Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
334 research outputs found
Sort by
Miniatur Atap Otomatis Berbasis Elektromekanik untuk Penjemur Kerupuk pada Home Industry
ABSTRAK Matahari adalah sumber energi bagi kehidupan. Matahari dimanfaatkan dalam berbagai bidang salah satunya adalah sebagai pengering kerupuk dengan cara penjemuran. Dalam proses penjemuran kadang ditemui masalah berupa cuaca yang tidak menentu saat musim hujan yang bisa berdampak buruk dalam proses penjemuran apabila produk kerupuk terkena hujan. Oleh karena itu diperlukan adanya otomasi dalam proses penjemuran kerupuk untuk memaksimalkan hasil dan mengurangi kerugian oleh para produsen kerupuk. Perancangan miniatur Atap Otomatis Berbasis Elektromekanik untuk Penjemur Kerupuk pada Home Industry ini menggunakan kendali rele elektromekanik. Pada atap tersebut terdapat 1 motor utama, dimana motor berfungsi untuk menggerakan atap menutup atau membuka. Model atap dari miniatur ini menggunakan jenis atap yang bergulung. Untuk alur kerjanya, ketika tuas kendali otomatis ditekan, maka pendeteksi cahaya dan pendeteksi hujan akan aktif dan mendeteksi cuaca disekitar atap, apabila pendeteksi cahaya mendapat cahaya maka motor akan menggerakkan atap untuk membuka dan sebaliknya. Kemudian jika pendeteksi hujan terkena air hujan, maka motor akan menggerkan atap untuk menutup. Ketika tuas kendali manual ditekan, maka kendali atap akan menjadi manual, dimana terdapat dua push button yang berfungsi untuk membuka dan menutup atap. Disarankan dalam Perancangan Atap Otomatis Berbasis Elektromekanik untuk Penjemur Kerupuk hendaknya membuat pendeteksi hujan yang lebih peka, dan untuk penerapan sebenarnya dapat digunakan motor A
Desain Alat Pereduksi Arus Transien Akibat Starting Beban Pada Jaringan Listrik Skala Rumah Tangga 900VA
ABSTRAK Nugroho, Andri. 2012. Desain Alat Pereduksi Arus Transien Akibat Starting Beban Pada Jaringan Listrik Skala Rumah Tangga 900VA. Tugas akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aripriharta, S.T. dan (II) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. Kata Kunci: Arus Transien, Opto-triac, Triac Setiap peralatan listrik saat awal operasi akan mengambil arus yang relatif lebih besar dari arus nominalnya. Alat listrik yang di dalamnya terdapat transistor dan terdapat gabungan rangkaian juga di dalamnya yang mudah sekali terkena tegangan transien akibat penyalaan awal alat elektronik tersebut. Hal itu yang menyebabkan mudah rusaknya komponen-komponen elektronik terutama pada transistor dan gabungan rangkaiannya. Saat kondisi peralatan itu cepat menyala dibutuhkan arus yang sangat besar jika dibandingkan arus nominal kondisi tunak. Lonjakan arus inilah yang disebut arus transien. Fungsi alat ini berguna untuk mengurangi lonjakan starting alat listrik pada rumah tangga tersebut, terutama pada saat beban puncak terjadi, sehingga mengamankan alat elektronik dari arus transien yang besar. Pada prinsipnya kerja alat ini yaitu ketika mikrokontroler ATMega8 memberikan output berlogika 0 ke pin 2 MOC3041 yang telah diberi tegangan 5 volt pada pin 1, maka LED yang ada di dalam MOC3041 menyala dan disensor oleh photodioda yang terdapat zero crossing didalamnya yang mampu membuat opto-triac ini mulai konduksi saat siklus tegangan masukannya di titik nol. Kemudian memicu gate pada triac yang sudah mengalir tegangan 220Vac, sehingga setelah pemicuan terjadi maka triac akan mengalirkan namun tertunda karena mengalirnya tegangan ke beban di mulai dari titik nol sehingga beban menyala secara aman. Alat pereduksi yang telah dibuat mempunyai kapasitas alat sesuai skala rumah tangga 900VA dengan tegangan AC 220 Volt dan frekuensi 50 Hz dan juga telah dicoba serta diuji dan diambil datanya pada lemari es “LG” berdaya 343 Watt. Dari hasil analisis dan pembahasan sebelum menggunakan alat pereduksi rata-rata arus transien yang terjadi yaitu 1,84 ampere dan dengan menggunakan alat pereduksi, arus transien dapat berkurang sampai 1,26 ampere sehingga kekuatan alat mengurangi lonjakan arus jika diprosentasekan sebesar 31,52 % dari arus sebelum menggunakan alat pereduksi
