Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
334 research outputs found
Sort by
Pengendalian Putaran Motor 3 Fasa Sebagai Penggerak Elevator Menggunakan Inverter Altivar 12
ABSTRAK Khiriadi, Zaiki. 2012. Pengendalian Putaran Motor 3 Fasa Sebagai Penggerak Elevator Menggunakan Inverter Altivar 12. Program Studi D3 Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Aripriharta, S.T., M.T. Kata kunci: Elevator, Motor 3 Fasa, PLC, CX Programmer, Inverter Altivar 12. Dalam memudahkan aktifitas bekerja pada gedung bertingkat diperlukan teknologi yang mampu mengefisienkan waktu yaitu elevator. Alat ini menggunakan sistem kendali motor listrik 3 fasa sebagai penggeraknya. Kendali dari motor listrik 3 fasa menggunakan inverter altivar 12 untuk pengatur kecepatan motor sehingga tidak terjadi goncangan saat elevator akan berhenti. Motor 3 fasa sebagai penggerak elevator memiliki sumber tegangan 330/220V dari PLN, kapasitas daya motor 0,75 kW dan menggunakan arus maksimal 3,6/2,1 Ampere. Pengaturan dari kecepatan motor ini menggunakan inverter altivar 12, sumber tegangan 1 fasa dari PLN sebesar 200-230V dengan frekuensi 0 Hz sampai 50 Hz. Keluaran ke motor diubah menjadi tegangan 3 fasa menghasilkan frekuensi dan tegangan yang variable dimana frekuensi keluarannya mulai 0,1Hz sampai dengan 400Hz untuk mengatur putaran motor AC 3 fasa. Pengontrolan inverter altivar 12 di lakukan menggunakan PLC yang di simulasikan dengan ladder CX Programmer. Masukan dari PLC berupa tombol dan limit switch yang di proses pada memori PLC, kemudian keluaran dari PLC akan mengalirkan arus terhadap koil relay yang dapat dimanfaatkan sebagai sinyal masukan terhadap inverter altivar 12. Proses input-output di simulasikan menggunakan Cx Programmer dari program PLC. Dari perencanaan rangkaian diharapkan diperoleh pengembangan suatu rangkaian yang lebih sederhana dan mudah dipahami serta dapat di aplikasikan ke bentuk riil dari perencanaan elevator
Perencanaan Instalasi Penerangan Lantai II dan Instalasi Penangkal Petir Masjid Roudlotul Muttaqiin Desa Senggreng Kab. Malang.
ABSTRAK Yudha, Burhan Pratama. 2012. Perencanaan Instalasi Penerangan Lantai II dan Instalasi Penangkal Petir Masjid Roudlotul Muttaqiin Desa Senggreng Kab. Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (1) Drs. Puger Honggowiyono, M.T, (II) Drs. Dwi Prihanto, S.ST., M.Pd. Kata kunci : Perencanaan, instalasi penerangan, instalasi penangkal petir, PUIL 2000, SNI. Masjid Roudlotul Muttaqiin sebagai tempat untuk beribadah dan melakukan kegiatan lain seperti pengajian, rapat keagamaan dan lain-lain, menjadi sangat penting untuk dilakukan perencanaan instalasi penerangan dan instalasi penangkal petir. Instalasi penerangan yang baik adalah instalasi yang memperhitungkan segala sesuatu yang berhubungan dengan efektifitas kerja agar mendapatkan hasil yang optimal. Maka dari itu Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000) membuat tngkat iluminasi yang berbeda sesuai dengan fungsi daripada ruangannya masing-masing. Sesuai dengan fungsinya sebagai tempat ibadah, masjid merupakan tempat berkumpulnya orang banyak, oleh karena itu masjid harus mampu member perlindungan terutama terhadap bahaya petir. Dengan disain bangunan menara masjid yang tingginya mencapai 29 meter dan tingkat proteksi III sesuai SNI 03-7015-2004, maka diperlukan proteksi penangkal petir agar masjid tersebut tetap aman bagi pengunjung masjid dari