EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Not a member yet
315 research outputs found
Sort by
ANALISIS PEMBENTUKAN KARAKTER MANDIRI BERBANTUAN GERAKAN LAGU ANAK PADA SISWA KELAS I SDN 38 PALEMBANG
Abstrak Pembentukan karakter adalah suatu pendekatan yang mendukung perkembangan sosial, emosional, membentuk dan mengembangkan pembentukan karakter serta moralitas individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembentukan karakter mandiri berbantuan gerakan lagu anak pada siswa kelas IA dan untuk mengetahui hambatan apa saja yang dihadapi dalam pembentukan karakter mandiri berbantuan gerakan lagu anak pada siswa kelas I SDN 38 palembang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah menerapkan pembentukan karakter mandiri berbantuan gerakan lagu anak, karakter mandiri pada peserta didik meningkat menjadi 95%, peserta didik hampir sudah memahami pentingnya mempunyai karakter mandiri sejak ini dan peserta didik memiliki perubahan yaitu sudah menerapkan karakter mandiri tersebut pada saat di lingkungan sekolah. Dengan proses pembentukan karakter mandiri berbantuan gerakan lagu anak, peserta didik lebih memahami dan bersemangat mengikuti proses pembelajaran di kelas. Sehingga terciptalah proses pembelajaran yang aktif dan inovatif.Kata Kunci : Pembentukan Karakter Mandiri, Gerakan Lagu AnakAbstrak Pembentukan karakter merupakan suatu pendekatan yang mendukung perkembangan sosial, emosional, membentuk dan mengembangkan pembentukan karakter dan moralitas individu. Tujuan penelitian bantuan ini adalah untuk mengetahui pembentukan karakter mandiri dengan gerak lagu anak pada siswa kelas IA dan untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi dalam membentuk karakter mandiri dengan bantuan gerak lagu anak pada siswa kelas I SDN 38 palembang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah terbentuknya karakter mandiri dengan bantuan gerakan lagu anak, karakter mandiri siswa meningkat hingga 95%, siswa sudah hampir memahami pentingnya memiliki karakter mandiri sejak saat ini dan siswa sudah berubah yaitu sudah menerapkan hal tersebut. karakter mandiri selama berada di lingkungan sekolah. Dengan adanya proses pembentukan karakter mandiri dengan bantuan gerakan lagu anak, siswa lebih memahami dan antusias mengikuti proses pembelajaran di kelas. Sehingga terciptalah proses pembelajaran yang aktif dan inovatif.Kata Kunci: Pembentukan Karakter Mandiri, Gerakan Lagu Anak
Hubungan Teman Sebaya Dengan Pengendalian Emosi Peserta Didik di SMA PGRI 4 Padang
Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya hubungan teman sebaya dengan pengendalian emosi peserta didik di SMA PGRI 4 Padang. Tujuan dari penelitian adalah untuk Mendeskripsikan; 1) Teman sebaya peserta didik SMA PGRI 4 Padang. 2) Pengendalian emosi peserta didik SMA PGRI 4 Padang. 3) Hubungan teman sebaya dengan pengendalian emosi peserta didik SMA PGRI 4 Padang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis statistik korelasional penelitian ini pengumpulan data dengan menggunakan observasi, kuesioner dan dokumentasi, populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik di SMA PGRI 4 Padang berjumlah 51 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 51 orang. Instrumen yang digunakan angket. Analisis data menggunakan teknik korelasional. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: (1) Teman sebaya peserta didik di SMA PGRI 4 Padang berada pada kategori tinggi-sedang, 2) Pengendalian emosi peserta didik di SMA PGRI 4 Padang berada pada kategori sedang, 3) Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara teman sebaya dengan pengendalian emosi dengan koefisien korelasi (r_xy) sebesar -0,450
PENGARUH DISIPLIN KERJA, KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SD SWASTA MUHAMMADIYAH KECAMATAN MEDAN AREA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh disiplin kerja, kompetensi kepribadian guru dan motivasi kerja terhadap kinerja guru sd swasta muhammadiyah kecamatan medan area. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, yaitu dengan penelitian lapangan dengan menggunakan kajian ilmiah para pakar ilmuan. Adapun populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 orang guru. Data pada penelitian ini adalah data primer. