EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Not a member yet
315 research outputs found
Sort by
KEPEMIMPINAN KEWIRAUSAHAAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN SEKOLAH DI SMK KESEHATAN HAJI SUMATERA UTARA
This research aims to find out the entrepreneurial leadership of school principals is in developing schools at the SMK Kesehatan Haji Sumatera Utara, This research uses a descriptive qualitative approach, data collection is carried out using interview, observation, and documentation techniques, the data analysis technique used in this research is collection. Data, data reduction and drawing conclusions. The results of the research show that: 1) The principal of the SMK Kesehatan Haji Sumatera Utara has entrepreneurial leadership competencies in carrying out his duties, namely leading with the characteristics of an entrepreneur, being brave in making decisions, having a work team, accepting ideas and opinions, having the courage to take and assess risks, having a partner. work, open thinking and high self-confidence. 2) The principal's entrepreneurial leadership is able to develop the school in the graduate aspect, namely creating academic assistant teachers to help students who want to work, continue higher education and entrepreneurship, 3) The principal's entrepreneurial leadership is able to develop the school in the curriculum aspect, namely the school creates Nine Featured Curriculum Aspects ( SAKU) as a guide for carrying out learning activities 4) The school principal's entrepreneurial leadership is able to develop the school in terms of facilities and infrastructure, namely by utilizing technology to carry out efficiency and develop creative products by utilizing all existing potential and assets, 5) The school principal's entrepreneurial leadership able to develop the school in the aspect of building partnerships, namely that the principal collaborates with various government and private agencies to improve the school and establish cooperation for students who want to work in Japa
Optimalisasi Pembelajaran Digital Bahasa Indonesia pada Aplikasi Teachmint
Pentingnya optimalisasi pembelajaran Bahasa Indonesia dikarenakan masih banyaknya aplikasi pembelajaran online yang belum menyediakan fitur dengan Bahasa Indonesia sehingga terbatasnya inovasi pembelajaran secara digital. Salah satu aplikasi yang dapat dijadikan rekomendasi adalah Teachmint yang telah menyediakan fitur Bahasa Indonesia tetapi belum begitu banyak digunakan dalam pembelajaran. Dengan menggunakan metode studi pustaka, dalam penelitian ini penulis memperoleh data dari buku, karya ilmiah, dokumen dan sumber lain yang relevan serta didukung hasil wawancara dan pengamatan dengan Guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Pandan. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran Bahasa Indonesia secara digital dapat memberikan wawasan yang lebih luas, sehingga diperlukan inovasi untuk mengoptimalkan pembelajaran digital melalui penyediaan aplikasi digital yang memiliki fitur Bahasa Indonesia. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah menggunakan E-learning yang dikembangkan dan dirancang dengan baik untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Aplikasi teachmint baik diterapkan kepada siswa dalam pembelajaran menulis maupun pembelajaran menyimak karena siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang materi yang digunakan untuk menulis resensi dan membuat siswa fokus pada apa yang sedang mereka pelajari.
Pengembangan Modul Pelatihan Berpikir Kreatif Dan Komunikasi Efektif Leader Business Development Dengan Model ADDIE
Pengembangan modul pelatihan merupakan suatu upaya yang dapat dilakukan perusahaan untuk mendorong karyawannya untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dalam menghadapi era perkembangan teknologi yang semakin pesat dan munculnya persaingan yang ketat, untuk sebuah bisnis dapat bertahan dibutuhkan keterampilan berpikir kreatif untuk dapat melahirkan inovasi baru dan keterampilan komunikasi efektif untuk mendorong terjadinya efektivitas kinerja guna mencapai tujuan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan pengembangan modul pelatihan untuk mengembangkan keterampilan Leader Business Development Mamikos.com dalam berpikir kreatif dan komunikasi efektif. Pengembangan modul pelatihan menggunakan model ADDIE. Berdasarkan modul pelatihan yang diuji coba dan diimplementasikan, modul pelatihan yang dirancang dan dikembangkan mampu menutup kesenjangan kinerja para leader. Hal ini didukung oleh peningkatan pengetahuan berpikir kreatif dan komunikasi efektif dilihat dari hasil N-Gain yang memiliki efektivitas tinggi dalam membantu para leader memimpin timnya untuk mencapai target yang telah ditentukan
BUDAYA POSITIF DALAM PENGEMBANGAN KINERJA GURU DI SMA NEGERI 2 PERCUT SEI TUAN