PENGEMBANGAN MEDIA CD INTERAKTIF PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK SISWA KELAS X SEMESTER II TAHUN 2012 SMA KERTANEGARA MALANG
ABSTRAK Putra,Arya Yudhistira Laksana.2012. Pengembangan Media CD Interaktif Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Siswa Kelas X Semester II SMA Kertanegara Malang.Pembimbing:(1)Dr H Sulton, M.Pd, (2) Drs H Zainul Abidin, M.Pd. Kata kunci: pengembangan, media, pembelajaran interaktif, pelajaran TIK Media interaktif merupakan salah satu media alternatif yang akan digunakan menunjang proses pembelajaran. Kepraktisan dan kemudahan penggunaan Media interaktif ini membantu siswa untuk belajar sesuai dengan yang diharapkan, karena media ini memiliki alur komunikasi dua arah. Pemanfaatan CD interaktif dan penggunaan layar komputer baik di laboratorium komputer sekolah maupun komputer pribadi ini akan mempermudah proses pembelajaran siswa secara mandiri dalam memahami materi yang sifatnya teoritis-praktis, menciptakan situasi dan suasana pembelajaran yang menarik, meningkatkan motivasi serta peningkatan kerjasama antar siswa. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada tanggal 9 April 2012, diketahui bahwa sekolah sedang mengadakan perbaikan terhadap fasilitas termasuk laboratorium komputer sehingga siswa dalam waktu 1 tahun akan melaksanakan pembelajaran TIK secara klasikal. Pengembangan media interaktif ini dirasa sangat mungkin dan perlu dilakukan di SMA Kertanegara Malang karena pembelajaran TIK tidak bisa hanya menggunakan metode mengajar klasikal dan diharuskan praktik langsung, sehingga dengan media ini siswa SMA Kertanegara bisa melaksanakan pembelajaran tidak hanya disekolah namun dengan praktik langsung dirumah. Tujuan pengembangan ini adalah: Menghasilkan media pembelajaran CD interaktif yang layak dengan tampilan menarik dan mudah dipahami sebagai media pembelajaran di kelas X SMA Kertanegara Malang. Penelitian ini tergolong penelitian pengembangan yaitu penelitian yang mencatat, meneliti dan mengadakan penyempurnaan terhadap semua kejadian yang berhubungan dengan proses pembelajaran, sehingga ditemukan metode penyampaian dengan menggunakan media pembelajaran interaktif. Penelitian pengembangan ini menggunakan pendekatan kualitatif yang artinya dalam pelaksanaan penelitian pengambilan data dilakukan secara alamiah, apa adanya dan dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi. Pengambilan data juga dilakukan secara alamiah yang artinya dituntut keterlibatan peneliti secara langsung dilapangan. Untuk mengembangkan suatu media pembelajaran diperlukan persiapan dan perencanaan yang teliti sehingga dalam penelitian ini akan dikembangkan model Arief Sadiman (2011:101) Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan kepada ahli materi, ahli media dan siswa dapat disimpulkan bahwa media pembalajaran interaktif layak atau valid digunakan sebagai media pembelajaran TIK di kelas X. Dengan masing–masing presentase dari:(1) Ahli materi (95%) dengan kriteria valid/ layak, (2) Ahli media (95%) dengan kriteria valid/ layak, (3) Siswa perorangan (95,8%) dengan kriteria valid/ layak, (4) Siswa kelompok kecil (95%)dengan kriteria valid/ layak, (5) Siswa kelompok besar (92,87%) dengan kriteria valid/ layak
