Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    Otomatisasi Back Up Daya Listrik satu Fasa Berbasis Smart Relay

    No full text
    ABSTRAK   Kata kunci: Otomatisasi, Diesel Generator Set, Smart Relay, Cadangan Daya Seringnya terjadi pemadaman listrik dari PLN menyebabkan kerugian di banyak bidang. Tidak bisa dipungkiri bahwa listrik merupakan kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Untuk itulah didesain sebuah sistem yang berfungsi untuk proses otomatisasi diesel generator set sebagai sumber daya cadangan ketika terjadi kegagalan sumber daya utama dan otak kendali menggunakan smart relay. Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah : (1) merancang sebuah otomatisasi generator set berbasis smart relay, (2) mengetahui kinerja keseluruhan sistem otomatisasi starter diesel generator set yang dirancang.  Metode perancangan meliputi : (1) perancangan pengaturan masukan tegangan dari PLN maupun diesel generator, (2) perancangan sistem kontrol (hardware), (3) perancangan program (software). Sistem kontrol ini bekerja mengatur proses starter diesel generator ketika terjadi pemadaman listrik dari PLN begitupun penonaktifan kembali diesel generator ketika sumber daya utama (PLN) kembali normal dengan beberapa standar keamanan jaringan listrik. Otak kendali dari sistem otomatisasi cadangan sumber daya menggunakan smart relay. Hasil dari analisis tersebut antara lain:(1) ketika terjadi pemadaman listrik dari sumber daya utama, maka smart relay akan memberikan perintah kepada kontaktor 24 VAC untuk menstarter diesel generator selama 3 detik, (2) ketika sumber daya utama aktif  kembali, beban tidak disuplai selama kurang lebih 10 detik untuk mengetahui apakah sumber daya listrik utama benar-benar bisa diandalkan dan mengantisipasi adanya arus balik, beban dialihkan ke sumber daya listrik utama, sedangkan diesel generator tetap running tanpa beban untuk menormalkan temperatur kerja dari diesel generator. Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan : (1) seluruh sistem otomatisasi diesel generator telah dirancang dengan standar keamanan, (2) alur kerja dari sistem otomatisasi menggunakan kendali smart relay dengan tambahan beberapa komponen elektromekanik.       

    Pengembangan Media E-Marketing Berbasis Flash untuk Meningkatkan Strategi Kewirausahaan SMK Negeri 4 Malang.

