Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    334 research outputs found

    Kendali Tegangan dan Monitoring Generator Sinkron1 Fasa Berbasis PC

    No full text
    ABSTRAK Zahroni, Maulana Muchammad. 2015. Kendali Tegangan dan Monitoring Generator Sinkron 1 Fasa. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto. (II) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. Kata Kunci : Eksitasi, Generator Sinkron 1 Fasa, LabVIEW,NI-USB 6008, Regulator Tegangan. Perkembangan teknologi menuntut sistem yang efisien, baik dari segi peralatan, alat ukur dan lain-lain. Saat ini pengendalian pada generator sinkron dapat dilakukan menggunakan sebuah PC atau laptop menggunakan softwareLabVIEW yang merupakan produk dari National Instrument. Dalam prosesnya  semuanya dilakukan hanya dengan memasukkan program, dengan kemudahan ini manusia bisa menghemat waktu dan biaya.Perancangan dan pembuatan alat kendali tegangan dan monitoring generator sinkron 1 fasa meliputi perancangan dan pembuatan hardware, layout dan software. Perancangan dan pembuatan hardware terdiri dari rangkaian pwm, op-amp dan sensor tegangan. Pengujian alat kendali tegangan dan monitoring generator sinkron 1 fasa ini dilakukan dengan menguji dari tiap blok komponen yang dirancang dan dibuat, termasuk pengujian beban nol dan berbeban pada generator hingga pengujian alat secara keseluruhan. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa rangkaian regulator bekerja dengan baik, NI-USB 6008 sebagai HMI (Human Machine Interface) juga dapat mengatur tegangan output regulator sehingga dapat menghasilkan penguatan tegangan pada generator sesuai kebutuhan. Rangkaian sensor tegangan yang digunakan sebagai pengukur tegangan output generator yang kemdian dimonitoring menggunakan NI-USB 6008 juga bekerja dengan baik. Keseluruhan komponen alat dapat dikatakan berfungsi dengan baik dan sesuai dengan perancangan. Dalam pengujian beban nol dan pengujian berbeban pada generator dapat disimpulkan bahwa GGL generator dipengaruhi besar kecilnya eskitasi yang diberikan, serta pada pengujian berbeban memperlihatkan kenaikan beban generator yang diberikan pada penguatan maksimum dengan kecepatan sinkron menyebabkan penurunan GGL yang dihasilkan generator

    Prototipe Kendali Lift Penumpang 4 Lantai Berbasis PLC

    No full text
    ABSTRAK   Ayu A., Gita. 2015. Prototipe Kendali Lift Penumpang 4 Lantai Berbasis PLC. Tugas Akhir, jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang.   Pembimbing : (I) Drs. Slamet Wibawanto, S.T, M.T., (II) Dyah Lestari, S.T, M.Eng.   Kata Kunci: Prototipe, Kendali, Lift, PLC. PLC atau Programmable Logic Controller merupakan sebuah komputer yang khusus dirancang untuk menggantikan sistem kontrol berbasis relay. Pengontrolan yang semakin kompleks dan rumit dapat dilakukan menggunakan PLC. Dengan menggunakan PLC, perancangan sistem berbasis relay lebih mudah dilakukan dan dimodifikasi. PLC banyak digunakan untuk kontrol proses industri seperti sistem tenaga listrik, otomotif, kimia, pertambangan, manufakturing, dan sebagainya. Salah satu aplikasi PLC adalah sebagai kontrol motor pada lift. Lift sangat berguna digunakan pada gedung-gedung bertingkat. Lift digunakan untuk mempermudah orang-orang naik dan turun pada sebuah gedung yang memiliki banyak lantai. Selain itu, untuk menunjang keperluan pada industri dan perkuliahan dengan adanya trainer maka, mahasiswa dapat dengan mudah dalam melakukan atau melaksanakan praktikum. Pada maka kuliah Workshop PLC di Juruusan Teknik Elektro, mahasiswa membutuhkan sebuah trainer lift 2 lantai maupun 4 lantai. Hal ini supaya mahasiswa bisa mengetahui sistem kerja lift. Dalam tugas akhir ini, membahas tentang perancangan dan pembuatan prototipe kendali lift penumpang 4 lantai berbasis PLC, fungsinya sebagai alat peraga yang berfungsi sama seperti lift sesungguhnya yang digunakan pada gedung-gedung bertingkat. PLC yang digunakan adalah PLC OMRON CPM1A-40CDT-D-V1. Untuk mengaktifkan PLC ini dibutuhkan tegangan sebesar 24 V DC yang bersumber dari power supply. Input yang digunakan yaitu push button tipe NO dan limit switch, sedangkan output yang digunakan adalah lampu indikator dan motor. Motor yang digunakan adalah motor gearbox. Semua input dan output disupply oleh power supply 24 V DC. Terdapat driver motor 2 arah putar menggunakan rangkaian relay 24 V DC . Pada prototipe ini, lift tidak dilengkapi dengan dengan pintu, pintu disimulasikan dengan lampu. Pengujian yang dilakukan pada alat ini meliputi pengujian koneksitas wiring, pengujian program , dan pengujian secara keseluruhan. Pengujian koneksitas wiring berfungsi untuk menguji apakah pengkabelan sudah saling terhubung atau belum dan untuk mendeteksi adanya hubung singkat, sedangkan pengujian program berfungsi untuk menguji apakah program berjalan sesuai yang dihasilkan atau belum. Hasil pengujian dari alat ini, semua sistem sudah berjalan dengan benar. Prototipe kendali lift penumpang 4 lantai berbasis PLC sudah siap digunakan untuk trainer pembelajaran

