Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    Perencanaan Instalasi Penerangan dan Instalasi Generator Darurat pada Masjid Jami’roudlotul Muttaqiin Lantai 1 Desa Senggreng Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Gunawan, Galang Rizky. Perencanaan Instalasi Penerangan dan Instalasi Generator Darurat pada Masjid Jami’roudlotul Muttaqiin Lantai 1 Desa Senggreng Kabupaten Malang. Pembimbing :(1) Drs.Dwi Prihanto,S.S.T.,M.p.d. (2) Drs. Puger Honggowiyono ,M.T.   Kata kunci : Instalasi,Penerangan,Generator Darurat Energi listrik merupakan prioritas utama untuk menunjang berbagai aktivitas manusia dalam berbagai keperluan di antaranya adalah untuk keperluan penerangan pada sebuah bangunan. Perencanaan Instalasi Listrik Adalah hal yang harus dilakukan agar kualitas instalasi listrik tetap terjaga kondisi dan keandalannya dengan baik. Maka dari itu Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) membuat tingkat pencahayaan yang berbeda sesuai dengan fungsi dari sebuah ruangan Pada Masjid Jami’ Roudlotul Muttaqiin di desa Senggreng Kabupaten Malang sebagai Masjid yang dalam proses pembangunan dengan skala instalasi yang cukup besar terdiri dari dua lantai. Pada lantai 1 Masjid Jami’ Roudlotul Muttaqiin  harus memiliki sistem penerangan dan instalasi listrik yang sesuai dengan kapasitas dari sebuah bangunan pada Masjid Jami’ Roudlotul Muttaqiin yang meliputi intensitas cahaya, efisiensi penerangan, faktor bentuk, fluksi dan titik penerangan pencahayaan yang sesuai dengan  peraturan PUIL 2000 . Perencanaan Instalasi Penerangan  juga dilengkapi dengan sebuah Instalasi Generator Darurat yang dapat menunjang kelancaran aktifitas ibadah apabila terjadi gangguan berupa pemadaman yang secara tiba-tiba. Dengan mengetahui hasil Perencanaan Instalasi Penerangan dan Generator Darurat dan kesesuaian terhadap peraturan PUIL 2000. Untuk mencapai tujuan diatas, dalam penyusunan tugas akhir ini akan dilakukan metode Studi observasi berupa pengolahan data,Studi literature berupa kajian penulis atas refrensi-refrensi yang ada, Analisa data dan perancangan Pengolahan data,Studi bimbingan berupa Penulis dalam penyusunan tugas akhir ini bersama pembimbing yang merupakan pengarah. Perencanaan instalasi Penerangan dan Generator Darurat ini menghasilkan :(1) denah masjid Jami’roudlotul Muttaqiin Lantai 1. (2) Perhitungan secara real pembagian daya penerangan.(3) Rancangan instalasi pengawatan pada masjid Jami’roudlotul Muttaqiin Lantai 1.(4)Penentuan sirkit akhir .(5)Penentuan sistem pertanahan.(6)Penentuan hasil kapasitas daya dari genset.(6)Pengoperasian dari genset dimulai dari menentukan besarnya kapasitas daya sampai sistem interlock yang menunjang pengoperasian genset berjalan secara otomatis maupun manual. Hasil perencanaan Instalasi Penerangan dan Instalasi Generator Darurat pada Masjid Jami’roudlotul Muttaqiin Lantai 1 Desa Senggreng Kabupaten Malang diharapkan mampu meningkatkan keamanan serta keandalan dari Instalasi Penerangan dan Generator Darurat Tersebut

