Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
    259 research outputs found

    Karakteristik Kesehatan Terkait Perkawinan Anak di Sulawesi Selatan: Fertilitas, Mortalitas dan Kesehatan Reproduksi

    No full text
    Salah satu dampak perkawinan anak adalah permasalahan kesehatan. Artikel ini bertujuan untuk memeriksa keterkaitan permasalahan fertilitas, mortalitas, dan kesehatan reproduksi dari perempuan yang menikah pada usia anak-anak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deksriptif. Data yang digunakan berasal dari Badan Pusat Statistik hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional pada bulan Maret 2017. Merujuk pada metadata indikator perkawinan anak SDGs, maka unit penelitian pada artikel ini adalah perempuan berumur 20-24 tahun yang menikah. Terdapat 899 unit penelitian yang kemudian diperiksa terkait indikator fertilitas, mortalitas, dan kesehatan reproduksi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pada aspek fertilitas, perempuan berumur 20-24 tahun yang menikah sebelum umur 18 tahun memiliki peluang 8 kali lipat dalam melahirkan 3 atau lebih anak lahir hidup dibandingkan mereka yang menikah di usia dewasa. Pada umur melahirkan pertama didominasi pada kelompok umur 15-19 tahun yang merupakan kelompok umur dengan peluang yang tinggi pada kematian ibu. Terdapat sekitar 18 persen bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah dilahirkan dari perempuan yang menikah di usia anak. Pada aspek kesehatan reproduksi, masih terdapat 26,3 persen dari perempuan yang menikah sebelum umur 18 tahun tidak menggunakan alat KB. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah bahwa perkawinan anak dapat meningkatkan resiko terhadap permasalahan fertilitas, mortalitas, dan kesehatan reproduksi

    Analisis Masalah Penyakit Menular Prioritas Di Provinsi Sulawesi Tengah

    No full text
    Provinsi Sulawesi Tengah masih menghadapi masalah penyakit endemis seperti Sistosomiasis serta KLB yang rutin terjadi menambah permasalahan penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan masalah penyakit menular prioritas serta penyebab penyakit menular prioritas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2020 hingga Februari 2021 di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan mereview profil kesehatan tahun 2015-2019 dan data terkait lainnya. Prioritas masalah menggunakan metode PAHO-Adapted-Hanlon dan analisis penyebab masalah prioritas menggunakan metode Root Cause Analysis. Hasil Identifikasi masalah penyakit menular di Provinsi Sulteng yaitu CNR TB 220/100.000 penduduk dengan CFR 3,5%. Kasus HIV sebanyak 1811 kasus dan AIDS sebanyak 913 kasus dengan CFR 7%. Prevalensi Kusta 0,83/100.000 penduduk. Cakupan penemuan kasus pneumonia balita hanya 55,3% dengan CFR 0,12%, IR diare 17,3/1000 penduduk. API Malaria sudah mencapai  0,04/1000 penduduk. Kasus GHPR 3461 kasus dengan kasus Rabies Lyssa 8 kasus. IR Filariasis 6,3/100.000 penduduk dengan CFR 2,1%. PR Sistosomiasis pada manusia 0,1% sedangkan pada keong 2,5%. Hanya 1 kasus difteri yang ditemukan, terdapat 5 kasus Rubella dan  tidak ada kasus campak. AFP rate 2,17/100.000 penduduk. Dari uraian tersebut, prioritas masalah penyakit menular di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Tuberkulosis (skor: 35,7), Rabies (Skor: 26,2) dan Demam Berdarah Dengue (Skor:24,5). Diharapkan dapat meningkatkan angka penemuan kasus TB dan jumlah layanan TB-RO, meningkatkan jumlah rabies center dan pengetahuan masyarakat terkait rabies serta meningkatkan kesadaran masyarakat terkait PSN

    Potensi Bahaya pada Pesawat Angkat dan Angkut Gantry Crane Di Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api

