Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    rancang bangun alat bantu sinkronisasi paralel generator berbasis frekuensi menggunakan mikrokontroler

    No full text
    ABSTRAK     Nurulum, Puput, Octavia 2013. Rancang Bangun Alat Bantu Sinkronisasi Paralel Generator Berbasis Frekuensi Menggunakan Mikrokontroler. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) M. Rodhi Faiz,S.T., M.T. (II) Drs. Puger Honggowiyono, M.T.    Kata Kunci: Sinkronisasi, PLN, Generator, Frekuensi, Mikrokontroler   Kegiatan manusia tidak lepas dari sistem tenaga listrik. Sistem tenaga listrik yang umum digunakan adalah PLN. Ada sistem pembangkit tenaga listrik yang sering digunakan yaitu mesin generator tegangan AC.  Generator pada umumnya digunakan untuk menggantikan sumber dari PLN ketika terjadi pemadaman. Sebelum dilakukan sinkronisasi antara PLN dengan Generator harus disinkronkan terlebih dahulu hal ini bertujuan untuk menjaga agar sistem tidak terjadi hubung singkat. Pada dasarnya sinkronisasi adalah proses menghubungkan paralel PLN dengan generator dengan syarat syarat yang telah ditentukan. Syarat sinkronisasi ada 3 yaitu : (1) Harus adanya amplitudo Tegangan yang sama, (2) Frekuensi harus sama,  (3) Mempunyai sudut fasa yang sama. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah pengembangan alat pembacaan frekuensi meter. Adapun langkah-langkah yang dilakukan yaitu identifikasi kebutuhan alat, perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak, dan pengujian alat. Sistem pengolah data berupa rangkaian sistem minimum mikrokontroler AVR ATMEGA16, rangkaian ini berfungsi mengolah data untuk membaca frekuensi pada PLN dan generator, nilai frekuensi akan ditampilkan pada led dan LCD. Alat bantu sinkronisasi paralel generator berbasis frekuensi ini mempunyai toleransi pembacaan frekuensi yang dapat digunakan sebagai acuan bahwa antara PLN dan generator sudah sinkron yaitu antara 49 Hz – 51 Hz. Saat pengujian ketika PLN dan generator sudah mempunyai tegangan yang sama dan menapilkan frekuensi pada led dan LCD dengan nilai antara 49 Hz - 51Hz maka PLN dan Generator sudah dapat dikatakan sinkron karena syarat sinkronisasi yaitu harus mempunyai tegangan dan frekuensi yang sama. Berdasarkan hasil pengujian dari alat sinkron digital telah menunjukkan hasil yang sesuai dengan perencanaan. LCD dapat menampilkan nilai tegangan pada kedua sisi sumber dan led juga dapat menampilkan nilai frekuensi yang presisi.  

    Rancang Bangun Regulator Tegangan Untuk Eksitasi Pada Generator Sinkron 3 Fasa Penguat Luar

