Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
    259 research outputs found

    Overview Of Nurse\u27s Workload In The Emergency Room Of The Undata Hospital, Central Sulawesi Province

    No full text
    In Undata hospitals there are 31 nurses in the emergency room. This is not comparable to the number of emergency room visits in the last three years, which increased from 2016 as much 13,571 people, 2017 increased by 14,508 people, and 2018 sending 15,597 people. Whereas the average number of patient visits each day is 60 patients. Based on the calculation formula according to Gillies (1994) in Idris (2017), the emergency room requires 36 nurses. While nurses in the emergency room Undata Hospital only amounted to 31 people. This study aims to look at the description of the workload of nurses in the Emergency Room Installation (IGD) Undata Hospital of Central Sulawesi Province. This type of research uses quantitative research with a descriptive approach. The research sample of 31 respondents with inclusion criteria nurses who work in the emergency room and nurses who are not in a state of work and education leave. The results showed that direct nursing activities, namely respondents stated weight as much as 31 people (100%), and indirect nursing activities, namely respondents stated weight as much as 31 people (100%). Hospital management should pay attention to the nurses workload again, by increasing the number of nurses in the emergency room, referring to the Republic of Indonesia Ministerial Regulation No. 340 article 11 of 2010, type B hospital care ratio that is 1 nurse serving 1 patient and evaluating performance nursing regularly to improve the quality of nursing care.   &nbsp

    Analysis of Turbidity Test Bottled Drinking Water In Banyuwangi District

    No full text
    Bottled drinking water (AMDK) is raw water that is processed, packaged and safe to drink (meets physical, chemical and bacteriological requirements) including mineral water and demineralized water. The physical requirements for drinking water quality include color, taste, turbidity and odor. The purpose of this study is to determine the turbidity of bottled drinking water circulating in Banyuwangi with the measurement method using a Turbidimeter. This is observtional research was conducted in April 2019 with 13 samples. The sampling technique used is purposive sampling. The average result of measurement of water turbidity level is 0.31 NTU, meaning that it meets the SNI 01-3553-2006 standard on Bottled Drinking Water so that it is safe to consume if viewed from turbidity parameters. Bottled Drinking Water is said to be feasible and safe to consume if it meets the requirements specified in SNI 01-3553-2006 concerning Bottled Drinking Water, which does not exceed the maximum threshold value that has been determined. Turbidity or turbidity of bottled drinking water (AMDK) originating from mountain springs raw water sources has a lower value compared to turbidity AMDK with groundwater raw water sources

    ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN SCHISTOSOMIASIS DI DESA PUROO KECAMATAN LINDU KABUPATEN SIGI TAHUN 2014

    No full text
    Schistosomiasis merupakan penyakit parasitik yang disebabkan oleh infeksi cacing yang tergolong dalam kelas trematoda, genus Schistosoma. Penyakit ini merupakan penyakit zoonosis sehingga sumber penularan tidak hanya pada penderita manusia saja tetapi semua hewan mamalia yang terinfeksi. Sulawesi Tengah merupakan satu-satunya provinsi dari 34 provinsi di Indonesia yang endemis Schistosomiasis. Penyakit ini terdapat di 2 kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Tengah, tepatnya di Kabupaten Sigi Kecamatan Lindu dan Kabupaten Poso. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kejadian Schistosomiasis di Desa Puroo Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control study. Jumlah sampel yaitu 64 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan semua variabel tidak dapat dianalisis dengan uji OR karena terdapat sel bernilai 0 akan tetapi dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan melihat nilai Fisher’s Exact. Jenis pekerjaan merupakan faktor risiko terhadap kejadian Schistosomiasis dengan nilai (ρ = 0,000), penggunaan jamban merupakan faktor risiko terhadap kejadian Schistosomiasis dengan nilai (ρ = 0,000), penggunaan air bersih merupakan faktor risiko terhadap kejadian Schistosomiasis dengan nilai (ρ = 0,000), keberadaan tempat tinggal merupakan faktor risiko terhadap kejadian Schistosomiasis dengan nilai (ρ = 0,000). Para pekerja seharusnya memiliki kesadaran diri yang tinggi agar menggunakan alat pelindung diri ketika bekerja serta selalu berperilaku hidup bersih dan sehat

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MAKAN PADA REMAJA SMA NEGERI 1 PALU

