Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
    259 research outputs found

    Description about Depression With Psychological Well Being of Elderly in Krajan, Lateng, Banyuwangi

    No full text
    Elderly is a period of entering the final stage in the span of human life and elderly is often to be a person’s golden age. Depression is a mental health problem that can be experienced by anyone, including the elderly. Psychological well-being which means that a person is able to live a good life which is a combination of good feelings and can work effectively. The adult population with mental health disorders such as anxiety and depression is 11.6% or 17.4 million of the 150 million adult population in Indonesia. In 2018 cases of depression in Indonesia were in the provinces of Central Sulawesi at 12.3%, Gorontalo at 10.3% and North Maluku at 9.7%. The purpose of this research is to identify description of depression with psychological well-beingof elderly in RT IV RW IV Krajan, Banyuwangi. In this study, the research population was the elderly living in RT IV RW IV Krajan, Lateng, Banyuwangi with the elderly age 60 years and over with the number of elderly as many as 30 people. The technique used in the research is purposive random sampling. Based on the research, it was obtained information that depression in the elderly with good category was obtained as many as 20 people or 66.7%. Depression in the elderly with sufficient category of 10 people or 33.3%. based on the studies, it can be seen that depression in the elderly in RT IV and RW IV shows a good category.   Keywords: Elderly, Depression, Psychological Well Bein

    Kepatuhan Dokter Gigi dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri: Situasi Terkini

    No full text
    Pelayanan kesehatan gigi memiliki risiko tinggi terjadinya infeksi silang. Penyebaran infeksi dapat terjadi melalui percikan darah, aerosol, dan saliva. Terjadinya penularan infeksi di praktik dokter gigi telah menjadi perhatian penting bagi masyarakat. Upaya untuk mengendalikan penyebaran infeksi salah satunya dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan pedoman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan dokter gigi dalam menggunakan APD pada situasi terkini. Penelitian ini adalah  Systematic Literature Review dengan metode PRISMA dan kualitatif dengan wawancara mendalam. Online database yang digunakan, yaitu PubMed, ProQuest, dan Scopus. Diperoleh 14 literatur internasional yang memenuhi tujuan penelitian dan kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan terhadap pengendalian penyakit infeksi meningkat setelah terjadinya pandemi. Informasi mengenai pedoman APD banyak diperoleh melalui media sosial. Mayoritas studi menyatakan bahwa ketersediaan APD menjadi hal yang penting dalam kepatuhan penggunaan APD bagi dokter gigi. Kesimpulan penelitian ini adalah kepatuhan dokter gigi dalam penggunaan APD pada saat ini masih baik. Hal ini didukung dengan meningkatnya pengetahuan mengenai penyakit infeksi, mengikuti pelatihan penggunaan APD, dan ketersediaan APD yang telah mudah diperoleh

    Kesiapsiagaan Puskesmas Talise Kota Palu Dalam Menghadapi Bencana Covid-19

    No full text
    Bencana (disaster) menurut World Health Organization (WHO) adalah setiap kejadian yang menimbulkan kerusakan, gangguan ekologis, hilangnya nyawa manusia atau memburuknya kesehatan atau pelayanan kesehatan yang memerlukan tanggapan. Menurut Worldometer (2020) per hari ini, 14 Mei 2020, dengan total kasus virus corona meningkat menjadi 4.490.958, dan total kematian 301.616. Sulawesi Tengah merupakan daerah yang paling terpapar ke-21 dari 34 provinsi di Indonesia, dengan 115 terkonfirmasi positif, 24 di antaranya 21% telah pulih, dan 4 orang 3% meninggal. Di Kota Palu sendiri, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Talise yaitu di perumahan dosen, penyebaran Covid-19 sudah mencapai 30 persen bahkan sudah mencapai 17 persen kematian. Lokasi penelitian : Puskesmas Talise Kota Palu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran Kesiapsiagaan Puskesmas Talise Kota Palu dalam menghadapi bencana. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil ditemukan penelitian menunjukkan bahwa kesiapan respon tanggap darurat cukup. penambahan atau pengadaan segi peralatan dan teknologi masih kurang, dan juga pengecekan suhu tubuh maupun screening tidak dilaksanakan secara terus menerus sampai saat ini, pengendalian teknis dari segi pengaturan tata letak belum terlalu baik kemungkinan karena keterbatasan bangunan. Disarankan meningkatkan respon tanggap darurat, penambahan pengendalian teknis dari segi peralatan, pengaturan tata letak ruangan, dan teknologi diperhatikan dan dijalankan secara terus meneru

    Analisis Perilaku Konsumsi Makanan Dan Minuman Manis Terhadap Prediabetes Remaja Di Kota Jayapura

