Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
334 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Daya PadaPembangkit Hidro Menggunakan Kincir Air Kaki Angsa di Desa Senggreng Kabupaten Malang
ABSTRAK Sodik., 2013. Optimalisasi Daya PadaPembangkit Hidro Menggunakan Kincir Air Kaki Angsa di Desa Senggreng Kabupaten Malang, Jurusan Teknik Elektro Falkultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. (II Drs. Fx. Budi Raharjo, M.Pd. Kata Kunci: kincir air kaki angsa, dan generator AC tiga fasa Permasalahan yang terjadi sekarang adalah: Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang, memerlukan kebutuhan tenaga listrik yang cukup besar dari tahun ke tahun, seiring dengan suplai minyak bumi semakin menipis, menyebabkan masalah bagaimana mencari tenaga penggerak mula alternatif yang sifatnya reneable, berwawasan lingkungan dan ramah lingkungan. Dari permasalahan diatas maka diangkatlah judul tugas akhir tentang Optimalisasi Daya PadaPembangkit Hidro Menggunakan Kincir Air Kaki Angsa di Desa Senggreng Kabupaten Malang. Tujuan dan Manfaat yang diinginkan penulis dari penyusunan tugas akhir ini adalah: (1 mengetahui metode apakah yang harus diterapkan agar daya yang dihasilkan pembangkit hidro optimal, (2 Mengetahui daya optimal dari pembangkit hidro, (3 Mengetahui cara sistem pembangkit yang diterapkan, (5 bagi mahasiswa, dapat mengetahui metode apakah yang harus diterapkan agar daya yang dihasilkan pembangkit hidro optimal, (6 bagi jurusan teknik elektro falkultas teknik universitas negeri malang, dapat digunakan sebagai modul pembelajaran di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, (7 bagi masyarakat, dapat digunakan sebagai pengalih suplai enegri listrik dan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai fungsi dari penggunaan pikohidro Dalam melaksanakan pengujian generator AC tiga fasa system penguat sendiri, dilakukan dua kali pengujian diantaranya pengujian dilapangan menggunakan kinci air kaki angsa dan dilaboratorium jurusan teknik elektro falkultas teknik universitas negeri malang. Hal ini dilakukan supaya mendapat hasil yang seakurat mungkin
Trainer PLC (Programmable Logic Controller) Sistem Kontrol Pengepakan Kaleng
ABSTRAK Prasetyo, Deny Imron. 2012. Trainer PLC (Programmable Logic Controller) Sistem Kontrol Pengepakan Kaleng. Tugas Akhir, jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ahmad Fahmi, S.T., M.T. (II) Sujito, S.T., M.T. Kata Kunci: Trainer, Kontrol, Pengepakan kaleng, PLC. PLC merupakan alat pengendali yang memiliki banyak masukan (input) dan keluaran (output). Guna untuk mengimplimentasikan salah satu aplikasi PLC, maka diperlukan trainer sebagai bahan praktikum mahasiswa teknik elektro. Trainer merupakan suatu modul simulator yang mensimulasikan sistem kerja dari suatu proses kerja suatu sistem. Trainer PLC akan memudahkan dalam pemahaman dan pengembangan sistem baik dari konsep pemrograman PLC maupun perancangannya. Trainer PLC yang dibuat bertujuan untuk mempermudah dalam memahami prinsip kerja PLC dalam industri. Trainer yang dikembangkan merepresentasikan prinsip kerja proses pengepakan kaleng. Tahapan dalam pembuatan trainer terdiri dari: (1) perencanan, (2) proses perancangan, (3) pembuatan alat, (4) pengujian perangkaian, (5) hasil pengujian. Trainer yang dikembangkan menggunakan 2 input dari sensor dan 4 output untuk motor yang diwakili dengan lampu indikator. Trainer terdiri dari beberapa blok komponen yaitu: power suplay, modul input, modul output, plan sistem pengepakan kaleng, dan lampu indikator. Pengujian trainer dilakukan dengan cara menguji tiap blok komponen dan pengujian sistem keseluruhan. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa power suplay yang dibuata dapat menghasilkan tegangan variabel mulai dari 0-36 Vdc. sedangkan modul input dan output dapat berfungsi sesuai perancangan. Plan yang dibuat dapat bekerja sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang. Dengan demikian trainer yang dibuat dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan perancangan
