EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Not a member yet
    315 research outputs found

    Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VIII Smp Swasta Nasrani 3 Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VIII SMP Swasta Nasrani 3. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas VIII SMP Swasta Nasrani 3. Pemilihan sampel dilakukan secara random dengan mengacak kelas. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes Kemampuan Menulis Puisi siswa. Hasil penelitian menunjukkan dari skor rata-rata skor kemampuan menulis puisi siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TTW dengan rata-rata dikoreksi (res)A1 = 28,84 sedangkan skor kemampuan menulis puisi siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori dengan rata-rata dikoreksi (res)A2 = 25,47, sedangkan ttabel = 2.036. karena thitung ? ttabel maka H0 ditolak. Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan menulis puisi antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TTW (A1) dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori (A2)

    Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Mahasiswa Mata Kuliah Kapita Selekta Matematika Pendidikan Dasar FKIP UMSU

    Get PDF
    Kemampuan Pemahaman Konsep mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh umpan balik hasil ujian tetapi banyak faktor yang lain, misalnya : metode dan model pembelajaran yang digunakan. Adapun tujuan penelitian ini; (1) Bagaimana pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep mahasiswa mata kuliah kapita selekta matematika pendidikan dasar? (2) Berapa besar pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep mahasiswa mata kulliah kapita selekta matematika pendidikan dasar? Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Adapun teknik analisis data dilakukan dari tahapan uji deskripsi data, selanjutnya uji prasyarat yaitu uji normalitas dan kelinieritasan, kemudian uji korelasi parsial. Langkah-langkah dalam penelitian adalah sebagai berikut : (1) Mahasiswa melakukan perencanaan; (2) Mendesain; (3) Melakukan presentasi awal; (4) Melakukan penelitian (riset mini),(5) Membuat laporan penelitian, (6) Melakukan presentasi akhir/evaluasi. Hasil penelitian ini memperoleh perhitungan sebesar 0.797 itu berarti merupakan pengaruh model pembelajaran project based learning berpengaruh sebesar 0,797 terhadap kemampuan pemahaman konsep mahasiswa prodi pendidikan matemtika FKIP UMSU

    Perilaku LGBT Dalam Perspektif Konstitusi Negara Republik Indonesia dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-XIV/2016

    Get PDF
    Kriminalisasi terhadap perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transexual) dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, perilaku LGBT atau pelampiasan hasrat seksual melalui perkawinan sesama jenis tidak mendapatkan ruang dalam konstitusi kita. Selain itu perkawinan antar sesama jenis tidak mampu melanjutkan keturunan, perilaku perkawinan sejenis ini dapat mendekontruksi pemaknaaan-pemaknaan lembaga perkawinan sebagai suatu tempat legal untuk memuaskan hasrat seksualitasnya tanpa memandang keluarga sebagai terbentuknya basis moral hokum. Konstruksi perkawinan yang terdapat dalam UUDNRI Tahun 1945 bertujuan untuk membentuk suatu keluarga dan melanjutkan keturunan yang tunduk terhadap pembatasan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Dalam berbagai peraturan Perundang-undangan di bidang Perkawinan terdapat batasan yang sangat jelas bahwa hanya mengakui perkawinan antara laki-laki dan perempuan, sehingga perilaku LGBT atau pelampiasan hasrat seksual melalui perkawinan sesama jenis tidak mendapatkan ruang dalam konstitusi kita, setelah adanya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-XIV/2016 mengenai Pengujian Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Undang-Undang Nomor 73 Tahun 1958 tentang Menyatakan berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

    Pembatalan Perjanjian Perdamaian dan atau Serta Turunannya Antara Tersangka Dengan Korban Karena Adanya Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstandigheden)

    Get PDF
    Penyalahgunaan keadaan dipahami sebagai bentuk adanya pengaruh dan tekanan tertentu dari pihak satu kepada pihak yang lain sehingga pihak yang dipengaruhi atau tertekan tersebut membuat perjanjian atau kontrak dengan pihak yang melakukan pengaruh. Penyalahgunaan keadaan dapat juga disebut salah satu dari cacat kehendak yang mana dalam syarat sah perjanjian melanggar dari segi subjektif pada Pasal 1320 KUHPerdat

