EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Not a member yet
315 research outputs found
Sort by
Keabsahan Akad Jual Beli Melalui Internet Ditinjau dari Hukum Islam
Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat besar yang dapat membantu dalam melakukan interaksi dan komunikasi. Penggunaan internet tidak terbatas pada pemanfaatan informasi, tetapi juga menciptakan jenis-jenis dan peluang bisnis yang baru dengan transaksi bisnis yang dilakukan secara elektronik. Unsur penting yang harus dipenuhi dalam bisnis online dengan bisnis offline yaitu pada proses transaksi (akad) dan media utama. Bentuk perjanjian jual beli yang dilakukan dengan menggunakan media internet tidak jauh berbeda dengan proses jual beli biasa. Transaksi online dibolehkan menurut Islam berdasarkan prinsip-prinsip yang ada dalam perdagangan menurut Islam, kecuali pada barang/jasa yang tidak boleh untuk diperdagangkan sesuai syariat Islam. Hukum dasar bisnis online sama seperti akad jual beli. Kedudukan hukum terhadap keabsahan akad transaksi jual-beli (perikatan atau al-aqdu) terdapat rukun dan syarat yang harus dipenuhi. Tidak ada ketentuan transaksi harus berbentuk tulisan, dengan ijab-qabul (serah-terima) melalui perkataan pun cukup mewakili untuk dikatakan suatu transaks
Pemahaman Dan Sikap Masyarakat Terhadap Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum Melalui Penyuluhan Hukum Keliling (Studi Kasus di Pasar Setia Budi, Kota Medan)
Kesadaran hukum adalah sesuatu yang bersifat abstrak, dan baru bersifat konkret setelah diwujudkan dalam perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, perlu dilakukan penyuluhan hukum dengan tujuan agar masyarakat tahu hukum, paham hukum, dan sadar hukum, yang bermuara pada kepatuhan pada hukum tanpa ada adanya paksaan, melainkan menjadikannya sebagai suatu kebutuhan. Penyuluhan hukum dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu penyuluhan hukum langsung dan tidak langsung. Penyuluhan Hukum Keliling (Penyuling) merupakan salah satu bentuk penyuluhan langsung dengan menggunakan sarana Mobil Penyuluhan Keliling (Mobil Penyuling). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan sikap masyarakat tentang bantuan hukum sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum yang disampaikan melalui Penyuling di salah satu pasar tradisional di Kota Medan, yaitu Pasar Setia Budi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dapat memahami informasi tentang bantuan hukum untuk orang atau kelompok miskin yang disampaikan oleh penyuluh hukum yang bertugas pada penyuluhan hukum keliling serta bersikap optimis terhadap informasi tersebut. Masyarakat bahkan menginginkan agar penyuluhan hukum keliling dapat dilakukan secara berkala di daerah mereka
Fungsi Partai Politik Dalam Meningkatkan Partsipasi Pemilih Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah di Kota Medan
Partisipasi politik masyarakat pada pelaksanaan pemilukada merupakan suatu aspek yang sangat penting sehingga Komisi Pemilihan Umum, Partai Politik dan Lembaga Sosial harus menggunakan strategi khusus untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada pelaksanaan pemilukada, guna mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan mempunyai legitimasi yang besar dari masyarakat, serta pengawasan jalannya demokrasi dapat dilaksanakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan hukum yuridis normatif. Soerjono Soekanto dalam Bambang Sunggono (1997: 38) menyebutkan bahwa penelitian hukum normatif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka (data sekunder) atau peneltian hukum kepustakaan. Pendekatan yuridis normatif (legal research) yaitu pendekatan hukum dengan melihat peraturan-peraturan baik bahan hukum primer maupun bahan hukum sekunder atau pendekatan terhadap masalah, dengan cara melihat dari segi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini bersifat deskriftif analitis dengan menggunakan metode pendekatan yuridis empiris yakni model pendekatan yang dilakukan dalam penelitian hukum dimana metode kerjanya hanya menelaah bahan-bahan hukum. Disamping itu untuk melengkapi bahan-bahan hukum tersebut, dilakukan studi lapangan (field research). Penelitian ini diharapkan dapat menganalisis hasil penelitian ini adalah: upaya peningkatan partisipasi pemilih dalam pemilihan umum kepada daerah di Sumatera Utara dengan cara pendekatan pendidikan politik baik bagi pengurus partai politik secara internal dan bagi masyrakat secara eksternal, dan sosialisasi pentingnya demokrasi dan pemilihan umum kepala daerah, serta menjawab bentuk optimalisasi fungsi partai politik dalam meningkatkan partisipasi pemilih di Sumatera Utara dalam meningkatkan partisipasi pemilih
English Teachers Strategies In Teaching Conversation Materials At High School Level In Medan
This study is aimed at findings the strategies that used by English teachers in teaching conversation material at high school level in Medan. It is investigated five English teachers in teaching conversation materials through strategies. In collecting the data, interview, classroom observation and FGD were used as instruments to identify teachers strategies in teaching conversation. The result showed that the strategy used by the English teachers strategies in teaching conversation materials at high school level in Medan were role play, pair work, drilling and group discussion. The first and second English teachers used group discussion strategy, because through strategy the teaching learning process more enjoyed, relaxed, and it can make the students active in speaking. The third teacher used the role play strategy because students could practice their speaking skills directly in front the class. The forth teacher used drilling strategy, because it helped the students in improving their pronunciation. And the last teacher used pair work strategy, because the strategy could make students be more active in the class and they had an opportunity to speak English in pair. Students could be more confident when speak in front of their pair, and also they could be more active in the clas
