Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    PENGEMBANGAN TRAINER PRAKTIKUM SENSOR DAN TRANSDUSER BAGI MAHASISWA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Karim, Arif Mafatia. 2012. Pengembangan Trainer Praktikum Sensor dan Transduser bagi Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T. (II) Drs. Suwasono, M.T.   Kata Kunci : pengembangan, trainer, sensor dan transduser. Sensor dan Transduser merupakan salah satu pokok bahasan wajib bagi mahasiswa pada program studi S1 Pendidikan Teknik Elektro. Pada silabus menuntut mahasiswa untuk mengetahui, memahami dan juga menguji sensor dan transduser. Namun kenyataan mahasiswa masih merasa kesulitan ketika pembelajaran sensor dan transduser. Hal tersebut di tunjukkan pada hasil angket yang di berikan pada mahasiswa yang pernah menempuh mata kuliah tersebut, serta wawacara terhadap dosen matakuliah sensor dan transduser di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan dan menghasilkan produk berupa trainer yang dapat memecahkan masalah dalam pembelajaran praktikum sensor dan transduser di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Trainer ini diharapkan dapat memudahkan dalam proses belajar mengajar praktikum dan meningkatkan prestasi belajar. Pengembangan ini menghasilkan trainer, modul cetak untuk pegangan dosen dan modul cetak berupa jobsheet untuk mahasiswa pada materi sensor dan transduser pokok bahasan sensor temperatur, sensor tekanan atau gaya, dan sensor cahaya. Dalam pembuatan trainer ini penulis menggunakan model pengembangan yang diadaptasi dan dimodifikasi dari Sugiyono dan Borg & Gall. yang terdiri dari 9 tahap yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) pengembangan produk, (5) validasi produk, (6) revisi produk, (7) uji lapangan, (8) revisi produk, dan (9) Produk akhir. Berdasarkan pada hasil uji coba, diperoleh persentase dari tiap-tiap subyek coba sebagai berikut: (1) Pada ahli media, diperoleh persentase sebesar 93,44%, (2) Pada ahli materi, diperoleh persentase sebesar 88,42%, (3) Pada instrument uji coba (mahasiswa), dipe­ro­­­leh persentase sebesar 92,27%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan trainer praktikum sensor dan transduser bagi mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang ini layak untuk digunakan  sebagai media pembelajaran

    kendali motor induksi multiguna berbasis microcontroller

    No full text
    ABSTRAK   Di  suatu  labolatorium  terdapat Magnetic  Contactor dengan  berbagai  macam  spesifikasinya  yangberbeda.  Biasanya, Magnetic  Contactor yang  terdapat  di  labolatorium  masih  dikontrol  atau  dikendalikandengan  konvensional  diantaranya mengunakan puss  button dan TDR  (Time Delay Relay) yang masih  relatifmahal.  Maka  dari  itu  disini  diberikan  alternatif  pengendalian Magnetic  Contactor untuk  alat  peragamenggunakan Microcontroller. Keuntungan  yang  didapat  dari Microcontroller adalah  biayanya  lebih murahdan  proses  pembuatan  program  lebih  praktis.  Dalam  pembuatan  tugas  akhir  ini  akan  menggunakan  sistemkendali Microcontroller. Pengendali motor  tiga  fasa yang masih menggunakan mesin konvensional untuk mengoperasikannya, jadi motor  tiga  fasa hanya bisa menyala dan mati  sesuai  rangkaian pengendalinya.  Jadi dikala motor tersebutingin mengoprasikan  fungsi lain dan  ingin memakai dua  timer maka  rangkain kendali harus diganti pula, danlampu  indikator  tidak  bekerja  untuk  mengetahui  magnetic  contactor  yang  bekerja.  Oleh  karena  itu  sistempengendali konvensional ini kurang efisien. Perancangan pengendalian  motor tiga fasa berbasis Microcontrollerakan dirancang memiliki  enam  fungsi yang  akan dikendalikan oleh Microcontroller. Microcontroller bergunauntuk mengoprasikan fungsi yang di inginkan dan mengatur timer sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengetahuialat  yang  dirancang  bisa  bekerja  sesuai  dengan  perancangan  yang  telah  dibuat  sebelumnya,  maka  akandiperlukan  pengujian.  Perancangan  dan  pengujian meliputi  beberapa  hal,  yaitu  a) contact microcontroller b)Timer microcontroller)  c)  opto-coupler  pengendali  relay  d) sistem  kendali Microcontroller. Dalam  pengujianjuga dapat menyimpulkan hasil pengujian dengan mengacu prosedur percobaan alat.Kata kunci: Sistem Kendali Microcontroller, Magnetic Contactor, Motor listrik tiga fas

    PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 2 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Kopon Lusi, Christianus.2012: Pengembangan Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis Gangguan Kesehatan Mental Peserta Didik di SMA Negeri 2 Malang. skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T (II) Muhammad Jauharul Fuady, S.T., M.T.   Kata Kunci :Sistem Pakar, SIPATAL, Diagnosa, Gangguan Kesehatan Mental Kesehatan mental memiliki pengaruh terhadap bidang pendidikan. Tingkah laku belajar yang baik didorong oleh mental yang berada dalam kondisi yang sehat, baik atau normal. Kenyataan di SMA Negeri 2 Malang belum ada teknologi informasi untuk mengolah gejala-gejala gangguan kesehatan mental  peserta didik. Selama ini konselor atau guru Bimbingan Konseling  hanya menggunakan cara manual, yakni menyebarkan daftar cek gangguan kesehatan mental, dikumpulkan dan diolah, dan dikomunikasikan  secara manual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pakar untuk mendiagnosis gangguan kesehatan mental (SIPATAL). Melalui sistem ini,guru BK dapat memanipulasi data penyakit, gejala, serta solusi, selain itu guru BK dapat berinteraksi dengan peserta didik melalui fitur pesan. Dalam penelitian ini, kami menerapkanmodel  pengembangan Waterfall dengan tahap: requirements definition, (kebutuhan sistem), system and software design (desain sistem dan perangkat lunak), implementation and unit testing (implementasi dan pengujian unit), integration and system testing (integrasi dan pengujian sistem), operation and maintenance (operasi dan pemeliharaan). Produk yang telah dihasilkan berikutnya dilakukan pengujian atau validasi. Jenis validasi yang ditempuh adalah uji ahli (expert judgement) yang terdiri dari ahli sistem dan pakar materi gangguan kesehatan mental. Ahli sistem menyatakan bahwa valid dengan nilai 97,81%, di sini ahli sistem adalah Guru TI di SMAN 2 Malang yaitu bapak Nurul Firdhaus, S.Kom danpakar materi menyatakan bahwa valid dengan nilai89,45%, di sini pakar materi adalah dosen bimbingan konseling yang mengampu matakuliah kesehatan mental di Universitas Negeri Malang, Dra. Heny Indreswari,M.Pd. Setelah dinyatakan valid oleh kedua ahli tersebut barulah diadakan uji coba pada calon pengguna yakni konselor sekolah atau guru BK dan siswa. Siswa menyatakan 93,3% valid dan guru BK menyatakan 95,36%valid

