Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
259 research outputs found
Sort by
Bolu Kukus Berbahan Dasar Buah Sawo Manila dan Tepung MOCAF sebagai Menu Selingan Alternatif
Pemilihan makanan yang keliru dapat menjadi salah satu risiko timbulnya penyakit degeneratif, seperti mengonsumsi makanan instan/cepat saji. Menu atau pangan selingan alternatif, biasa dikonsumsi antara sebelum atau sesudah makan utama kecuali saat sarapan. Dengan adanya bolu kukus berbahan dasar buah sawo manila dan tepung MOCAF, diharapkan menjadi salah satu rekomendasi menu selingan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai energi, kadar zat gizi makro, daya terima, dan serving size produk. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen dengan desain penelitian deskriptif observatif berbasis uji laboratorium. Analisis nilai energi menggunakan akumulasi dari hasil analisis zak gizi makro dan kadar zat gizi makro dan serat menggunakan metode proksimat. Daya terima dilakukan dengan menggunakan uji hedonik, dan untuk penentuan serving size menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan hanya F0 yang memenuhi ± 10% energi rujukan, sementara formula lain berada di bawah ± 10% energi rujukan; hanya F0 yang tidak memenuhi ± 10% karbohidrat rujukan; tidak ada yang memenuhi ± 10% protein rujukan; tidak ada yang memenuhi ± 10% lemak rujukan; hanya F0 yang memenuhi ± 10% serat rujukan, sementara formula lainnya lebih tinggi dari rujukan. Dari hasil analisis secara keseluruhan, F1 merupakan formula yang paling disukai dan F3 merupakan formula terpilih untuk dianalisis serving size-nya. Saran terhadap penelitian ini, yaitu agar produk dapat menjadi salah satu pangan rekomendasi untuk menu selingan alternatif, agar dapat dilakukan penelitian lanjutan terkait kandungan gizi mikro, dan lainnya terhadap produk, serta perbaikan bahan formulasi agar lebih mencukupi kandungan gizi serta daya terima
Analisis Faktor Penyebab Perilaku Buang Sampah Sembarangan Pada Masyarakat Desa Kluncing, Banyuwangi
Perilaku membuang sampah sembarangan berpotensi mengakibatkan kerusakan lingkungan dan berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Sampah adalah sesuatu yang tidak lagi digunakan atau dibuang yang berasal dari sisah kegiatan manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penyebab perilaku membuang sampah sembarangan pada masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data penelitian digunakan dengan metode indepth interview. Hasil penelitian menunjukkan perilaku membuang sampah sembarangan masih sangat tinggi di masyarakat dengan persentase sebesar 69%. Perilaku membuang sampah sembarangan pada masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni faktor sarana dan prasarana yang tidak tersedia dengan persentase sebesar 63%, kemudian tingkat pendidikan yang rendah sebesar 57%, dan kurangnya dukungan pemerintah desa dalam pengolahan sampah. Berdasarkan dari hasil survey masyarakat Desa Kluncing tahun 2019, perilaku membuang sampah sembarangan masih sangat tinggi yakni sebesar 69% dari total keseluruhan populasi. Berdasarkan hasil survey di Desa Kluncing tempat pembuangan sampah (TPS) tidak tersedia di lingkungan masyarakat dengan persentase sebesar 63%. Masyarakat Desa Kluncing membutuhkan sosialisasi serta penyuluhan mengenai proses pengolahan sampah agar dapat meningkatkan kesadaran dalam melakukan pengolahan sampah. Kesimpulan dari penelitian ini tingkat pendidikan berpengaruh terhadap rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, dan dukungan pemerintah desa berupa penyediaan tempat pembuangan sampah (TPS) dapat menjadi solusi dalam mengatasi perilaku membuang sampah sembarangan.