Analisis Diskriminan Penggunaan Facebook di Kalangan Anak Remaja
Analisis Diskriminan Linear digunakan untuk mengklasifikasikan individu kedalam salah satu dari dua kelompok atau lebih Penelitian ini berisi tentang kajian pengguna aktif dan pengguna tidak aktif facebook. Yang menjadi responden adalah siswa-siswa SMP negeri 27 Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan antara siswa aktif menggunakan facebook dengan siswa yang tidak aktif menggunakan facebook yang terdiri dari variable keaktifan, frekuensi akses dalam menggunakan facebook, durasi dalam mengakses facebook, frekuensi upload foto/ video, frekuensi update status, dan frekuensi membagikan tautan. Variabel durasi dalam mengakses facebook, frekuensi upload foto/ video, frekuensi update status, dan frekuensi membagikan tautan merupakan variable pembeda antara pengguna aktif dan pengguna tidak aktif facebook. Hal ini terkait dengan fungsi facebook yang digunakan oleh berbagai kalangan dimana kemudahan mengakses penggunaannya akan berpengaruh terhadap jumlah keaktifan pengguna facebook. Terbukti dengan jumlah pengguna aktif facebook lebih besar dari pada yang tidak aktif. Model diskriminan yang terbentuk ternyata valid untuk digunakan karena tingkat ketepatannya cukup tinggi yaitu 75%.Kata Kunci: Facebook, Analisis Diskriminan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penguasaan Keterampilan Korespondesi Pada Mahasiswa Matakuliah English For Secretary Program Studi Bahasa Inggris Umsu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penguasaan keterampilan korespondensi pada mahasiswa mata kuliah English for Secretary FKIP UMSU, untuk mengetahui besarnya angka persentase dari faktor-faktor tersebut terhadap penguasaan keterampilan korespondensi pada mahasiswa, untuk mengetahui faktor yang yang tertinggi dan terendah yang mempengaruhi penguasaan keterampilan korespondensi atau surat menyurat pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penguasaan keterampilan korespondensi atau surat menyurat pada mahasiswa, faktor yang paling tinggi dan paling rendah yang mempengaruhi penguasaan keterampilan korespondensi atau surat menyurat pada mahasiswa dan besarnya persentase dari faktor faktor tersebut dengan cara mengerjakan tes tertulis dan mengisi angket.Hasil menunjukkan skor total jawaban mahasiswa benar sebanyak 50 jawaban atau sama dengan 33,3%, sedangkan skor terendah diperoleh sebanyak 14 jawaban benar atau sama dengan 9,3%. Faktor kurangnya kepercayaan diri menggunakan bahasa Inggris menjadi faktor yang dominan yaitu sebesar 84% dan anggapan belajar korespondensi adalah tidak penting merupakan faktor yang paling rendah yaitu sebesar 46%Kata Kunci : Korespondensi, Sekretari
Urgensi Kaidah-Kaidah Fikih Terhadap Reaktualisasi Hukum Islam Kontemporer
Kehidupan manusia yang terus berkembang sesuai dengan fitrah kemanusiannya, menjadikan banyaknya kasus-kasus baru muncul tanpa ada ketentuan hukumnya baik dalam Al-Quran maupun Hadis. Dinamika masyarakat yang terus berkembang tersebut, tak sejalan dengan teks hukum yang sifatnya statis. Berdasarkan kondisi tersebut diperlukan adanya reaktualisasi hukum Islam dalam konteks kekinian. Masalah lain yang mengemuka adalah untuk melakukan reaktualisasi tetap harus ada mekanisme atau formula dalam menemukan hukum baru tersebut. Kaidah-kaidah fikih ternyata memberikan solusi konkrit akan kebutuhan metode atau cara dalam menemukan hukum (istinbath al-ahkam) itu. Dengan adanya kaidah-kaidah fikih maka diharapkan masalah-masalah kontemporer dapat ditemukan jawabannya sebagai aplikasi terhadap reaktualisasi hukum Isla
Fungsi Hakam Dalam Menyelesaikan Sengketa Rumah Tangga (Syiqaq) Dalam Peradilan Agama
Perjalanan kehidupan rumah tangga tidak selamanya berjalan mulus, dan tidak selamanya suami istri dapat mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Ketika perkawinan (rumah tangga) timbul suatu konflik atau pertengkaran yang dapat membahayakan keutuhan sebuah keluarga (syiqaq), maka angkatlah penengah diantara mereka atau hakam guna mendamaikannya. Pegangkatan hakam, ialah mengutus juru damai yang disebut hakam dari pihak keluarga perempuan dan pihak keluarga laki-laki untuk mendamaikan persengketaan atau perselisihan suami istri itu. Hakam semaksimal mungkin berusaha untuk mendamaikan suami istri itu, apabila tidak berhasil maka hakam boleh membuat suatu kesimpulan bahwa kedua belah pihak sulit untuk didamaikan.Fungsi hakam dalam menyelesaikan sengketa rumah tangga (syiqaq) dalam Peradilan Agama, hanya dengan alasan syiqaq maka hakam itu ada dan diangkat. Karena syiqaq ialah adanya perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus antara suami istri. Syiqaq diatur dalam Pasal 76 ayat (1) Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama. Fungsi hakam selaku juru damai dalam penyelesaian sengketa perceraian hanya sebatas memberikan usulan pendapat dan pertimbangan dari hasil yang telah dilakukan, kepada hakim, hakam tidak memiliki kewenangan untuk menceraikan.Kata Kunci: Fungsi, Hakam, Sengketa, Rumah Tangg