EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Not a member yet
315 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN E-LKPD TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK di SMP NEGERI 05 PRABUMULIH
AbstrakTujuan penelitian ini ialah mengetahui bagaimana model Problem Based Learning dengan dukungan E-LKPD mempengaruhi kemampuan siswa didalam memecahkan masalah diSMP Negeri 05 Prabumulih. Penelitian ini memakai metodologi eksperimen dan desain penelitian kuantitatif. 69 siswa dipakai didalam penelitian ini; 36 orang didalam kelas eksperimen memakai model Problem Based Learning dengan dukungan E-LKPD, dan 33 orang pada model konvensional. Quasi Experimental Design merupakan jenis desain eksperimen yang dipakai didalam penelitian ini. Uji t yang disebut juga dengan Independent Sample T-Test merupakan metode analisis data yang dipakai didalam penelitian ini untuk menilai hipotesis. Nilai rerata kelas eksperimen yang ditentukan analisis data ialah senilai 73,48, sedangkan nilai rerata kelas kontrol senilai 61,82. Berdasarkan temuan uji hipotesis, H0 ditolak serta ha diterima, dengan nilai signifikansi senilai 0,020 memenuhi kriteria nilai sig0,05. Kesimpulan: Kemampuan memecahkan masalah siswa SMP Negeri 05 Prabumulih dipengaruhi pendekatan pembelajaran Problem Based Learning yang didukung dengan E-LKPDKata Kunci : Pembelajaran, Problem Based Learning, Memecahkan MasalahAbstract The purpose of this development research is to determine how the Problem Based Learning learning paradigm, with support from E-LKPD, affects students' capacity for problem-solving at SMP Negeri 05 Prabumulih. This study uses experimental methodology and quantitative research design. The 69 students involved in this study were split into two groups: 36 students in the experimental class utilized the Problem Based Learning learning model with assistance from E-LKPD, while 33 students in the control group used traditional learning techniques. Quasi Experimental Design is the type of experimental design employed in this study. The t test, also known as the Independent Sample T-Test, is the data analysis method used in this study to assess the hypothesis. The experimental class's average value was 73.48, while the control class's value was 61.82, according to the data analysis results. With a significance value of 0.020 and a criteria of a sig value 0.05, the hypothesis test findings indicate that Ha was accepted and H0 was rejected. Thus, it can be said that students at SMP Negeri 05 Prabumulih's problem-solving skills are impacted by the Problem Based Learning learning approach, which is supported by E-LKPD.Keywords: Learning, Problem Based Learning, Problem Solving
EFEKTIVITAS SUPERVISI AKADEMIK TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR PERMATA BANGSA BINJAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis secara mendalam kinerja supervisi akademik yang dilaksanakan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di permata bangsa binjai.Metode penelitian dengan menggunakan mix metode dengan tehnik pengumpulan data observasi, wawancara, kesimpulan dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan supervisi akademik di sekolah permata bangsa binjai melalui tiga tahapan yakni analisis pelaksanaan supervisi sebelumnya, menyusun program supervisi, menyusun instrumen supervisi akademik. Dari ketiga tahapan tersebut kepala sekolah dan tim supervisi melakukan pembinaan secara langsung dan tidak langsung. Dimana kegiatan pembinaan langsung tersebut seperti kegiatan wawancara tatap muka yang sifatnya secara pribadi antara guru dan kepala sekolah. Sementara tidak langsung adalah melakukan praktek didepan kelas sehingga kepala sekolah dapat melakukan penilaian selama proses supervisi yang hasilnya akan di berikan.melalui pelaksanaan supervisi akademik yang sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya dimana guru akan di berikan penilaian selama menjalankan pembelajaran di dalam kelas.Supervisi akademik dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik menjalani tahapan melaksanakan pra observasi, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, melakukan analisis hasil observasi, mengelolah hasil observasi, melakukan umpan balik hasil observasi. Dalam mencapai tujuan Sekolah permata bangsa binjai serta menyiasati agar proses pembelajaran tetap dapat dilaksanakan dengan baik. Kepala sekolah mengikuti program pemerintah menerapkan sistem pembelajaran luring dan daring . Bukan hanya dalam pembelajaran namun supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah juga melalui aplikasi yang dianjurkan oleh pemerintah setempat. Selain itu supervisi akademik ini di rancang oleh kepala sekolah dan tim supervisi yang di unjuk bertanggungjawab, kegiatan ini tidaklah mudah dikarenakan harus melalui beberapa proses serta tantangan yang dihadapi dari oleh lingkungan. Tahapan yang dilaksanakan untuk melihat efektivitas supervisi akademik adalah Menyusun Program Tindak Lanjut dan menyusun tindak lanjut