    Perencanaan Dan Penggulungan Ulang Kumparan Motor Induksi 3 Fasa, 50hz, 220/380v 36 Alur, 6 Pole, Single Layer

    No full text
    ABSTRAK   Saputro, Heru. 2015. Perencanaan Dan Penggulungan Ulang Kumparan Motor Induksi 3 Fasa, 50hz, 220/380v 36 Alur, 6 Pole, Single Layer. TugasAkhir, Program Studi D3 Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. (II) Drs. HariPutranto   Kata Kunci : Perencanaan dan penggulungan ulang, Motor induksi tiga fasa   Abstrak :Motor  induksi tiga fasa paling banyak digunakan dalam bidang industri sebagai penggerak mesin produksi. Motor yang bekerja secara terus menerus maka akan mengalami penurunan kualitas bahkan kerusakan. Salah satu kerusakan pada motor induksi yaitu kumparan stator terbakar karena beban lebih. Dengan kondisi tersebut maka motor perlu perbaikan dengan cara menggulung ulang kumparan stator motor induksi tiga fasa. Dalam melakukan perencanaan dan penggulungan ulang motor induksi tiga fasa dengan Langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain: (1) diagnosa kerusakan,(2) perencanaan penggulungan ulang motor induksi tiga fasa,(3) pelaksanaan penggulungan ulang pada motor induksi tiga fasa, dan (4) pengujian operasi motor induksi tiga fasa yang telah dilakukan penggulungan ulang.  Hasil dari pengujian operasi motor induksi adalah: (1) hasil pengukuran R-L  motor  yaitu R= 37Ω dan L= 8.4 H, (2) hasil pengukuran tahanan isolasi yaitu 500MΩ, (3) hasil rugi besi motor yaitu 20.5 Watt, (4) hasil rugi tembaga 25 Watt, (5) Daya nominal motor 0.5 hp,dan (6) hasil perhitungan efesiensi 88%

