Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
259 research outputs found
Sort by
Mapping the Vulnerability of DHF Cases as a Basis for Health Intervention Strategy in Batam City
Kota Batam merupakan salah satu daerah dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2022. Dengan jumlah kasus DBD sebanyak 902 kasus dan angka kematian sebesar 45% diantara kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepulauan Riau. Faktor yang mempengaruhi sebaran kasus dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti ketinggian daerah dan sebaran kepadatan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan kasus DBD di Kota Batam menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan menggunakan Data Sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Batam tahun 2022 dan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2022. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain ekologi menggunakan metode clustering dan mapping data dengan memanfaatkan aplikasi QGIS. Dari hasil pemetaan diketahui bahwa daerah dengan kepadatan sedang mengalami kasus tinggi dan daerah dengan ketinggian rendah mengalami kasus lebih banyak. Dengan adanya pemetaan ini, tenaga kesehatan dapat membuat strategi intervensi kesehatan dengan menggunakan tingkat prioritas kerentanan mulai dari penyiapan sumber daya, tenaga hingga pencegahan tambahan seperti kampanye kewaspadaan dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk sesuai tingkat kerentanan daerah tersebut
Analisis Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Penjamah Makanan di Foodcourt Politeknik Kesehatan Megarezky: Analisis Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Penjamah Makanan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam setiap lingkungan kerja, terutama di sektor makanan dan minuman. Penerapan K3 yang baik tidak hanya melindungi pekerja dari risiko kecelakaan dan penyakit, tetapi juga menjamin kualitas dan keamanan produk yang disajikan kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada penjamah makanan di Foodcourt Politeknik Kesehatan Megarezky. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko yang dihadapi oleh penjamah makanan di kantin, kemudian penelitian ini juga menggunakan metode analisis tematik untuk mengeksplorasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan kantin Politeknik Kesehatan Megarezky. Sampel pada pengumpulan data ini merupakan total populasi dari penjamah makanan di Foodcourt yaitu sebanyak 10 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari sembilan pertanyaan yang dirancang untuk menggali pengalaman dan persepsi pekerja terkait keselamatan kerja. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil identifikasi dan penilaian risiko terhadap bahaya atau Manajemen risiko K3 di Foodcourt Politeknik Kesehatan Megarezky terdapat 13 bahaya ditemukan dengan tingkat risiko tinggi sebanyak 6 (enam) dan yang memiliki risiko sedang sebanyak 7 (tujuh). Adapun hasil analisis tematik ditemukan tema-tema yang diidentifikasi dalam proses wawancara dengan kuesioner yaknik Kecelakaan Kerja, Kesehatan Pekerja, Kesadaran K3, Pengelolaan Sampah, Penanggulangan Kebakaran, Kelelahan dan Stres Kerja. Berdasarkan penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 13 bahaya ditemukan dengan tingkat risiko tinggi sebanyak 6 (enam) dan yang memiliki risiko sedang sebanyak 7 (tujuh). Saran untuk penelitian ini bahwa perlunya peningkatan kesadaran, kepatuhan terhadap regulasi, serta implementasi strategi mitigasi risiko pada penjamah di Foodcourt Politeknik Kesehatan Megarezky. Dengan memperkuat edukasi, pelatihan, dan infrastruktur K3, lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat dapat diwujudkan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan pekerja serta kualitas layanan yang diberikan
Relationship Between Soda-Free Diet and Nutritional Status in Teenagers: A Cross Sectional Study
Excessive consumption of sugary beverages such as soda has become a significant public health concern worldwide, particularly due to its association with poor nutritional status and a heightened risk of overweight and obesity in adolescents. This study aimed to investigate the relationship between adherence to a soda-free diet and nutritional status among teenagers using Chi-square and Spearman correlation analyses. A cross-sectional design was employed involving 200 adolescents aged 15 to 18 years, who were categorized into two groups based on their soda consumption habits: soda consumers and those following a soda-free diet. Nutritional status was assessed by calculating Body Mass Index (BMI) and classifying participants into underweight, normal weight, and overweight/obese categories. The results indicated that teenagers who abstained from soda consumption had a significantly higher prevalence of normal weight (70.6%) compared to soda consumers (45.2%). Conversely, the rate of overweight and obesity was markedly higher among soda consumers (30.4%) than those on a soda-free diet (14.1%). Spearman’s correlation analysis revealed a strong positive relationship between the frequency of soda consumption and BMI (rho = 0.68, p < 0.001), suggesting that higher soda intake is closely associated with increased body weight. These findings emphasize the critical role that reducing soda consumption plays in improving nutritional health among adolescents. From a public health perspective, promoting soda-free diets and encouraging healthier beverage choices should be prioritized in nutrition education and obesity prevention programs targeting youth populations to reduce the risk of diet-related chronic diseases.
