Prosiding Semnastek
Not a member yet
    1032 research outputs found

    PERANCANGAN KONSTRUKSI MESIN PENGGILING DAN PENEPUNG GABAH DENGAN MENGGUNAKAN 2 (DUA) VARIAN BLADE DENGAN KAPASITAS 6 KG

    Get PDF
    Kebutuhan beras di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya yaitu 81,044 kilogram per kapita per tahun, karena jumlah penduduk semakin bertambah. Tujuan membuat mesin ini adalah untuk merencanakan alat yang efisien dan efektif seperti waktu proses yang lebih cepat dikarenakan memiliki multifungsi. Metode pada penelitian ini yaitu menggunakan blade dengan cara gaya gesek, gaya pukul dan gaya potong, dan untuk desain pada mesin ini yaitu menggunakan Software Solidwork 2014. Rangka pada mesin ini yaitu menggunakan besi siku memakai jenis bahan material ST – 37 ukuran 40x40x3 mm dengan spesifikasi panjang 600mm, tinggi 640mm dan lebar 300mm. Perhitungan pada mesin ini yang didapatkan adalah beban total mesin tanpa rangka sebesar 32,4 kg dengan dibagi menjadi 2 yaitu F1 17,9 kg atau 175,42 N dan F2 14,5 kg atau 142,1 N. Hasil defleksi pada mesin ini yaitu mendapatkan hasil 1,78 x mm dinyatakan aman karena standar defleksi yang diizinkan yaitu 2,4 x N/mm² δ ˂ δ ijin. Pada getaran mesin ini mendapatkan hasil sebesar 0,45 Hz dan dinyatakan aman karena hasil dari kekuatan getaran yang diizinkan yaitu 8 Hz. Pada mesin ini menghasilkan produk beras yaitu sebanyak 2,15 kg, 1,5 tepung beras dan 2,2 kg untuk hasil sekam dari total gabah 6 kg. Hasil total untuk pengujian mesin ini mendapatkan hasil yaitu 5,85 kg dan sisa 150 g tersebut kemungkinan besar berhamburan atau masih di dalam penggilingan dan penepung.Kata kunci: Gabah, Penggiling, Penepung, Konstruks

    Inovasi Ekonomis Pengolahan Bio-Briket Berbahan Limbah Ampas Kopi untuk Meningkatkan Pendapatan Petani di Pedesaan Garut

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan bio-briket dari limbah ampas kopi sebagai solusi ekonomi di daerah pedesaan Garut, khususnya di Sub DAS Cikamiri, Desa Tanjungkarya. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini, yang berlangsung dari Juli 2023 hingga Februari 2024, dengan pengumpulan data melalui survei pengamatan langsung di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan briket melalui 17 tahapan operasi memungkinkan pemanfaatan limbah ampas kopi dan serbuk gergaji kayu menjadi produk bernilai tinggi. Selain itu, analisis biaya produksi menunjukkan harga pokok produksi pertahun sebesar Rp19.489.996, dengan kapasitas produksi mencapai 2880 kg per tahun. Berdasarkan perhitungan harga pokok produksi dan pendapatan bersih, usaha bio-briket berbahan limbah ampas kopi ini menunjukkan keuntungan yang layak dengan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,77. Kesimpulannya, pengembangan bio-briket dari limbah ampas kopi memiliki potensi yang besar dalam mengurangi limbah, meningkatkan pendapatan petani, dan mendukung ketahanan energi di daerah pedesaan Garut.Kata kunci: Bio-briket, Limbah ampas kopi, Potensi ekonomi, Daerah pedesaan, Garut

    Karakteristik Plastik Biodegradable Dari Pati Labu Kuning (Cucurbita Moschata Durch) Dengan Variasi Penambahan Filler Ampas Tebu

