Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
259 research outputs found
Sort by
Faktor Yang Berhubungan Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Balinggi: Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil
ABSTRAK
SUTRININGSIH. Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Balinggi, Kecamatan Balinggi (dibawah bimbingan Sitti Radhiah)
Peminatan Biostatistik, KB, Dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Tingkat kecemasan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu hamil maupun janin yang ada di dalam kandungan. Angka kecemasan pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan data yang diperoleh terdapat 373 juta orang ibu hami, yang mengalami kecemasan sebanyak 107 juta (28,7%). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Balinggi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 75 ibu hamil yang diambil melalui teknik Non Probability Sampling dengan teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling. Pengumpulan data mengunakan kuisioner, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara usia ibu hamil (p=0,004), pengetahuan (p=0,004), pendapatan (p=0,003), riwayat komplikasi kehamilan (p=0,004) dan dukungan keluarga (p=0,003) dengan tingkat kecemasan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Balinggi. Saran yaitu tenaga kesehatan sebaiknya memberikan pemahaman kepada keluarga ibu hamil untuk melakukan posyandu dan pemeriksaan kehamilan secara teratur disamping itu juga diharapkan partisipasi dari keluarga memberikan motivasi dan dukungan sehingga ibu hamil siap menjalani proses kehamilannya hingga pasca melahirkan.
Kata Kunci : Ibu Hamil, Tingkat Kecemasan, Pengetahuan, Komplikasi Kehamilan, Dukungan Keluarga.
 
Faktor yang Berhubungan dengan Kesiapsiagaan Bencana Banjir Pada Pelompok Rentan di Desa Beka Kabupaten Sigi
Selama sepuluh tahun terakhir (2008-2017) kejadian bencana global telah meningkat sebesar 60%, yang telah menyebabkan hilangnya 2 juta orang, 4,2 juta orang terluka dan orang-orang terlantar, serta 33 juta orang yang tidak terlantar dan total terkena dampak bencana sekitar 3 miliar orang. Provinsi Sulawesi Tengah sering kali dilanda bencana banjir di beberapa wilayah, khususnya di Desa Beka yang letaknya dekat dengan sungai Kalipondo. Kejadian bencana banjir di Desa Beka terjadi pada tahun 2018-2020 sebanyak 5 kali dan pada tahun 2021 sebanyak 2 kali dengan kerugian materi cukup besar dan tidak terdapat korban jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan bencana banjir kepada kelompok rentan di Desa Beka Kabupaten Sigi . Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dan dalam pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Total sampel penelitian ini sebanyak 73 responden. Analisis data yang diperoleh dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dengan kesiapsiagaan bencana banjir kepada kelompok rentan di Desa Beka Kabupaten Sigi dari pengetahuan (p=0,024) dan sistem peringatan dini (p=0,026), serta tidak ada hubungan antara sikap (p=0,099) dan rencana tanggap darurat (p=1,000) terhadap kesiapsiagaan bencana banjir kepada kelompok rentan di Desa Beka Kabupaten Sigi. Adapun saran dalam penelitian ini pihak aparat desa harus lebih aktif dalam memberikan pemahaman serta pelatihan mengenai kesiapsiagaan bencana banjir kepada masyarakat kelompok rentan.
 
PENGARUH PEMBERIAN TABLET FE DAN PISANG AMBON TERHADAP KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL ANEMIA TRIMESTER III: di Polindes Mondokan Kabupaten Tuban
ABSTRAK
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar Hb dibawah 11 gr % pada trimester I dan III atau kadar < 10,5 gr % pada trimester II. Tujuannya untuk Pemberian Tablet Fe dan Pisang Ambon terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Anemia Trimester III.
Desain analitik pendekatan Quasy Experiment, variabel independen tablet fe dan pisang ambon, dependen kenaikan kadar hemoglobin. Populasi Ibu hamil anemia trimester III di Polindes Mondokan 18 orang dan sampel 16 responden. Teknik simpel random sampling dan pengumpulan data pre-post test Hb, uji statistik McNemar.
Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS for windows dengan tingkat kemaknaan α = 0,005 diperoleh nilai p = 0,031.
Disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian tablet Fe dan Pisang Ambon terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia trimester III. Pemberian tablet Fe bersamaan dengan Pisang Ambon C lebih efektif dalam meningkatkan kadar hemogobin.