    Otomasi Pengepak Strawberry Berbasis PLC

    No full text
    ABSTRAK   Mardian, Rega. 2015.Otomasi Pengepak Strawberry Berbasis PLC. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) A.N. Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE, Ph. D;(II) Drs. Hari Putranto.   Kata Kunci : Perencanaan dan Pembuatan Konveyor Pengepak Strawberry Dalam kehidupan modern ini, hampir semua orang hidup dengan cara yang instan,  tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan suatu hal, bahkan dalam mengkonsumsi sebuah makanan. Buah adalah salah satu makanan  yang hampir setiap hari dihidangkan di meja makan, terlebih lagi buah strawberry, dimana buah ini hampir digemari semua kalangan karena kandungan vitaminnya. Karena dibutuhkan oleh banyak orang, strawberry perlu di jual dengan kualitas yang tetap terjaga, sehingga perlu adanya pengepakan yang baik untuk buah ini. Selain menambah daya tarik untuk membelinya, porses pengepakan juga berguna untuk meminimalisir adanya bakteri yang masuk ke dalam buah. Salah satu penerapan aplikasi otomatisasi dapat diterapkan pada industri, seperti dibuatnya otomasi untuk operasi pengepakanstrawberry berbasisprogamable logic controller(PLC). Alat ini akan sangat berguna sekali dibidang perindustrian, karena alat ini akan mempermudah, mempercepat dan lebih efisien dalam proses produksi dalam suatu industri. Perencanaan dan pembuatan konveyor pengepak strawberry dilengkapi dengan sensorlimit switch yang berfungsi sebagai pendeteksi kehadiran strawberry yang melintas dan menghitung jumlah strawberry yang melintas. Konveyor pengepak menggunakan motor DC 24V sebagai  penggerak dari konveyor buah maupun konveyor box. Pengontrolan kerja keseluruhan dari konveyor pengepak strawberry dilakukan oleh PLC dengan menggunakan bahasa pemrogaman ladder diagram. Pengaturan jumlah strawberry yang melintas diatur pada program ladder diagram menggunkan intruksicounter (CNT). Berdasarkan pengujian konveyor pengepak strawberry berbasis PLC dapatdisampaikan bahwa: Pengujian motor DC 24 V sebagai penggerak dengan hasil pengujian motordapat menggerakan konveyor sesuai perencanaan, sehingga dengan hasil pengujian ini motor dinyatakan baik; Pengujian sensor limit switchdiperoleh hasil sensor limit switch akan aktif apabila roller pada sensor limit switch tertekan sehingga akan berkondisi On atau Nc dan pada saat roller dalam keadaan tidak tertekan maka akan berkondisi Off atau No, sehingga diperoleh hasil pengujian sensor dinyatakan baik; Pengujian program ladder diagram sebagai pengontrol kerja dari alat dengan hasil pengujian program berjalan dengan baik sesuai perancangan

    Prototipe Robot Pancing Bola Untuk Menunjang Bermain dan Belajar Anak SD Berbasis Kendali Menggunakan Joystick

    No full text
    ABSTRAK   Senjaya, Cahya Bagus. 2015. Prototipe Robot Pancing Bola Untuk Menunjang Bermain dan Belajar Anak SD Berbasis Kendali Menggunakan Joystick. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T. dan (II) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T.,M.T.   Kata Kunci: Robot Pancing Bola, Joystick. Robot industri adalah suatu robot tangan (robot arm) yang diciptakan memiliki bentuk lengan-lengan kaku yang terhubung secara seri dan memiliki sendi yang dapat bergerak berputar (rotasi) atau memanjang dan memendek (translasi atau prismatik). Perkembangan robot lengan saat ini masih perlu dikembangkan dari berbagai bentuk dan fungsi. Menurut Healy (dalam pada pola pengembangan minat terutama keterlibatan aktif dari anak dan rangsangan yang beragam menggunakan seluruh panca indera meliputi: penglihatan, pendengaran, rasa, pengecapan dan penciuman; dapat mempengaruhi kualitas pertumbuhan pesat pada otak anak. Hal ini menggambarkan fungsi robot lengan dapat menjadi media alternatif belajar dan bermain untuk anak. Tujuan pembuatan tugas akhir ini ialah untuk merancang prototipe robot pancing bola dengan sistem kontrol menggunakan joystick PS2, mengimplementasi rancangan robot pancing bola dengan sistem kontrol menggunakan joystick PS2 yang dikombinasikan mata pelajaran matematika tingkat SD serta mengetahui kelayakan rancangan yang dibangun. Metode perancangan pada penelitian ini meliputi: mencari teori-teori yang berhubungan dengan alat yang dibuat, proses perancangan,                 pembuatan alat, pengujian alat per blok diagram dan pengujian keseluruhan. Kesimpulan dari perancangan ini adalah (1) Perancangan prototype robot pancing bola untuk menunjang bermain dan belajar anak SD dapat terwujud dalam bentuk skema blok yaitu dapat dikontrol dengan remote controller PS2; (2) Implementasi robot pancing bola dengan sistem kontrol menggunakan joystick PS2 dapat dikombinasikan dengan tingkat kognitif siswa SD pada rancangan prototype robot pancing bola media berbasis kendali digunakan untuk mengambil bola pada tempat yang berbentuk kotak dalam penyelesaian operasi penjumlahan dan pengurangan; (3) Kelayakan dari rancangan prototype robot pemancing bola dapat digunakan karena sesuai skenario dengan hasil uji diantaranya adalah pada gerak kumparan terhadap bola diketahui kestabilan gerak robot terjadi pada pemberian tegangan sebesar 8,67 V dengan waktu pengambilan, penaikan, dan penurunan bola masing-masing sebesar 0.388, 03.87, dan 03.69 menit