RANCANG BANGUN TRAINER INSTALASI MOTOR LISTRIK TIGA FASA MENGGUNAKAN SMART RELAY
ABSTRAK Dwinanda, Bagus Jefri. 2013. Rancang Bangun Trainer Instalasi Motor Listrik Tiga Fasa Menggunakan Smart Relay. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Sujito, S.T.,M.T. (2) Yuni Rahmawati ST.,MT Kata Kunci: Sistem Kendali Smart Relay, Magnetic contactor, Motor Listrik Tiga Fasa Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat, terutama dibidang teknologi elektro. Hal ini memerlukan sarana yang memadai, praktis dan serba otomatis. Untuk memenuhi kebutuhan otomatis ini diperlukan peralatan kontrol yang bisa memenuhi kebutuhan tersebu, misalnya Smart Relay. Kelemahan dari smart relay adalah teknologi yang masih baru menggunakan sistem kontrol lama yang menggunakan ldder ke konsep komputer. Keunggulan smart Relay bekerja secara Fleksibel dan juga bisa mengendalikan banyak mesin dan dapat berjalan sesuai programnya masing-masing. Membuat sebuah trainer Smart Relay untuk pengaturan instalasi motor listrik tiga fasa agar mudah untuk menjalankannya, namun tidak mengatur kecepatan. Sehingga dapat diperoleh pengkabelan instalasi motor listrik tiga fasa secara mudah, pada pemilihan Smart Relay sebagai pengendali utama pensaklaran dalam perancangan pengendaliannya menggunakan piranti magnetik kontaktor dan menggunakan relay, karena dianggap memiliki kinerja yang sesuai untuk menjalankan putaran motor listrik tiga fasa dan sesuai dengan trainer yang dibuat. Selain itu pada bagian kendali sistem untuk menjalankannya menggunakan push button sebagai tombol (on) dan tombol (off)
PENGEMBANGAN SISTEM AKUISISI DATA SUHU PADA RUANG SERVER MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER DENGAN PENAMPILAN PC (PERSONAL COMPUTER)
ABSTRAK PENGEMBANGAN SISTEM AKUISISI DATA SUHU PADA RUANG SERVER MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER DENGAN PENAMPILAN PC (PERSONAL COMPUTER) Kata Kunci: Delphi , Mikrokontroler, Ruang Server, Sistem Akuisisi. Sistem akuisisi merupakan sistem yang berfungsi untuk mengambil, mengumpulkan, dan menyiapkan data, hingga memprosesnya untuk menghasilkan data yang dikehendaki. Jenis serta metode yang dipilih pada umumnya bertujuan untuk menyederhanakan setiap langkah yang dilaksanakan pada keseluruhan proses. Sistem akuisisi data yang digunakan pada laporan ini adalah sistem akuisisi data suhu yang digunakan untuk monitoring suhu dari suatu ruangan. Dengan adanya sistem akuisisi data suhu ini seorang kontroler atau pengguna akan lebih mudah mengetahui berapa besar suhu yang berada pada ruangan tersebut dan mempermudah dalam proses penanganan atau pendinginan yang dilakukan pada ruang tersebut. Tujuan pembuatan Tugas Akhir yang berjudul Sistem Akuisisi Data Suhu pada Ruang Server Menggunakan Mikrokontroler dengan Penampilan PC (Personal Computer) antara lain: (1) Merancang sistem akuisisi data suhu pada ruang server menggunakan mikrokontroler dengan penampilan PC, (2) Membuat sistem penyimpanan data suhu pada database (PC), (3) Merancang sistem pengiriman data suhu secara otomatis ke monitoring, Metode perancangan meliputi: (1) perancangan sistem, (2) perancangan tiap blok (Hardware), (3) perancangan perangkat lunak (Software), (4) perancangan