    No full text
    ABSTRAK     Andriawan, Febri. 2013. Rancang Bangun Regulator Tegangan Untuk Eksitasi Generator Sinkron 3 Fasa Penguat Luar. Proyek Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. (II) Drs. Suwasono, M.T.   Kata Kunci: Regulator Tegangan, Eksitasi, Generator sinkron 3 fasa.   Eksitasi generator adalah sistem pasokan listrik DC sebagai penguatan pada generator sinkron atau sebagai pembangkit medan magnet sehingga suatu generator dapat menghasilkan energi listrik dengan besar tegangan keluaran generator tergantung pada besarnya arus eksitasinya.  Tegangan yang  konstan pada terminal generator merupakan suatu besaran penting  yang harus dipertahankan untuk menghasilkan supply daya yang diharapkan. Untuk itu, diperlukan peralatan kontrol yang digunakan untuk mengatur besaran masukan guna mencapai titik keseimbangan. sekarang ini masih banyak  yang menggunakan kendali konvensional dengan cara memutar autotrafo. Seperti kita ketahui bahwa pengaturan dengan autotrafo terdapat  berbagai macam kelemahan. Pembuatan tugas akhir ini bertujuan untuk membuat sebuah inovasi baru terhadap pengaturan tegangan eksitasi Generator sinkron 3 fasa dengan sistem pengaturan yang mudah dan sederhana. Pengaturan yang digunakan menggunakan metode PWM yang dipicukan pada Thyristor atau SCR. Thyristor atau SCR merupakan komponen elektronika yang terdiri dari bahan semi- konduktor yang dapat mengalirkan arus positif baik dari sumber arus searah maupun dari sumber arus bolak balik. Penggunaan Thyristor atau SCR sangat luas karena dapat mengendalikan arus listrik yang cukup besar dan dipergunakan langsung untuk jaringan arus bolak-balik (AC). Penggunaan SCR pada saat ini adalah untuk switching daya listrik yang besar dan mengendalikan pengaturan kemagnitan generator sinkron 3 fasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen (Research Methode). Obyek penelitian adalah dengan pengendalian tegangan eksitasi generator sinkron 3 fasa . Dari analisis dan pengujian yang telah diperoleh, pengaturan tegangan eksitasi generator sinkron 3 fasa dilakukan dengan cara mengubah besar putaran potensio pada alat sehingga duty cycle yang dipicukan pada SCR berubah dan membuat tegangan keluaran menjadi dapat dikendalikan besarnya. Perubahan PWM waktu nyala (on) dan waktu mati (off) yang diterapkan pada rancang bangun regulator tegangan untuk eksitasi generator sinkron 3 fasa membuat tegangan keluaran  dapat dikendalikan dari 0VAC s/d 223 VAC dan tegangan 0VAC-216VAC untuk generator saat diberi beban lampu 15W. Untuk beban 5 W tegangan keluaran generator dapat diatur 0-223VAC. Pada beban 75W tegangan keluaran generator 0-221VAC

    Penerapan Model Pembelajaran kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas V Semester 2 SDN Jenggolo 2 Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK   Yunita, Dwi Nurma. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas 5 Semester 2 SDN Jenggolo 2 Kepanjen. Skripsi, Program Studi  Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan,  Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. AJE Toenlioe, M.Pd, (II) Dr. Agus Wedi, M.Pd   Kata Kunci: model pembelajaran STAD, keaktifan, dan hasil belajar siswa. Berdasarkan observasi awal ditemukan permasalahan yang berkaitan dengan keaktifan dan hasil belajar IPA siswa kelas 5 SDN Jenggolo 2. Aktivitas siswa menunjukkan minat siswa belajar kelompok masih rendah. Pada umumnya siswa cenderung pasif, hanya menerima apa yang di sampaikan guru tanpa bias mengeluarkan pendapat, bertanya, serta menjawab pertanyaan. Diperlukan pembenahan pada proses pembelajaran tersebut yang salah satunya dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD), dalam metode ini siswa dituntut untuk saling bekerjasama dalam tim yang heterogen, dan siswa lebih aktif dalam pembelajaran.   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas V di SDN Jenggolo 2 Kepanjen dalam mengikuti proses pembelajaran pada pelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran Tipe STAD. Penelitian Tindakan Kelas  ini dilakukan dengan 2 siklus, setiap siklusnya terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi, wawancara, dan tes tertulis. Penelitian dilaksanakan di kelas V SDN Jenggolo 2 Kepanjen dengan jumlah siswa 30 siswa, pada materi pokok Struktur Bumi dan Matahari. Hasil refleksi siklus I menemukan kelemahan dan kekurangan saat proses pembelajaran yang menghambat pelaksanaan metode STAD, yaitu suara guru kurang jelas ketika menerangkan materi kepada siswa, pengorganisasian waktu yang kurang tepat, siswa yang berpendapat dalam diskusi kelompok masih kurang, siswa masih belum terbiasa dengan proses pembelajaran STAD. Sehingga dilakukan perbaikan pada siklus II, yaitu suara guru lebih diperjelas lagi ketika menjelaskan materi pembelajaran kepada siswa, memperbaiki cara berkelompok dengan memberikan tanggung jawab pada masing-masing siswa dalam kelompok, pengarahan kembali cara berdiskusi yang benar, pengorganisasian waktu yang lebih tepat, serta membacakan aturan pembelajaran STAD secara berulang-ulang kepada siswa. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan untuk keaktifan siswa pada siklus I 59,75% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 82,5%, untuk  hasil belajar siswa yang meningkat, yaitu pada siklus I rata-rata pre test 59,42 dan post test 72,75, pada siklus II meningkat menjadi 60,58 untuk pre test, dan post test menunjukkan angka 82,83. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar struktur bumi dan matahari siswa kelas  V SDN Jenggolo 2 Kepanjen. Dari hasil penelitian ini guru disarankan dapat menerapkan model pembelajaran tipe STAD di kelas untuk upaya meningkatkan hasil belajar siswa

