Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
    259 research outputs found

    Tingkat Pendidikan Dengan Fungsi Kognitif Pada Lansia Dalam Periode Aging Population

    No full text
    Indonesia mulai memasuki periode aging population, dimana terdapat peningkatan umur harapan hidup yang diikuti dengan peningkatan jumlah pada lansia. Permasalahan memasuki lansia yaitu penurunan daya ingat, hal tersebut juga menjadi masalah utama pada pedagang lansia di pasar Banyuwangi yaitu mudah lupa atau ketidakmampuan dalam mengingat secara detail ketika ada pesanan dari konsumen, sehingga pedagang mengungkapkan konsumen merasa kurang puas dan tidak kembali lagi untuk melakukan transaksi jual beli dan lebih memilih pada penjual yang lebih muda. Dengan itu penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pendidikan dengan penurunan fungsi kognitif pada pedagang lansia di pasar Banyuwangi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan desain cross sectional, kemudian analisis data primer hasil pengisian kuesioner, observasi, dan wawancara. Kuisioner yang digunakan yaitu SPMSQ (Short Portable Memory Short Quisionnare). Populasi dalam penelitian ini adalah para pedagang di Pasar Banyuwangi Jawa Timur yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini nonprobability sampling yaitu memilih teknik sampling incidental. Hasil yang didapatkan yaitu sebanyak 85% pedagang lansia normal dan 15% mengalami gangguan fungsi kognitif ringan dengan nilai signifikansi sebesar 0,024. Hal tersebut menjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan gangguan fungsi kognitif pada kategori lansia di pasar Banyuwangi Jawa Timur. Sehingga dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai pengambilan keputusan dalam membuat program kesehatan pada lansia untuk tetap hidup mandiri dan meningkatkan produktifitas.&nbsp

    Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur Dan Stress Dengan Kejadian Hipertensi Pasca Bencana Di Puskesmas Kamonji Kota Palu Tahun 2019 (Cross Sectional Study)

    No full text
    Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Salah satu penyakit tidak menular yang menyerang masyarakat saat ini adalah penyakit hipertensi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah puskesmas yang memiliki jumlah kasus hipertensi peringkat pertama pasca bencana hingga bulan Desember yaitu puskesmas Kamonji sebanyak 568 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik, kualitas tidur, dan stress dengan kejadian hipertensi pasca bencana di Puskesmas Kamonji. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 8812 orang, setelah menggunakan rumus Lameshow didapatkan sampel sebanyak 79 orang yang yang diambil secara purposive sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan nilai α<0,05. Hasil penelitian menunjukkan variabel aktivitas fisik (ρ=0,002), kualitas tidur (ρ=0,013), dan stress (ρ=0,007) berhubungan dengan kejadian hipertensi pasa bencana di Puskesmas Kamonji Kota Palu. Ada hubungan antara aktivitas fisik, kualitas tidur, dan stress dengan kejadian hipertensi pasca bencana di Puskesmas Kamonji Kota Palu. Responden diharapkan melakukan tindakan pencegahan hipertensi dengan melakukan aktivitas fisik minimal 3 kali dalam seminggu, istirahat yang cukup dengan 8 jam per hari, dan menghindari stress dengan meluangkan waktu untuk membicarakan keluhan dengan seseorang yang dapat dipercaya. &nbsp

    Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Pada Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    Tingginya angka kasus positif COVID-19 menyebabkan masyarakat untuk mengubah kebiasaan dan cara berkomunikasi luring menjadi daring. Hal ini berdampak tingginya penggunaan media sosial pada remaja yang dapat berpengaruh terhadap perilaku remaja. Pengaruh dari penggunaan sosial media secara berlebihan dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan mental seperti stres, kecemasan, depresi, rendahnya self esteem, gangguan tidur, dan body image. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari intensitas penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 200 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan yakni kuesioner Social Networking Time Use Scale (SONTUS) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Data dikumpulkan secara online menggunakan google form dan data dianalisis dengan uji korelasi pearson product moment. Hasil studi menunjukkan terdapat 24.5% mahasiswa mengalami stress sedang, 10.5% lainnya mengalami stress parah dan 6% mengalami stress sangat parah.. Korelasi positif ditemukan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat stres (p-value = 0,001, r =0,270). Kesimpulan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial  maka semakin parah tingkat stres yang dialami. Temuan ini menunjukkan perlunya memberikan informasi kepada remaja mengenai bagaimana penggunaan media sosial yang tepat dan sehat untuk meminimalisir dampak negatif terutama kesehatan mental remaja. &nbsp

