Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    KONTINUITAS PELAYANAN TENAGA LISTRIK PADA GEDUNG G4 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Gibranto, Yongki. 2012. Kontinuitas Pelayanan Tenaga Listrik Pada Gedung G4 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Setiadi C.P., M.Pd., M.T., (II) Sujito, S.T., M.T.   Kata Kunci : Kontinuitas, Pelayanan Tenaga Listrik, Sistem Interkoneksi, Sistem Paralel PLN – Genset.               Suplai daya utama yang ada sekarang di Gedung G4 tidak mencukupi kegiatan praktikum maupun praktek dibuktikan dengan adanya keluhan apabila terjadi praktek pada ruang mesin listrik dan mesin intalasi listrik secara bersama - sama, maka dari itu diperlukan suplai energi listrik dari sumber yang lain.Tujuan dari tugas akhir ini adalah : (a) Merancang ulang konsep sistem kontinuitas pelayanan gedung G4 dari hasil evaluasi instalasi listrik gedung G4 Fakultas Teknik Negeri Malang sehingga dapat melayani semua beban yang ada; (b) Melakukan studi suplai energi tenaga listrik pada gedung G4 dengan menanggung semua beban yang ada; dan (c) Melaporkan hasil studi dari rancang ulang konsep sistem kontinuitas pelayanan tenaga listrik pada gedung G4 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.             Kontinuitas pelayanan tenaga listrik menggunakan metode paralel generator dengan PLN ini dimaksudkan sebagai pembelajaran di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Malang (UM). Dikarenakan di Jurusan Teknik Elektro FT UM pembelajaran secara praktikum belum pernah dilakukan. Jurusan Teknik Elektro FT UM hanya mengajarkan tentang sistem interkoneksi antar sumber daya energi pada pembangkit secara teori. Sumber energi yang ada, PLN, diparalelkan dengan sumber energi dari generator. Tujuan memparalel generator dengan PLN atau dua buah generator adalah : 1)Mendapatkan daya yang lebih besar, dan 2) Untuk menjamin kotinyuitas ketersediaan daya listrik.             Pengamatan yang dilakukan menggunakan metode gelap terang yaitu melakukan pengamatan pada terang lampu, karena lampu dengan aliran energi dua kali tegangan fasa nyalanya paling terang.             Kesimpulan yang didapat dari Tugas Akhir ini adalah: (a) sumber energi yang tersedia tidak mencukupi beban yang ada di gedung G4, maka diperlukan suatu sistem yang dapat memberikan suplai energi kepada beban; (b) Saat melakukan perancangan dengan sistem paralel harus memperhatikan : (1) Fasa, (2) Tegangan, (3) Sudut Fasa, dan (4) Faktor Daya; dan (c) Dengan menggunakan sistem paralel semua beban yang diperlukan dapat disuplai dengan baik dan handal

    UPS (UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY) BERBASIS PWM INVERTER H-BRIDGE MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATmega8535

    No full text
    ABSTRAK   Rafiandana, Nuzulul Ilham Ogi. 2012. UPS (Uninterruptible Power Supply) Berbasis PWM Inverter H-bridge Menggunakan  Mikrokontroler ATmega8535. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sujono, M.T (II) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T.   Kata Kunci:    Inverter, PWM, Transfer Switch, Charger, Uninterruptible Power Supply Saat suatu lingkungan perumahan terjadi pemadaman listrik oleh PLN, aktifitas dan kenyamanan menjadi terganggu. Terlebih lagi apabila pemadaman terjadi pada malam hari tentunya suasana akan menjadi gelap. Masalah lainnya adalah penyaluran listrik ke daerah terpencil belum bisa merata, sehingga masyarakat di daerah tersebut rela membayar mahal membeli panel sel surya dengan kapasitas daya kecil untuk memenuhi kebutuhan listrik. Pembuatan tugas akhir ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) merancang inverter untuk back up daya, (2) menyusun komponen elektronika agar menjadi sebuah UPS, (3) melakukan percobaan dan pengujian, dan (4) mengetahui prosedur kerja keseluruhan UPS. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan rangkaian minimum sistem ATmega8535, (2) perancangan sensor tegangan transfer switch, (3) perancangan rangkaian charger, (4) perancangan rangkaian inverter, dan (5) perancangan transformator. Hasil pengujian menunjukkan adanya rugi tegangan dimana dari 12 Volt tegangan yang masuk pada inverter, hanya 9 Volt output inverter. Pada input transformator juga terjadi rugi tegangan karena adanya penurunan tegangan menjadi 7 Volt. Sehingga pada output transformator hanya dihasilkan tegangan 150 Volt AC.  Saat PLN menyala, relay switch 2 aktif untuk menyalurkan daya dari PLN ke beban. Saat PLN padam mikrokontroler mendapat input dari sensor tegangan untuk mengaktifkan switch 4 dan switch 5 agar output inverter tersalurkan ke beban sehingga beban terlindungi dari kondisi kritis saat terjadi pemadaman. Saat tegangan baterai kosong relay switch 1 aktif untuk proses charging aki. Saat aki penuh dan PLN dalam kondisi menyala maka relay switch 3 nonaktif untuk memisahkan saluran PLN dan UPS. Selalu terjadi penurunan tegangan output inverter saat dipasang transformator step up. hal itu terjadi karena output inverter harus menginduksi belitan yang lebih banyak

