EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Not a member yet
315 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN ARTICULATE STORYLINE PADA MATERI PECAHAN SEDERHANA UNTUK KELAS 3 SD
AbstrakAdapun latar belakang dari penelitian tersebut yaitu siswa sulit memahami materi ketika hanya terfokus pada fasilitator yaitu guru, dan buku panduan siswa kelas III SD Negeri 117 Palembang, dimana dalam kegiatan pembelajaran ini guru tidak menggunakan media pembelajaran sehingga peserta didik sulit memahami materi pembelajaran, dan poster atau gambar yang terdapat di dalam kelas hanya beberapa gambar, tidak dimuat secara jelas berdasarkan materi yang disampaikan, sehingga terdapat peserta didik yang belum memahami makna dari materi yang diberikan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang telah diteliti oleh peneliti, dalam pembelajaran ini peserta didik membutuhkan media pembelajaran dalam penerapan materi Pecahan Sederhana. Adapun juga tujuan dari pengembangan media pembelajaran menggunakan Articulate Storyline pada materi pecahan sederhana khususnya kelas III Sekolah Dasar dimana dalam media tersebut memuat materi pembelajaran. Adapun Model dalam penelitian ini yaitu menggunakan model pengembangan ADDIE, dimana terdapat 5 tahapan yaitu Analyze (Analisis) dimana menganalisis latar belakang, konsep dan juga sumber belajar, Design (Desain/Perencanaan) merupakan tahap merancang produk media pembelajaran, Development (Pengembangan) yaitu tahap pengembangan produk media pembelajaran melalui Validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, Implementation (Penerapan) yakni penerapan media pembelajaran kepada peserta didik dimana juga diterapkan model pengeisian angket soal. Hasil penelitian dari hasil uji validasi ahli materi yaitu 89%, hasil uji validasi ahli Bahasa 90%, dan hasil uji validasi ahli media 89% maka berdasarkan hasil dari uji validasi tersebut layak/valid untuk digunakan. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwasanya produk tersebut dapat digunakan dalam proses pembelajaran peserta didik kelas III Sekolah Dasar..Kata Kunci Media Pembelajaran, Articulate Storyline, Pecahan Sederhana, MatematikaAbstractThe background to this research is that students find it difficult to understand the material when they only focus on the facilitator, namely the teacher, and the class III student guidebook at SD Negeri 117 Palembang, where in this learning activity the teacher does not use learning media so that students find it difficult to understand the learning material, and posters. or there are only a few pictures in the class, they are not posted clearly based on the material presented, so there are students who do not understand the meaning of the material provided. Based on the results of the needs analysis that has been researched by researchers, in this learning students need learning media in applying Simple Fractions material. There is also the aim of developing learning media using Articulate Storyline on simple fraction material, especially for class III elementary schools, where the media contains learning material. The model in this research uses the ADDIE development model, where there are 5 stages, namely Analyze (Analysis) which analyzes the background, concept and also learning resources, Design (Design/Planning) is the stage of designing learning media products, Development (Development) is the stage development of learning media products through validation of material experts, language experts and media experts, Implementation, namely the application of learning media to students where a model for filling out question questionnaires is also applied. The research results from the material expert validation test results were 89%, the language expert validation test results were 90%, and the media expert validation test results were 89%, so based on the results of the validation tests they were suitable/valid for use. Based on the research results above, it can be concluded that this product can be used in the learning process of grade III elementary school studentsdKeywords: Learning Media, Articulate Storyline, Simple Fractions, Mathematic
Rancangan Program Layanan Bimbingan Dan Konseling Bidang Pengembangan Belajar Berbasis Perilaku Belajar (Studi pada Peserta Didik di Kelas XI SMAN 6 Bungo Kabupaten Bungo)
