Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
    259 research outputs found

    Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pekerja Pt.Semen Bosowa Di Banyuwangi

    No full text
    Sumber daya manusia atau pekerja merupakan asset bagi sebuah perusahaan, dimana pekerja ini lah yang dapat memberikan perusahaan nilai. Pekerja ini juga yang nanti nya dituntut untuk mempunyai moral perilaku kerja, salah satu moral tersebut adalah Disiplin Kerja. Terbukti bahwasanya jika disiplin kerja dalam suatu perusahaan buruk maka hasil dan proses produksi suatu perusahaan akan terhambat, sehingga kinerja pekerja pun akan ikut menurun. Setelah dilakukan pengambilan data awal di PT. Semen Bosowa Banyuwangi ditemukan bahwa terdapat 72% pekerja yang memliki disiplin kerja masih dibawah total rata – rata score (4,02), dan masih terdapat 27% pekerja yang masih memiliki Kinerja dibawah total rata – rata score (3,88). Hal ini membuat peneliti tertarik untuk melihat pengaruh antara Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pekerja di PT. Semen Bosowa Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif dan rancang bangun cross-sectional study. Sampel penelitian sebesar 73 orang, diambil secara acak menggunakan disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data meliputi Disiplin Kerjan dan Kinerja Pekerja. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh antara Disiplin Kerja terhadap kinerja pekerja (Σ=0.001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah meskipun Disiplin Kerja yang dimiliki Pekerja di PT. Semen Bosowa Banyuwangi tinggi namun Kinerja pekerja yang berada di PT. Semen Bosowa Banyuwangi sudah baik tetapi belum optimal

    Bagaimanakah Mutu Puskesmas Di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019? (Berdasarkan Indikator Penilaian Mutu Dan Kinerja Program Mutu Kesehatan)

    No full text
    Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi wajib melaksanakan PKP berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2016, yang mana didukung oleh Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Nomor: 440/2147/KPTS/102.4/2018 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) di Jawa Timur. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menggambarkan tingkat kinerja Puskesmas di wilayah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019 berdasarkan indikator penilaian mutu dan kinerja program mutu kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan di bulan Januari – Februari Tahun 2020 di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. Metode pengumpulan data menggunakan studi dokumen berdasarkan data hasil PKP Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019. Data dianalisis secara deskriptif. Terdapat 1 target indikator yang dapat dicapai oleh >70% puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi, yaitu Survei Kepuasan Pasien (SKP) sebesar 75,55%. Tiga indikator lainnya belum mencapai nilai target. Ada 1 indikator yang tidak tercapai yaitu Kebersihan Lingkungan Pelayanan Berdasarkan 5R (0%). Tingkat Kinerja Puskesmas berdasarkan Indikator Penilaian Mutu Dan Kinerja Program Mutu Kesehatan Tahun 2019 di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2020 yaitu 95,56% kategori kurang dan 4.44% kategori cukup. Hal ini menunjukan bahwa pelayanan mutu yang dimiliki puskesmas untuk masyarakat masih belum maksimal. Perlunya perbaikan mutu juga pendampingan kepada puskesmas berupa pemantauan secara terus-menerus

    Health Education About Hypertension Using Leaflet Media Effective On People\u27s Knowledge And Attitudes Of The Community In Tanete Labba Hamlet, Maros

    No full text
    Hypertension or high blood pressure is a serious medical condition that significantly increases the risk of heart, brain, kidney, and other diseases. In COVID-19 patients, Arterial Hypertension (AH) is one of the cardiovascular comorbidities that can worsen outcomes and increase the risk of admission to the intensive care unit (ICU). This study aims to measure the effectiveness of health education about hypertension and blood pressure checks using the media leaflet on the knowledge and attitudes of the community in Tanete Labba Hamlet, Maros.This research is a quasi-experimental research with Pre-test and Post-test without Control Group Design in Tanete Labba Hamlet, Baji Pa\u27mai Village, Cenrana District, Maros Regency. The population in this study were residents of Tanete Labba Hamlet, Baji Pa\u27mai Village, using purposive sampling method with inclusion criteria of population aged 15 years and never or rarely had their health checked so that a sample of 38 respondents was obtained. The analysis used is a paired T test. The purpose of this counseling is to provide information related to hypertension risk factors, symptoms of hypertension, control and prevention of hypertension, namely in the form of recommendations to control blood pressure regularly at least every 6 months. Health education with leaflet media had a significant effect on the level of knowledge p = 0.002 (p < 0.05) and the attitude of respondents p = 0.000 (p < 0.05) about hypertension and blood pressure checks. Most of the community gave a positive response to the material presented, enthusiastic in reading the contents of the leaflet and asking questions about hypertension and blood pressure checks. It is important that education and counseling programs are developed according to the needs of the community so that they can increase the knowledge of the general public and bring about positive changes in attitudes and practices. &nbsp