bahaya petir. Perencanaan insatalasi penerangan pada Masjid Roudlotul Muttaqiin dilakukan agar kualitas dari instalasi tersebut tetap terjaga dan member kenyamanan bagi orang yang berada di dalam bangunan tersebut yang disesuaikan dengan PUIL 2000, meliputi perencanaan jumlah titik cahaya, sirkit akhir instalasi penerangan dan perkiraan biaya. Untuk perencanaan instalasi penerangan ini ada beberapa hal yang mempengaruhi ketika akan menentukan titik lampu dan juga intansitas cahaya, yaitu luas ruangan, warna dinding, warna lantai, dan lain-lain. Sedangkan pada perencanaan instalasi penangkal petir ini pada penggunaan sistem franklin dan metode sudut proteksi akan dihitung tingkat proteksi untuk menentukan sudut proteksi dan jarak radius proteksi. Hasil perencanaan instalasi penerangan lantai II diperoleh 38 titik penerangan, dengan menggunakan penghantar jenis NYA 1,5 dan 2,5 mm^2dengan 25 A pengaman pada sirkit akhir. Pada hasil perencanaan instalasi penangkal petir diperoleh sudut proteksi sebesar 35° dan jarak radius proteksi berdasarkan sudut proteksi sebesar 21,7 meter. Jumlah batang finial yang digunakan sebanyak satu buah yang ditempatkan pada menara masjid serta menggunakan dua hantaran turun dan dua elektroda pentanahan karena ketinggian menara diatas 10 meter
Perbedaan Kemandirian dan Hasil Belajar Siswa antara Model Pembelajaran PBL (Project Based Learning) dan STAD (Student Team Achievement Division) pada Siswa Kelas VIII SMP
ABSTRAK Noviandari, Vika. 2012. Perbedaan Kemandirian dan Hasil Belajar Siswa antara Model Pembelajaran PBL (Project Based Learning) dan STAD (Student Team Achievement Division) pada Siswa Kelas VIII SMP. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. (2). I Made Wirawan, S.T, S.S.T. Kata Kunci: PBL, STAD, kemandirian, hasil belajar. Sejak diterapkannya kurikulum berbasis kompetensi (KBK) pada tahun 2004, siswa didorong agar mampu berpikir secara kritis dan menyelesaikan masalah-masalah dalam pembelajaran tanpa banyak bantuan dari guru. Berdasarkan observasi di SMP Laboratorium UM pada pelajaran TIK kelas VIII diketahui bahwa metode yang digunakan adalah metode DI (Direct Instruction), Pembelajaran DI masih berpusat pada guru sehingga menyebabkan siswa menjadi kurang aktif selama pembelajaran. Siswa kelas VIII SMP Lab UM cenderung kurang memperhatikan penjelasan guru dan berbicara sendiri dengan temannya. Hal ini menyebabkan rendahnya jumlah siswa yang memenuhi SKM. Salah satu model pembelajaran yang mendorong siswa aktif berpikir yaitu PBL (Project Based Learning). Melalui proyek yang mereka kerjakan, siswa didorong untuk memperoleh pengetahuan yang lebih dalam, belajar mandiri serta dapat meningkatkan kemampuan dalam mengasah keterampilan memecahkan masalah. Model pembelajaran lain yang dapat membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran yaitu pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division). Dalam STAD, siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok tiap anggota saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP Laboratorium UM sedangkan sampelnya siswa kelas VIIIB sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIID sebagai kelas kontrol. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu model pembelajaran sedangkan variabel terikat yaitu kemandirian dan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran PBL memiliki hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang dibelajarkan dengan menggunakan model STAD. Tingkat kemandirian siswa setelah perlakuan pada kelas eksperimen juga lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Berdasarkan uji-t didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan kemandirian dan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas ekperimen aspek kemandirian yang paling banyak mengalami peningkatan yaitu “Melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan belajar” dan ”Mandiri dalam menggunakan sumber belajar yang tepat untuk dirinya”. Sedangkan pada hasil belajar, aspek afektif yang paling menonjol dari kelas eksperimen yaitu pada aspek organization. Pada aspek kognitif yang ditunjukkan pada hasil post-test, Skor siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol pada soal-soal yang termasuk dalam ranah mengaplikasikan (kognitif 3)
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TRAINER TRANSFORMATOR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTIKUM TRANSFORMATOR BAGI MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FT UM
ABSTRAK Taufan, Muhammad Natsir.2012. Perancangan dan pembuatan trainer transformator sebagai media pembelajaran praktikum transformator bagi mahasiswa teknik elektro ft um. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Kata Kunci: Transformator, Trainer Transfoamtor, Praktikum Transformator Transformator adalah suatu mesin yang berfungsi untuk memindahkan energi dari rangkaian primer menuju rangkaian sekunder secara elektromagnetis, dengan frekuensi yang sama sedangkan arus dan teganganya berbeda. Transformator termasuk mesin listrik yang banyak dibutuhkan dalam dunia kelistrikan. Transformator juga merupakan alat yang dipakai untuk memanipulasi drop power ataupun memanipulasi biaya yang akan dikeluarkan untuk menghantarkan daya dari suatu tempat tertentu menuju pusat pembagi beban. Tujuan tugas akhir ini adalah bagai mana merancang, membuat dan menguji trainer transformator. Manfaat dari trainer transformator ini adalah dapat digunakan sebagai media pembelajaran atau percobaan khususnya percobaan karakteristik transformator tak berbeban, hubung singkat dan berbeban dalam matakuliah praktikum transformator bagi mahasiswa universitas negeri malang khususnya jurusan teknik elektro. Dalam metode perancangan dan pembuatan trainer transformator ini penentuan spesifikasi alat kerja pokok berdasarkan perhitungan secara manual. Untuk transformator uji menggunakan transformator 1 fasa step-up/down 1000 VA. Hasil perancangan dan pembuatan trainer transformator, dapat dirumuskan ketika melakukan percobaan tak berbeban daya yang dihasilkan transformator merupakan rugi besi karna rugi tembaga begitu kecil sehingga dapat diabaikan, sebaliknya pada percobaan transformator hubung singkat rugi besi turun sedemikian rupa sehingga dapat diabaikan dan daya yang dihasilkan transformator merupakan rugi tembaga atau rugi joule, dari percobaan tersebut sehingga efisiensi transformator dapat diketahui dengan percobaan transformator berbeban. Kesimpulan dari perancangan, pembuatan dan pengujian trainer transformator, trainer dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik-karakteristik transformator 1 fasa dan transformator 3 fasa, khususnya untuk percobaan transformator tak berbeban, hubung singkat dan berbeban nantinya mahasiswa dapat mengetahui rugi-rugi, regulasi dan efisiensi transformator dari hasil pengukuran percobaan.