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya peserta didik yang masih memiliki perilaku belajar bermasalah. Penelitian ini bertujuan untuk. 1) Mendeskripsikan profil perilaku belajar peserta didik. 2) Merancang program bimbingan dan konseling. Jenis penelitian ini adalah RD (Pengembangan). Populasi penelitian ini adalah peserta didik Kelas XI dengan jumlah 80 orang peserta didik. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sehingga sampel pada penelitian ini berjumlah 50 orang peserta didik dikelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket di analisis dengan teknik persentase. Hasil penelitian terungkap bahwa bahwa: 1) Profil perilaku belajar peserta didik berdasarkan pada kriteria kurang tepat seperti dalam berpikir rasional dan kritis, kebiasaan, keterampilan, dan sikap. 2) Adapun rancangan program yang dibuat berdasarkan profil perilaku belajr dimana peneliti merancang program layanan informasi, layanan bimbingan kelompok, layanan kolaborasi, layanan biblioterapy disajikan dalam bentuk program yang telah divalidasi oleh para ahli Bimbingan dan Konseling yang telah melalui uji validitas dengan kriteria “sangat diterima”. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan kepada guru BK di SMAN 6 Bungo menggunakan program tersebut
Rancangan Program Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling Bidang Pengembangan Pribadi Berbasis Self Esteem Pada Peserta Didik Broken Home Studi Di SMP Negeri 1 Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu
Penelitian ini dilatar belakangi dengan self esteem yang ada pada peserta didik broken home. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self esteem rendah pada peserta didik yang memiliki keluarga broken home. Setelah itu, dilakukan perancangan program layanan dasar bimbingan dan konseling bidang pengembangan pribadi berdasarkan analisis data hasil penelitian yang berbasis self esteem pada peserta didik broken home. Jenis penelitian ini adalah RD (Reserch and development) populasi penelitian ini adalah peserta didik yang berlatar belakang broken home dengan jumlah 30 orang peserta didik. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang mana sampel diambil sama dengan populasi. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang telah dilakukan diungkapkan bahwa self esteem yang dimiliki peserta didik yang memiliki keluarga broken home di SMP Negeri 1 Rokan IV Koto secara umum berada pada kategori sedang dengan persentase 67%. Namun, terdapat tiga indikator dalam kategori rendah dan sangat rendah, yaitu indikator hidup secara sadar sesuai suara hati, belajar dari kesalahan dan spiritua
Efektifitas Konseling Individual Berbasis Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (Rebt) Dengan Menggunakan Teknik Cognitive Disputation Untuk Mengentaskan Afeksi Overpersonal Peserta Didik Broken Home
Afeksi memiliki peran penting dalam kualitas hubungan sosial dan kesejahteraan psikologis. Namun, afeksi overpersonal bisa menyebabkan perasaan berlebihan dan ketergantungan emosional pada orang lain, mengganggu hidup individu. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam mengatasi afeksi overpersonal melalui konseling individual. REBT mengidentifikasi dan mengubah pola pikir tidak sehat yang mendasari masalah emosional. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimen pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Individu dengan tingkat afeksi overpersonal yang signifikan dibagi menjadi kelompok eksperimen (terapi REBT) dan kelompok kontrol (perawatan standar). Hasil penelitian menunjukkan kelompok terapi REBT mengalami perubahan signifikan dalam afeksi overpersonal. Partisipan juga melaporkan perubahan positif dalam sikap emosional dan pola pikir yang lebih adaptif. Kesimpulannya, pendekatan REBT dalam konseling individual efektif mengurangi afeksi overpersonal dan membantu individu mengatasi distorsi emosional. Penelitian ini memberikan panduan praktisi konseling dalam mengatasi masalah afeksi overpersonal pada individu
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS WEB WORDWALL PADA PEMBELAJARAN IPAS MATERI SEJARAH KERAJAAN DI INDONESIA KELAS IV SD
Pembelajaran konvesional membuat siswa kurang aktif dan kesulitan memahami materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis web wordwall yang valid dan praktis untuk kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan atau research and development. Subjek penelitian ini berjumlah 11 siswa. Media ini dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, lembar angket validasi dan lembar angket respon siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis kevalidan dengan menggunakan lembar angket validasi yang ditujukan kepada para ahli, dan analisis kepraktisan yang dilakukan dengan menggunakan angket respon siswa. Hasil analisis data pengembangan media interkatif berbasis web wordwall pada pembelajaran IPAS materi Sejarah Kerajaan di Indonesia yang dilakukan dan dikembangkan peneliti dikategorikan