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan angket. Metode analisa menggunakan model regresi linear berganda untuk menguji hipotesis secara simultan menggunakan Uji F dan secara parsial dengan menggunakan Uji t. Hasil pengujian dengan menggunakan SPSS diperoleh persamaan regresi linear berganda dengan menggunakan output komputer diatas diperoleh persamaan sebagai berikut: konstanta sebesar 0,05; koefisien disiplin kerja (X1) sebesar 0,302; koefisien kompetensi kepribadian guru (X2) sebesar 0,375; dan koefisien motivasi kerja (X3) sebesar 0,193; koefisien kinerja guru (Y) sebesar 0,193. Dengan demikian persamaan garis regresinya adalah Y = 8,858 + 0,302X1 + 0,3,75X2 + 0,193X3. Jika variabel bebas meningkat 1 % maka kinerja guru akan meningkat. Hasil hipotesis uji thitung disiplin kerja (X1) sebesar 4,234, kompetensi kepribadian guru (X2) sebesar 5,937 dan motivasi kerja guru (X3) sebesar 4,106 dengan ttabel sebesar 2,003. thitung ttabel yakni disiplin kerja guru (X1) 4,234 2,003, kompetensi kepribadian guru (X2) 5,937 2,003 dan motivasi kerja guru (X3) 4,106 2,003, dengan nilai signifikan ketiga variabel 0,000 0,05 yang berarti signifikan, menjelaskan bahwa disiplin kerja, kompetensi kepribadian guru dan motivasi kerja guru berpengaruh terhadap kinerja guru. Maka Ha = diterima yaitu terdapat pengaruh signifikan disiplin kerja guru, kompetensi kepribadian guru dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SD Swasta Muhammadiyah se- Kecamatan Medan Are
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPLE INTELLIGENCES)
Education aims at person’s potency development process. Here, potency turns to competence. The competence is a mirror of person’s ability and skill for work. Teacher needs to know students’ talents, and smartness. The smartness is a reachable thing. Additionally, it is not only a thing person was born with, but it might be gained through supported situation like closed-relation communication. There should be free time and opportunity for students to develop their own sense, creation and practice. Accordingly, mathematic students should stand alone to study through their potency. Being a primary subject, mathematic is not simple subject to study. Therefore, mathematic teacher should be creative and innovative. In conclusion, the teachers should have good technique and method to improve students’ multiple intelligences based on local and social characters for nation characte
MANAJEMEN SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEAHLIAN LULUSAN (STUDI DI SMK NEGERI 1 SINGKIL UTARA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Manajemen Berbasis Sekolah di SMA Negeri 1 Singkil Utara. Jenis penelitian kualitatif serta subjek pada penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, serta dengan menggunakan tekhnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis dengan penyajian data, reduksi data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan pada manjemen sekolah untuk mengembangkan kompetensi keahlian lulusan di SMK Negeri 1 Singkil Utara bisa meiputi koordinasi tim, sosialisasi, pembekalan siswa, pemetaan DU/DI disesuaikan dengan kompetensi keahlian lulusan. Dunia usaha dan dunia industri tentunya memiliki pengaruh besar dalam pelaksanaan kegiatan Prakerin. Oleh karena itu, SMK Negeri 1 Singkil Utara juga menentukan syarat atau kriteria kompetensi keahlian lulusan yang dapat dimasukkan dalam daftar inventaris. Syarat utama atau kriteria utama DU/DI adalah harus sesuai dengan kompetensi siswa. Pelaksanaan Prakerin berjalan secara bertahap, jelas urutannya, sesuai dengan program kerja yang disusun sebelumnya. Kegiatan Prakerin terdiri dari pencarian tempat praktik, pengajuan surat permohonan, penyerahan, pelaksanaan siswa Prakerin di industri, monitoring, penarikan, serta laporan kegiatan Prakerin. Kegiatan evaluasi Prakerin dilakukan dengan rapat yang melibatan oleh tim Prakerin yang terdiri dari kepala sekolah, semua wakil kepala sekolah, ketua jurusan, guru pembimbing. Tiap jurusan kemudian melaporkan hasil pelaksanaan Prakerin para siswanya. Dengan demikian maka dapat diketahui bahwa evaluasi dalam Prakerin perlu dilaksanakan untuk perbaikan pada pelaksanaan Prakerin selanjutny
Manajemen Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan SMP Negeri 14 Binjai
This study aims to determine how the principal's management in improving the quality of education at SMPN 14 Binjai as well as its supporting and inhibiting factors as well as the steps taken in leading SMPN 14 Binjai. This study used qualitative descriptive method. The results of the research show that the first management function carried out by the principal in improving the quality of education is to plan the vision, mission and goals of the school which refers to graduation standards, standards of educators and education personnel, process standards and infrastructure standards. Furthermore, the school also organizes schools filled with the competent and responsible people. The implementation of the four education quality standards at SMPN 14 cannot be separated from the supervision of the principal and his person in charge. Improving the quality of graduates who have good attitudes, knowledge and skills, the school has prepared various activities in intracurricular, extracurricular and P5. Improving the quality of