    Get PDF
    Plastik mempunyai sifat sulit terurai sehingga menyebabkan kerusakan pada lingkungan dan plastik biodegradable adalah solusi permasalahan untuk memenuhi kebutuhan plastik. Plastik biodegradable dapat dibuat dari pati, salah satunya pati dari buah labu kuning (Cucurbita Moschata Durch) dengan filler ampas tebu sebagai penguat. Kedua bahan baku tersebut cukup melimpah di Indonesia namun masyarakat belum memanfaatkannya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari plastik biodegradable dengan berbagai variasi filler serta pengaruh filler dengan treatment delignifikasi dan filler dengan treatment delignifikasi dan bleaching terhadap plastik biodegradable yang diperoleh. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu, ekstraksi selulosa pada ampas tebu sebagai filler, pembuatan plastik biodegradable dengan variasi perbandingan pati dan filler, serta uji karakteristik plastik biodegradable yang dihasilkan. Filler dibuat dengan variasi treatment yang berbeda yaitu filler dengan treatment delignifikasi dan filler dengan treatment delignifikasi dan bleaching. Sedangkan plastik biodegradable dibuat dengan perbandingan jumlah pati dan filler yaitu 5:2; 6,5:3; 7:2; 8:1,5; dan 9:1 gram:gram. Uji karakteristik plastik biodegradable yang dilakukan yaitu uji kuat tarik, uji elongasi, uji ketahanan air, dan uji biodegradable. Nilai kuat tarik tertinggi yaitu 0,0035 MPa. Nilai elongasi tertinggi yaitu 12,5000%. Nilai ketahanan air tertinggi yaitu 67,6471%. Nilai uji biodegradable bioplastik tertinggi yaitu 25,2525%. Dari hasil penelitian ini dapat dikesimpulan bahwa plastik biodegradable dengan filler dari treatment delignifikasi menghasilkan plastik biodegradable dengan karakteristik yang lebih baik.Kata kunci: plastik biodegradable, pati labu kuning, filler ampas teb

    EVALUASI HEAT EXCHANGER DAN BOILER DI PT SALIM IVOMAS PRATAMA REFINERY UNIT SURABAYA

    Get PDF
    Pengolahan Crude Palm Oil (CPO) pada PT Salim Ivomas Pratama Refinery Unit Surabaya merupakan proses pemurnian CPO menjadi Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) yang dibagi menjadi 3 tahapan utama, yaitu proses Degumming, Bleaching dan proses Deodorizing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja heat exchanger E001, E701, E702, E703, dan Boiler 3, menggunakan data logsheet harian dalam rentang periode Juli hingga September 2023. Berdasarkan hasil perhitungan efektivitas rata-rata heat exchanger E001, E701, E702 dan E703 sebesar 63,41%, 76,05%, 90,09%, dan 70,13%. Nilai fouling factor rata-rata E001, E701, E702 dan E703 sebesar 0,00062 m2K/W, 0,00065 m2K/W, -0,0237 ft2.°F/Btu, dan 0,00292 ft2.°F/Btu dengan nilai toleransi untuk heat exhanger E001 dan E701 sebesar 0,0005 m2K/W, sedangkan untuk E702 dan E703 sebesar 0,003 ft2.°F/Btu sehingga diperlukan proses pembersihan pada heat exchanger E001 dan E701. Berdasarkan hasil perhitungan efisiensi boiler 3 menggunakan metode langsung dalam rentang periode Juli hingga September sebesar 74,16%, 79,97%, dan 79,17% sedangkan menggunakan metode tidak langsung sebesar 84,74%, 84,84%, dan 84,74%. Heat loss terbesar pada metode tidak langsung berasal dari heat loss dalam flue gas dengan rata-rata sebesar 10,80%.Kata kunci: Heat exchanger, boiler, efektivitas, fouling factor, efisiensi

    PERANCANGAN PEMILAH SAMPAH OTOMATIS DENGAN PENERAPAN SISTEM IOT (INTERNET OF THINGS)

    Get PDF
    Dalam perancangan konstruksi manufaktur sistem pemilahan sampah otomatis dengan IoT, perlu diperhatikan kebutuhan efisiensi pemilahan sampah untuk menghindari pencemaran lingkungan dan kesulitan daur ulang. Masalah utama melibatkan desain mesin yang kuat, tahan korosi, panas, dan hujan, serta mampu merecyle sampah plastik. Penelitian ini bertujuan merancang alat pemilah sampah yang ringan dengan varian dua jenis sampah yang diujikan botol plastik dan bungkus plastik, dengan desain pisau pencacah khusus sampah plastik sehingga bisa di recycle. Metode penelitian yang digunakan adalah mendesain rancang bangun menggunakan aplikasi solidworks 2019, merencanakan penggunaan komponen transmisi, mur, baut dan roda pada alat pemilah sampah serta melakukan uji fungsi pada alat pemilah dan pencacah sampah. Berdasarkan hasil penelitian ini pada Manufaktur Sistem Pemilah Sampah Otomatis berbasis IoT menunjukkan beberapa kesimpulan signifikan. Desain struktur dan material sistem mampu menahan beban 33,7 kg dengan dimensi panjang 1000 mm dan lebar 320 mm. Pisau memiliki kecepatan 522,81 m/min. Transmisi memerlukan torsi 153.86 Nm dan sensor IoT menunjukkan tegangan geser sekitar 1575.92 kg/m². Perhitungan luas penampang luar dan dalam dirakit menggunakan mur dan baut. Kecepatan linier roda adalah 87.96 cm/detik. Desain tahan korosi, panas, dan hujan menegaskan ketangguhan alat dalam berbagai kondisi lingkungan. Kombinasi portabilitas, desain modern, dan kapasitas 5 kg menunjukkan solusi efisien dan estetis.Kata kunci: Pemilah & Pencacah Sampah, IoT, 5 kg, Perancanga