sangat valid dari lembar angket validasi dengan rata-rata 86.2%, media interaktif berbasis web wordwall pada pembelajaran IPAS materi Sejarah Kerajaan di Indonesia yang dikembangkan sangat praktis dari lembar angket respon siswa dengan rata-rata 88,15%. Dapat dismpulkan bahwa media interaktif berbasis web wordwall ini layak digunakan dalam proses pembelajaranKata Kunci : ADDIE, Pengembangan, Wordwall, Sejarah Kerajaan di Indonesia.AbstractConventional learning makes students less active and has difficulty understanding the learning material. This research aims to develop a valid and practical web-based interactive learning media wordwall for grade IV elementary school. This research uses research and development. The subjects of this study are 11 students. This media was developed using the ADDIE model which consists of 5 stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data collection was carried out by documentation, validation questionnaires and student response questionnaires. The data analysis technique was carried out by analyzing the validity using a validation questionnaire addressed to experts, and a practicality analysis carried out using a student response questionnaire. The results of the data analysis of the development of web-based interactive media wordwall in the learning of social science of the Royal History material in Indonesia conducted and developed by the researcher were categorized as very valid from the validation questionnaire sheet with an average of 86.2%, the interactive web-based wordwall in the learning of the social science of the Royal History material in Indonesia which was developed very practically from the student response questionnaire with an average of 88.15%. It can be concluded that this web-based interactive media wordwall is suitable for use in the learning process.Key words: ADDIE, Development, Wordwall, History of the Kingdom in Indonesia
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA SEKOLAH (STUDI DI SMK NEGERI 2 RANTAU UTARA)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) gaya kepemimpinan kepala sekolah di SMK Negeri 2 Rantau Utara, (2) bagaimana kepemimpinan instruksional kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja sekolah di SMK Negeri 2 Rantau Utara, (3) kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah di SMK Negeri 2 Rantau Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriftif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian: (1) Gaya kepemimpinan kepala sekolah di SMK Negeri 2 Rantau Utara adalah gaya kepemimpinan Intruksional dengan menerapkan managemen partisipatif. (2) Kepemimpinan Instruksional yang di terapkan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja sekolah adalah fokus pada kualitas proses dan hasil belajar siswa yang berasal dari pemberdayaan guru, melakukan pengawasan terhadap proses pembelajaran (monitoring) yang berdampak pada terjadinya peningkatan pembelajaran yang efektif dan bermakna, serta secara aktif melakukan perubahan/terobosan untuk menjalin kerjasama dengan dunia industri maupun instansi terkait. (3) Kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah di SMKN 2 Rantau Utara adalah : kurangnya kesiapan Guru untuk menerima perubahan kurikulum, rendahnya kemampuan literasi siswa, keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, kurangnya dukungan masyarakat dan orang tua, serta peraturan seputar pendidikan yang sering kali di nilai tidak sinkron dengan kebutuhan dan kondisi real di lapanga
DEVELOPMENT OF PHYSICS TEST INSTRUMENTS TO MEASURE PROBLEM SOLVING SKILL IN CLASS XI SMA
This study aims to determine the problem-solving abilities of students with statis fluid material. The type of research used is RD with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The research was conducted at SMA Swasta Persiapan 2 Padang Tualang in class XI, which amounted to 15 students for the small-scale test and 35 students for the large-scale test. The results of the study were obtained based on the results of validation by experts on three aspects of assessment, namely construct, material, and language, which obtained an average value of 95.8% with a very valid category. In the small-scale test, students’ problem-solving ability obtained an average score of 34.00 with a lower category, whereas in the large scale tets, students obtained an average of 59.00 with a lower category. So, it can be concluded that the test instrument developed can measure and improve students’ problem-solving skills