    No full text
    Pendahuluan : Setiap tahun, ada hampir seribu kali lebih banyak kecelakaan kerja non-fatal dibandingkan kecelakaan kerja fatal. Kecelakaan non-fatal diperkirakan dialami 374 juta pekerja setiap tahun. PT. Pembangunan Persero (Tbk) yang bekerja dalam bidang konstruksi perlu menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan menerapkan program penilaian potensi bahaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya yang dapat terjadi pada proses pengoperasian pesawat angkat dan angkut Gantry Crane di proyek pembangunan jalur kereta api. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional yang dianalisis menggunakan metode deskriptif. Penelitian dilakukan di area office dan proyek pembangunan jalur kereta api yang merupakan proyek PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk Divisi Infrastruktur 2 pada 7 Februari – 7 April 2018. Hasil : Dari hasil penelitian diketahui terdapat 3 potensi bahaya pada pengoperasian gantry crane pada proses erection girder, yaitu gantry crane ambruk dan troly electric hoist tergelincir, putusnya sling dan pekerjaan yang dilakukan di ketinggian. Kesimpulan : Perusahaan harus menyediakan menyediakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap dan sesuai standart, memastikan bahwa lokasi dan jenis pekerjaan tersebut aman, serta memastikan pekerja menggunakan APD yang disediakan

    Hubungan antara Karakteristik, Intensitas Penggunaan Smartphone dan Niat dengan Kecenderungan Nomophobia pada Remaja SMA di Surabaya

    No full text
    Indonesia menjadi salah satu negara yang menempati posisi 4 sebagai negara dengan jumlah pengguna smartphone terbanyak didunia yakni sebesar 240 juta pengguna. Fenomena yang terjadi saat ini adalah adanya kecenderunagn masyarakat dan remaja dalam menggunakan smartphone sehingga menyebabkan nomophobia. Dalam penelitian ini, peneliti bertujuan untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dan niat menggunakan smartphone dengan nomophobia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional analitik yaitu penelitian yang menjelaskan adanya hubungan antara variabel melalui pengujian hipotesa. Rancang bangun penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian Cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah remaja di 5 SMA Negeri Surabaya sebanyak 414 siswa. Data dikumpulkan oleh peneliti dilakukan melalui metode pengambilan data primer dan sekunder. Berdasarkan  analisis data hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan nomophobia memiliki nilai pvalue sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan Nomophobia. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa responden dengan intensitas penggunaan smartphone yang tinggi sebanyak 45,4% mengalami nomophobia berat. hasil dari analisis data hubungan dukungan sosial dengan nomophobia memiliki nilai pvalue sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara niat menggunakan smartphone secara berlebihan dengan nomophobia. sebesar 51,3% responden yang memiliki niat tinggi untuk menggunakan smartphone secara berlebihan mengalami nomophobia berat dan 44,0 mengalami nomophobia sedang. Sedangkan yang mengalami nomophobia ringan hanya sebesar 4,7%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adalah terdapat hubungan antara jenis kelamin, intensitas penggunaan smartphone dan niat dalam penggunaan smartphone dengan nomophobia. Kemudian semakin tinggi intensitas penggunaan smartphone dan niat menggunakan smartphone semakin tinggi pula nomophobia yang dialami remaja. Kata Kunci: Intensitas, Niat, Smartphone, Nomophobi

    Manajemen Pos Kesehatan Pesantren Di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlas Kabupaten Polman

    No full text
     Pondok Pesantren adalah salah satu bentuk lembaga pendidikan keagamaan yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat yang berperan penting dalam pengembangan sumberdaya manusia. Pos Kesehatan Pesantren, yang umumnya disebut Poskestren merupakan salah satu wujud Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) di lingkungan pondok pesantren, dengan prinsip dari, oleh dan warga pondok pesantren, yang mengutamakan pelayan promotif dan preventif tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif , dengan binaan puskesmas setempat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis manajemen poskestren di Pesantren Moderen Al-Ikhlash. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana dalam penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan penulis untuk mendapatkan data yang objektif dalam rangka mengetahui pelaksanaan manajemen pos kesehatan pesantren. Jumlah Informan sebanyak 9 orang, yang terdiri dari guru, petugas poskestren dan santri. Hasil penelitian menunjukkan adanya kebijakan yang dibuat terkait pelaksanaan kegiatan poskestren seperti pelayanan santri yang sakit dan pengadaan fasilitas poskestren. Fungsi manajemen juga telah dilakukan oleh poskestren mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Selain itu juga dilakukan rencana tidak lanjut pengembangan poskestren seperti penambahan jumlah gedung dan tenaga kesehatan tetap poskestren. Kesimpulannya adalah manajemen poskestren sudah berjalan dengan baik, dilihat dari kebijakan, manajemen, hingga rencana tindak lanjut untuk pengembangan poskestren namun masih perlu ada beberapa perbaikan dalam manajemen poskestren seperti masih kurangnya fasilitas poskestren dan kurangnya tenaga kesehatan tetap poskestren &nbsp