    Desain Boost Converter Sebagai Catu Daya Inverter 1 Fasa

    No full text
    ABSTRAK   Hakim, Lukman.2012. Desain Boost Converter Sebagai Catu Daya Inverter 1 Fasa. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto (II) Aripriharta, S.T.   Kata Kunci:  PWM, Boost Converter, Inverter Merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengontrol daya yang berkaitan dengan power supply, Secara umum PWM adalah sebuah cara memanipulasi lebar sinyal atau tegangan yang dinyatakan dengan pulsa dalam suatu perioda, yang akan digunakan untuk mentransfer data pada telekomunikasi ataupun mengatur tegangan sumber yang konstan untuk mendapatkan tegangan rata-rata yang berbeda.  tujuan tugas akhir ini adalah merakit dan merancang PWM dengan kendali ATmega 8 Berdasarkan hasil perancangan, perakitan dan pengujian hasil yang dibuat sesuai dengan prinsip kerja yang di rancang. Sinyal PWM satu fase yang dirancang merupakan jenis PWM  sinusoida yang dibangkitkan menggunakan perhitungan lebar pulsa yang nantinya akan di operasikan menggunakan flash memori mikrokontroler pada port timer OCR1A. Dalam pemicuan boost converter, tegangan yang keluar dapat disesuaikan dengan tegangan yang dibutuhkan oleh inverter dengan cara mengatur kelebaran dutycycle pada PWM. Inverter adalah alat yang digunakan untuk merubah daya DC (Direct Current) ke daya AC (Alternating Current). Keluaran inverter dapat berupa tegangan yang dapat diatur dan tegangan yang tetap. Sumber tegangan input inverter dapat menggunakan battery, cell bahan bakar, tenaga surya, atau sumber tegangan DC yang lain. Pada proses perancangan desain boost converter sebagai catu daya inverter 1 fasa ini pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perancangan perangkat lunak (software).  Perancangan perangkat keras meliputi : Rangkaian Boost Converter dan rangkaian mikrokontroler. Sedangkan perancangan  perangkat lunak dideskripsikan dalam bentuk flow chart, algoritma bahasa C dari flow chart dan uraian perangkat lunak. Secara umum pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah alat yang telah dibuat baik perangkat keras maupun perangkat lunak dapat bekerja sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Pengujian ini akan dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap pertama pengujian perangkat keras pada setiap blok diagram.  Dalam pengujian perangkat keras ini hasilnya disajikan berupa tabel. Sedangkan tahap pengujian terhadap perangkat lunak yaitu pembangkitan PWM pada ATmega 8

    RANCANG BANGUN TRAINER PLC UNTUK APLIKASI PENGOPERASIAN PADA MESIN PRESS BOTOL

    No full text
    ABSTRAK   Rakhman, Dany Miftakhur. 2012. Rancang Bangun Trainer PLC Untuk Aplikasi Pengoperasian Pada Mesin Press Botol . Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sujito, S.T., M.T. (II) H. M. Rodhi Faiz, S.T., M.T..   Kata Kunci: PLC, trainer, kontrol, mesin press Trainer merupakan suatu modul simulator yang mensimulasikan sistem kerja dari proses kerja suatu sistem. Dengan adanya trainer PLC ini maka akan memudahkan dalam  pemahaman dan pengembangan sistem baik dari konsep pemograman PLC maupun perancangannya. Disini penulis menggunakan PLC OMRON CPM 1A . PLC tersebut berfungsi sebagai kontrol dari pengoperasian trainer mesin press maupun trainer pada umumnya tersebut. PLC OMRON tersebut biasanya dapat diprogram menggunakan console maupun dengan menggunakan software. Software yang digunakan adalah software CX-One, dikarenakan software harus mendukung dengan sistem kerja dari PLC. Berdasarkan hasil perancangan, perakitan, pengujian dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Pada perancangan trainer ini membutuhkan I/O yaitu terdiri dari dua input dan tiga output dengan menggunakan PLC OMRON CPM1A 10 I/O. Pada perancangan trainer mesin press, perancangan dimulai dengan mendesain bentuk dari trainer itu sendiri, dilanjutkan dengan menukur ukuran trainer yang akan dibuar serta membuat desain yang akan dipakai untuk trainer tersebut. Desain meliputi ukuran lubang untuk penempatan PLC, MCB, lampu pilot, jeck banana,fuse, volt meter untuk poiwer supply. (2) Setelah perancangan diatas semua dilaksanakan, maka pada roses selanjutnya adalah perakitan dari trainer PLC. Diawali dengan perakitan power supply, setelah itu dilanjutkan dengan pengeboran untuk digunakan sebagai lubang tempat peletakan komponen - komponen yang telah disiapkan. Jika pengeboran selesai, selanjutnya adalah pemasangan komponen pada lubang – lubang yang telah tersedia. Tahap akhirdari perakitan ini adalah pada tahap pengsoderan komponen yang harhus disesuaikan dengan rancangan yang telah dibuat. (3) Jika perakitan selesai, dilanjutkan dengan tahap pengujian alat berupa trainer tersebut. Pengujian dilakukan pada setiap titik yang telah ditentukan. Pengujian pertama yaitu pada bagian power supply, baik input maupun output dari power supply. Pengujian dilanjutkan pada setiap Modul I/O yang berupa toggle dan push botton. Dilanjutkan dengan pengujian pada output trainer, baik trainer mesin press maupun bagian trainer pada umumnya

