Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
334 research outputs found
Sort by
Pengaturan Tegangan Generator DC melalui Pengaturan Fluksi Medan Magnet Berbasis PLC
ABSTRAK Sasmito., April. 2015. Pengaturan Tegangan Generator DCmelalui Pengaturan Fluksi Medan Magnet Berbasis PC. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto. (II) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. Kata Kunci : Generator DC , Eksitasi, Regulator Tegangan, NI-USB 6008, LabVIEW. Pengaturan tegangan generator dc pada fluksi medan magnetberfungsi untuk mengendalikan tegangan output pada generator sesuai kebutuhan dengan cara memberi penguatan tegangan atau eksitasi pada generator. Penguatan tegangan atau eksitasi dilakukan menggunakan rangkaian regulator yang menghasilkan arus sumber searah, sehingga ketika pengatur tegangan pada regulator diubah maka akan didapatkan tegangan output generator yang diinginkan. Regulator tegangan yang digunakan bersumber dari PLN 220V yang kemudian disearahkan sehingga menjadi DC dan kemudian digunakan untuk penguatan pada generator. Rangkaian regulator yang digunakan terdiri dari rangkaian driver mosfet dan PWM sebagai memberi tegangan referensi pada driver mosfet. Namun agar regulator dapat dikontrol menggunakan PC atau laptop digunakanlah NI-USB 6008 sebagai HMI (Human Machine Interface) dan ditambahkan rangkaian op-amp untuk menguatkan tegangan output dari NI-USB 6008. Agar NI-USB 6008 dapat berjalan maka dibuatlah program pada software LabView sehingga user bukan hanya dapat mengendalikan tegangan eksitasi pada generator namun juga dapat melakukan monitoring. Pengujian alatpengaturan tegangan generator dc pada fluksi medan magnet berbasis pc ini dilakukan dengan menguji dari tiap blok komponen hingga pengujian alat secara keseluruhan. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa rangkaian regulator bekerja dengan baik yaitu 0-12V, serta NI-USB 6008 sebagai HMI (Human Machine Interface) juga dapat mengatur tegangan output0-5V sehingga kedua alat tersebut dapat menghasilkan tegangan output generator sesuai kebutuhan
Proteksi Tegangan Lebih dan Tegangan Kurang Pada Motor Induksi 3 Fasa Berbasis Mikrokontroller ATMega16
ABSTRAK Ahmad Ghofar, Nur. 2015. ProteksiTeganganLebih Dan TeganganKurangPadaMotorInduksi 3 FasaBerbasisMikrokontrolerATMega16 .TugasAkhir, Program Studi D3 TeknikElektro, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) DyahLestari,S.T,M.Eng.(II) Drs. HariPutranto. Kata Kunci :SistemProteksi, Sensor Tegangan,Mikrokontroler ATMega16, Motor Induksi3 Fasa Motor induksi 3 fasamerupakan motor yang seringdipakai di industri. Gangguan yang seringdialami motor iniadalahsuplaitegangan yang tidakstabildari PLN. Untukmencegah motor mengalamikerusakanmakaperludirancangsuatusistemproteksidarisuplaitegangan PLN. Dari permasalahantersebutmakadibuatproteksiteganganlebihdantegangankurang motor 3fasaberbasismikrokontroler ATMega16. Padasistemproteksiini, motor hanyaakanberputarpadaputaran nominal karenamenggunakanproteksitegangan yang mengamankan motor jikateganganperfasakurangdari209Vdanlebihdari 231V. Padatugasakhirinidibuatsebuahrancangbangunsistemproteksiteganganmotor 3 fasadenganMikrokontroler ATMega16 sebagaipengendalirangkaiandaya.Denganmenggunakantransformatorstep downsebagai sensor tegangan AC yang mendeteksigangguanperfasadanakanmenjadi input ADC (Analog Digital Converter)bagiMikrokontroler ATMega16.PerancanganinimenggabungkanantaraperalatanMikrokontroler ATMega16denganperalatanelektronikadanelektromagnetik, sehinggarangkaianMikrokontrolerdapatmengendalikandaya yang besar. PengujianProteksiTeganganLebihdanTeganganKurang Motor 3 FasaBerbasisMikrokontroler ATMega16 bekerjasesuaidengankeinginandimana motor akantrip jikasalahsatufasakurangdari 209V danlebihdari 231V. Dan jikategangansudahstabil motor akanhidupsecaraotomatis..Rencanasistemproteksi yang dibuatdapatbekerjasesuaidenganprinsipkerja yang diinginkan.DenganProteksiTeganganLebihdanTeganganKurang Motor 3 FasaBerbasisMikrokontroler ATMega16 yang dibuatdapatberfungsidenganbaikdansesuaidenganperancangan
