JUPE (Jurnal Penjaskesrek)
Not a member yet
236 research outputs found
Sort by
KONTRIBUSI KESEIMBANGAN KELENTUKAN DAN DAYA LEDAK TERHADAP PERFORMA KATA PADA KARATE
This study aims to determine the contribution of balance , flexibility and muscle explosive power on the kata performance of UKM Karate Students STKIP Dharma Wacana Metro . The results of this study would be useful to coaches , especially the coaches and the athletes to improve their performance of kata. The method used in this study is a survey method to test the technique . The population used in this study were students UKM Karate STKIP Dharma Wacana Metro with a sample size of 60 students . Data collection techniques in this study is a one shoot model or one time data collection and data analilis technique used is simple linear regression .The results showed that 16.11 % of the contributions made by the balance of the kata performance, amounted to 40.77 % contribution given to the flexibility of the kata performance and 33.76 % contribution the leg muscle explosive power to the kata performance.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi keseimbangan, kelentukan dan daya ledak otot terhadap performa kata Mahasiswa UKM Karate STKIP Dharma Wacana Metro. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pembina, terutama para pelatih dan pada atlet nomor kata untuk meningkatkan performanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik tes. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKM Karate STKIP Dharma Wacana Metro dengan jumlah sampel sebanyak 60 mahasiswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah one shoot model atau satu kali pengambilan data dan teknik analilis data yang digunakan adalah Regresi linier sederhana. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 16,11% kontribusi yang diberikan oleh keseimbangan terhadap performa kata, sebesar 40,77% kontribusi yang diberikan kelentukan terhadap performa kata dan sebesar 33,76% kontribusi yang diberikan daya ledak otot tungkai terhadap performa kata.Kata kunci : daya ledak, karate, kelentukan, keseimbangan, performa kat
HUBUNGAN REAKSI TANGAN DAN POWER LENGAN DENGAN KEMAMPUAN PUKULAN GYAKUSUKI OLAHRAGA KARATE
This study aims to determine the relationship reaction and power arm to punch capability gyakusuki sport karate. The methodology used is correlation. The research method used is the product moment correlation. The population is a sample population of 20 students and retrieval of data taken as a whole. From the results of research on the relationship that can be a reaction to the blow gyakusuki ability of 0.89 (80 %), while the power relations arm to punch gyakusuki ability of 0.9 (87.2 %). This means that there is a positive relationship between hubungani reaction , the power arm of the ability gyakusuki sport karate punch. Therefore seoarang coaches or teachers in order to improve the ability to deliver a blow gyakusuki exercise its power train and arm reaction.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan reaksi dan power lengan dengan kemampuan pukulan gyakusuki cabang olahraga karate. Metodologi yang digunakan adalah korelasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kwantitatif. Populasinya merupakan populasi sample yang berjumlah 20 siswa. Dari hasil penelitian di dapat bahwa ada hubungan reaksi tangan dengan kemampuan pukulan gyakusuki sebesar 0,89 (80%), sedangkan hubungan power lengan dengan kemampuan pukulan gyakusuki sebesar 0,9 (87,2%). Hal ini berarti adanya hubungan yang positif antara hubungani reaksi dan power lengan terhadap kemampuan pukulan gyakusuki cabang olahraga karate. Oleh karena itu seoarang pelatih atau guru agar dapat meningkatkan kemampuan pukulan gyakusuki dengan memberikan latihan yang sifatnya melatih reaksi dan power lengan.Kata kunci: power lengan, pukulan gyakusuki, reaks
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KESEIMBANGAN DENGAN KEMAMPUAN MERODA
This study aimed to determine the relationship of the arm muscle strength and balance against cartwheel ability. The population used in this study amounted to 33 students, with a sample of 33 female students, called as sample population (total sampling). Data collection of arm muscle strength was using the push-ups test, balance was using stand stork (stork stand), as well as data analysis was using product moment correlation. The results showed that the strength of the arm muscles have a correlation coefficient of 0.513 and accounted for 34% of the cartwheel ability, the balance has a correlation coefficient of 0.889 and accounted for 79% of the cartwheel ability while the arm muscle strength and balance have a correlation coefficient of 0.901 and accounted for 81 , 2% against meroda capabilities. From the results of this study concluded that the variables that have the most to the ability meroda relationship is a balance that is equal to 79%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekuatan otot lengan dan keseimbangan terhadap kemampuan meroda. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 33 siswa, dengan sampel sebanyak 33 siswa putri, sehingga disebut sampel populasi (total sampling). Pengumpulan data kekuatan otot lengan menggunakan tes push up, keseimbangan menggunakan berdiri burung bangau (stork stand), serta analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan otot lengan memiliki koefisien korelasi 0,513 dan memberikan kontribusi sebesar 34% terhadap kemampuan meroda, keseimbangan memiliki koefisien korelasi 0,889 dan memberikan kontribusi sebesar 79% terhadap kemampuan meroda sedangkan kekuatan otot lengan dan keseimbangan memiliki koefisien korelasi 0,901 dan memberikan kontribusi sebesar 81,2% terhadap kemampuan meroda. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel yang memiliki hubungan terbesar terhadap kemampuan meroda adalah keseimbangan yaitu sebesar 79%.Kata kunci: hubungan, kekuatan, keseimbangan, kontribusi, meroda, otot lengan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KELOMPOK DAN BERPASANGAN TERHADAP GERAK DASAR SEPAKSILA PERMAINAN SEPAKTAKRAW