    PerencanaanMenggulungUlangLilitan Stator Motor InduksiTigaPhaseJenis 36 Alur, Empat Pole, Single Layer, Jenis Rotor Sangkar, Tiga Hp, 220/380 V_AC50 Hz

    No full text
    ABSTRAK   Raharjo, Rakhmad. 2015.Perencanaan Menggulung Ulang Lilitan Stator Motor Induksi Tiga Phase Jenis 36 Alur, Empat Pole, Single Layer, Jenis Rotor Sangkar, Tiga Hp, 220/380 50 Hz. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. DwiPrihanto,S.ST., M.T. (II) Drs. HariPutranto Kata Kunci :PerencanaanMenggulungUlang, Motor InduksiTigaPhase. Karena seringnya terjadi kerusakan motor induksit iga phase di lingkungan industry yang akibat kasus penggunaan yang tidak sesuai yang berujung pada terbakarnya kumparan karena arus yang mengalir pada kumparan terlalu besar. Berdasarkan fakta tersebut maka harus dilakukan tindakan untuk memperbaiki kondisi motor agar dapat digunakan segera mungkin sehingga tidak mengganggu kelancaran proses produksi pada suatu industri. Dengan demikian perlu dipertimbangkan apakah motor yang mengalami kerusakan harus diganti dengan motor baru atau melakukan penggulungan ulang pada motor. Namun mengingat mahalnya biaya untuk pembelian motor induksi tiga phase maka pilihan yang realistis yaitu dengan melakukan penggulungan motor induksi tiga phase dengan alasan biaya yang lebih murah serta kualitas dari motor induksi tiga phase dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri. Dalam menggulung ulang harus dilakukan perencanaan yang tepat sehingga diperoleh kualitas yang baik dari hasil penggulungan ulang sehingga upaya yang dilakukan untuk memperbaiki motor dan menghemat anggaran dapat dicapai. Perencanaan menggulung ulang motor induksi tiga phase terdiri dari beberapa tahapan yaitu: (1) Mengkaji referensi, (2) Persiapan alat kerja dan alat bantu, (3) Diagnosa kerusakan motor, (4) Perencanaan dalam menggulug ulang, (5) Pelaksanaan menggulung ulang,dan (6) Menguji alat. Setelah dilakukan penggulungan ulang maka motor induksi tiga phase harus dilakukan pengujian terlebih dahulu agar motor dalam kondisi yang baik ketika hendak dioperasikan. Dalam melakukan pengujian motor induksi tiga phase yaitu:  (1) Pengujian tahanan isolasi motor,(2) pengukuran hambatan pada fasa R,S,T dan bodi motor,(3) Dari pengujian arus start dan arus nominal, (4) Pengujian kecepatan motor dalam keadaan berbeban maupun tak berbeban

    Pengembangan Trainer Input dan Output Mikrokontroler AVR Menggunakan Bahasa C pada Mata Pelajaran Mikrokontroler untuk Kompetensi Keahlian Teknik Elektronika Industri