ANALISI PERHITUNGAN LOSSES PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH DENGAN PERBAIKAN PEMASANGAN KAPASITOR
ABSTRAK Putri, Ratih Novalina. 2012. Analisis Perhitungan Losses pada Jaringan Tegangan Rendah Dengan Perbaikan Pemasangan Kapasitor. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Yuni Rahmawati ,S.T., M.T., (II) Drs. Hari Putranto Kata Kunci : Losses, metode, hasil analisis Dalam perkembangan saat ini energi listrik yang mendominasi kebutuhan manusia, sehingga konsumen listrik semakin bertambah seiring berkembangnya zaman diantaranya adalah konsumen rumah tangga. PT. PLN (Persero) sebagai perusahaan listrik satu-satunya di Indonesia yang merupkan sistem transmisi dan distribusi listrik. Sitem distribusi listrik merupakan bagian yang letaknya dekat dengan konsumen. Dalam hal ini perlu adanya peningkatan pelayanan terhadap para konsumen tenaga listrik utamanya pada penyaluran Sistem Distribusi Listrik agar tidak terjadi susut energi atau disebut juga losses yang akan merugikan konsumen pengguna listrik maupun PT. PLN (Persero). Metode dalam analisis ini adalah metode tentang penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data pengukuran dan wiring, kemudian melakukan pengukuran data di GTT KA025, lalu melakukan perhitungan losses total baik sebelum dilakuakan perbaikan maupun setelah dilakukan perbaikan serta melakukan analisis antara data-data lapangan dan data perhitungan. Berdasarkan hasil analisis perhitungan tersebut dengan pemasangan kapasitor shunt pada JTR dapat mengurangi losses atau rugi daya sebesar 0,6 % dari losses total sebelum sebesar 9,8 % dan 9,2 % losses total setelah perbaikan. Yang berpengaruh pada peningkatan daya kirim pada GTT, mengurangi mutu listrik karena jatuh tegangan sehingga tegangan pada tiang ujung akan mengalami peningkatan, serta dapat mengurangi arus pada GTT KA025 yang nantinya akan dapat mengurangi besar losses yang terjadi pada sistem distribusi
PERANCANGAN DAN PERAKITAN PLTS 50 WP
ABSTRAK Al Fitrah, Denny Muhammadi. 2011. Perancangan dan Evaluasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Tugas akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Arif Nur Affandi, S.T, MT. Kata Kunci: PLTS, Renewable Energy, . PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah peralatan pembangkit listrik yang merubah cahaya matahari menjadi listrik. PLTS sering juga disebut Solar Cell, atau Solar Photovoltaic, atau Solar Energy. Dengan konsep yang sederhana yaitu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik yang mana cahaya matahari adalah salah satu bentuk energi dari Sumber Daya Alam. Cahaya matahari sudah banyak digunakan untuk memasok daya listrik di satelit komunikasi melalui sel surya. Sel surya ini dapat menghasilkan energi yang tidak terbatas langsung diambil dari matahari, tidak memerlukan bahan bakar. Sehingga sel surya sering dikatakan bersih dan ramah lingkungan. Renewable Energy atau Energi baru dan yang terbarukan mempunyai peran yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan energi. Hal ini disebabkan penggunaan bahan bakar untuk pembangkit-pembangkit listrik konvensional dalam jangka waktu yang panjang akan menguras sumber minyak bumi, gas dan batu bara yang makin menipis dan juga dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Salah satunya upaya yang telah dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Pada tugas akhir ini akan membahas mengenai apa itu PLTS, bagaimana merancang sistem PLTS sesuai dengan kebutuhan, bagaimana merakit PLTS, dan melakukan uji pembebanan PLTS. Adanya tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan mengenai PLTS dan bagaimana PLTS itu bekerja. Dari hasil pengujian dan pembahasan “Perancangan dan Perakitan Pembangkit Listrik Tenaga Surya” Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang telah dirancang dengan spesifikasi panel surya 50 WP, solar charge controller SDDC 12-10A, inverter 500 W/220VAC serta baterai 65 Ah 12V telah berhasil diuji coba. PLTS ini juga dilengkapi dengan indikator tegangan yang dihasilkan panel surya dan tegangan output inverter. Berdasarkan hasil pengujian PLTS ini mampu menghasilkan rata-rata daya sebesar 311,19 W pada keadaan cuaca cerah
