Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
259 research outputs found
Sort by
Pengaruh Dukungan Keluarga Dan Pelayanan Petugas Fasilitas Kesehatan Terhadap Status Imunisasi Dasar Lengkap pada Baduta Puskesmas Ponorogo Utara di Masa Pandemi Covid-19
PD3I is an infectious disease that has the potential to cause outbreaks and death, especially in toddlers. The number of PD31 cases each year always varies. In 2020, only 3 out of 10 villages managed to achieve the 93% target of the Ponorogo District Health Office. (4). Immunization failure is also exacerbated by entering the Ponorogo area with the orange zone along with 21 districts/cities in East Java. This study aims to determine the effect of family support and the services of health facility workers on the complete basic immunization status of under-fives during the Covid-19 pandemic. This study uses quantitative research methods with a case control approach. Data analysis in this study used the Chi Square test and 95% Confidence Interval (CI) and Odd Ratio (OR) which was intended to be able to see the influence between the independent variables on the dependent variable. The research was conducted on under-aged women in the working area of the North Ponorogo Public Health Center, Ponorogo Regency with a total sample of 70 people. The results show that the service of health facility workers on the complete basic immunization status in under-fives during the Covid-19 pandemic is not related (p = 1, OR = 1) . Family support for complete basic immunization status in under-fives during the Covid-19 pandemic was related (p=0.000, OR=12.08). The conclusion of the study is that family support has an influence and is related, while the service of officers is not related and has no effect
Keywords : Baby under two, Family Support, Completed Basic Immunization, Service of Health Facilit
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Psychological Distress Pada Mahasiswa Universitas X
Setiap individu memerlukan kebutuhan tidur yang cukup agar tubuh dapat berfungsi secara normal. Pelajar dan mahasiswa sangat rentan mengalami kualitas tidur yang buruk karena dominan memiliki aktifitas dan kegiatan yang padat. Oleh karena itu, rentan bagi mereka mengalami tekanan psikologis. Kondisi ini mempengaruhi masalah ketidakstabilan ketidaknyamanan emosional, kognisi, perilaku, perasaan individu dan kualitas tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan psychological distress pada mahasiswa universitas X. Metode penelitian ini menggunakan jenis observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 386 responden dengan populasi dalam penelitian adalah mahasiswa universitas X. Variabel tingkat psychological distress didapat melalui kuisioner K10. Hasil penelitian menunjukkan nilai p sebesar 0,029 < a 0,05 yang artinya Ho ditolak dan HI diterima yang artinya terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan psychological distress pada mahasiswa memiliki hubungan positif lemah. Kesimpulannya terdapat hubungan antara kualitas tidur dan psychological distress pada mahasiswa universitas X dan semakin buruk kualitas tidur pada mahasiswa maka akan semakin mudah mengalami psychological distress.
Kata Kunci: Kualitas Tidur, Psychological Distress, Mahasiswa
Analisis Regresi Ordinal Model Probit Terhadap Faktor Yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia Di Jawa Timur
Indeks Pembangunan Manusia merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk melihat upaya dan kinerja pembangunan manusia di suatu wilayah. Nilai IPM Jawa Timur mengalami penurunan pada tahun 2010, kemudian terus mengalami peningkatan hingga tahun 2019. Namun, tidak tertutup kemungkinan nilainya akan turun. Data IPM di Jawa Timur tersebar mengikuti distribusi normal, maka metode analisis yang digunakan ialah regresi ordinal model probit yang memiliki link function distribusi normal. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemodelan Indeks Pembangunan Manusia di kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur tahun 2019 menggunakan analisis regresi ordinal model probit berdasarkan faktor yang mempengaruhinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang bersifat non reaktif (non reactiv research). Variabel penelitian terdiri dari variabel dependen dan independen yang didapatkan dari web Badan Pusat Statistik Jawa Timur tahun 2019 dan Profil Kesehatan tahun 2019 Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur sejumlah 38 kabupaten/kota. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap IPM Jawa Timur tahun 2019 adalah tingkat pengangguran terbuka dengan nilai signifikansi 0,003. Persentase TPT mampu mempengaruhi IPM di kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur sebesar 26,9%. Nilai AIC yang dihasilkan sebesar 68,038.