    Pengendalian Putaran Motor 3 Fasa Sebagai Penggerak Elevator Menggunakan Inverter Altivar 12

    No full text
    ABSTRAK   Khiriadi, Zaiki. 2012. Pengendalian Putaran Motor 3 Fasa Sebagai Penggerak  Elevator Menggunakan Inverter Altivar 12. Program Studi D3 Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Aripriharta, S.T., M.T.   Kata kunci: Elevator, Motor 3 Fasa, PLC, CX Programmer, Inverter Altivar 12. Dalam memudahkan aktifitas bekerja pada gedung bertingkat diperlukan teknologi yang mampu mengefisienkan waktu yaitu elevator. Alat ini menggunakan sistem kendali motor listrik 3 fasa sebagai penggeraknya. Kendali dari motor listrik 3 fasa menggunakan inverter altivar 12 untuk pengatur kecepatan motor sehingga tidak terjadi goncangan saat elevator akan berhenti. Motor 3 fasa sebagai penggerak elevator memiliki sumber tegangan 330/220V dari PLN, kapasitas daya motor 0,75 kW dan menggunakan arus maksimal 3,6/2,1 Ampere. Pengaturan dari kecepatan motor ini menggunakan inverter altivar 12, sumber tegangan 1 fasa dari PLN sebesar 200-230V dengan frekuensi 0 Hz sampai 50 Hz. Keluaran ke motor diubah  menjadi tegangan 3 fasa menghasilkan frekuensi dan tegangan yang variable dimana frekuensi keluarannya mulai 0,1Hz sampai dengan 400Hz untuk mengatur putaran motor AC 3 fasa. Pengontrolan inverter altivar 12 di lakukan menggunakan PLC yang di simulasikan dengan ladder CX Programmer. Masukan dari PLC berupa tombol dan limit switch yang di proses pada memori PLC, kemudian keluaran dari PLC akan mengalirkan arus terhadap koil relay yang dapat dimanfaatkan sebagai sinyal masukan terhadap inverter altivar 12. Proses input-output di simulasikan menggunakan Cx Programmer dari program PLC. Dari perencanaan rangkaian diharapkan diperoleh pengembangan suatu rangkaian yang lebih sederhana dan mudah dipahami serta dapat di aplikasikan ke bentuk riil dari perencanaan elevator

    Evaluasi Instalasi Listrik Gedung Semeru Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang

    No full text
    ABSTRAK   Rizza, Mohammad. 2012. Evaluasi Instalasi Listrik Gedung Semeru Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T.  (II) Drs. Hari Putranto.   Kata Kunci: Evaluasi, Instalasi Listrik Evaluasi adalah peninjauan, pemeriksaan dan pengkajian ulang tehadap jumlah beban, titik pencahayaan, tata letak saklar dan stopkontak, ukuran kabel dan sirkit akhir yang sudah ada pada gedung Semeru RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang untuk menjadi lebih baik. Instalasi Listrik adalah suatu komponen yang penting dalam suatu gedung, yang meliputi titik pencahayaan, stopkontak, sakelar, kabel, serta sirkit akhir. Kondisi instalasi listrik di gedung Semeru RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang mengalami beberapa kekurangan antara lain kuat cahaya yang tidak seimbang di beberapa titik dalam satu ruangan, penggunaan lampu yang tidak melihat intensitas cahaya yang diperlukan ruangan, peletakan stop­kontak, penggunaan pengaman pada sirkit akhir yang tidak sesuai dengan beban yang ada dan perhitungan, dan tidak adanya denah instalasi listrik pada gedung ini. Selain itu, kondisi lain yang terdapat pada gedung ini yaitu kerusakan pada beberapa titik penerangan, sehingga berpengaruh pada intensitas penerangan ruangan. Melihat keadaan instalasi listrik pada gedung Semeru RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang yang belum sesuai dengan PUIL 2000, maka evaluasi pada gedung ini perlu dilakukan sesuai dengan peraturan PUIL 2000 dan peraturan pendukung lainnya. Evaluasi tersebut berfungsi agar instalasi listrik di gedung Semeru RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang memenuhi standar PUIL 2000, sehingga dalam penggunaannya menjadi lebih nyaman dan aman. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa instalasi listrik pada di gedung Semeru RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang mengalami banyak kekurangan, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan tidak aman dalam pemakaian instalasi listrik. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan kepada pihak RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang untuk segera membenahi instalasi listrik demi kenyamanan dan keamanan pengguna instalasi listrik. Dan agar hasil evaluasi instlasi listrik ini dipakai sebagai pertimbangan dan penentuan instalasi yang baik pada pemasangan instalasi listrik gedung-gedung baru di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang yang sesuai dengan standard yang berlaku yaitu PUIL 2000 dan peraturan pendukung lainnya. Sehingga instalasi listrik pada gedung dapat terselenggara dengan baik serta pemakaian instlasi listrik nyaman dan aman

    Desain Push-Pull Inverter Satu Fasa dengan Metode SPWM

    No full text
    ABSTRAK   Ulum, Miftahul. 2012. Desain Push-Pull Inverter Satu Fasa dengan Metode SPWM . Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aripriharta, S.T. (II) Drs. Hari Putranto.   Kata Kunci: Push-pull inverter satu fasa, SPWM Inverter merupakan suatu alat hasil dari rekayasa ilmu elektronika daya untuk merubah tegangan DC menjadi tegangan AC atau sebaliknya secara elektronik (switching). Inverter terdiri dari rangkaian utama yaitu rangkaian multivibrator dengan komponen utama berupa MOSFET (Metel Oxide Semikonductor FET) sebagai penguat arus switching dan transformator step up untuk penaik tegangan kecil agar menjadi tegangan yang lebih besar. Disini penulis menggnakan inverter satu fasa dengan menggunakan metode SPWM. SPWM merupakan rekayasa sinyal sinus hasil dari comparasi sinyal PWM yang dibangkitkan oleh IC Mikrokontroler Atmega 16. Mikrokontroler disini berfungsi sebagai pemicu pada MOSFET, agar MOSFET bisa bekerja secara switching untuk mentriger transformator step up. Inverter biasanya menggunakan metode PWM, tetapi disini penulis menggunakan metode SPWM sebagai sinyal penggerak MOSFET dengan harapan menghasilkan gelombang AC sinusoida. Berdasarkan hasil perancangan, perakitan, pengujian dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Berdasarkan perancangan desain push-pull inverter metode SPWM yang telah dibuat, maka diperoleh kesimpulan bahwa hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan cara kerja yang telah dirancang.  Pembangkitan gelombang segitiga dan PWM dari IC Mikrokontroler yang dilanjutkan dengan membandingkan kedua gelombang tersebut maka terbentuk gelombang SPWM (Sine Pulse Width Modulation) telah berhasil. SPWM yang dibangkitkan menggunakan perhitungan lebar pulsa yang akan di operasikan menggunakan flash memori mikrokontroler pada port timer OCR1A dan OCR1B. (2) Berdasakan pengamatan menunjukkan bahwa rancangan pembangkit SPWM telah sesuai dengan yang direncanakan, sinyal SPWM yang dibangkitkan mempunyai 126 pulsa pada setiap setengah periode dan rentang frekuensi antara 50-60  Hz dengan kenaikan dan penurunan setiap 10 Hz.  (3) Dari hasil pengujian output inverter ini apabila diberi beban yang sesuai dengan kemampuan daya-nya maka beban akan kerja dengan sempurna, tetapi apabila beban tidak sesuai dengan kapasitas daya output inverter maka beban tidak akan bisa bekerja karena inverter mengalami drop tegangan. (4) Rangkaian push-pull telah bekerja dengan sempurna, karena sudah mampu melakukan switching dengan baik. Untuk mencegah rusaknya MOSFET maka diperlukan pendingin yang sesuai dengan kapasitasnya jika perlu ditambahkan kipas agar pendinginan sempurna

    PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TRAINER TRANSFORMATOR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTIKUM TRANSFORMATOR BAGI MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FT UM

    No full text
    ABSTRAK         Taufan, Muhammad Natsir.2012. Perancangan dan pembuatan trainer transformator sebagai media pembelajaran praktikum transformator bagi mahasiswa teknik elektro ft um. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T.   Kata Kunci: Transformator, Trainer Transfoamtor, Praktikum Transformator   Transformator adalah suatu mesin yang berfungsi untuk memindahkan energi dari rangkaian primer menuju rangkaian sekunder secara elektromagnetis, dengan frekuensi yang sama sedangkan arus dan teganganya berbeda. Transformator termasuk mesin listrik yang banyak dibutuhkan dalam dunia kelistrikan. Transformator juga merupakan alat yang dipakai untuk memanipulasi drop power ataupun memanipulasi biaya yang akan dikeluarkan untuk menghantarkan daya dari suatu tempat tertentu menuju pusat pembagi beban. Tujuan tugas akhir ini adalah bagai mana merancang, membuat dan menguji trainer transformator. Manfaat dari trainer transformator ini adalah dapat digunakan sebagai media pembelajaran atau percobaan khususnya percobaan karakteristik transformator tak berbeban, hubung singkat dan berbeban dalam matakuliah praktikum transformator bagi mahasiswa universitas negeri malang khususnya jurusan teknik elektro. Dalam metode perancangan dan pembuatan trainer transformator ini penentuan spesifikasi alat kerja pokok berdasarkan perhitungan secara manual. Untuk transformator uji menggunakan transformator 1 fasa step-up/down 1000 VA. Hasil perancangan dan pembuatan trainer transformator, dapat dirumuskan ketika melakukan percobaan tak berbeban daya yang dihasilkan transformator merupakan rugi besi karna rugi tembaga begitu kecil sehingga dapat diabaikan, sebaliknya pada percobaan transformator hubung singkat rugi besi turun sedemikian rupa sehingga dapat diabaikan dan daya yang dihasilkan transformator merupakan rugi tembaga atau rugi joule, dari percobaan tersebut sehingga efisiensi transformator dapat diketahui dengan percobaan transformator berbeban. Kesimpulan dari perancangan, pembuatan dan pengujian trainer transformator, trainer dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik-karakteristik transformator 1 fasa dan transformator 3 fasa, khususnya untuk percobaan transformator tak berbeban, hubung singkat dan berbeban nantinya mahasiswa dapat mengetahui rugi-rugi, regulasi dan efisiensi transformator dari hasil pengukuran percobaan.    

    TRAINER PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER) SISTEM KONTROL TEMPAT PARKIR MOBIL

    No full text
    ABSTRAK   Akbar, RizqiMuclissina. 2012. Trainer PLC (Programmable Logic Controller) Sistem Kontrol Tempat Parkir Mobil. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ahmad Fahmi, S.T., M.T. (II) Sujito, S.T., M.T.   Kata Kunci: Trainer, Kontrol, Tempat Parkir, PLC. Trainer adalah merupakan suatu alat peraga yang digunakan sebagai alat pembelajaran atau percobaan dari suatu alat tertentu  yang dan berfungsi sebagai penunjang praktikum untuk melatih skill siswa dan mahasiswa. Pembuatan tugas akhir ini bertujuan: (1) Merancang Trainer PLC (Programmable Logic Controller) Sistem Kontrol Tempat Parkir Mobil, (2) Membuat Trainer  PLC (Programmable Logic Controller) Sistem Kontrol Tempat Parkir Mobil, (3) Menguji Trainer  PLC (Programmable Logic Controller) Sistem Kontrol Tempat Parkir Mobil. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan desain tempat parkir, (2) perancangan desain tata letak komponen kedalam trainer, (3) perancangan desain koper dan penempatan trainer, sedangkan untuk pembuatan alat meliputi: (1) pemasangan komponen-komponen, (2) pembuatan power supply, (3) pelaksanaan rangkaian kabel power, saklar on off, MCB, dan fuse, (4) pelaksanaan rangkaian PLC Ke socket banana, (5) pelaksanaan rangkaian driver relay, (6) pelaksanaan rangkaian pengawatan. Hasil dari pengujian antara lain: (1) relay 1,2,3,4,5,6 untuk menghidupkan lampu 1-6, (2) relay  7 untuk menghidupkan 2 lampu secara bergantian pada pintu masuk (indikator lampu hijau  untuk indikasi pintu membuka dan indikator lampu kuning untuk indikasi pintu menutup), (3) relay 8 untuk menghidupkan 2 lampu secara bergantian pada pintu keluar (indikator lampu hijau  untuk indikasi pintu membuka dan indikator lampu kuning untuk indikasi pintu menutup), (4) relay 9 untuk menghidupkan 2 lampu ( indikator lampu hijau  untuk indikasi parkir belum penuh dan indikator lampu kuning untuk indikasi parkir penuh).    

    PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SIMULATOR ALAT UJI TEGANGAN TEMBUS MINYAK TRAFO

    No full text
    Minyak trafo merupakan salah satu  isolasi cair yang digunakan sebagai pendingin dan sekaligus isolasi pada transformator. Besarnya tahanan minyak trafo dapat dilihat dari besarnya tegangan tembusnya. Semakin besar nilai tegangan tembusnya maka semakin baik kualitas minyak trafo tersebut. Begitu pula sebaliknya, nilai tegangan tembus yang rendah menunjukkan rendahnya kualitas minyak trafo tersebut. Tegangantembusyangterlalu rendahmenunjukanadanyakontaminasiberupa air, kotoran, atau partikelkonduktifdalam  minyak. Nilai  tegangan  tembus pada minyakbaruminimal 30kV dan 15 kV untuk minyak trafo bekasdenganjaraksela2,5mm. Besarnya tegangan tembus suatu minyak trafo dapat diketahui dengan dilakukan pengujian tegangan tembus pada minyak trafo tersebut. Pengujian tegangan tembus ini dilakukan dengan menggunakan teknik tegangan tinggi, yaitu dengan memberikan tegangan  tinggi pada dua buah elektroda yang  diisolasi dengan minyak trafo yang akan diukur. Simulator alat uji tegangan tembus minyak trafo ini mengubah tegangan 220 V menjadi tegangan menengah 0-5 kV. Tegangan input akan dinaikkan secara bertahap menggunakan regulator tegangan agar diperoleh tegangan output dengan kenaikan bertahap pula. tegangan input akan dinaikkan hingga terjadi tegangan tembus pada elektroda yang ditandai dengan munculnya busur api. Nilai tegangan tembus akan terukur pada Voltmeter yang terdapat pada simulator. Pembuatan simulator alat uji tegangan tembus minyak trafo ini dimaksudkan untuk dijadikan modul pembelajaran pada jurusan teknik elektro khususnya pada mata kuliah pemeliharaanperalatan listrik.  Simulator ini dirancang berdasarkan alat uji tegangan tembus minyak trafo yang sebenarnya dengan fungsi yang sama namun spesifikasi dan kemampuan yang lebih sederhana. Simulator ini memiliki tegangan keluaran maksimal 5 kV dengan tegangan masukan 220 V dan arus 4,5A. transformator yang digunakan memiliki daya 1000 W dengan lilitan primer sebanyak 350 lilitan dan lilitan sekunder sebanyak 7500 lilitan. Pengukuran pada sisi sekunder transformator step up dilakukan  dengan menggunakan transformator pengukuran dengan perbandingan 1 :10. Simulator ini hanya dapat menguji tegangan tembus minyak isolasi yang tegangan tembusnya kurang dari atau sama dengan 5 kV. Pada pengujian tegangan tembus minyak trafobekas menggunakan simulator alat uji tegangan tembus minyak trafo, tegangan tembus tidak terjadi walaupu ntegangan input telah mencapainilaimaksimal. Hal itukarena simulator tegangantembusinimemilikinilaitegangan output yang jauhlebihrendahdarinilaitegangantembusminyaktrafotersebut.Denganmencampurkan air kedalamminyaktrafobekasmakaakanmemperburukkualitasminyaktrafosehinggategangantembusterjadipadategangan 3800 V ditandaidenganmunculnyabusurapi. Busurapipadapercobaan3  padamdengansegerakaranaadanyaminyaktrafo yang jugaberfungsisebagaipemadambusurapi. Jikadibandingkandenganpercobaan 1 dimanabusurapi yang muncultidakpadamhalitukarenaudaratidakdapatmemadamkanbusurapi yang muncul

    Perancangan dan Pembuatan Trainer PLC dalam aplikasi rangkaian kontrol untuk pengepakan barang (kardus) otomatis