mekanik alat. Didalam perancangan hardware terdiri dari rangkaian sensor suhu LM35, minimum system mikrokontroler ATmega16, rangkaian RTC, rangkaian komunikasi serial RS 232, rangkaian driver motor DC, dan rangkaian LCD. Kesimpulan (1) Rancangan sistem akuisisi data suhu pada ruang server dapat terealisasi dengan spesifikasi sebagai berikut yaitu LM35 memiliki tegangan keluaran sensor dengan kenaikan sebesar 50 mV untuk setiap 5°C atau 10 mV/°C, maka sensor memiliki kenaikan yang cukup linier. Error rata-rata penunjukan suhu pada sistem akuisisi data suhu adalah 0,87 % dan selisih dari suhu sebenarnya 0,25°C. (2) Aplikasi database untuk penyimpanan data suhu pada komputer dapat menyimpan dan menampilkan data suhu berdasarkan waktu dan tanggal dengan delay 9 detik. (3) Sistem pengiriman data suhu dari mikrokontroler ke komputer menggunakan IC MAX 232 dengan kabel serial RS 232 dapat dilakukan sesuai rancangan
Rancang Bangun Inverter Untuk Penggerak Peralatan Rumah Tangga
ABSTRAK Hikmah. 2013. Rancang Bangun Inverter Untuk Penggerak Peralatan Rumah Tangga. Proyek Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Slamet Wibawanto, M.T. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci: Inverter, Accu, Mikrokontroler Pada skala rumah tangga, peralatan listrik yang umum digunakan yaitu menggunakan catudaya 1 fasa 220VAC yang bersumber dari PLN. Namun permasalahannya, sumber tegangan PLN terkadang padam dalam jangka waktu yang tidak terjadwal bahkan pada saat yang tidak diinginkan. Saat listrik PLN padam, dibutuhkan suatu perangkat yang dapat dipakai untuk mengoperasikan peralatan listrik rumah tangga maka dari itu dapat digunakan sumber tegangan DC yang bisa berasal dari aki yang diubah menjadi tegangan AC dengan inverter. Inverter adalah alat yang digunakan untuk mengubah tegangan DC (Direct Current) menjadi tegangan AC (Alternating Current). Keluaran inverter dapat berupa tegangan yang dapat diatur dengan frekuensi pemiciuan. Sumber tegangan input inverter dapat menggunakan baterai ACCU, tenaga surya, atau sumber tegangan DC yang lain. Menurut bentuk gelombangnya rangkaian inverter dibagi menjadi dua kelas, yaitu inverter amplifier dengan tipe gelombang sinus (sine wave inverter) dan inverter saturate switch dengan tipe gelombang kotak (square wave inverter). Sedangkan menurut fungsinya, inverter dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu inverter satu fasa dan inverter tiga fasa. Pembuatan tugas akhir ini bertujuan untuk membuat desain inverter yang bisa diaplikasikan sebagai kendali penggerak beban listrik skala rumah tangga serta menawarkan suatu desain sumber energi alternatif yang bisa digunakan disaat listrik PLN padam. Inverter dapat digunakan untuk mengubah tegangan DC (direct current) menjadi tegangan AC (alternating current), dalam hal ini tegangan DC dari aki 12V kemudian dirubah menjadi tegangan AC 220V yang kemudian digunakan sebagai catu daya beban penggerak pada peralatan rumah tangga. Topologi inverter yang digunakan yaitu menggunakan push pull, yang terdiri dari 2 buah MOSFET yang dipicu secara bergantian. Dengan picu bergantian secara terus-menerus, maka arus akan menghasilkan tegangan bolak-balik AC yang kemudian tegangan dinaikkan dengan transformator step up, dari hasil pengujian yang telah dilakukan alat dapat bekerja dengan spesifikasi input 12 volt DC, output 210 volt AC Frekuensi 49,5 Hz tanpa beban, pada keadaan berbeban kipas angin tegangan 175 Volt frekuensi 49,5 Hz.pada beban mixer tegangan keluaran 160 volt dengan frekuensi 49,5 Hz, dan pada beban maksimal yaitu blender 100 watt tegangan keluaran 150 volt dengan frekuensi 49,5 Hz