Kata kunci: Indeks Pembangunan Manusia, Probit, Jawa Timu
Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Kebonsari Periode Januari-Februari 2020
SARSCoV-2 merupakan coronavirus jenis baru dengan total kasus di Jawa Timur per Maret 2021 sebesar 394,355 kasus (Jatim Tanggap Covid, 2020). Pengobatan Covid-19 saat ini belum ditemukan dan masih dalam tahap pengembangan maka diperlukan upaya lain untuk menurunkan angka Covid-19 melalui vaksinasi pada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program Vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh pemerintah pada salah satu tempat pelayanan kesehatan primer yaitu Puskesmas Kebonsari. Penelitian ini termasuk penelitian observasional deskriptif. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang dilaksanakan dari bulan Januari-Februari di Puskesmas Kebonsari. Populasi penelitian adalah seluruh petugas Puskesmas Kebonsari yang bertugas dalam pelaksanaan program Vaksinasi Covid-19 yaitu sebanyak 6 orang. Pengumpulan data digunakan dengan metode indepth interview dengan pertanyaan open-ended kepada narasumber. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Kebonsari yaitu distribusi vaksin, peralatan pendukung dan logistik; manajemen vaksin dan logistik; pelayanan vaksinasi covid; manajemen limbah; pencatatan dan pelaporan program vaksinasi, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan Indonesia.
SARSCoV-2 is a new type of coronavirus with the total number of cases in East Java as of March 2021 is 394,355 cases. Currently no treatment for Covid-19 has been found and is still in the development stage, hence other efforts are needed to reduce the number of Covid-19 through vaccination in the community. The purpose of this study is to evaluate Government’s program of Covid-19 vaccination in one of the primary health care facility in Surabaya. The research design of this research is descriptive observational research. The form of implementation of this research is evaluation study which was carried out from January to February at the Kebonsari Health Center. The research population was all Kebonsari Health Center officers who were tasked with implementing the Covid-19 Vaccination program, namely 6 people. Data collection was used in-depth interview method with open-ended questions to informants. The results showed that the Covid-19 vaccination activities at the Kebonsari Health Center were distribution of vaccines, supporting equipment and logistics; vaccine management and logistics; covid vaccination services; waste management; recording and reporting of vaccination programs are in accordance with the provisions by the Health Ministry of Indonesia
Penyakit Kulit dan Kelamin Akibat Infeksi Jamur Di Poliklinik RSUD Undata Palu Tahun 2013-2021
Penyakit dermatomikosis merupakan kelainan kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur, umumnya dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu mikosis superfisial yang dapat mengenai jaringan mati pada daerah kulit, kuku serta rambut. Serta bagian lain yaitu mikosis subkutan berupa kelainan kulit akibat infeksi jamur yang melibatkan jaringan di bawah kulit. Menurut WHO, terdapat 20% mengalami infeksi jamur dari seluruh dunia. Jumlah penyakit kulit dan kelamin yang disebabkan oleh jamur, belum pernah dilaporkan dikota Palu, khususnya di RSUD Undata yang menjadi salah satu RS Daerah terbesar di Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran dan mengetahui informasi mengenai distribusi penyakit kulit dan kelamin akibat jamur di RSUD Undata Palu Tahun 2013-2021. pada penelitian ini menggunakan penelitian observasional deskriptif dengan Pengambilan sampel penelitian dilakukan di RSUD Undata Palu. Sampel penelitian adalah semua pasien yang terdiagnosa penyakit kulit akibat jamur tahun 2013 – 2021.dari hasil penelitian yang dilakukan di Poliklinik Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Undata Palu selama kurun waktu 9 tahun sejak 2013 sampai 2021 terdapat 1.576 pasien dengan infeksi kulit karena jamur. kasus penyakit kulit akibat jamur paling banyak didapat pada tahun 2017 yaitu sebanyak 312 kasus, dan terjadi penurunan di 2 tahun terakhir. Penyakit kulit akibat jamur paling banyak adalah Tinea cruris yaitu sebanyak 647 kasus. Kesimpulan yang didapatkan bahwa penyakit kulit akibat jamur di RSUD Undata Palu masih tinggi dan paling sering mengenai di daerah superfisial terutama pada kulit