    Healthy Workplace Guidelines (Who) Dimensi Lingkungan Fisik Pada Perusahaan X Di Surabaya

    No full text
    Promosi kesehatan di tempat kerja adalah upaya memberdayakan dan melindungi pekerja dari bahan-bahan berbahaya di lingkungan kerja yang dapat membahayakan baik lingkungan di dalam dan di luar tempat kerja. Perusahaan X di Surabaya adalah salah satu tempat kerja yang bergerak dalam penyedia layanan pangan bertaraf internasional. Lingkungan fisik pada Perusahaan X Surabaya adalah salah satu faktor pendukung yang dapat berdampak pada keamanan pangan pada Perusahaan X Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran promosi kesehatan di tempat kerja dalam dimensi lingkungan fisik pada perusahaan X di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskirptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dari hasil observasi dan wawancara, serta data sekunder dari dokumen Perusahaan X Surabaya. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara untuk mengetahui gambaran situasi lingkungan fisik pada perusahaan X di Surabaya. Hasil menunjukkan bahwa gambaran promosi kesehatan di tempat kerja pada perusahaan X di Surabaya secara keseluruhan sudah dalam status baik dan memiliki kesesuaian dengan salah satu indikator dari Healthy Workplace Guidelines dari WHO yakni dimensi faktor lingkungan fisik. Namun, masih ditemukan salah satu indikator dalam status kurang yaitu pada indikator pemenuhan Alat Pelindung diri (APD) bagi pekerja. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penyelenggaraan promosi kesehatan di tempat kerja Perusahaan X Surabaya dapat dipertahankan serta terdapat beberapa indikator yang perlu diperhatikan lebih seksama agar dapat mengendalikan bahaya yang ditimbulkan dari faktor lingkungan fisik

    Program Desa Wisata Sugihwaras Kediri Sebagai Implementasi Ottawa Charter

    No full text
    Desa wisata merupakan potensi pariwisata yang dikembangkan di suatu wilayah dengan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Kesehatan dan pariwisata memiliki hubungan. Kegiatan pariwisata merupakan salah satu upaya dalam melakukan pemeliharaan kesehatan contohnya penanggulangan stress. Namun masih banyak permasalahan dalam pariwisata yang dibuktikan dari indikator yang memiliki hasil buruk pada survey kepuasan wisata meliputi, faktor keselamatan , faktor sarana transportasi, fasilitas keselamatan, akses dan permasalahan sanitasi seperti kebersihan toilet dan ketersediaan tempat sampah serta tempat cuci tangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat program desa wisata di Desa Sugihwaras Kabupaten Kediri sebagai salah satu satu bentuk  desa wisata yang memenuhi indikator pariwisata sehat dengan mengimplementasikan “Ottawa Charter” . Dengan demikian, desa wisata dapat memberikan keamanan, kenyamanan dan tidak menimbulkan masalah kesehatan.  Metode: Termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomena. Data dikumpulkan melalui wawancara, kajian dokumen dan FGD. Informan sejumlah 13 orang didapatkan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu  pengurus lembaga desa wisata, masyarakat anggota kelompok kerja serta penanggung jawab dari Puskesmas Ngancar. Hasil: Upaya promosi kesehatan di Desa Wisata Sugihwaras telah diterapkan. Termasuk pada aspek pemberdayaan masyarakat yang terdapat pada strategi promosi kesehatan. Kesimpulan : Kebijakan berwawasan kesehatan dan penataan ulang layanan kesehatan belum optimal. Saran : Perlu adanya penguatan pemberdayaan pada aspek kebijakan berwawasan kesehatan dan penataan ulang layanan kesehatan