    Gambaran Pelaksanaan Program Pengendalian Dan Pemberantasan Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Keputih Surabaya Tahun 2020

    No full text
    ABSTRAK Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari. Puskesmas Keputih telah melakukan upaya pengendalian dan pemberantasan berdasarkan 5 levels of prevention untuk mengatasi peningkatan kasus diare khususnya pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis gambaran pelaksanaan program pengendalian dan pemberantasan diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Keputih Kota Surabaya. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Hasil penelitian ini adalah Puskesmas Keputih melakukan tindakan pengendalian dan pemberantasan diare pada balita dengan menggunakan 5 levels of prevention, yaitu promosi kesehatan, perlindungan khusus, deteksi dini dan tindakan tepat, pembatasan kecacatan, dan rehabilitasi. Kesimpulan penelitian ini adalah Puskesmas Keputih telah melakukan program-program kerja terkait pengendalian dan pemberantasan penyakit diare balita sesuai berdasarkan 5 tahapan pencegahan. Kata Kunci: Diare; Pengendalian; Pemberantasan; Puskesmas   ABSTRACT Diarrhea is a condition in which a person defecates with a soft or liquid consistency, it can even be water only and the frequency is more frequent (usually three or more times) in one day. Puskesmas Keputih has carried out control and eradication efforts based on the 5 levels of prevention to overcome the increase in diarrhea cases, especially in toddlers. This study aims to identify and analyze the description of the implementation of the program forcontrolling and eradicating diarrhea in children under five in the working area of ​​Puskesmas Keputih, Surabaya. This research method is quantitative with descriptive research type using a cross sectional research design. The results of this study were that the Keputih Health Center carried out control and eradication of diarrhea in children under five using 5 levels of prevention, namely health promotion, special protection, early detection and appropriate action, limitation of disability, and rehabilitation. The conclusion of this study is that the Keputih Health Center has carried out work programs related to the control and eradication of diarrheal diseases under five according to the 5 levels of prevention.   Keywords : Diarrhea; Control; Eradication; Public Health Cente

    Hubungan Beban Kerja Fisik dan Shift Kerja dengan Kelelahan Kerja Subjektif Pekerja Shift (Studi Pada Pekerja Shift di Puskesmas Kepohbaru, Kab. Bojonegoro)

    No full text
    Kelelahan kerja merupakan salah satu penyebab terbesar terjadinya kecelakaan kerja yang fatal. Kelelahan kerja dipengaruhi beberapa faktor. Salah satu yang sangat berpengaruh adalah faktor organisasi seperti shift kerja, lama kerja, dan beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara beban kerja fisik dan shift kerja dengan kelelahan kerja subjektif pada pekerja shift di Puskesmas Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancang bangun cross-sectional. Sampel dari penelitian ini sebanyak 40 responden yang dipilih berdasarkan teknik simple random sampling. Variabel yang diteliti adalah kelelahan kerja subjektif yang diperoleh dari pengisian Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) dari Jepang oleh responden, beban kerja fisik yang diperoleh dengan mengukur 10 denyut nadi sebelum bekerja dan saat bekerja menggunakan stopwatch, lalu dihitung menggunakan rumus %CLV, dan variabel shift kerja yang diperoleh dari hasil kuesioner dan wawancara. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik korelasi spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan, 60% pekerja dengan beban kerja ringan, 35% beban kerja sedang, 5% beban kerja berat, 32,5% shift pagi, 32,5% shift sore, dan 35% shift malam. Diketahui seluruh pekerja shift mengalami kelelahan kerja, sebanyak 21 responden mengalami kelelahan ringan (52,2%), 17 responden mengalami kelelahan sedang (42,5%), dan 2 responden lainnya termasuk dalam kelelahan tinggi (5%). Berdasarkan hasil uji korelasi spearman terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja subjektif dengan hubungan yang tinggi (ρ-value= 0,000; koefisien korelasi= 0,680) dan terdapat hubungan yang signifikan pula antara shift kerja dengan kelelahan kerja subjektif dengan hubungan yang sedang (ρ-value= 0,006; koefisien korelasi= 0,424)