ANALISIS KETERLIBATAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 028226 BINJAI
Pada penelitian ini, bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui bagaimana komite sekolah SD Negeri 028226 Binjai memberikan pertimbangan dalam meningkatkan mutu sekolah, (2) Untuk mengetahui bagaimana komite sekolah SD Negeri 028226 Binjai memberikan dukungan dalam meningkatkan mutu Pendidikan, (3) Untuk mengetahui bagaimana komite sekolah SD Negeri 028226 Binjai melakukan pengontrolan dalam meningkatkan mutu Pendidikan, dan (4) Untuk mengetahui bagaimana komite sekolah SD Negeri 028226 Binjai melakukan mediator dalam meningkatkan mutu pendidikan keterlibatan komite sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SD Negeri 028226 Binjai dibatasi pada peran komite sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai pemberi pertimbangan, sebagai pendukung, sebagai pengontrol, dan sebagai mediator bagi sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang berupaya untuk menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari subjek yang diamati. Subjek dalam penelitian adalah tenaga pendidik di SD Negeri 028226 Binjai yakni kepala sekolah, wakil kepala sekolah, komite, dan guru, sedangkan objek penelitian Komite Sekolah dibagi tiga, yaitu: sebagai badan pendukung, badan pertimbangan, badan pengontrol dan badan penghubungKomite sekolah SDN 028226 binjai telah melaksanakan perannya untuk meningkatkan mutu pendidikan seperti: (1) Memberikan pertimbangan dalam pendataan kondisi ekonomi siswa, (2) Memberikan dukungan kepada sekolah untuk memberantas penyebarluasan hal-hal negatif disekolah, (3) Melakukan pengawasan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program sekolah tentang hasil belajar siswa, (4) Membantu sekolah dalam menciptakan hubungan dan kerja sama antara sekolah dengan masyarakat.Keterlibatan komite sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di SDN 028226 binjai sangat penting oleh karena itu keterlibatan komite sekolah sebagai badan pertimbangan, badan pendukung, badan pengawas dan badan penghubung harus dioptimalkan. Pengoptimalan keterlibatan komite sekolah untuk peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan pemilihan pengurus komite sekolah dengan mengutamakan personil-personil yang memiliki kemampuan dan kemauan yang tinggi di bidang pendidika
Kepemimpinan Kepala Sekolah Sebagai Motivator Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SD Negeri 164519 Kota Tebing Tinggi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) mengetahui peran kepala sekolah sebagai motivator pemimpin sekolah SDN 164519 Kota Tebing Tinggi, 2) mengetahui kinerja guru di SDN 164519, 3) mengetahui peran kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan kinerja guru di SDN 164519 Kota Tebing Tinggi. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan metode deskripsi. Adapun hasil penelitian menunjukkan peran kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SDN 164519 dalam mengevaluasi guru secara kelompok kepala sekolah mengadakan forum silaturahmi para guru secara bergiliran setiap tiga bulan untuk melakukan koordinasi dan pemecahan masalah yang ada. Peran kepala sekolah sebagai motivator memimpin sekolah SDN 164519 adalah melakukan pengaturan lingkungan fisik yang menyenangkan seperti saling sering bercerita dan berbagi. Selain itu kepala sekolah menciptakan hubungan kerja yang harmoni dengan para tenaga pendidik agar berjalan dengan baik. Sikap Displin memberikan dorongan itu juga bentuk motivasi yang diberikan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru. Memberikan penghargaan merupakaan bentuk Kepemimpinan kepala sekolah yang dikaitkan dengan prestasi guru. Kepala Sekolah SD Negeri 164519 memimpin dengan penuh tanggung jawab, demokratis, memberikan pelayanan, ramah dan profesional. Selain itu Peranan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SD Negeri 164519 yaitu memberi penghargaan, bimbingan dan pemahaman serta pelayanan terhadap guru dalam meningkatkan kinerjanya