The Analisis Faktor Perilaku Konsumsi Remaja Terhadap Makanan Cepat Saji (Studi Aplikasi Social Cognitive Theory)
Konsumsi makanan cepat saji pada remaja dianggap sebagai hal sepele yang biasa dilakukan. Namun, dampak yang akan dirasakan berupa gangguan kesehatan dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang, seperti obesitas. Salah satu sekolah di Surabaya yang memiliki angka kejadian obesitas cukup tinggi yakni SMAN 2 Surabaya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor perilaku yang berhubungan dengan konsumsi makanan cepat saji pada remaja menggunakan studi aplikasi Social Cognitive Theory. Penelitian ini merupakan penlitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMAN 2 Surabaya dengan penarikan sampel menggunakan stratified random sampling sebanyak 102 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner yang dibagikan secara online. Variabel independen penelitian ini adalah karakteristik individu, self efficacy, pengetahuan, self regulation, dukungan keluarga, dukungan teman sebaya, dan paparan informasi. Sedangkan variabel dependen yaitu tindakan konsumsi makanan cepat saji pada remaja. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara uang saku (p = 0,015), self regulation (p = 0,047), dan dukungan orangtua (p = 0,038) (p<0,05). Namun, pada variabel lainnya tidak terdapat hubungan dengan tindakan mengonsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pihak sekolah maupun Puskesmas setempat dalam melakukan pencegahan obesitas pada remaja
Studi Benchmarking Pelaksanaan Program Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Puskesmas Sukorejo dan Puskesmas Sananwetan
Program Imunisasi Dasar Lengkap merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Salah satu indikator keberhasilan dari program tersebut adalah Universal Child Immunization (UCI). Pada tahun 2016-2018, Puskesmas Sukorejo Kota Blitar mengalami penurunan capaian kelurahan UCI sebesar 28,56%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan faktor input dan faktor proses Program Imunisasi Dasar Lengkap antara Puskesmas Sukorejo dengan Puskesmas Sananwetan guna menyusun upaya peningkatan cakupan kelurahan UCI di wilayah kerja Puskesmas Sukorejo. Penelitian ini termasuk penelitian observasional deskriptif dengan metode benchmarking. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan Penanggung jawab Program Imunisasi Dasar Lengkap dari Puskesmas Sukorejo dan Puskesmas Sananwetan. Variabel yang menjadi bahan studi benchmarking antara lain faktor input meliputi petugas imunisasi; dana; sarana dan prasarana; dan kebijakan atau SOP serta faktor proses yang terdiri dari perencanaan; pelaksanaan pelayanan; serta pemantauan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kebijakan atau SOP, tahap perencanaan, serta tahap pemantauan dan evaluasi yang ada di Puskesmas Sananwetan memiliki kondisi dan pelaksanaan yang lebih baik dibandingkan dengan Puskesmas Sukorejo. Masalah yang ditemukan antara lain tingginya surviving infant, masih adanya penolakan imunisasi dari beberapa orangtua bayi, mobilitas masyarakat yang tinggi, serta adanya kawasan elite yang sulit dijangkau oleh petugas. Kesimpulan dari penelitian adalah perlunya Puskesmas Sukorejo untuk melakukan benchmark khususnya pada variabel kebijakan atau SOP, tahap perencanaan, serta tahap pemantauan dan evaluasi
Persepsi Remaja Terhadap Kontrol Perilaku HIV AIDS Di Wilayah Kerja Puskesmas Parigi Tahun 2021
