EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Not a member yet
    315 research outputs found

    Konstruksi Hukum Kepemilikan Bangunan di Atas Tanah Hak Milik Orang Lain Berdasarkan Perjanjian Build Operate And Transfer (BOT)

    Get PDF
    Pendirian bangunan di atas tanah milik orang lainberupabangunan-bangunan yang berdiri berdasarkan perjanjian Build Operate and Transfer (BOT) yaitu perjanjian yang memberikan hak kepada pihak lain, dimana penerima hak tersebut diberikan hak untuk menyewakan dan/atau memanfaatkan bangunan tersebut untuk diri sendiri atau kepada pihak lain dalam jangka waktu tertentudan pada saat berakhirnya perjanjian, seluruh kepemilikan atas bangunan menjadi milik pemilik tanah.Perbedaan kepemilikan antara bangunan dan hak atas tanah dapat dipastikan terjadi karena adanya perjanjian antara pemilik tanah dengan pemilik bangunan. Oleh karena itu, wajib diketahui terlebih dahulu isi perjanjian yang mendasari adanya bangunan yang berdiri di atas kepemilikan/hak pihak lain.Kata Kunci: Kepemilikan, Bangunan, Tanah Hak, Perjanjian BOT

    Penyelesaian Sengketa Secara Arbitrase Untuk Melindungi Konsumen Melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen

    Get PDF
    Pengaturan prosedur beracara yang baik sangat berperan penting dalam penegakan hukum.Suatu hukum acara yang baik adalah yang menjamin bahwa roda pengadilan dapat berjalan lancar agar putusan pengadilan dapat diperoleh dengan adil, tidak berat sebelah dan dalam waktu yang singkat.Biaya yang diperlukan untuk memperoleh keputusan, beserta realisasinya tidak terlampau memberatkan para pencari keadilan dalam hal ini konsumen. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan penguatan terhadap lembaga di luar pengadilan yang mempunyai tugas menyelesaikan sengketa konsumen. Undang-Undang memberikan jalan alternatif dengan menyediakan penyelesaian sengketa di luar pengadilan dengan cara konsiliasi, mediasi dan arbitrase. Sebagai bagian dari penyelesaian sengketa alternatif, maka tata cara penyelesaian sengketa konsumen melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dilakukan sangat sederhana dan sejauh mungkin dihindari suasana yang formal.Meskipun digunakan terminologi arbitrase dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, tetapi undang-undang tersebut sama sekali tidak mengatur mekanisme arbitrase-nya. Arbitrase dalam perlindungan konsumen tidak sama dengan mekanisme arbitrase dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, sehingga timbul pertentangan antara arbitrase dalam putusan BPSK dengan putusan arbitrase dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa yang harus memerlukan penafsiran lebih lanjut. Jika merujuk pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, maka konsumen cenderung tidak terlindungi hak-haknya. Tetapi karena tugas dan kewenangan BPSK adalah menyelesaikan sengketa konsumen dengan cara mediasi, konsiliasi dan arbitrase, maka BPSK harus menerapkan model arbitrase yang lain selain dari yang ditentukan oleh undang-undang tersebut. Apabila ini dilakukan, maka perlindungan terhadap konsumen dan pelaku usaha niscaya terwujud.Kata Kunci: Sengketa, Konsumen, Arbitras

    Upaya Pengembangan Materi Ajar Berbasis Media Instructional dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa Pada Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMSU

    Get PDF
    Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu untuk mengetahui upaya pengembangan materi ajar berbasis media instructional dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pada prodi pendidikan matematika FKIP UMSU. Rumusan masalah dalam penelitian ini, bagaimana upaya pengembangan materi ajar yang berbasis media pembelajaran, dan pengembangan materi ajar berbasis media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar. Untuk mengetahui upaya pengembangan materi ajar yang berbasis media pembelajaran, pengembangan materi ajar berbasis media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengembangan materi ajar yang berbasis media pembelajaran terhadap motivasi belajar sangat mempengaruhi, dimana hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung sebesar 6,65 sedangkan ttabel sebesar 1,05 pada taraf nyata 5% (? = 0,05). Ternyata thitung ttabel , maka Ho ditolak Ha diterim

    Pemberian Modal Usaha Bagi Orang Miskin Melalui Pengembangan Dana Zakat dan Wakaf Produktif

    Get PDF
    Zakat dan wakaf adalah dua institusi dalam Islam yang bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan yang ada pada umat Islam. Masalah yang terjadi adalah seringnya pendistribusian zakat dan wakaf itu tidak tepat sasaran atau tidak memberikan dampak yang signifikan untuk mengurangi angka kemiskinan. Akibatnya adalah kemiskinan masih menjadi musuh yang mengkhawatirkan. Lahirnya inovasi zakat dan wakaf dalam bentuk produktif sebenarnya memberikan solusi yang sangat tepat untuk memberikan modal usaha bagi orang-orang miskin untuk membuka usaha kecil dalam menopang kehidupannya. Pemberian modal kepada orang-orang miskin itu merupakan bagian dari cara Islam untuk mendistribusikan harta dari orang-orang kaya kepada orang-orang miskin

    Pengembangan Model Penyelesaian Sengketa Keputusan Pemberhentian Mahasiswa Secara Mediasi

