menggunakan sensor tekanan. Perancangan mesin pemeras tebu dengan sistem kontrol menggunakan sensor tekanan meliputi perancangan mesin pemeras tebu dan perancangan sistem kontrol. Perancangan sistem kontrol meliputi perancangan rangkaian kontrol,  rangkaian sensor tekanan, dan rangkaian inverter. Perancangan mesin pemeras tebu dengan sistem kontrol menggunakan sensor tekanan memerlukan roll pemeras, accumulator, silinder pneumatik, sensor tekanan, motor listrik AC. Untuk perakitan hal pertama yang dilakukan yaitu perakitan mesin pemeras tebu kemudian perakitan sistem kontrol mesin pemeras tebu. Hasil  kinerja mesin pemeras tebu dengan sistem kontrol menggunakan sensor tekanan sudah dapat bekerja dengan baik. Hasil dari pengujian mesin pemeras tebu dengan sistem kontrol meng-gunakan sensor tekanan yaitu sensor tekanan menghasilkan tegangan 2,6 – 5 VDC, inverter menghasilkan frekuensi 26 Hz – 50 Hz dan kecepatan putar motor 1528 – 2820 RPM, dan 1 tebu yang berukuran 30 cm menghasilkan sari tebu 15 cc.

    Pembuatan alat peraga pembelajaran untuk mengidentifikasi perangkat sistem dan perbaikan perangkat sistem almari pendingin

    No full text
    ABSTRAK   Styandi, Ovim Rianja. 2011. Pembuatan Alat Peraga Pembelajaran Untuk Mengidentifikasi Perangkat Sistem Dan Perbaikan Perangkat Sistem Almari Pendingin. Dalam Matakuliah Perawatan dan Perbaikan, Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs.Setiadi C.P.,M.Pd.,M.T.  (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T.,M.Pd.   Kata kunci: perangkat sistem, almari pendingin, alat peraga peembelajaran.   Almari pendingin telah menjadi bagian dari kebutuhan yang cukup vital dalam kehidupan rumah tangga. Dengan demikan, tidak heran jika almari pendingin mengalami perkembangan yang cukup pesat pada waktu sekarang, terutama dari segi desain dan teknologinya. Alat peraga almari pendingin dimaksudkan sebagai modul pembelajaran bagi para siswa maupun tukang reparasi yang ingin membuka usaha servis alat elektronik rumah tangga khusunya perbaikan perangkat sistem lemari pendingin. Perancangan proyek akhir ini membahas tentang alat peraga tentang perangkat sistem dan perbaikan perangkat sistem dari almari pendingin dalam mata kuliah perawatan dan perbaikan, sebagai alat bantu pembelajaran untuk menciptakan proses belajar yang efektif. Sebab dengan adanya alat peraga ini bahan pembelajaran dapat lebih mudah dipahamai oleh para mahasiswa maupun masyarakat yang ingin belajar tentang perbaikan perangkat almari pendingin dan alat peraga dipergunakan dengan tujuan membantu guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien. Dalam alat peraga ini almari pendingin utuh dibongkar agar terlihat perangkat-perangkat sistem yang terdapat didalamnya, sehingga para mahasiswa, dosen, serta masyarakat bisa melihat isi dari almari pendingin tersebut dan dapat mengidentifikasi perangkat-perangkat sistem yang ada di dalamnya. Adapun beberapa macam kerusakan dan permasalahan yang biasa terjadi pada perangkat sistem almari pendingin, serta bagai mana cara mengatasi kerusakan tersebut. Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan dari pembuatan alat peraga almari pendingin yaitu: (1) identifikasi perangkat sistem yang terdapat di dalam almari pendingin satu pintu, (2) cara melakukan perbaikan pada perangkat sistem lemari pendingin, dan (3) cara pengujian hasil perbaikan dari perangkat sistem almari pendingin satu pintu.  