    PENGARUH SUHU OKSIDASI ISOEUGENOL PADA PEMBUATAN VANILLIN DENGAN OKSIDATOR M-NITROBENZENE SULFONIC ACID SODIUM SALT

    Get PDF
    Permintaan akan vanillin semakin meningkat, sedangkan jumlah produk vanillin sendiri terbatas karena pembuatan vanillin dari batang tanaman vanillin memerlukan biaya yang cukup besar, sehingga diperlukan alternatif bahan baku lain untuk membuat vanillin secara sintesis salah satunya dari isoeugenol yang merupakan isomer dari eugenol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan proses oksidasi yang dapat menghasilkan rendemen vanillin yang tinggi, mengetahui pengaruh dari variasi suhu terhadap kemurnian vanillin yang dihasilkan dari reaksi oksidasi isoeugenol. Pembuatan vanillin dari isoeugenol dilakukan dengan cara mengoksidasi isoeugenol menjadi vanillin. Pada penelitian ini akan dilakukan proses oksidasi dengan oksidator Nitrobenzen Sulfonic Acid Sodium Salt untuk mendapat kondisi optimum dalam percobaan ini dilakukan variasi suhu  oksidasi 95 oC, 97,5 oC, 100 oC, 102,5 oC, 105oC, 107,5oC  selama 1 jam. Proses pembuatan vanillin dari isoeugneol terdiri dari proses oksidasi, proses ekstraksi dengan menggunakan toluen, proses evaporasi untuk menguapkan toluen dan rekristalisasi untuk memurnikan kristal vanillin.  Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa suhu terbaik untuk reaksi oksidasi adalah 102,5oC dengan kadar vanillin  setelah reaksi oksidasi adalah 93,12% , sedangkan kadar kristal vanillin  setelah rekristalisasi adalah 99,02% dan rendemen nya sebesar 82,70%. Kata kunci: Isoeugenol, Nitrobenzen Sulfonic Acid Sodium Salt, Oksidasi, Vanillin

    Optimasi Waktu Maserasi Pada Ekstraksi Daun Pegagan (Centella Asiatica) Terhadap Uji Aktivitas Antioksidan

    Get PDF
    Daun pegagan (Centella Asiatica) salah satu tanaman yang digunakan sebagai alternative pengobatan. Daun pegagan mempunyai komponen bioaktif seperti alkaloid, saponin, tannin, flavonoid, triterpenoid, steroid dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum pengaruh lama waktu ekstraksi yang menghasilkan rendemen tinggi pada ekstrak daun pegagan, untuk memperoleh aktivitas antioksidan yang maksimum. Ekstrak daun pegagan diuji melalui metode DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl) untuk mendapatkan aktivitas antioksidan tertinggi dinyatakan dengan nilai IC50 yang menunjukkan konsentrasi ekstrak yang dapat menghambat radikal bebas sebesar 50%. Proses pengujian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pengukuran rendemen hasil ekstraksi, pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl) dan analisis menggunakan teknik FTIR. Metode ekstraksi yang digunakan pada adalah metode maserasi dengan menggunakan etanol 70% sebagai pelarut, maserasi dilakukan dengan variasi waktu perendaman yaitu 18, 24, 30, 36, dan 42 jam. Pengujian ekstrak daun pegagan kemudian diuji untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun pegagan dianalisis menggunakan Spektrofotometri UV -Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu maserasi yang diperoleh dari rendemen tertinggi pada waktu perendaman 42 jam. Pada pengujian aktivitas antioksidan diperoleh hasil tertinggi pada waktu 18 jam sebesar 48,46% dan nilai IC50 yang diperoleh yaitu sebesar 7,0538 μL/mL. Analisis FTIR mengonfirmasi keberadaan senyawa flavonoid yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan ekstrak daun pegagan.Kata kunci: aktivitas antioksidan, daun pegagan, FTIR, nilai IC50, waktu maseras

    Teknologi Insinerasi Sebagai Solusi Pengolahan Sampah Perkotaan dan Pemulihan Energi: A Review