This research aims to determine: (1) teacher performance at SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan; (2) positive culture at SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan; (3) strategies for building, developing, maintaining sustainability and consistent implementation of a positive culture; and (4) what is the relationship between positive culture and teacher performance at SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan.The type of this research is qualitative research with a case study approach. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The analysis techniques used are data reduction, presentation and conclusions. The subjects and objects of the research were the principal and teachers at SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan. The results of the research show that: (1) The performance of teachers at SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan can be categorized as "good", this is shown through the teacher's ability to plan, to implement and to assess learning outcomes, well as the ability to guide and train students and carry out additional tasks mandated by the school; (2) The positive culture at SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan has been good implemented, they are the culture of togetherness for formulating the vision, mission and goals of the school , the culture of collaborating of teachers in developing and implementing the curriculum, the culture of the school community being committed and consistent in building better communication, positive and mutually supportive, the culture of the school community together building a positive narrative about the school and also the school leaders and figures, the culture of transparency shown by school management in building the organizational structure and the commitment of the school community to implement the organizational structure, the culture of togetherness implement the positive ritual at the school, a culture of collaboration of teacher in learning and designing learning, and culture of school residents who often build good relationships and interactions with school stakeholders; (3) SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan has made efforts to build and develop a positive culture using various strategies; and (4) The positive culture that is developed at SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan has a positive influence on increasing teacher performanc
ANALISIS SISTEM INFORMASI PENGADAAN DI SEKOLAH (SIPLah) DALAM TRANSPARANSI ANGGARAN DI SMAN 2 GUNUNG MERIAH ACEH SINGKIL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem informasi pengadaan di sekolah (SIPLah) dalam transparansi anggaran di SMAN 2 Gunung Meriah Aceh Singkil. Jenis penelitian kualitatif serta subjek pada penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana, bendahara sekolah, dan tata usaha serta dengan menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancaraldan dokumentasi. Tekniklanalisis dengan penyajian data, reduksi data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOS yang diberikan kepada SMA Negeri 2 Gunung Meriah telah sesuail dengan Peraturan Pemerintah No.48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan. Pengadaan barangldan jasa dengan menggunakan SIPLah memiliki tahapan perencanaan, pencarian, pemesanan dan pembayaran. Adapun yang menjadi tantangan adalah : 1). Harga barang yang mahal. 2). Toko SIPLah yang masih sedikit. 3). Proses pengiriman barang yang lama. 4). sumber daya manusia. Penggunaan SIPLah di SMA Negeri 2 Gunung Meriah dalam pengadaan barang juga berdampak kepada pemangku kepentingan terutama guru dan siswa untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa. Untuk menunjukkan transparansi anggaran penggunaan dana BOS dalam pengadaan barang/jasa dapat terlihat dari Pengisian Berita Acara Serah Terima (BAST) yang di jadikan sebagai dokumen Laporan Pertanggung Jawaban sebagai bukti laporan penggunaan Angaran dana BOS secara transparan. Dengan demikian maka dapat diketahui bahwa sistem informasi pengadaan disekolah (SIPLah) merupakan platform dari pemerintah yang dapat menunjukkan transparansi penggunaan dana BOS
