KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Not a member yet
    177 research outputs found

    Menghindari Pseudo Informasi Dalam Sistem Informasi Kebencanaan

    Get PDF
    Konsep pseudo informasi berasal dari pemikiran Terence Moran (1978), seorang profesor dalam bidang ekologi media mengenai pseudo komunikasi. Moran menyatakan bahwa pseudo komunikasi bersumber dari adanya pseudo informasi yang dibuat dengan tujuan tertentu, misalnya dalam bentuk propaganda. Kini dengan maraknya media sosial, pseudo informasi juga ditemukan dalam berbagai bentuk dan seringkali muncul dalam berbagai kesempatan, misalnya pada masa darurat kebencanaan. Sistem Informasi Kebencanaan merupakan sebuah sistem paduan antara prosedur, sumber daya manusia, data dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menganalisis informasi kebencanaan yang ditujukan untuk mendukung proses penanggulangan bencana, baik pada tahap pra bencana, saat terjadinya bencana (tanggap darurat) maupun pasca terjadinya bencana. Tujuan pokok dari sistem informasi kebencanaan adalah melakukan diseminasi atau melalui mekanisme penyebarluasan pengetahuan dan informasi kebencanaan dalam rangkaian proses penanggulangan bencana yang dilakukan secara berjenjang sesuai dengan urgensi dan tingkat kebutuhan khalayak potensialnya. Seringkali pada situasi kebencanaan marak pseudo informasi yang cenderung menyesatkan bahkan membahayakan proses penanganan korban bencana. Pseudo informasi atau informasi semu kebencanaan seringkali muncul melalui beragam media sosial yang saat ini sudah begitu populer di Indonesia. Mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkannya sudah selayaknya keberadaan pseudo informasi pada situasi kebencanaan harus segera diantisipasi sebelum menimbulkan bahaya lebih lanjut

    Konstruksi Makna Happen Skateboarding Magazine sebagai Media Komunikasi bagi Komunitas Lampung Skateboard Division (LSD) di Bandar Lampung

    Get PDF
    Komunitas skateboard yang merupakan kelompok sosial tertentu yang memiliki kekhasan dalam membentuk gaya hidupnya. Komunitas ini menggunakan majalah komunitas Happen Skateboarding Magazine sebagai sarana interaksi antar anggota. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan cara berpenampilan pada komunitas skateboard, gaya bahasa atau istilah-istilah yang digunakan dalam berkomunikasi pada komunitas skateboard dan pemahaman tentang skateboard bagi komunitas skateboard yang didapat dari Happen Skateboarding. Magazine dalam perspektif teori interaksionisme simbolik. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif dengan tradisi studi kasus dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan dalam penelitian ini adalah komunitas Lampung Skateboard Division/LSD di Bandar Lampung dengan teknik purposive sampling (disengaja). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, display dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komunitas Lampung Skateboard Divison (LSD) memaknai skateboard sebagai sarana interaksi serta ajang tempat mengekspresikan diri yang memberikan ruang bagi anggota komunitas skateboard yang berbeda daerah untuk saling bertukar pendapat dan makna sehingga tercipta suatu pemahaman yang sama tentang skateboard

    Berani, Tegas, Benar: Analisis Framing Okezone.com., Mediaindonesia.com, dan Kompas.com terhadap Ahok dalam Isu Reklamasi

    Get PDF
    Media massa tidak pernah objektif dalam memberitakan sebuah hal. Ideologi dan kepentingan memainkan peran penting dalam membentuk bingkai pemberitaan mereka. Makin dekatnya Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 membuat gubernur saat ini, Basuki Tjahaja Purnama berada dalam sorotan. Basuki hampir selalu masuk dalam pemberitaan media massa terutama dalam kaitannya dengan penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap terkait pembahasan peraturan daerah (Perda) mengenai pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian aplikasi teori framing menggunakan model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki dalam melihat bagaimana Okezone.com, MediaIndonesia.com and Kompas.com membingkai Basuki dalam isu pulau reklamasi. Penelitian ini menemukan bahwa Okezone.com membingkai Basuki sebagai pemimpin yang profesional yang tidak mengedepankan kepentingan pribadinya menjelang Pilgub. Sementara itu, MediaIndonesia.com membingkai Basuki sebagai pemimpin baik yang sedang berperang dengan sekelompok preman politik sementara Kompas.com membingkai Basuki sebagai pemimpin yang baik dan karena kebaikannya itulah ia menjadi sasaran serangan-serangan politik