PENGARUH MANAJAMEN KELAS, EKSPEKTASI GURU, DAN KOMPETENSI PROFESIONAL TERHADAP KINERJA GURU SMA NEGERI KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis ada pengaruh dari manajemen kelas, ekspektasi guru, dan kompetensi profesional terhadap kinerja guru SMA Negeri di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang dengan Jumlah sampel yakni 83 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket dan teknik analisis data yakni validitas, reliabilitas, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh manajemen kelas terhadap kinerja guru SMA Negeri Kecamatan Tanjung Morawa dimana diperoleh nilai t hitung sebesar 4,661 dengan perolehan nilai Sig 0,000 0,05 dan Hasil analisis regresi sederhana, menunjukkan persamaan regresi Ŷ = 59.448+ 2.436X1, yang berarti bahwa manajemen kelas memberikan pengaruh terhadap kinerja guru sebesar 2,436. Terdapat pengaruh ekspektasi guru terhadap kinerja guru SMA Negeri Kecamatan Tanjung Morawa dimana diperoleh nilai t hitung sebesar 2,336 dengan perolehan nilai Sig 0,000 0,05 dan Hasil analisis regresi sederhana, menunjukkan persamaan regresi Ŷ = 59.448+ 2.102 X2 yang berarti bahwa setiap peningkatan satu nilai motivasi akan diikuti peningkatan nilai kinerja guru sebesar 2,102. Terdapat pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru SMA Negeri Kecamatan Tanjung Morawa dimana diperoleh nilai t hitung sebesar 4,262 dengan perolehan nilai Sig 0,000 0,05 dan Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan persamaan regresi Ŷ = 59.448+ 1.606 X3 yang berarti bahwa setiap peningkatan satu nilai kompetensi profesional akan diikuti peningkatan nilai kinerja guru sebesar 1.606. Terdapat pengaruh manajemen kelas (X1), ekspektasi guru (X2) dan kompetensi profesional (X3) secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMA Negeri Kecamatan Tanjung Morawa dimana diperoleh nilai F hitung sebesar 8,242 dan signifikansi (Sig.) 0,000 Adapun besarnya pengaruh ditunjukkan oleh koefisien determinasi R2 (R square) = 0.882 yang berarti bahwa manajemen kelas (X1), ekpektasi guru (X2) dan kinerja guru (X3) secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap kinerja guru SMA Negeri Kecamatan Tanjung Morawa sebesar 88.2 % dan sisanya yaitu 11, 59.448+ 2.436X1+ 2.102X2+1.606X3 + e
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, OPTIMIS AKADEMIK, DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP EFEKTIVITAS SEKOLAH DI PERGURUAN KRISTEN METHODIST INDONESIA KECAMATAN LUBUK PAKAM KABUPATEN DELI SERDANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kepeminpinan transformasional, optimis akademik dan motivasi kerja guru berpengaruh terhadap efektivitas sekolah di Perguruan Kristen Methodist Indonesia Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan teknik kuesioner, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepeminpinan transformasional secara parsial berpengaruh terhadap efektivitas sekolah di Perguruan Kristen Methodist Indonesia Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Optimis akademik secara parsial berpengaruh terhadap efektivitas sekolah di Perguruan Kristen Methodist Indonesia Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Motivasi kerja guru secara parsial berpengaruh terhadap efektivitas sekolah di Perguruan Kristen Methodist Indonesia Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Kepeminpinan transformasional, optimis akademik dan motivasi kerja guru secara simultan berpengaruh terhadap efektivitas sekolah di Perguruan Kristen Methodist Indonesia Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang
EFEKTIVITAS MANAJEMEN PENGEMBANGAN PROGRAM KHUSUS BINA DIRI PADA PESERTA DIDIK TUNAGRAHITA (STUDI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI PEMBINA MEDAN)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Untuk mengetahui perencanana manajemen pengembangan Program khusus bina diri terhadap Peserta didik tunagrahita, 2) Untuk mengetahui pelaksanaan manajemen pengembangan Program khusus bina diri terhadap Peserta didik tunagrahita, 3) Untuk mengetahui pengevaluasiaan manajemen pengembangan Program khusus bina diri terhadap Peserta didik tunagrahita, 4) untuk mengetahui efektivitas manajemen pengembangan Program khusus bina diri terhadap Peserta didik tunagrahita. Metode penelitian menggunakan metode deskripti dengan tekhnik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan program Bina Diri sudah beberapa aspek yang berjalan dengan baik dan sesui dengan prosedur, seperti penyelenggaraan