Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    Pengembangan Trainer SistemRecloser Berbasis Smart Relay Untuk Menunjang Matakuliah Sistem Distribusi Dan Transmisi Di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Rahmat,  Angga  Nur.  2014.  Pengembangan  Trainer  Sistem  Recloser  BerbasisSmart  Relay  Untuk  Menunjang  Matakuliah  Sistem  Distribusi  DanTransmisi Di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi,Jurusan  Teknik  Elektro,  Fakultas  Teknik,  Universitas  Negeri  Malang.Pembimbing: (1) Yuni Rahmawati, S.T., M.T., (2) Sujito, S.T., M.T. Kata Kunci: Sistem Recloser, trainer, smart relay  Recloser  atau  Penutup  Balik  Otomatis  merupakan  salah  satu  peralatanproteksi pada jaringan distribusi tenaga listrik. Recloser peralatan yang berfungsimembuka  jaringan  ketika  terjadi  hubung  singkat  atau  arus  lebih  kemudianmenutup balik secara otomatis ketika gangguan tersebut hilang dengan sendirinya.selain  itu  sebagai  pengaman  seksi  sehingga  dapat melokalisir/membatasi  daerahyang terganggu.Mata kuliah Sistem Distribusi dan Transmisi  Jurusan Teknik UniversitasNegeri Malang merupakan mata  kuliah  yang  disajikan  untuk  program  keahlianElektro  (Arus  Kuat). Media  pembelajaran  yang membantu  proses  pembelajaranmata kuliah  ini  sangat  terbatas. Keterbatasan  ini dikarenakan peralatan distribusitidak mungkin  dihadirkan  secara  nyata  ketika  proses  pembelajaran.  berdasarkanobservasi  dan  wawancara  kepada  dosen  pengampu  yang  telah  dilakukan  makadiperlukan  media  pembelajaran  yang  hampir  menyerupai  peralatan  distribusitenaga listrik tersebut. Di Jurusan Teknik Elektro terdapat Trainer sistem recloserberbasis PLC, namun kondisi trainer tersebut sedang rusak, selain itu pengawatantrainer masih rumit dan pengontrolannya  terbatas, sehingga mahasiswa kesulitandalam memahami  prinsip  kerja  recloser. Trainer  sistem  recloser  berbasis  smartrelay  digunakan  sebagai  alternatif media  pembelajaran  yang mampu mengatasikekurangan  media  pembelajaran  sebelumnya.  Smart  relay  merupakan  sebuahperalatan  elektronik  yang mampu menggantikan  fungsi  relay  konvensional  danbisa  diberikan  instruksi  atau  program.  Trainer  sistem  recloser  berbasis  smartrelay  ini, memiliki  kelebihan,  antara  lain:  pengawatan mudah  dan  pengontrolanlebih banyak.  Model  pengembangan  yang  digunakan  adalah  model  pengembanganSugiyono  yang  dikombinasikan  dengan metode  Borg  dan  Gall.  Pemilihan  padamodel pengembangan tersebut dikarenakan keruntutan dalam setiap tahapnya danterdapat  beberapa  revisi  yang  justru  berguna  untuk membuat  produk  yang  lebihbaik daripada sebelumnya. Tahap model pengembangan yang dilaksanakan, yaitu:(1) Potensi dan Masalah; (2) Pengumpulan Data; (3) Desain Produk; (4) ValidasiDesain; (5) Revisi Desain; (6) Produksi; (7) Ujicoba Perseorangan; (8) Revisi; (9)Ujicoba Kelompok Kecil;  (10) Revisi;  (11) Ujicoba Lapangan;  (12) Revisi;  (13)Laporan; dan (14) Produksi Masal.   Berdasarkan  pelaksanaan  metode  penelitian  dan  pengembangan  makadiperoleh  data  hasil    dari  ahli  media  sebesar  95%,  ahli  materi  sebesar  91%,ujicoba kelompok kecil  sebesar 92%, dan ujicoba kelompok besar  sebesar 88%.Dapat  disimpulkan  bahwa  trainer  sistem  recloser  berbasis  smart  relay  telahmemenuhi kriteria valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran.

    PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR DC DENGAN MENGGUNAKAN KONTROL PROPORTIONAL INTEGRAL DERIVATIF (PID) UNTUK MENDUKUNG MATAKULIAH PRAKTIKUM SISTEM KENDALI

    No full text
    Abstrak   Praktikum Sistem Kendali merupakan salah satu pokok bahasan wajib bagi mahasiswajurusan Teknik Elektro di Universitas Negeri Malang. Mahasiswa dituntut untuk mempelajari, menguasai dan memahami konsep dasar sistem kendali. Namun kenyataannya, masih adamahasiswa yang merasa bahwa sistem kendali merupakan pokok bahasan yang sulit. Hal tersebut dikarenakankemampuan mahasiswaberbeda-beda dalam memahami konsep dasarsistem kendali.Dari hasil interview dan hasil angket persepsi mahasiswa yang sudah menempuh matakuliah Praktikum Sistem Kendali didapatkan, bahwa ada beberapa kesulitan karena belum tersedia trainer dan modul pada sub bahasan tentang kendali Proportional Integral Derivatif (PID). Berdasarkan kenyataan tersebut, perlu dirancang bahan ajar berupa modul pembelajaran sistem kendali agar pembelajaran mengenai perancangandasar kendali PID di kelas berlangsung secara aktif, efektif, dan bermanfaat. Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) menghasilkan trainerpengendalian motor DC dengan menggunakan kontrol PID untuk mahasiswa jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang; (2) menghasilkan modul praktikumtrainerpenggunaan kontrol PID bagi mahasiswa dan asisten dosen.Metode pengembangan yang digunakan adalah model Sugiyono, dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasidesain, (5) revisi desain, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk, (8) ujicoba pemakaian, (9) revisi produk dan (10) produksi masal. Dari hasil uji coba yang dilakukan pada trainer didapatkan settling time = 3, overshoot = 5,6%, dan rise time = 2 padainputsetpoint = 1600, KP=2, KI=0,5 dan KD=0,2. Sedangkan error steady state adalah 2%.Berdasarkan pada hasil analisis data percobaan, diperoleh persentase dari tiap-tiap subyek coba sebagai berikut: (1) pada ahli media, diperoleh presentase 85,71% untuk modul cetak, dan persentase trainer sebesar 81,81%, (2) pada ahli materi diperoleh persentase 80,95%,(3) pada mahasiswa, diperoleh presentase sebesar 85,58%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan trainerpengendalian kecepatan motor DC dengan kontrol PID untuk matakuliah Praktikum Sistem Kendali  ini layak untuk digunakan  sebagai media pembelajaran. Kata Kunci: Trainer, PID, Sistem Kendal

    PENGEMBANGAN TRAINER PEMBANGKIT LISTRIK MENGGUNAKAN MESIN STIRLING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTIKUM PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