    No full text
    ABSTRAK   Ali, Amrizal. 2015. Pengembangan Trainer Input dan Output Mikrokontroler AVR Menggunakan Bahasa C pada Mata Pelajaran Mikrokontroler untuk Kompetensi Keahlian Teknik Elektronika Industri. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dyah Lestari, S.T., M. Eng. Pembimbing II: Ahmad Fahmi, S.T., M.T. Kata Kunci: trainer, mikrokontroler AVR, bahasa C Mikrokontroler merupakan salah satu standar kompetensi yang diajarkan pada siswa Program Keahlian Teknik Elektronika Industri di SMK. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan di SMK Negeri 1 Blitar, pembelajaran mikrokontroler dirasa masih kurang efektif, karena siswa merasa kesulitan untuk memahami bahasa pemrograman yang digunakan dalam memprogram mikrokontroler, yaitu Bahasa Pemrograman Assembly. Dari permasalahan tersebut, dibutuhkan media pembelajaran yang menggunakan bahasa pemrograman yang lebih mudah untuk dipahami oleh siswa, yaitu Bahasa Pemrograman C. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) mengem-bangkan trainer input dan output mikrokontroler AVR menggunakan Bahasa C; (2) mengembangkan modul praktikum mikrokontroler AVR menggunakan Bahasa C; (3) mengembangkan buku petunjuk trainer mikrokontroler AVR sebagai petunjuk teknis tentang trainer; (4) menguji kelayakan trainer, modul praktikum, dan buku petunjuk yang telah dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian pengembangan ini adalah ADDIE. Tahap-tahap yang dilakukan antara lain: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek uji coba penelititan ini adalah ahli materi, ahli media, dan peserta didik. Pengambilan data uji coba menggu-nakan instrumen berjenis angket. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini antara lain: trainer input dan output mikrokontroler AVR menggunakan Bahasa C, modul praktikum mikrokontroler AVR menggunakan Bahasa C, dan buku petunjuk trainer mikrokontroler AVR. Hasil uji coba kepada ahli materi diperoleh persentase sebesar 94,12%. Untuk ahli coba ahli media diperoleh persentase sebesar 95,39%. Kemudian produk diujicobakan kepada siswa kelas XI TEI di SMK Negeri 1 Blitar dan diperoleh rata-rata persentase sebesar 95,93%. Dari ketiga kelompok subjek uji coba diperoleh validasi gabungan sebesar 95,15%. Persentase ini termasuk pada kategori sangat valid dan produk layak digunakan sebagai media pembelajaran. Untuk menggunakan produk, disarankan membaca buku petunjuk terlebih dahulu dan sesuai dengan prosedur yang ada pada modul praktikum. Untuk diseminasi produk, disarankan melakukan penelitian untuk mengetahui efektifitas produk terhadap hasil belajar siswa. Untuk pengembangan media pembelajaran lebih lanjut, perlu ditingkatkan dengan menambahkan materi tentang piranti input atau output yang lain seperti LED matriks, sensor, motor, dan aktuator