tes assesmen, perencanaan waktu pelaksanaan kegiatan dan perencanaan materi kegiatan, namun untuk penentuan guru khusus Bina Diri masih belum baik. Pelaksanaan Managemen Pengembangan Program Khusus Bina Diri yang diterapkan pada manajemen pengembangan adalah Kemampuan mengambil nasi, lauk dan sayur, Kemampuan makan menggunakan sendok dan garpu, Kemampuan menenerapkan cara makan yang sopan dan Kemampuan merapikan meja makan setelah selesai makan. Pengevaluasian Untuk melakukan evaluasi, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu, (1) Penentuan standar, yang dimaksud dengan standar adalah patokan-patokan mengenai keberhasilan dan kegagalan suatu kegiatan, (2) mengadakan pengukuran, pengukuran dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, (3) membandingkan hasil pengukuran dengan standar yang telah dilakukan, dengan ini akan diketahui selisih antara hasil pengukuran dengan standar yang telah ditentukan, (4) Mengadakan perbaikan, perbaikan tersebut dilakukan berdasarkan selisih minus hasil perbandingan pengukuran dengan standar. Managemen program bina diri yang telah diterapkan pada peserta didik tunagrahita menunjukkan adanya kemandirian keterampilan peserta didik dalam melakukan bina diri sebesar 62%. Berdasarkan fakta tersebut maka dapat disimpulkan bahwa 75% management program bina diri efektif untuk diterapkan pada kelas tunagrahita
IMPLEMENTASI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PARTISIPATIF MELALUI SCHOOL BASED MANAGEMENT
AbstrakPengambilan keputusan adalah salah satu proses yang paling kompleks dan menantang yang dapat dihadapi organisasi mana pun (termasuk struktur pemerintahan dan kelompok akar rumput). Sumber daya yang tak terhitung jumlahnya memperdebatkan kelebihan dan kekurangan pendekatan berdasarkan faktor-faktor seperti seberapa besar kelompok itu, apa tujuan mereka, dan struktur kepemimpinan seperti apa yang mereka miliki. School Based Management (SBM) atau Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) nerupakan pemikiran ke arah pengelolaan pendidikan yang memberi keleluasaan kepada sekolah untuk mengatur dan melaksanakan berbagai kebijakan secara luas. Metode penelitian yang dipakai adalah Kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dimana kondisi dan permasalahan telah ada secara wajar dan dapat dipelajari lebih lanjut. Permasalahan yang ada di MA Annajah sebagai lokasi penelitian adalah belum terkoordinasi dengan baik peran serta komponen sekolah dalam pengambilan keputusan. Untuk itu, Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan informasi sebagai pemecahan masalah yakni berkaitan dengan Pengambilan keputusan partisipatif. Penelitian ini mengungkap bahwa dalam manajemen berbasis sekolah (School Based Management) di mana seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pendidikan, seperti kepala sekolah, guru, staf, orang tua, masyarakat, dan siswa, secara aktif terlibat dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi pengelolaan sekolah. Meskipun MA Annajah adalah sekolah dalam Pondok Pesantren, namun pendekatan ini menciptakan lingkungan yang inklusif dan demokratis di sekolah, demikian pula keputusan tidak hanya diambil oleh satu atau beberapa individu saja, tetapi melibatkan partisipasi dari berbagai pihak yang terlibat. Dalam pengambilan keputusan partisipatif, pemangku kepentingan memiliki kesempatan untuk memberikan masukan, berbagi ide, dan memiliki suara dalam proses pengambilan keputusan.Kata Kunci: Implementasi Keputusan Partisipatif, SBMImplementation of Participatory Decision MakingThrough School-Based ManagementAbstractDecision-making is one of the most complex and challenging processes any organization (including government structures and grassroots groups) can face. Countless resources debate the advantages and disadvantages of approaches based on factors such as how big the group is, what their goals are, and what kind of leadership structure they have. School-Based Management (SBM) or School Based Management (SBM) is a thought towards education management that gives schools the freedom to organize and implement a wide range of policies. The research method used is Qualitative with descriptive research type where conditions and problems have existed naturally and can be studied further. The problem that exists in MA Annajah as the research location is that the role of school components in decision-making has not been well coordinated. For this reason, the purpose of this research is to obtain information as a