    Motivasi Radio Komunitas Dalam Dakwah Agama

    Get PDF
    Dalam penelitian untuk disertasi penulis tahun lalu diketahui sistem radio komunitas berada pada bagian yang ambigu pada sistem penyiaran. Di satu sisi oleh undang undang diharapkan dapat berfungsi sebagai media penghubung antar warga masyarakat dan negara dalam proses sosial dan pembangunan, namun dalam prakteknya radio untuk masyarakat ini mengalami perlakuan diskriminatif. Perlakuan diskriminatif tersebut dapat dilihat dari minimnya frekwensi yang diberikan, jangkauan siaran yang terbatas, serta banyaknya larangan dan kewajiban untuk radio komunitas. Namun demikian, diskiminasi tersebut tidak membuat para pengelola radio komunitas putus asa. Realitasnya justru antusiasme menggunakan radio komunitas sangat tinggi, bahkan melebihi quota frekwensi yang diberikan negara, sehingga menimbulkan banyak radio komunitas yang tidak berizin. Fokus penelitian ini pada motivasi yang melatar belakangi pegiat radio komunitas khususnya di jaringan radio komunitas Madu FM di Tulungagung Jawa Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan observasi langsung ke lapangan (field research) dan wawancara mendalam terhadap pengelola, manajer, dan penyiar Madu FM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi dakwah agama mengalahkan diskriminatif yang lakukan negara kepadanya

    Strategi Media Relations PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Dalam Menjaga Citra Positif Pada Kasus Proyek Pembangunan Pabrik Semen di Rembang

    Get PDF
    Media relations bisa diartikan sebagai bagian dari Public Relations eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dan publiknya untuk mencapai tujuan organisasi. Penelitian ini menjabarkan bagaiman astrategi media relations yang dilakukan guna menjaga citra positif berkaitan dengan kasus proyek pembangunan pabrik semen di Rembang. Pendekatan penelitian yang digunakan penelitian adalah pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif, dan menggunakan metode studi kasus. Dari hasil penelitian ini menunjukkan Public Relations PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sudah melakukan bentuk kegiatan hubungan media massa secara optimal. Penelitian ini menemukan Public Relations PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melakukan sepuluh kegiatan yang terdiri dari personal relations, press conference, media visit, media lobby, plant visit, media education, media gathering, reward media,pemasangan iklan, dan konsultan media

    Social Media Habit Remaja Surabaya

    Get PDF
    Bertitiktolak dari adanya kebutuhan baseline data mengenai pola perilaku dan interaksi remaja Indonesia khususnya Surabaya sebagai digital native, maka permasalahan penelitian dinyatakan sebagai berikut: Bagaimanakah kebiasaan bermedia remaja Indonesia sebagai digital native? Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teori yang digunakan adalah media habit dan media sosial serta kajian mengenai remaja. Hasil penelitian menunjukkan profil responden yaitu remaja Surabaya mayoritas berusia di atas 15 tahun, beragama Katolik, dan tinggal bersama orang tua. Responden mempunyai hubungan yang sangat erat dengan ayah. Frekuensi berkumpul responden paling besar dengan keluarga. Jumlah teman dekat responden lebih dari 10 orang yang berasal dari luar sekolah. Ideologi responden adalah mengutamakan keluarga. Jenis aktifitas yang paling banyak diikuti adalah ekstrakurikuler. Jenis organisasi yang diikuti di bidang kesenian.Frekuensi berkumpul dengan teman 2 hingga 3 kali seminggu. Sementara penggunaan media responden adalah online dan televisi. Berdasarkan hasil analisa di atas, maka social media habit sangat khas muncul pada penggunaan media sosial untuk berbagi opini di antara remaja. Sedangkan alat yang digunakan adalah beragam, namun pada dasarnya semua remaja mempunyai akses terhadap gadget yang terhubung dengan internet dan hampir semua mempunyai akun media sosial meskipun beragam mulai dari facebook hingga akun yang tidak popular sepert we chat dll. Kecenderungan anak muda menyukai penggunaan Instagram yang lebih menawarkan visual daripada barisan kata-kata. Keterpenuhan modal yang berupa uang saku mempermudah akses remaja untuk membeli pulsa data, selain itu di berbagai tempat tersedia wifi. Beragamnya harga gadget memberikan peluang bagi remaja untuk dapat mempunyai gadget