    PENGATURAN PUTARAN MOTOR INDUKSI 1 FASA MENGGUNAKAN CHOPPER DC DENGAN METODE SPWM

    No full text
    ABSTRAK   Salam, Sya’dulloh. 2013. Pengaturan Putaran Motor Induksi 1 Fasa Menggunakan Chopper DC Dengan Metode SPWM. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aripriharta, S.T., M.T., (II) Drs. Hari Putranto.   Kata Kunci: motor induksi 1 fasa, chopper dc, SPWM. Dalam dunia industri maupun aplikasi peralatan rumah tangga, motor induksi 1 fasa banyak sekali kita jumpai, karena motor induksi 1 fasa tersebut memanfaatkan catu daya 1 fasa 220 Volt yang telah tersedia pada skala rumah tangga pada khususnya. Bila ditinjau dari sisi aplikasinya, tentu bebannya akan berubah-ubah, sehingga memerlukan desain kecepatan motor yang variabel. Pengaturan putaran motor yang umum digunakan adalah dengan cara mengubah tegangan stator, namun efisiensinya terlalu kecil karena bekerja pada daerah linear. Sehingga perlu adanya metode yang menggunakan rangkaian elektronika daya. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai pengaturan putaran motor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan perangkat kendali motor 1 fasa yang dapat mengatur putaran motor dengan menggunakan chopper dc metode SPWM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode desain experimental, dimana alat didesain terlebih dahulu, kemudian diuji performanya. Perlakuan yang diberikan kepada motor adalah torsi konstan (1 Nm), kemudian kecepatan motor dirubah dengan mengubah tegangan keluaran SPWM chopper. Pada motor induksi satu fasa kecepatan saat diberi torsi tetap dapat diatur dengan merubah tegangan ADC. Berdasarkan hasil eksperimen pada saat beban nol kecepatan minimum motor adalah 1458 rpm dan kecepatan maksimum motor adalah 1489 rpm. Sedangkan pada saat berbeban dengan torsi 1 Nm kecepatan minimum motor adalah 1453 rpm dan kecepatan maksimum motor adalah 1486 rpm. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Pertama, alat yang telah didesain bisa digunakan sebagai pengatur kecepatan putaran motor induksi 1 fasa. Kedua, kemampuan alat pengatur putaran motor menggunakan chopper dc masih kurang, yaitu tegangan masukan yang diinginkan masih di bawah yang diharapkan, hal ini disebabkan karena bahan yang digunakan memiliki kualitas yang kurang baik. Ketiga, start putaran motor tidak dimulai dari 0 rpm, tetapi berkisar sekitar 1450 rpm, hal ini disebabkan karakteristik dari picu SPWM itu sendiri, sehingga aplikasi dari alat ini adalah digunakan untuk desain kendali kecepatan conveyor. Respon putaran motor cukup baik, sesuai dengan data input ADC pada mikrokontroler

    Desain Chopper DC Untuk Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Satu Fasa Menggunakan Metode PWM

    No full text
    ABSTRAK     Arifin, Bustanul. 2013. Desain Chopper DC Untuk Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Satu Fasa Menggunakan Metode PWM. Proyek Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aripriharta, S.T., M.T. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.   Kata Kunci: Chopper DC, Motor Induksi Satu Fasa, PWM   Motor induksi satu fasa memiliki kelemahan ketika dioperasikan langsung pada tegangan nominalnya, yakni kecepatannya tidak dapat diatur. Pengaturan kecepatan yang banyak digunakan adalah dengan mengubah frekuensi tegangan motor, namun diperlukan pengaturan kecepatan yang lebih sederhana. Tugas akhir ini bertujuan untuk membuat sebuah inovasi baru terhadap pengaturan kecepatan motor induksi satu fasa dengan sistem yang mudah dan sederhana. Pengaturan yang digunakan adalah metode PWM yang dipicukan pada saklar elekronik berkecepatan tinggi. PWM digunakan untuk memberikan frekuensi yang tetap dengan duty cycle yang dapat dirubah-ubah. Perubahan duty cycle penyaklaran dilakukan dengan menggunakan potensio meter untuk mengendalikan saklar elekronik dalam memotong tegangan pada jembatan dioda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Obyek penelitian adalah motor induksi satu fasa. Dari analisis dan pengujian yang telah diperoleh, Pengaturan kecepatan motor induksi satu fasa pada desain chopper DC menggunakan metode PWM dilakukan dengan cara mengubah tegangan input (ADC) sehingga duty cycle yang dipicukan pada MOSFET berubah dan membuat putaran motor berubah. Perubahan PWM waktu nyala (on) dan waktu mati (off) yang diterapkan pada desain chopper DC untuk pengaturan kecepatan putaran motor induksi satu fasa membuat kecepatan putaran motor dapat dikendalikan dari 2945rpm s/d 2965rpm. Kecepatan putaran motor saat berbeban, respon dan kinerja putaran motor pada saat tegangan input analog berubah cukup baik. Saat motor diberi beban yang berbeda, kecepatan putaran motor stabil.

    Pengembangan Trainer Pergerakan Line Follower Berbasis PID Untuk Pembelajaran Sistem Kendali Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang dengan Bahasan Kontrol PID.