Penggunaan Paragraf Skripsi Mahasiswa Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Mufaridah, Ririn. 2015. Penggunaan Paragraf Skripsi Mahasiswa Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryo H.S, S.H, M.Hum. (II) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd. Kata Kunci: Penggunaan paragraf, skripsi, mahasiswa Jurusan Seni dan Desain Salah satu persyaratan menyelesaikan program sarjana di perguruan tinggi adalah menulis skripsi. Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang ditulis dengan memperhatikan penggunaan bahasa, yaitu bahasa yang baik dan benar. Skripsi sebagai karya ilmiah terdiri atas paragraf-paragraf yang berhubungan satu dengan yang lain. Penggunaan paragraf merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan terkait dengan penulisan skripsi. Paragraf yang memiliki kesatuan dan kepaduan akan menjadi perantara bagi penulis menyampaikan gagasannya kepada pembaca. Penelitian ini mendeskripsikan penggunaan paragraf skripsi mahasiswa Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang. Penelitian ini difokuskan pada unsur-unsur, kepaduan, dan pengembangan paragraf. Pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dipilih karena sesuai dengan rumusan masalah, yaitu mendeskripsikan penggunaan paragraf dalam skripsi mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif karena penelitian ini mendeskripsikan paragraf skripsi mahasiswa berdasarkan struktur, kepaduan, dan pengembangannya. Instrumen penelitian ini adalah peneliti dan alat bantu berupa panduan analisis. Data penelitian ini adalah paragraf-paragraf yang dilihat dari unsur-unsur, kepaduan, dan pengembangan paragraf skripsi mahasiswa Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang. Sumber data penelitian ini adalah skripsi mahasiswa Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang tahun 2014. Analisis data pada penelitian ini melalui beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, pemeriksaan, penyimpulan, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan pengonsultasian kepada dosen pembimbing. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, banyak ditemukan unsur-unsur paragraf skripsi mahasiswa Jurusan Seni dan Desain yang tidak jelas dilihat dari ide pokok, kalimat topik, dan kalimat-kalimat penjelasnya. Kedua, banyak ditemukan paragraf yang tidak padu disebabkan oleh perbedaan ide pada kalimat-kalimat penyusunnya, masalah kebahasaan, dan adanya kalimat sumbang. Ketiga, model pengembangan paragraf yang paling banyak digunakan adalah model pengembangan umum-khusus atau deduktif. Model pengembangan lain pada paragraf skripsi mahasiswa Jurusan Seni dan Desain yaitu model pengembangan kontrastif, proses, klimaks, dan analogi. Berdasarkan hasil temuan dan simpulan, dikemukakan empat saran. Pertama, bagi pengajar Bahasa Indonesia Keilmuan hasil temuan ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran. Kedua, bagi dosen pembimbing disarankan lebih memerhatikan penggunaan paragraf yang meliputi, unsur-unsur, kepaduan, dan pengembangan paragraf. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian pada aspek lain, misalnya hubungan antarparagraf, jenis-jenis paragraf, dan sebagainya. Keempat, bagi mahasiswa Jurusan Seni dan Desain disarankan untuk menggunakan temuan penelitian ini sebagai rujukan dalam mengerjakan skripsi yang lebih baik. Hal yang bisa dilakukan, misalnya latihan menulis paragraf yang baik, memperbaiki paragraf yang kurang padu, dan mengembangkan paragraf dengan variatif