educators and education personnel is improved by conducting training and seminars at school and outside school as well as discussions and teacher learning community activities in schools. The school also provides full support for improving the competence of teachers and education personnel outside the school. Improving the quality of the learning process is carried out by moving class learning systems and the application of digitalization systems in classroom learning. Improving the quality of facilities and infrastructure is carried out by schools by trying to complete school facilities. Meanwhile, supervision is carried out by the principal by observing classes and asking for accountability reports on activities that have been carried out. The second result in the form of supporting factors for quality improvement is the competence of school principals, support from teachers, parents and the government and the existence of adequate facilities and infrastructure. Meanwhile, the blocking factors are internal factors from the principal, diversity of age and ability of teachers, passivity and lack of creativity of teachers and narrow land of SMPN 14 Binjai. The third result of the principal's success in leading is to have a solid team, go directly and be an exemplary example, build a positive work culture and allocate budgets effectively and efficiently
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, IKLIM SEKOLAH, DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU DI SMP NEGERI 1 GUNUNG MERIAH ACEH SINGKIL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Gunung Meriah Aceh Singkil; (2) Pengaruh iklim sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Gunung Meriah Aceh Singkil; (3) Pengaruh motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Gunung Meriah Aceh Singkil; dan (4) Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Gunung Meriah Aceh Singkil secara simultan. Sampel pada penelitian ini adalah guru SMP Negeri 1 Gunung Meriah Aceh Singkil yang berjumlah 40 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Data dalam penelitian ini adalah data primer. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Metode analisa data yang digunakan adalah model Regresi Linear Berganda. Untuk menguji hipotesis secara parsial digunakan Uji t dan secara simultan digunakan Uji F. Hasil dari pengujian yang dilakukan dengan program SPSS versi 21 diperoleh persamaan regresi berganda: (1) Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Gunung Meriah Aceh Singkil: Ŷ = 112.517+ 2.134X1; (2) Pengaruh iklim sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Gunung Meriah Aceh Singkil : Ŷ = 112.517+ .254X2; (3) Pengaruh motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Gunung Meriah Aceh Singkil : Ŷ = 112.517+ .182X3; dan (4) Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Gunung Meriah Aceh Singkil : Ŷ = 112.517+ 2.134X1 + .254X2 + .182 X3. Berdasarkan data nilai koefisien regresi kepemimpinan kepala sekolah sebesar 2.134, iklim sekolah sebesar 0.254 dan motivasi kerja guru sebesar 0.182 artinya terdapat hubungan positif secara bersama-sama antara kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru; semakin tinggi kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah dan motivasi kerja guru maka akan semakin tinggi pula kinerja gur
PENGEMBANGAN MEDIA LUPIRPA (LUDO PINTAR IPA) PADA MATERI BAGIAN TUBUH TUMBUHAN KELAS IV SD NEGERI 13 PALEMBANG
Abstrak Penelitian pengembangan ini memiliki tujuan untuk menghasilkan media pembelajaran permainan Lupirpa (Ludo Pintar IPA) yang valid dan praktis untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD). Penelitian pengembangan ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (RD) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu analisis (Analyze), perencanaan (Design), pengembangan (Development), penerapan (Implementational), evaluasi (Evaluation). Hasil dari penelitian pengembangan media Lupirpa (Ludo Pintar IPA) pada materi bagian tubuh tumbuhan dinyatakan valid hal tersebut dapat dilihat dari tiga ahli media, materi, dan bahasa yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 82% dengan kriteria Sangat Valid. Berdasarkan nilai yang telah diberikan oleh tiga validator ahli, maka media pembelajaran Lupirpa (Ludo Pintar IPA) dinyatakan valid untuk dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil dari penelitian pengembangan media Lupirpa (Ludo Pintar IPA) dapat dilihat dari respon siswa pada uji coba yang dilakukan yaitu uji coba One to one memperoleh nilai rata-rata sebesar 94,9% dengan kriteria Sangat Praktis, pada tahap uji coba Small Group nilai rata -rata sebesar 89,3% dalam kriteria Sangat Praktis dan Big Group nilai rata-rata sebesar 89,2% dalam kriteria Sangat Praktis dan uji coba dapat dilihat dari respon guru