    No full text
    ABSTRAK   Arisandi.  2013.  Pengembangan  Trainer  Pergerakan  Line  Follower  Berbasis  PID Untuk  Pembelajaran  Sistem  Kendali  Jurusan  Teknik  Elektro  Universitas Negeri  Malang  dengan  Bahasan  Kontrol  PID.  Skripsi.  Jurusan  Teknik Elektro,  Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.  Pembimbing:  (1) Drs. Puger Honggowiyono, M.T., (2) H. Ahmad Fahmi, S. T., M. T.   Kata Kunci: pengembangan, klasifikasi, trainer, Line Follower, PID. Proses  pembelajaran  pada  satuan  pendidikan  diselenggarakan  secara  interaktif,    inspiratif,   menyenangkan,   menantang, memotivasi   peserta   didik   untuk  berpartisipasi   aktif,    serta memberikan  ruang  yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik (PP No.19 Th.2005). Berdasarkan  katalog  pada  mata  kuliah  sistem  kendali  terdapat  indicator realisasi  sistem  kontrol  PID.  Pada  indikator    tersebut,  Jurusan  Teknik  Elektro Universitas Negeri Malang pada saat  ini kekurangan media, khususnya  trainer untuk mendukung kegiatan praktikum  sistem kendali. Dimana  trainer  tersebut  seperti yang sudah dijelaskan diatas  akan membantu pemahaman  siswa.  Jawaban dari kurangnya pemahaman  mahasiswa  terhadap  sistem  kendali  adalah  dengan  membuat  media pembelajaran berupa trainer line follower berbasis PID.  Berdasarkan hal yang telah disebutkan diatas, peneliti berusaha membuat trainer berupa trainer aplikasi kontrol PID untuk mengontrol gerak robot line follower secara otomatis. Aplikasi  tersebut dipillih karena dengan belajar prinsip  robot  line  follower selanjutnya mahasiswa  dapat  berusaha membuat  aplikasi  sistem  kendali  yang  lebih kompleks serta mengikuti perkembangan dunia robotika yang semakin pesat. Model  pengembangan  trainer  pergerakan  line  follower  berbasis  PID  ini mengadopsi model pengembangan Pustekom Depdiknas dan ADDIE yang terdiri dari 6  tahap  yaitu:  (1)  Bedah  Kurikulum;  (2)  Analisis  kebutuhan  media  pembelajaran sistem  kendali;  (3)  Desain  media  pembelajaran  berupa  trainer  pergerakan  line follower  berbasis  PID;  (4)  Pengembangan  trainer  pergerakan  line  follower  berbasis PID; (5) Implementasi trainer pergerakan line follower berbasis PID; (6) Evaluasi. Berdasarkan pada hasil uji coba, diperoleh presentase dari tiap-tiap subyek  coba sebagai berikut: (1) Pada ahli media, diperoleh presentase sebesar 95,64 %, (2) Pada ahli materi, diperoleh presentase sebesar 95,19 %, (3) Pada kelompok kecil, diperoleh presentase  sebesar  90,7 %  untuk media  dan  92,3 %  untuk materi.  Sehingga  dapat disimpulkan  bahwa  pengembangan  trainer  line  follower  berbasis  PID  di  jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang  ini  layak untuk digunakan  sebagai media pembelajaran

    KINCIR AIR KAKI ANGSA MODEL TURBIN GANDA UNTUK MENGERAKKAN GENERATOR SATU FASA 0,5 KW 110 V BERPENGUATAN SENDIRI

    No full text
    ABSTRAK   Sumber daya energi adalah kekayaan alam yang sangat bernilai  dan penting untuk mendukung kelangsungan hidup manusia. Energi terbarukan mulai berkembang seiring dengan terbatasnya cadangan energi fosil dan juga adanya dampak negatif pada lingkungan yang terjadi akibat penggunaan energi fosil tersebut. Sehingga dituntut untuk menggunakan energi yang dapat berfungsi kontinu, serta ramah lingkungan demi berlangsungnya kehidupan manusia. Energi air mempunyai potensi yang cukup besar untuk dimanfaatkan menjadi energi listrik di Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang 2/3 wilayahnya adalah lautan berpotensi untuk pengembangan pembangkit energi air. Di samping ketersediaan energi air yang berkelanjutan, potensi energi air sangat sesuai untuk membangkitkan sumber listrik di pedesaan dan dapat juga berfungsi sebagai pergerakan mesin-mesin pertanian.Pembangkit energi air skala mikro atau pembangkit tenaga mikrohidro semakin populer sebagai alternatif sumber energi, terutama di wilayah yang terpencil. Sistem pembangkit tenaga mikrohidro dapat dipasang di sungai kecil dan tidak memerlukan dam yang besar sehingga dampaknya terhadap lingkungan sangat kecil. Penggunaan tenaga air dimasa mendatang perlu ditingkatkan, mengingat potensinya sangat besar dan sejalan pula dengan kebijaksanaan pemerintah untuk mendahulukan sumber daya energi yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diekspor. Potensi tenaga air di Indonesia secara teoritis menurut hasil studi yang dikerjakan oleh PLN bersama Departemen Pekerjaan Umum adalah sebesar ±75.000 MW, yang sebagian besar lokasinya terletak di luar jawa Kata Kunci: Kincir air, mikrohidro, pembangkit energi ai