    EVALUASI INSTALASI LISTRIK GEDUNG D8 FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Andrian,Achmad Zulva.2011.Evaluasi Instalasi Listrik Pada Gedung D8 Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.Tugas Akhir, JurusanTeknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbi ng :(I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T,(II) Yuni Rahmawati S.T, M.T   Kata Kunci: Evaluasi,instalasi listrik ,rancangan, PUIL 2000. Evaluasi instalasi listrik terhadap suatu bangunan adalah hal yang perlu dilakukan agar kualitas dari instalasi listrik tersebut tetap terjaga kondisi dan keandalannya. Energi listrik adalah hal utama dalam menunjang berbagai aktifitas yang di lakukan dalam bangunan tersebut. Dan instalasi listrik adalah sebagai perantara dari energi listrik sampai kepada konsumen. Instalasi listrik merupakan kebutuhan dalam penggunaan bangunan. Berbagai fungsi dari instalasi listrik tersebut sebagai penyaluran energi listrik pada titik beban seperti beban penerangan, beban peralatan listrik, hingga beban motor listrik. Sebagai contoh instalasi penerangan yang berpengaruh pada aktivitas pekerjaan seperti menulis, membaca dan lain lain. Instalasi penerangan yang baik adalah instalasi penerangan yang memperhitungkan segala sesuatu yang berhubungan dengan efektifitas kerja agar mendapatkan hasil yang optimal. Maka dari itu Persyaratan Umum Instalasi Listrik(PUIL) membuat tingkat iluminasi yang berbeda sesuai dengan fungsi daripada ruangannya masing-masing. Instalasi listrik yang terselenggara dengan baik akan berdampak positif terhadap adanya penjaminan keselamatan manusia dari bahaya kejut listrik, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya, keamanan gedung beserta isinya dari bahaya kebakaran yang dapat diakibatkan oleh listrik, dan pada perlindungan lingkungan. (PUIL 2000, 2000:1). Evaluasi yang dilakukan pada gedung D8 Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang adalah evaluasi instalasi penerangan dan instalasi tenaga. Evaluasi bertujuan mendapatkan hasil kondisi nyata di lapangan yang di sesuaikan dengan standar PUIL 2000 dan peraturan yang berlaku dan juga mengetahui kondisi instalasi listrik apakah sudah baik atau belum. Setelah mendapatkan hasilnya maka akan merancang ulang ruangan yang belum sesuai dengan aturan. Evaluasi penerangan meliputi jumlah titik cahaya, intensitas cahaya. Untuk instalasi tenaga yaitu perhitungan dari stop kontak dan AC. Selain itu evaluasi ini juga mengamati penempatan yang belum sesuai dari perangkat atau komponen dari instalasi listrik, seperti penempatan stop kontak, saklar, dan panel. Untuk perencanan ini ada beberapa hal yang mempengaruhi ketika akan menentukan titik lampu dan juga intensitas cahaya, yaitu luas ruangan, warna dinding, warna lantai, dan lain lain. Penerangan dalam kategori sangat baik yaitu 1000 lux untuk  ruang kerja, 500 lux untuk ruang kuliah dan 250 lux untuk penerangan setempat dan fasilitas umum seperti toilet dan tangga. Dalam kondisi yang ada di lapangan di dapatkan hasil intensitas penerangan yang belum sesuai kategori, penempatan sakelar dan stop kontak yang kurang dari 1,5 meter. Dengan adanya evaluasi ini di harapkan dapat membantu dalam merancang instalasi listrik

    Evaluasi Automatic Voltage Regulator pada Generator Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Kelurahan Temas Kota BAtu