    Pertanggungjawaban Pidana Perbuatan Penggunaan Merek Yang Sama Pada Pokoknya Tanpa Izin (Analisis Putusan MA.RI No. 2037/ Pid.Sus/2015)

    Get PDF
    Berdasarkan hasil penelitian dipahami bahwa Pengaturan hukum pidana mengenai perbuatan penggunan merek yang sama pada pokoknya di atur pada Bab XVIII Pasal 100-101 undang-undang No. 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis perubahan atas undang-undang No. 15 tahun 2001 tentang merek. pertangungjawaban pidana terkait dengan tindak pidana yang penulis kaji, bahwa harusnya terdakwa dinyatakn melakukan sebuah tindak pidana karena merek yang dimiliki terdakwa berupa VIM KHO mengandung bahan pemutih yang sejatinya sama pada pokoknya dengan merek VIN KHO milik korban. Kebijakan hukum pidana (penal police) terkandung di dalamnya tiga kekuasaan/kewenangan, yaitu kekuasaan legislatif/formulatif berwenang dalam hal menetapkan atau merumuskan perbuatan apa yang dapat dipidana yang berorientasi pada permasalahan pokok dalam hukum pidana meliputi perbuatan yang bersifat melawan hukum, kesalahan/pertanggungjawaban pidana dan sanksi apa yang dapat dikenakan oleh pembuat undang-undang. Dengan demikian diperhatikannya tahap ini mampu mengimbangi perkembangan kejahatan ataupun tindak pidana merek, kebijakan hukum pidana yang di buat legislatif melalui undang-undang yang di terbitkannya mampu mencegah peluku tindak pindana merek, baik itu pada peningkatan hukuman maupun pada perluasn terhadap tindak pidana merek. Tahap aplikasi oleh aparat penegak hukum atau pengadilan, dan tahapan eksekutif/administratif dalam melaksanakan hukum pidana oleh aparat pelaksana/eksekusi pidana. Dalam tahap ini kita dapat melihat bahwa penerapan hukum oleh aparat penegak hukum terkait dengan tindak pidana merek haruslah melihat fakta-fakta dilapangan, dengan demikian penegakan hukum terhadap merek dapat menjadi lebih baik. Terkait dengan hal demikian, kebijakan hukum non penai juga sagat menentukan dalan perkembangan hukum merek di indonesia, hal ini dapat kita perhatikan dari efektifitas pencegahan yang dilakukan oleh aparatur penegak hukum dalam mengurangi kejahatan mere

    Local Wisdom: Eksistensi Dan Degradasi Tinjauan Antropologi Sosial (Ekplorasi Kearifan Lokal Etnik Ocu Di Kampar Riau)

    Get PDF
    Local Wisdom (kearifan Lokal) adalah semua bentuk pengetahuan, keyakinan, pemahaman, atau wawasan serta adat kebiasaan atau etika yang menuntun perilaku manusia dalam kehidupan di dalam komunitas ekologisnya. Kearifan Lokal dapat didefinisikan sebagai kebenaran yang telah mentradisi pada suatu kawasan atau daerah, sebagai nilai yang dianggap baik dan benar yang berlangsung secara turun-temurun dan dilaksanakan oleh masyarakat yang bersangkutan sebagai akibat dari adanya interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Secara khusus tulisan ini untuk peninjauan sekaligus menjelaskan secara antropologis sebab-sebab aspek kearifan lokal orang Ocu sebagian yang masih eksis, namun sebagiannya telah tergradasi. Proses eksplorasi aspek-aspek kearifan lokal orang Ocu, mendapati bahwa munculnya keadaan seperti itu sangat dipengaruhi oleh maksimal atau tidaknya perhubungan sosial antara orang Ocu dengan masyarakat luar akibat dilaksanakannya pembangunan transmigrasi di kawasan asal orang Ocu ini. Perbedaan besar kecil penduduk, dan besar kecilnya kekuasaan, serta besar kecilnya sumber daya manusia yang dimiliki, adalah di antara faktor utama penyebab wujunya keadaan di atas. Selain itu, diyakini telah terjadi kekosongan nilai anutan budaya pada kelompok ini. Keadaan seperti apabila didasarim oleh kondisi bahwa orang Ocu telah membuka diri (bahkan dipaksa oleh keadaan) untuk menerima nilai budaya baru, dalam waktu yang sama telah pula meninggalkan budaya asli mereka, namun penerimaan terhadap nilai budaya baru belum terseleksi yang mengakibatkan kegamangan sosia