Pengembangan Trainer Pemindah Botol Minuman Berbasis Programmable Logic Controller (PLC)
ABSTRAK Pratama, Brian Yuniar. 2012. Pengembangan Trainer Pemindah Botol Minuman Berbasis Programmable Logic Controller (PLC). Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sujono, M.T (II) Sujito, S.T., M.T. Kata Kunci: Trainer, PLC (Progammable Logic Controller). Trainer merupakan suatu alat peraga dalam membantu proses kegiatan belajar mengajar agar pengajar dapat menunjukkan langkah untuk memudahkan pebelajar dalam menggunakan atau mengaplikasikan suatu rangkaian yang didesain pada trainer tersebut. Pada Laboratorium PLC di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang terdapat berbagai macam jenis PLC. Dari PLC tersebut sudah didesain dalam bentuk trainer atau alat peraga, namun trainer atau alat peraga tersebut masih dalam bentuk dan ukuran yang relatif besar. Dengan melihat keadaan trainer tersebut maka penulis akan membuat trainer yang lebih sederhana. Perancangan trainer pemindah botol minuman ini dilakukan dalam beberapa tahap yang meliputi perancangan desain, perancangan hardware, perancangan software, dan perancangan pengawatan pada PLC. Prinsip kerja aplikasi pemindah botol ini adalah dengan menggunakan sensor penghitung jumlah botol yang diumpamakan dengan sebuah saklar push button. Karena lengan pencengkram berkapasitas 4 botol, maka sensor penghitung juga akan menghitung sebanyak 4 botol. Jika telah terisi 4 botol maka lengan memutar 180º menuju ke tempat botol (krat) dengan catatan sensor keberadaan krat telah mendeteksi adanya krat pada sisi yang berlawanan. Setelah lengan telah mencapai posisinya, maka lengan akan melepaskan 4 botol sekaligus ke dalam krat. Di sisi lain pada saat pelepasan tersebut lengan pencengkeram lainnya juga telah mengkondisikan bahwa lengan itu telah mencengkeram 4 botol. Pada saat setelah lengan pencengkeram melepas botol pada krat, conveyor akan otomatis jalan 1 sap untuk penempatan botol berikutnya. Setelah conveyor jalan 1 sap lengan pencengkeram yang pada posisi menghitung 4 krat akan langsung memutar dan menempatkan pada posisi sap selanjutnya, dan posisi lengan yang lainnya akan kembali menghitung lagi masukan sejumlah 4 botol. Begitu proses kerja seterusnya berulang-ulang. Berdasarkan hasil perancangan, perakitan, dan pengujian maka dapat diperoleh kesimpulan desain trainer pemindah botol yang dibuat sudah sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang, sedangkan masalah yang timbul pada pembuatan trainer ini adalah jenis PLC yang hanya terbatas pada 6 input dan 4 output, sehingga hanya dapat diaplikasikan pada beberapa jenis program dasar saja
Perbedaan Hasil Belajar Antara Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Menggunakan Metode Make-a Match dengan Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Siswa Kelas X SMAN 7 Malang
ABSTRAK Mutu pendidikan di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Salah upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Guru sebagai tenaga pendidik perlu menerapkan model pembelajaran inovatif dan sesuai dengan kompetensi. Berdasarkan hasil observasi di SMAN 7 Malang diketahui bahwa hasil belajar siswa kelas X pada kompetensi memahami fungsi dan proses kerja berbagai peralatan TIK masih rendah yaitu memiliki rata-rata nilai 59,67. Model pembelajaran yang diterapkan oleh guru adalah pembelajaran langsung (direct instruction). Akan tetapi faktanya model pembelajaran ini tidak diterapkan secara tepat sesuai dengan langkah-langkahnya. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi pasif, berpusat pada guru, dan berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Model pembelajaran cooperative learning menggunakan metode make-a match yang mengusung konsep pembelajaran aktif dan sesuai dengan kompetensi dapat menjadi sebuah solusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara penerapan model pembelajaran cooperative learning menggunakan metode make-a match dengan model pembelajaran langsung (direct instruction). Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan menggunakan pretes dan postes pada kedua kelas sampel. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu model pembelajaran, dan variabel terikat yaitu hasil belajar. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik sampling kelompok cluster sehingga didapatkan kelas X-6 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-10 sebagai kelas kontrol. Rata-rata nilai kelas kontrol pada waktu pretes adalah 59,67 dan postes 80,25, sedangkan rata-rata nilai kelas eksperimen pada waktu pretes adalah 58,58 dan postes 84,20. Dari penelitian ini didapatkan hasil uji-t dua pihak dari data postes dengan thitung = 2,49 yang lebih besar dari ttabel = 1,99 serta derajat kebebasan 0,015 yang lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X pada kompetensi memahami fungsi dan proses kerja berbagai peralatan TIK melalui penerapan model pembelajaran cooperative learning metode make-a match dengan model pembelajaran langsung (direct instruction)
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Pada Mata Pelajaran Biologi Smp Kelas VII Semester II.
ABSTRAK Adi, Krisma Magdalena. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Pada Mata Pelajaran Biologi Smp Kelas VII Semester II. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muladi, S.T., M.T. (2) I Made Wirawan, S.T., S.S.T. Kata kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Multimedia, Biologi Proses belajar mengajar pada era digital sekarang sarat dengan penggunaan peralatan elektronik, hal ini tidak hanya menarik untuk dicermati, tetapi juga bisa membantu tugas guru dalam memberikan pembelajaran. Guru memegang peranan penting agar transfer teknologi dapat berjalan dengan baik dan lancar. Tujuan suatu media merupakan salah satunya adalah sarana agar siswa termotivasi dalam mengikuti pelajaran sehingga siswa dapat termotivasi mendalami pelajaran tersebut. Penggunaan Multimedia diharapkan dapat mempermudah siswa dalam menerima materi pelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Biologi di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) pencapaian prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran biologi secara keseluruhan rata-ratanya dipandang masih belum memenuhi standar kompetensi. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kurangnya pemanfaatan sarana yang telah tersedia, materi yang digunakan kebanyakan hanya berasal dari buku-buku dan LKS. Penggunaan laboratorium sebagai tempat praktikum biologi bentrok dengan kelas yang lain serta sarana dan alat-alat yang sudah banyak yang rusak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran multimedia dan juga untuk menghasilkan media pembelajaran yang dapat membantu dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan milik Sadiman. Dimulai dari observasi dan identifikasi kebutuhan dilanjutkan dengan perencanaan produk, pengumpulan dan pengembangan materi, penyusunan instrumen validasi, pembuatan media, validasi media, revisi produk akhir, dan terakhir adalah uji coba produk. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa media pembelajaran ini telah diujicobakan kepada ahli materi dengan prosentase sebesar 89% ahli media dengan prosentase sebesar 83% sehingga materi pada media ini dikatagorikan mempunyai validitas sangat valid. Sedangakan dari uji coba kelompok kecil pada umumnya siswa sudah merasa tertarik, terbukti dari penghitungan angket yang diisi oleh 6 orang siswa dari berbagai kelas yg dipilih secara acak menghasilkan skor sebesar 79% sehingga media pembelajaran ini dapat dikatakan valid dan tidak perlu di revisi. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini layak digunakan dalam membantu proses pembelajaran. Disarankan untuk kedepannya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah penggunaan media pembelajaran ini
Desain Inverter 3 Fasa untuk Kendali Motor Induksi
ABSTRAK Satrio, EkoNurhadi. 2012.DesainInverter 3 FasauntukKendali Motor Induksi. JurusanTeknik Elektro. FakultasTeknik. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing : (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T (II) Ahmad Fahmi, S.T., M.T. Kata Kunci :Inverter 3 fasa, konduksi 120o, Mikrokontroler ATMega8535 Di industribanyaksekalimenggunakanjenis motor induksisebagaimesin-mesinproduksimaupun yang lainnya. Inidikarenakan motor induksi 3 fasamemilikibanyakkelebihanselainharganya yang relatiflebihmurahjugaperawatannya yang lebihmudahdibandingjenis motor lainnya. Namunkelemahannyakesulitandalampengaturankecepatan.Karenapadadasarnyapengaturankecepatan motor induksidapatdilakukandenganmengubahjumlahkutub motor ataumengubahfrekuensisuplai motor. Pengaturankecepatandenganmengubahkutub motor sangatsulitdilakukankarenaharusmengubahbentukfisik motor, jadipengaturankecepatannyasangatterbatas. Namunjikapengaturankecepatandenganmengubahnilaifrekuensi, variasiuntukpengaturankecepatanakanlebihbanyakdantidakakanmerubahbentukfisikdari motor tersebut. Jadilebih simple danefisien.Pengaturankecepatanbisadilakukandenganinverter.Dimanainverterberfungsiuntukmerubahtegangan DC menjaditegangan AC. Perubahanfrekuensipadainvertersangat di mungkinkan, sebabbisa di atursesuai yang di inginkan. Padadesainsistemini, Invertermenggunakan 6 buahmosfetdengan 3 lengan yang di driverolehoptocouplerdansinyal yang dikendalikanolehmikrokontroler ATMega8535.Terdapat 6 sinyaluntuk pemicuandimanatiapmosfetdipicu 120odenganselisihpemicuan 60otiapsinyal.Dengan program yang telahdibuatmikrokontrolerjuga di program untukmenampilkanfrekuensi yang nantinya di tampilkanke LCD untukmengetahuibesarfrekuensi yang di inginkan.Selainitudilengkapidenganbuttonuntukmemilihfrekuensi yang digunakanuntukdrivermosfet. Hasil yang di dapat adalah tegangan keluaran inverter meliputi VRS,VST,VTR berbanding lurus dengan tegangan input yang diberikan melewati rangkaian penyearah dan filter.Dalam pengaturan frekuensi diberikan pengaturan antara 10 – 50 Hz dengan range 10. Teknik switching yang digunakan untuk pemicu mosfet pada inverter adalah mode square wave 120oconduction. Dimana sinyal pemicu itu dibangkitkan melalui mikrokontroler ATMega8535.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PERINGATAN DINI PENGGUNAAN DAYA MAKSIMAL UNTUK PELANGGAN RUMAH TINGGAL