    No full text
    Obesitas adalah karakteristik dari fase prediabetes. Lebih dari 340 juta anak dan remaja berusia 5-19 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas di dunia. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku konsumsi makanan dan minuman manis terhadap prediabetes pada remaja. Jenis penelitian menggunakan survey cross sectional, yang dilaksanakan Agustus 2023. Data diperoleh dengan pengukuran tinggi badan, berat badan, aktivitas sedentary, dan frekuensi makan makanan dan minuman manis. Sampel dalam penelitian adalah remaja usia 15-19 tahun di Kota Jayapura berjumlah 100 responden dengan teknik Accidental Sampling. Analisis data dengan uji chi-square dan Confidence Interval 95% / a= 0,05. Terdapat sebanyak 7 remaja (7,00%) obesitas, dan 24 remaja  (24,00%) kelebihan berat badan, rata-rata usia remaja 16 tahun, paling banyak remaja perempuan (75,0%), perilaku sedentary remaja pada hari kerja sebanyak 25% pada kategori tinggi (> 5 jam/hari), perilaku sedentary remaja pada akhir pekan sebanyak 31% pada kategori tinggi, 63% remaja jarang mengkonsumsi minuman manis 63%, dan 60% remaja jarang mengkonsumsi makanan manis. Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku sedentary pada akhir pekan dengan kejadian obesitas pada remaja (p=0,032), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, perilaku sedentary pada hari biasa, frekuensi minuman dan makanan manis dengan kejadian overweight pada remaja. Faktor yang mempengaruhi kejadian overweight pada remaja di Kota Jayapura adalah perilaku sedentary pada hari libur. Diharapkan pihak sekolah menginisiasi penyelenggaran kantin sehat, edukasi bahaya makanan dan minuman manis, serta kegiatan yang mendorong remaja untuk melakukan aktivitas fisik guna mencegah terjadinya obesitas pada remaja

    Sistem Informasi Geografis Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kasus Diare di Kabupaten Sidoarjo Tahun 2019

    No full text
    Sistem Informasi Geografis (SIG) di bidang kesehatan telah dikenal luas sebagai alat bantu surveilans, bahkan pada tingkat lanjut SIG dapat digunakan untuk memprediksi atau meramalkan suatu kejadian penyakit berdasarkan faktor risiko. SIG dapat membantu dalam menentukan rencana pencegahan dan pengendalian, dua diantaranya yaitu dengan melakukan pemetaan dan analisis faktor apa saja yang mempengaruhi kasus diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan dan analisis faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kasus diare di Kabupaten Sidoarjo tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kecamatan di Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2019, yaitu sejumlah 18 kecamatan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua total populasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemetaan untuk menggambarkan sebaran data di tiap wilayah dan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap jumlah kasus diare menggunakan aplikasi GeoDa. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Waru, Taman, Sidoarjo, dan Gedangan. Jumlah puskesmas terbanyak terdapat di Kecamatan Sidoarjo. Jumlah jamban sehat terbanyak terdapat di Kecamatan Sidoarjo, Candi, Taman, dan Waru. Jumlah kasus diare dipengaruhi oleh kepadatan penduduk (p=0,00611) dan jumlah jamban sehat (p=0,00514). Penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi jumlah kasus diare adalah kepadatan penduduk dan jumlah jamban sehat, sedangkan variabel jumlah puskesmas tidak berpengaruh

    Peningkatan Literasi Kesehatan dan Pengetahuan Tentang Food Traffic Light System Pada Mahasiswa Politeknik Karya Persada Muna

    No full text
    Penelitian ini berdasar pada masalah pergeseran penyakit tidak menular (PTM) pada remaja di Indonesia yang terus meningkat sejak tahun 2013 hingga sampai saat ini dan salah satu penyebab PTM adalah pola makan tidak sehat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan dan pengetahuan pada mahasiswa Politeknik Karya Persada Muna tentang kantin dengan food traffic light system. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi experiment dengan desain one group pre test dan post test pada mahasiswa (n = 50 responden).  Pengumpulan data melalui kuesioner yang dibagikan sebelum dan setelah pelatihan. Pengumpulan data melalui wawancara digunakan sebagai data pendukung kuantitatif. Metode analisis data menggunakan n software SPSS tipe 20. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan literasi kesehatan mahasiswa yang artinya secara statitistik bermakna karena nilai p<0,05, yaitu p-value= 0,000. Hasil wawancara menunjukkan bahwa akses dalam mencari informasi mahasiswa masih rendah. Terdapat peningkatan pengetahuan mahasiswa yang artinya secara statistik bermakna karena nilai nilai p<0,05, yaitu p-value= 0,000. Hasil wawancara menunjukkan bahwa dengan adanya pelatihan dapat menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan tentang food traffic light system, meskipun terdapat beberapa mahasiswa yang tidak mengalami peningkatan setelah pelatihan. Dengan adanya pelatihan dapat meningkatkan literasi kesehatan dan pengetahuan pada mahasiswa

    Gambaran Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Provinsi Jawa Timur: Gambaran Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada seluruh Bayi usia 0-12 di Provinsi JawaTimur pada tahun 2016 hinga 2018