    Mesin Pencacah Rumput Menggunakan Sistem Safety Door Interlock

    No full text
    ABSTRAK   Imadian, Faiz. 2013. Mesin Pencacah Rumput Menggunakan Sistem Safety Door Interlock, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. (2) Drs. Hari Putranto.   Kata kunci: Mesin Pencacah Rumput, Sistem Safety Door Interlock, Direct On Line (DOL) Starter. Rumput gajah merupakan pakan ternak bagi sapi perah dikarenakan kandungan gizinya yang sangat baik. Alangkah  baiknya jika rumput gajah yang diberikan pada sapi perah sebagai pakannya diolah dalam bentuk cacahan. Untuk melakukan proses pengolahan rumput gajah maka digunakanlah mesin pencacah. Mesin pencacah rumput gajah merupakan mesin yang berfungsi untuk mencacah atau memotong rumput yang awalnya utuh menjadi potongan kecil. Mesin pencacah rumput terdahulu digerakkan motor induksi satu fasa dan tidak dilengkapi dengan instalasi motor listrik sehingga membuat keamanan pada motor penggerak mesin kurang teramankan apabila terjadi arus hubung singkat serta pada pisau pencacah tidak dilengkapi  pengaman otomatis untuk mematikan motor apabila cover atau pintu penutup terbuka sehingga dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Pada penyusunan tugas akhir membahas tentang modifikasi mesin pencacah rumput yang dilengkapi dengan sistem safety door interlock. Modifikasi mesin pencacah dilakukan untuk meminimalisir kerusakan pada motor penggerak dan kecelakan kerja pada saat pisau pencacah bekerja. Modifikasi dilakukan dengan cara menggunakan instalasi motor listrik yang digunakan pada motor berupa rangkaian Direct On Line (DOL) serta sistem safety door interlock yaitu memasang sensor mekanik yang berupa limit switch pada pintu atau cover penutup mesin pencacah rumput sebagai sensor pengaman. Apabila pintu pengaman terbuka secara disengaja maka secara otomatis sensor mekanik (limit switch) bekerja dan memutuskan supply daya yang menuju mesin pecacah sehingga membuat motor berhenti. Kendali untuk menjalankan mesin pencacah adalah kendali elektromekanik yang dimaksudkan yaitu kendali yang menunjang kinerja dari proses kerja elektrik dan mekanik berupa relay, kontaktor dan dilengkapi Thermal Overload (TOR) apabila terjadi hubung singkat maupun beban mekanik berlebihan pada motor penggerak mesin pencacah. Dalam melaksanakan pengujian sistem safety door interlock, dilakukan beberapa kali pengujian dilaboratorium Jurusan Teknik Elektro, Falkultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Hal ini dilakukan supaya mendapat hasil yang seakurat mungkin

    Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Satu Fasa Menggunakan Metode Burst Firing