ABSTRAK Puspita Sari Pangastuti. 2012. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PERINGATAN DINI PENGGUNAAN DAYA MAKSIMAL UNTUK PELANGGAN RUMAH TINGGAL. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono P.,M.T. (II) Drs. Hari Putranto Kata Kunci: Sistem Informasi, Sensor Arus, Mikrokontroler AT89S51, LCD, Keypad, Buzzer. Banyaknya penggunaan teknologi di setiap aktifitas mengakibatkan semakin banyaknya kebutuhan penggunaan listrik yang digunakan. Pada saat sekarang ini listrik sudah menjadi kebutuhan yang sangat pokok. Seluruh peralatan dari rumah tangga sampai industri hampir seluruhnya menggunakan listrik. Pemakaian beban listrik dari para pelanggan listrik terjadi selama 24 jam. Oleh karena itu besar kecilnya beban beserta perubahannya tergantung kepada kebutuhan para pelanggan akan tenaga listrik. Salah satu penyebab terjadinya trip secara tiba-tiba adalah karena pemakaian beban yang melebihi daya maksimal. Seringnya terjadi trip akan dapat merusak komponen-komponen APP yang dipakai. Oleh sebab itu diperlukan informasi yang digunakan untuk peringatan dini akan penggunaan daya yang terlalu berlebih sebelum terjadi trip. Metode perancangan meliputi: (1) perancangan perangkat keras (hardware), (2) perancangan perangkat lunak (software), (3) perancangan mekanik. Tegangan keluaran dari sensor arus akan disearahkan dengan penyearah lalu dikondisikan sinyalnya dengan pengkondisi sinyal dan tegangan keluaran dari pengkondisi sinyal akan dibaca dan program oleh mikrokontroler AT89S51. Mikrokontroler akan mengirim program pada LCD dan buzzer dengan masukan dari Keypad. Setelah melakukan percobaan beberapa kali alat ini dapat bekerja dengan baik tanpa ada problem. Hasil pengujian: (1) setting point 1A: beban 200W buzzer tidak berbunyi, beban 400W buzzer berbunyi, beban 600W buzzer berbunyi, beban 800W buzzer berbunyi, beban 1000W buzzer berbunyi; (2) setting point 2A: beban 200W buzzer tidak berbunyi, beban 400W buzzer tidak berbunyi, beban 600W buzzer berbunyi, beban 800W buzzer berbunyi, beban 1000W buzzer berbunyi; (3) setting point 3A: beban 200W buzzer tidak berbunyi, beban 400W buzzer tidak berbunyi, beban 600W buzzer tidak berbunyi, beban 800W buzzer berbunyi, beban 1000W buzzer berbunyi; (4) setting point 4A: beban 200W buzzer tidak berbunyi, beban 400W buzzer tidak berbunyi, beban 600W buzzer tidak berbunyi, beban 800W buzzer tidak berbunyi, beban 1000W buzzer berbunyi; (5) setting point 5A: beban 200W buzzer tidak berbunyi, beban 400W buzzer tidak berbunyi, beban 600W buzzer tidak berbunyi, beban 800W buzzer tidak berbunyi, beban 1000W buzzer tidak berbunyi
DESAIN INVERTER SINUSOIDA 1 FASA BERBASIS MIKROKONTROLER
ABSTRAK Aisyah. 2012. Desain Inverter Sinusoida Satu Fasa Berbasis Mikrokontroler. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sujono, M.T. (2) Yuni Rachmawati, ST., M.T. Kata Kunci: inverter, mikrokontroler, driver, step-up. Kebutuhan tenaga listrik semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya varian beban dan pengguna. Listrik juga merupakan kebutuhan primer, Akan tetapi pada kenyataan kebutuhan listrik masyarakat belum terpenuhi secara maksimal, terbukti masih banyak daerah yang belum terjangkau. Dan seringnya pemadaman yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik milik Negara (PLN). Pembuatan inverter ini bertujuan untuk menggantikan listrik sementara untuk penerangan saat terjadi pemadaman listrik. Inverter sinusoida satu fasa adalah rangkaian yang dapat mengubah tegangan searah menjadi tegangan bolak-balik, sumber tegangan searah misalnya baterai/aki. Desain inverter sinusoida satu fasa berbasis mikrokontroler ini terdiri dari tiga rangkaian utama: (a) oscillator, (b) driver, (c) rangkaian trafo step-up. Rangkaian oscillator menggunakan mikrokontroler ATMega8 sebagai penghasil PWM (pulse width modulation), rangkaian driver sebagai switching dengan menggunakan MOSFET IRF3205 dan rangkaian trafo CT sebagai penaik tegangan (step-up). Prinsip kerja dari alat ini adalah ketika diberi tegangan masukan DC 12 Volt dan melakukan pemograman pada mikrokontroler, maka rangkaian mikrokontroler (oscillator) menghasilkan PWM yang kemudian digunakan untuk memicu rangkaian driver. Sinyal diubah menjadi positif-negatif sesuai arah arus yang mengalir pada rangkaian driver sehingga pada driver ini tegangan sudah berubah menjadi 12 volt AC, kemudian tegangan tersebut dinaikan menjadi 220 Volt menggunakan transformator. Hasil dari uji laboratorium bahwa desain inverter ini dapat berfungsi dengan baik, hanya saja dibutuhkan filter untuk mengurangi ripple (gelombang yang masih ada distorsi harmoniknya) pada tegangan keluaran