yang mendapatkan nilai rata-rata 95,3% yang masuk ke dalam kriteria Media pembelajaran Lupirpa (Ludo Pintar IPA) Sangat praktis sehingga hasil uji coba respon siswa dan guru dapat dinyatakan memiliki kepraktisan.Kata kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Lupirpa (Ludo Pintar IPA) Bagian Tubuh TumbuhAbstrak Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran permainan Lupirpa (Ludo Pintar IPA) yang valid dan praktis untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD). Penelitian pengembangan ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (RD) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu analisis, perencanaan, pengembangan, implementasi, evaluasi. Hasil penelitian pengembangan media Lupirpa (Ludo Pintar IPA) pada materi bagian tubuh tumbuhan dinyatakan valid. Hal ini dapat dilihat dari tiga orang ahli media, materi dan bahasa yang memperoleh skor rata-rata sebesar 82% dengan kriteria Sangat Valid. Berdasarkan skor yang diberikan oleh tiga orang validator ahli, maka media pembelajaran Lupirpa (Ludo Pintar IPA) dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian pengembangan media Lupirpa (Ludo Pintar IPA) dapat dilihat dari respon siswa terhadap uji coba yang dilakukan yaitu uji coba One to One memperoleh skor rata-rata sebesar 94,9% dengan kriteria Sangat Praktis, pada tahap uji coba Small Group. skor rata-rata sebesar 89,3% berada pada kriteria Sangat Praktis dan skor rata-rata Kelompok Besar sebesar 89,2% berada pada kriteria “Sangat Praktis” dan uji coba dapat dilihat dari respon guru yang memperoleh skor rata-rata sebesar 95, 3% masuk dalam kriteria media pembelajaran Lupirpa (Ludo Pintar Science) Sangat Praktis, kemudian dari hasil uji coba respon siswa dan guru media pembelajaran Lupirpa (Ludo Pintar Science) dapat dinyatakan memiliki kepraktisan.Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Lupirpa (Ludo Pintar IPA), Bagian Tubuh Tumbu
EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH MENGELOLA PENDIDIKAN (STUDI DI SMP PAB 3 SAENTIS KABUPATEN DELI SERDANG)
Every educational unit in the national education system requires Management Standards. Management Standards contain ten components, namely Vision, Mission and Goals, Medium Term Work Plan, Annual Work Plan, Leadership, Culture, Implementation, Curriculum Development and Internal Quality Assurance, Supervision, Accountability and Management Information Systems. By fulfilling these Management Standards, it is hoped that we will be able to provide quality education and learning in order to prepare quality graduates in accordance with the objectives that have been set. Based on this, the problem formulation of this research is 1) How is the Effectiveness of the Principal at PAB 3 Saentis Middle School? 2) What are the Principal's Leadership Capabilities in Managing Education at PAB 3 Saentis Middle School? 3) Is the Principal's Leadership Effective in Managing Education at PAB 3 Saentis Middle School.This research is qualitative research with a case study approac
Upaya Guru BK Dalam Meningkatkan Regulasi Diri Melalui Layanan Informasi Pada Peserta Didik Kelas XI di SMA Negeri 1 Sitiung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peserta didik yang bolos saat jam pembelajaran, adanya peserta didik yang menyontek saat ulangan harian dan ujian, dan adanya peserta didik yang bermain HP ketika jam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1.) Upaya guru BK dalam meningkatkan regulasi diri melalui layanan informasi terkait menempatkan standar dan tujuan. 2.) Upaya guru BK dalam meningkatkan regulasi diri melalui layanan informasi terkait instruksi diri. 3.) Upaya guru BK dalam meningkatkan regulasi diri melalui layanan informasi terkait aspek self-monitoring. 4). Upaya guru BK dalam meningkatkan regulasi diri melalui layanan informasi terkait evaluasi diri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah 31 orang peserta didik, sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 31 partisipan. Instrumen yang digunakan yaitu angket. Sedangkan untuk analisis data menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: 1.) Upaya guru BK dalam meningkatkan regulasi diri melalui layanan informasi terkait standar dan tujuan berada pada kategori baik. 2.) Upaya guru BK dalam meningkatkan regulasi diri melalui layanan informasi terkait instruksi diri berada pada kategori baik. 3.) Upaya guru BK dalam meningkatkan regulasi diri melalui layanan informasi terkait self-monitoring berada pada kategori baik. 4.) Upaya guru BK dalam meningkatkan regulasi diri melalui layanan informasi terkait evaluasi diri berada pada kategori baik. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada guru BK untuk meningkatkan regulasi diri peserta didik kearah yang lebih positif lagi menjadi sangat bai