    No full text
    ABSTRAK   Atmojo, Habieb Nur. 2013. Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Satu Fasa Menggunakan Metode Burst Firing, Pada Mata Kuliah Elektronika Daya Di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Aripriharta, S.T., M.T. (2) Ahmad Fahmi, S.T., M.T.   Kata kunci:   Burst Firing, Duty Cycle, Mikrokontroler, Motor Induksi Satu Fasa,  Torsi. Pada Proyek Akhir ini akan membahas pengaturan kecepatan motor induksi satu fasa menggunakan metode Burst Firing, pada motor induksi satu fasa kecepatan saat diberi torsi tetap dapat diatur dengan mengubah tegangan pada metode Burst Firing. Kontrol burst firing juga disebut sebagai “on-off control” dan “cycle  syncopation” metode ini memungkinkan sejumlah tegangan suplai gelombang penuh, (atau setengah-gelombang) sampai beban dan kemudian kosong keluar gelombang lainnya. Saat saklar daya dihidupkan pada tegangan listrik nol, pulsa gate (burst firing) membentuk sinyal untuk mendeteksi tegangan nol atau lebar pulsa. Kontrol TRIAC menggunakan metode burst firing sebagai pengendali motor induksi satu fasa sangat sederhana, karena switching pada teganggan nol dan nilai rms yang mudah diperoleh. Pada Tugas Akhir ini, metode Burst Firing direalisasikan dengan Mikrokontroler menggunakan sistem pengendalian motor dengan sinyal Burst Firing sebagai duty cycle-nya sehingga mengatur waktu (on) dan waktu (off). Berdasarkan hasil pengujian pada torsi tetap (3,2Nm), alat yang dirancang dapat mengatur kecepatan Motor Induksi Satu Fasa dengan range kecepatan (1430rpm/50Hz) motor tidak dapat dikendalikan secara halus, karena metode ini digunakan untuk aplikasi Mesin Cuci

    Tingkat Keterlaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Dengan Minat Menjadi Guru Bagi Mahasiswa Calon Guru Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang Semester Gasal 2012/2013

    No full text
    ABSTRAK   Ratna Fitriawati, Lusi. 2013. Hubungan Tingkat Keterlaksanaan PraktikPengalaman Lapangan (PPL) terhadap Ketertarikan Menjadi Guru bagiMahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas NegeriMalang Semester Gasal 2012/2013. Skripsi, Program Studi S1 PendidikanTeknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing:(I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T (II) Drs.Hari Putranto   Kata Kunci : Tingkat Keterlaksanaan (PPL),  Ketertarikan Menjadi Guru Keterlaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sangat pentingdilaksanakan dengan baik agar mendapatkan suatu pengalaman dan pengetahuanmenjadi guru semaksimal mungkin sehingga dapat menimbulkan ketertarikanuntuk menjadi guru. Ketertarikan menjadi guru sangat penting agar nantinya dapatmenjadi lulusan calon guru yang profesional. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengungkap hubungan antara tingkat keterlaksanaan PPL denganketertarikan menjadi guru bagi mahasiswa calon guru jurusan teknik elektro FTUM. Metode Penelitian dalam penelitian yaitu menggunakan jenis penelitiankuantitatif. Sedangkan rancangan yang digunakan adalah deskriptif korelasionalyaitu penelitian untuk mengungkap hubungan variabel bebas adalah tingkatketerlaksanaan PPL (X), dengan variabel terikatnya adalah ketertarikan menjadiguru (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program StudiPendidikan Teknik Elektro dan Program Studi Pendidikan Teknik InformatikaFakultas Teknik Universitas Negeri Malang yang telah mengikuti PPL padasemester gasal 2012/2013 dengan jumlah 152 mahasiswa. Instrumen penelitian iniberupa angket. Analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana Hasil penelitian: (1) Ada hubungan yang signifikan antara variabel tingkatketerlaksanaan PPL (X) dengan variabel ketertarikan menjadi guru (Y) dengan rxy= 0,430 (p= 0,00