    Sanksi Terhadap Pelaku Penculikan Anak Menurut Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dan Hukum Islam

    No full text
    Permasalahan yang dikaji dalam tuisan ini adalah mengenai sanksi hukum bagi pelaku penculikan anak menurut Hukum Islam . tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sanksi terhadap pelaku penculikan anak dan mengetahui relevansinya dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Tulisan ini menggunakan pendekatan falsafi yaitu pendekatan sistematis yang didasarkan pada pemikiran ulama, juga digunakan metode content analyst (analisa isi) yaitu metode yang berusaha memaparkan kembali (merekonstruksi) kerangka pemikiran ulama terhadap persoalan yang diteliti sehingga nantinya dapat ditarik suatu kesimpulan terhadap pendapat mereka, yakni dengan menggunakan metode deduktif dan induktif. Tulisan ini menunjukkan bahwa pelaku penculikan anak tidak dikenakan hukuman had berupa potong tangan akan tetapi adalah hukuman tazir karena anak bukan merupakan harta sehingga tidak dapat dijadikan objek pencurian. Landasan hukumnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh imam al-Bukhari, Muslim dan Ahmad bin Hambal yang bersumber dari Aisyah r.a juga relevan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak

    Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw dan Stad Terhadap Hasil Belajar Puisi Pada Siswa Kelas Viii Smp Negeri 19 Medan Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, STAD dan Konvensional pada hasil belajar puisi oleh siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Medan. Teknik pengambilan sampling menggunakan teknik random sampling. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel penelitian adalah siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 19 Medan, setiap kelas ada 34-35 siswa yang di pilih untuk eksperimen pembanding adalah tiga kelas. Hasil uji hipotesis menunjukkan ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran Stad dengan konvensional terhadap hasil belajar puisi. Hal ini dibuktikan dari harga Fhitung sebesar 3,230. Diperoleh bahwa sig ? yakni 0,044 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diterima adalah Ha. Dapat diketahui bahwa harga sig yang diperoleh maing-masing pasangan yaitu 0,884 (Jigsaw-Stad), 0,436 (Jigsaw-konvensional) dan 0,039 (Stad-konvensional). Untuk mengetahui kriteria apa yang dimiliki setiap pasangan maka dibandingkanlah sig dengan ?. Untuk Jigsaw-Stad (0.884 0,05), Jigsaw-koonvensional (0,436 0,05) dan Stad-konvensional (0,039 0,05). Dengan demikian dapat diketahui bahwa pasangan Jigsaw-Stad menerima H0, pasangan Jigsaw-konvensional menerima H0 dan hanya pasangan Stad-konvensional saja yang menerima Ha. Jadi dapat disimpulkan penerapan model Stad berpengaruh pada hasil belajar puisi di kelas VIII SMP Negeri 19 Medan Tahun Ajaran 2018/2019