    PENGEMBANGAN MODUL PERAKITAN KOMPUTER BERBASIS ACTIVE LEARNING PADA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

    No full text
    ABSTRAK   Santosa, Yaqutina Marjani. 2015. Pengembangan Modul Perakitan Komputer Berbasis Active Learning pada Kelas X Program Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi.Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Muladi S.T., M.T., (II) Heru Wahyu Herwanto S.T., M.Kom.   Kata Kunci :Pengembangan, Modul, Perakitan Komputer, Active Learning Perubahan  kurikulum membuat paradigma pendidikan berubah yang semula menggunakan pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada siswa. Perubahan paradigma memiliki pengaruh yang besar pada kurikulum di Indonesia. Terjadinya perubahan mata pelajaran pada Kurikulum 2013 menyebabkan sumber belajar yang dijadikan referensi dalam pembelajaran masih terbatas.. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar perlu dilakukan. Hasil wawancara yang telah dilakukan diketahui bahwa pembelajaran yang digunakan masih belum terstruktur sehingga diperlukan bahan ajar yang sistematis berupa modul pembelajaran. Tujuan penelitian  yaitu menghasilkan modul Perakitan Komputer kelas X semester 1 berbasis Active Learning untuk SMK, menguji kelayakan modul Perakitan Komputer dan menguji keefektifan modul Perakitan Komputer. Model penelitian dan pengembangan menggunakan model Dick and Carey. Langkah yang terdapat pada model pengembangan dijelaskan sebagai berikut : (1) mengidentifikasi tujuan bahan ajar; (2) melakukan analisis bahan ajar; (3) mengidentifikasi kemampuan awal; (4) merumuskan tujuan performansi; (5) mengembangkan kriteria untuk uji produk; (6) mengembangkan strategi pembelajaran; (7) mengembangkan dan menyeleksi bahan ajar; (8) merancang dan melaksanakan penilaian formatif; (9) revisi; dan (10) melaksanakan evaluasi sumatif . Model pembelajaran yang digunakan adalah Active Learning yang mencakup dua strategi pembelajaran yaitu Project Based Learning dan Discovery Learning. Terdapat dua uji coba yang dilakukan yaitu uji coba formatif dan uji coba sumatif. Uji coba formatif dibagi menjadi tiga tahapan yaitu Uji coba perseorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan untuk serta uji coba sumatif. Modul yang dihasilkan adalah modul siswa dan modul guru. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis diskriptif Akbar dan Sriwiyana. Hasil validasi ahli materi diperoleh persentase 95 %. Hasil validasi ahli media diperoleh persentase 91,7 %. Hasil uji coba kelompok kecil diperoleh persentase 82%. Hasil uji coba lapangan diperoleh persentase  82,30%. Hasil uji coba sumatif  menunjukkan bahwa semua siswa telah tuntas sehingga modul sangat efektif. Berdasarkan hasil uji coba, dapat disimpulkan bahwa modul yang menggunakan model Active Learning sudah layak dan dapat digunakan pada mata pelajaran Perakitan Komputer Kelas X. Untuk saran pengembangan produk lebih lanjut dengan membuat modul digital dari modul Perakitan Komputer

    RANCANG BANGUN MODUL PEMBELAJARAN PERAKITAN KOMPUTER MENGGUNAKAN SCIENTIFIC APPROACH UNTUK PESERTA DIDIK KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK MUHAMMADIYAH 7 GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Fithriyah, Dewi Rizka. 2015. Rancang Bangun Modul Pembelajaran Perakitan Komputer Menggunakan Scientific Approach  Untuk Peserta didik Kelas X Program Keahlian Teknik Komputer Dan Jaringan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang. Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Puger Honggowijono,M.T., (2) M. Zainal Arifin,S.Si.,M.Kom Kata Kunci:Rancang Bangun,Modul, Perakitan Komputer, Scientific Approach Berdasarkan hasil wawancara terhadap pendidik mata pelajaran perakitan komputer di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi selama ini dalam proses pembelajaran perakitan komputer semua proses berpusat kepada pendidik. Hal tersebut dikarenakan peserta didik tidak memiliki modul tersendiri. Selain itu materi yang didapat peserta didik hanya dari materi yang diberikan oleh pendidik berupa slide presentasi. Tentunya selama proses pembelajaran peserta didik memiliki kecepatan pemahaman yang berbeda-beda. Ada yang memiliki kecepatan belajar cepat memahami materi yang disampaikan oleh pendidik dan ada juga yang memiliki kemampuan yang lambat dalam menerima materi yang disampaikan. Hal ini menyebabkan peserta didik yang memiliki kecepatan belajar yang tinggi harus lebih bersabar mengikuti peserta didik yang lain yang kecepatan belajarnya masih lambat. Modul merupakan salah satu jenis bahan ajar yang banyak digunakan dalam proses pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar yang dapat dilakukan secara mandiri. Scientific Approach  adalah satu pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran dengan menitikberatkan pada penggunaan metode ilmiah dalam kegiatan belajar mengajar. Scientific Approach  merupakan pendekatan yang digunakan didalam kurikulum 2013. Dari alasan tersebut, penulis akan membuat modul perakitan komputer menggunakan scientific approach sebagai modul pembelajaran peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) merancang bangun modul pembelajaran perakitan komputer dan (2) menguji kelayakan modul pembelajaran perakitan komputer. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model rancang bangun Pusdiklat (Depdiknas). Model rancang bangun ini terdiri dari enam tahap yaitu: (1) analisis kebutuhan bahan ajar, (2) strategi pendekatan, (3) penyusunan modul, (4) pelaksanaan, (5) evaluasi dan (6) penyebaran laporan. Hasil dari penelitian rancang bangun ini adalah modul pembelajaran perakitan komputer. Modul pembelajaran ini terbagi menjadi dua, yaitu: (1) modul untuk pendidik dan (2) modul untuk peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan menggunakan instrumen angket, didapat persentase hasil validasi  oleh ahli materi sebesar 95%, ahli media sebesar 98%, uji coba pengguna pendidik 96%, uji coba kelompok kecil 90,5% dan uji coba kelompok besar 90,4%. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran perakitan komputer secara keseluruhan dinyatakan layak atau valid. Media dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran dan media belajar mandiri bagi peserta didik