    No full text
    ABSTRAK   Widyatmoko, Satrio Jati. 2014. Pengembangan Trainer Pembangkit Listrik Menggunakan Mesin Stirling sebagai Media Pembelajaran Praktikum Pembangkit Tenaga Listrik, Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) M. Rodhi Faiz, S.T.,M.T., (2) Drs. Sujono, MT.   Kata kunci: pengembangan, trainer, mesin stirling, pembelajaran pembangkit tenaga listrik Pembangkit Tenaga Listrik merupakan salah satu pokok bahasan wajib bagi mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Malang khususnya bidang keahlian listrik/elektro. Mahasiswa dituntut untuk mempelajari, menguasai dan memahami jenis-jenis pembangkit dan operasional pembangkit. Hanya terlaksana beberapa praktikum saja meliputi: energi terbarukan, sistem smart grid (simulasi), sistem pembangkit (simulasi). Trainer yang tersedia kurang beragam dan kurang perawatan sehingga banyak trainer yang tidak berfungsi secara optimal.Berdasarkan hasil interview pada beberapa mahasiswa yang telah menempuh matakuliah pembangkit tenaga listrik, selama ini pembelajaran di pembangkit tenaga listrik masih menggunakan metode ceramah dengan media powerpoint yang berisi teks dan gambar saja. Serta pada saat praktikum hanya ada trainer pembangkit listrik yaitu genset,solar cell, dan generator. Pengembangan ini menghasilkan media pembelajaran berupa trainer pembangkit listrik menggunakan mesin stirling untuk matakuliah pembangkit tenaga listrik serta bahan pembelajaran cetak berupa jobsheet, handout dan manual book. Model pengembangan trainer ini menggunakan model pengembangan ADDIE karena terdapat evaluasi disetiap tahapannya sehingga didapatkan produk yang efektif dan efisien. Model pengembangan trainer ini memiliki 5 tahap yaitu: (1) Analisis kebutuhan media pembelajaran Praktikum Pembangkit Tenaga Listrik; (2) Desain media pembela¬jaran berupa trainer pembangkit listrik menggunakan mesin stirling; (3) Pengem¬bangan trainer pembangkit listrik menggunakan mesin stirling; (4) Implementasi trainer pembangkit listrik menggunakan mesin stirling; (5) Evaluasi di keempat tahap tersebut.Rancangan model pengembangan ini telah sesuai dengankebutuhan peneliti untuk melakukan pengembangan trainer. Berdasarkan hasil uji coba diperoleh persentase dari tiap-tiap subjek uji coba sebagai berikut: (1) persentase skor keseluruhan dari ahli materi sebesar 85,53%, (2) persentase skor keseluruhan dari ahli media sebesar 92,86%, dan (3) persentase skor keseluruhandari uji coba kelompok kecil sebesar 90,42%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan trainer pembangkit listrik menggunakan mesin stirling sebagai media pembelajaran praktikum pembangkit tenaga listrik ini layak sebagai media pembelajaran

    Proteksi Motor Induksi 3 Phasa Berbasis Smart Relay Sebagai Alat Simulasi Bengkel Elektronika DayaLanjud dan Sistem Tenaga

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci : : Trainer, Kontrol, sistem proteksi motor, Smart relay. Smart relay merupakan alat pengendali yang memiliki banyak masukan (input) dan keluaran (output). Guna untuk mengimplimentasikan salah satu aplikasi Smart relay, maka diperlukan trainer sebagai bahan praktikum mahasiswa teknik elektro. Trainer merupakan suatu modul simulator yang mensimulasikan sistem kerja dari suatu proses kerja suatu sistem. Trainer Smart relay akan memudahkan dalam pemahaman dan pengembangan sistem baik dari konsep pemrograman Smart relay maupun perancangannya. Trainer Smart relay yang dibuat bertujuan untuk mempermudah dalam memahami prinsip kerja Smart relay dalam industri. Trainer yang dikembangkan merepresentasikan prinsip kerja proses kerja sistem proteksi motor induksi 3 Phasa. Tahapan dalam pembuatan trainer terdiri dari: (1) perencanan, (2) proses perancangan, (3) pembuatan alat, (4) pengujian perangkaian, (5) hasil pengujian. Trainer yang dikembangkan menggunakan dua input dari sensor dan tiga output, satu relay untuk motor dan dua diwakili dengan lampu indikator. Trainer terdiri dari beberapa blok komponen yaitu: sensor suhu LM 35, Sensor Arus ACS 712, power suplay, modul input, modul output, plant sistem proteksi motor induksi 3 Phasa, dan lampu indikator. Pengujian trainer dilakukan dengan cara menguji tiap blok komponen dan pengujian sistem keseluruhan. Hasil  pengujian memperlihatkan bahwa power suplay yang dibuat dapat menghasilkan tegangan variabel mulai dari 0-24 Vdc. Sedangkan modul input dan output dapat berfungsi sesuai perancangan. Plan  yang dibuat dapat bekerja sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang. Dengan demikian trainer yang dibuat dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan perancangan

    Pengembangan Buku Ajar Sistem Operasi Jaringan untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan

    No full text
    ABSTRAK   Belum tersedianya buku ajar untuk Mata Pelajaran Sistem Operasi Jaringan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ) menyulitkan guru dan siswa untuk mencari rujukan untuk kegiatan pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dikembangkan buku ajar untuk Mata Pelajaran Sistem Operasi Jaringan pada SMK Program Keahlian TKJ Kelas XI sesuai dengan Kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan milik Borg dan Gall tahun 1983. Prosedurnya adalah penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan format produk awal, validasi produk, revisi hasil validasi produk, uji lapangan terbatas, revisi hasil uji coba lapangan terbatas, uji coba lapangan, dan revisi produk akhir. Produk yang dikembangkan berupa buku ajar yang terdiri dari buku siswa, buku guru, dan lembar kerja. Produk digunakan untuk Mata Pelajaran Sistem Operasi Jaringan Open Source dan Closed Source. Buku ajar berisi materi tentang perkembangan sistem operasi jaringan, administrasi server, penjadwalan proses, dan troubleshooting. Hasil validasi ahli materi diperoleh presentase 90%, yang artinya isi/materi yang terdapat pada buku ajar sudah valid dan sesuai dengan struktur isi Kurikulum 2013. Hasil validasi ahli media diperoleh persentase 89%, yang artinya desain dari buku ajar sudah menarik, gambar sudah jelas, dan jenis/ukuran huruf sudah tepat. Hasil uji coba guru diperoleh adalah 92%, yang artinya materi buku ajar sudah lengkap dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh guru. Uji coba lapangan terbatas diperoleh hasil persentase 87%, yang artinya materi sudah lengkap dan desain buku ajar sudah menarik. Hasil uji coba lapangan diperoleh hasil persentase 88%, yang berarti telah layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil uji produk, dapat disimpulkan bahwa produk sudah layak dan bisa digunakan pada Mata Pelajaran Sistem Operasi Jaringan SMK Kelas XI Program Keahlian TKJ. Untuk saran pengembangan produk lebih lanjut adalah memperbarui dengan perkembangan perangkat lunak terkini

    PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNIG TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN KOMPETENSI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN DASAR DAN PENGUKURAN LISTRIK KELAS X SMK SORE TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Pembaharuan dalam pendidikan bisa dilihat dalam perubahan dan penyempurnaan, serta metode pengajaran yang efektif dan efisien. Pendidikan harus mampu mengembangkan potensi peserta didik, sehingga peserta didik mampu memecahkan problema pendidikan yang dihadapi. Untuk itu diperlukan model pembelajaran yang mampu melibatkan peran serta siswa secara menyeluruh sehingga keaktifan belajar tidak hanya didominasi oleh siswa-siswa tertentu saja. Pemilihan model pembelajaran tersebut di harapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mempelajari dan menelaah ilmu. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan peran serta siswa adalah melalui pendekatan Cooperative Learning. Cooperative Learning merupakan salah satu alternatif dalam proses pembelajaran, karena di dalam Cooperative Learning dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam bekerja sama, memecahkan masalah dan berfikir kritis sehingga dapat meningkatkan kompetensi belajar siswa. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-TIPfL-2 SMK Sore Tulungagung yang berjumlah 44 siswa. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pada siklus I persentase skor rata-rata perolehan untuk keaktifan belajar siswa adalah sebesar 72,73 % dan persentase banyaknya siswa yang tuntas pada materi adalah sebesar 27,03 %. Sedangkan pada siklus II persentase skor rata-rata perolehan untuk keaktifan belajar siswa adalah sebesar 88,42 % dan persentase banyaknya siswa yang tuntas adalah sebesar 100 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan cooperative learning tipe TGT dapat meningkatkan keaktifan dan kompetensi belajar siswa pada mata pelajaran dasar dan pengukuran listrik

