Prosiding Semnastek
Not a member yet
1032 research outputs found
Sort by
SEGMENTASI BAGIAN TUBUH MANUSIA 3D POINT CLOUD BERBASIS SPHERICAL PROJECTION MENGGUNAKAN MASK R-CNN
Teknologi sensor yang berkembang pesat, yaitu Light Detection and Ranging (LiDAR), banyak digunakan dalam bidang segmentasi citra dan deteksi objek. Point cloud 3D, yang memvisualisasikan pantulan objek, menjadi hasil dari teknologi ini. Namun, kendala atau tantangan muncul dalam segmentasi point cloud 3D karena struktur data yang tidak beraturan, menyebabkan noise dan tumpang tindih bentuk objek. Hal ini memengaruhi keakuratan segmentasi dan deteksi objek. Untuk mengatasi masalah tersebut, jawabannya ditemukan dalam pendekatan proyeksi bola. Dengan mengubah data point cloud 3D menjadi gambar 2D, proses segmentasi gambar menjadi lebih mudah. Tujuannya adalah untuk segmentasi bagian tubuh dengan menggunakan data 3D point cloud, Saat melakukan segmentasi gambar hasil konversi data 3D ke 2D menggunakan deep learning, model yang efektif untuk mempelajari data tersebut adalah Mask R-CNN. Akurasi 59% berhasil dicapai dalam 200 epoch berdasarkan data pelatihan. Penelitian ini diharapkan dapat membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut guna menyempurnakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dibidang computer vision dan kecerdasan buatan.Kata kunci: LiDAR; Point Cloud; Segmentasi; Spherical Projectio
Aplikasi Sistem Inferensi Fuzzy Metode Mamdani Untuk Memprediksi Jumlah Produksi Pakaian Pada Industri Kreatif Fesyen
Industri Pakaian merupakan industri yang memiliki karakteristik volatilitas tinggi dansulit untuk diprediksi. Banyak industri pakaian yang sering mengalami kelebihan stokpakaian jadi yang pada akhirnya merugi karena dijual dengan harga diskon. Artikel inimembahas aplikasi Sistem Inferensi Fuzzy metode Mamdani dengan tujuan untukmemprediksi jumlah produksi pakaian dalam industri pakaian. Metode inferensi fuzzyMamdani digunakan untuk menangani kondisi industri pakaian yang volatilitasnyatinggi, permintaan yang tidak stabil dan kompleksitas dalam proses prediksi produksipakaian. Studi ini menguraikan langkah-langkah implementasi sistem inferensi fuzzyMamdani, diantaranya adalah pembentukan himpunan fuzzy untuk variabel input danoutput, aplikasi fungsi implikasi, komposisi aturan inferensi fuzzy dan defuzzyfikasi.Penerapan Fuzzy metode mamdani ini menggunakan bantuan software MATLAB.Data produksi pakaian yang diperoleh dari industri pakaian digunakan untuk melatihdan menguji model fuzzy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem inferensifuzzy metode Mamdani mampu memberikan prediksi jumlah produksi pakaian dengantingkat akurasi 6,22% yang berarti memuaskan. Implikasi penelitian ini menunjukkanbahwa penerapan sistem inferensi fuzzy metode Mamdani dapat menjadi alat yangberguna dalam mendukung pengambilan keputusan terkait produksi pakaian di industrikreatif fesyenKata kunci: Inferensi Fuzzy , Metode Mamdani, Prediksi, Produksi Pakaia
ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PENGIRIMAN PRODUK KE KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA PT.MRP
PT. MRP merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi manufaktur seperti : Dies Product, Mold Product, Checking Fixture, Machine Product, dan standar part product, tetapi produk – produk komersil tersebut bersifat job order. Berdasarkan hasil pengamatan yang di lakukan pada perusahaan tersebut didapatkan tidak tercapainya target delivery per bulan yang dimana perusahaan mempunyai target sebesar 80 %. Aktualnya dalam waktu 6 bulan target rata - rata pengiriman hanya sampai 70 %. Dengan ini mengakibatkan beberapa pengiriman produk menjadi terlambat tidak sesuai dengan jadwal dan membuat pelanggan jadi mulai kehilangan kepercayaan serta bisa membuat pemasukan perusahaan menjadi menurun di kemudian hari. Maka dari itu perlu dilakukan analisis menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis,Failure Mode