Prosiding Semnastek
Not a member yet
    1032 research outputs found

    ANALISA PEMERIKSAAN ENGINE TIDAK BERFUNGSI SYSTEM COMMON RAIL INJECTION PADA UNIT HM 400 - 1

    Get PDF
    Pada suatu unit alat berat HM 400 -1 terdapat beberapa sistem, salah satunya adalah sistem bahan bakar CRI yang merupakan sistem injeksi bahan bakar ke dalam ruang bakar dengan sistem pembangkit tekanan yang terpisah dari injektor itu sendiri. Sistem CRI bekerja berdasarkan beberapa sensor yang terdapat pada mesin kemudian memberikan sinyal ke ECM sehingga dapat mengetahui kapan injektor membutuhkan bahan bakar untuk bahan bakar. Bahan bakar pada sistem CRI dialirkan menggunakan pompa bahan bakar melalui PCV kemudian menuju common rail, disini tekanan diatur oleh sensor bahan bakar common rail kemudian dialirkan menuju injektor melalui katup peredam aliran. Sistem CRI harus diperiksa dan dipelihara secara berkala agar tidak terjadi masalah pada sistem ini. Salah satu kerusakan yang dapat terjadi pada sistem CRI adalah kegagalan mesin yang disebabkan oleh rusaknya sensor common rail, dalam hal ini sensor common rail selalu membaca adanya tekanan tinggi pada common rail sehingga sensor common rail memberikan sinyal. ke ECM yang kemudian diteruskan ke katup PCV untuk menyediakan. Persediaan bahan bakar dalam jumlah sedikit mengakibatkan kebutuhan bahan bakar untuk pembakaran tidak terpenuhi. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengukuran maka dapat disimpulkan bahwa kerusakan yang terjadi pada sensor common rail disebabkan karena umur komponen tersebut karena unit sudah mempunyai jam kerja operasional selama 13.376 jam yang mengakibatkan terjadinya diafragma pada common rail. sensor rel tidak dapat kembali ke posisi normal.Kata Kunci : CRI, sistem bahan bakar, sinyal ke ECM

    Analisis Rantai Pasok Berkelanjutan Pada Produk Limbah Kopi dengan Pendekatan Sirkular Ekonomi di Perusahaan Lestari Kopi, Kabupaten Garut

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji potensi pengembangan rantai pasok berkelanjutan untuk limbah kopi dengan pendekatan sirkular ekonomi di Perusahaan Lestari Kopi, KabupatenGarut. Melalui analisis value chain, limbah kopi, termasuk kulit kopi, kulit tanduk, dan ampas kopi, dapat dimanfaatkan menjadi produk baru seperti pupuk organik cair, teh cascara, dan bio-briket. Pupuk organik cair menunjukkan margin keuntungan tertinggi di antara produk-produk tersebut. Metode penelitian deskriptif digunakan dalam pengumpulan data dari Agustus 2023 hingga Februari 2024, dengan survei pengamatan langsung di Sub DAS Cikamiri. Hasil menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kopimenghasilkan sistem ekonomi yang berkelanjutan dengan tidak adanya limbah yang terbuang. Dengan menerapkan praktik sirkular ekonomi, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi sumber daya dan menciptakan nilai tambah ekonomi darilimbah kopi. Rekomendasi termasuk terus mengembangkan produk-produk berbahan dasar limbah kopi, diversifikasi produk, serta kolaborasi dengan pihak terkait untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan. Penelitian ini memberikankontribusi pada pemahaman praktis tentang potensi ekonomi limbah kopi dan pentingnya penerapan sirkular ekonomi dalam mengelola limbah.Kata kunci: Limbah Kopi, Rantai Pasok Berkelanjutan, Sirkular Ekonomi, Perusahaan Lestari Kopi, Potensi Produk Limbah Kop

    A Review : Optimalisasi Sisa Tanaman Hiperakumulator: Pemanfaatan dan Pengelolaan Biomassa Logam Berat Pasca-Fitoremediasi

