Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
    259 research outputs found

    Keluhan Nyeri di Bagian Tengkuk Leher pada Pekerja Perkantoran: A Systematic Review

    No full text
    Background: Musculosceletal Disorder (MSD) mempengaruhi sebagian besar pekerja, terutama mereka yang bekerja di depan komputer. Nyeri di bagian tengkuk leher (neck pain) yang berkaitan dengan MSD ditemukan sebagai penyebab utama mordibitas dan disabilitas dalam kehidupan sehari-hari dan di tempat kerja, mempengaruhi 34,4 juta pekerja kantoran secara global setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan faktor resiko nyeri di bagian tengkuk leher (neck pain) pada pekerja perkantoran. Metode: Penelitian ini merupakan Systematic Review menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta Analysis) dengan dua database yaitu Pubmed dan Science Direct. Rentang waktu yang digunakan adalah 2018-2023. Kata kunci yang digunakan adalah “Neck Pain” OR “Office Workers” menghasilkan 7 artikel yang dapat dianalisis dan membahas faktor resiko yang berhubungan dengan keluhan nyeri pada bagian tengkuk leher (neck pain) pada pekerja perkantoran. 3 jurnal termasuk dalam Q1, 2 jurnal masuk kategori Q2 dan 2 lainnya termasuk Q3. Result: Faktor risiko keluhan nyeri pada bagian tengkuk leher (neck pain) pada pekerja perkantoran meliputi faktor individu (usia, jenis kelamin, BMI, tingkat pekerjaan), faktor gaya hidup (penggunaan mobile phone, merokok, aktivitas  olahraga, aktivitas peregangan), faktor tempat kerja (posisi monitor, mouse, keyboard, sandaran lengan) dan faktor psikologis (stress kerja, beban kerja). Kejadian nyeri tengkuk leher (neck pain) pada pekerja perkantoran perlu dikendalikan agar meningkatkan produktifitas kerja, seperti melakukan peregangan setiap 2 jam sekali di tengah pekerjaan, mengkoreksi postur janggal pekerja dan memodifiksi peralatan kantor berupa layar kerja, keyboard, mouse dan sandaran lengan yang sesuai dengan ukuran dan kapasitas pekerj

    Hubungan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Lipulalongo Kabupaten Banggai Laut

    No full text
    Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak, dimana panjang atau tinggi badannya pendek atau sangat pendek yang didasarkan pada tinggi menurut umur dengan parameter Z-score < -2 SD. Sanitasi lingkungan berperan penting dalam mencegah penyakit infeksi berbasis lingkungan seperti diare dan cacingan yang dapat memengaruhi pertumbuhan linier dan jika terjadi secara berulang akan mengurangi asupan zat gizi sehingga dapat menyebabkan stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan ketersediaan air bersih, jamban, Saluran Pembuangan Air Limbah  (SPAL) dan  tempat sampah dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Lipulalongo. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah Populasi dalam penelitian ini yaitu 480 rumah keluarga balita, terdiri atas 365 balita tidak stunting dan 115 balita stunting. Sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik total sampling.  Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara ketersediaan SPAL dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Lipulalongo dengan nilai signifikan chi square p = 0,038 yang mana p < 0,05 namun tidak ada hubungan antara ketersediaan air bersih (p=0,1), ketersediaan jamban (p=0,18), ketersediaan tempat sampah (p=1,0) dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Lipulalongo. Semua pihak sebaiknya bahu membahu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya ketersediaan sanitasi dasar untuk mencegah kejadian stunting.&nbsp

    HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN KEPUASAN PELAYANAN DI UPTD PUSKESMAS PANTOLOAN, KOTA PALU

    No full text
    Latar Belakang: Pelayanan kesehatan di puskesmas memainkan peran krusial dalam menyediakan akses yang merata dan terjangkau ke layanan kesehatan masyarakat. Puskesmas Pantoloan mengalami penurunan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari tahun 2021 ke 2022. Dalam mengoptimalkan kualitas pelayanan di puskesmas, pemahaman yang mendalam tentang faktor- faktor yang memengaruhi kepuasan pasien menjadi sangat penting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pasien (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan) dengan kepuasan pelayanan di Puskesmas Pantoloan, Palu. Metode: Penelitian menggunakan desain cross- sectional dengan sampel sebanyak 100 responden. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil dan Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan dengan kepuasan pelayanan, namun tidak ada hubungan signifikan dengan pendapatan. Penelitian ini memberikan wawasan bagi peningkatan kualitas pelayanan puskesmas. Kata kunci: karakteristik pasien, kepuasan pasien, puskesmas, pelayanan kesehatan   Background: Health services at community health centers play a crucial role in providing equitable and affordable access to public health services. The Pantoloan Community Health Center experienced a decrease in the Community Satisfaction Index (IKM) from 2021 to 2022. In optimizing the quality of service at the community health center, a deep understanding of the factors that influence patient satisfaction is very important. Objective: This study aims to analyze the relationship between patient characteristics (age, gender, education, employment and income) and service satisfaction at the Pantoloan Community Health Center, Palu. Method: The research used a cross-sectional design with a sample of 100 respondents. Data were analyzed using the Chi-Square test. Results and Conclusions: The results of the study show that there is a significant relationship between age, gender, education and employment with service satisfaction, but there is no significant relationship with income. This research provides insight into improving the quality of community health center services. Key words: patient characteristics, patient satisfaction, health center, health services   &nbsp

    Literatur Review: Pengaruh Edukasi Terhadap Pencegahan HIVAIDS

    No full text
    HIV adalah virus yang dapat menyerang sistem imun, dapat menyebabkan penurunan fungsi kekebalan. Sedangkan AIDS adalah tahap akhir dari HIV, yang muncul ketika sistem imun tubuh mengalami kerusakan berat dari serangan virus tersebut. Tujuan penulisan untuk mengidentifikasi apakah edukasi dapat mempengaruhi sikap pencegahan dalam masyarakat, menentukan bentuk edukasi yang paling efektif dalam mempengaruhi perilaku individu terkait HIV/AIDS, serta menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan program edukasi tersebut. Metode yang digunakan adalah narrative review. Hasil yang didapatkan dari 10 artikel yang dikaji menunjukkan bahwa edukasi mengenai HIV/AIDS memberi efek perilaku dalam pencegahan penyakit HIV/AIDS. Kesimpulan dari penulisan ini adalah edukasi dapat meningkatkan sikap terkait pencegahan HIV/AIDS. Cara edukasi yang efektif meliputi penyuluhan tatap muka dan penggunaan media audiovisual. Keberhasilan program edukasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk relevansi konten dengan kebutuhan audiens, bahasa yang mudah dipahami, lingkungan sosial, dan dukungan dari pemerintah serta lembaga kesehatan

    Pelatihan Upaya Berhenti Merokok: Capasity Building Mahasiswa dan Dosen Untuk Pengembangan Kampus Sehat

    No full text
    Jumlah perokok remaja di Indonesia terus mengalami peningkatan.  Kawasan tanpa rokok di tempat belajar mengajar merupakan salah satu upaya untuk melindungi warga kampus dari paparan asap rokok dan untuk mewujudkan lingkungan kampus yang sehat dan produktif.  Hasil need assesment salah satu kampus di Yogyakarta, masih ditemukan puntung rokok dan bau asap rokok di area kampus. Sebagian besar perokok mempunyai keinginan untuk berhenti merokok namun merasa kesulitan untuk berhenti merokok. Tujuan penelitian ini adalah  untuk meningkatkan pengetahuan dan mengidentifikasi motivasi calon konselor Upaya Berhenti Merokok.  Intervensi dilakukan melalui pelatihan sehari dengan metode, ceramah, role play dan diskusi tanya jawab. Media yang digunakan adalah lembar balik untuk konseling berhenti merokok.  Sampel ditentukan secara purposive sampling yang terdiri dari mahasiswa dan dosen sebanyak 30 orang. Dilakukan pretes dan postes sebelum dan sesudah pelatihan.  Hasil evaluasi proses menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata untuk pengetahuan yang mencakup dampak rokok terhadap kesehatan, tata laksana upaya berhenti merokok dan manajemen upaya berhenti merokok di kampus. Hasil uji statistik dengan Pair T test diperoleh nilai significancy 0,000 (p<0,05). Motivasi peserta pelatihan terbagi menjadi tiga ketegori yaitu meningkatkan kapasitas diri, melakukan aksi promosi kesehatan, dan bentuk kepedulian terhadap kesehatan. Pelatihan upaya berhenti merokok terbukti dapat meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan. Motivasi peserta pelatihan menjadi hal penting yang menentukan keberlanjutan program. Selain itu diperlukan komitmen yang kuat dari pemegang program dan mitra,  serta dukungan dana sangat diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan program

    Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Dampaknya Terhadap Kinerja Petugas di Puskesmas Pangi Kabupaten Parigi Moutong

    Get PDF
    Isu penting yang mempengaruhi kemajuan pembangunan kesehatan di Indonesia adalah kinerja layanan kesehatan yang masih di bawah standar. Tantangan manajemen sumber daya manusia yang sedang berlangsung tetap menjadi hal yang paling penting bagi organisasi yang ingin berkembang di dunia global saat ini. Sumber daya manusia memainkan peran penting dalam semua aspek operasional organisasi. Pengembangan sumber daya manusia dapat dinilai melalui tiga indikator utama: pendidikan, pelatihan, dan motivasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan desain cross-sectional dan mengambil lokasi di Puskesmas Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini berfokus pada dampak pendidikan, pelatihan, dan motivasi terhadap kinerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan metode univariat dan bivariat, khususnya uji chi-square. Populasi penelitian terdiri dari 53 petugas, yang semuanya termasuk dalam sampel melalui teknik total sampling. HAsil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara pendidikan, pelatihan, dan motivasi terhadap kinerja secara keseluruhan. Analisis statistik menunjukkan bahwa pendidikan memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja dengan nilai P sebesar 0,031 (p < 0,05). Demikian pula, pelatihan juga memainkan peran penting, yang dibuktikan dengan nilai P sebesar 0,038 (p < 0,05). Lebih lanjut, motivasi ditemukan sebagai faktor kunci yang mempengaruhi kinerja, dengan nilai P sebesar 0,025 (p < 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini variabel pengetahuan tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku keamanan berkendara sedangkan variabel pengaruh teman sebaya dan sarana berkendara memiliki pengaruh terhadap perilaku keamanan berkendara. Adapun saran dalam penelitian ini kepada SatLantas dan Dishub untuk memperketat regulasi dan pengawasan terhadap kendaraan yang tidak layak pakai serta melibatkan sekolah dalam kampanye keselamatan berkendara untuk meningkatkan kesadaran secara kolektif menunjukkan adanya korelasi yang jelas antara pendidikan, pelatihan, dan motivasi dengan efektivitas petugas di Puskesmas Pangi. Saran dalam penelitian ini adalah agar puskesmas meningkatkan pengembangan sumber daya manusia dengan berfokus pada peningkatan Pendidikan, pelatihan, motivasi untuk meningkatkan kinerja petugas

    BENCANA ALAM DAN PERNIKAHAN DINI DI KOTA PALU

    No full text
    Pernikahan dini di Indonesia adalah masalah yang serius. Pada tahun 2018, tercatat 11,21% perempuan di Indonesia menikah sebelum menginjak usia 18 tahun. Angka ini menempatkan Indonesia di antara delapan negara dengan angka pernikahan dini tertinggi di dunia. Bencana alam tsunami dan likuifaksi yang melanda Palu Sulawesi Tengah 4 tahun lalu memiliki  dampak salah satunya adalah semakin tingginya perkawinan dini di wilayah kota Palu. Sulawesi Tengah menempati peringkat sebelas dalam kasus pernikahan dini tertinggi di Indonesia. Angka pernikahan  usia  dini  di  kota Palu  cukup  tinggi berdasarkan  data  BPS  tahun  2017  angka pernikahan  usia  dini  sebesar  43,12%  dan  pada  tahun  2018  meningkat  menjadi  44,1%. Tujuan penelitian ini untuk memaparkan dampak bencana terhadap tingginya angka pernikahan dini di kota Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan kuantitatif. Desain dalam penelitian ini adalah Cross Sectional, jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan anatra pendidikan dengan kejadian pernikahan dini dengan p-value (0,000), terdapat hubungan antara status keluarga dengan pernikahan dini dengan p-value (0,251), terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan pernikahan dini dengan p-value (0,000). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubunga antara pendidikan, status keluarga, dan pendapatan keluarga terhadap pernikahan dini di kota Palu