Lemari Pengering dan Sterilisasi Pakaian Bayi Otomatis
ABSTRAK Amalia, Rafika. 2015. Lemari Pengering dan Sterilisasi Pakaian Bayi Otomatis. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektronika, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T.(II) Heru Wahyu Herwanto, S.T.,M.Kom. Kata Kunci : SHT11, ATmega 8535, Driver Relay, Sterilisasi, Ultraviolet Lemari Pengering dan Sterilisasi Pakaian Bayi Otomatis merupakan sebuah alat pengering yang dapat mengeringkan baju bayi secara otomatis. Untuk menjalankan alat ini digunakan sensor Alat ini dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang mempunyai bayi dan mengalami kendala dalam mengeringkan pakaian bayi ketika musim hujan. Bakteri yang dapat tumbuh pada kain khususnya popok bayi adalah sejenis bakteri patogen seperti E-Coli yang dapat memicu timbulnya iritasi gatal-gatal pada kulit bayi. Salah satu upaya untuk membunuh bakteri dapat menggunakan metode radiasi dengan Lampu Ultraviolet tipe-c. Sehingga sensor SHT11 berfungsi sebagai pendeteksi suhu dan kelembapan pada ruangan pengering. Pengembangan alat ini berdasarkan pada alat yang diciptakan oleh Silvia Rahmawati yaitu Prototype Lemari Pengering Pakaian Bayi dari alumni D3 teknik elektronika Jurusan teknik Universitas Negeri Malang. Tahapan dalam pembuatan prototype adalah : (1) perancangan, (2) pembuatan alat , (3) pengujian perangkaian dan keseluruhan. Pengujian alat dilakukan dengan menguji setiap blok komponen serta pengujian sistem secara keseluruhan. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa sensor SHT11 dapat bekerja dengan baik, Sedangkan driver relay sebagai aktuator komponen seperti lampu ultraviolet, blower, kipas dan motor dapat bekerja sesuai dengan perancangan. Pengujian keseluruhan sistem berjalan dengan baik yaitu ketika suhu ≤ 48 º C dan kelembapan ≥ 37% maka komponen pengering dan pensterilisasi akan ON.
kontrol suhu berbasis mikrokontroler pada alat pengering biji kakao
ABSTRAK Santoso, Effendi Rahmat. 2015. Kontrol Suhu Berbasis Mikrokontroler Pada Alat Pengering Biji Kakao. Tugas Akhir, Program Studi D3 Elektronika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom., (II) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. Kata Kunci: Kontrol Suhu, Sensor LM 35, Pengering, Kakao. Di Indonesia biji kakao merupakan produk yang dihasilkan dari pohon kakao yang digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan bubuk kakao ( coklat ). Sebagian besar daerah produsen Indonesia menghasilkan kualitas kakao curah yang cukup rendah, sehingga perlu adanya teknologi yang membantu untuk meningkatkan kualitas biji kakao agar nilai jual yang dihasilkan lebih tinggi.Dalam tugas akhir ini dirancang sebuah alat pengering biji kakao dengan menggunakan kayu sebagai box, 4 buah sensor LM 35 untuk pengecek suhu, serta LCD untuk menampilkan suhunya. Heater digunakan untuk memanaskan bahan sampai batas suhu tertentu dengan inputan suhu menggunakan Keypad. Kipas pada alat akan menyala jika suhu sudah melebihi batas tertentu. RTC digunakan untuk menghitung waktu pengeringan.Suhu pengeringan biji kakao yang paling optimal adalah 57 - 63º C. dengan waktu pengeringan selama 48 jam mampu menurunkan kadar air sebanyak 67 %.Rangkaian sensor suhu menggunakan 4 sensor LM 35 yang telah bekerja dengan baik dengan nilai error ± 1 º C yang dibandingkan dengan thermometer. Suhu optimal pengeringan kakao adalah 57- 63º C. Alat pengering kakao yang telah dirancang memiliki kemampuan menurunkan kadar air sampai 67% selama 48 jam. Untuk pengembangan box selanjutnya bisa menggunakan stainlees steel untuk mengoptimalkan suhunya. Untuk mengaktifkan heater dan kipas dapat menggunakan saklar electronis