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS LITERASI DAN NUMERASI ABAD 21 DI UPTD SPF SDN UJUNG LIMUS ACEH SINGKIL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas budaya literasi sekolah di UPTD SPF SDN ujung Limus Aceh Singkil. penelitian ini dilaksanakan di UPTD SPF SDN Ujung Limus Aceh Singkil dari bula januari 2023 sampai dengan februari 2024 dengan menggunakan tekhnik analisis data observasi wawancara dan dokumentasi. Tekhnik analisis data dengan menggunakan reduksi ata, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Perencanaan Pendidikan Karakter Berbasis Literasi Dan Numerasi Abad 21 di UPTD SPF SDNegeri Ujung Limus Negeri meliputi (1)“Merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang melibatkan orang tua dan masyarakat.” (2)“menciptakan ruang-ruang baca yang nyaman bagi warga sekolah”, (3)“memanfaatkan sarana prasarana sekolah dengan maksimal untuk memfasilitasi pembelajaran berbasis literasi” dan (4)“mengawasi dan mewajibkan peserta didik membaca sejumlah buku sastra dan menyelesaikannya dalam kurun waktu tertentu. Pelaksanaan Pendidikan Karakter Berbasis Literasi Dan Numerasi Abad 21di UPTD SPF SDN Ujung Limus Aceh Singkil meliputi Model Budaya Literasi visual peserta didik di UPTD SPF SDN Ujung Limus Aceh Singkil, Model Budaya Literasi Tekhnologi peserta didik dan Model Budaya Literasi Mediapeserta didik di UPTD SPF SDN Ujung Limus Aceh Singkil. Pengevaluasian Pendidikan Karakter Berbasis Literasi Dan Numerasi Abad 21di UPTD SPF SDN Ujung Limus Aceh Singkil mendongkrak kualitas minat baca peserta didik melalui Program literasi. dan Prioritas untuk memberantas dan meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia khususnya dunia pendidikan. Efektivitas Pendidikan Karakter Berbasis Literasi Dan Numerasi Abad 2121di UPTD SPF SDN Ujung Limus Aceh Singkil Tingkat kecendrungan adanya peningkatan literasi dan numerasi dengan nilai mean 62.00%, median atau nilai tengah 65.00 % Nilai Modus 55 ,Standar Deviasi 7,722, dengan nilai minimum 47 dan nilai maksimum 70, dari data diatas maka dapat disimpulkan efektivitasPendidikan Karakter Literasi Dan Numerasi Abad 21 Di UPTD SPF SDN Ujung Limus Aceh Singkil
Efektivitas Pengembangan Budaya Literasi dan Numerasi (Studi di SD 165727) Kota Tebing Tinggi)
Efektivitas Pengembangan Budaya literasi dan Numerasi (Studi di SD 165727) Tebing Tinggi. Tujuan penelitian ini: 1) Bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas pengembangan budaya literasi numerasi, 2) Bertujuan untuk mengetahui efektivitas literasi numerasi di SD 165727. Efektivitas mengembangkan budaya literasi numerasi di sekolah SD 165727 dilakukan dengan cara: (1) membuat rencana jangka pendek dan jangka panjang atau program tahunan. (2) membuat rencana operasional sebagai tindak lanjut dari tahap pertama. Hasil penelitian ini menunjukkan: Gambaran efektivitas pengembangan budaya literasi dan Numerasi ditandai dengan adanya pembiasaan kegiatan membaca dan berhitung yang kegiatannya dilakukan di perpustakaan, pojok baca, taman, dan pohon baca baik pada jam istrahat maupun pada jam pembelajaran. (3) Pengembangan Budaya literasi dan Numerasi SD 165727 dengan membaca dan berhitung 15 menit sebelum memulai pelajaran dimulai di SDN 165721 dengan tujuan menjadikan siswa gemar membaca dan berhitung merupakan kegiatan yang dapat menumbuhkan nilai nilai Literasi dan Numerasi dalam diri siswa. Efektivitas literasi numerasi SD 165727 bahwa pelaksanaan literasi dan numerasi efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan berhitung. Selain itu dengan program budaya literasi dan numerasi juga dapat menekan angka kenakalan pada siswa, serta mampu meningkatkan jiwa semangat belajar, menambah kemampuan membaca dan berhitung siswa, dan membentuk karakter siswa
URGENSI PENERAPAN SCHOOL WELL-BEING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PENGGUNA SISTEM FULL DAY SCHOOL
Rendahnya pemahaman tentang konsep dan urgensi school well-being di sekolah menyebabkan berbagai penerapan kebijakan kurang memperhatikan kepada aspek well-being siswa. Padahal sekolah yang well-being merupakan konsep sekolah yang ideal diterapkan pada dunia Pendidikan khususnya sekolah yang menerapkan system fullday school. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan school well-being di sekolah menengah pertama pengguna system full day school berdasarkan 4 dimensi yaitu having (kondisi sekolah), loving (hubungan sosial), being (pemenuhan diri) dan health (status kesehatan) sehingga siswa dapat belajar dengan kondisi fisik dan jiwa yang sehat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data penelitian melalui wawancara dan observasi terhadap 2 subjek primer siswa sekolah menengah pertama yang memiliki prestasi secara akademik maupun non akademik, pemilihan subjek berdasarkan rekomendasi dari guru sekolah yang memahami siswanya dengan diperkuat data dari 5 subjek sekunder yaitu guru, orang tua dan teman sebaya dari kedua subjek primer. Analisis data yang digunakan adalah analysis interactive model dengan keabsahan data triangulasi sumber. Penelitian ini akan menggali data secara mendalam tentang 4 elemen atau komponen school well-bieng sehingga dapat dijadikan rujukan bagi orang tua maupun evaluasi bagi sekolah dalam mengembangkan dan menjaga kualitas sekolah khususnya pada aspek kesejahteraan dan kenyamanan siswa saat berada di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan fullday school tidak menghambat siswa berprestasi untuk merasa sejahtera selama berada di sekolah. Kedua