    No full text
    Perilaku makan adalah suatu keadaan yang menggambarkan perilaku seseorang terhadap tata krama makan, frekuensi makan, pola makan, kesukaan makan, dan pemilihan makanan. Konsumsi zat gizi yang tidak optimal berkaitan dengan kesehatan yang buruk. Bila konsumsi zat gizi selalu kurang dari kecukupan maka seseorang akan mengalami gizi kurang, sebaliknya jika konsumsi melebihi kecukupan akan menderita gizi lebih dan obesitas. Konsumsi zat gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan akan membantu remaja mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku makan terbagi atas faktor eksternal dan internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku makan pada remaja SMA Negeri 1 Palu”. Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi berjumlah 921 orang dan jumlah responden sebanyak 91 orang, menggunakan teknik proportional random sampling. Data penelitian ini diuji secara statistik dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendapatan orang tua (ρ= 0,004) dan pengetahuan gizi (ρ = 0,000) dengan perilaku makan. Dengan pendapatan yang diperoleh, keluarga dapat mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti tahu, tempe, ikan, sayur-sayuran yang harganya relatif terjangkau. Melalui pengetahuan gizi, responden menjadi tahu bahwa kesehatan berhubungan erat dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Dalam penelitian ini ditemukan pula tidak ada hubungan antara teman sebaya (ρ= 1,000) dengan perilaku makan. Mayoritas responden masih tinggal bersama orang tua sehingga orang tua masih memegang peranan penting dalam membentuk perilaku makan anak

    Physical Potential Hazards On The Palm Oil Processing Of PT.Perkebunan Nusantara VII 2019

    No full text
    Identification of potential hazards is the basis of modern occupational safety management and hazards can threaten whenever and wherever including the agricultural sector. To develop the economic strength of the agricultural sector, it is necessary to increase productivity. One way that can be done is to increase employee productivity through the Employee Safety and Health program. The purpose of this study was to determine the potential physical hazards in the PPKS PTPN VII Bekri Business Unit. This type of research is interviews and observations that aim to find an overview of the assessment of physical potential hazards in the palm oil processing PT. Perkebunan Nusantara VII Bekri business unit. The physical potential hazards found in the Palm Oil Processing Plant (PPKS) are the potential hazards of noise generated by machines> 85dB, hot working climate inside the factory, vibrations from the processing process, and improper lighting in the factory. Physical potential hazards contained in the PPKS unit are auditory and non-auditory disturbances on the dangers posed by noise, headaches and dehydration as well as attacks that can arise due to heat, discomfort due to inappropriate lighting resulting in potential work accidents and the appearance of musculoskeletal disorders due to a potential vibration hazar

    Dementia Rating Scale Pada Lansia di RW 1 Kelurahan Cungking Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    The problems that occur in the elderly in RW 01 Cungking Village, Banyuwangi Regency are living alone, inability to remember posyandu time and inability to come without assistance so that the number of elderly posyandu arrivals has decreased. The research objective is to identify the level of dementia according to gender in the elderly RW 01 . This research is a quantitative study with cross sectional design. Data collection using the Dementia Rating Scale questionnaire instrument designed by Steven Mattis. The population and research sample consisted of 20 elderly people who were taken based on non random sampling techniques with purposive sampling. The results of the study were 15 people (71.4%) 15 did not have dementia, and 3 people (14.3%) had mild dementia and 3 people (14.3%) had moderate dementia. Women are more predominantly experiencing dementia than men. Mild dementia in women as many as 3 people (100.0%) and no man has mild dementia. Medium dementia were 2 people (66.7%) and 1 person (33.3%) men. The conclusion of measuring dementia is that most respondents did not experience dementia but still found respondents with mild and moderate dementia status. Most of the research respondents were female with a higher incidence of dementia than men. Suggestion of research results is to make efforts to monitor the health of the elderly, especially dementia because if there is an increase in elderly sufferers it will affect productivity.   &nbsp

    Hygiene and Sanitation of Refill Drinking Water Depo at Kertosari Banyuwangi District