Kata Kunci : Anemia dalam kehamilan, tablet Fe dan Pisang Ambo
Faktor yang Mempengaruhi Lost To Follow-Up Pasien HIV-AIDS Dengan Terapi ARV Pada Kelompok LSL
Based on the situation report on the development of HIV-AIDS & PIMS, HIV-AIDS first appeared in Indonesia in 1987 and spread to 463,000 cities and districts (90.07%). HIV-AIDS cases continue to increase every year, reaching 349,882 HIV cases and 117,064 AIDS cases. However, not everyone who is HIV positive is diagnosed. According to the Indonesian Ministry of Health (2019), there were 244,142 HIV-AIDS sufferers who received ARV therapy (70% of the total), but only 115,750 people (33%) received regular treatment, and 55,508 people stopped their treatment. The aim is to analyze the factors that influence lost to follow-up ARV therapy in the MSM group. The research method is analytical observation with a case control approach. Population of HIV-AIDS patients who have lost to ARV follow-up and HIV-AIDS patients on active ARV therapy. The sample in this study was 66 patients using a cluster random sampling technique. Data analysis uses logistic regression test. Results: analysis for adherence to ARV therapy ρ-value 0.367 > α (0.05), family support ρ-value 0.049 < α (0.05), and perceived severity ρ-value 0.014 < α (0.05). The conclusion is that there is an influence between family support and perceived severity. Suggestions for patients to be more open about their health status
Analysis of Factors Influencing Clean and Healthy Behavior in Penjaskesrek Students at Musamus University, Merauke
The application of a clean and healthy lifestyle (PHBS) is an effort to prevent individuals or communities from getting health problems. Cultivating PHBS awareness can be carried out in tertiary institutions as formal institutions that function to educate students. This study aims to determine the factors that influence the implementation of healthy and clean living in Penjaskesrek students at Musamus University. This research is an analytic survey research using a cross sectional approach. The number of samples in this study were 44 respondents. The sampling technique uses nonprobability sampling with total sampling technique. The data collection method uses a questionnaire distributed online to students. Data analysis using the SPSS application program. The results showed that the results of the study obtained factors that influenced PHBS of Physical Education, Health and Recreation students at Musamus University, including attitudes (P value 0.027 and OR 0.000), the role of lecturers (P value 0.085 and OR 4.200). It was concluded in this study that the most dominant factor in PHBS for Physical Education, Health and Recreation students at Musamus University was the role of the lecturer with a Prevalence Ratio (RP) value of 0.945. It is hoped that the Musamus University campus will be able to launch a PHBS program within Musamus University and provide support to students to carry out PHBS in the campus environment
evaluasi program dalam upaya penanganan stunting di wilayah kerja puskesmas Talaga Raya
Stunting adalah masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi yang terjadi secara berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badan yang berada di bawah standar yang sesuai dengan usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Talaga Raya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana teknik purposive sampling digunakan untuk memilih informan. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang, yang terdiri dari 1 kepala puskesmas, 1 petugas gizi, 1 petugas promosi kesehatan, 1 kader posyandu, serta 1 ibu dari balita yang menderita stunting. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan seluruh informan. Berdasarkan hasil penelitian, program penanganan stunting yang dikenal dengan Gerakan Siap Turunkan Stunting (GESTURING) telah diterapkan dengan cukup baik. Program ini meliputi beberapa aspek penting, yaitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pemantauan pertumbuhan dan kesehatan anak, edukasi kepada ibu-ibu balita, serta rujukan medis jika diperlukan. Meskipun program ini berjalan cukup optimal, masih terdapat beberapa hambatan dalam implementasinya, namun hambatan tersebut dapat diatasi dengan baik. Dengan adanya program ini, terjadi penurunan signifikan dalam jumlah kasus stunting di wilayah Puskesmas Talaga Raya, dari 72 (9,5 %) anak menjadi 34 anak (4,5%). Kesimpulannya, program penanganan stunting ini akan terus dilaksanakan dan ditingkatkan untuk menjaga dan memperbaiki hasil yang telah dicapai.