Pengaruh Penerapan Metode PBL Menggunakan Pendekatan Brain Storming Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X AK SMK Islam Batu Dalam Pemebelajaran KKPI Menggunakan Software Presentasi
ABSTRAK Nidhom, Mursyidun A. 2011. Pengaruh Penerapan PBL (Project Based Learning) Menggunakan Pendekatan Brain Storming Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X AK SMK Islam Batu Dalam Pembelajaran KKPI Menggunakan Software Presentasi. Skripsi, Jurusan Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M. T, (II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T. Kata kunci: Project Based Learning, Brain Storming, hasil belajar Model pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran KKPI seperti yang diamanahkan oleh kurikulum. Penelitian ini dilakukan di SMK Islam Kota Batu pada materi menggunakan software presentasi dengan menggunakan model PBL (Project Based Learning) dengan pendekatan Brain Storming. Dengan kolaborasi antara PBL yang merupakan pembelajaran inovatif yang melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah, memberi peluang siswa bekerja secara kelompok dan puncaknya menghasilkan produk karya siswa yang bernilai serta pendekatan Brain Storming yang berfokus pada penggalian ide-ide kreatif, studi banding (pengamatan informasi-informasi dari berbagai sumber yang dapat dipakai sebagai ide baru), siswa dihadapkan dalam pembelajaran yang lebih aktif, sehingga dengan diterapkannya model ini dapat meningkatkan hasil belajar KKPI. Selain itu kolaborasi antara PBL dan pendekatan Brain Storming juga memberikan keleluasaan siswa untuk menggali ide-ide kreatif sebanyak-banyaknya tanpa harus takut salah, hal ini mendukung siswa berfikir inovatif dan kreatif dalam menyelesaikan suatu masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan PBL dengan pendekatan Brain Storming terhadap hasil belajar KKPI siswa kelompok eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan desain eksperimental yang menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan pola pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMK Islam Batu tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 153 siswa.Sampel yang digunakan adalah dua kelas yaitu X AK1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X AK2 sebagai kelompok kontrol, kelompok eksperimen adalah kelompok yang diajar dengan menggunakan model PBL pendekatan Brain Storming sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung demonstrasi. Instrumen yang digunakan adalah silabus, RPP, lembar angket, lembar afektif siswa, penilaian proyek, dan tes tulis. Uji hipotesis menggunakan uji t dan regresi linear sederhana. Hasil uji t menghasilkan nilai Sig (p) = 0,007 < 0,05, sehingga Ho ditolak. Jadi, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar KKPI antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil uji regresi linear sederhana diperoleh nilai Sig (p) = 0,001 < 0,05, sehingga Ho ditolak. Jadi, terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan PBL dengan pendekatan Brain Storming terhadap hasil belajar KKPI pada kelompok eksperimen yang pengaruhnya dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y = 27,883 + 0,863 X
PERENCANAAN PEMBUATAN MINIATUR PEREDAM BUSUR LISTRIK MENGGUNAKAN MEDIA MAGNETIK