SISTEM PENGATUR TEGANGAN UNTUK KENDALI MOTOR 1 FASA BERBASIS SMART RELAY
ABSTRAK Murangin, Betha Alfiyan. 2014. Sistem Pengatur Tegangan Untuk Kendali Motor 1 Fasa Berbasis Smart Relay. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T. M.Pd. Kata Kunci:, Pengaturan Tegangan, Motor 1 fasa, Zelio Soft 2, Smart Relay. Pengaturan tegangan sangat diperlukan untuk pengendalian suatu komponen listrik. Contohnya antara lain: menggerakkan pompa, menggerakkan kompressor, mengangkat bahan dan lain-lain. Dalam industri motor merupakan suatu hal yang penting, bahkan motor disebut “kuda kerja” nya industri sebab diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total industri. Motor listrik terbagi atas 2 jenis yaitu Motor AC dan Motor DC. Tujuan dari pembuatan alat ini adalah : (1) merancang alat sistem pengatur tegangan untuk kendali motor 1 fasa berbasis smart relay. (2) merakit alat sistem pengatur tegangan untuk kendali motor 1 fasa berbasis smart relay. (3) menguji alat sistem pengatur tegangan untuk kendali motor 1 fasa berbasis smart relay. Metode perancangan dan pembuatan alat sistem pengatur tegangan untuk kendali motor 1 fasa berbasis smart relay, antara lain perancangan hardware yaitu mendesain dan membuat alat-alat dan komponen utama yang akan dipergunakan dan perancangan software. Dalam hal ini menjelaskan secara keseluruhan tentang alat yang dibuat. Dengan pembuatan tugas akhir ini diharapkan pengendalian sebuah tegangan dapat diatur secara otomatis yaitu dengan menggunakan kontrol dari smart relay dan dapat dengan mudah dalam pengaturan tegangannya melalui sebuah software zelio soft 2.
eavluasi instalasi listrik gedung h5 lantai 4 fakultas teknik universitas negeri malang
ABSTRAK Firmantoro,FajarKukuh.2013, Evaluasi instalasi listrik pada gedung H5 lantai 4 Fakultas Teknik universitas negeri malang. Tugas ahkir, jurusan teknik elektro fakultas tekinik universitas negeri malang. Pembimbing : (I) Slamet Wibawanto, S.T, M.T, Drs. Dwi Prihanto, ST., MPd Kata Kunci : Evaluasi, intalasi listrik,rancangan PUIL 2000. Evaluasi intalasi listrik terhadap suatu bangunan adalah hal yang perlu dilakukan agar kualitas intalasi tersebut tetap terjaga pada kondisi dan keandalannya. Energi listrik adalah hal utama dalam menunjang berbagai aktivitas yang dilakukan dalam bangunan tersebut dan instalasi listrik adalah sebagai perantara energi listrik sampai pada konsumen, instalasi listrik merupakan kebutuhan untuk penggunaan dalam bangunan. Berbagai fungsi instalasi listrik tersebut sebagai penyaluran energi listrik pada titik beban seperti beban penerangan, beban penerangan, hingga beban motor listrik. Sebgai contoh intalasi [enerangan yang berpengaruh pada aktivitas pekerjaan seperti menulis, membaca dan lain-lain. Intalasi penerangan yang baik adalah instalasi listrik yang memperhitungkan segala sesuatu yang berhubungan dengan efektifitas kerja agar mendapatkan hasil optimal. Maka dari itu persyaratan umum isntalasi listrik (PUIL) membuat tingkat iluminasi yang berbeda sesuai dengan fungsi daripada ruangannya masing-masing. Instalasi listrik yang terselenggara dengan baik akan berdampak positif terhadap adanya penjaminan keselamatan manusia dari bahay kejut listrik, keamanan intalasi listrik beserta perlengkapannya, keamanan keamanan gedung beserta isinya dari bahaya kebakaran yang diakibatkan oleh listrik, dan pada perlindungan lingkungan. (PUIL 2000, 2000:1). Evaluasi yang dilakukan pada gedung H5 lantai 4 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang adalah evalausia instalasi penerangan dan instlasi tenaga. Evaluasi bertujuan mendapatkan hasil yang nyata dilapangan yang