    No full text
    ABSTRAK   Septyawan, Aditya Nur.2012. Perancangan  dan Pembuatan Trainer PLC Dalam Alikasi Rangkaian Kontrol Untuk Mesin Pengepakan Barang (Kardus) Otomatis. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. (II) Sujito, S.T., M.T.   Kata Kunci: PLC, Trainer PLC, Praktikum PLC Trainer plc sebagai media pembelajaran dalam praktikum plc. Plc telah menjadi standar untuk pengendalian. Sekarang, plc tidak hanya menggantikan relay yang ada sebelumnya, tetapi mengambil alih fungsi kontrol tambahan. Tujuan akhir ini adalah merancang dan membuat trainer dengan kendali plc yang sesederhana mungkin sehingga trainer ini terlihat simple dan mudah dibawa kemana saja karena dikemas didalam koper. Berdasarkan hasil perancangan, perakitan dan pengujian hasil perancangan yang dibuat sesuai dengan prinsip kerja yang telah dirancang. Dengan menggunakan power supply maka tegangan dari jala-jala pln 220vac dirubah menjadi 24vdc karena di dalam rangkaian power supply itu sendiri terdapat trafo yang berfungsi merubah sinyal ac menjadi dc dengan bantuan ic regulator sehingga output nya konstan. Pada proses pengujian trainer plc dibagi menjadi 4 bagian, meliputi: (1)proses konveyor barang berjalan, (2)proses konveyor kardus berjalan, (3)proses pendorong kardus aktif, (4)proses pendorong barang aktif. Secara umum pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah alat ini sudah layak untuk dijadikan alat praktikum sebagai media pembelajaran atau belum. Dan dalam hasil pengujian ini hasilnya berupa tabel. Dalam menguji trainer seharusnya menggunakan plc cpm 1 a. pembedaan lampu indikator sangatlah penting untuk pembuatan trainer ini. Sebagai tindak lanjut untuk dikemudian hari mungkin trainer ini bias lebih dikembangkan menggunakan plc cpm2a. tetapi haruslah dipikirkan dahulu apa yang hendak dilakukan karena akan menjadi tanggung jawab dikemudian hari

    PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TRAINER PLC DALAM APLIKASI RANGKAIAN KONTROL UNTUK LAMPU LALU LINTAS DI JALAN SIMPANG TIGA

    No full text
    ABSTRAKSaputro Ade Irawan. 2012. Perancangan dan Pembuatan Trainer PLC Dalam Aplikasi Rangkaian Kontrol Untuk Lampu-laluLintas di Jalan Simpang Tiga. Tugas Akhir,Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1: Sudjito,S.T.,M.T. Pembimbing II: M. Rohdi Faiz,S.T.,M.T.Kata Kunci : Trainer , Lampu Lalu-lintas, Simpang Tiga, PLCTrainer merupakan suatu alat peraga yang digunakan sebagai alatpembelajaran atau percobaan dari suatu alat tertentu  yang dan berfungsi sebagai penunjang praktikum untuk melatih skill siswa dan mahasiswa.Tujuan perancangan yang ingin dicapai adalah:(1) membuat trainer yang dapat melakukan beberapa fungsi sistem kontrol yaitu simulai lampu lalu lintasdi jalan simpang tiga.(2)menjadikan sebuah trainer simulator yang terpadu.(3) dapat menggambarkan secara sederhana penggunaan PLC dalam Industri.Metode perancangan meliputi: (1) perancangan desain Lampu lalulintas Dijalan Simpang Tiga (2) perancangan desain tata letak komponen kedalam trainer, (3) perancangan desain koper dan penempatan trainer, sedangkan untuk pembuatan alat meliputi: (1) pemasangan komponen-komponen, (2) pembuatan power supply, (3) pelaksanaan rangkaian kabel power, saklar on off, MCB, dan fuse, (4) pelaksanaan rangkaian PLC Ke socket banana, (5) pelaksanaan rangkaian driver relay, (6) pelaksanaan rangkaian pengawatan.   Hasil dari analisis tersebut antara lain: (1) relay 1,2,3 menyalakan prosedur nyala pertama merah, kuning dan hijau. (2) relay 4,5,6 kemudian menyalakan prosedur kedua merah, kuning dan hijau.(3) relay 7,8,9 menyalakan prosedur ketiga merah, kuning dan hijau. Setelah habis prosedur ketiga maka lampu akan menyala ulang kembali ke prosedur pertama kemudian ke prosedur selanjutnya berturut-turut

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