ABSTRAK Yanardini, I Rahma. 2011. Perencanaan Pembuatan Mianiatur Peredam Busur Listrik menggunakan Media Magnetik. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuni Rahmawati, S.T., M.T., (II) Aripriharta, S.T. Kata Kunci: Peredam Busur Listrik, Media Magnetik. Miniatur peredam busur listrik menggunakan media magnetik dimaksudkan sebagai modul pembelajaran baru di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pemilihan media magnetik pada miniatur peredam busur listrik, dikarenakan di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang belum memiliki miniatur peredam busur listrik yang menggunakan media magnetik. Jurusan Teknik Elektro FT UM hanya memiliki alat peredam busur listrik menggunakan media minyak, dan menggunakan media hembusan udara. Perancangan proyek akhir ini merupakan implementasi dari trafo step-up dengan nilai input sebesar 220 Volt dan output 4 kV yang mampu menimbulkan percikan busur listrik di kedua ujung elektroda. Media yang digunakan dalam proses peredaman busur listrik adalah media magnetik, yang bersumber pada piranti berupa induktor yang diberi 600 lilitan kawat email berdiameter 1,2 mm. Peredam magnetik mampu menghasilkan fluks magnetik B senilai 1,722 x 10-4 Tesla di sekitar medan magnit, sehingga peredam magnetik tersebut mampu memadamkan percikan busur listrik. Prinsip kerja miniatur peredam busur listrik menggunakan media magnetik yaitu munculnya busur listrik bersumber pada trafo step-up dengan input 220V dan output 4 kV, yang diaplikasikan menggunakan tombol pertama pada miniatur. Output trafo terhubung pada elektroda (besi, baja, ataupun jenis elektroda lainnya). Jika tombol pertama ditekan (ON), maka busur listrik akan muncul di antara kedua ujung elektroda. Selanjutnya, busur listrik dapat padam dengan adanya pengaruh fluks magnetik yang dihasilkan oleh peredam magnetik di sekitar medan magnit. Peredam magnetik dihubungkan dengan tombol dua. Sehingga, dalam keadaan kedua tombol aktif, busur listrik yang bersumber dari trafo step-up dapat diredam atau dimatikan menggunakan peredam magnetik. Berdasarkan hasil uji Laboratorium, jenis elektroda baja memiliki waktu pemadaman lebih cepat jika dibandingkan dengan elektroda besi. Dengan jarak tembus yang sama, yaitu 0,1 cm, elektroda baja memiliki rata-rata waktu padam 0,80 detik. Sedangkan elektroda besi memiliki nilai rata-rata waktu padam 1,07 detik. Untuk mendapatkan hasil yang valid, dilakukan 11 kali percobaan dengan jarak tembus yang sama. Semakin jauh jarak elektroda, maka waktu pemadamannya pun akan semakin cepat
Perancangan dan Implementasi Sistem Manajemen Basis Data Akademik Berbasis Web di Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Al Maraghy, Bian. 2011. Perancangan dan Implementasi Sistem Manajemen Basis Data Akademik Berbasis Web di Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muladi, S.T., M.T. dan (II) Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T. Kata kunci: Sistem, Basis Data, PHP, MySQL Penyimpanan data merupakan hal yang sangat penting pada sebuat institusi. Masih banyak institusi yang masih menggunakan cara manual dalam penyimpanan dan pengolahan data. Dengan sistem manual tersebut banyak kemungkinan terjadi duplikasi data yang tidak perlu dan masih kurang efektif, efisien,dan dianggap ketinggalan jaman. Dengan adanya Sistem Manajemen Basis Data, diharapkan dapat memberikan suatu solusi untuk memperbaiki sistem manual yang masih belum efektif dan efisien. Sistem baru akan membantu pelaksanaan operasionalnya khususnya dalam mengolah data akademik. Dalam sistem ini diaplikasikan sebuah user interface berbasis web untuk mengelola basis data untuk memberikan solusi optimal. Tujuan yang dicapai dalam pembuatan tugas akhir ini adalah mendesain dan membuat Basis Data menggunakan MySQL untuk sistem informasi akademik. Metode perancangan Tugas Akhir ini meliputi merancang spesifikasi produk yang dijelaskan dalam entitas dan atribut sistem, merancang analisis desain, menggambarkan arus data dalam Data Flow Diagram (DFD), menggambarkan entity relationship diagram (ERD) dan