JUPE (Jurnal Penjaskesrek)
Not a member yet
236 research outputs found
Sort by
Hubungan fleksibilitas dan power otot tungkai terhadap tendangan dollyo chagi atlet taekwondo glory
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fleksibilitas dan power otot tungkai terhadap rangkaian tendangan dollyo chagi dan dwi chagi pada atlet putra taekwondo Glory mr Natar. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Deskriptif Kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh atlet putra taekwondo Glory mr Natar yang berjumlah 40 orang. Berdasarkan penelitian dari data variabel bebas (fleksibilitas) terhadap variabel terikat (rangkaian tendangan dollyo chagi dan dwi chagi) adalah sebesar 37,21%. Hasil pengukuran dari variabel bebas (power otot tungkai) terhadap variabel terikat (rangkaian tendangan dollyo chagi dan dwi chagi) adalah sebesar 55,88%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel yang lain. Dalam temuan yang telah penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara fleksibilitas dan power otot tungkai terhadap rangkaian tendangan dollyo chagi dan dwi chagi.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fleksibilitas dan power otot tungkai terhadap rangkaian tendangan dollyo chagi pada atlet putra taekwondo Glory mr Natar. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Deskriptif Kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh atlet putra taekwondo Glory mr Natar yang berjumlah 40 orang. Berdasarkan penelitian dari data variabel bebas (fleksibilitas) terhadap variabel terikat (rangkaian tendangan dollyo chagi dan dwi chagi) adalah sebesar 37,21%. Hasil pengukuran dari variabel bebas (power otot tungkai) terhadap variabel terikat (rangkaian tendangan dollyo chagi dan dwi chagi) adalah sebesar 55,88%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel yang lain. Dalam temuan yang telah penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara fleksibilitas dan power otot tungkai terhadap rangkaian tendangan dollyo chagi.Kata Kunci: fleksibilitas, power tungkai, dollyo chag
Usaha Peningkatkan Mental Performa Atlet Hockey Indoor: Akibat Kecemasan Kalah Bertanding
Penelitian ini bertujuan agar bisa mengetahui apakah pelatihan mental bisa mengembalikan performa pemain hockey indoor yang memiki rasa cemas dan takut kalah dalam pertandingan kejuaraan nasional di Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan kualitatif serta menggunakan metode penelitian etnografi berdasarkan penelitian studi kasus. Sasaran penyelidikan adalah club hockey indoor Lampung yang merasa cemas setelah kalah dalam satu pertandingan. Pengumpulan data ini dilakukan melalui teknik triangulasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan mental bisa kembalikan performa pada atlet yang mengalami rasa cemas akibat kekalahan. Kesimpulannya, pelatihan mental sangat penting bagi atlet dan dapat membantu atlet yang menderita kecemasan serta mengembalikan performanya ke level sebelumnya, yang bisa mengendalikan kecemasannya, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengontrol emosi.
Meningkatkan kemampuan renang gaya dada dengan mengunakan alat bantu pelampung pada anak usia dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan menggunakan alat bantu pelampung untuk meningkatkan kemampuan renang gaya dada pada peserta bina renang AANTASENA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah peserta bina renang AANTASENA sebanyak 20 orang. Dalam penelitian ini mengambil sampel dengan teknik pengambilan sampel total sampling sebanyak 20 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa renang gaya dada dengan jarak 25 meter. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan data, analisis data, dan pengujian hipotesis, maka diperoleh hasil penelitian bahwa: 1) Ada pengaruh latihan menggunakan alat bantu pelampung untuk meningkatkan kemampuan renang gaya dada pada peserta bina renang AANTASENA, dengan nilai thitung = 12,515 > ttabel = 2,262, 2) ada pengaruh latihan tanpa menggunakan alat bantu pelampung untuk meningkatkan kemampuan renang gaya dada pada peserta bina renang AANTASENA, dengan nilai thitung = 1,809 < ttabel = 2,262, 3) Latihan menggunakan alat bantu pelampung lebih efektif dibandingkan dengan latihan tanpa menggunakan alat bantu pelampung dalam meningkatkan kemampuan renang gaya dada pada peserta bina renang AANTASENA.