and Effect digunakan untuk mengindetifikasi bagaimana suatu proses pengiriman mengalami keterlambatan, tidak tercapainya target delivery sehingga menyebabkan terlambatnya barang sampai ke konsumen atau subcont. Setelah dilakukan identifikasi dengan metode Failure Mode and Effect Analysis nantinya akan menghasilkan Nilai Risk Priority Number. melakukan perhitungan RPN untuk mengetahui dan menentukan angka prioritas risiko yang didapatkan dari perkalian Severty, Occurance, Detection dari beberapa penyebab, sehingga ditemukan 3 nilai RPN tertinggi yaitu kurangnya SDM dengan nilai RPN 392, sering terjadinya repair barang setelah selesai produksi dengan nilai RPN 210, dan kurang control setiap operator dengan nilai RPN 175.Kata Kunci : Failure Mode and Effect Analysis,Failure Mode and Effect (FMEA), Keterlambatan Delivery Ontime, Risk Priority Number (RPN
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENJUALAN UMKM LAMPUNG BERBASIS WEB (STUDI KASUS: ELMUNA CHIPS PADA PT NAJIYA FOOD)
Strategi pemasaran saat ini berbagai macam rupa, dengan tuntutan mengikuti perkembangan era terutama di era digital, dengan akses internet serta informasi yang sudah mudah didapatkan. Pemanfaatan website sangat berpotensi sebagai wadah pemasaran produk, jasa, maupun dalam memberikan informasi, dan menjadikan salah satu media yang banyak digunakan saat ini. Elmuna Chips merupakan sebuah iconic produk yang diproduksi oleh PT.Najiya Food, Pemasaran Elmuna Chips terbilang UMKM yang mulai berkembang, namun masih manual dalam pemasaran, karena hanya melalui whatsapp ataupun membeli secara langsung, sehingga kurangnya informasi profil secara detail. Maka dengan ini, pemanfaatan website sebegai solusi utama dalam penjualan yang dengan mudah digunakan dalam kegiatan jual beli serta pemberian informasi detail serta meluas. Dalam pembuatan website ini, peneliti menggunakan pendekatan dengan metode penelitian siklus hidup pengembangan perangkat lunak (Software Development Life Cycle) yang dikenal sebagai model waterfall. Dari hasil pengujian black box testing terhadap system informasi, semua fitur beroperasi sesuai dengan fungsinya yang diinginkan. Keberadaan sistem ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan proses manual jual beli saat ini.Kata kunci: Website, Software Development Life Cycle, UMKM
Pemanfaatan Kulit Pisang dan Air Cucian Beras sebagai Bahan Organik Cair (BOC) dan Pengaruhnya terhadap Bobot Kering Bibit Kelapa Sawit
Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dapat dikurangi dengan memanfaatkan bahan organik cair. Dalam percobaan ini, bahan organik cair yang berasal dari kulit buah pisang dan air cucian beras digunakan untuk diketahui dampaknya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre-nursery. Eksperimen dilaksanakan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, selama rentang waktu dari bulan Februari hingga Mei 2022. Metode yang digunakan dalam percobaanini adalah rancangan acak kelompok dengan sembilan variasi perlakuan yang diulang tiga kali. Tiap perlakuan terdiri dari dua tanaman. Variasi perlakuan mencakup penggunaan 23 gram pupuk anorganik; 50 mL/L/tanaman BOC dari kulit pisang; 500 mL air cucian beras; 25 mL/L/tanaman BOC dari kulitpisang dan 250 mL air cucian beras; 25 mL/L/tanaman BOC dari kulit pisang dan 500 mL air cucian beras; 50 mL/L/tanaman BOC dari kulit pisang dan 250 mL air cucian beras; 50 mL/L/tanaman BOC dari kulit pisang dan 500 mL air cucian beras; 75 mL/L/tanaman BOC dari kulit pisang dan 250 mL air cucian beras; serta 75 mL/L/tanaman BOC dari kulit pisang dan 500 mL air cucian beras. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik cair yangdiberikan sebagai pupuk untuk mendukung pertumbuhan bibit kelapa sawit tahap pre-nursery. Salah satu cara pemberiannya adalah dengan dikombinasikan dengan air cucian beras. Pemberian air cucian beras sebanyak 500 mL untuk setiap bibit kelapa sawit berpengaruh baik terhadap bobot kering akar,tajuk dan tanaman serta persentase peningkatannya. Sebagai upaya pemanfaatan kulit pisang, pemberian BOC kulit pisang 75 mL/L/tanaman + 500 mL/tanaman air cucian beras berpengaruh baik terhadap bobot kering akar, tajuk dan tanaman serta persentase peningkatannya pada 3 BSP.Kata kunci: bibit kelapa sawit, pre-nursery, kulit pisang, air cucian bera