HUBUNGAN KETELADANAN GURU DAN KOMPETENSI PRODUKTIF DENGAN KESIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA PADA SISWA KELAS XII PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN DI SMK NEGERI 1 BLITAR
ABSTRAK Wibawa, Agung S. 2012. Hubungan Antara Keteladanan Guru Dan Kompetensi Produktif Dengan Kesiapan Memasuki Dunia Kerja Pada Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMK Negeri 1 Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Setiadi C.P., M.T., M.Pd., (2) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. Kata Kunci: Keteladanan Guru, Kompetensi Produktif, Kesiapan Memasuki Dunia Kerja Siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran objektif tentang, (1) Hubungan antara keteladanan guru dengan kesiapan memasuki dunia kerja siswa,(2) Hubungan kompetensi produktif dengan kesiapan memasuki dunia kerja siswa, dan (3) Hubungan antara keteladanan guru dan kompetensi produktif dengan kesiapan memasuki dunia kerja. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Blitar. Objek penelitian ini adalah siswa kelas XII TKJ di SMK Negeri 1 Blitar, dengan sampel sebanyak 68 siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian populasi, dimana sampel diambil dari semua populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis regresi linear ganda untuk mengungkap besarnya hubungan keteladanan guru dan kompetensi produktif dengan kesiapan memasuki dunia kerja. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS for windows versi 16. Penelitian ini berhasil mengungkap (1) Keteladanan guru (X1) memiliki kategori sangat baik sebesar 60,29%, (2) Kompetensi produktif (X2) memiliki kategori sedang 64,70%, dan (Y) memiliki kategori siap sebesar 60,29%, hasil analisis uji hipotesis (1) Ada hubungan yang signifikan antara keteladanan guru dengan kesiapan memasuki dunia kerja pada siswa kelas XII TKJ di SMK Negeri 1 Blitar. (2) Ada hubungan yang signifikan antara kompetensi produktif dengan kesiapan memasuki dunia kerja pada siswa kelas XII TKJ di SMK Negeri 1 Blitar. (3) Ada hubungan yang cukup kuat antara kedua prediktor yaitu, keteladanan guru dan kompetensi produktif dengan kesiapan memasuki dunia kerja pada siswa kelas XII TKJ di SMK Negeri 1 Blitar. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Keteladanan guru berada dalam kategori sangat baik, (2) Kompetensi produktif berada dalam kategori sedang, (3) Kesiapan memasuki dunia kerja berada dalam kategori siap, (4) Ada hubungan positif dan signifikan antara keteladanan guru dengan kesiapan memasuki dunia kerja dengan perolehan nilai koefisen korelasi parsial antara X1 dengan Y yaitu Ry1 sebesar 0,363 dengan (p) 0,02 < 0,05; (5) Ada hubungan positif dan signifikan antara kompetensi produktif dengan kesiapan memasuki dunia kerja dengan perolehan nilai koefisen korelasi parsial antara X2 dengan Y yaitu Ry2 sebesar 0,538 dengan (p) 0,00 < 0,05; (6) Ada hubungan positif dan signifikan antara guru dan kompetensi produktif dengan kesiapan memasuki dunia kerja dengan perolehan nilai koefisen korelasi ganda 2 prediktor antara X1 dan X2 dengan Y yaitu R sebesar 0,652 dan nilai Fhitung 24,014 dengan (p) 0,00 < 0,05