    FAKTOR PARENTING PASANGAN NIKAH DINI PASCA BENCANA TERHADAP KEJADIAN KEKERASAN PADA ANAK MENUJU KOTA PALU LAYAK ANAK

    No full text
    Pernikahan dini di Indonesia mencapai 10,35% pada tahun 2021. Data serupa menunjukkan bahwa Indonesia masih menduduki rangking delapan tertinggi di dunia pada kasus perkawinan anak. Sulawesi Tengah menempati peringkat sebelas dalam kasus pernikahan dini tertinggi di Indonesia Palu sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah tidak luput dari masalah pernikahan dini. Tujuan penelitian ini untuk memaparkan pentingnya factor parenting pada pasangan nikah dini pasca bencana terhadap kejadian kekerasan pada anak menuju kota Palu layak anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan kuantitatif. Desain dalam penelitian ini adalah Cross Sectional Study, penelitian ini akan dilaksanakan di Kota Palu pada bulan Juli s/d Agustus 2024. Populasi dalam penelitian ini pasangan nikah dini di wilayah Kota Palu, sampel dihitung menggunakan rumus slovin didapatkan sebanyak 100 sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan Uji Chi-Square Hasil penelitian menunjukkan bahwa tdk ada hubungan antara variabel Umur Ibu saat menikah (p-value 0,159), pendidikan terakhir ibu(p-value 0,183), penghasilan keluarga (p-value 0,434), dan status tempat tinggal (p-value 0,270) dengan Parenting/Pola Asuh terhadap kejadian kekerasan pada anak  menuju kota Palu layak anak

    Faktor Determinan Penyakit Tidak Menular (Hipertensi Dan Diabetes Melitus) Pada Usia Produktif Di Kabupaten Banjarnegara

    No full text
    Prevalensi tekanan darah tinggi Di Indonesia pada penduduk usia 18 tahun keatas meningkat dari 25,8% menjadi 34,1% dan prevalensi Diabetes Melitus (DM) meningkat dari 6,9 % menjadi 10,9. Di Kabupaten Banjarnegara prevalensi hipertensi sebesar 41,33% dan prevalensi DM sebesar 1,05%.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor determinan penyakit tidak menular khususnya hipertensi dan DM pada usia produktif di Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control.Instrumen yang digunakan kuesioner. Sampel pada penelitian ini sejumlah 540 orang dengan 180 kelompok kasus dan 360 kelompok kontrol. Analisis dengan uji Chi- Square. Hasil penelitian faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian penyakit tidak menular (Hipertensi dan DM) yaitu merokok dengan nilai p value = 0,002,riwayat keluarga ( p value = 0,002), aktifitas fisik (p value = 0,002). Faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian penyakit tidak menular yaitu pola makan (p value = 0,096),IMT ( p value = 0,009), Kebiasan minum alkohol ( p value = 0,215) dan domisili ( p value = 0,556). Melakukan deteksi dini Penyakit Tidak Menular melalui optimalisasi posbindu dimasyarakat dengan memberdayakan kader, salah satunya Surveilans Terpadu Penyakit (STP) hipertensi dan DM tercapai

    Review Artikel: Pengaruh Manajemen Terapi Diabetes Terhadap Kepuasan Pasien Dalam Proses Pengobatan

    Get PDF
    Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang memiliki ciri tingginya kadar glukosa dalam darah, disebabkan oleh gangguan produksi insulin. Pengelolaan yang baik terhadap DM sangat penting, karena kualitas terapi dan manajemen penyakit berpengaruh langsung terhadap tingkat kepuasan pasien agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen terapi diabetes terhadap kepuasan pasien dan meninjau kualitas pelayanan kesehatan ke pasien. Dari 10 artikel yang dianalisis, menunjukkan bahwa manajemen terapi diabetes memiliki dampak yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien. Pasien yang menerima manajemen terapi obat yang baik umumnya melaporkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Manajemen terapi diabetes yang efektif berperan penting dalam meningkatkan kepuasan pasien. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tetap diperlukan agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasien diabetes

    17

    full texts

    259

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