subjek adalah sosok pribadi yang dapat beradaptasi dengan situasi yang ada, sehingga merasa nyaman untuk belajar dan terus berprestasi. Pada aspek having, kedua subjek merasa bahwa sekolah memiliki fasilitas yang dapat menunjang prestasinya di sekolah dan tidak mempermasalahkan kondisi-kondisi lain yang kurang sesuai di sekolah seperti kebersihan kamar mandi dan fasilitas Unit Kesehatan Siswa. Pada aspek loving, kedua subjek memiliki hubungan yang baik dengan guru dan teman sebaya walaupun bullying berupa ejekan terkadang masih terjadi pada salah satu subjek. Pihak sekolah dan orang tua juga menjalin hubungan yang baik melalui media group online sehingga orang tua dapat memantau perkembangan anak setiap hari di sekolah. Pada aspek being, kedua siswa merasa senang dan bangga dengan dirinya dengan tetap aktif mengikuti ekstrakurikuler atau kegiatan yang melatih keterampilan diri melalui tugas-tugas berbentuk prakarya, serta terdapatnya apresiasi berupa dukungan, pujian, ucapan selamat dari guru. Pada aspek health, kedua subjek pernah menderita sakit panas, batuk, dan pilek, atau sakit lainnya serta muncul rasa gugup saat tampil di depan umum, namun hal tersebut tidak membuat subjek terhambat dalam prestasiny
IMPLEMENTASI KEGIATAN PRAKTEK PADA KURSUS MENJAHIT DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) DESSY KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG
Studi menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 1 ketua lembaga, 1 instruktur, 2 peserta didik, dan 2 pengurus lembaga sebagai informan. Tiga metode pengumpulan data digunakan: dokumentasi, wawancara, dan observasi. Tringulasi sumber dipakai untuk keabsahan data. Dalam studi ini metode analisis data dengan tahap pengumpulan data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Temuan studi ini memperlihatkan bahwa implementasi kegiatan praktek pada kursus menjahit di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dessy ada 3 tahap yaitu Berdasarkan hasil penelitian di LKP Dessy bahwa, perencanaan pada LKP Dessy dimulai dengan menentukan rencana tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa, Pelaksanaan kursus menjahit akan lebih lancar jika cara pengajaran yang dipilih dapat menumbuhkan lingkungan belajar yang menggembirakan maka meningkatkan perilaku aktif, kreatif juga bersemangat belajar siswa. Berdasarkan teori diatas selaras dengan hasil wawancara yang peneliti lakukan bahwa dalam LKP Dessy terdapat evaluasi proses dan evaluasi hasil, Sedangkan untuk faktor penghambat yaitu kerusakan mesin dan tingkat kerajinan peserta didik yang kurang optimal. Simpulan dari penelitian yaitu implementasi kegiatan praktek pada kursus menjahit di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dessy dimulai dari aktivitas pelekasanaa, kemudian dengan pelaksanaan, dan dilakukan dengan evaluasi. Saran yang dapat diberikan yaitu: 1) bagi mereka yang merencanakan kelas menjahit untuk rutin memeriksa alat yang akan digunakan dalam kursus menjahit supaya dapat digunakan ketika proses pelatihan 2) lebih fokus pada saat proses pembelajaran. 3) Bagi peneliti yang akan meneliti dengan tema sama, diharapkan bisa melengkapi aspek-aspek lainnya yang belum ditelit
EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI KEGIATAN PROGRAM DESA MEMBANGUN DALAM RANGKA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI DESA SANTONG MULIA
Rendahnya tingkat ekonomi masyarakat ini salah satunya di picu oleh keadaan masyarakat yang kurang berdaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut beberapa program dilaksanakan, salah satunya adalah program pemberdayaan. Kegiatan pemberdayaan pada lokasi penelitian lebih berfokus pada kaum perempuan karena mengingat keadaan perempuan di desa yang menjadi obyek penelitian rata-rata tidak memiliki penghasilan dan hanya bertumpu dari penghasilan suami. Dengan adanya kegiatan pemberdayaan yang dipelopori oleh desa ini maka diharapkan kondisi perekonomian masyarakat dapat membaik dan meningkat yang tidak dipungkiri nantinya dapat juga meningkatkan dan berimbas pada sektor yang lain. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan model elemen-elemen organisasi (The Organizational Element Model/OEM) yang terdiri dari inputs, processes, products, outputs, outcomes. Penentuan sampelnya menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah subyek sebanyak 30 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket sebagai teknik pokok dan dokumentasi sebagai teknik pelengkap. Analisis data yang digunakan adalah analisis persentase dengan pendekatan statistik non parametrik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh hasil, pada komponen Input sebesar 95,5%, komponen Process sebesar 95,7%, komponen Product sebesar 94,15%, dan komponen outcome sebesar 95%. Dari total keempat komponen diatas memiliki total rata-rata sebesar 95%