    Get PDF
    Diterapkannya ketentuan kebebasan berpendapat yang di atur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kebebasan Mengemukakan pendapat di muka umum telah banyak menimbulkan polemik dalam masyarakat, salah satu polemik yang muncul adalah sering terjadinya demonstrasi di lingkungan pendidikan dalam hal ini universitas atau perguruan tinggi swasta dimana mahasiswa berdemonstrasi menyikapi kebijakan universitas dengan berbagai cara yang sangat sering berujung pada terjadinya tindakan-tindakan anarkis atau perbuatan-perbuatan yang melanggar peraturan universitas yang berakibat pada pemberian hukuman kepada mahasiswa berupa dikeluarkannya surat keputusan pemberhentian mahasiswa.Pemberhentian mahasiswa dengan alasan yang dianggap oleh mahasiswa tidak relevan atau bisa disebut hanya keinginan pihak kampus saja atau secara sepihak dengan alasan tertentu yang tidak bisa diterima oleh mahasiswa mengakibatkan timbulnya sengketa antara universitas dengan mahasiswa.Sengketa yang terjadi antara universitas sebagai pihak yang mengeluarkan keputusan pemberhentian mahasiswa tidak jarang diselesaikan melalui sarana eksternal kampus misalnya melalui pengadilan, mengingat keputusan pemberhentian mahasiswa tersebut dianggap merupakan jalur hukum admintrasi dan dipandang saluran penyelesaian nya dengan mekanisme Pengadilan tata usaha negara, padahal berdasarkan beberapa pertimbangan penyelesaian melalui pengadilan akan memakan waktu yang panjang, biaya yang mahal dan merugikan nama baik universitas dan mahasiswa.Berdasarkan hal tersebut maka seharusnya sengketa yang terjadi antara universitas dan mahasiswa akibat adanya keputusan pemberhentian mahasiswa dapat diselesaikan dengan cara yang sederhana dan melalui internal saja, sengketa tersebut seharusnya dapat diselesaikan melalui mediasi dengan mudah tidak memerlukan waktu yang panjang dan tidak merugikan keduabelah pihak. Karena itu model penyelesaian sengketa pemberhentian mahasiswa sebaiknya dilakukan secara mediasi sehingga didapat solusi yang baik untuk keduabelah pihak

    Efektivitas Penerapan Remedial Teaching Terhadap Peningkatan Kemampuan Siswa Dalam Memahami Pelajaran

    Get PDF
    Remedial teaching is a teaching of improvement in the school curriculum system. There is also a call by the term corrective instruction. This refinement teaching is a complement to the overall teaching process. Teaching this improvement needs to be mastered at least known by the teacher of the subject or the lecturer at the school. Remedial teaching is a form of teaching that is healing or corrective. Or with a brief teaching that makes it good. Educational services provided to learners to improve their learning achievements so as to achieve defined completeness criteria and activities aimed at helping students who have difficulty in mastering the subject matter. Remedial teaching aims to enable students to achieve the learning objectives that have been set at least in accordance with the minimum degree of mastery. Found bahwasannya Learners have the ability and characteristics yamg different. In accordance with the abilities and different characteristics of the problem is faced pesrta different also. In carrying out the learning, an educator needs to respond to the difficulties encountered and the advantages possessed by learners. In essence all learners will be able to achieve the standard conferences specified, only the time achievement is different. There are slow learners in the mastery of a material and there are also very fast learners in the mastery of the material. If there is a learner who does not reach a predetermined competency, then the school performs an action that is the remedial learning program or improvement. Remedial is required for learners who have not achieved the minimum capability set out in the lesson plan. The provision of remedial learning programs is based on the background that educators need to pay attention to individual differences in learners. Remedial teaching thus plays an important role in improving the ability of students in understanding the lesson.Kata Kunci: Remedial Teaching, Peningkatan Kemampuan, Siswa, Pelajara

    Pembaharuan Hukum Pidana Berbasis Hukum Adat

    Get PDF
    Kondisi KUH Pidana yang berasal dari Belanda telah lama berlaku di Indonesia diyakini sudah dalam keadaan tertinggal dalam konteks kekinian seiring dengan berkembangnya dinamika di masyarakat plus banyak sekali konten-konten dalam kitab hukum tersebut yang bertentangan dengan budaya lokal yang ada dan hidup di Indonesia. Adanya fakta-fakta itu seharusnya menjadi awal upaya pembaharuan hukum pidana di Indonesia dengan menjadikan hukum pidana adat sebagai bagian dari sumbernya. Muatan hukum pidana yang berbasis hukum adat dianggap penting karena lebih sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang ada di masyarakat. Meskipun tidak seluruhnya konten pembaharuan hukum pidana tersebut berasal dari hukum pidana adat, paling tidak hukum pidana adat dapat menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sumber hukum pidana nasional

    Ananalysis Of The Students Error In Writing Descriptive Text

    Get PDF
    This study deals with an analysis on students errors in writing Decsriptive text. The objectives of this study were to find out the kinds of error made by students in writing descriptive text, and to find out the most dominant kinds of error made by students in writing descriptive text. This study was conducted at SMP SWASTA BUDI SETIA SUNGGAL with the number of population was 175 students of eight grade students. They were into five classes. By using random sampling was conducted to take the sample of research. The total sample was 35 students of eight grade students. Written test as the instrument was used in this research. The method of the research was descriptive quantitative method. The research of this study is only one week. The result of the test showed that there were four types of error in writing. They were omission, addition, misformation and misordering. The dominant types of error in writing descriptive text was omission with 86 or 43% error, then misformation with 45 or 22.5%. Next misordering error with 39 or 19.5%. And the last addition error with 30 or 15%. The cause of error found in students writing text, they were intralingual interference, interlingual interference and carelessness.Key Word :Error Analysis,Writing,Descriptive Text

    Pengantar Redaksi

    Get PDF
    Pengantar Redaks

    Pengantar Redaksi

    Get PDF
    Pengantar Redaks

    253

    full texts

    315

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