Penerapan Model Pembelajaran PBL (Project Based Learning) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kompetensi Keahlian Multimedia Standar Kompetensi Membuat Gambar Kunci Animasi Siswa Kelas XII di SMK Negeri 1 Tapen
ABSTRAK Mudtrikatul, Siti.2012. Penerapan Model Pembelajaran PBL (Project Based Learning) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kompetensi Keahlian Multimedia Standar Kompetensi Membuat Gambar Kunci Animasi Siswa Kelas XII di SMK Negeri 1 Tapen. Proposal Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci : Hasil belajar, Motivasi Belajar, Project Based Learning. Berdasarkanpengalamanmengajar di kelas XII MM 1 SMKN 1 TapenKabupatenBondowosodiketehuiterdapatbeberapapermasalahanpadapembelajaranProduktif Multimedia.Permasalahantersebutantara lain a) guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan penugasanb) motivasi belajar siswa kurang, c) siswa sulit untuk dikondisikan pada saat pembelajaran berlangsung, d) beberapa siswa tidak dapat mencapai KKM.Olehkarenaitupenelitianinidilakukanuntukmeningkatkanmotifasibelajardanhasilbelajarsiswadenganmenerapkan model Project Based Learning (PBL), melaluiPenelitianTindakanKelas (PTK). Penelitianinimenggunakandesainpenelitiantindakankelas.Siklus yang dirancangadalah 2 siklusdenganmenggunakan model siklusKemmisdan Taggart (1997).Setiapsiklusterdiridariempattahap: (1) perencanaantindakan, (2) pelaksanaantindakan, (3) pengamatandanobservasi, dan (4) refleksi. Subjekpenelitianadalahsiswakelas XII MM 1 SMKN 1 Tapensebanyak 29 siswaterdiriatas 11 siswaperempuandan 18 siswalaki-laki. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwapenerapan model Project Based Learningdapatmeningkatkanmotivasidanhasilbelajarsiswa. Persentasemotivasibelajarsiswapadaawalsiklus I sebesar 70,54% meningkatsebesar 4,02% padaakhirsiklus II persentasemotivasibelajarsiswasebesar 74,56%. Sedangakanperolehanskor rata-rata testulissiswameningkatdari rata-rata awal (pretestsiklus I) sebesar 62,58menjadi 80,15 padasiklus II denganpersentaseketuntasanbelajarklasikalsebesar 10,34% meningkatmenjadi 89,65% padaakhirsiklus II. Dan hasilproyeksiswapadasiklus I sebesar 77,94mengalamipeningkatan 6,99 menjadi 84,93 padasiklus II. Denganberpijakpadahasilpenelitian, penelitimenyarankan agar dalampelaksanaanpembelajaran di sekolah, Project Based Learning (PBL) dapatdijadikansebagaisalahsatualternatifbagi guru dalampembelajaranuntukmeningkatkanmotivasidanhasilbelajarsiswakhususnyapadamatapelajaranProduktif Multimedia di SMK, dandapatdigunakansebagaiacuankerjasamalebihlanjutantaraJurusanTeknikElektroFakultasTeknikUniversitasNegeri Malang denganmasyarakatumumnyadanparagurudisekolahkhususnyadalammensosialisasikanproduk-produk dan kajian-kajian di PerguruanTinggi
Merakit Kendali Motor Induksi Satu Fasa Menggunakan Rangkaian Dimmer Berbasis Mikrokontroler
ABSTRAK Ma’sum, Fery Hidayatulloh. 2013. Merakit Kendali Motor Induksi Satu Fasa Menggunakan Rangkaian Dimmer Berbasis Mikrokontroler, Pada Mata Kuliah Elektronika Daya Di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Fx. Budi Rahardjo, M.Pd (2) Aripriharta, S.T, M.T Kata kunci: Motor Induksi Satu Fasa, Dimmer, Zero Crossing Detector (ZCD), Mikrokontroler. Motor induksi merupakan jenis motor listrik yang banyak digunakan pada keperluan rumah tangga ataupun di industri, karena motor induksi mempunyai kelebihan yaitu dengan strukturnya yang sederhana, kokoh, harga relatif murah, dan perawatannya mudah. Namun, Motor induksi satu fasa memiliki kekurangan antara lain memiliki nilai slip (perbedaan kecepatan putar medan stator terhadap kecepatan medan rotor) yang