 
Pola Asuh sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-24 bulan di Kecamatan Mantikulore Provinsi Sulawesi Tengah
kronis sehingga anak menjadi pendek diantara anak seusianya dengan nilai z-score panjang badan (PB/U) atau tinggi badan (TB/U) kurang dari -2 Standar Deviasi (SD). Salah satu faktor risiko yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita adalah pola asuh, anak yang mendapatkan pola asuh yang kurang baik cenderung berisiko 2 kali lebih besar mengalami stunting jika dibandingkan dengan anak yang mendapat pola asuh baik dimana pola asuh yang dimaksud meliputi pengasuhan makan anak, perawatan dasar anak, personal hygiene dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif (retrospective study dengan rancangan case control study) dan kualitatif atau mix method research dengan model campuran sekuensial eksplanatori. Variabel bebas yaitu pola asuh, dan variabel terikat yaitu stunting. Sampel penelitian ini adalah seluruh anak berusia 6-24 bulan di puskesmas pada Kecamatan Mantikulore, serta orang tuanya yang bertempat tinggal di lokasi penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dengan melakukan pengukuran ulang, kuesioner terstruktur, dan wawancara mendalam. Analisis bivariabel dengan menggunakan uji chi-square, sedangkan analisis multivariabel menggunakan logistic regression dengan p-value <0,05. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pola asuh dengan kejadian stunting dimana anak dengan pola asuh kurang baik berisiko 2,66 kali lebih besar mengalami stunting. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling dominan terhadap kejadian stunting adalah pola asuh. Kesimpulan yaitu pola asuh merupakan faktor risiko kejadian stunting. Oleh karena itu diharapakan untuk dinas terkait untuk memberikan edukasi berkala serta pendampingan kepada keluarga bayi terutama ibu terkait pola asuh yang bai
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan TB Paru: Studi Kasus pada Keluarga yang Tinggal Serumah dengan Penderita di Kecamatan Terisi
Tuberculosis is a globally concerning disease. To break the chain of transmission, preventive efforts against Pulmonary Tuberculosis (TB) are necessary for family members living with TB patients. The aim of this study is to determine the factors influencing TB prevention behavior among families living with TB patients in Terisi District. The research employs quantitative analytical methods with a Cross-Sectional approach. The study population consists of all family members living with TB patients in Terisi District, totaling 86 respondents. Data analysis involves univariate, bivariate, and multivariate analyses. Bivariate analysis utilizes the Chi-Square test, while multivariate analysis employs Multiple Logistic Regression. Independent variables studied include the impact of perceived susceptibility, severity, benefits, barriers, and cues to action on the dependent variable, the TB prevention behavior of family members. Bivariate analysis results indicate significance for perceived susceptibility (P value=0.002), severity (P value=0.000), benefits (P value=0.014), barriers (P value=0.105), and cues to action (P value=0.008). Multivariate analysis reveals that perceived severity holds the greatest influence on TB prevention behavior (OR=25.144). Recommendations from this study include providing education on TB prevention and establishing TB advocates who guide and motivate family members in TB prevention. Thus, it is hoped that family members residing with TB patients will consistently adopt TB prevention behavior
Perbedaan Pola Asuh Kesehatan Oral dan Literasi Kesehatan Oral antara Anak Stunting dengan Anak Sehat
Purpose: This study aims to examine the influence of oral health literacy and oral health care behavior of stunted toddlers. Methods: observational study with a case control approach. The population includes 3 sub-districts in Palaran District which is one of the loci for handling stunting in Samarinda City. The number of samples in this study was 90 cases: 180 controls with a total of 270 respondents, mothers of toddlers. Variables are oral health literacy, social demographics, oral health care parenting patterns. , and def-t index. The instrument used was Health Literacy Dentistry-Indonesian Version (HeLD-ID). Data were analyzed using the crossectional test Result: The results showed that the largest proportion of childhood caries is found in stunted children (27.8%). There are differences in the level of maternal education and the incidence of stunting between the case and control groups. (p value= 0.019). Interventions are needed that integrate oral health literacy education with improving nutritional intake, especially for stunted toddlers
Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Safety Riding Siswa Kelas XII SMA Negeri 4 Palu
Berdasarkan data SatLantas Polresta Palu tahun 2023 tercatat Kecamatan Palu Barat memiliki proporsi kasus kecelakaan sebesar 25% dari total kecelakaan lalu lintas di Kota Palu sebanyak 826 kasus dan tercatat sebanyak 9 kasus meninggal dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berpengaruh dengan perilaku safety riding terhadap siswa SMA Negeri 4 Palu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional, penelitian ini telah dilaksanakan di SMA Negeri 4 Palu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas XII SMAN 4 Kota Palu yang berjumlah 400 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini di tentukan dengan cara sampling acak berstrata (Proportioned Stratified Random Sampling) dengan total sampel sebanyak 100 responden. Pengambilan data menggunakan kuisioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian menunjukan pengetahuan p value = 0,599 bermakna tidak ada hubungan dengan safety riding, pengaruh teman sebaya p value = 0,019 bermakna ada hubungan dengan safety riding, sarana berkendara p value = 0,047 bermakna ada hubungan dengan safety riding, variabel yang paling berpengaruh adalah sarana berkendara dengan exp (B) = 4,914. Kesimpulan dalam penelitian ini variabel pengetahuan tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku safety riding sedangkan variabel pengaruh teman sebaya dan sarana berkendara memiliki pengaruh terhadap perilaku safety riding. Adapun saran dalam penelitian ini diharapkan dengan hasil penelitian untuk menjadi acuan jalin kerjasama yang lebih intens dengan Dinas Perhubungan maupun Satuan Lalu Lintas