    No full text
    ABSTRAK  Lesmana, Jajang Candra. 2011. Evaluasi Automatic Voltage Regulator pada Generator  sebagai Pembangkit  Listrik Tenaga Mikrohidro di Kelurahan Temas Kota Batu. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. dan Ahmad Fahmi, ST., M.T.               Kata Kunci: generator sinkron, AVR, mikrohidro, brush exitation.             Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) yang terdapat di Kelurahan Temas, Kota Batu. PLTMh tersebut merupakan suatu pembangkit yang perlu di kembangkan, sehingga pembangkit yang sudah ada dapat  difungsikan secara optimal, dimana daya keluaran yang dihasilkan sekitar 4,43 kW dengan kapasitas total generator 10 kW.Penulis akan membahas tentang  studi evaluasi terhadap generator PLTMh  di Kelurahan Temas, Kota Batu dan perencanaan Automatic Voltage Regulator (AVR) pada generator sinkron yang difungsikan sebagai alat pengatur pada sistem penguatan kutub generator tipe Brush Exitation menggunakan sikat-sikat sebagai penghubung dengan slipring pada rotor.Dari hasil pengujian terhadap generator tanpa beban, diketahui daya keluaran generator menunjukkan bahwa jumlah putaran generator pada saat mencapai 1500 rpm menghasilkan tegangan keluaran 230 Volt, dimana hal tersebut sudah sesuai dengan data nameplate pada generator. Sedangkan pada pengujian berbeban baik pada saat frekuensi tetap maupun tegangan tetap menunjukkan penurunan  keluaran generator pada setiap kenaikkan beban yang mengakibatkan generator menjadi berputar pelan dan berat, beban yang digunakan mencapai 935 Volt.Dalam pengevaluasian ini, dirancang sebuah Automatic Voltage Regulator (AVR) yang berfungsi untuk memberikan arus eksitasi pada penguatan kutub jenis Brush Exitation yang dihubungkan ke slipring rotor dengan menggunakan sikat-sikat arang. Dimana AVR mampu menghasilkan tegangan keluaran VDC maksimal 60,65 Volt pada saat tegangan input mencapai 150-165 Volt dengan kondisi potensiometer pengatur tegangan input AVR menunjukkan posisi setegah terbuka, apabila potensiometer terbuka penuh maka keluaran AVR mencapai 75,23 VDC. Dan pada saat input > 220 Volt maka tegangan output AVR akan turun hingga mencapai 23 VDC

    Studi Setting Rele Proteksi Terhadap Gangguan Arus Hubung Singkat 3 Fasa Pada Generator PT. YTL Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAK Efendi, Moch. 2011. Studi Setting Rele Proteksi Terhadap Gangguan Arus Hubung Singkat 3 Fasa Pada Generator PT. YTL Jawa Timur. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sujono, M.T,  (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Kata kunci: generator, arus gangguan, rele proteksi, EDSA 2005.PLTU Paiton unit 5 dan 6 merupakan pembangkit yang mensuplai energi listrik di Jawa-Bali sebesar 1220 MW. Guna menjaga kontinyuitas suplai energi, maka keandalan generator harus dijaga dari berbagai jenis gangguan. Di PLTU Paiton unit 5 dan 6 sering terjadi gangguan hubung singkat pada lilitan stator. Hal ini bisa disebabkan oleh tegangan lebih ataupun beban yang menghilang mendadak.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui setting rele arus lebih terhadap arus hubung singkat yang terjadi pada lilitan stator.Untuk menentukan waktu kerja rele diperlukan perhitungan besar arus hubung singkat yang terjadi pada belitan stator dengan perhitungan manual serta perhitungan arus hubung singkat dengan menggunakan EDSA 2005. Setelah menentukan arus hubung singkat pada lilitan stator baru dapat menetukan waktu setting trip rele. Jadi hubungan gangguan hubung singkat 3 fasa adalah dalam menentukan waktu kerja rele untuk mencegah terjadinya gangguan.Hasil yang didapat berdasarkan analisa dan pembahasan yaitu dalam penyetelan kerja rele arus lebih tidak terdapat perbedaan dengan yang terpasang 1 Ampere, hal ini disebabkan karena pada tap penyetelan rele menggunakan data yang valid untuk perhitungan setting rele. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada pembahasan ini besar arus hubung singkat dengan perhitungan manual sebesar 72237,69 Ampere sedangkan perhitungan menggunakan EDSA 2005 sebesar 78171 Ampere dan setting rele arus lebih terdapat 0,94 Ampere dibulatkan menjadi 1 Ampere dengan setting waktu 2,86 detik dan dibulatkan menjadi 3 detik, sehingga apabila terjadi gangguan arus hubung singkat tiga fasa pada generator akan bekerja dengan waktu tunda 3 detik. Sistem pengaman generator tetap terkoordinasi dengan baik dan keandalan generator dalam menyupplai energi listrik tetap terjaga. Saran yang dapat digunakan untuk permasalahan ini adalah dengan melakukan pemeliharan dan pemeriksaan secara berkala terhadap rele arus lebih karena kalau seandainya rele tidak bekerja maka kita segera mengetahui dan segera memperbaikinya

    Pengaruh Penerapan Metode PBL Menggunakan Pendekatan Brain Storming Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X AK SMK Islam Batu Dalam Pemebelajaran KKPI Menggunakan Software Presentasi