sangat besar, dan motor induksi sulit dalam pengendalian kecepatan putarnya. Untuk mengatasi salah satu kekurangan dari motor induksi satu fasa, maka diperlukan strategi pengaturan kecepatan. Dari beberapa kelemahan dan uraian tentang strategi pengaturan kecepatan motor induksi satu fasa, maka dalam penelitian ini penulis akan merakit kendali motor induksi satu fasa menggunakan strategi pengaturan tegangan dengan topologi dimmer menggunakan pensaklaran komponen semikonduktor berupa TRIAC. Pengaturan kecepatan dilakukan dengan cara mengatur lebar pulsa pada sinyal gate TRIAC yang dipicu oleh pulsa dari OC1A mikrokontroler sehingga tegangan output pada motor dapat berubah. Pada pemicuan TRIAC dibutuhkan mikrokontroler ATmega8 sebagai kendali utama rangkaian dimmer sedangkan potensiometer digunakan sebagai nilai input tegangan ke ADC (Analog to Digital Converter) mikrokontroler untuk membangkitkan nilai PWM. Dari hasil pengujian alat proyek akhir, kinerja motor induksi satu fasa ketika menggunakan kendali rangkaian dimmer seperti kecepatan putaran motor dapat diatur dari kecepatan nominal terendah pada saat beban 0,0Nm adalah 1495rpm dan kecepatan tertinggi adalah 1498rpm. Sedangkan pada saat beban 2,3Nm kecepatan nominal terendahnya adalah 1476rpm dan kecepatan tertinggi adalah 1481rpm
Kincir Air Kaki Angsa Model Turbin Ganda Untuk Menggerakkan Generator AC 3 Fasa Sistem Penguat Luar
ABSTRAK Yahya Armanto., 2013. Pembuatan Kincir Air Kaki Angsa Model Turbin Ganda Untuk Menggerakkan Generator AC Tiga Fasa Sistem Penguat Luar, Jurusan Teknik Elektro Falkultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. (II Drs. Sujono, M.T. Kata Kunci: kincir air kaki angsa model turbin ganda, dan generator AC tiga fasa. Permasalahan yang terjadi sekarang adalah: Negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan kekayaan alamnya. Yang mana dari kepulauan Indonesia tersusun atas perairan. Sehingga mendapat keuntungan jika mampu mengoptimalkan usaha terhadap pengelolaan di wilayah perairan nusantara, menyebabkan masalah bagaimana mencari tenaga penggerak mula alternatif yang sifatnya reneable, berwawasan lingkungan dan ramah lingkungan. Dari permasalahan diatas maka diangkatlah judul tugas akhir tentang Kincir Kaki Angsa Model Turbin Ganda Untuk Mengoprasikan Generator AC Tiga Fasa Sistem Penguat Luar. Penulisan tugas akhir Tujuan dan Manfaat yang diinginkan penulis adalah: (1) Mengetahui langkah-langkah merancang kincir air kaki angsa model turbin ganda untuk menggerakkan generator AC tiga fasa 1,5 kw sistem penguat luar. (2) Mengetahui cara merakit kincir air kaki angsa model turbin ganda untuk menggerakkan generator AC tiga fasa 1,5 kw sistem penguat luar. (3) Mengetahui cara mengoprasikan kincir air kaki angsa model turbin ganda untuk menggerakkan generator AC tiga fasa 1,5 kw sistem penguat luar. (4) Mengetahui prosedur kerja kincir air kaki angsa model turbin ganda untuk menggerakkan generator AC tiga fasa 1,5 kw sistem penguat luar. (5)Mengetahui hasil uji kerja kincir air kaki angsa model turbin ganda untuk menggerakkan generator AC tiga fasa 1,5 kw sistem penguat luar. Dalam melaksanakan pengujian generator AC tiga fasa system penguat sendiri, dilakukan dua kali pengujian diantaranya pengujian dilapangan menggunakan kinci air kaki angsa dan dilaboratorium jurusan teknik elektro falkultas teknik universitas negeri malang. Hal ini dilakukan supaya mendapat hasil yang seakurat mungkin
Hubungan Persepsi Gaya Mengajar Guru dan Pemahaman Konsep dengan Kompetensi RL (Studi Pada Siswa Kelas X Jurusan Pembangkit Tenaga Listrik SMK PGRI 3 Malang Tahun Ajaran 2012/2013). Skripsi.