Kata Kunci: alat bantu pelampung, kecepatan, renang
ANALISIS LATIHAN FISIK ATLET UKM TAEKWONDO UNIVERSITAS LAMPUNG
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pembinaan latihan fisik atlet UKM Taekwondo Universitas Lampung. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan data menggunakan angket. Sampel dalam penelitian adalahatlet UKMTaekwondo Universitas Lampung yang berjumlah 30 atlet yang diambil menggunakan teknik total sampling.Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam bentukpersentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis latihan fisik atlet UKM Taekwondo Universitas Lampung berada pada kategori “sangat kurang” sebesar 3,3% (1 atlet), kategori “kurang” sebesar 43,3% (13 atlet), kategori “sedang” sebesar 30% (9 atlet), kategori “baik” sebesar 13,3% (4 atlet), dan kategori “sangat baik” sebesar 10% (3 atlet). Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar gambaran latihan fisik atlet UKM Taekwondo Universitas Lampung dalam kategori “kurang”. Kata Kunci: analisis, latihan fisik, taekwondo
Pengaruh Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Kekuatan Otot Lengan pada Kecepatan dan Kelincahan Renang Gaya Bebas
Adanya penelitian ini yaitu bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Massa Tubuh (IMT) dan menganalisis kekuatan otot pada kecepatan dan kelincahan dalam renang daya bebas. Adapun penggunaan metode adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan sistematis untuk menilai berbagai studi yang berkaitan dengan dampak IMT dan kekuatan otot lengan pada kinerja renang. Beberapa temuan penelitian menunjukkan bahwa IMT yang lebih rendah cenderung meningkatkan kecepatan renang karena daya apung yang lebih baik dan hambatan yang lebih rendah di dalam air. Selain itu, kekuatan otot lengan yang lebih tinggi erat kaitannya dengan peningkatan dorongan dan efisiensi tendangan, yang berkontribusi pada kelincahan dan kecepatan renang yang lebih baik. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keseimbangan yang optimal antara IMT dan kekuatan otot sangat penting untuk memaksimalkan kinerja, karena nilai ekstrem pada salah satu faktor dapat menghambat kemampuan renang. Penelitian ini menyintesiskan data dari berbagai sumber untuk menyoroti tren utama dan memberikan rekomendasi bagi perenang dan pelatih terkait pentingnya pengelolaan komposisi tubuh dan latihan kekuata
Pengaruh Half Squat Jump dan Split Squat Jump terhadap Peningkatan Kecepatan Tendangan Sabit pada Siswa Ekstrakurikuler Pencak Silat SMAN 1 Tulang Bawang Tengah
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan half squat jump dan split squat jump terhadap peningkatan kecepatan tendangan sabit siswa ektrakurikuler pencak silat SMAN 1 Tulang Bawang Tengah. Metode penelitian adalah eksperimen dengan desain “The Two Group Pretest-Postest Design”. Sampel yang di gunakan dalam penelitian ini berjumlah 32 orang yaitu 16 orang putra dan 16 orang putri dengan menggunakan teknik ordinal pairing. Hasil penelitian ini: 1) Ada pengaruh yang signifikan dari Half Squat Jump terhadap peningkatan kecepatan tendangan sabit Putra dan Putri, analisis data Putra t hitung = 5,884 > ttabel = 2.145 dengan α = 0,05, N = 16 dan analisis data Putri t hitung = 7,959> t tabel = 2.145 dengan α = 0,05, N = 16. 2) Ada pengaruh yang signifikan dari Split Squat Jump terhadap peningkatan kecepatan tendangan sabit Putra dan Putri, analisis data Putra t hitung = 11,248>t tabel = 2.145 dengan α = 0,05, N = 15 dan analisi data Putri t hitung = 8,192> t tabel = 2.145 dengan α = 0,05, N = 16. 3) Ada perbedaan yang signifikan antara Half Squat Jump dan Split Squat Jump terhadap peningkatan kecepatan tendangan sabit siswa Putra dan Putri dengan analisis data presentase peningkatan Half Squat JumpPutra dan Putri yaitu =17,24%, 13,88% sedangkan persentase peningkatan Split Squat JumpPutra dan Putri yaitu =17,48%, 13,97% sehingga dapat disimpulkan bahwa Split Squat Jump lebih berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kecepatan tendangan sabit pada siswa Putra dan Putri pencak silat SMAN 1 Tulang Bawang Tengah.