    No full text
    ABSTRAK   Nidhom, Mursyidun A. 2011. Pengaruh Penerapan PBL (Project Based Learning) Menggunakan Pendekatan Brain Storming Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X AK SMK Islam Batu Dalam Pembelajaran KKPI Menggunakan Software Presentasi. Skripsi, Jurusan Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M. T, (II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T.   Kata kunci: Project Based Learning, Brain Storming, hasil belajar Model pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran  yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran KKPI seperti yang diamanahkan oleh kurikulum. Penelitian ini dilakukan di SMK Islam Kota Batu pada materi menggunakan software presentasi dengan menggunakan model PBL (Project Based Learning) dengan pendekatan  Brain Storming. Dengan kolaborasi antara PBL yang merupakan pembelajaran inovatif yang melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah, memberi peluang siswa bekerja secara kelompok dan puncaknya menghasilkan produk karya siswa yang bernilai serta pendekatan Brain Storming yang berfokus pada penggalian ide-ide kreatif, studi banding (pengamatan informasi-informasi dari berbagai sumber  yang dapat dipakai sebagai ide baru), siswa dihadapkan dalam pembelajaran yang lebih aktif, sehingga dengan diterapkannya model ini dapat meningkatkan hasil belajar KKPI. Selain itu kolaborasi antara PBL dan pendekatan Brain Storming  juga memberikan keleluasaan siswa untuk menggali ide-ide kreatif sebanyak-banyaknya tanpa harus takut salah, hal ini mendukung siswa berfikir inovatif dan kreatif dalam menyelesaikan suatu masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan PBL dengan pendekatan Brain Storming terhadap hasil belajar KKPI siswa kelompok eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan desain eksperimental yang menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan pola pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMK Islam Batu tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 153 siswa.Sampel yang digunakan adalah dua kelas yaitu X AK1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X AK2 sebagai kelompok kontrol, kelompok eksperimen adalah kelompok yang diajar dengan menggunakan model PBL pendekatan Brain Storming sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung demonstrasi. Instrumen yang digunakan adalah silabus, RPP, lembar angket, lembar afektif siswa, penilaian proyek, dan tes tulis. Uji hipotesis menggunakan uji t dan regresi linear sederhana. Hasil uji t menghasilkan nilai Sig (p) = 0,007 < 0,05, sehingga Ho ditolak. Jadi, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar KKPI antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil uji regresi linear sederhana diperoleh nilai Sig (p) = 0,001 < 0,05, sehingga Ho ditolak. Jadi, terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan PBL dengan pendekatan Brain Storming terhadap hasil belajar KKPI pada kelompok eksperimen yang pengaruhnya dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y = 27,883 + 0,863 X

    Hubungan Pemanfaatan Internet dan Ketersediaan Fasilitas Internet di Sekolah Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran TIK Siswa Kelas XI di SMA Negeri 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Perkembangan dan kemajuan teknologi internet telah dimanfaatkan dunia pendidikan dan pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran TIK. Pembelajaran TIK di sekolah yang menuntut penggunaan Internet sebagai sarana belajar dapat menjadikan salah satu cara untuk meningkatkan dampak positif penggunaan internet. Internet merupakan potensi yang sangat besar untuk mendukung hasil belajar siswa di sekolah jika dimafaatkan dengan baik. Kurikulum mata pelajaran TIK yang diterapkan di SMA Negeri 9 Malang menuntut tersedianya fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran TIK di sekolah.   Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengungkap hubungan Pemanfaatan Internet dan Hasil Belajar TIK; (2) Mengungkap hubungan Ketersediaan Fasilitas Internet di Sekolah dan Hasil Belajar TIK dan (3) Mengungkap tingkat hubungan antara Pemanfaatan Internet dan Ketersediaan Fasilitas Internet di Sekolah secara bersama dengan Hasil Belajar TIK.   Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional. Metode sampling yang dipakai adalah proporsional random sampling dengan responden 79 siswa. Analisis diperoleh dengan menggunakan teknik regresi linear ganda, yaitu untuk mengetahui besarnya hubungan Pemanfaatan Internet dan Ketersediaan Fasilitas Internet di Sekolah secara bersama dengan Hasil Belajar TIK. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS for Windows release 16.   Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Nilai koefisien korelasi parsial antara Pemanfaatan Internet dengan Hasil Belajar TIK yaitu Ry1 sebesar 0,376. Nilai koefisien korelasi parsial antara Ketersediaan Fasilitas Internet di Sekolah dengan Hasil Belajar TIK yaitu Ry2 sebesar 0,245. Besarnya nilai koefisien korelasi ganda 2 prekditor antara Pemanfaatan Internet dan Ketersediaan Fasilitas Internet di Sekolah dengan Hasil Belajar TIK yaitu R sebesar 0,422. Tingkat Pemanfaatan Internet dalam kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 71 responden (89,9%); Tingkat Ketersediaan Fasilitas Internet di Sekolah dalam kategori sangat tinggi sebanyak 78 responden (98,7%); Tingkat Hasil Belajar TIK dalam kategori sangat tinggi 47 responden (59,5%). Kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut: (1) Ada hubungan positif antara Pemanfaatan Internet dengan Hasil Belajar TIK dengan sig. = 0,000 < 0,05; (2) Ada hubungan positif antara Ketersediaan Fasilitas Internet di Sekolah dengan Hasil Belajar TIK dengan sig. = 0,015 < 0,05; (3) Ada hubungan positif dan signifikan antara Pemanfaatan Internet dan Ketersediaan Fasilitas Internet di Sekolah dengan Hasil Belajar TIK dengan sig. = 0,001 < 0,05