    No full text
    ABSTRAK Badrul Haq, Muhammad. 2014. Pengembangan Media E-Marketing Berbasis Flash untuk Meningkatkan Strategi Kewirausahaan SMK Negeri 4 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) M. Zainal Arifin, S.Si, M.Kom. (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.   Kata Kunci :    Pengembangan Media, Kewirausahaan, Marketing, Pemasaran, Search Engine Optimalization (SEO), E-Marketing, Social Media Optimalization. Terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia saat ini telah meningkatkan jumlah pengangguran. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angkatan kerja yang menganggur hingga Agustus 2014 mencapai 7,2 juta orang. Angkatan kerja yang menganggur tersebut mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Tercatat lulusan sekolah menegah atas (umum dan kejuruan) menyumbang angka paling tinggi 45,5% (Badan Pusat Statistik, 2014). Jumlah ini diprediksi akan semakin meningkat apabila tidak segera disediakan lapangan kerja baru. Sehingga berwirausaha merupakan solusi. Program pendidikan SMK dikhususkan bagi siswa yang mempunyai minat tertentu dan siap untuk bekerja serta membuka lapangan pekerjaan sesuai dengan keterampilan dan bakat yang dimiliki. Namun ternyata banyak jasa dan produk hasil karya siswa SMK tidak dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga banyak siswa SMK ketika lulus sekolah lebih senang menjadi pegawai atau buruh dan hanya sedikit sekali yang tertarik untuk berwirausaha (Kompas, 2004). Walaupun di SMK sudah ditunjang dengan mata pelajaran kewirausahaan namun masalah pendistribusian dan publikasi sangat kurang  dikarenakan membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang banyak. Sehingga hal yang dapat dilakukan pendidik adalah dengan memberikan materi  e-marketing. Melihat fakta di atas, Peneliti mengembangkan sebuah media berbasis flash, dikembangkan menggunakan Metode Research and Development (R&D) menurut Sugiyono. Uji coba dilakukan dengan menggunakan evaluasi formatif berdasarkan Sadiman, dkk, dimana terdapat tiga tahap, yaitu uji perorangan (validasi ahli materi, ahli media, dan tiga orang siswa), uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Terdapat tujuh fitur dalam media e-marketing in yaitu materi, mind map, road map, job sheet, jelajah DVD, install browser, daftar situs web penting, dan uji kemampuan. Fitur materi berisi video dan modul mengenai materi Social Media Optimalziation, Search Engine Optimalization, dan riset kata kunci. Sedangkan fitur uji kemampuan berisi 45 soal untuk mengevaluasi siswa. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, didapat persentase hasil validasi oleh 3 ahli media sebesar 84,73%, hasil validasi oleh ahli materi sebesar 96,28%, hasil uji coba perorangan ke siswa sebesar 83,3%, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 87,1% dan hasil uji coba lapangan sebesar 91,8%. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa media e-marketing secara keseluruhan dinyatakan layak/valid dengan pencapaian rata-rata sebesar 88,2%. Media e-marketing dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran dan media belajar mandiri siswa.ABSTRAK Badrul Haq, Muhammad. 2014. Pengembangan Media E-Marketing Berbasis Flash untuk Meningkatkan Strategi Kewirausahaan SMK Negeri 4 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) M. Zainal Arifin, S.Si, M.Kom. (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.   Kata Kunci :    Pengembangan Media, Kewirausahaan, Marketing, Pemasaran, Search Engine Optimalization (SEO), E-Marketing, Social Media Optimalization. Terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia saat ini telah meningkatkan jumlah pengangguran. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angkatan kerja yang menganggur hingga Agustus 2014 mencapai 7,2 juta orang. Angkatan kerja yang menganggur tersebut mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Tercatat lulusan sekolah menegah atas (umum dan kejuruan) menyumbang angka paling tinggi 45,5% (Badan Pusat Statistik, 2014). Jumlah ini diprediksi akan semakin meningkat apabila tidak segera disediakan lapangan kerja baru. Sehingga berwirausaha merupakan solusi. Program pendidikan SMK dikhususkan bagi siswa yang mempunyai minat tertentu dan siap untuk bekerja serta membuka lapangan pekerjaan sesuai dengan keterampilan dan bakat yang dimiliki. Namun ternyata banyak jasa dan produk hasil karya siswa SMK tidak dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga banyak siswa SMK ketika lulus sekolah lebih senang menjadi pegawai atau buruh dan hanya sedikit sekali yang tertarik untuk berwirausaha (Kompas, 2004). Walaupun di SMK sudah ditunjang dengan mata pelajaran kewirausahaan namun