Prosiding Semnastek
Not a member yet
1032 research outputs found
Sort by
ANALISA DESAIN TABUNG BAHAN BAKAR GAS JENIS COMPRESSED NATURAL GAS (CNG) PADA MOBIL BUS TEKANAN 200 BAR
Tabung Bahan Bakar Gas (BBG) jenis Compressed Natural Gas (CNG) yang digunakan padamobil bus, merupakan jenis bejana tekan. Tekanan pada tabung ini berasal dari isi atau fungsitabung sebagai tempat penyimpanan fluida gas yang bertekanan. Tujuan analisa ini diantaranyauntuk mengetahui karakteristik desain tabung, menghitung kekuatan material bahan menggunakanrumus formula serta mengetahui fenomena yang tejadi pada penggunaan material terhadappengaruh desain tabung BBG menggunakan simulasi software CAD dalam Solidworks. Padapenelitian ini, dilakukan analisa perbandingan kekuatan material tabung BBG menggunakanmaterial standar yakni 30 CrMo dengan material pembanding AISI 4130 dan SG 295. Darikeseluruhan hasil perhitungan dan analisa didapatkan bahwa material yang digunakan pada tabungBBG jenis CNG yakni 30 CrMo merupakan jenis baja paduan (Alloy Steel), memiliki Factor OfSafety yang baik, aman digunakan bahkan pada tekanan 300 bar
SINERGISME KONSENTRASI NACL DAN UKURAN PARTIKEL TERHADAP KOROSI EROSI PADA BAJA KARBON RENDAH
Korosi erosi merupakan salah satu kerusakan yang sering terjadi pada sistem perpipaan akibatadanya pergerakan relatif fluida korosif dengan permukaan logam. Konsentrasi NaCl sangatmempengaruhi laju korosi pada suatu material. Kecepatan fluida yang relatif tinggi danmengandung partikel akan menyebabkan erosi, dan kecepatan fluida yang relatif lambat akanmenimbulkan korosi saja. Hanya pada kecepatan tertentu (kecepatan kritis) korosi erosi dapatterjadi. Laju kerusakan yang diakibatkan oleh sinergi antar a korosi dan erosi lebih besardibandingkan dengan kerusakan oleh korosi saja atau erosi saja. Kerusakan permukaan hasilpengujian diamati dengan kamera makro dan mikroskop stereo. Cross section diamati denganmikroskop optik Kontur permukaan diukur dengan dial gauge. Distribusi tegangan geser padapermukaan spesimen disimulasikan dengan Computational Fluid Dynamics (CFD). Hasilpengujian mengindikasikan konsentrasi NaCl 3.5% memiliki kelarutan oksigen yang optimaldibandingkan dengan konsentrasi NaCl 5%, kelarutan oksigen yang optimal ini mengakibatkanproses terjadinya autokatalitik oleh ion Cl- menjadi optimal. Kondisi kerusakan permukaan bendakerja pada pengujian dengan konsentrasi NaCl 3.5 % lebih dominan dibandingkan dengankonsentrasi NaCl 5%. Pengujian menggunakan partikel lebih besar akan mengakibatkanpeningkatan weight loss. Hal ini disebabkan partikel yang lebih besar memiliki inersia yang lebihbesar sehingga mengalami hambatan yang lebih kecil pada saat sebelum terjadi impak.Peristiwa inimenyebabkan efesiensi benturan (collision effeciency) tetap tinggi. Efisiensi benturan yang yangbesar akan menghasilkan energi kinetik yang besar