Usulan Perbaikan Sistem Manajemen Pergudangan pada Perusahaan Flexible Packaging
Studi kasus yang diambil dalam penelitian ini adalah usulan perancangan ulang pada manajemen pergudangan perusahaan Flexible packaging yang berada di Sidoarjo. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengefisiensikan sistem manajemen pergudangan yang ada di perusahaan dan memperbaiki sistem tracking barang yang tidak berjalan dengan baik. Permasalahan utama perusahaan adalah besarnya jumlah kesalahan tracking barang dan terdapatnya penambahan mesin baru yang akan diletakan pada salah satu area gudang yang dimiliki perusahaan. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, metode yang digunakan adalah mengusulkan perbaikan layoutyang memaksimalkan tinggi gudang, melakukan penambahan rak yang diintegrasikan dengan sistem FIFO yang berjalan dan memperbaiki tracking dengan RFID gate. Penggunaan rak yang memaksimalkan tinggi gudang beserta diintegrasikan pada dynamic storage racking berdampak pada kapasitas penyimpanan kardus dimana 10.000 kardus yang ada di perusahaan dapat ditampung karena penggunaan sistem racking dapat menyimpan 25.398 kardus. Selain itu, usulan penggunaan RFID Gate dapat digunakan untuk meminimalisir kesalahan sistem tracking dan ditindaklanjutidengan pemisahan produk di area reject dan area rework yang telah distrukturkan pada usulan perbaikan layout.Kata kunci: manajemen pergudangan, First in First Out, RFID gat
Analisis Pengaruh Jumlah Tiang Fondasi Terhadap Distribusi Gaya Akibat Pembebanan Lateral Eksentris Menggunakan OpenSees
Perancangan fondasi sebuah infrastruktur akan mempertimbangkan beban rencana yang akan terjadi. Dalam infrastruktur jembatan, beban dapat terjadi baik secara sentris maupun eksentris. Kedua jenis pembebanan tersebut akan mempengaruhi proses distribusi gaya pada sistem fondasi. Pada jembatan yang membentang diantarai sungai, beban yang ditimbulkan dari ombak, angin, maupun beban tidak disengaja seperti tertabrak kapal dapat terjadi secara eksentrik. Sering kali beban eksentris akan menimbulkan reaksi yang sulit diantisipasi dikarenakan banyak faktor yang tidak dapat diprediksi. Untuk memberikan pemahaman akan reaksi fondasi terhadap beban eksentris, dilakukan pemodelan secara numerik menggunakan Opensees dengan memodelkan pembebanan lateral pada badan tiang sebuah elevated pile cap. Acuan dari penelitian ini merupakan fondasi Jembatan Pedamaran II di Riau, yang membentang di antara Sungai Rokan, yang menggunakan tipe fondasi tiang spun pile dengan bracing diagonal. Dilakukan pemodelan sederhana untuk konfigurasi tiang 2x2 dan 2x3. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis pembebanan eksentris pada fondasi tiang dengan bracing dan mengetahui dampak dari penambahan jumlah tiang terhadap proses distribusi gaya. Dilakukan analisis pushover pada badan salah satu tiang. Letak beban yang eksentrik ini akan menimbulkan gaya baik pada sumbu x dan y. Digunakan analisis finite element menggunakan software OpenSees. Hasil menunjukkan bahwa semakin besar eksentrisitas beban maka besar displacement juga semakin besar. Proses distribusi momen menunjukkan keberadaan bracing yang akan menimbulkan momen besar pada sambungan serta membantu mendistribusikan gaya. Pada distribusi gaya geser disimpulkan bahwa tiang pada baris pembebanan akan menerima gaya sangat besar serta penambahan jumlah tiang akan mengurangi besar gaya yang diterima oleh tiang pada baris pembebanan.Kata kunci: beban eksentrik, bracing, elevated pile cap, opensee
Penerapan Konsep Arsitektur Organik pada Hunian Majemuk Studi Kasus : Apartemen Regatta