 
Hubungan Akses Informasi Dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS Pada Remaja di Indonesia
Setiap tahunnya penderita HIV/AIDS teru smeningkat jumlahnya. Remaja merupakan populasi yang paling rentan terkena HIV/ADIS dikarenakan pada fase ini anak memasuki tahap pencairan jati diri sehingga pengaruh teman sebaya (peer pressure) dan keinginan untuk mencoba hal baru sangat kuat. Penelitian terdahulu menunjukkan tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS pada remaja tergolong tinggi, tetapi dalam berpacaran remaja tetap melakukan aktifitas seksual yang tidak aman dan beresiko untuk tertular HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment design. Rancangan ini berupaya untuk mengetahui hubungan antara satu variabel pada situasi atau sekelompok subyek tertentu. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Surevei Demografi dan Kesehatan Indonesia Reproduksi Remaja (SDKI KRR) 2017. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dalam bentuk online form. Kuesioner ini menilai sejauh mana pengetahuan remaja terkait HIV/AIDS. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 13.079 laki-laki muda yang memenuhi kriteria nklusi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan menggunakan purposive sampling. Hasilnya didapatkan hubungan yang signifikan antara sumber informasi dari media cetak, radio dan televisi dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS di antara remaja. : Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara akses informasi dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS di antara remaja. Pengetahuan yang baik dapat menghindarkan remaja dari perilaku yang beresiko teratular HIV/AIDS. Pengetahuan yang baik di pengaruhi oleh pendidikan responden serta peran dari orang tua dan guru dalam memberikan informasi mengenai HIV/AIDS
Pengaruh Asfiksia Terhadap Kejadian Kematian Neonatal Di Provinsi Jawa Timur
ABSTRAK
Kejadian kematian neonatal masih menjadi salah satu permasalahan utama di Provinsi Jawa Timur. Angka kematian neonatal di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2019 mencapai 5,2/1.000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh antara asfiksia terhadap kematian neonatal di Provinsi jawa Timur tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan desain cross sectional. Data yang digunakan bersumber dari profil kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2019. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier dan uji kolmogorov-smirnov. Hasil penelitian angka kematian neonatal di Provinsi Jawa Timur tahun 2019 mengalami penurunan dibandingkan angka kematian neonatal ditahun sebelumnya. Kasus Asfiksia mengalami peningkatan pada tahun 2019 dibandingkan pada tahun 2018. Penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh antara asfiksia (p=0,04) terhadap kejadian kematian neonatal di Provinsi Jawa Timur. Kesimpulan dari penelitian ini kematian neonatal di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2019 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya dan terdapat pengaruh antara asfiksia dengan kejadian kematian neonatal di Provinsi Jawa Timur.
Kata Kunci: Kematian Neonatal, Pengaruh, Asfiksi
HUBUNGAN ANTARA TEMPERATUR UDARA DENGAN KASUS MALARIA DI KABUPATEN ENDE TAHUN 2017
Di Indonesia malaria masih menjadi perkara kesehatan yang menjadi perhatian pemerintah. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki iklim tropis dan beberapa daerah merupakan endemis malaria. Berdasarkan data hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2018), prevalensi malaria di Indonesia sebesar 0,37%. Tiga provinsi dengan prevalensi malaria tertinggi di Indonesia adalah Papua (12,07%), Papua Barat (8,64%), dan NTT (1,99%). Hal ini dikarenakan Indonesia beriklim tropis dan memicu beberapa wilayahnya menjadi endemis malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara temperatur udara terhadap kasus Malaria di Kabupaten Ende pada tahun 2017. Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik menggunakan desain penelitian cross sectional dan memakai data sekunder. Penelitian ini menampakkan adanya interaksi antara temperatur udara terhadap kasus malaria di Kabupaten Ende tahun 2017 karena p value = 0,049 < α = 0,05. Jumlah kasus malaria di Kabupaen Ende pada tahun 2017 yaitu 671 kasus. Dengan rata-rata temperatur udara pada tahun 2017 yaitu 28,9°C. Berdasarkan hasil penelitian ini bisa disimpulkan bahwa ada interaksi yang signifikan dan berpola negatif antara temperatur udara terhadap kasus malaria di Kabupaten Ende pada tahun 2017.
 
Hubungan Status Gizi, Aktivitas Fisik, Konsumsi Natrium, Tingkat Stres, dan Tempat Tinggal dengan Tekanan Darah Remaja: Studi Cross-Sectional
Masa remaja merupakan usia kritis untuk mengendalikan tekanan darah, untuk mengurangi risiko hipertensi di kemudian hari. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan tekanan darah remaja adalah menerapkan gaya hidup sehat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan status gizi, aktivitas fisik, konsumsi natrium, tingkat stres, dan tempat tinggal dengan tekanan darah siswa MA Putri Maskumambang di Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan jumlah sampel sebesar 70 orang, yang diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan di MA Putri Maskumambang di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sejak September 2019 hingga Februari 2021. Pengumpulan data meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, tingkat stres menggunakan The Student Stress Scale, aktivitas fisik menggunakan kuesioner dari FAO/WHO/UNU, konsumsi natrium menggunakan Semi-FFQ, dan identitas diri. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi (p = 0,00) memiliki hubungan yang signifikan dengan tekanan darah siswa MA Putri Maskumambang di Kabupaten Gresik. Sedangkan aktivitas fisik (p = 1,00), konsumsi natrium (p = 0,71), tingkat stres (p = 0,62 dan p = 0,60), dan tempat tinggal (p = 1,00) tidak berhubungan dengan tekanan darah. Gaya hidup sehat harus selalu diterapkan oleh remaja untuk mengurangi risiko hipertensi saat dewasa.