    Analisis Bakteriologis Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una

    No full text
    Salah satu indikator yang digunakan untuk air minum yang aman untuk kesehatan adalah bakteriologi. Air minum yang aman adalah air yang tidak mengandung Escherichia coli dan/atau total bakteri coliform. Sehingga adanya Escherichia coli dan/atau total bakteri coliform dalam air minum menunjukkan bahwa dalam air minum telah terkontaminasi cemaran bakteriologi. Tujuan dari penelitian ini untuk Menganalisis bakteriologis air minum isi ulang di Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium, hasil disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Sampel air minum dalam penelitian ini diambil di 11 depot air minum isi ulang secara composite sampel by time. Hasil pemeriksaan kadar Escherichia coli pada sampel air minum isi ulang menunjukkan bahwa seluruh depot memenuhi syarat sedangkan pemeriksaan kadar total bakteri coliform terdapat 3 depot tidak memenuhi syarat kualitas air minum sesuai dengan permenkes no. 492/MENKES/PER/IV/2010. Hygiene sanitasi DAM dilihat dari aspek Tempat sebanyak 10 depot (90,9) memenuhi syarat dan 1 depot (9,1) tidak memenuhi syarat, aspek peralatan sebanyak 11depot (100) memenuhi syarat dan 0 depot (0) tidak memenuhi syarat, aspek penjamah sebanyak 4 depot (36,4) memenuhi syarat dan 7 depot (63,6) tidak memenuhi syarat, aspek air minum sebanyak 10 depot (90,90) memenuhi syarat dan 1 depot (9,10) tidak memenuhi syarat

    Mal Orang Sehat Sebagai Penerapan Paradigma Sehat Dan Respon Masyarakat Berdasarkan Precaution Adoption Process Model Di Puskesmas Sobo, Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    Kabupaten Banyuwangi pada awal tahun 2019 meresmikan program pelayanan ‘Mal Orang Sehat (MOS)’ dan diimplementasikan pada seluruh 45 Puskesmas di Banyuwangi. MOS bertujuan untuk mewujudkan paradigma sehat yang juga merupakan salah satu prinsip penyelenggaraan Puskesmas. Kunjungan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan MOS disebut juga dengan, “Kunjungan sehat”. Target capaian MOS adalah persentase kunjungan sehat yang lebih tinggi dari kunjungan sakit. Berdasarkan data dari Dinas Kabupaten Kesehatan Banyuwangi, diketahui bahwa pada bulan Januari sampai Desember 2019, persentase kunjungan sehat terendah di Kabupaten Banyuwangi berada di Puskesmas Sobo dengan persentase sebesar 7,47%. Penelitian yang menggunakan metode deskriptif kuantitatif ini ini dilakukan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap pelayanan MOS di Puskesmas berdasarkan Precaution Adoption Process Model (PAPM). Teknik sampling yang digunakan adalah proportional sampling dengan sejumlah 100 orang sampel yang merupakan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sobo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden masyarakat (51%) berada pada stage 1 berdasarkan PAPM, yang berarti mayoritas masyarakat wilayah kerja Puskesmas Sobo sama sekali belum mengetahui adanya pelayanan MOS di Puskesmas. Oleh karena itu, rekomendasi yang dapat diberikan adalah dengan meningkatkan dan memperkuat promosi kesehatan MOS, agar lebih banyak masyarakat yang mengetahui pelayanan MOS dan demi terwujudnya target capaian MOS di Puskesmas

    Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada Pasien Pasca Stroke di UPT. RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah

    No full text
    Stroke menyebabkan kelumpuhan hemiplegia/hemiparesis yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan otak pada bagian berlawanan anggota tubuh. Kelumpuhan tersebut menyebabkan kecacatan pada pasien sehingga sulit untuk melakukan aktivitas dan menjadi bergantung kepada orang lain. Stroke merupakan penyebab kematian kedua dan penyebab utama kecacatan di dunia. Data Riskesdas Tahun 2018 untuk Wilayah Sulawesi Tengah mengenai prevalensi PTM menunjukkan stroke berada pada urutan ke dua dengan persentasi 10,9%. Activity Daily Living (ADL) adalah proses rehabilitasi dengan membiasakan pasien beraktivitas secara mandiri meliputi penggunaan toilet, makan, berpakaian/berdandan dan berpindah tempat, dengan merapkan ADL membantu pasien agar cepat pulih dari ketergantungannya. Kemandirian ADL dapat terhambat jika dukungan yang diterima kurang, adanya depresi dan keparahan stroke yang diderita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemandirian ADL pada pasien pasca stroke di UPT. RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 70 orang yang diambil melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman rank dengan hasil analisis variabel tingkat depresi terhadap kemandirian ADL yaitu ρ-value 0,000, hasil analisis variabel dukungan keluarga terhadap kemandirian ADL yaitu ρ-value 0,047, dan hasil analisis variabel jenis stroke terhadap kemandirian ADL yaitu ρ-value 0,524. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dan dukungan keluarga terhadap kemandirian ADL pada pasien pasca stroke di UPT. RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, dan tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis stroke yang diderita terhadap kemandirian ADL pada pasien pasca stroke di UPT. RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. &nbsp