Kepadatan penduduk menjadi tantangan terhadap kualitas perumahan yang menjadi dasar bagi kebutuhan manusia, munculnya konsep perumahan majemuk dengan fasilitas pendukung bisa menjadi solusi tepat bagi masyarakat, hunian majemuk diantaranya yaitu apartemen. Konsep arsitektur organik bisa menjadi pilihan dalam mewujudkan integrasi keharmonisan antara lingkungan hunian dengan lingkungan alam. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode observasi dan dokumentasi. Penelitian ini melihat penerapan delapan prinsip arsitektur organik pada studi kasus hunian majemuk apartemen regatta. Dari delapan prinsip arsitektur organik, hunian apartemen regatta menerapakan delapan prinsip arsitektur organik tersebut.Kata kunci: Hunian, Arsitektur, Arsitektur Organi
EFISIENSI PENGGUNAAN MOTOR BLDC TERHADAP BEBAN DAN KECEPATAN SEPEDA MOTOR LISTRIK
Penelitian ini mengkaji tentang efisiensi daya Listrik pada motor BLDC sebagai penggerak sepeda motor listrik dengan berbagai percobaan beban dan kecepatan. Sepeda motor Listrik menjadi salah satu kendaraan yang diminati oleh masyarakat. Motor BLDC adalah penggerak utama pada sepeda motor listrik dimana perencanaan kapasitas motor meliputi daya dan torsi motor sangat berpengaruh terhadap kemampuan akselerasi dan kecepatan gerak sepeda motor. Perencanaan kapasitas motor tersebut diperoleh dengan memperhitungkan berat total, letak titik berat motor, percepatan yang diinginkan, gaya hambatan rolling ban terhadap aspal, gaya hambat udara dan sudut inklinasi jalan. Perhitungan dan analisa yang telah dilakukan mendapatkan daya motor yang diperlukan adalah 3 kW. Pengujian terhadap kemampuan motor dalam membawa beban dilakukan dengan memberi variasi beban penumpang dan barang sebesar 76 kg, 100 kg dan 115 kg, dan digerakkan dengan target kecepatan 10 km/jam, 20 km/jam dan 30 km/jam. Motor BLDC yang terpasang telah mampu menggerakkan sepeda motor listrik dengan variasi beban tersebut tanpa kendala dengan konsumsi arus maksimal 38,56% dari arus nominal. Efisiensi terendah sebesar 14,06% didapatkan pada pengujian beban 76 kg dengan kecepatan 10 km/jam. Efisiensi tertinggi senilai 84,24 % didapatkan pada beban 155 kg dengan kecepatan uji 30 km/jam. Kata kunci: sepeda motor listrik, BLDC, daya motor, beban, kecepata
Pengaruh Perlakuan Shot Peening dan Sputtering TiN Terhadap Sifat Mekanik Stainless Steel 316L
Sedikit dari material dalam kelompok metal yang dapat digunakan sebagai perangkat biomaterial implant untuk aplikasi medis. Salah satu material baja tahan karat yang dipertimbangkan untuk penggunaan medis sebagai material implant yaitu Stainless steel 316L. Keunggulan stainless steel 316L yaitu mempunyai sifat tahan terhadap korosi, mudah untuk difabrikasi, dan harganya yang lebih murah dibandingkan dengan biomaterial kelompok metal lainnya. Karakter dari stainless steel 316L tidak dapat diberikan perlakuan panas, sehingga perlu adanya metode lain dalam meningkatkan sifat-sifat mekanisnya. Salah satunya yaitu dengan perlakuan permukaan shot peening dan sputtering. Pada penelitian ini membahas mengenai pengaruh variasi durasi waktu shot peening 10 dan 20 menit menggunakan tekanan konstan 8 bar serta perlakuan sputtering terhadap struktur mikro, kekasaran permukaan dan kekerasan permukaan stainless steel 316L. Kekasaran permukaan stainless steel 316L meningkat akibat perlakuan shot peening, sedangkan perlakuan sputtering menurunkan nilai kekasaran permukaan spesimen yang telah diberi perlakuan shot peening. Nilai kekerasan permukaan meningkat akibat perlakuan shot peening dan sputtering. Peningkatan tertinggi sebesar 661,36 HV pada variasi shot peening 20 menit dan sputtering. Peningkatan nilai kekerasan optimum pada durasi shot peening 10 menit sebesar 148%. Pengamatan struktur mikro diperoleh bahwa semakin lama durasi shot peening yang diberikan, maka semakin kecil dan semakin halus struktur butir pada bagian permukaan spesimen.Kata kunci: shot peening, sputtering, Stainless Steel 316