    Implementasi Share dan Rating Sebagai Dasar Kebijakan Pemrograman Yuk Keep Smile (YKS) Trans TV

    Get PDF
    Aplikasi pemograman di Trans TV yang didasarkan oleh nilai rating dan share nampak dalam pemograman Yuk Keep Smile (YKS). Hal itu terlihat pada signifikansi yang tinggi pada hubungan antar rating dan share dengan perpanjangan penayangan dan durasi yang ditambah. Dengan menggunakan metode studi kasus, peneliti ingin mengetahui implementasi share dan rating sebagai dasar kebijakan pemrograman Yuk Keep Smile (YKS) Trans TV. Dalam penelitian ini, ditemukan adanya interaksi televisi, audience dan pengiklan yang saling tarik menarik dalam menjalankan masing-masing fungsinya. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa nilai rating dan share bukan satu-satunya poin yang dipertimbangkan dalam pemutusan suatu program, akan tetapi banyak poin penting lainnya antara lain adalah nilai jual program tersebut, kebijakan KPI, penerimaan masyarakat, trend di masyarakat, kebijakan dari manajemen Trans TV. Selain itu, apabila rating dan share menjadi dasar kebijakan pemograman yang berorientasi pada keuntungan. Maka akan cenderung mengabaikan fungsi media dan fungsi sosial sebagai pengguna ranah publik. Sehingga penyusunan pemograman yang dibuat oleh Trans TV ini selain mengabaikan fungsi televisi sebagai media massa juga berdampak pula pada P3 dan SPS yang dikeluarkan pada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berupa teguran tertuli

    Kampanye Peduli Kesehatan Ibu Studi Kasus Investasi Sumber Daya Manusia Melalui Kampanye #Sayangibu

    No full text
    Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mengutip data hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup Kematian ibu terjadi pada perempuan yang terlalu muda untuk hamil, ada juga yang terlalu tua untuk hamil, jarak kehamilan yang terlalu berdekatan, serta kehamilan yang terlalu sering, ujar Menkes. Melihat fenomena tersebut Kementerian Kesehatan RI mencanangkan kampanye Peduli Kesehatan Ibu di Jakarta (28/4). Oleh karena peneliti melakukan penelitian kampanye peduli kesehatan ibu untuk mengetahui latar belakang pelaksanaan kampanye, pemahaman tim kampanye dan aktivitas komunikasi kampanye peduli kesehatan ibu. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan jenis penelitian kualitatif, dengan harapan peneliti dapat menemukan gambaran secara holistik mengenai kampanye peduli kesehatan ibu. Adapun hasil penelitian peneliti menggambarkan beberapa hal diantaranya kementerian kesehatan melakukan kampanye karena semakin tingginya angka kematian ibu, kurangnya sumber daya kesehatan yang disediakan oleh pemerintah dan rendahnya angka partisipasi pendidikan, rendahnya kepercayaan masyarakat akan pemeriksaan pada saat kehamilan serta tingkat ekonomi yang masih memprihatinkan. Tim kampanye peduli kesehatan ibu dapat merancang pesan komunikasinya dengan baik yang diwujudkan dalam taktik special event, publikasi dan komunikasi dan advokasi dan kemitraan