    EVALUASI INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG D5 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Prayujana, Dhanang. 2011. Evaluasi Instalasi Listrik Pada Gedung D5 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang . Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T, (II) Drs. Sujono, M.T.   Kata Kunci: gedung D5 FE UM, instalasi listrik, evaluasi, rancangan, PUIL 2000.      Biaya penggunaan beban listrik yang melonjak dan banyaknya kasus kebakaran yang diakibatkan oleh instalasi listrik yang kurang baik membuat kita harus lebih taat pada Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000. Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 dibuat sedemikian rupa guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang diakibatkan oleh instalasi kelistrikan. Evaluasi instalasi listrik terhadap suatu bangunan merupakan suatu hal yang perlu dilakukan agar kualitas instalasi listrik tetap terjaga keandalannya pada setiap bangunan. Evaluasi instalasi listrik sebuah bangunan merupakan sebuah pekerjaan yang membutuhkan akurasi yang tepat, hal tersebut diperlukan untuk mendapatkan efektifitas kinerja dari jaringan yang akan dievaluasi, dan mendapatkan efisiensi ekonomis. Pengevaluasian instalasi sebuah bangunan juga mempertimbangkan fungsi utama dari bangunan tersebut serta memperhitungkan kemungkinan adanya renovasi pada masa mendatang, sehingga instalasi jaringan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhannya.   Gedung D5 Universitas Negeri Malang merupakan gedung baru yang difungsikan sebagai gedung perkuliahan pada Fakultas Ekonomi. Dalam fungsi kesehariannya sebagai gedung perkuliahan, gedung ini tidak terlepas dari kebutuhan akan energi listrik khususnya instalasi listrik. Berangkat dari hal tersebut, gedung tersebut harus mempunyai sistem instalasi listrik yang baik yang sesuai dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 dikarenakan agar tercipta suasana yang nyaman, aman dan tenang sehingga memperlancar kegiatan administratif dan belajar - mengajar. Instalasi listrik yang terlaksana dengan baik akan berdampak positif diantaranya terhadap adanya penjaminan keselamatan manusia dari bahaya segala sesuatu yang berhubungan dengan listrik, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya, keamanan gedung beserta isinya dari bahaya kebakaran yang dapat diakibatkan oleh listrik, dan pada perlindungan lingkungan             Pengevaluasian terhadap instalasi listrik meliputi pengevaluasian jumlah titik cahaya yang disesuaikan dengan kebutuhan intensitas cahaya pada setiap ruangan dan pengevaluasian terhadap sirkit akhir yang terdiri dari pemilihan jenis penghantar dan gawai proteksi yang disesuaikan dengan beban. Pada pengevaluasian terhadap instalasi tenaga meliputi pengevaluasian sirkit akhir yang terdiri dari pemilihan jenis penghantar dan gawai proteksi yang juga disesuaikan dengan beban yang ada

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