This study aimed to determine how much influence between groups and paired learning model for basic motor skills in the game sepaksila sepaktakraw in class V MI Ismaria Al-Qur'aniyyah Bandar Lampung. The method used was a comparative experiment. Population was 40 students. Data collection technique was using basic motion tests sepaksila in the game of sepaktakraw. The results showed that there was a significant relationship between group learning model and paired learning model against sepaksila basic motion in sepaktakraw games where paired learning model was paired more influential and more improving basic motor skills. The conclusion of the study is learning model was giving more significant effect on the group learning model for basic motion sepaksila.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara model pembelajaran kelompok dan berpasangan terhadap keterampilan gerak dasar sepaksila dalam permainan sepaktakraw pada siswa kelas V MI Ismaria Al-Quraniyyah Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen komparatif. Populasi berjumlah 40 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes gerak dasar sepaksila dalam permainan sepaktakraw. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran kelompok dengan model pembelajaran berpasangan terhadap gerak dasar sepaksila dalam permainan sepaktakraw dimana model pembelajaran berpasangan lebih berpengaruh dan lebih meningkatkan kemampuan gerak dasar. Kesimpulan dari penelitian adalah model pembelajaran berpasangan lebih berpengaruh signifikan dari pada model pembelajaran kelompok terhadap gerak dasar sepaksila.Kata kunci : berpasangan, gerak dasar, model pembelajaran kelompok, sepaksila, sepaktakraw
PENINGKATAN HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS MELALUI PENDEKATAN DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR
This study aimed to determine how much the learning outcomes of freestyle swimming through the diagnostic approach of learning difficulties for students. The result of this study would be useful to teachers and students in learning freestyle swimming. The method used in this research was the method of PTK. The population in this study were students of class X SMK Kartika TAMA METRO. Samples were 23 students in SMK Kartika TAMA with the sampel was Class X TKJ 1. From these results it can be concluded that the diagnostic approach can help students in solving the learning difficulties especially for freestyle swimming lessons.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar renang gaya bebas melalui pendekatan diagnostik kesulitan belajar bagi siswa.Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi guru dan siswa dalam pembelajaran renang gaya bebas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ptk . Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas x SMK KARTIKA TAMA METRO. Sampel berjumlah 23 siswa di SMK KARTIKA TAMA dengan sampek kelas X TKJ 1. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan pendekatan diagnostik kesulitan belajar dapat membantu siswa dalam memecahkan kesulitan belajar terutama untuk pelajaran renang gaya bebasKata kunci : kesulitan belajar, pendekatan diagnostik, renang gaya bebas
PENGARUH MODEL CIRCUIT TRAINING DAN FARTLEK TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, untuk mengetahui pengaruh model circuit training dan fartlek terhadap tingkat kebugaran jasmani. kebugaran jasmani diukur dengan tes TKJI. Hasil uji one way ANOVA yang telah dilakukan menunjukan bahwa uji-F signifikan pada kelompok uji, ini ditunjukkan oleh nilai Fhitung sebesar 7.855 yang lebih besar daripada F(2,27) sebesar 3.35 ( Fhitung(7.855) > Ftabel(3.35) ), diperkuat dengan nilai P = 0.002 lebih kecil daripada nilai kritik α=0.05 atau P(0.002 F (3:35)), reinforced with a value of P = 0.002 is smaller than the critical value of α = 0.05 level or P (0.002 <0.05).Kata kunci : pengaruh, circuit , fartlek, kebugaran jasman
Pengaruh Gaya Mengajar Resiprokal dan Inkuiri Terhadap Hasil Belajar
The purpose of this study is to determine the magnitude of the influence of reciprocal teaching style and inquiry of the learning results to hold the ball in the game of football on the extracurricular football in smp Negeri 2 Padang Cermin. The method used is experimental method using pre-test post-test control group design with population of all students of grade 7 and 8 that follow extracurricular soccer. Initial test between reciprocal teaching style group and inquiry force to the result of holding the ball obtained t value = 0,233 2.042 = t table. The results of the data analysts showed that there was no significant difference between the reciprocal teaching style group and the inquiry on the result of holding the ball in SMP Negeri 2.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh gaya mengajar resiprokal dan inkuiri terhadap hasil belajar menahan bola dalam permainan sepakbola pada ekstrakurikuler sepakbola di smp negeri 2 Padang Cermin. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan pre-test post-test control group design dengan populasi seluruh siswa kelas 7 dan 8 yang mengikuti ekstrakurikuler sepakbola. Tes awal antara kelompok gaya mengajar resiprokal dan gaya inkuiri terhadap hasil menahan bola diperoleh nilai t hitung= 0,233 2,042 = t tabel. Hasil analis data menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok gaya mengajar resiprokal dan inkuiri terhadap hasil menahan bola di SMP Negeri 2.Kata kunci: hasil belaja, inkuiri, resiprokal