    Inverter Tiga Fasa

    No full text
    ABSTRAK Dzuhri, Arif Taufatul. 2014.Inverter Tiga Fasa. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Aripriharta, S.T., M.T.  (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T.   Kata Kunci: inverter Tiga fasa, Atmega8535, bahasa C. Permasalahan utama yang tengah dihadapi  dewasa ini  di  bidang  industri adalah  semakin banyak jumlah produksi sehingga semakin banyak pula jumlah listrik yang dibutuhkan, untuk mengatasi hal tersebut  Inverter tiga fasa  adalah alternatif  lain  untuk  digunakan  sebagai pembangkit alternatif. Sebuah Inverter tiga fasa dengan Atmega8535 sebagai kelengkapan modul praktikum pada laboratorium teknik elektro yang mana terdapat banyak kekurangan dan terbatasnya modul, maka dirancanglah suatu modul yang terdiri dari Inverter 3 fasa yang  bekerja dengan mendapat sumber dari  jala-jala PLN dihubungkan dengan rangkaian rectifier tidak terkontrol untuk mensuplai  inverter tiga fasa dengan metode PWM dalam penyulutan mosfet mode tegangan konduksi 180°. Pembangkitan sinyal PWM untuk penyulut mosfet inverter tiga fasa dibangkitkan dengan frekuensi yang variatif. Bentuk gelombang PWM yang diharapkan tegangan keluaran line dan fasa akan membentuk gelombang sinus. Mikrokontroler ATmega8535 berfungsi menswitching sumber arus searah dengan frekuensi tertentu, lalu keluarannya di perhalus sehingga  menghasilkan arus bolah-balik yang sama dengan keluaran PLN. Pemrograman yang akan dibuat menggunakan bahasa C. Dikarenakan bahasa C lebih mudah dalam melakukan perubahan-perubahan program bila di suatu waktu ada perubahan program kontrol. Bahasa C juga memiliki aplikasi yang sangat lengkap. Bahasa C juga tidak terbatas pada pemrograman system melainkan juga bisa digunakan untuk membuat berbagai pogram aplikasi. Bahkan ada pula yang menerapkannya untuk menyusun program kecerdasan buatan

    Kontrol Kenaikan Suhu Pada Arus Nominal Transformator Berbasis Smart Relay

    No full text
    ABSTRAK   Septino, Nanda Yushua. 2014. Kontrol Kenaikan Suhu Pada Arus Nominal Transformator Berbasis Smart Relay. Tugas Akhir, jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T. (II) Drs. Hari Putranto   Kata Kunci: Trainer, Sistem Kontrol, Transformator, Smart Relay Sistem kontrol dalam era teknologi sekarang sudah akrab dengan kehidupan sehari-hari, khususnya pada dunia industri dan PLN. Terutama pada proses kenaikan suhu pada arus yang ada pada transformator di PLN, yang membutuhkan pengontrolan atau pengendalian. Proses dari sistem kontrol terdiri atas sekumpulan peralatan-peralatan elektronik yang mampu menangani kestabilan, akurasi, dan mengeliminasi transisi status yang berbahaya, seperti terjadinya hubung singkat dan kondisi mesin yang terlalu panas dalam proses produksi maupun gangguan-gangguan pada proses transmisi. Tujuan dari pembuatan tugas ini adalah merancang sebuah sistem kontrol yang mampu mengontrol kenaikan suhu pada arus nominal yang ada pada transformator berbasis smart relay. Sistem kontrol ini berfungsi mengontrol kenaikan suhu pada arus nominal transformator. Jadi ketika arus pada transformator naik maka sensor suhu akan bekerja mendeteksi kenaikan suhunya. Untuk sensor suhunya diberi batasan atau range, jadi transformator hanya dapat bekerja pada range tersebut, sehingga transformator aman. Otak dari sistem kontrolnya menggunakan smart relay. Metode perancangan meliputi: (1) Perencanaan, (2) Proses perencanaan, (3) Pembuatan alat, (4) Pengujian rangkaian, (5) Hasil pengujian. Trainer terdiri dari beberapa blok komponen antara lain: sensor suhu LM 35, power supply, lampu indikator, modul input, modul output, plant kontrol kenaikan suhu pada arus nominal transformator. Hasil dari analisis tersebut antara lain: Ketika arus pada transformator sudah mencapai titik tertentu yang mengakibatkan suhunya naik, maka sensor suhu akan bekerja otomatis memberi batasan