    Get PDF
    Penanganan peningkatan volume sampah perkotaan yang signifikan menjadi isu kritis di banyak kota besar, terutama karena kurangnya penerapan sistem pengelolaan sampah yang baik. Artikel ini menjelaskan bahwa salah satu solusi teknologi yang dapat digunakan adalah melalui proses insinerasi, sebuah metode pengolahan sampah dengan pembakaran pada suhu 850°C sampai 1200°C. Saat ini, proses insinerasi masih jarang diterapkan di negara berkembang. Gambaran umum tentang proses ini dan faktor-faktor yang memengaruhinya seperti suhu, komposisi sampah, laju alir udara, kadar air, waktu tinggal serta proses pencampuran bahan bakar dan udara memiliki peranan penting dalam meningkatkan efisiensi proses. Proses ini tidak hanya mengurangi volume sampah sampai 90% lebih, tetapi juga dapat menghasilkan energi panas yang dapat dikonversi menjadi energi listrik dan hasil samping pembakaran berupa abu dapat digunakan sebagai bahan konstruksi. Pemahaman mendalam ini diharapkan dapat membantu implementasi yang baik dari teknologi insinerasi dalam penanganan sampah di kota-kota besar, mengarah pada pengolahan sampah yang lebih efisien dan memulihkan energi yang dapat digunakan secara produktif.Kata kunci: efisiensi, energi, insinerasi, sampah

    Klasifikasi Profil Kelulusan Nilai AKPAM Dengan Metode Decision Tree C4.5

    Get PDF
    Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, yang dikelola oleh Pondok Modern Darussalam Gontor, menyajikan pendidikan universitas dengan pendekatan unik. Mahasiswa UNIDA, berinteraksi intensif dengan dosen dalam suasana pesantren, di mana nilai-nilai keilmuan ditanamkan 24 jam sehari. UNIDA Gontor juga menawarkan berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan, menciptakan lingkungan dinamis. Angka Kumulatif Penunjang Akademik (AKPAM) digunakan sebagai indikator kinerja mahasiswa, tetapi beberapa siswa mengalami kesulitan mencapai batas kelulusan AKPAM. Pada tahun ajaran 2022-2023, sekitar 700 siswa di semester genap dan 379 siswa di semester ganjil tidak memenuhi syarat AKPAM minimal. Karena tidak ada model kelulusan mahasiswa AKPAM berbasis data, penelitian ini menerapkan metode data mining, terutama Decision Tree C4.5. Penelitian ini bertujuan memudahkan mahasiswa mencapai nilai AKPAM dengan saran kriteria kinerja. Dengan menggunakan Decision Tree C4.5, penelitian melibatkan pengumpulan data, preprocessing data, pembagian data, pembuatan model, uji coba, dan validasi. Dengan Cross Validation sebagai metode pengujian, penelitian mencapai akurasi 99.58%. Dengan proses yang melibatkan preprocessing, split data, pemodelan, dan validasi menggunakan Cross Validation, penelitian ini berhasil mengimplementasikan seluruh proses dari pengumpulan data hingga pembuatan model. Hasil akurasi tinggi membuat model ini dapat diandalkan untuk prediksi atau pengambilan keputusan berdasarkan data yang diolah.Kata kunci: AKPAM,UNIDA, Data Mining, Decision Tree C4.

    Penerapan Metode Six Sigma dan FMEA Sebagai Usaha untuk Menggurangi Cacat pada Produk Bracket

    Get PDF
    Kualitas produk merupakan faktor kunci dalam industri manufaktur. Salah satu industri manufaktur yang berkomitmen terhadap peningkatan kualitas produk adalah PT.TII (PT. Toso Industry Indonesia). Saat ini perusahaan menghadapi permasalahan tingkatcacat pada produk bracket yang melebihi standar yang ditetapkan yaitu 2%. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukan penelitian dengan metode yang dapat mengurangi tingkat cacat pada produk bracket. Six Sigma adalah metode yangberfokus pada pengendalian kualitas dengan tujuan mencapai cacat sekecil mungkin, sementara FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) merupakan teknik analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi kegagalan dalam prosesproduksi. kombinasi Six Sigma dan FMEA dapat menjadi strategi efektif dalam pengendalian kualitas dan peningkatan proses produksi di industri manufaktur bracket. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan.Penelitian ini menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve,Control) dari Six Sigma yang mengidentifikasi beberapa faktor penyebab cacat. Selanjutnya, FMEA diterapkan untuk mengevaluasi risiko dan prioritas perbaikan yangdiperlukan. Usulan perbaikan diberikan sebagai upaya untuk penurunan jumlah cacat pada produk braket.Kata kunci: Cacat produk, Six Sigma, FME

    1,023

    full texts

    1,032

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prosiding Semnastek
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