    Perancangan Alat Etching PCB Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMega 16

    No full text
    ABSTRAK   Mufidah, Ulfa. 2012. Perancangan Alat Etching PCB Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMega 16. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T.   Kata Kunci : Etching PCB, ATMega16 Penulis mencoba merancang alat etching PCB otomatis. Pada perancangan Tugas Akhir ini, penggeraknya menggunakan motor DC dimana diatur melalui mikrokontroler ATMega16 sebagai otak yang mengendalikan pergerakannya. Alat ini dilengkapi dengan penampil LCD, keypad dan sensor suhu LM35 untuk mengukur suhu larutan etching sebelum proses etching PCB dilakukan. Etching adalah proses pengikisan logam dengan menggunakan zat kimia, dan dalam hal ini logam yang akan dikikis adalah tembaga. Tembaga merupakan jenis logam yang relatif mudah dikikis sehingga banyak zat kimia yang dapat dipakai untuk melakukan proses ini. Secara umum perancangan alat etching PCB otomatis ini terdiri dari tujuh blok rangkaian utama yaitu : mikrokontroler ATMega 16, keypad, sensor suhu, LCD, driver motor DC 1 dan 2. Hasil pengujian dan pembahasan terdiri dari pengujian rangkaian mikrokontroler ATMega16, driver motor, catu daya, penampil LCD, keypad, sensor suhu LM35, serta pengujian rangkaian keseluruhan. Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian alat etching PCB otomatis dapat diambil kesimpulan sebagai beriku: (1) Perancangan alat etching PCB otomatis ini dilakukan dengan merancang sistem, hardware, dan software, (2) perancangan sistem terdiri dari perancangan rangkaian display LCD, keypad, sensor suhu, driver motor, serta mekanik alat, (3) pada perancangan alat etching PCB otomatis ini telah dilakukan pengujian per blok dan pengujian keseluruhan, (4) alat etching PCB otomatis ini telah berhasil dibuat dengan kendali  ATMega 16, LCD sebagai display, keypad sebagai input data, motor sebagai penggerak mekanik, serta LM35 sebagai sensor suhu

    Pembuatan Modul Pengujian Karakteristik Beban Generator AC satu Fasa

    No full text
    Widhi Handiko Febri., 2011. Pembuatan Modul Pengujian Karakteristik Beban Generator AC satu Fasa. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd.  (II M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. Kata kunci: modul, karakteristik beban, dan generator AC satu fasa Permasalahan yang terjadi sekarang adalah sampai saat ini dalam pelaksanaan perkuliahan masih kurangnya sarana praktikum, yaitu masih sedikitnya generator yang tersedia sehingga dalam perkuliahan mesin-mesin listrik atau PTL belum ada pengujian, yaitu hanya sebatas ceramah-tanya-jawab, diskusi kelompok kunjungan kerja dan bersifat konseptual. Dari permasalahan diatas maka diangkatlah judul tugas akhir tentang “Pembuatan Modul Pengujian Karakteristik Beban Generator AC satu Fasa”. Tujuan dan Manfaat yang diinginkan penulis dari penyusunan tugas akhir ini adalah: (1 Mengetahui langkah merancang untuk modul pengujian karakteristik beban generator AC satu fasa, (2 Mengetahui cara merakit dan mengoperasikan generator AC satu fasa untuk pengujian karakteristik beban,(3 Mengetahui hasil pengujian karakteristik beban generator AC satu fasa, (4 Bagi Mahasiswa dapat mengetahui prinsip kerja, cara membuat rancangan instalasi pengujian beban nol dan berbeban pada generator AC 1 fasa, (4 Bagi Universitas Negeri Malang dapat menambah fasilitas praktikum di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang dan meningkatkan makna labolatorium mesin listrik sebagai media penelitian, dan (5 Bagi Masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan mengenai fungsi dari generator sehingga dapat menggunakan generator dengan seefektif mungkin dan memberikan pemahaman dalam aplikasi dari generator AC 1 fasa. Dalam melaksanakan pengujian tanpa beban, dilakukan empat kali pengujian, yang di awali dari putaran 1000rpm sampai dengan putaran 2400 rpm. Sedangkan untuk pengujian berbeban , dilakukan tiga kali pengujian yaitu; arus beban 6, 4, dan 2 ampere dengan putaran massimal. Hal ini dilakukan supaya mendapat hasil yang seakurat mungkin. Bila arus magnetisasi ditambah terus pada suatu nilai Im tertentu, ternyata tegangan output generator tidak banyak bertambah. Yang ditunjukkan oleh kurva yang melengkung dan akhirnya mendatar. Hal ini dikarenakan terjadi kejenuhan pada inti magnet utama (saturasi)

    PERBEDAAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN ALAT BANTU SIMULATOR BOSON NETSIM DENGAN YANG MENGGUNAKAN ALAT BANTU SIMULATOR PACKET TRACER KOMPETENSI MENGINSTALASI PERANGKAT JARINGAN BERBASIS LUAS WIDE AREA NETWORK PADA SISWA KELAS XI TK

    No full text
    ABSTRAK Merlinda, Sherly, Gita. 2012. Perbedaan Minat dan Hasil Belajar Siswa antara yang Menggunakan Alat Bantu Simulator Boson Netsim dengan yang Menggunakan Alat Bantu Simulator Packet Tracer Kompetensi Menginstalasi Perangkat Jaringan Berbasis Luas Wide Area Network pada Siswa Kelas XI TKJ SMK Negeri 1 Kraksaan.Skripsi, Jurusan Teknik Ekektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara M.Pd., (II) M. Jauharul Fuady, S.T, M.T   Kata Kunci: boson netsim, packet tracer, hasil belajar, minat belajar Pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana kegiatan pembelajaran yang dialami oleh siswa. Berdasarkan hasil observasi di SMKN 1 Kraksaan khususnya jurusan Teknik Komputer dan Jaringan menunjukkan bahwa guru menggunakan alat bantu simulator Packet Tracer dengan kompetensi Menginstalasi Perangkat Jaringan Berbasis Luas Wide Area Network. Alat bantu simulator ini merupakan perangkat lunak dari CISCO yang digunakan untuk membuat simulasi jaringan. Kekurangan simulator Packet Tracer adalah ketersediaan type router yang sedikit. Oleh karena itu dalam penelitian ini diterapkan alat bantu simulator Boson Netsim karena memiliki keunggulan diantara lain memiliki ketersediaan router yang banyak dan adanya Lab Navigator yang berfungsi sebagai modul untuk pengguna. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan minat dan hasil belajar siswa anatara yang menggunakan simulator Packet Tracer dengan yang menggunakan  simulator Boson Netsim. Pada penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen pretest-posttest control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa kelas XI TKJ SMK Negeri 1 Kraksaa. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas XI TKJ 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI TKJ 2 sebagai kelas kontrol. Variabel bebas pada penelitian ini adalah alat bantu simulator Boson Netsim dan alat bantu simulator Packet Tracer dan variabel terikat adalah minat belajar dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji hipotesis terhadap hasil belajar siswa yaitu menghasilkan nilai Sig(p) 0,000 < 0,05. Dan Minat Belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan yaitu dengan nilai Sig(p) 0,016 < 0,05. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu penggunaan alat bantu Simulator Boson Netsim pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol yang menggunakan alat bantu Simulator Packet Tracer

    Pengembangan Aplikasi Web Sebagai Alat Bantu Menentukan Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) Bagi Anak Usia Taman Kanak-kanak (TK) di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Kusdarmadi.2012.Pengembangan Aplikasi Web Sebagai Alat Bantu Menentukan Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) Bagi Anak Usia Taman Kanak-kanak (TK) di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, MT, (II) Didik Dwi Prasetya, ST., MT.   Kata Kunci : website,  multiple intelligences, pengembangan Sebagian besar orang tua dan guru pada tingkat pendidikan anak usia dini atau TK berpandangan bahwa anak yang cerdas adalah yang bisa berhitung logika paling cepat dan bertutur bahasa paling lancar. Setiap anak pasti memiliki potensi kecerdasan lain disamping logika dan bahasa yang patut mendapatkan apresiasi serta stimulasi hingga berkembang dengan baik. Permasalahannya saat ini belum ada media atau alat bantu yang bisa diakses secara cepat dan memberikan kontribusi informasi yang akurat terhadap kecerdasan anak usia TK. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media website yang berfungsi sebagai alat bantu menentukan kecerdasan majemuk (multiple intelligences) bagi anak usia TK berdasarkan teori kecerdasan majemuk yang dikemukakan oleh Dr. Howard Gardner (1983). Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development)  Borg and Gall dengan langkah-langkah sebagai berikut:(1) analisis kebutuhan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji coba perseorangan, (5) revisi, (6) uji coba kelompok kecil, (7) revisi, (8) uji coba lapangan, (9) revisi, (10) penyebaran dan pelaporan. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan instrumen berbentuk angket ahli media dan ahli materi serta siswa. Teknik analisis menggunakan analisis data angket dan analisis data secara keseluruhan yang dihitung menggunakan rumus statistik. Berdasarkan hasil uji coba pada ahli media melalui hasil angket diperoleh persentase 96.25% yang berarti media layak digunakan dan dari ahli materi menunjukkan persentase 88.75% berarti materi dalam media website ini layak dijadikan sebagai alat bantu menentukan kecerdasan majemuk (multiple intelligences) anak. Sedangkan uji coba lapangan pada kelompok kecil dengan subyek 3 siswa TK mendapat persentase 86.45% yang berarti layak dan uji coba lapangan pada kelompok besar 25 siswa TK mendapatkan persentase 94.5% yang berarti layak untuk diterapkan di TK sebagai alat bantu menentukan kecerdasan majemuk (multiple intelligences)