EFEKTIFITAS MODEL PENDEKATAN BERMAIN TERHADAP KEMAMPUAN SHORT PASS PERMAINAN SEPAK BOLA
This study aimed to determine the effectiveness of the play model approach to the short pass ability of a football game. The research methodology used in this study was a comparative experimental method with a population of 24 students. The sampling technique used was sample population. From the results, it obtained that t count was 5.17 and t table was 1.72. Then H0 was accepted and Ha was rejected. It means that there is a significant effect of the experimental group to increase the ability of short-pass game of football. From this study it can be concluded that the model approach is effective in improving the ability to play short pass game of football. From this study we can conclude that, model approach is effective in improving the ability to play short pass game of football.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model pendekatan bermain terhadap kemampuan short pass permainan sepak bola. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen komperatif dengan populasi 24 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah populasi sample. Dari hasil penelitian diperoleh t hitung yaitu 5,17 dan t tabel yaitu 1,72, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya ada pengaruh yang signifikan dari kelompok eksperimen terhadap peningkatan kemampuan short pass permainan sepakbola. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pendekatan bermain efektif dalam meningkatkan kemampuan short pass permainan sepakbola. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa. Model pendekatan bermain efektif dalam meningkatkan kemampuan short pass permainan sepakbola.Kata kunci: efektivitas, kemampuan, pendekatan bermain, short pass
Upaya Meningkatkan Gerak Dasar Menyundul Pada Sepak Bola Menggunakan Modifikasi Alat
This study aims to improve and improve the learning process, especially in basic movement. the results of the analysis showed that in the first cycle with the help of aids in the form of balloons filled with water obtained an increase in the average value of 68.1 with the calculation of the effectiveness level of 50% means that it has not been effective. in the second cycle with aids in the form of rubber balls and walls obtained an increase in the average value of 82.31 with the calculation of the effectiveness level of 71.2%. the conclusion of this study that by using the modification of the tool, the skills of heading in football in the eighth grade students of Baradatu 1 Junior High School, waykanan can increase.penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperbaiki proses pembelajaran, khususnya dalam gerak dasar menyundul. hasil analisis menunjukan pada siklus pertama dengan bantuan alat bantu berupa balon yang di isi dengan air diperoleh peningkatan rata-rata nilai sebesar 68,1 dengan perhitungan tingkat efektivitas 50% itu berati belum efektif. pada siklus kedua dengan alat bantu berupa bola karet dan dinding diperoleh peningkatan rata-rata nilai sebesar 82,31 dengan perhitungan tingkat efektivitas 71,2 %. kesimpulan dari penelitian ini bahwa dengan menggunakan modifikasi alat maka keterampilan menyundul (heading) dalam sepakbola pada siswa kelas VIII SMPN 1 Baradatu, waykanan dapat meningkat.Kata kunci : balon, bola karet, menyundu
MOTIVASI DALAM MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA PADA SISWA KELAS VIII SMP
This study aimed to determine the motivation of students at SMP Negeri 1 Sukoharjo in following the football extracurricular activities. The subjects included 36 people who where the students of class VIII SMP Negeri 1 Sukoharjo which registered join football extracurricular. The method used in this research was survey method with data collection technique using the enclosed questionnaire. For the data analysis in this study was using percentage descriptive analysis. The results showed that motivation class VIII SMP Negeri 1 Sukoharjo in following extracurricular activities as much as 19.44 % of football is very high category, 25 % higher category, 22.22 % lower category, and 33.33 % very low category. It can be concluded that the percentage of eighth grade students motivation SMP Negeri 1 Sukoharjo who follow football extracurricular activities are still very low and far from the expected.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya motivasi siswa SMP Negeri 1 Sukoharjo dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepakbola. Subyek penelitian berjumlah 36 orang yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sukoharjo yang terdaftar mengikuti ekstrakulikuler sepakbola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan data menggunakan angket tertutup. Untuk analisis data dalam penelitian ini menggunakn analisis dekriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sukoharjo dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepakbola sebanyak 19,44% kategori sangat tinggi, 25% kategori tinggi, 22,22% kategori rendah, dan 33,33% kategori sangat rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase motivasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sukoharjo yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepakbola masih sangat rendah dan jauh dari yang diharapkan.Kata kunci : ekstrakulikuler, motivasi siswa, sepakbola