hubungan antar entitas pembentuk sistem dan relasi antar tabel pembentuk dalam. Dalam ERD dapat digambarkan entitas-entitas pendukung sistem serta hubungan antar entitasnya, serta di lakukan pengujian pada tiap blok halaman web Hasil yang didapat adalah sebuah aplikasi berbasis web yang mengelola data mahasiswa, dosen, matakuliah, dan kurikulum di Jurusan Teknik Elektro Universitas Neger Malang agar informasi yang dihasilkan lebih berguna dan mengefisienkan pekerjaan di jurusan. Dalam perancangan sistem aplikasi ini menghasilkan rancangan desain DFD, ERD, dan tersusun 11 tabel pembentuk sistem, yaitu admin, angkatan, dosen, kelas, mahasiswa, mata kuliah, offering, peserta offering, prodi, semester, dan sajian mata kuliah
Perancangan Prototipe Lahan Parkir Bentuk Tabung berbasis PLC
ABSTRAK Winarto ,Wahyudi Adi. 2011. Perancangan Prototipe Lahan Parkir Bentuk Tabung berbasis PLC. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.P.d. dan Yuni Rachmawati, ST., M.T Kata Kunci: tempat pengantar parkir, operator, kendali PLC. Tempat parkir banyak dijumpai hampir setiap gedung-gedung besar, hampir sebagian besar tempat parkir di gedung-gedung tersebut memakan ¼ dari luas gedung. Sehingga semakin besar gedung maka harus semakin besar pula tempat parkirnya. Dalam hal demikian maka diperlukan tempat parkir di mana secara horizontal tidak terlalu memakan tempat. Perancangan prototipe lahan parkir bentuk tabung berbasis PLC adalah salah satu jenis tempat parkir yang berbentuk tabung. Di mana luas wilayah yang digunakan adalah 1/8 dari luas gedung, tetapi dapat pula lebih kecil. Perancangan prototipe lahan parkir bentuk tabung berbasis PLC sebagai otak dari keseluruhan sistem dengan dua buah motor sebagai penggeraknya. Perancangan prototipe lahan parkir bentuk tabung berbasis PLC memiliki seorang operator sebagai pengendali kontrol dari sistem. Pada saat kendaraan memasuki tempat parkir maka operator akan mengintruksikan tempat pengantar parkir untuk mengantarkan kendaraan tersebut ke ruang parkir yang kosong. Pada saat akan mengeluarkan kendaraan, sakelar yang terdapat disetiap ruangan ditekan sehingga memberi isyarat kepada operator yang kemudian operator akan mengintruksikan tempat pengantar parkir untuk menjemput kendaraan yang akan keluar. Terdapat dua sensor yang dipasang di pintu masuk dan keluar untuk memberi indikator kepada operator pada saat kendaraan akan masuk dan keluar dari tempat parkir. Dalam perancangan prototipe lahan parkir bentuk tabung berbasis PLC terdapat tiga sumber tegangan, yaitu 24 VDC untuk kontak input PLC (0.00 sampai 2.04), 12 VDC untuk output motor (10.00 sampai 10.03) dan 3 VDC untuk output lampu indikator (10.05 sampai 12.06). Jika kontak 0.00 aktif maka indikator EMPTY (12.05) akan menyala dan sistem siap untuk bekerja. Jika kontak S1 (0.09) / S2 (0.10) / S3(0.11) / S4 (1.00) / S5 (1.01) / S6 (1.02) dan K1 / (1.03) / K2 (1.04) / K3 (1.05) / K4 (1.06) / K5 (1.07) /K6 (1.08) aktif maka indikator MERAH1 (10.05) / MERAH2 (10.06) / MERAH3 (10.07) / MERAH4 (11.00) / MERAH5 (11.01) / MERAH6 dan HIJAU1 (11.03) / HIJAU2 (11.04) / HIJAU3 (11.05) / HIJAU4 (11.06) / HIJAU5 (11.07) / HIJAU6 (12.00) akan menyala dan motor PUTAR 1(10.00) akan bekerja. Jika kontak LS NISOR (2.00) maka motor NAIK(10.02) akan bekerja dan motor PUTAR 1(10.00) akan mati. Jika kontak LS ATAS aktif maka motor PUTAR 2(10.01) akan bekerja dan motor NAIK(10.02) akan mati. Jika kontak LS DUKUR (1.11) aktif maka motor TURUN(10.03) akan bekerja dan motor PUTAR 2(10.01) akan mati. Jika LS BAWAH(1.10) aktif maka motor TURUN(10.03) akan mati. Pengantar kendaraan akan berhenti disetiap ruang parkir dalam beberapa menit tergantung dari input awal yang diberikan S1 (0.09) / S2 (0.10) / S3(0.11) / S4 (1.00) / S5 (1.01) / S6 (1.02) / K1 / (1.03) / K2 (1.04) / K3 (1.05) / K4 (1.06) / K5 (1.07) /K6 (1.08)