Kata Kunci: half squat jump, split squat jump, Kecepatan Tendangan Sabi
Upaya Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus dan Kasar pada Anak Usia Dini: Literatur Riview
Perubahan kemampuan bergerak dari bayi hingga dewasa yang melibatkan berbagai aspek, seperti perilaku dan kemampuan gerak merupakan pengertian dari perkembangan motorik. Sebuah tinjauan literatur menggunakan informasi “pengertian motorik” dan “upaya meningkatkan perkembangan motorik pada anak”. Telah diperoleh 5 artikel dengan judul yang berbeda. Tujuan penelitian ini ingin menguraikan lebih detail mengenai kemampuan motorik halus kasar serta upaya meningkatkan keterampilan gerak pada masa kanak-kanak. Beberapa cara yang bisa digunakan dari hasil penelitian dengan menerapkan beberapa metode latihan upaya meningkatkan keterampilanpmotorik pada anak usia dini menunjukkan ada peningkatan keterampilanpmotorik setelah diberikan metode latihan itu, jadi penting untuk adanya upaya peningkatan motorik anak usia dini sebab amat berpengaruh pada kognitif juga psikomotornya
Pengaruh Latihan Plyometric Dan Variasi Shooting Ke Arah Gawang Terhadap Akurasi Shooting Dalam Permainan Sepak Bola
Penelitian ini membahas pengaruh latihan plymotric dan variasi shooting terhadap akurasi shooting dalam permainan sepak bola. Akurasi shooting merupakan faktor kunci dalam mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Latihan plyometric, yang melibatkan gerakan eksplotif, meningkatkan kekuatan dan daya ledak, memungkinkan pemain untuk melepaskan tembakan dengan lebih cepat dan akurat. Variasi teknik menembak, di sisi lain, memberikan pemain lebih banyak pilihan dalam situasi pertandingan yang bebeda, membuat kiper lawan lebih sulit untuk memprediksi gerakan mereka. Kombinasi kedua jenis latihan ini memiliki dampak yang signifikan terhadap ketepatan tembakan, meningkatkan peluang pemain untuk mencetak gol dn menegaskan pertandingan
efektivitas model latihan ketepatan pukulan selama 6 minggu terhadap hasil gyaku tsuki pada atlet pemula kki lampung utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model latihan ketepatan pukulan selama 6 minggu terhadap hasil gyaku tsuki pada atlet pemula KKI Lampung Utara.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian pre test-post test design. Sampel yang digunakan yaitu atlet pemula karate KKI Lampung Utara berjumlah 30 orang dengan pengelompokkan menggunakan ordinal pairing.
Instrumen yang digunakan yaitu tes pukulan gyaku tsuki. Hasil penelitian ini berdasarkan anallisis data melalui uji paired sample test diketahui nilai t hitung = 4,657 > t tabel = 2,145, maka dapat disimpulkan bahwa model latihan ketepatan pukulan selama 6 minggu efektif meningkatkan hasil pukulan gyaku tsuki pada atlet pemula KKI Lampung Utara dengan Besarnya persentase peningkatan rata-rata yaitu 28,57 %.
Kata Kunci : efektivitas, latihan ketepatan, gyaku tsuk
Hubungan antara Kekuatan Otot Lengan, Power Otot Tungkai dan Fleksibilitas terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 25 Meter pada Club Renang Tirta Pahoman
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot lengan, power otot tungkai dan fleksibilitas terhadap kecepatan renang gaya bebas 25 meter. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi. Sampel yang digunakan sebanyak 10 atlet putra dan 10 atlet putri. Teknik pengambilan data tes kekuatan otot lengan menggunakan push and pull dynamometer, tes power otot tungkai menggunakan standing broad jump, dan tes fleksibilitas menggunakan sit and reach. Teknik pengambilan data tes renang gaya bebas menggunakan stopwatch. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan (1) ada hubungan antara kekuatan otot lengan terhadap kecepatan renang gaya bebas 25 meter (putra & putri) , (2) ada hubungan antara power otot tungkai terhadap kecepatan renang gaya bebas 25 meter (putra & putri), (3) tidak ada hubungan antara fleksibilitas terhadap kecepatan renang gaya bebas 25 meter (putra & putri), (4) ada hubungan antara kekuatan otot lengan, power otot tungkai dan fleksibilitas terhadap kecepatan renang gaya bebas 25 meter (putra & putri). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan, power otot tungkai, dan hubungan yang rendah fleksibilitas terhadap kecepatan renang gaya bebas 25 meter.
Kata Kunci : kekuatan otot lengan, power otot tungkai, fleksibilitas, kecepatan renang gaya bebas 25 mete