solution to the problem, namely related to participatory decision-making. This research reveals that in school-based management all stakeholders involved in education, such as principals, teachers, staff, parents, communities, and students, are actively involved in the decision-making process that affects school management. Although MA Annajah is a school within an Islamic Boarding School, this approach creates an inclusive and democratic environment in the school, as well as decisions are not only taken by one or a few individuals but involve the participation of various parties involved. In participatory decision-making, stakeholders have the opportunity to provide input, share ideas, and have a voice in the decision-making process
Perbandingan Kemampuan Komunikasi Matematis Antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dengan Think-Pair-Share (TPS) Pada Materi bilangan Bulat Bagi Siswa Kelas VII SMP IT Khairul Imam Medan
This study aims to see that students' mathematical communication ability using cooperative learning model type Numbered Head Together (NHT) is better than cooperative learning model type Think Pair Share (TPS) on the matter of integers in class VII SMP IT Khairul Imam Medan.This type of research is a quasi experiment. The population in this study is all students of class VII Semester I SMP IT Khairul Imam Medan consisting of 8 classes with total students 272 people. Sampling was done by simple random sampling by taking 2 classes from 8 classes at random that is experiment class A that is class VII-3 which amounted to 35 people and experiment class B that is class VII-1 which amounted to 34 people. This research use one type instrumen is post-test only use to detemine the ability of mathematical communications that have been validated in the form of a description. The result of this research shows that with the difference of post-test data from experimental class A with cooperative learning model type NHT and experiment B class with cooperative learning model type TPS obtained average value of experiment class A is 77,23 and experiment class average value B by 70,86. The result of right side t test with dk = 67 and a = 0,05, obtained thitung = 1,8 and ttable = 1,669 so thitung ttable that is 1,8 1,669 Ha accepted, thus obtained by conclusion that mathematical communication ability use cooperative learning model type NHT higher of the cooperative learning model type TPS on the matter of integers in class VII SMP IT Khairul Imam Medan
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA PENGAJARAN GURU SMP NEGERI 1 SUNGGAL
This research is a qualitative research in the form of a case study. This research was conducted at SMP Negeri 1 Sunggal in Deli Serdang Regency. The purpose of this study was to find out how the principal's management improves teacher teaching performance at SMP Negeri 1 Sunggal District. The respondents of this study were school principals, vice principals, teachers and students. Data collection techniques by observation, interviews and documents. The results of this study are that SMP Negeri 1 Sunggal has implemented policies quite well to improve teacher teaching performance and is trying to improve the program so that it can be more easily implemented by teachers and students by involving all school stake holders . The work arrangement for the Principal of Sunggal 1 Public Middle School is carried out by the principal by forming a school management team where the management section will formulate the main tasks and functions of each group in the school organizational structure by dividing tasks according to the existing school organizational structure. Supervision of the principal of SMP Negeri 1 Sunggal is carried out through two stages, namely direct supervision by going directly to the field and indirect supervision by requesting reports from school officials and involving supervision of other parties. Factors supporting the teaching performance of teachers at SMP Negeri 1 Sunggal come from within the school such as infrastructure, teachers and collaboration with all parties, then for supporting factors that come from outside the school, namely collaboration with Higher Education Institutions while inhibiting factors include lack of teacher competence, teaching methods teaching is monotonous, the budget is inadequate, the teacher's ability to use ICT is low plus there is an attitude of resignation due to the age factor to keep up with technology and information development