    kendali motor induksi 3 fasa mwenggunakan TRIAC berbasis mikrokontroler

    No full text
    ABSTRAK   Cahyo,Wahyu Dwi. 2013. kendali Motor Induksi 3 Fasa Menggunakan TRIAC berbasis mikrokontroler, sehingga kecepatan putaran motor dapat di ubah-ubah sesuai kenginan. Pengaturan kecepatan motor dengan menggunakan metode Dimmer.Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Slamet Wibawanto, M.T.  (2) Drs. Suwasono, M.T.    Kata kunci: dimmer TRIAC, Motor Induksi Tiga Fasa, Pengaturan Kecepatan Salah satu pengaturan kecepataan motor induksi adalah dengan menggunakan metode pengaturan tegangan dengan cara melakukan pemotongan sinyal tegangan AC otomatis daya dari tegangan jala-jala akan naik dan turun Permasalahan yang ditinjau dari tugas akhir ini adalah sebagai berikut : (1) Bagaimana desain kendali motor induksi 3 fasa menggunakan dimmer berbasis mikrokontroler ATmega16, (2) Bagaimana pembuatan alat kendali motor induksi 3 fasa menggunakan dimmer berbasis mikrokontroler ATmega16, (3) Bagaimana pengujian kendali motor induksi 3 fasa menggunakan dimmer berbasis mikrokontroler ATmega16. Pada pembuatan alat ini bertujuan untuk pengaturan kecepatan motor induksi tiga fasa menggunakan TRIAC dikarenakan TRIAC merupakan saklar dwi arah yang dapat melakukan pensaklaran baik pada siklus positif maupun negatif oleh karena itu pada proyek akhir ini untuk mengatur sinyal tegangan AC digunakan komponen TRIAC dan mikrokontroler sebagai driver-nya. Hasil dari pengujian alat ini adalah kecepatan motor dapat naik turun sesuai keinginan. untuk autotransformator motor mulai beputar pada tegangan 30 volt tiap kenaikan tegangan 1 volt ,maka rpm juga ikut naik 1 kali, sedangkan pengukuran menggunakan alat. motor mulai berputar pada tegangan 140 volt tiap kenaikan tegangan 1 volt maka kecepatan motor naik 1rpm, sehingga dapat di simpulkan pada saat tegangan minimal motor induksi 3 fasa sudah mulai berputar secara konstan sekitar 1430rpm, sedangkan name plat dari motor induksi berkisar 1500rp