    Get PDF
    Urbanisasi dan industrialisasi yang pesat meningkatkan risiko polusi logam berat, mengakibatkan dampak ekologis yang merugikan dan klasifikasi sebagai polutan utama. Logam berat seperti kadmium, kromium, merkuri, arsenik, timbal, dan seng tidak dapat terurai secara alami, menyebabkan tanah tidak cocok untuk pertanian. Fitoremediasi, dengan menggunakan tanaman hiperakumulator, muncul sebagai solusi untuk mengatasi kontaminasi logam berat, tetapi menghadapi tantangan polusi sekunder dari pelepasan ulang kontaminan oleh biomassa tanaman. Review ini mengevaluasi metode perlakuan pasca-fitoremediasi, termasuk perlakuan panas (insinerasi, pirolisis, dan gasifikasi), ekstraksi (dengan agen seperti amonium asetat dan amonium oksalat), pengomposan, dan pemadatan. Meskipun perlakuan panas efektif dalam menghilangkan logam berat, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efisiensi dan pemulihan logam berat. Pengomposan, meskipun mengurangi volume biomassa, memiliki risiko remobilisasi logam berat. Pemadatan, sebagai alternatif, melibatkan tekanan untuk memadatkan biomassa tanaman. Pemilihan metode perlakuan harus mempertimbangkan efisiensi, biaya, dan dampak lingkungan. Kesadaran akan potensi polusi sekunder dan pengelolaan limbah hasil dari perlakuan sangat penting untuk keberlanjutan upaya remediasi logam berat. Diperlukan penelitian lanjutan dalam pengembangan teknologi pasca-fitoremediasi dan pemantauan lingkungan untuk mendukung keberlanjutan upaya remediasi logam berat.Kata kunci: Limbah, Biomassa, Logam berat, Lingkungan, Fitoremedias

    RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH SEKALIGUS MIXER LIMBAH DAUN DAN RANTING DENGAN MENGGUNAKAN 4 BUAH PISAU UNTUK PUPUK HUMUS

    Get PDF
    Untuk meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan, petani sangat membutuhkan pupuk.Saat ini permasalahan yang dihadapi para petani adalah kelangkaan dan tingginya harga pupuk. Di sisi lain ketersediaan bahan limbah organik berupa daun kering dan ranting yang sangat berlimpah yang dapat ditemukan disekitar perkebunan dan perkarangan rumah yang bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Tujuan penulis pada mesin ini untuk Merancang mesin pencacah sekaligus mixer portable. Metode yang digunakan alat pencacah sekaligus mixer ini mencakup dengan merancang design menggunakan software design solidworks 2014, dan sekaligus menghitung komponen mesin. Alat pencacah sekaligus mixer ini memiliki 4 buah mata pisau, 2 buah pisau besar berdiameter 370 mm x 40 mm dan 2buah pisau kecil berdiameter 150 mm x 40 mm, motor listrik menggunakan kecepatan 1400 rpm, untuk daya putar kecepatan rendah untuk mixer (pengaduk) dan kecepatan tinggi untuk proses pencacahan yang dapat di sesuaikan dengan mengunakan dimmer control speed. Sistem kerja pada alat pencacah dan mixer ini, motor listrik dijalankan setelah putaran stabil, masukan daun kering dan ranting dengan batas ketebalan 15 mm ke dalam tabung lalu tungu hinga proses pencacahan berlangsung.Untuk hasil pencacahan bisa di sesuaikan dengan membuka tutup plat saringan, untuk hasil pencacahan yang halus dengan menunggu hasil pencacahan keluar dari plat penyaring, dan untuk hasil pencacahan yang kasar bisa dibuka dan diatur pada plat penyaring.Hasil pengujian yang di rekomendasikan terdapat pada saat pengujian ke 3 dengan kecepatan 1400 rpm selama 5 menit hasil yang di butuhkan untuk pembuatan pupuk humus dengan tampilan tidak terlalu halus dan kasar.Kata kunci: Mesin Pencacah Sekaligus Mixer, Daun Dan Ranting, Pupuk Humus, Empat Mata Pisa

    PENERAPAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS UNTUK PENILAIAN RISIKO BAHAYA DI LABORATORIUM KIMIA PADA PT XYZ

    Get PDF
    Pekerjaan di laboratorium kimia berpotensi menimbulkan bahaya terkena tumpahan bahan kimia, luka bakar, iritasi mata dan sesak napas sehingga pencegahan dan penanggulangan bahaya menjadi salah perhatian untuk menjamin kesehatan dan keselamatan pekerja. Tujuan penelitian adalah penerapan metode job safety analysis(JSA) untuk penilaian risiko bahaya dan usaha pengendalian insiden bahaya di laboratorium kimia. Tempat penelitian di laboratorium kimia PT XYZ yang berlokasi di Jakarta. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Desember 2023. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui survey pendahulan, observasi lapangan dan wawancara. Pengolahan data dengan melakukan penilaian risiko bahaya danpengendalian keselamatan kerja dengan metode JSA. Berdasarkan hasil penerapan metode JSA mendapatkan penilaian risiko bahaya terkena tumpahan bahan kimia sebesar 41%, terkena pecahan gelas pengaduk sebesar 10%, tangan dan wajah terkena cipratan bahan kimia, kebisingan diatas NAB, peralatan gelas pecah sebesar 7%. Upaya pencegahan risiko bahaya dengan penggunaan alat pelindung diri berupa sarung tangan untuk menghindari adanya cipratan bahan kimi, google untuk perlindungan area mata, masker, sepatu lab dan jas lab. Upaya pengendalian risiko bahaya adalah mengevaluasi tata letak peralatan pada ruangan yang mempunyai sirkulasi udara yang konsisten.Kata kunci: JSA, Risiko, Bahaya dan Laboratoriu