    KENDALI KECEPATAN MOTOR DC BERBASIS LABVIEW MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC

    No full text
    ABSTRAK   Masenda. 2015. Kendali Kecepatan Motor DC Berbasis LabView Menggunakan Metode Fuzzy Logic. Tugas Akhir, jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto (II) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T.   Kata Kunci :Trainer,KendaliLogika Fuzzy, LabView, NI-DAQ USB 6008, Motor DC   Trainer atau alat peraga peranya sangatlah penting guna menunjang pembelajaran khususnya praktikum. Trainer kendali kecepatan motor DC yang ada di Universitas Negeri Malang jarang yang menggunakan LabView dan Fuzzy logic sebagai kontrolnya, kebanyakan yang sudah tersedia menggunaka nmikrokontroler. Maka dari itu tugas akhir ini bertujuan untuk mengimplementasikan kendali logika fuzzy pada motor DC menggunakan LabView. Kendali logika fuzzy yang digunakan merupakan system kendali modern yang mudah karena tidak perlu mencari model matematis dari sistem, tetapi tetap efektif karena memiliki respon sistem yang stabil. Pada trainer ini dibuat sebuah rancang bangun system Fuzzy Logic dengan menerapkan fungsinya, yaitu sebagai pengendali kecepatan Motor DC. Dalam trainer ini digunakan NI-DAQ USB 6008 yang berfungsi menerima dan menjalankan perintah dari LabView yang diperoleh dari PC. Komunikasi antara PC dengan NI-DAQ USB 6008 menggunakan komunikasi serial RS485. Output analog dari NI-DAQ USB 6008 sebesar0-5 VDC akan dikuatkan sebesar dua kali oleh OP-AMP Non Inverting sehingga menjadi 0-10 VDC. Kemudian PWM akan aktif pada 4-8 V yang outputnya berupa lebar pulsa ke Driver Motor Dc Half Bridge. Driver Motor Dc Half Bridge digunakan untuk mengatur tegangan agar dapat mengatur kecepatan motor DC. Setelah pengaturan kecepatan ada Rotary Encoder yang digunakan sebagai sensor rpm untuk kemudian berguna juga sebagai feedback. Teknik-teknik dari pengendalian motor menurut system dibedakan menjadi dua macam yaitu open loop dan close loop. Untuk kendali cerdas maka dibutuhkan close loop. Pengujian system dilakukan dengan variasi setting point terhadap system kendali. Hasil penelitian dengan membandingkan antara open loop dan close loop didapatkan bahwa hasil dari close loop menghasilkan respon sistem yang lebih baik daripada open loop. Variasi setting point yang dapat dimonitoring yaitu mulai 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm dan 2000 rpm. Hasil pengujian juga memperlihatkan bahwa rangkaian op amp non inverting, PWM analog, Driver Motor DC Half ridge, dan Rotary encoder dapat berjalan dengan baik, serta power supply mengeluarkan ±12 VDC dan 5 VDC. Plan yang dibuat dapat bekerja sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang

    0

    full texts

    334

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