    No full text
    Air merupakan suatu kebutuhan yang harus terpenuhi dalam menjalani kehidupan, salah satunya adalah terpenuhinya kebutuhan air minum. Saat ini, masyarakat lebih memilih air minum yang berasal dari Depot Air Minum (DAM) dalam memenuhi kebutuhan air minum karena ternilai relatif lebih murah. Tujuan Penelitian ini yakni untuk mengetahui higiene sanitasi Depot Air Minum (DAM) yang terdapat di wilayah kerja puskesmas kertosari Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dan data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Populasi penelitian yakni 14 DAM di Wilayah kerja Puskesmas Kertosari, dimana sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan besar sampel 10 DAM. Instrumen Penelitian menggunakan check list yang terdapat pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum. Hasil yang didapatkan dengan variable penelitian yang meliputi kondisi higiene sanitasi tempat DAM, kondisi higiene sanitasi peralatan DAM dan kondisi higiene sanitasi penjamah DAM di wilayah kerja puskesmas kertosari menghasilkan beberapa variabel yang sudah sesuai dengan standar dan terdapat variabel yang masih belum sesuai dengan standar, terutama pada variabel higiene dan sanitasi penjamah meliputi 50% tempat sampah tidak memenuhi syarat, 70% tidak memiliki fasilitas cuci tangan dan 100% penjamah tidak melakukan cuci tangan ketika melayani konsumen. Disarankan untuk pihak penjamah untuk menyediakan fasilitas cuci tangan agar dapat mempermudah cuci tangan ketika melayani kosumen, dan menyediakan tempat sampah agar lebih mudah membuang sampah, serta tempat sampah yang harus dipenuhi harus tertutup. Penjamah juga disarankan memakai baju kerja khusus ketika bekerja. &nbsp

    HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) UNDATA PALU

    No full text
    Manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan organisasi yang dibuat atas dasar berbagai visi dan misi. Peran dan tujuan organisasi tersebut dapat dicapai salah satunya dengan memperhatikan komitmen dari anggota organisasi. Komitmen organisasi dari setiap anggota dipengaruhi banyak faktor diantaranya budaya organisasi dan gaya kepemimpinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan budaya organisasi dan gaya kepemimpinan dengan komitmen organisasi perawat. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada perawat yang berstatus PNS pada 10 Ruang Rawat Inap RSUD Undata Palu yang berjumlah 100 orang dengan metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Metode pengolahan data menggunakan program SPSS dengan menggunakan uji chi square yaitu untuk mengetahui arah dan kekuatan hubungan antara budaya organisasi dan gaya kepemimpinan dengan komitmen organisasi pada perawat yang bersifat kategori. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ternyata gaya kepemimpinan otoriter dan laissez faire tidak berhubungan dengan komitmen organisasi sedangkan gaya kepemimpinan demokratis dan budaya organisasi berhubungan dengan komitmen organisasi perawat di ruang rawat inap RSUD Undata Palu. Adapun saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian ini yaitu memperhatikan dan mempertimbangkan mengenai ketetapan, nilai atau aturan yang menjadi budaya organisasi serta memperhatikan gaya kepemimpinan yang digunakan dalam setiap situasi untuk meningkatkan komitmen organisasi

    THE EFFECT OF MASASE COUNTERPRESSURE ON LABOR PAIN KALA ONE ACTIVE PHASE IN MOTHER BIRDS IN BPM SETIA

    No full text
    Background & Objective: Labor pain can cause stress which can cause excessive hormone release such asketocolamine and steroids. Pain can be reduced by pharmacological techniques and non-pharmacologicaltechniques. Pharmacological techniques using analgesic drugs, while non-pharmacological techniques arepain control by using counterpressure techniques that reduce pain sensations by inhibiting pain from thesource. The purpose of this study was to determine the effect of counterpressure massage on labor pain kalaone active phase in maternity at BPM Setia. Material and Method: This research is Quasi Experimentalwith one group pretest and posttest design with a population of all mothers giving birth during the activephase at Setia BPM and a sample of 15 respondents. Data analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test.Result: The scale of pain before counterpressure massage was performed in the first phase of activematernity, 9 respondents (60.0%) experienced severe pain, moderate pain as many as 3 respondents (20%)and very severe pain 3 respondents (20%). The scale of pain after counterpressure massage, mild pain 2respondents (13.3%), moderate pain 9 respondents (60.0%) and experiencing severe pain 4 respondents(26.7%). The bivariate analysis showed p-value = 0,000. Conclusion: There were significant differences inpain before and after counterpressure massage in the first maternal phase of active at Setia BPM.Suggestions for midwives to be able to apply counterpressure massage techniques to reduce labor pain whenI am the active phase of maternity

    17

    full texts

    259

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