disesuaikan dengan standar PUIL 2000 dan peraturan yang berlaku dan juga mengetahui kondisi intalasi apakah sudah baik atau belum sesuai dengan aturan. Evaluasi penerangan meliputi jumlah titik cahaya, intensitas cahaya. Untuk intalasi tenanga yaitu perhitungan dari stop kontak dan AC. Selai itu evaluasi ini juga mengamati penempatan yang belum sesuai dari perangkat atau komponen dari intalasi listrik, seperti penempatan stop kontak, saklar, dan panel. Untuk perencanaan ini ada beberapa hal yang mempengaruhi ketika akan menentukan titik lampu dan juga intensitas cahaya, yaitu luas ruangan, warna dinding, untuk ruang kerja, 500 lux untuk ruang kuliah dan 250 lux untuk penerangan setempat dan fasilitas uum seperti toilet dan tangga, sedangkan 1000 lux untuk ruang kerja. Dalam kondisi yang ada dilapangan didapatkan hasil intensitas penerangan yang belum sesuai kategori, penempatan sakelar dan stop kontak yang kurang dari 1,5 meter. Dengan adanya evaluasi ini diharapkan dapat membantu dalam merancang intalsai listrik
PerbedaanHasilBelajarSiswadenganMenggunakan Model PembelajaranKooperatifTipeThink Pair Share (TPS) danTipeGroup Investigation(GI) pada Mata PelajaranSistemOperasiKelas X Multimedia di SMK Negeri 12Malang
ABSTRAK Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dan Think Pair Share,HasilBelajar. Berdasarkan hasil observasi di SMKN 12 Malang bahwa karakteristik siswa banyak yang senang belajar berkelompok dari pada belajar individu, dengan adanya model pembelajaran yang sangat beragam, pemilihan model belajar yang akan dilaksanakan di SMK Negeri 12 Malang adalahmodel pembelajaran kooperatif tipe TPS dan model pembelajaran kooperatif tipe GI. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiseberapatinggihasilbelajarsiswa yang diajardenganmenggunakan model pembelajarankooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan model pembelajarankooperatif tipe Group Investigation (GI) padamatapelajaranSistem Operasi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain “Pretest-Posttest Control Group Design”. Dalam desain penelitian ini terdapat tiga kelompok sebagai sampel yaitu Kelas XMM1, XMM2, dan XMM3 kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal ada perbedaan atau tidak ada perbedaan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan yaitu sebanyak 33 siswa untuk Kelas Eksperimen GI, 33 siswa untuk Kelas Eksperimen TPS, dan 31 untuk Kelas Kontrol. Hasilpenelitian: (1)diperoleh nilai tertinggi hasil belajar siswa Kelas Eksperimen dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS adalah 92,05 dan nilai terendah 83,33 dengan rata-rata 87,25. (2) nilaitertinggihasilbelajarsiswaKelasEksperimendenganmenerapkan model pembelajarankooperatiftipe TPS adalah 92,05 dannilaiterendah 83,33 dengan rata-rata 87,25. (3) nilaitertinggihasilbelajarsiswaKelasKontroldenganmenerapkan model pembelajarankonvensionaladalah 77,72 dannilaiterendah 62,05 dengan rata-rata 71,32. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: terdapatperbedaanhasilbelajarsiswadenganmenggunakan model pembelajarankooperatiftipe GI, modelpembelajarankooperatiftipe TPS,dan model pembelajarankonvensional
Pengembangan Modul Ajar Mata Pelajaran Mengadministrasi Server dalam Jaringan Kelas XII TKJ di SMK Negeri 1 Suruh