    Cultural Studies : Perlintasan Paradigmatik Dalam Ilmu Sosial

    Get PDF
    Pada tahun 1964 di Universitas Birmingham, Inggris, dibentuk sebuah lembaga pusat pengkajian budaya kontemporer yang diberi nama CCCS, Centre for Contemporary Cultural Studies. Lembaga yang diprakarsai oleh Richard Hoggart, E.P. Thompson, dan Raymond Williams tersebut bertujuan untuk mengkaji isu-isu kultural yang menjadi perhatian pada saat itu, seperti budaya kelas pekerja dan hal-hal yang berkaitan dengan praktek serta ideologi kapitalis. Pada perkembangannya, CCCS berhasil melahirkan karya-karya analisis kultural yang tidak hanya berfokus pada isu-isu kelas pekerja dan kapitalisme saja, namun juga mengenai praktek budaya massa, subkultur, feminisme, queer, dan media. Dibangun dalam konstruksi keilmuan yang transdisipliner, karya-karya analisis tersebut cenderung memiliki kesamaan dalam memandang dan menganalisis budaya, namun berbeda dari paradigma-paradigma kajian sosial yang sudah ada sebelumnya, walaupun tidak berarti menolak ataupun meninggalkannya. Kecenderungan paradigma ini kemudian dikenal sebagai Mahzab Birmingham, yang juga merupakan basis paradigma Cultural Studies. Selama lebih dari 50 tahun, Cuttural Studies telah menjadi sebuah lintasan paradigma dalam ilmu sosial

    Kesetaraan Gender Dalam Penyelesaian Konflik Korban Lumpur Lapindo Sidoarjo

    Get PDF
    Terdapat kesenjangan antara kebijakan Pemerintah berupa Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007 dan sikap warga korban Lumpur Lapindo Sidoarjo. Hal ini disebabkan adanya ketidak sepahaman antara maksud dan tujuan yang terkandung dalam Perpres nomor 14 tahun 2007 dan kemauan warga korban Lumpur lapindo Sidoarjo. Perbedaan pandangan tersebut semakin menajam dengan berbuntut adanya aksi-aksi blokade yang dilakukan oleh warga, baik warga yang berasal dari wilayah peta terdampak maupun warga yang diluar petab terdampak, dijalan raya Sidoarjo Malang hingga aksi unjuk rasa yang masih saja terjadi hingga kini. Terakhir sebagian warga korban lumpur melakukan aksi unjuk rasa besar didepan istana negara pada bulan Maret 2009. Ketidak konsistenan pihak Lapindo menjadi pemicu aksi-aksi yang bermunculan menolak perpres 14 tahun 2007 maupun menuntut hak-hak warga maupun janji janji pemerintah pusat maupun daerah. Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) sebagai penjelmaan Perpres 14/ 2007 tidak bisa berbuat banyak. BPLS bertanggungjawab untuk mempersempit kesenjangan kebijakan pemerintah dengan kemauan warga. Namun pada kenyataannya, badan yang dibentuk tersebut tidak mampu meredam konflik yang terus saja terjadi antara warga dengan pemerintah. Untuk itu dibutuhkan sebuah wadah komunikasi yang efektif. Apakah Sosialisasi telah dilakukan secara terus menerus dan bagaimana pola komunikasinya. Warga membutuhkan tindakan konkrit dari pihak-pihak yang terkait dengan masalah lumpur sidoarjo ini. Warga menilai pemerintah dan juga pihak Lapindo hanya memberikan janji-janji penyelesaian saja. Sampai saat ini warga masih diliputi kecemasan mengenai kondisi lingkungan dimana mereka tinggal, sebab bisa jadi sewaktu-waktu lumpur akan menggenangi wilayah mereka. Kesetaraan gender yang menonjol dalam proses penyelesaian konflik lumpur lapindo sidoarjo ini lebih menekankan bagaimana sebenarnya peran wanita didalamnya. Apa saja yang mereka tempuh guna mendapatkan hak-haknya sebagai bagian dari peristiwa tersebut. Bagaimana mereka saling menguatkan diri untuk keberlangsungan hidup keluarganya. Peran yang tidak bisa dikatakan kecil meski mereka ada dibalik layar dalam proses penyelesaian konflik tersebut. Riset ini lebih menekankan bagaimana sosialisasi dijalankan, apakah kendala komunikasinya dan bagaimana jalan keluarnya.serta apa yang diharapkan oleh warga dari adanya Perpres tersebut bagi kelangsungan hidup mereka selanjutnya

    164

    full texts

    177

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