ABSTRAK Fitriani, Lia.2013. Hubungan Persepsi Gaya Mengajar Guru dan Pemahaman Konsep dengan Kompetensi RL (Studi Pada Siswa Kelas X Jurusan Pembangkit Tenaga Listrik SMK PGRI 3 Malang Tahun Ajaran 2012/2013). Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (1) Drs. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T (II) Drs. Puger Honggowiyono, M.T. Kata Kunci :persepsi gaya mengajar guru, pemahaman konsep, kompetensi rangkaian listrik Kompetensi rangkaian listrik adalah kecakapan yang dicapai siswa dalam ilmu kelistrikan, dalam hal ini adalah kecakapan memahami tentang hukum Ohm dan hukum kirchoff beserta aplikasinya. Persepsi gaya mengajar guru dan pemahaman konsep memiliki hubungan untuk ketercapaian kompetensi RL tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap signifikansi Hubungan (1) persepsi gaya mengajar guru (X1) dengan kompetensi rangkaian listrik (Y), (2) pemahaman konsep(X2) dengan kompetensi rangkaian listrik (Y), dan (3) persepsi gaya mengajar(X1) dan pemahaman konsep (X2) secara simultan dengan kompetensi rangkaian listrik (Y). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Jenis penelitian korelasional yang digunakan adalah jenis korelasional yang menggunakan metode expost facto. Objek penelitian semua siswa kelas X jurusan pembangkit tenaga listrik SMK PGRI 3 Malang sebanyak 68 siswa. Jenis penelitian populasi. Untuk mengukur variabel pesepsi gaya mengajar guru pengumpulan data menggunakan angket, untuk variabel pemahaman konsep diukur menggunakan soal test, sedangkan untuk variabel kompetensi RL pengumpulan data menggunakan data skunder yaitu berupa nilai hasil ulangan harian dan nilai raport siswa yang telah dirata-rata. Analisa data menggunakan spss 16. Analisa diperoleh dengan menggunakan analisis korelasi parsial dan regresi ganda. Hasil penelitian yaitu (1) bahwa 93% responden memiliki persepsi gaya mengajar guru berkategori tinggi, (2) 71% responden memiliki pemahaman konsep berkategori tinggi, (3) 65% responden memiliki kompetensi RL berkategori sedang, (4) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 dengan Y, (5) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X2 dengan Y, dan (6) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 dan X2 secara simultan dengan Y
Studi dan Evaluasi Instalasi Penerangan pada Ruang Proses 1 PT Bumi Menara Internusa Dampit
ABSTRAK Akhliwantito,Christison. 2012. Study dan Evaluasi Instalasi Penerangan Ruang Proses I PT Bumi Menara Internusa Dampit. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T. (II) Drs. Hari Putranto Kata Kunci: Instalasi Listrik, Penerangan, Evaluasi Evaluasi adalah peninjauan, pemeriksaan dan pengkajian ulang terhadap jumlah beban, titik pencahayaan, tataletak instrumen listrik, ukuran kabel dan sirkit akhir pada ruang Proses PT Bumi Menara Internusa Dampit untuk menjadi lebih baik. Instalasi Listrik merupakan komponen yang penting dalam suatu gedung, yang meliputi titik pencahayaan, stopkontak, sakelar, kabel, sirkit akhir. Metode dalam evaluasi ini adalah metode penilitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data pengukuran intensitas penerangan, pengukuran ruangan serta survei lapangan tentang ruang proses I PT BUMI MENARA INTERNUSA DAMPIT, lalu melakukan perhitungan ulang instalasi penerangan yang sesuai dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000. Berdasarkan hasil evaluasi dan survei lapangan gedung proses I PT Bumi Menara Internusa Dampit diperoleh beberapa ketidaksesuaian dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 diantaranya ada beberapa titik penerangan yang rusak dan belum ada perbaikan, sehingga mempengaruhi intensitas penerangan pada ruangan tersebut , Terdapat beberapa titik cahaya yang tidak seimbang karena kuat cahaya berbeda, sehingga ruangan mengalami penyebaran cahaya yang kurang merata,Terdapat beberapa titik penerangan yang rusak dan belum ada perbaikan, sehingga mempengaruhi intensitas penerangan pada ruangan tersebut, Penggunaan panel yang jauh dari jangkauan. Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada pihak PT BUMI MENARA INTERNUSA DAMPIT untuk membenahi Instalasi Listrik demi keamanan dan kenyamanan penggunaan instalasi listrik. Hasil evaluasi instalasi ini dipakai sebagai pertimbangan dan penentuan instalasi yang baik