    Ketahanan Pangan, Asupan Zat Gizi dan IMT Pada Remaja Pasca Bencana Di Kota Palu

    No full text
    Bencana memiliki dampak yang dapat merugikan manusia, termasuk remaja yang merupakan masa emas dimana anak harus dibekali makanan yang cukup gizi sebagai acuan dasar untuk kelangsungan hidupnya yang akan datang tanpa mengalami gangguan yang akan mengganggu proses tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan pangan, asupan zat gizi dan indeks masa tubuh (IMT) pada remaja pasca bencana di Kota Palu. Metode yang digunakan adalah survey deskriptif dan dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Palu yang dekat dengan lokasi bencana gempa bumi, tsunami dan liquifaksi dengan total sampel 96 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan kategori tahan pangan lebih besar (61,46%) dibandingkan dengan kategori rawan pangan dengan kelaparan (10,42%) dan kategori rawan pangan tanpa kelaparan (28,12%). Kemudian asupan energi dengan kategori kurang lebih besar (98,96%) dibandingkan dengan kategori cukup (1,04%) dan IMT siswa sebagian besar masuk dalam kategori underweight (58,33%). Kesimpulan bahwa remaja yang terkena dampak bencana masih termasuk dalam kategori tahan pangan namun asupan gizi kurang yang mengakibatkan berat badan kurang sehingga berpengaruh pada IMT kategori underweight

    Pengaruh Sarana Air Bersih Dan Kondisi Jamban Terhadap Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tipo

    No full text
    Keadaan sanitasi yang buruk dapat menjadi media penularan berbagai penyakit yang meliputi, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih dan sistem pembuangan air limbah. Hal ini dapat memicu terjadinya penyakit menular, seperti Diare. Persentase capaian kasus diare pada tahun 2019 di Puskesmas Tipo sebesar 60,22%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sarana air bersih dan kondisi jamban terhadap kejadian diare pada balita. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua balita di wilayah kerja Puskesmas Tipo sebanyak 1.005, menggunakan rumus Standley Lameshow diperoleh jumlah sampel 113 balita diambil secara stratified random sampling. Data diolah secara univariat, untuk melihat hubungan antara variabel dependen dan independen (bivariat) digunakan uji regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara kualitas air bersih ( nilai sig=0,000) terhadap kejadian diare pada balita, serta tidak ada pengaruh antara jenis sarana air bersih (nilai sig=0,367), risiko pencemaran saran air bersih (nilai sig=0,367), dan kondisi jamban (nilai sig=0,133) terhadap kejadian diare pada balita. Diharapkan kepada masyarakat yang memiliki air yang keruh agar melakukan penyaringan dan dimasak dengan baik terlebih dahulu sebelum air tersebut dikonsumsi

    Pengaruh Konseling Home care Terhadap Kualitas Hidup Penderita DM Tipe 2 Di Puskesmas Talise Kota Palu

    No full text
    Penderita Diabetes Melitus umumnya memiliki kualitas hidup yang buruk dibandingkan dengan orang yang tanpa penyakit sehingga membutuhkan perawatan diabetes yang tepat melalui intervensi perilaku berupa dukungan pendidikan dan konseling untuk mengaktifkan penderita diabetes untuk mengelola penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling dalam home care terhadap kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Talise dan wilayah kerja Puskesmas Birobuli Kota Palu. Desain penelitian adalah Eksperimen Semu dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang dipilih secara acak. Analisis data menggunakan Uji Beda Dua Mean yaitu Uji Wilcoxon dan Uji Beda Dua Mean Independen yaitu Uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh konseling home care terhadap kualitas hidup penderita DM baik pada Domain 1 (Kesehatan Fisik), Domain 2 (Kondisi Psikologis), Domain 3 (Hubungan Sosial), Domain 4 (Lingkungan) dimana skor rata- rata (mean) sebelum intervensi adalah 60,55 dengan standar deviasi 2,605 meningkat menjadi 71,35 dengan standar deviasi 4,107 setelah intervensi. Secara statistik terjadi perbedaan kualitas hidup sebelum dan setelah diberikan konseling dengan nilai p= 0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa konseling home care efektif diberikan pada penderita DM untuk meningkatkan kualitas hidup penderita DM

    HUBUNGAN KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS MABELOPURA KECAMATAN PALU SELATAN KOTA PALU

    No full text
    Cakupan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Puskesmas Mabelopura tahun 2015 adabeberapa kegiatan yang tidak mencapai target, seperti cakupan pemberian MP-ASI padaanak 6-24 bulan dari keluarga miskin hanya mencapai 19,4%, Cakupan peserta KB aktifhanya mencapai 34,1 %, penemuan pasien baru TB BTA positif 10,3%, penemuanpenderita diare 44,6% dan cakupan pemeriksaan IVA 18,6%. Kinerja pegawaidipengaruhi oleh faktor Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap kinerjapegawai di Puskesmas Mabelopura Kecamatan Palu Selatan. Jenis penelitian kuantitatifdengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi yaitu 48 pegawai PNS yangsemuanya dijadikan responden (total sampling). Data dianalisis secara deskriptif yaituanalisis univariat dan bivariat, pada taraf kepercayaan 95% (ρ<0,05). Hasil uji ChiSquare, menunjukkan bahwa ada hubungan kepemimpinan (ρ=0,013) dan lingkungankerja (ρ=0,032) dengan kinerja pegawai di Puskesmas Mabelopura. Disarankan kepadakepala puskesmas agar lebih meningkatkan pengawasan dan selalu mengontrol tugastugas yang diberikan dengan melakukan pengarahan (breafing) secara rutin sertamemperhatikan lingkungan kerja agar pegawai merasa nyaman dalam melaksanakantugas sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai

    PROBLEMATIKA ALOKASI DAN DISTRIBUSI ANGGARAN KESEHATAN PADA DINAS KESEHATAN PROPINSI SULAWESI TENGAH MENURUT UNDANG-UNDANG KESEHATAN

    No full text
    Pembiayaan kesehatan sejatinya digunakan untuk sebesar-besarnya memenuhi kebutuhanmasyarakat, anggaran kesehatan dapat dikatakan sebagai intrumen pemerintah dalam halpemenuhan hak-hak kesehatan bagi warga Negara. Secara normative anggaran kesehatan telahdigaris tegaskan oleh Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dalam pasal 170tentang pembiayaan dikatakan anggaran kesehatan minimal 10% dari APBD, dan 2/3 dari danatersebut diperuntukan untuk belanja publik, kususnya untuk rakyat miskin perempian, dan anakterlantar. Penelitian ini menggunakan metode penulisan hukum normative, yaitu bagaimanamelihat implementasi anggaran kesehatan melalui norma/kebijakan anggaran di sulawesi tengah,diantaranya yaitu PERGUB/73/2015 tentang penjabaran perubahan APBD Propinsi sulawesitengahdalam menganalisis data penulis menggunakan 2 pendekatan yaitu pendekatan perundangundangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukan ketidaknyambungan antaratujuan pembiayaan yang telah dibuat melalui undang-undang kesehatan dan implementasianggran. Tujuan seharusnya untuk kesejataraan masyarakat. Anggran sebagian besar digunakanuntuk belanja aparatur bukannya belanja public. Sebagai contoh penulis kemukakan be;anjaperjalanan dinas di dinas kesehatan dengan jumlah yang tidak wajar yaiu sebesar 13 milyar lebih.Dalam implementasinya beberapa kegiatan yang satu kegiatan mendapatkan biaya perjalanandinas sebesar 1 milyar. Dilain pihak belanja modal untuk pertambahan asset bagi dinas kesehatanmendapatkan porsi yang sedikit hanya 13 peren dari total anggaran atau sekitar 6 milyar lebih

    INTAKE OF NUTRIENTS, STUNTING AND ANEMIA IN THE ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN IN TRADISIONAL GOLD MINING POBOYA, PALU

    No full text
    Background & Objective: School-aged children are a group of children who are vulnerable to unbalancednutritional intake so that the risk of high rates of growth failure in children. To analyze the correlation ofprotein, essential amino acids, folic acid and iron intake with z-score height according to age andhemoglobin level. Material and Method: A quantitative research using cross-sectional research design. Thepopulation is all elementary school students class I - V at SDN Poboya is 220 students. The sample sizeobtained by Slovin formula calculation is 69 students. Data of protein, amino acids, folic acid and iron intakewere measured using SQ-FFQ questionnaire. Stunting is measured using a height measuring instrument andWHO Anthro application, hemoglobin levels using the GCHb EasyTouch tool. Analysis data of univariateand bivariate. Results: Average protein intake (66.3 ± 1.6 g), amino acid (isoleu-cine = 3.1 ± 0.7; leucine =5.3 ± 1.3; lysine = 4.4 ± 1.2; methio-nine = 1.5 ± 0.4), iron (7.7 ± 2.1), and folic acid (150.6 ± 45.4). Theincidence of stunting is 15.9% and anemia is 33.3%. Intake of proteins, amino acids, iron, and folic acid hadno significant correlation with the value of Z-Score Height According to Age (p> 0.05) whereas withhemoglobin levels have a significant correlation (p < 0,05). Conclusion: Intake of nutrients that are still lessthan the AKG in children are amino acids, folic acid and iron. The intake of nutrients that correlatedpositively with hemoglobin levels were proteins, amino acids, folic acid, and iron

    The Relation Between Sugar Intake In Ultra Processed Beverages And Energy Intake Of Food And Beverage To Teenage Overweight

    No full text
    Overweight is an accumulation of excess adipose reserve within the body, resulting in an increase of bodyweight. Consumption of ultra-processed beverages, and energy intake from food and beverage are several fators that can cause the problem of overweight. This research aims to understand the relation between sugar intake in ultra-processed beverages and energy intake from food and beverages with overweight among teenage students of senior high school 6 Surabaya. The research is an observational research with cross-sectional design. Sampling is taken using proportional random sampling technique. The number of participants are 80 teenagers from 10th and 11th classes in June 2020. Participants are aged 15-18 years old. Energy intake from food and beverages are taken from 2x24 hour recall questionnaire, and sugar intake from ultra-processed beverages taken from seven-day beverages diary.. Statistical analysis are done using chi-square. The result shows relation between energy intake from food and beverages with overnutrition, with (p =< 0,001). In conclusion, excess energy intake from food and beverages relation with overweight problem to teenagers, thus requiring balanced nutritional guide education as well as annual nutrition status monitoring, from the school to its teenage students. &nbsp

    17

    full texts

    259

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