    Otomatisasi Sistem Pengendalian Penerangan Jalan Umum Berbasis Mokrokontroler

    No full text
    ABSTRAK   Putro E. Ade. 2013. Otomatisasi Sistem Pengendalian Penerangan Jalan Umum BerbasisMokrokontroler. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dyah Lestari., S.T., M.Eng (II) Ahmad Fahmi.,S.T.,MT.   Kata kunci: mikrokontroler, RTC (Real Time clock), LDR (Ligh Dependent Resistor) Saat ini masih banyak penerangan jalan umum masih menggunakan timer untukmenyalakan lampu, jadi lampu hanya bisa menyala dan mati sesuai seting waktu timer tersebut.Jadi di kala musim hujan datang, dan cahaya matahari di siang hari tidak memungkinkan untukmemberikan cahaya yang cukup untuk menerangi jalan, maka jalan akan menjadi gelap, dan lampujalan tidak menyala karena timer belum saatnya bekerja untuk menyalakan penerangan. Mikrokontroler dirancang untuk mengendalikan penerangan jalan umum. Untuk membuatsistem yang menggabungkan timer (RTC) dengan sensor cahaya (LDR). Untuk mengetahuikecukupan intensitas cahaya di sekitar jalan, digunakan sensor cahaya LDR. Selain sensor tersebutalat ini juga dilengkapi dengan RTC untuk penunjuk waktu. Perancangan pengendalianpenerangan jalan umum berbasis mikrokontroler akan dirancang memiliki empat level kecerahancahaya yang akan dikendalikan oleh mikrokontroler.hal ini berguna untuk menghemat konsumsienergi dan mengunakan energi sesuai dengan kebutuhan, sehingga alat ini bisa mengurangikonsumsi energi untuk penggunaan penerangan jalan umum. Selain efisien, alat ini juga termasukekonomis dan untuk perawatannya juga tidak terlalu sulit. Setelah melakukan pengujian, hasil yang didapatkan adalah, pada malam hari sekitarpukul 18.00-22.30 lampu akan menyala terang, dan saat pukul 23.00-03.00, lampu akan menyalalebih redup. Saat matahari mulai terbit sensor cahaya otomatis akan bekerja untuk mengendalikanlampu, di kala cuaca mendung dan intensitas cahaya di jalan berkurang, maka mikrokontroler akanmenyalakan lampu jalan untuk memberi penerangan. Berdasarkan pengujian di atas diperoleh duty cycle yang dipicukan ke triac, semakinpanjang duty cycle  maka semakin terang intensitas cahaya pada lampu. Semakin sedikit intensitasyang diterima LDR maka smakin rendah resistansi yang dihasilkan LDR, sehingga semakinpanjang pula waktu nyala duty cycle dan lampu akan menyala lebih terang. Dalam penelitianselanjutnya dianjurkan lebih dikembangkan untuk lampu yang  digunakan bisa smua jenis lampu

    Modifikasi Alternator Mobil Menjadi Generator Sinkron 3 Fasa Penguat Luar 220V/380V, 50Hz

    No full text
    ABSTRAK   Afandi, Hafit. 2013. Modifikasi Alternator Mobil Menjadi Generator Sinkron 3 Fasa Penguat Luar 220V/380V, 50Hz, Pada Mata Kuliah Pembangkit Tenaga listrik Di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) M. RodhiFaiz, S.T., M.T. ,(2) Drs. Fx. Budi Rahardjo, M.Pd.   Kata kunci: Alternator Mobil, Generator Sinkron 3 Fasa Penguat Luar 220V/380V, 50Hz. Sebagian besar energi listrik yang dipergunakan oleh konsumen untuk kebutuhan sehari-hari dihasilkan oleh generator Sinkron tiga fasa yang ada di pusat pembangkit tenaga listrik. Saat ini laboratorium pembangkit energi listrik Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang belum memiliki trainer praktikum sistem paralel generator. Salah satu kelengkapan modul praktikum tersebut adalah Generator Sinkron 3 Fasa Penguat Luar 220V/380V, 50Hzdengan bentukdan daya yang kecil. Proyek Akhir ini membahas tentang memodifikasi sebuah alternator mobil menjadi sebuah Generator Sinkron 3 Fasa Penguat Luar 220V/380V, 50Hz.  Pembuatan Generator Sinkron 3 Fasa Penguat Luar 220V/380V, 50Hzini di lakukan dengan merubah konstruksi rotor alternator mobil yang berjumlah 12 kutub di ubah menjadi 4 kutub dengan ukuran diameter 0,35mm dengan jumlah 1525 lilitan. Belitan stator juga di ubah sistem belitannya karena untuk memperoleh tegangan 220 V perlu di ganti dengan kawat berdiameter 0,25mm. Dengan sistem belitan satu layar. Jumlah belitan kawat dalam satu slot stator adalah 350 belitan. Generator Sinkron 3 Fasa Penguat Luar 220V/380V, 50Hzini fasa dan netral dapat dibebani dengan lampu pijar 75 Watt. Hasil pembuatan tugas akhir ini akan di gunakan sebagai trainer praktikum pada lab pembangkit listrik

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