Keywords: Soda-free diet, Nutritional status, Teenagers, BMI, Obesity prevention, Public healt
ANALISIS SURVIVAL KEJADIAN LOSS TO FOLLOW-UP TERAPI ANTI- RETROVIRAL (ARV) PADA PASIEN HIV DI KOTA SAMARINDA: LOSS TO FOLLOW-UP TERAPI ANTI- RETROVIRAL
Loss to follow (LTFU) -up among HIV patients, defined as failure to continue therapy as schduled,increases the risk of drug resistance, deteriorating health conditions, and death due to HIV-relatedcomplications. This study aimed to analyze the survival of HIV patients againts LTFU events amongthose undergoing antiretroviral therapy (ARV) in Samarinda City. Secondary data from the SIHAdatabase (2023-2024) were utilized. Kaplan-Meier analysis was applied to evaluate the factors ofgender, residence, population group, and timing of ARV initiation associated with the risk of LTFU.The results showed that gender and residance were not significantly associated with the risk of LTFU.However, specific population groups, such as children of PLHIV and pregnant women, exhibitedhigher vulnerability and lower survival rates (log rank = 0.015). ART initiation within ≤ 1 monthsignificantly improved survival probability compared to initiation after &gt; 1 month. These findinghighlight that while gender and residance do not significantly influence LTFU, the vulnerability ofspesific populations and the critical importance of early ART initiation are key factors. It isrecommende to develop targeted interventions focusing on vulnerable groups, such as children ofPLHIV and pregnant women, to enhance their survival rate. Additionally, strategies promoting ARTinitiation within ≤ 1 month are esential to improve treatment sustainability
Market Proximity, Income, and Home Gardening: Investigating Determinants of Household Food Security for Young Children in Samarinda City
Food insecurity remains a significant public health issue, especially among infants and young children. This study aimed to identify the determinants of food security among 6-23-month-old infants in Mangkupalas, Samarinda, Indonesia. A cross-sectional study was conducted among 137 households with infants aged 6-23 months in Puskesmas Mangkupalas area. The study used consecutive sampling in 3 villages namely tenun, mesjid and mangkupalas. Quantitative data were collected using a structured questionnaire and analyzed using spearman rank correlation test.A total of 73.7% of households locatednear markets were food secure compared to 52.5% of those far from markets, and this distance was statistically associated with household food security(p = 0.019, r = -0.201). Household income showed a significant positive association with food security (p = 0.008, r = 0.226), where 76.7% of households earning ≥3,500,000 IDR/month were food secure compared to only 52.2% among those earning ≤1,500,000 IDR/month. Interestingly, home gardening, which theoretically influences food security, was not found to have a significant association(p = 0.884, r = 0.017).The findings indicate that in urban areas, where food access heavily depends on purchasing power and proximity to food sources, household food security is shaped more by economic stability and market access than by subsistence practices like home gardening. Limited land availability and a narrow variety of cultivated crops may constrain the effectiveness of home gardening in contributing to nutritional adequacy
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH SD NEGERI 8 BATU
Nutritional problems in primary school-aged children are influenced by various factors, including diet, economic level, parental education and school environment. Children who do not receive balanced nutrition are more prone to stunting, wasting and obesity, which can impact the quality of human resources in the future. The 2022 SSGI results show a decrease in national stunting from 24.4% (2021) to 21.6% (2022). Meanwhile, wasting increased from 7.1% to 7.7%. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional study method that analyzes data at one specific time. The research location was SDN 8 Batu, Leppangeng Village, Pitu Riase District, Sidendreng Rappang Regency. The population of this study were all 53 students of SDN 8 Batu and the entire population was sampled using the total sampling method. The results showed a relationship between diet and nutritional status, while physical activity, economy and school environment did not have a significant relationship with nutritional status
Antenatal Care (ANC) History Related To Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women
Introduction: Low body weight, decreased energy stores, and possibly impaired physical performance are all symptoms of chronic energy deficit (CED), a condition brought on by an prolonged absence of energy and protein intake. This kind of malnutrition can have serious health effects, particularly for teenagers and pregnant women. According to government regulations, pregnant women must have their pregnancy checked according to standards and routinely consume iron tablets. Aims: The purpose of this study was to identify the relationship between ANC history and iron tablet consumption level with the incidence of CED in pregnant women in the Way Kandis Public Health Center area in Bandar Lampung City. Methods: This study was conducted using a cross-sectional approach, with a total respondent of 48 pregnant women. Purposive sampling was used to choose participants, and in-person interviews were used to gather data. The statistical analysis used in this study was bivariate analysis using chi-square. Results: Antenatal care history and the incidence of CED was significantly related to the incidence of CED in pregnant women with p-value <0.05 and for the iron consumption was significantly related to the incidence of CED in pregnant women consumption and the incidence of CED with p-value <0.05 Conclusion: Adequate antenatal check-ups and regular consumption of iron tablets can prevent CED in pregnant women
Analisis Faktor Risiko Kejadian Diare Di Wilayah Terdampak Banjir ROB Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala
ABSTRAK
Diare adalah salah satu penyakit yang berpeluang besar menyebabkan KLB (Kejadian Luar Biasa), sehingga dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat. Meskipun KLB diare sudah jarang terjadi di Sulawesi Tengah pada tahun 2021, kasus sering meningkat di beberapa wilayah kerja puskesmas pada waktu tertentu, seperti saat musim buah atau saat cuaca berubah dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Tiga faktor yang signifikan memiliki dampak terhadap lingkungan adalah air minum yang tidak sehat, limbah, dan pembuangan limbah. Adapun faktor dari lingkungan yang dapat mengakibatkan diare yaitu banjir, perilaku masyarakat yang kurang menjaga kebersihan, khususnya mencuci tangan menggunakan sabun setelah membuang air dan sebelum makan, memperbaiki sumber air dan keberhasilan perorangan akan mengurangi kemungkinan tertular oleh bakteri patogen tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis besaran faktor risiko terjadinya diare di wilayah terdampak banjir ROB di Kecamatann Sirenja Kabupaten Donggala dengan menggunakan pendekatan kuantitatif Case Control. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan mencuci tangan (OR=15,074), kondisi jamban keluarga (OR=13,632), kondisi tempat sampah (OR=41,0), serta adanya Ketersedian air bersih (OR=6,378) memiliki faktor risiko dengan kejadian diare. Kebiasaan mencuci tangan, kondisi jamban keluarga, kondisi tempat sampah dan Ketersedian air bersih merupakan faktor risiko kejadian Diare.