    Penerapan Simulated Annealing Untuk Penjadwalan Matakuliah Di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Penjadwalan adalah proses menjadwalan atau memasukkan pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan urutan kerjadengan pembagian waktu pelaksanaan yang terperinci. Di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang selama ini masih menggunakan cara manual. Dalam proses penjadwalan matakuliah manual masih mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan beberapa aturan dan batasan yang harus dipertimbangkan seperti matakuliah harus dijadwalkan ke dalam ruang dan waktu tertentu dengan sejumlah matakuliah tidak boleh bentrok, dosen hanya dapat mengajar pada hari dan waktu yang tidak bersamaan, mahasiswa dapat memperoleh matakuliah wajib atau pilihan tanpa bentrokan, serta batasan-batasan lain yang disesuaikan di lapangan.Untuk menyelesaikan masalah penjadwalan matakuliahtersebutmaka dipilihlah metode Simulated Annealing.Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengimplementasi-kan Simulated Annealing sebagai kecerdasan buatan untuk pencarian solusi penjadwalan pada Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam penerapannya menggunakan model pengembangan Waterfall. Model Waterfalldilakukan dengan caramenganalisa kebutuhan, perancangan algoritma, implementasi, dan uji coba.Uji coba dilakukan dengan menggunakan metode performance testing. Performance testing merupakan proses menentukan kecepatan dan efektifitas, jaringan program komputer, perangkat lunak atau perangkat.Performance testing digunakan untuk  mengetahui waktu proses pencarian pada algoritma dalam satuan detik (Load Testing) dan mengetahu kehadalan algoritma untuk pencarian solusi yang berulang dalam waktu yang lama (Endurance Testing). Pada hasil uji coba yang telah dilakukan sebanyak 75 kali diketahui bahwa waktu proses rata-rata Simulated Annealing untuk menyelesaikan masalah penjadwalan matakuliah adalah 14 menit 6 detik dan termasuk dalam kategori layak.Penerapan Simulated Annealingdapat mempersingkat waktu penjadwalan yang ada di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang sesuai denganaturan-aturan yang ada dan dapat meminimalisir kesalahan dalampenjadwalan matakuliah

    Pengembangan Trainer Teknik KendaliFuzzy Logicpada Mobil RC untuk Pembelajaran Matakuliah Sistem Cerdas di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Neger

    No full text
    ABSTRAKBaiquni, Ahmad G. 2014. Pengembangan Trainer Teknik KendaliFuzzy Logicpada Mobil RC untuk Pembelajaran Matakuliah Sistem Cerdas di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd., (II) Ahmad Fahmi, S.T., M.T.Kata kunci: pengembangan, bahan  ajar, fuzzy logic, mobil RCTujuan penelitian ini adalah:(1)  merancang trainer teknik kendalifuzzy logicpada mobil RC untuk pembelajaran matakuliah sistem cerdas di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang; (2) menjelaskan langkah-langkah pembuatan trainer teknik kendalifuzzy logicpada mobil RC untuk pembelajaran matakuliah sistem cerdas di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang; (3) menguji kelayakan trainer teknik kendalifuzzy logicpada mobil RC untuk pembelajaran matakuliah sistem cerdas di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.Jenis penelitian yang digunakan adalah peneltian pengembangan, dengan pendekatan kuantitaif yang menghasilkan produk. Penelitian ini ber¬tu¬juan menghasilkan sumber belajar matakuliah sistem cerdas berupa trainer dan bahan ajaryang memuat materi fuzzy logic. Pada penelitian dan pengembangan ini meliputi:(1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) ujicoba produk; (7) revisi produk; (8) ujicoba pemakaian; dan (9) revisi produk. Pada tahap validasi untuk mengetahui kelayakan trainer dan bahan ajar. Kriteria yang diambil adalah jika ≥75%, maka dapat diambil kesimpulan bahwa trainer  dan bahan ajar dapat digunakan pada matakuliah sistem cerdas.Berdasarkan data yang diperoleh dari tiga subyek coba, yakni: Ahli materi, ahli media, dan uji coba pemakaian oleh mahasiswa. Adapun persentase yang diperoleh dari ketiga subyek coba sebagai berikut: (1) validasi bahan ajar dilakukan oleh ahli materi mendapatkan persentase 83,1%, (2) validasi trainer dilakukan oleh ahli media mendapatkan persentase 85%, dan (3) uji coba pemakaian oleh mahasiswa mendapatkan persentase 90,75%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengembangan trainer teknik kendalifuzzy logicpada mobil RC untuk pembelajaran matakuliah sistem cerdas di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Fakutas Teknik Universitas Negeri Malang dinyatakan layak untuk digunakan

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