    Analisis Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Kerusakan Rumah dengan Metode BOW, SNI 2018 dan AHSP 2022 di Kecamatan Sail Kota Pekanbaru

    Get PDF
    Seiring bertambahnya usia bangunan, kekuatan material dan strukturnya menurun. Hal ini terlihat dengan berkurangnya jumlah kondisi kerusakan pada komponen akan terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kerusakan yang dapat terjadi pada bangunan tempat tinggal, sehingga dapat membantu peneliti dalam menentukan rencana anggaran, material, dan kualitas. Kecamatan Sail Kota Pekanbaru menjadi lokasi penelitian pada kali ini. Berdasarkan analisis akhir penelitian menunjukkan bahwa perhitungan perkiraan harga dengan metode Burgeslijke Openbare Werken adalah sebesar Rp.260.400.000, perkiraan biaya berdasarkan UU Standar Nasional Indonesia Tahun 2018 adalah Rp 151.000.000, dan biaya yang dihasilkan berdasarkan UU Analisa Harga Satuan Pekerjaan Tahun 2022 adalah Rp.136,75 juta. Jika dibandingkan perkiraan anggaran biaya metode Burgeslijke Openbare Werken dan Standar Nasional Indonesia 2018, maka metode Burgeslijke Openbare Werken lebih mahal 40,01% dibandingkan metode Burgeslijke Openbare Werken, sedangkan antara metode Standar Nasional Indonesia 2018 dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan 2022 yaitu metode SNI 2018 lebih mahal 40,01%. 9,44% lebih mahal dibandingkan metode Analisa Harga Satuan Pekerjaan tahun 2022 serta memiliki indeks unit cost, upah, dan koefisien material paling rendah dibandingkan metode Standar Nasional Indonesia dan Burgeslijke Openbare Werken tahun 2018.Kata kunci: burgeslijke openbare werken, standar nasional indonesia 2018, analisa harga satuan pekerjaan 202

    Ekstraksi Pektin dari Kulit Pisang (Musa Paradisiaca) Sebagai Bahan Pengental Saus Cabai

    Get PDF
    Pemanfaatan buah pisang hanya terbatas pada daging buah saja, sedangkan kulit buah pisang yang jumlahnya cukup besar sering kali dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan terlebih dahulu padahal di dalam kulit buah pisang terdapat kandungan pektin yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pektin adalah senyawa polisakarida yang larut dalam air yang mengandung gugus-gugus metoksil. Penggunaannya yang paling umum adalah sebagai bahan perekat/pengental (gelling agent). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kandungan pektin pada kulit buah pisang, perbandingan suhu ekstraksi terbaik pada proses ekstraksi serta karakterisasi pektin hasil ekstraksi. Pada penelitian ini, proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut air yang diasamkan dengan penambahan asam klorida dengan konsentrasi 0,5 N. Pada percobaan ini variabel tetap yang digunakan adalah waktu yaitu selama 90 menit, sedangkan variabel terikat yang digunakan adalah suhu. Analisa yang dilakukan meliputi pH, kadar air, kadar abu, berat ekuivalen, kadar metoksil, dan kadar asam galakturonat serta uji viskositas pada saus cabai. Hasil penelitian menunjukkan rendemen tertinggi didapatkan pada suhu ekstraksi 85°C yaitu sebesar 8,25%, kadar asam metoksil 2,98%, kadar asam galakturonat sebesar 70,72%, kadar air 8,00%, kadar abu 3,63%, dan uji viskositas saus sebesar 8500 cP.Kata kunci: ekstraksi, kulit pisang, metoksil, pekti

    PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN KEMANGI SEBAGAI ZAT ANTISEPTIK PADA PEMBUATAN SABUN CUCI TANGAN

    Get PDF
    Kemangi merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam melawan bakteri. Kemangi mengandung bahan aktif berupa minyak atsiri, alkaloid, saponin, flavonoid, triterpenoid, steroid, tanin dan fenol yang beberapa di antaranya memiliki sifat antibakteri. Pada penelitian ini, kami berencana mengembangkan sabun cuci tangan berbahan dasar daun kemangi sebagai bahan alternatif. Daun kemangi diekstraksi melalui tiga tahap: pengeringan, ekstraksi (sonikasi), dan penguapan. Pengujian efek penghambatan ekstrak daun kemangi terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus menunjukkan adanya zona hambat. Pengujian dilakukan pada beberapa konsentrasi ekstrak yaitu 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%. Di sini kontrol positif dilakukan dengan etanol 70% dan kontrol negatif dilakukan dengan air steril. Dari hasil penelitian, konsentrasi optimal ekstrak daun kemangi yang digunakan sebagai bahan aktif adalah 7,5 cm, zona hambat E. coli 1,3 cm, dan zona hambat Staphylococcus aureus 1,325 cm pada konsentrasi pelarut 70%. Pada konsentrasi ekstrak 2,5%, diameter zona hambat merupakan diameter minimum untuk kedua bakteri, dan pada konsentrasi 2,5%–12,5%, diameter zona hambat semakin meningkat.Kata kunci: Kemangi, E. coli, Sabun cuci tangan, Sonifikas

    Pengembangan Sintesis Enzimatis Sukrosa Ester Menggunakan Substrat Metil Ester Dan Potensinya Sebagai Senyawa Anti Bakteri

    Get PDF
    Sintesis sukrosa ester (SEs) melalui reaksi enzimatis menggunakan substrat metil ester dan sukrosa. Kondisi reaksi adalah konsentrasi substrat 0,6 g/ml, waktu reaksi 600 menit, dan kecepatan pengadukan 400 rpm. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan bilangan ester (BE) melalui pengaruh rasio Novozyme®435 pada 0,1- 1,0% (b/b) dan temperatur reaksi pada 30-75oC. Selanjutnya mengetahui karakteristik fisika-kimia serta potensinya sebagai senyawa anti bakteri. Data pengamatan mengikuti rancangan faktorial 1 faktor (2 kali ulangan). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa temperatur reaksi memberikan pengaruh lebih signifikan dibandingkan Novozyme®435 (p-value ≤ 0,05) terhadap peningkatan BE, pada temperature 40oC sebesar 82,94%. Karakteristik SEs optimal adalah bilangan asam 2,446 mg KOH/g, titik leleh 32oC, densitas 0,285 g/ml, kadar air 0,046%, kadar abu 0,292%, larut dalam H2O dan tidak larut dalam C2H5OH. SEs memiliki sifat anti bakteri dan dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli dengan zona hambat terbesar 12,5 mm selama 3 hari inkubasi.Kata kunci: Anti Bakteri, Escherichia coli, Lipase, Metil Ester, Sukrosa Este

    Perbandingan Tawas Dan Poly Aluminium Chloride (PAC) Pada Pengolahan Limbah Cair Industri Tempe

    Get PDF
    Limbah yang dihasilkan dari industri tempe diantaranya limbah cair, limbah padat, dan limbah gas. Limbah cair dari industri tempe apabila tidak diolah secara baik, maka akan memiliki dampak buruk terhadap lingkungan sekitar dan akan menjadi permasalahan lingkungan yang membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya dalam menanganinya. Limbah cair dari proses pembuatan tempe memiliki beberapa kandungan seperti 0,11% karbohdrat, 0,42% protein, 0,13% lemak, 4,55% besi, 1,74 fosfor dan 98,8% air. Dalam penelitian pengolahan limbah cair industri tempe kali ini akan dilakukan dengan koagulasi menggunakan koagulan anorganik berupa tawas dan Poly Aluminium Chloride (PAC). Penelitian ini menggunakan variasi koagulan dengan berat masing-masing sebanyak 18%, 19%, 21%, 22% dan 23%. Setelah itu menganalisis hasil pengolahan limbah cair tempe dengan mengukur nilai TSS (Total Solid Suspended), DO (Disolve Oxygen), COD (Chemixal Oxygen Demand), dan pH. Keefektifan koagulan tawas dalam menaikkan konsentrasi DO dan menurunkan TSS yaitu pada berat 18 gram, serta keefektifan koagulan tawas dalam menurunkan COD yaitu pada berat 20 gram. Sedangkan keefektifan koagulan PAC dalam menaikkan DO yaitu pada berat 16 gram, serta keefektifan koagulan dalam menurunkan COD dan TSS yaitu pada berat 20 gram. Jenis koagulan yang optimum dalam menurunkan COD dan TSS serta menaikkan kadar DO yaitu koagulan tawas.Kata kunci: Limbah cair, Tawas, Poly Aluminium Chlorid

    1,023

    full texts

    1,032

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prosiding Semnastek
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