    STUDI DAN EVALUASI INSTALASI LISTRIK TENTANG PENGKABELAN GEDUNG GRAHA CAKRAWALA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Widodo, Gigih Wahyu. 2012. Studi dan Evaluasi Instalasi Listrik Tentang Pengkabelan. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono,  M.T. (II) Drs. Hari Putranto.   Kata Kunci: Studi dan Evaluasi , Instalasi Listrik, Pengkabelan Gedung Graha       Cakrawala Universitas Negeri Malang. Studi dan evaluasi adalah belajar sekaligus peninjauan pemeriksaan dan pengkajian ulang terhadap jumlah beban,penghantar kabel,tata letak kabel tanah dan pemasangannya,ukuran kabel,sirkit akhir yang sudah ada pada gedung graha cakrawala.Pada piranti listrik yang digunakan semakin bertambah seiring meningkatnya kebutuhan yang beragam untuk itu pengawatan instalasi harus mencukupi  untuk menghindari terjadinya gangguan pemutusan sirkit karena beban lebih. Kondisi Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang,kerusakan sejumlah titik,belum adanya penggunaaan pengaman,kondisi lain terdapat banyak kerusakan  dibeberapa titik penerangan Maka studi dan evalusi ini  perlu dilakukan sesuai dengan peraturan  PUIL 2000 dan pendukung lainnya studi dan evaluasi ini  berfungsi memenuhi standart PUIL  2000 sehingga nyaman dan aman. Langkah perancangan di mulai dari data yang meliputi kondisi nyata layout denah gedung,fungsi masing-masing ruangan. Perlu juga di lakukan evaluasi dan pembanding  hasil perancangan. Instalasi  penerangan harus dipisahkan dengan instalasi tenaga, dikarenakan apabila terjadi gangguan  pada penggunaan daya beban maka penerangan tidak mengalami pemadaman,perancangan sirkit akhir  instalasi tenaga  meliputi pemilihan penampang penghantar dan arus pengenal gawai proteksi. Pemilihan penampang penghantar  dilakukan dengan dua metode yaitu metode rapat arus dan metode rugi tegangan. Penampang penghantar yang digunakan, perancangan sistem pentanahanan dilakukan dengan memperhatikan resistansi jenis tanah  disekitar bangunan. Jumlah elektroda pentanahan yang dibutuhkan ditentukan untuk menyesuaikan resistans tanah dengan resistans pembumian yang diinginkan.  Hasil studi dan evaluasi ini dihasilkan instalasi listrik  Gedung Graha Cakrawala sesuai dngan denah terbaru sesuai dengan PUIL 2000 Dan persyaratan  yang tidak bertentangan dengan PUIL 2000 dalam hal penentuan luas penampang,rugi daya,merancang pemasangan kabel tanah,gawai proteksi,PHB utama, PHB cabang,jenis penampang penghantar. Perancangan ini juga dapat di gunakan untuk refrensi perancangan ulang instalasi listrik Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang

    TRAINER PLC PORTABEL PADA APLIKASI LIFT EMPAT TINGKAT SATU RUANGAN

    No full text
    ABSTRAK   Dewasa ini teknologi menggunakan trainer sudah banyak digunakan dengan lebih canggih danfleksibel. Hal ini sejalan dengan tuntutan jaman yang menginginkan berbagai macam kemudahan. Contohnya penggunaan trainer dalam percobaan simulasi atau percobaan alat, hal ini sangat membantu dosen atau guru pada saat mengajar. Trainer PLC ini dapat menjawab bagi bengkel atau labolatorium yang ukuranya terbatas, karena Trainer PLC Portabel ini tidak memakan banyak tempat hanya ditaruh diatas meja saja sudah bisa merangkai alat dan simulasi sesuai keinginan, selain itu mahasiswa tidak perlu repot untuk repot untuk praktikum. Karena Trainer PLC Portebel ini sudah dilengkapi komponen pendukung berupa Relay, Tombol Push Button, Saklar Togle, Lampu Indikator dan Kabel sebagai penghubung. Padapermulaanpengoprasiandenganmenekantombolnaik yang menandakanbahwa lift siapdigunakan(penanda ruang berada) danmenyalanyalampuindikator(menandakansistem ON)pada trainer. Sebagaicontoh, bilaada orang yang akanbepergiandarilantaisatumenujulantailantaiberikutnyamaka yang harusdilakukanadalahdenganmenekantombolnaikkemudian lift akannaikdanberhenti di setiaplantainya.Setelah sampai padatempattujuanmaka lift akanberhentipadalantai paling atas. BerdasarkanhasilpembahasandapatdiambilkesimpulanDalam perancangan dan pembuatan Trainer Lift PortabelEmpat Tingkat SatuRuang Berbasisi PLC, jumlah I/O adalah 6 sebagai input dan 4 sebagai output, dan mengunakan PLC Omron CPM1A 10 I/O.Beberapa tahap perencanaan dilakukan dengan mendesain bentuk alat yang akan dibuat, mulai dari ukuran dan penempatan komponen-komponen serta menentukan sistem kerja pada Trainer Portable. Pengunaan PC sebagai pembuatan program atau intruksi awal pada blok PLC.Kemudian membuat kontruksi Lift disesuaikan dengan rancangan disain yang telah dibuat

    PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMK KELAS X DALAM MATA PELAJARAN KKPI ANTARA STRATEGI METAKOGNITIF MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DAN MODEL DISKUSI KELOMPOK

    No full text
    ABSTRAK   Riska, Suastika Yulia. 2012. PerbedaanKeterampilan Berpikir Kritis Dan Prestasi Belajar Siswa SMK Kelas X dalam Mata Pelajaran KKPI antara Strategi Metakognitif Menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan Model Diskusi Kelompok. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sujono, M.T, (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T.   Kata Kunci :   Metakognitif, Think Pair Share, Strategi Metakognitif, keterampilan berpikir kritis, prestasi belajar. Berdasarkan observasi awal didapatkan proses pembelajaran masih didominasi dengan metode ceramah. Hal tersebut mengakibatkan siswa masih kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran.Metakognitif merupakan kemampuan belajar  dan kemampuan menerapkan kognitif bagaimana mestinya belajar dilakukan yang meliputi proses perencanaan, pemantauan, dan evaluasi. Strategi metakognitif merupakan suatu cara yang dilakukan untuk mencapai pemberdayaan keterampilan berpikir.Model pembelajaran koorperatif yang digunakan adalah Think Pair Share (TPS). TPSmerupakan suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas. Dengan asumsi bahwa terdapat pengaturan untuk mengendalikan kelas secara keseluruhan terhadap penugasan yang diberikan. Prosedur yang digunakan dalam think pair share (TPS) dapat memberi siswa lebih banyak waktu berpikir, untuk merespon dan saling membantu. Langkah TPS meliputi: thinking (berpikir), pairing (berpasangan), dan sharing (berbagi). Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi ada tidaknyaperbedaanketerampilan berpikir kritis siswa dan prestasi belajar siswa yang signifikan antara strategi metakognitif menggunakan model pembelajaran think pair share (TPS) dengan metode diskusi kelompok. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dengan jenis penelitian eksperimen adalah pretest-posttest control group design. Penelitian ini menggunakan 2 kelompok kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pada kelas kontrol menggunakan metode diskusi kelompok, sedangkan pada kelas eksperimen menerapkan strategi metakognitif menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Kemampuan awal siswa diukur menggunakan pretest dan kemampuan akhir siswa diukur menggunakan posttest.Pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi metakognitif menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) memiliki prestasi belajar dan keterampilan berpikir kritis lebih tinggi daripada pembelajaran diskusi kelompok

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