    Desain Chopper DC Motor Induksi Satu Fasa Menggunakan Metode PWM Analog

    No full text
    ABSTRAK   Vendi, Mas Aditya Iskandar. 2013. Desain Chopper DC untuk pengaturan kecepatan Motor Induksi satu fasa menggunakan PWM Analog, Pada Mata Kuliah Elektronika Daya Di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. (2) Aripriharta, S.T., M.T.   Kata kunci: Chopper DC, Motor Induksi Satu Fasa, Pengaturan Kecepatan, PWM Analog Pengaturan kecepatan putaran motor AC dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya dengan mengubah jumlah kutub, mengubah tegangan stator, dan mengubah frekuensi. Selain itu pengendalian tegangan yang paling populer adalah pengaturan kecepatan putaran motor AC menggunakan Chopper, Sistem Choppers menawarkan kontrol halus, efisiensi tinggi dan respon yang lebih cepat. Pada Penelitian ini bertujuan untuk desain chopper dc untuk pengaturan kecepatan motor induksi satu fasa menggunakan metode PWM Analog. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode eksperimen (Research Method), dimana yang PWM Analog dirancang dan didesain kemudian diterapkan pada rangkaian chopper dc. Sehingga rancangan tersebut digunakan untuk mengatur kecepatan motor induksi satu fasa. Dari analisis dan pengujian yang telah diperoleh bahwa untuk mengatur waktu switching dengan cara mengatur tegangan dari variabel resistor  guna di bandingkan pada tegangan refrensi dari IC NE555 yang pertama (multivibrator astabil), Waktu switching sangat berpengaruh terhadap tegangan pada motor satu fasa, jika saat memicu waktu (on) maka tegangan pada motor induksi satu fasa meningkat menjadi maksimal dan begitu juga sebaliknya. Kecepatan motor induksi satu fasa dapat di atur oleh pemicuan tegangan yang diatur oleh PWM Analog sehingga tegangan DC yang di Chopper akan mempengaruhi lebar pencacahan sinyal tegangan AC sehingga kecepatan motor dapat di atur sesuai lebar sinyal

    Rancang Bangun Mesin Perajang Kripik Semi Otomatis , Pada Mata Kuliah Instalasi Motor

    No full text
    ABSTRAK   Yoga, Dwi Ageng Roziqi. 2013. Rancang Bangun Mesin Perajang Kripik Semi Otomatis ,Pada Mata  Kuliah Instalasi Motor, Di  Jurusan  Teknik  Elektro  Fakultas  TeknikUniversitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (1) Dyah Lestari, S.T.,M.Eng. (2) Drs.Hari Putranto.   Kata kunci: Perajang kripik, Motor Induksi Satu Fasa, Kendali Elektromagnetik. Untuk  pembuatan  kripik  diperlukan  mesin  guna  mempercepat  proses  pengirisannya,yang disebut mesin perajang. Kapasitas mesin perajang   ditentukan oleh kebutuhan  industriatau konsumen. Proses operasional mesin cukup mudah yaitu dengan mengumpan umbi padamata pisau yang dipasang pada piringan putar.Mesin perajang singkong merupakan alat bantuuntuk merajang singkong menjadi  lembaran  lembaran  tipis dengan ketebalan kurang  lebih 1sampai dengan 2 mm. Bukan hanya itu saja,mesin ini juga dapat menghasilkan hasil rajangandengan ketebalan yang sama. Sehingga waktu perajangan menjadi cepat. Piringan pisau darimesin perajangan kripik ini diputar menggunakan motor induksi satu fasa. Motor induksi merupakan  jenis motor  listrik  yang  banyak digunakan  pada  keperluanrumah  tangga ataupun di industri, karena motor  induksi mempunyai kelebihan yaitu denganstrukturnya yang sederhana, kokoh, harga relatif murah, dan perawatannya mudah.Berdasarkan  pengamatan  yang  dilakukan  Perajangan  dilakukan  secara  manualsedemikian  rupa  sehingga  satu  orang    menggunakan  satu  pisau  untuk  merajangnya. Haltersebut  membuat membuat  saya  terinspirasi  membuat  mesin  perajang  secara  otomatismenggunakan sistem rangkaian kontrol elektromagnetik. Yang mana pemasukan bahan bakudilakukan menggunakan pendorong yang dijalankan oleh motor satu fasa yang di kendalikanmenggukanan kontaktor. Pada  saat  on  1  ditekan  kontaktor  1  bekerja  lampu  indikator  hijau  nyala motor  putarkanan pendorong maju untuk memasukkan bahan baku pada pisau perajang, Pada saat on 2ditekan maka kontaktor 2 bekerja lampu indikator kuning nyala motor balik putaran putar kiripendorong mundur