    Eksperimentasi Kecerdasan Emosional Siswa Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Oleh Siswa Kelas VIII SMP Talitakum Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Pendekatan yang di lakukan guru dalam proses belajar mengajar sangat penting karena pendekatan tersebut dapat berdampak positif atau negatif terhadap hasil belajar siswa di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktifitas, perbedaan hasil belajar dan respon siswa sebelum dan sesudah di lakukan pendekatan kecerdasan emsional kepada siswa di SMP Swasta Talitakum Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan bentuk Pre Experimental Design dengan tipe the one goup pretest-posttest design. Pengumpulan data menggunakan , tes tertulis yang terdiri dari pre-test dan post-test, soal kecerdasan emosional dan angket. Aktivitas siswa diperoleh dari hasil pengamatan peneliti yaitu di peroleh perbandingan yaitu kelas yang di berikan pendekatan kercerdasan emosioal maka dapat di kategorikan sangat baik dalam merespon dan aktif dalam pembelaajran. Hal ini dikarenakan pendekatan kecerdasan emosional ini meberikan dampak yang positif terhadap diri siswa dimana siswa menjadi termotivasi da lebih bersemangat dalam belajar. Sedangkan pada kelas yang tidak di berikan pendekatan kecerdasan emosional dapat di katakan kurang memuaskan hasil yang di dapatkan karena masih di sebagain siswa yang memiliki motivas dan semangat belajar di kelas sehingga membuat kurangnya hasil pembelajaran bahasa indonesia yang di dapatkanData tes hasil belajar siswa dianalisis dengan di lakukan dua bentuk uji hipotesis yaitu hipotesis asosiatif dan hipotesis komparatif. Dan hasil yang diperoleh dalam uji hipotesis asosiatif adalah sebagai berikut Berdasarkan pengolahan SPSS maka harga sig. lebih kecil daripada harga ? yaitu 0,001 0,05. Dengan demikian diterima Ha bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Dan untuk mengetahui besarnya sumbangan efektif kecerdasan emosional dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat digunakan hasil pengolahan SPSS melalui koefesien determinasi (R2). Melalui hasil pengolahan pada tabel 3.6. diperoleh R2 sebesar 0,408. Hal ini mengartikan bahwa kecerdasan emosional siswa memberikan sumbangan efektif sebesar 40,8% berpengaruh terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia siswa. Sedangkan sisanya 59,2% dipengaruhi variabel lainnya yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Dan juga hasil uji hipotesis yang di peroleh dengan uji hopitesis komparatif adalah sebagai berikut dengan uji t paired sample test diperoleh sig lebih kecil dari pada ? yaitu 0,000 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar bahasa Indonesia oleh siswa mengalami perubahan yang signifikan (berarti).Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa akibat pengaruh kecerdasan emosional yang distimulus kepada siswa melalui penelitian ini

    Lembaga Pemasyarakatan Dalam Menjalankan Rehabilitasi Terhadap Narapidana Narkotika

    Get PDF
    Sistem peradilan pidana lebih diarahkan pada masalah pemidanaan. Pembalasan (The retributivist approach) memandang pemidanaan sebagai suatu tanggapan moral yang pantas dan/atau diperlukan terhadap tindakan terlarang. Di antara berbagai jenis pemidanaan, pidana penjara (pemasyarakatan) merupakan yang paling populer, dan jumlah penghuninya terus meningkat. Lembaga permasyarakatan diharapkan menjalankan sistem pemasyarakatan agar terpidana narkotika (atau yang dikenal sebagai warga binaan pemasyarakatan/WBP) menyadari kesalahan, memperbaiki diri, tidak mengulangi tindak pidana sehingga, dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab, dan tidak menjadi residivis. Penulisan ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif (normatif research) dengan spesifikasi penelitian deskriptif analistis yang memggunakan data skunder. Prosedur pengumpulan datanya adalah berupa dokumentasi catatan atau kutipan, penelusuran literatur hukum, buku-buku dan lainnya yang bertalian dengan identifikasi masalah baik secara cara offline maupun online yang kemudian dianalisa melalui metode analisa konten (centent analysis method) dengan fokus pada permasalahan tentang Bagaimana rehabilitasi terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang diselenggarakan Lembaga Pemasyarakatan?, Bagaimana kebijakan Lembaga Pemasyarakatan dalam pelaksanaan rehabilitasi terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika?. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Penetapan pelaksanaan rehabilitasi terhadap pengguna narkoba merupakan salah satu bagian dari vonis yang dijatuhkan oleh Hakim dan tempat dimana Vonis itu dilaksanakan seharusnya adalah adalah lembaga Pemasyarakatan, bukan ditempat lain. Hal yang sangat disayangkan adalah kurangnya perhatian pemerintah maupun pihak-pihak pembuat kebijakan lain untuk mengatur hal-hal yang bersifat detail mengenai bagaimana hal itu diterapkan. Akibatnya adalah aturan hukum sebagaimana yang disebutkan dalam Undang-undang Psikotropika maupun Narkotika mengenai penerapan hukuman rehabilitasi tersebut hanyalah tinggal pemanis undang-undang tersebut saja tanpa dapat benar-benar secara nyata dan menyeluruh diterapkan dalam aplikasinya dilapangan. Lembaga Pemasyarakatan, harus diakui sudah banyak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dapat mengakomodir hak-hak dari para Terpidana kasus Narkoba. Namun hal itu masih dalam taraf yang bersifat umum, sedangkan dalam hal-hal khusus seperti penanganan terhadap Terpidana Narkoba yang berada pada tingkat hanya sebagai pengguna masih belum cukup diperhatika

    253

    full texts

    315

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