    Hubungan antara Usia dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Home Industri Pembuatan Kerupuk di UD. X Banyuwangi

    No full text
    Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan suatu keluhan pada otot rangka seseorang berupa kerusaka pada sendi yang disebabkan oleh posisi yang tidak ergonomis saat melakukan suatu pekerjaan. Tenaga kerja di UD. X Banyuwangi berisiko mengalami gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs), hal ini disebabkan karena para pekerja tersebut melakukan aktivitas bekerjanya dengan posisi yang tidak ergonomis seperti membungkuk ataupun berdiri yang terlalu lama. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional. Sampel penelitian berjumlah 95 pekerja dari total populasi yaitu 125 pekerja. Variabel yang diteliti yaitu usia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara usia dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Faktor risiko terjadinya keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja di UD. X Banyuwangi disebabkan oleh posisi kerja yang tidak ergonomis saat melakukan pekerjaannya

    Gambaran Pelaksanaan Promosi K3 Sebagai Upaya Pencegahan dan Penaggulangan Kebakaran di Industri Pupuk Kimia X

    No full text
    Industri pupuk kimia merupakan salah satu industri yang memiliki potensi bahaya yang tinggi. Kebakaran dan ledakan menjadi salah satu bahaya yang dapat ditimbulkan karena proses produksinya yang menggunakan bahan-bahan kima. Potensi bahaya tersebut menggugah perusahaan untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran, salah satunya yaitu promosi K3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan  promosi K3 sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan pada bulan Maret-April 2021. Informasi yang diperoleh berasal dari wawancara dengan informan menggunakan teknik triangulasi dan telaah dokumen sekunder. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa industri pupuk kimia X yang memiliki potensi bahaya kebakaran kategori tinggi telah menerapkan promosi K3 sebagai upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran diantaranya yaitu pelatihan pemadaman kebakaran, penyegaran K3 anggota safety representative dan kontraktor, lomba bulan K3, himbauan pencegahan kebakaran, serta pemasangan safety sign bahaya kebakaran. Program promosi K3 telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku meskipun masih ada kekurangan seperti pelatihan belum merata dan media promosi terbata

    Gambaran Faktor Sikap dan Norma Subjective pada Niat Bermain Game Online pada Remaja

    No full text
    Perkembangan dunia teknologi saat ini berkembang begitu pesat, salah satu contohnya adalah adanya game online. Saat ini game online banyak dimainkan oleh remaja hingga menyebabkan kecanduan serta dampak negatif, baik fisik, psikis maupun sosial. Remaja yang masih berada pada usia sekolah berpotensi bermain game online lebih lama karena memiliki banyak waktu luang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh sikap remaja terhadap perilaku bermain game online, norma subjektif tentang game online, dan persepsi kemudahan bermain game online dengan niat bermain game online pada remaja. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Jumlah responden pada penelitian ini yaitu sebanyak 76 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data yang didapat dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap responden terhadap perilaku bermain game online berpengaruh terhadap niat bermain game online pada remaja dengan nilai signifikansi 0,038. Norma subjektif tentang game online tidak berpengaruh terhadap niat bermain game online pada remaja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sikap terhadap perilaku bermain game online merupakan faktor yang mempengaruhi niat bermain game online pada remaja. Remaja diharapkan dapat mengontrol diri agar tidak berlebihan dalam bermain game online. Selain itu, pengawasan dari orang tua sangat diperlukan agar remaja dapat membatasi bermain game online selama di ruma

    17

    full texts

    259

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