masalah pendistribusian dan publikasi sangat kurang  dikarenakan membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang banyak. Sehingga hal yang dapat dilakukan pendidik adalah dengan memberikan materi  e-marketing. Melihat fakta di atas, Peneliti mengembangkan sebuah media berbasis flash, dikembangkan menggunakan Metode Research and Development (R&D) menurut Sugiyono. Uji coba dilakukan dengan menggunakan evaluasi formatif berdasarkan Sadiman, dkk, dimana terdapat tiga tahap, yaitu uji perorangan (validasi ahli materi, ahli media, dan tiga orang siswa), uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Terdapat tujuh fitur dalam media e-marketing in yaitu materi, mind map, road map, job sheet, jelajah DVD, install browser, daftar situs web penting, dan uji kemampuan. Fitur materi berisi video dan modul mengenai materi Social Media Optimalziation, Search Engine Optimalization, dan riset kata kunci. Sedangkan fitur uji kemampuan berisi 45 soal untuk mengevaluasi siswa. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, didapat persentase hasil validasi oleh 3 ahli media sebesar 84,73%, hasil validasi oleh ahli materi sebesar 96,28%, hasil uji coba perorangan ke siswa sebesar 83,3%, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 87,1% dan hasil uji coba lapangan sebesar 91,8%. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa media e-marketing secara keseluruhan dinyatakan layak/valid dengan pencapaian rata-rata sebesar 88,2%. Media e-marketing dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran dan media belajar mandiri siswa. ABSTRAKBadrul Haq, Muhammad. 2014. Pengembangan Media E-Marketing Berbasis Flash untuk Meningkatkan Strategi Kewirausahaan SMK Negeri 4 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) M. Zainal Arifin, S.Si, M.Kom. (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.Kata Kunci :    Pengembangan Media, Kewirausahaan, Marketing, Pemasaran, Search Engine Optimalization (SEO), E-Marketing, Social Media Optimalization.Terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia saat ini telah meningkatkan jumlah pengangguran. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angkatan kerja yang menganggur hingga Agustus 2014 mencapai 7,2 juta orang. Angkatan kerja yang menganggur tersebut mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Tercatat lulusan sekolah menegah atas (umum dan kejuruan) menyumbang angka paling tinggi 45,5% (Badan Pusat Statistik, 2014). Jumlah ini diprediksi akan semakin meningkat apabila tidak segera disediakan lapangan kerja baru.Sehingga berwirausaha merupakan solusi. Program pendidikan SMK dikhususkan bagi siswa yang mempunyai minat tertentu dan siap untuk bekerja serta membuka lapangan pekerjaan sesuai dengan keterampilan dan bakat yang dimiliki. Namun ternyata banyak jasa dan produk hasil karya siswa SMK tidak dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga banyak siswa SMK ketika lulus sekolah lebih senang menjadi pegawai atau buruh dan hanya sedikit sekali yang tertarik untuk berwirausaha (Kompas, 2004). Walaupun di SMK sudah ditunjang dengan mata pelajaran kewirausahaan namun masalah pendistribusian dan publikasi sangat kurang  dikarenakan membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang banyak. Sehingga hal yang dapat dilakukan pendidik adalah dengan memberikan materi  e-marketing.Melihat fakta di atas, Peneliti mengembangkan sebuah media berbasis flash, dikembangkan menggunakan Metode Research and Development (R&D) menurut Sugiyono. Uji coba dilakukan dengan menggunakan evaluasi formatif berdasarkan Sadiman, dkk, dimana terdapat tiga tahap, yaitu uji perorangan (validasi ahli materi, ahli media, dan tiga orang siswa), uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Terdapat tujuh fitur dalam media e-marketing in yaitu materi, mind map, road map, job sheet, jelajah DVD, install browser, daftar situs web penting, dan uji kemampuan. Fitur materi berisi video dan modul mengenai materi Social Media Optimalziation, Search Engine Optimalization, dan riset kata kunci. Sedangkan fitur uji kemampuan berisi 45 soal untuk mengevaluasi siswa.Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, didapat persentase hasil validasi oleh 3 ahli media sebesar 84,73%, hasil validasi oleh ahli materi sebesar 96,28%, hasil uji coba perorangan ke siswa sebesar 83,3%, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 87,1% dan hasil uji coba lapangan sebesar 91,8%. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa media e-marketing secara keseluruhan dinyatakan layak/valid dengan pencapaian rata-rata sebesar 88,2%. Media e-marketing dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran dan media belajar mandiri siswa