ABSTRAK Bayu Aji, Dwi Hananto . 2014. Pengembangan Modul Ajar Mata Pelajaran Mengadministrasi Server dalam Jaringan Kelas XII TKJ di SMK Negeri 1 Suruh. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muladi, S.T., M.T. (II) Triyanna Widyaningtyas, S.T, M.T. Kata Kunci : modul ajar, jaringan, server. Media pembelajaran yang digunakan pada SMK Negeri 1 Suruh masih terbatas yaitu slide presentasi dan artikel dari internet yang disajikan oleh guru saja. Siswa harus membuat catatan pribadi dari presentasi guru. Namun sebagian besar siswa di kelas tidak membuat catatan pribadi. Data yang diperoleh dari hasil observasi tercatat dari 59 siswa, hanya 7 siswa yang mempunyai Personal Computer (PC) atau laptop sendiri. Di sisi lain mereka tidak mampu melakukan kegiatan praktikum secara mandiri, sehingga harus sering bertanya kepada guru untuk dapat melakukannya dan dapat menghambat jalannya kegiatan pembelajaran terutama pada kegiatan praktikum, sehingga kompetensi pada mata pelajaran Mengadministrasi Server dalam Jaringan sulit tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media ajar berupa modul ajar pada Mata Pelajaran Mengadministrasi Server dalam Jaringan Kelas XII Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 1 Suruh Trenggalek agar dapat digunakan sebagai salah satu sumber belajar. Pengembangan modul ini menggunakan metode Penelitian dan pengemba-ngan Sugiyono, dengan 10 langkah pengembangan, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk, (8) ujicoba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Sedangkan analisis data uji validitas menggunakan perhitungan hasil validasi ahli media, ahli materi, ujicoba kelas kecil, dan ujicoba kelas besar. Produk yang dihasilkan berupa modul Mata Pelajaran Mengadministrasi Server dalam Jaringan kelas XII program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan. Media yang dikembangkan memiliki tiga bagian utama, yaitu (1) buku pegangan siswa, (2) lembar kerja siswa dan (3) buku pegangan guru. Dari hasil validasi diperoleh data akhir sebesar 96,59% untuk ahli media, 96,15% untuk ahli materi 1, 90,38% untuk ahli materi 2, 76,33% untuk siswa kelompok kecil, dan 78,33% untuk siswa kelompok besar. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa Modul Ajar Mata Pelajaran Mengadministrasi Server dalam Jaringan ini sangat valid dan layak untuk digunakan
Inverter Tiga Fasa.
ABSTRAK Dzuhri, Arif Taufatul. 2014. Inverter Tiga Fasa. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Aripriharta, S.T., M.T. (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. Kata Kunci: inverter Tiga fasa, Atmega8535, bahasa C. Permasalahan utama yang tengah dihadapi dewasa ini di bidang industri adalah semakin banyak jumlah produksi sehingga semakin banyak pula jumlah listrik yang dibutuhkan, untuk mengatasi hal tersebut Inverter tiga fasa adalah alternatif lain untuk digunakan sebagai pembangkit alternatif. Sebuah Inverter tiga fasa dengan Atmega8535 sebagai kelengkapan modul praktikum pada laboratorium teknik elektro yang mana terdapat banyak kekurangan dan terbatasnya modul, maka dirancanglah suatu modul yang terdiri dari Inverter 3 fasa yang bekerja dengan mendapat sumber dari jala-jala PLN dihubungkan dengan rangkaian rectifier tidak terkontrol untuk mensuplai inverter tiga fasa dengan metode PWM dalam penyulutan mosfet mode tegangan konduksi 180°. Pembangkitan sinyal PWM untuk penyulut mosfet inverter tiga fasa dibangkitkan dengan frekuensi yang variatif. Bentuk gelombang PWM yang diharapkan tegangan keluaran line dan fasa akan membentuk gelombang sinus. Mikrokontroler ATmega8535 berfungsi menswitching sumber arus searah dengan frekuensi tertentu, lalu keluarannya di perhalus sehingga menghasilkan arus bolah-balik yang sama dengan keluaran PLN. Pemrograman yang akan dibuat menggunakan bahasa C. Dikarenakan bahasa C lebih mudah dalam melakukan perubahan-perubahan program bila di suatu waktu ada perubahan program kontrol. Bahasa C juga memiliki aplikasi yang sangat lengkap. Bahasa C juga tidak terbatas pada pemrograman system melainkan juga bisa digunakan untuk membuat berbagai pogram aplikasi. Bahkan ada pula yang menerapkannya untuk menyusun program kecerdasan buatan