    Kadar 8-Oxo-7, 8-Dihydro-2’-Deoxyguanosine (8-Oxo-Dgsn) Dalam Urine Sebagai Biomarker Penuaan Pada Pasien Tb Paru

    No full text
    Proses penuaan merupakan proses fisiologis yang tidak dapat dihindari. Pengukuran 8-oxo-dGsn dalam urin berpotensi sebagai cara baru untuk mengevaluasi proses penuaan dalam menentukan dan memperkirakan usia fisiologis. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui kadar 8-Hydroxy-deoxyguanosine (8-OHdG) dalam urin sebagai biomarker penuaan pada pasien tuberculosis paru.  Penelitian ini menggunakan pendekatan case control yakni penderita TB paru sebagai kelompok kasus dan kelompok orang sehat sebagai control dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang (25 orang kasus dan 25 orang kontrol). Data dianalisis dengan menggunakan SPSS 21.0 (SPSS, Inc. Chicago, IL) dengan tingkat kemaknaan α=0.05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kadar 8-Hydroxy-deoxyguanosine (8-OHdG) dalam urin sebagai biomarker penuaan pada kelompok kasus  rata-rata 3.21±0.88. Kadar 8-Hydroxy-deoxyguanosine (8-OHdG) dalam urin sebagai biomarker penuaan pada kelompok kontrol rata-rata 2.38±0.71. Ada korelasi positif antara umur dengan kadar 8-Hydroxy-deoxyguanosine (8-OHdG) dalam urin sebagai biomarker penuaan (p < 0,001), dimana semakin bertambah umur maka kadar 8-Hydroxy-deoxyguanosine (8-OHdG) semakin tinggi. Terdapat perbedaan yang bermakna (p:0.001) secara statistik kadar 8-Hydroxy-deoxyguanosine (8-OHdG) sebagai biomarker penuaan antara kelompok kasus dengan kelompok kontrol.  Kesimpulan penelitian ini adalah Tuberculosis paru mempercepat proses penuaan yang ditandai dengan peningkatan kadar 8-Hydroxy-deoxyguanosine (8-OHdG) dalam urine sebagai biomarker penuaan

    Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Puskesmas Oleh Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Terusan

    No full text
    Pemanfaatan pelayanan kesehatan menjadi suatu permintaan bagi konsumen berdasarkan kebutuhan dari rasa sakit, ketidaknyamanan maupun keinginan untuk pencegahan akan suatu penyakit. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari tahun 2019 diketahui bahwa Puskesmas Pasar Terusan memiliki persentase kunjungan pasien baru paling rendah yaitu sebesar 19,2%. Desain penelitian adalah cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pasar Terusan pada bulan Juli 2020. Sampel penelitian adalah masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pasar Terusan sebanyak 95 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalsis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diketahui 41,1% responden tidak memanfaatkan pelayanan puskesmas, 32,6% memiliki pengetahuan kurang baik, 34,7% mendapatkan informasi kurang lengkap, 34,7% memiliki keterjangkauan sulit dan 35,8% menyatakan sikap petugas kurang baik. hasil bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p=0,000), keterjangkauan (p=0,030) dan sikap petugas (p=0,000) dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas di wilayah kerja Puskesmas Pasar Terusan Tahun 2020. Tidak ada hubungan antara informasi dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas di wilayah kerja Puskesmas Pasar Terusan Tahun 2020 (p=0,646). Puskesmas perlu memperluas jaringannya untuk menjangkau masyarakat yang memiliki jarak tempat tinggal jauh dari puskesmas

    17

    full texts

    259

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