    Hubungan antara Produktivitas Kerja dan Etika Kerja dalam Prakerin dengan Kesiapan Kerja Bidang TKJ pada Siswa SMK Kelas XII Program Keahlian TKJ di SMK Negeri Se-Kota

    No full text
    ABSTRAK   Puspitasari, Dian Yani. 2014. Hubungan antara Produktivitas Kerja dan Etika Kerja dalam Prakerin dengan Kesiapan Kerja Bidang TKJ pada Siswa SMK Kelas XII Program Keahlian TKJ di SMK Negeri Se-Kota Malang. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd., (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T.   Kata Kunci : Produktivitas Kerja, Etika Kerja Prakerin, Kesiapan Kerja Pemberian bekal tentang dunia kerja dapat diwujudkan dalam kegiatan prakerin. Kegiatan prakerin dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana keadaan di dunia kerja pada umumnya. Sehingga ketika siswa telah lulus dari SMK mereka telah memiliki bekal yang cukup. Aspek yang selalu dinilai baik dari sekolah maupun industri adalah sejauh mana produktivitas kerja dan etika kerja yang telah diterapkan oleh siswa pada saat pelaksanaan kegiatan prakerin. Karena dengan melihat dua hal tersebut maka dapat dilihat bagaimana tingkat kesiapan memasuki dunia kerja pada siswa nantinya.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan masing-masing variabel X1, X2 dan Y. Serta mengungkap hubungan antara produktivitas kerja (X1) dan etika kerja selama prakerin (X2) dengan kesiapan kerja bidang TKJ pada siswa (Y) baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini dirancang menggunakan deskriptif korelasional,dengan metode penelitian kuantitatif yang dilakukan pada siswa SMK kelas XII di Kota Malang Program Keahlian TKJ tahun ajaran 2013/2014 dengan pertimbangan telah melakukan prakerin kurang lebih selama 6 bulan. Prosedur pengumpulan data menggunakan penyebaran angket. Data yang diperoleh diuji menggunakan uji prasyarat analisis sebagai syarat untuk dilakukannya uji hipotesis. Uji hipotesis menggunakan korelasi parsial dan regresi ganda untuk mengungkapkan besarnya hubungan dan kontribusi dua variabel bebas secara simultan (bersama-sama) dengan variabel terikat (Y). Hasil penelitian: (1) variabel X1 dalam kategori baik sebesar 72%; (2) variabel X2 dalam kategori baik sebesar 53%; (3) variabel Y dalam kategori baik sebesar 72%; (4) tidak ada hubungan yang signifikan antara produktivitas kerja selama prakerin dengan kesiapan kerja siswa; (5) ada hubungan positif yang signifikan antara etika kerja selama prakerin dengan kesiapan kerja; dan (6) ada hubungan yang signifikan antara produktivitas kerja dan etika kerja selama prakerin dengan kesiapan kerja siswa dengan tingkat korelasinya sedang. Kesimpulan: sumbangan prediktor terhadap kriteriumnya sebesar 25,60% yang dijabarkan sebagai: (1) sumbangan efektif variabel X1 sebesar 0,63%; dan (2) sumbangan efektif variabel X2 sebesar 24,92%. Sedangkan sisanya sebesar 74,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini

    Kendali Mesin Pemindah Barang Berbasis PLC untuk Pengembangan Lab PLC

    No full text
    ABSTRAK   Listiantomo, Didin. 2013. Kendali Mesin Pemindah Barang Berbasis PLC untuk Pengembangan Lab PLC, Pada Mata Kuliah PLC di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sujito, S.T., M.T. (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.   Kata kunci: PLC, Motor DC, Pengaturan Kecepatan Pada Proyek Akhir ini akan membahas pengendalian alat pemindah barang berbasis Programable Logic Control (PLC). Pada Tugas Akhir ini, PLC digunakan sebagai otak dari pengendalian seluruh sisitem. Alat yang dibuat adalah pemindah barang menggunakan conveyor dan lengan penjapit. Untuk mengetahui posisi botol dan lengan penjapit, digunakan sensor limit switch. Penggerak yang digunakan adalah motor DC magnet permanen. Berdasarkan hasil pengujian, alat yang dirancang dapat memindahkan barang dari tempat satu ke tempat yang lainnya secara otomatis. Hanya saja penempatan botol dan pergerakan lengan tidak terlalu presisi. Hal ini menyebabkan adanya sedikit meleset atau tudak tepat sasaran pada pengambilan dan peletakan baran

    KAJIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY PADA GURU BIDANG KEAHLIAN TEKNIK INFORMATIKA DI SMK NEGERI SE-KODYA MALANG