 
Kualitas Tidur dan Hubungannya dengan Kelelahan Kerja (Fatigue) pada Pengemudi Dump Truk di Pertambangan
Kelelahan kerja atau fatigue merupakan kondisi tidur sesaat (microsleep) atau hilangnya kecepatan bereaksi dalam menampilkan keselamatan dan Kesehatan pada pekerja. Peningkatan kesalahan yang fatal yang disebabkan oleh kelelahan kerja akan memberi peluang besar bagi terjadinya kecelakaan pada pengemudi dump truk di pertambangan. Tujuan penelitian ini untuk menelaah penelitian sebelumnya mengenai keterkaitan kualitas tidur dengan kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di Pertambangan. Artikel ini ditulis dengan metode kajian literatur (literature review) dan pendekatan PRISMA. Pencarian literature dengan database elektronik: Google Scholar dari tahun 2019-2024. Pemilihan artikel yang di review merupakan studi penting terkait kejadian kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di pertambangan. Kata kunci yang digunakan adalah kualitas tidur, kelelahan kerja, pengemudi dump truk, dan pertambangan. Pengemudi dengan kualitas tidur yang buruk cenderung untuk mengalami kelelahan kerja di Pertambangan. Tingkat kelelahan kerja pada pengemudi dump truk mengalami peningkatan pada waktu sesaat sebelum jam istirahat (12 siang). Pekerja sering mengalami sulit tidur lebih kurang 30 menit, secara kuantitas tidur kurang dari 7 jam
Promosi Kesehatan melalui Media Sosial: Analisis akun X @beacukaiRI dalam konteks cukai rokok di Indonesia
Awal tahun 2023, Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan kenaikan cukai rokok sebesar 10-15 persen (Permenkeu 191/2022). Bea Cukai, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas penerapan cukai rokok di Indonesia, menggunakan 25% dari pendapatan cukai rokok untuk sektor kesehatan. Namun, masih belum jelas sejauh mana Bea Cukai mempromosikan isu kesehatan sebagai bentuk tanggung jawab dalam mengelola cukai. Penelitian ini bertujuan menyelidiki apakah Bea Cukai mempromosikan isu kesehatan melalui penerapan cukai rokok, dengan menganalisis konten dari akun X (sebelumnya dikenal dengan Twitter) @beacukaiRI. Data dikumpulkan dari akun X @beacukaiRI mulai dari 1 Januari 2020 hingga 4 Mei 2023. Total tweet yang dianalisis sebanyak 3.273, dengan 209 di antaranya mengandung kata "rokok". Konten tweet ini kemudian dianalisis untuk menentukan apakah terdapat pesan yang mempromosikan isu kesehatan masyarakat, terutama dalam konteks penerapan cukai rokok. Analisis data menunjukkan kurangnya bukti yang mendukung advokasi aktif Bea Cukai terhadap isu-isu kesehatan dalam tweet mereka yang membahas rokok. Dari 209 tweet yang mengandung kata "rokok", hanya terdapat dua tweet yang mengandung pesan terkait kesehatan masyarakat. Fokus utama akun X resmi Bea Cukai @beacukaiRI masih pada aspek regulasi cukai. Dalam konteks materi tweet, akun @beacukaiRI dapat memperluas cakupan informasi yang disampaikan kepada masyarakat, tidak hanya terkait penertiban rokok ilegal dan pemalsuan/penyalahgunaan pita cukai. Bea Cukai dapat meningkatkan promosi isu kesehatan masyarakat melalui pesan-pesan yang disampaikan dalam tweet tentang cukai rokok di media sosial, termasuk mengenai risiko dan bahaya rokok ilegal. Kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan juga diperlukan untuk memperkuat upaya dalam promosi kesehatan, edukasi, dan regulasi yang komprehensif terkait konsumsi rokok