    Evaluasi Kincir Air Kaki Angsa untuk Mengoperasikan Generator 1 Fasa Berpenguat Luar di desa Senggreng, kecamatan Sumberpucung, kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Firmansyah, Nofian. 2013. Evaluasi Kincir Air Kaki Angsa untuk Mengoperasikan Generator 1 Fasa Berpenguat Luar di desa Senggreng, kecamatan Sumberpucung, kabupaten Malang.TugasAkhir, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. DwiPrihanto, S.S.T., M.Pd., (2) YuniRahmawati, S.T., M.T.   Kata Kunci: evaluasikincir air kaki angsa, generator 1 fasa, desaSenggrengSumberpucung Malang. Di negarakepulauanseperti Indonesia ini, masihbanyakdaerah-daerah yang masihterpencildantertinggal yang belumcukupmendapatpeneranganlistrikdanterjangkau PLN.Olehkarenaitu, untukmengatasipermasalahantersebutpihakpemerintahmaupunpihakswastajugamencarienergialternatifseperti gas alam, batubara, dantenaganuklir. Makadariitubanyaksekalipihak-pihak yang telahmenggunakanturbinuntukalatpembangkit. Inovasi yang diusulkan adalah pengembangandariteknologi kincir air kaki angsa sebagai pembangkit energi pedesaan yang merupakan temuan baru, untuk membangkitkan energi alternatif dan ramah lingkungan. Bentukpengembangannya di sinikincir air kaki angsadidesaindengan model turbingandaparalel. Kincir tersebut lebihpraktisdaridesainsebelumnya, di manapenambahandayadilakukandenganmemasangduabuahturbinseporos (secaraseri).   Berdasarkanhasil yang didapatdaripercobaanoptimalisasidayapadapembangkithydro menggunakankincir air kaki angsauntukmenggerakkan generator 1 fasaberpenguatluar di desaSenggreng, Sumberpucung, Malang, generator hanyamampumenghasilkanputaran 25 rpm.Makadilaksanakanlahpercobaahnuntukmengetahuiberapa minimal putaran yang dibutuhkanuntukmenghasilkantegangandengancaramengkopel generator dengan motor induksi 3 fasa, darihasilpercobaantersebutdidapatkanhasilbahwa generator akanmenghasilkanteganganjikadiputar 298 rpm danakanmenghasilkantegangan yang maksimaljikadiputar 1200 rpm. Makadaripercobaantersebutdapatdisimpulkanbahwa: (1)perluadanyasistemtransmisimekanik yang lebihmendetaildanterperinci, agar dalampengoperasiankincir air kaki angsatersebut, tegangan yang dikeluarkansesuaidengan yang diharapkan. (2) Generator menghasilkantegangan minimal jikadiputar 298 rpm danmenghasilkanteganganmaksimaljikadiputar 1200 rpm. (3) jikadilihatdarihasilputaran yang berkisarantara 25 rpm makaperlu 240 kutubpada generator agar generator menghasilkantegangan, namun, halinitidakmungkindilakukanmengingat generator tersebutberukurankecil