HIV AIDS merupakan permasalahan kesehatan yang sangat rentan berisiko terjadi pada usia remaja karena remaja masa peralihan dari anak-anak kemasa dewasa. Kabuputen Parigi Moutong merupakan daerah tertinggal yang sementara berkembang. Temuan kasus HIV AIDS serta adanya kasus penyalahgunaan narkoba pada usia remaja dikarenakan bebasnya pergaulan serta kurangnya kontrol dari orang tua. Hal ini cendrung mengakibatkan remaja berisiko terkena penyakit HIV AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap, norma subjektif remaja terhadap kontrol perilaku HIV AIDS di Wilayah kerja Puskesmas Parigi tahun 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Parigi pada bulan April tahun 2021. Data dikumpulkan melalui metode wawancara mendalam dengan 13 informan diantaranya 8 remaja sebagai informan utama, 5 informan pendukung yang teridiri dari tiga kepala sekolah, satu petugas kesehatan dan satu orang tua remaja. Data hasil penelitian selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode tematik. Hasil penelitian diperoleh remaja memiliki pengetahuan yang kurang tentang HIV AIDS, sehubungan dengan efektifitas penyebaran informasi kesehatan HIV AIDS dikalangan remaja sekolah serta minat remaja untuk ingin tahu tentang HIV AIDS yang masih kurang. Remaja mempunyai sikap, norma subjektif serta persepsi yang positif terhadap kontrol perilaku HIV AIDS. Kesimpulan remaja masih memiliki pengetahuan yang kurang tentang HIV AIDS, sementara itu remaja memiliki sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku yang positif terhadap perilaku HIV AIDS sehingga remaja dapat mencegah /menghindari perilaku HIV AIDS
Persepsi Masyarakat Terhadap Vaksinasi Covid-19 Di Area Kerja Puskesmas Donggala
Salah satu faktor yang memengaruhi lambatnya proses vaksinasi Covid-19 adalah adanya persepsi negatif masyarakat terhadap vaksin Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 di area kerja Puskesmas Donggala. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling diperoleh 116 orang responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner persepsi masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19. Analisis data dilakukan secara deskriptif dari masing-masing variabel yang diteliti dengan tabel distribusi frekuensi disertai penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang setuju untuk mendapatkan vaksinasi berdasarkan persepsi terkait keberhasilan tujuan vaksinasi berjumlah 76 orang (65,5%), berdasarkan persepsi terkait keamanan vaksin berjumlah 71 orang (61,2%), berdasarkan persepsi terkait efektivitas vaksin berjumlah 73 orang (62,9 %), dan berdasarkan persepsi terkait pandangan agama berjumlah 81 orang (69,8 %). Persepsi masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 sangat bervariasi dan berdasarkan persepsi tersebut diketahui bahwa rata-rata persentase responden yang setuju untuk mendapatkan vaksinasi adalah 64,7%
Pengaruh Peran Pengawas Menelan Obat dan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Terhadap Angka Kesembuhan (Cure Rate) Pasien Tuberkulosis
Kunci sukses penanggulangan TBC adalah penemuan pasien dan pengobatan pasien sampai sembuh. keberhasilan pengobatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor kepatuhan pasien, faktor pengawas menelan obat dan efek samping yang dirasakan pasien. Kecamatan Palu Selatan merupakan penyumbang angka kejadian TBC yang cukup tinggi dengan angka kesembuhan pasien TBC yang belum mencapai target nasional (85%). Wilayah Kecamatan Palu Selatan terdiri dari 3 Puskesmas yaitu Puskesmas Mabelopura terdapat 62 kasus, Puskesmas Birobuli 46 kasus dan Puskesmas Bulili 28 kasus, dengan angka kesembuhan yaitu Puskesmas Mabelopura 44 (70,96%) kasus, Puskesmas Birobuli 30 (65,21%) kasus dan Puskesmas Bulili 19 (67,85%) kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi angka kesembuhan TBC di Kecamatan Palu Selatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 136 orang dan sampel sebanyak 97 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis yang digunakan yaitu regresi linear sederhana dengan nilai α =5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara pengawas menelan obat (Sig. 0,010) dan efek samping (Sig. 0,010) terhadap angka kesembuhan pasien TBC. Disarankan kepada pasien TBC untuk patuh dalam mengonsumsi obat walaupun responden merasakan efek samping yang ditimbulkan oleh OAT, kepada keluarga diharapkan berperan aktif dalam mengawasi saat minum obat dan memberikan dukungan kepada pasien agar menyelesaikan pengobatan.