STRATEGI PENINGKATAN MUTU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMOTIVASI GURU DAN SISWA SELAMA MASA PANDEMI DI SMA SETIA BUDI BINJAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam memotivasi guru dan siswa selama masa pandemi di SMA Setia Budi Binjai. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode wawancara. Tekhnik pengumpulan data observasi dengan data yang diambil melalui wawancara terhadap kepala sekolah, guru dan siswa/i di SMA Setia Budi Binjai. Hasil penelitian ini menunjukkan strategi peningkatan mutu kepemimpinan kepala sekolah di SMA Setia Budi Binjai sudah baik dalam memotivasi guru dan siswa selama masa pandemi terlihat dari strategi-strategi kepala sekolah dalam memotivasi siswa dalam masa pandemi. Dimana kepala sekolah melakukan pengelolaan dan pengembangan, Pengoptimalan SDM, Pemanfaatan tekhnologi dan melakukan monitoring dan melakukan pengevaluasian terhadap guru dan siswa dalam menggunakan tekhnologi agar tetap termotivasi meskipun dalam masa pandem
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WORDWALL MATERI BANGUN DATAR SD
AbstrakMedia pembelajaran berbasis wordwall. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berupa permainan edukasi berbasis wordwall untuk materi bangun data kelas III SDN 32 Palembang yang valid, praktis, dan efektif dimana dapat digunakan untuk berbagai keperluan. membantu pengajar dalam menyampaikan materi. Jenis penelitian dan pengembangan ini menggunakan RD (Research and Development dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri atas 5 tahap yaitu, 1) Analyze, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, 5) Evaluation. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 orang validator yaitu ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi, kemudian siswa kelas III SD yang berjumlah 22 orang dimana pada tahap pengujian one to one sebanyak 3 siswa, dan tahap pengujian small group sebanyak 8 siswa. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi oleh validator dan lembar angket praktis untuk siswa. Berdasarkan hasil penelitian angket untuk validator diperoleh nilai keseluruhan sebesar 88,22% dengan kategori sangat valid. Hasil pengukuran respon siswa dari tahap pengujian satu lawan satu dan kelompok kecil memperoleh nilai keseluruhan dengan rata-rata – nilai rata-rata 96,17% dengan kategori sangat praktis. Serta pengujian yang dilakukan secara lapangan yaitu pengujian postest yang dimana dilakukan uji postest didapat nilai dengan persentase rata – rata dari nilai keseluruhan yaitu 95% dengan kategori tinggi (sangat efektif). Dengan demikian berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa media pembelajaran berupa media permainan edukasi interaktif berbasis wordwall materi bangun datar kelas III Sekolah Dasar yang dikembangkan sudah tergolong media pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif.
EFEKTIFITAS MANAJEMEN SEKOLAH UNTUK SISWA BERKEBUTUHAN KHUUSUS AUTISME DI BINA ANANADA MANDIRI MEDAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen sekolah dalam pendidikan khusus Autisme Bina Ananda Mandiri Medan. Metode pada penelitin ini adalah kualitatif deskripsi. Penelitian ini dilaksanakan di Bina Ananda Mandiri Medan dan tekhnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah Perencanaan pengelolaan program pembinaan anak autisme Bina Ananda Mandiri Medan menerapkan konsep perencanaan program pembelajaran autisme untuk dapat bersekolah di sekolah regular dengan kategori ringan, sedang. Pertama dengan menerapkan penentuan strategi dan pembelajaran serta pemilihan metode yang tepat diantaranya metode ceramah, metode pembiasaan ataupun metode demontrasi. Kedua adalah Penyediaan Sumber dan Alat pembelajaran dan ketiga Penentuan cara dan proses dan hasil belajar, pada tahap ini adanya tes perbuatan dan tes lisan. Sekolah Bina Ananda Mandiri Medan dalam pelaksanaan program pengembangan pendidikan siswa autis adalah pemilihan metode pembelajaran, penggunaan media pembelajaran dan Kerjasama dengan Guru dan orangtua dalam pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan program pengembangan pendidikan juga menerapkan kurikulum yang dimodifikasi untuk siswa berkebutuhan khusus. Serta guru akan membuat RPP yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang berkebutuhan khusus.Guru juga melakukan evaluasi terhadap program pendidikan inklusi., kriteria evaluasi berkaitan dengan bagaimana perilaku anak-anak berkebutuhan khusus. Evaluasi di lakukan dengan memberikan umpan balik, menunjukkan kegembiraan, dan menanamkann nilai-nilai kepada anak Autis Penilaian efektivitas yang dilakukan dengan mempersipkan asesmen untuk layanan pendidikan anak autis, Pengumpulan data asesmen untuk layanan pendidikan anak autis, dan tindak lanjut hasil pelaksanaan asesmen untuk layanan pendidikan anak autis