 
Pengetahuan Mengenai Bahaya Merokok dengan Keinginan Berhenti Merokok Masyarakat Desa Pakel
Merokok merupakan kebiasaan yang memiliki dampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan. Prevalensi merokok di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, baik pada laki-laki ataupun perempuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui promosi kesehatan mengenai bahaya merokok yang akan menimbulkan keinginan untuk berhenti merokok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan total populasi sebanyak 30 responden masyarakat Desa Pakel. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner penelitian. Pada usia <15 tahun responden sudah mulai merokok dengan persentase sebesar 86,7%. Sebagian besar keadaan yang membuat merokok pada responden adalah saat santai sebesar 66,7%. Masyarakat memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai dampak dari bahaya merokok dengan persentase sebesar 73,3%. Masyarakat memiliki keinginan yang tinggi untuk berhenti merokok hal ini didapatkan dengan persentase sebesar 86,7%. Kesimpulan dalam penelitian ini tingkat pengetahuan masyarakat yang tinggi mengenai bahaya merokok mendorong keinginan seseorang untuk berhenti meroko
HUBUNGAN KONDISI RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANSAMAT KECAMATAN TINANGKUNG SELATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2021
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang menular lewat udara yang disebabkan oleh bakteri gram-positif Mycobacterium tuberculosis (WHO, 2017). Sebagian besar kasus tuberkulosis lebih sering menyerang paru. Selain paru, tuberkulosis juga dapat menyerang organ lain seperti kelenjar limfe, pleura, tulang, sistem saraf pusat, saluran pencernaan, peritoneum, geritourinari, militer, dan pericard (Golden, dan Vikram, 2005). Menganalisis Hubungan Kondisi Sanitasi Rumah Dengan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Mansamat Kematan Tianangkung Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua penduduk di 7 desa Wilayah Kerja Puskesmas Mansamat. Sampel dalam penelitian ini penderita TB paru dan yang tidak penderita TB paru, teknik dalam pengambilan sampel tidak penderita menggunakan proporsional random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari lima variabel yang di analisis bivariat menggunakan aplikasi SPSS mempunyai nilai p value = > nilai α = 0,05, yang terdiri dari variabel Luas Ventilasi, Pencahayaan, Kelembaban, Jenis Lantai, Kepadatan Hunian. Dari hasil tersebut bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap Hubungan Kondisi Rumah Dengan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Mansamat Kecamatan Tinangkung Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2021. 
Factors related to leftovers of Inpatiens at Anutapura Public Hospital, Palu City
Leftovers are the percentage of food that is not eaten or eaten by the patient and is disposed of as waste. The challenge in providing food in hospitals that must be followed up immediately is that there are still a lot of leftovers from the patient\u27s food. Leftover can be caused by various factors. This research aims to find out the factors related to food waste. This type of research was analytical observational with a quantitative approach and used a cross-sectional research design. The population of this research was all hospitalized patients who received food without a diet in the form of soft or ordinary hospital standards. The sample totaled 50 respondents which were selected through the accidental sampling technique. The data obtained were analyzed using the Chi-square test. The results of the research show that there is a relationship between food taste (p<0.05), food menu (p<0.05), and length of stay (p<0.05) with food waste of inpatients at Anutapura Public Hospital, Palu City. Respondents assessments of taste and food menus vary. When sick, the sense of taste of a tongue tastes bitter, bland, and can\u27t taste the taste of each type of food so that it affects whether or not there is a lot of leftover food. Ingredients and food menus that are served several times at each meal and boredom during hospitalization can make the response reluctant to finish the food serve
Hubungan Antara Lingkungan Belajar Dengan Kelelahan Siswa SMA Di Kota Surabaya
Kelelahan pada siswa disebabkan oleh banyak faktor contohnya adalah lingkungan belajar yang dipilih pada siswa. Pada faktanya siswa SMA di Surabaya siswa memiliki lingkungan belajar yang kurang aktif seperti sering membolos, tidak memperhatikan saat pembelajaran, malas-malasan untuk belajar dan lain-lain maka otomatis motivasi dan semangat siswa untuk belajar kurang sehingga siswa akan mudah jenuh dan lelah untuk belajar. Peran orang tua dalam lingkungan fasilitas pada siswa juga kurang, fasilitas yang dimiliki siswa SMA di Surabaya rata-rata masih kurang. jika fasilitas sudah lengkap dan memadai maka siswa juga akan semangat dan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkungan belajar siswa dengan kelelahan siswa kelas XII SMA/sederajat tahun ajaran 2020/2021 di Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis cross sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA/sederajat di Kota Surabaya. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 212 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian adalah metode angket. Hasil uji analisis statistik menggunakan Fisher’s Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara lingkungan belajar dengan kelelahan siswa kelas XII SMA/sederajat tahun ajaran 2020/2021 di Kota Surabaya. Besarnya hubungan dilihat dari uji Fisher’s Chi Square dan terdapat hubungan positif antara variabel lingkungan belajar dengan kelelahan sebesar 0,039 dengan 0,05. Nilai p < ,sehingga Ho ditolak.Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari 212 siswa mengalami kelelahan yang dikategorikan sedang.Pada hasil uji analis statistik menunjukkan terdapatnya hubungan antara lingkungan belajar dengan kelelahan yang dialami siswa.