    No full text
    ABSTRAKPrasetya, Devi Ayu. 2013.KajianPelaksanaanPembelajaranBerbasis Lesson Study Pada Guru BidangKeahlianTeknikInformatika di SMKNegeri Se-Kodya Malang.Proposal Skripsi, S1 PendidikanTeknikInformatika, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing (I) Drs. DwiPrihanto, S.S.T., M.Pd ,Pembimbing (II) Drs. F.X. Budi Raharjo, M.Pd.Kata Kunci:Lesson Study, Guru.Lesson Study atauKajiPembelajaranadalahsuatupendekatanpeningkatanpembelajaran yang berasaldariJepang.  Lesson Study yang dalambahasaJepangdisebutJugyokenkyuadalahbentukkegiatan yang dilakukanolehseorang guru danatausekelompok guru yang bekerjasamadengan orang lain (dosen, guru matapelajaran yang samaatau guru satutingkatkelas yang sama, atau guru lainya), merancangkegiatanuntukmeningkatkanmutubelajarsiswadaripembelajaran yang dilakukanolehsalahseorang guru dariperencanaanpembelajaran yang dirancangbersamaatausendiri, kemudian di observasiolehteman guru yang lain dansetelahitumerekamelakukanrefleksibersamaatashasilpengamatan yang barusajadilakukan.    Dalampenelitianini, menggunakan model penelitiandeskriptifdenganpendekatankuantitatif. Penelitianinidirancanguntukmemperolehinformasitentangstrukturgejalapadasuatukondisiataufakta di duniapendidikankhususnyatentangtingkatpelaksanaanpembelajaranberbasis lesson studypada guru bidangkeahlianteknikinformatika di SMK Negeri se-Kodya Malang.Populasidansampeldaripenelitianiniadalah guru-guru guru bidangkeahlianteknikinformatika di SMK Negeri se-Kodya Malangdenganpopulasi 80 dandidapatsampelyaitu 65 guru. Teknikpengambilan data dalampenelitianiniadalah sampling jenuh. Prosedurpengumpulan data menggunakanpenyebarankuesioner.Serta teknikanalisis data dalampenelitianiniadalahanalisisdeskriptifpresentase.Dari hasilpenelitianinidapatdiambilkesimpulanbahwa: (1)PemahamanpembelajaranberbasisLesson study pada guru bidangkeahlianteknikinformatika di SMK Negeri se-Kodya Malang memperolehskorpresentaseskor 78,5% dantermasukkategori“baik”, (2) dikategorikanpelaksanaanpembelajaranberbasisLesson study pada guru bidangkeahlianteknikinformatika di SMK Negeri se-Kodya Malang memperoleh mean 70,29 dantermasukkategori“sedang”(3)dikategorikanpelaksanaanpembelajaranberbasisLesson study pada guru bidangkeahlianteknikinformatika di SMK Negeri se-Kodya Malang, faktorpenghambatmemperoleh mean 19,1dantermasukkategori “kurang” yang terdapatpada interval 22-15. Dan untukfaktorpendukungmemperoleh mean 19,1dantermasukkategori “cukup” yang terdapatpada interval 22-15

    PENGEMBANGAN TRAINER KERJA PARALEL GENERATOR 3 FASA UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN PADA MATAKULIAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PROGRAM S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK Yuliawan, Dwi Muchtar, 2014. Pengembangan Trainer Kerja Paralel Generator 3 Fasa Untuk Mendukung Pembelajaran Pada Matakuliah Pembangkit Tenaga Listrik Program S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto, (II) Moh. Rodhi Faiz, S.T., M.T. Kata Kunci: Pengembangan, Trainer, Generator 3 Fasa, Paralel.Dalam proses pembelajaran dikenal sebuah teori yang dicetuskan oleh Edgar Dale, dalam penggolongan pengalaman belajar yang dituangkan dalam kerucut pengalamannya mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar melalui pengalaman langsung.Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak sekadar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati, terlibat langsung dalam perbuatan, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya. Tidak terkecuali dalam pembelajaran generator 3 fasa, pada matakuliah praktikum pembangkit tenaga listrik di jurusan teknik elektro fakultas teknik universitas negeri malang ini juga membutuhkan adanya trainer kerja paralel generator 3 fasa sebagai media pengalaman langsung kepada mahasiswa.Media pembelajaran ini dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu :1. Trainer Kerja Paralel Generator 3 fasa yang digunakan sebagai media pembelajaran praktikum matakuliah pembangkit tenaga listrik. 2. Jobsheet yang juga berfungsi sebagai buku petunjuk acuan penggunaan dari Trainer Generator 3 fasa.Berdasarkan pada hasil pengembangan trainersistem kerja paralel generator 3 fasa untuk mendukung pembelajaran pada S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang diperoleh kesimpulan bahwa pada ahli media, diperoleh persentase sebesar 88,88%, pada ahli materi, diperoleh persentase sebesar 85,42%, pada instrumen uji coba (mahasiswa), diperoleh persentase sebesar 91,25%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan trainer sistem kerja paralel generator 3 fasa untuk mendukung pembelajaran pada S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran

    Kontrol Kenaikan Suhu Pada Arus Nominal Transformator Berbasis Smart Relay

    No full text
    ABSTRAK   Septino, Nanda Yushua. 2014. Kontrol Kenaikan Suhu Pada Arus Nominal Transformator Berbasis Smart Relay. Tugas Akhir, jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T. (II) Drs. Hari Putranto   Kata Kunci: Trainer, Sistem Kontrol, Transformator, Smart Relay   Sistem kontrol dalam era teknologi sekarang sudah akrab dengan kehidupan sehari-hari, khususnya pada dunia industri dan PLN. Terutama pada proses kenaikan suhu pada arus yang ada pada transformator di PLN, yang membutuhkan pengontrolan atau pengendalian. Proses dari sistem kontrol terdiri atas sekumpulan peralatan-peralatan elektronik yang mampu menangani kestabilan, akurasi, dan mengeliminasi transisi status yang berbahaya, seperti terjadinya hubung singkat dan kondisi mesin yang terlalu panas dalam proses produksi maupun gangguan-gangguan pada proses transmisi. Tujuan dari pembuatan tugas ini adalah merancang sebuah sistem kontrol yang mampu mengontrol kenaikan suhu pada arus nominal yang ada pada transformator berbasis smart relay. Sistem kontrol ini berfungsi mengontrol kenaikan suhu pada arus nominal transformator. Jadi ketika arus pada transformator naik maka sensor suhu akan bekerja mendeteksi kenaikan suhunya. Untuk sensor suhunya diberi batasan atau range, jadi transformator hanya dapat bekerja pada range tersebut, sehingga transformator aman. Otak dari sistem kontrolnya menggunakan smart relay. Metode perancangan meliputi: (1) Perencanaan, (2) Proses perencanaan, (3) Pembuatan alat, (4) Pengujian rangkaian, (5) Hasil pengujian. Trainer terdiri dari beberapa blok komponen antara lain: sensor suhu LM 35, power supply, lampu indikator, modul input, modul output, plant kontrol kenaikan suhu pada arus nominal transformator. Hasil dari analisis tersebut antara lain: Ketika arus pada transformator sudah mencapai titik tertentu yang mengakibatkan suhunya naik, maka sensor suhu akan bekerja otomatis memberi batasan

    Pramono, Rohman Yulianto. 2014. Penerapan Model Problem Solving Learning (PSL) pada Mata Pelajaran Teknik Listrik Terhadap Keaktifan Siswa pada Kelas X TEI di SMK Negeri 1 Blitar. Skripsi, Jurusan TeknikElektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.

    No full text
    ABSTRAK Banyak sekali model pembelajaran yang bisa diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Salah satu contohnya adalah model Problem Solving Learning. Problem Solving Learning merupakan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam bekerja kelompok, dalam memecahkan masalah, dan berfikir kritis sehingga dapat meningkatkan kompetensi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran teknik listrik  kelas X TEI dengan menggunakan model Problem Solving Learning. Dengan menggunakan model Problem Solving Learning diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa, dan siswa akan lebih memiliki rasa bertanggung jawab terhadap tugas-tugas atau masalah yang dibebankan pada mereka. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart, penelitian ini dilakukan sebanyak 3 siklus menggunakan model Problem Solving Learning dimana setiap tahapan siklus berisi 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan berupa rencana pelaksana pembelajaran (RPP). Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan langkah-langkah Problem Solving Learning yaitu: Mendefinisikan masalah, Mendiagnosis masalah, Merumuskan alternatif strategi, Mentukan dan menerapkan strategi pilihan, Melakukan evaluasi. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan dengan cara kolaboratif antara  peneliti dengan teman sejawat dalam pelaksanaan tindakan. Hasil penelitian yang diperoleh dari siklus 1 hingga siklus 3 yaitu ketuntasan secara signifikan aktivitas siswa di kelas. Siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 7,72% dan siklus 3 mengalami peningkatan sebesar 3,7%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Solving Learning dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Teknik Listrik pada kelas X TEI 1 di SMK Negeri 1 Blitar

    Pembangan Media Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia Untuk Siswa Kelas IV SDN Rowokangkung 01 Lumajang