    Penerapan model pembelajaran koorperatif tipe expert group untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa pada kompetensi keahlian membangun dan mengkonfigurasi server di SMK Negeri 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK   PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOORPERATIFTIPE EXPERT GROUP UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS DANHASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TKJ PADA KOMPETENSIKEAHLIAN MEMBANGUN DAN MENGKONFIGURASI SERVER DISMK NEGERI 5 MALANG   Bayu Andi Sulistiya, Syaad Patmanthara, dan Heru Wahyu Herwanto Universitas Negeri Malang Email: [email protected]; [email protected]; [email protected]   Berdasarkan pelaksanaan proses pembelajaran pada mata pelajaran membangun danmengkonfigurasi server dengan guru TKJ SMKN 5 Malang kelas XI. Masih ditemukan beberapakendala yang diindikasikan sebagai penyebab siswa mendapatkan hasil belajar yang kurangmemuaskan, yakni terpusatnya pembelajaran kepada guru. Keaktifan yang terjadi antar siswa masih kurang sehingga membuat pembelajaran kurang kondusif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan model pembelajaran Koorperatif tipe Expert Group yang dilakukan guru. Dan mengetahui pengaruhnya terhadap aktifitas dan hasil belajar siswa. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kolaboratif Partisipatoris. Instrumen penelitian berupa RPP, Silabus, soal tes, rubrik observasi, dokumentasi foto dan catatan lapangan. Hasil data Penelitian menunjukkan pelaksanaan model pembelajaran Koorperatif tipe Expert Group menunjukkan peningkatan dari siklus I 91,9% (kriteria sangat baik) pada siklus II 96,64% (kriteria sangat baik). Aktivitas belajar yang dicapai siswa pada siklus I (81,62%) pada siklus II (95,56%). Hasil belajar ranah kognitif menunjukan rata–rata nilai dari siklus I (7,49) dan siklus II (8,55). Hasil belajar ranah afektif meningkat dari siklus I (77,48%) ke siklus II (89,59%). Pada hasil belajar ranah psikomotorik meningkat dari siklus I (77,2%) ke siklus II (89,62%). Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan model pembelajaran koorperatif tipe Expert Group berjalandengan sangat baik, sehingga mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI TKJ pada kompetensi keahlian membangun dan mengkonfigurasi server di SMK Negeri 5 Malang. Kata Kunci: Model Pembelajaran Koorperatif, Expert Group, Aktifitas Belajar, Hasil Belajar.   Based on implementation of the learning process in subjects build and configure a server with teachers Vocational High School 5 Malang teacher on at XI TKJ class. Still foundsome problems that are indicated as the cause of students getting less than satisfactory learning results, it is about the centralized of learning from the role of teacher.the liveliness student occurs between friends who make learning becomes less conducive. The purpose of the research is to examine the process implementation of cooperative learning model of the type Expert Group that teachers do the learning model. Beside that, the purpose is to examine the effect of applicationcooperative learning model of the type Expert Group for activity and learning result student. This type of research is Classroom Action Research (CAR) model with Participatory Collaborative. Research instrument in the form of lesson plans, syllabus, test questions, rubrics observation, photo documentation and field notes. Research results indicate the implementation of the datamodel of the type of cooperative learning Expert Group showed an increase of 91.9% in first cycle (criteria very well)and the second cycle in 96.64% (excellent criterion). Cognitive learningoutcomes shows the average value of the first cycle (7.49) and second cycle (8,55). Affectif learning outcomes is increased from the first cycle (77.48%) to second cycle (89.59%). In thepsychomotor domain of learning outcomes data is increases from the first cycle (77.2%) to the second cycle (89.62%). . It can be concluded that the implementation of cooperative learning model of the type Expert Group runs very well, so that can increase the activity and the learningoutcomes from students of class XI TKJ on skill competence in developing and configuring servers in Public Vocational High School 5 Malang. Keywords: cooperative learning model, Expert Group, Learning Activity, Learning Outcome

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