    No full text
    Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu daerah dengan angka kasus PD3I yang cukup tinggi, salah satunya jumlah kasus campak di tahun 2014 yaitu 1.071 kasus dan meningkat menjadi 2.937 kasus di tahun 2016. Terdapat ketimpangan antara tingginya kasus PD3I di Provinsi Jawa Timur yang tidak sesuai dengan cakupan pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada bayi di Provinsi Jawa Timur yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada bayi usia 0-12 bulan di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh bayi di Provinsi Jawa Timur yang melakukan Imunisasi Dasar Lengkap pada tahun 2016 hingga tahun 2018 yang tersebar di 29 kabupaten dan 9 kota. Pelaksanaan penelitian ini pada bulan Januari 2019 di Dinas Kesehatan Provinsi. Di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2016 dari 571.137 bayi yang mendapat imunisasi lengkap 561.877 bayi (98,38%). Pada tahun 2017 dari 567.589 bayi yang mendapatkan imunisasi lengkap yaitu 547.362 bayi (96,44%). Pada tahun 2018 dari 562.943 bayi yang mendapatkan imunisasi lengkap sebanyak 532.181 bayi (94,54%). Penurunan angka cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada bayi juga membuktikan masih adanya beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur yang belum mencapai target nasional. Belum semua bayi usia 0-12 bulan di Provinsi Jawa Timur mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap. &nbsp

    Breastfeeding Self-Efficacy dan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Kota Bandar Lampung

    No full text
    Pemberian ASI eksklusif 6 bulan awal kehidupan mampu mengurangi 13% angka kematian balita serta jadi salah satu strategi pengukuran dalam upaya menaikkan status gizi serta kelangsungan hidup balita. Hasil Riskesdas tahun 2021 menunjukkan bahwa pemberian ASI Eksklusif sampai usia bayi 6 bulan di Indonesia masih rendah, yaitu hanya sebesar 52,5%. Kegagalan pemberian ASI eksklusif kerap menjadi masalah bagi para ibu menyusui. Permasalahan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pengetahuan, sosial support, keyakinan diri untuk menyusui atau breastfeeding self-efficacy (BSE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan breastfeeding self-efficacy (BSE) dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu di wilayah kerja Puskesmas Korpri Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Korpri Kota Bandar Lampung. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara breastfeeding self-efficacy dengan keberhasilan ASI Eksklusif. Peningkatan breastfeeding self-efficacy pada ibu menyusui dapat menjadi kegiatan rutin yang harus dilaksanakan oleh tenaga kesehatan

    HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU, PENGETAHUAN, DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI SURABAYA UTARA

    No full text
    Terhitung per 20 Juli 2021, Kota Surabaya merupakan kota dengan kasus konfirmasi COVID-19 tertinggi di Provinsi Jawa Timur dengan faktor risiko utama yaitu pada pasien dengan komorbid, salah satunya tuberkulosis. Pengurangan risiko terinfeksi COVID-19 dengan penerapan protokol kesehatan oleh pasien tuberkulosis tidak hanya dapat menurunkan beban COVID-19, tetapi juga dapat mengurangi ko-infeksi kedua penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu (usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir), pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada pasien tuberkulosis di wilayah Puskesmas Surabaya Utara. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada pasien tuberkulosis di wilayah puskesmas Surabaya Utara dengan jumlah sebanyak 104 responden yang diambil menggunakan stratified sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online dan offline pada bulan Agustus 2021. Analisis data menggunakan analisis univariate dan bivariate dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden mayoritas berusia <60 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan tinggi atau ≥SMA, memiliki pengetahuan kurang terkait COVID-19 dan sikap positif terkait COVID-19. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa, usia dan jenis kelamin tidak berhubungan (p=1,000; p=0,954). Pendidikan terakhir, pengetahuan terkait COVID-19, dan sikap terkait COVID-19 berhubungan (p=0,020; p=0,000; p=0,000). Kesimpulan penelitian adalah pendidikan tinggi, pengetahuan yang baik serta adanya sikap positif akan membentuk perilaku pencegahan COVID-19

    Penggunaan Kontrasepsi pada Remaja Pasangan Usia Subur

    No full text
    Kehamilan yang terjadi pada usia remaja cukup berisiko bagi kondisi kesehatan ibu dan bayinya. Untuk menunda kehamilan dini maka dianjurkan penggunaan kontrasepsi pada ibu remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengetahuan, persepsi, dukungan keluarga, dan akses media & informasi antara remaja yang menggunakan kontrasepsi dan tidak menggunakan kontrasepsi pada usia <21 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah perempuan usia 15-24 tahun yang menikah di usia <21 tahun di Kota Jayapura, dengan besar sampel 196 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik repsonden. Analisis bivariat untuk uji hipotesis menggunakan uji t independent. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan (p= 0.010) dan persepsi (p= 0.000) antara remaja pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi pada usia <21 tahun dengan yang tidak menggunakan. Ada perbedaan dukungan keluarga (p= 0.000) antara remaja pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi dengan yang tidak menggunakan. Ada perbedaan akses media dan informasi (p= 0.003) antara remaja pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi dengan yang tidak menggunakan kontrasepsi. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, persepsi, dukungan keluarga serta akses media dan informasi berhubungan signifikan dengan penggunaan kontrasepsi di usia <21 tahun.   Kata Kunci: Kontrasepsi; Pengetahuan; Persepsi; Dukungan keluarga, Akses media & informas

    17

    full texts

    259

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