    No full text
    ABSTRAK   Wardhani, Wetinda, Kusuma. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia untuk Siswa Kelas IV SDN Rowokangkung 01 Lumajang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Tri Atmadji Sutikno, M.Pd (II) I Made Wirawan,S.T., S.S.T., M.T   Kata Kunci: Pengembangan Media, Media Pembelajaran, Multimedia  Proses belajar mengajar pada era digital seperti saat ini syarat dengan penggunaan peralatan elektronik, hal ini tidak hanya menarik untuk dicermati, tetapi juga bisa membantu tugas guru dalam memberikan pembelajaran. Dengan menggunakan media pembelajaran dan media pendukung kegiatan pembelajaran yang lain guru dapat menyampaikan materi pelajaran secara jelas sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hasil observasi dan wawancara mengenai media pembelajaran dengan guru mata pelajaran IPS yang dilakukan di SDN Rowokangkung 01 Lumajang, media pembelajaran yang sudah ada kurang sesuai dengan silabus.. Pada sekolah tersebut sudah tersedia media yang mendukung proses pembelajaran seperti notebook, komputer, dan LCD. Hanya saja media tersebut kurang dimanfaatkan pada saat proses pembelajaran karena terbatasnya media pembelajaran khususnya untuk mata pelajaran IPS. Sehingga proses pembelajaran masih terpusat pada guru dan siswa kurang aktif. Selain itu materi yang disajikan pada buku penunjang kurang mewakili kebudayaan setempat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan media dan bahan ajar berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) khususnya untuk siswa SD kelas IV, serta menguji kelayakan media pembelajaran berbasis multimedia yang telah dikembangkan. Pengembangan dan Penelitian ini dilakukan dengan  menggunakan rancangan model pengembangan Research and Development (R&D). Adapun langkah-langkah pengembangan metode Research and Development (R&D) yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produk masal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang telah dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran. Setelah dilakukan validasi dan uji coba, persentasenya sebagai berikut: ahli media (95%), ahli materi (81,25%), uji coba perseorangan (87,5%), uji coba kelompok kecil (90%), dan uji coba lapangan (94,70%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran, memotivasi siswa dalam mengikuti pelajaran, membantu siswa memahami materi, dan menarik perhatian siswa sehingga media ini layak digunakan sebagai media pembelajaran

    Hubungan Kompetensi Guru dan Fasilitas Laboratorium Terhadap Hasil Belaja TIK Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Suherman, Gita Rehuellah. 2012. Hubungan Kompetensi Guru dan Fasilitas Laboratorium Terhadap Hasil Belajar TIK Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Malang.Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika,  Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T ., (II) Ahmad Fahmi, S.T, M.T   Kata kunci : Kompetensi Guru, Fasilitas Laboratorium, Hasil Belajar TIK Pada umumnya keberhasilan belajar siswa dapat tercapai secara optimal apabila faktor –faktor yang mempengaruhinya berada pada situasi yang kondusif. Beberapa faktor tersebut di antaranya adalah kompetensi guru dan fasilitas laboratorium. Dalam perannya sebagai seorang teladan dan pengelola pembelajaran, guru dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensi yang ada pada dirinya supaya dapat berdampak positif pada hasil belajar. Begitu pula dengan fasilitas laboratorium yang dituntut agar selalu menyajikan teknologi terkini dan canggih supaya dapat membawa hasil belajar TIK ke arah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi guru dan fasilitas laboratorium dengan hasil belajar TIK siswa kelas XI SMKN 2 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional yang menggunakan metode  Ex Post Facto, yaitu penelitian yang tidak ada perlakuan terhadap populasi atau sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu kompetensi guru dan fasilitas laboratorium, dan variabel terikat yaitu hasil belajar TIK siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI TKJ SMKN 2 Malang yang berjumlah 117 siswa. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling atau sampel acak yaitu sejumlah 38 siswa yang secara persentase merupakan 30% dari populasi. Dalam penelitian ini, antara variabel kompetensi guru dan hasil belajar siswa dikorelasikan menggunakan teknik korelasi Pearson karena merupakan sebuah data interval dan didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,200 dan signifikansi sebesar 0,030. Kemudian antara fasilitas laboratorium dan hasil belajar siswa dikorelasikan menggunakan teknik korelasi Point Serial karena merupakan sebuah data nominal dan didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,258 dan signifikansi sebesar 0,000. Dan pada uji korelasi ganda untuk menguji variabel-variabel tersebut secara simultan, yaitu variabel kompetensi guru dan fasilitas laboratorium diuji bersama-sama terhadap variabel hasil belajar siswa, didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,0581, dan fhitung (3,514) lebih besar dari ftabel (3,073). Dari hasil analisis korelasi tersebut, maka didapatkan kesimpulan bahwa secara parsial ada hubungan signifikan antara kompetensi guru dengan hasil belajar TIK siswa, serta ada hubungan signifikan antara fasilitas laboratorium dengan hasil belajar TIK siswa. Dan secara simultan ada hubungan signifikan antara kompetensi guru dan fasilitas laboratorium dengan hasil belajar TIK siswa

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