Prosiding Semnastek
Not a member yet
1032 research outputs found
Sort by
KAJIAN PENYUSUNAN UKL DAN UPL PADA PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN TITAB KABUPATEN BULELENG
Pembangunan sub sektor sember daya air adalah meningkatkan produktifitas dalam pemanfaatan sumber air melalui pendayagunaan sumber air dengan sarana dan prasarana pengairan secara efektip dan efisien, yang muaranya bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemamuran masyarakat. Memperhatikan hal tersebut dan melihat keterbatasan wilayah Bali Utara dari faktor klimatologi Pemanfaatan sungai sebagai sumber air untuk memenuhi berbagai keperluan dan kebutuhan akan air semakin meningkat sejalan dengan laju pembangunan sarana dan prasarana, kegiatan sektor industri serta sektor-sektor lainyadan hidrologi, dimana pada musim kemarau banyak sungai yang kering, maka salah satu pilihan untuk memanfaatkan potensi sumber air yang ada adalah dengan membuat penampungan dan pengendalian aliran di musim penghujan agar dapat dimanfaatkan hingga musim kemarau. Dengan dibangunnya Bendungan ini maka akan timbul dampak-dampak terhadap lingkungan, oleh karena itu diperlukan tahap identifikasi dampak lingkungan dengan melakukan penyusunan laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan. Penyusunan laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan. ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak lingkungan akibat dibangunnya Bendungan Titab Kabupaten Buleleng mulai dari tahap Pra konstruksi, tahap konstruksi, dan Pasca konstruksi, sehingga dengan teridentifikasi semua dampak dapat segera dilakukan upaya pengelolaan untuk mereduksi dampak yang terjadi. Untuk mengetahui keefektifan pengelolaan dampak lingkungan dapat dilakukan pemantauan oleh pihak-pihak yang berwenang, seperti konsultan pengawas, kontraktor, pemrakarsa dan pihak desa terkait
KAJIAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN RUMAH TANGGA (SB3-RT) DI KOTA PADANG
Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga, dikenal dengan istilah SB3-RT, dalam pengelolaannya sering dicampur dengan sampah kota lainnya (non-B3). Hal ini akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan, jika dilakukan pembuangan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kondisi eksisting pengolahan SB3-RT dan melakukan kajian teknologi yang tepat untuk pengolahan SB3-RT di Kota Padang. Analisis kondisi eksisting dilakukan dengan wawancara dan penyebaran kuisioner kepada masyarakat penghasil SB3RT. Kajian teknis pengolahan SB3-RT dilakukan terhadap pengolahan termal (insinerasi), solidifikasi/stabilisasi dan penimbunan di landfilll, yang dilakukan dengan metode skoring. Parameter yang ditinjau meliputi kebutuhan lahan penimbunan, potensi pencemaran, kemampuan destruksi, kemampuan reduksi volume, energy recovery, pemanfaatan hasil pengolahan, jenis limbah yang diolah, persyaratan pengolahan dan karakteristik limbah. Pada kondisi eksisting didapatkan hanya 9% responden yang melakukan pemilahan dan pengolahan SB3-RT yaitu pada sarana kesehatan dan industri. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan masyarakat tentang SB3-RT masih 16 % dan belum pernah mendapatkan sosialisasi SB3-RT. Berdasarkan hasil skoring, teknologi pengolahan yang direkomendasikan adalah insinerasi untuk semua jenis SB3-RT kecuali jenis kaleng bertekanan, bohlam, dan baterai yang pengelolaannya akan dilakukan oleh pihak ketiga
PEMBUATAN ZEOLIT SINTETIS BERTEKNOLOGI HIDROTERMAL DARI LIMBAH KACA DENGAN VARIASI NaOH DALAM PEMBUATAN LARUTAN NATRIUM SILIKA
Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah kaca sebagai sumber silika pada sintesis zeolit dengan menggunakan hidrotermal. Bahan baku yang digunakan dalam sintetis zeolit adalah limbah kaca, dan bahan pembantu nya yaitu Natrium Hidroksida (NaOH) dan Natrium alumina ( Na2Al2O4 ). Pembuatan Natrium Silikat yaitu dengan melibatkan bahan utama yaitu limbah kaca dan bahan pembantu (NaOH) yang memiliki variasi konsentrasi 2 ; 2,5 ; 3 ; 3,3 ; 4. Larutan natrium silikat dibuat dengan menggunakan metode sol-gel, keadaan optimum pada larutan diperlukan hasil rendemen konsentrasi serta analisa kandungan yang terdapat pada larutan natrium silikat sampel dengan alat FTIR, di mana kandungan yang terbentuk adalah vibrasi ulur Si-O pada silanol yang terdapat di puncak bilangan gelombang 979,521 cm-1 dan dengan rendemen yang didapat yaitu 72,88 % pada konsentrasi 3 M. Setelah di dapat kondisi optimum pada larutan natrium silikat, kemudian di sintesa dengan natrium aluminat untuk mendapatkan produk zeolit. Zeolit dibuat dengan menggunakan teknologi Hidrotermal. Zeolit tersebut diuji kapasitas adsorpsinya dengan hasil yang didapat adalah 1,31 pada zeolit sampel dan 1,11 pada zeolit komersial (gr / gr zeolit)
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK MINYAK DEDAK PADI (RICE BRAN OIL) TERHADAP pH DAN SIFAT ANTIMIKROBIAL SABUN CAIR
Dedak padi mengandung nutrisi dan berbagai senyawa aktif untuk keperluan pangan maupun non pangan. Salah satu bahan yang terkandung di dalamnya adalah minyak. Minyak dedak padi mengandung asam lemak jenuh maupun tidak jenuh, minyak atsiri yang mengandung bioaktif sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan ekstrak minyak dedak padi terhadap pH dan sifat antimikroba sabun cair. Adapun metodologi penelitian yang dilakukan adalah pembuatan sabun cair dengan bahan baku asam stearat, asam laurat, asam miristat, KOH dan ekstrak minyak dedak padi sebagai bahan tambahan dengan cara mencampurkan semua bahan termasuk bahan tambahan pada temperatur kamar dengan variasi ekstrak minyak dedak padi 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% (v/v), selanjutnya dilakukan analisis pH, uji antimikroba, dan analisis korelasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada berbagai penambahan ekstrak minyak dedak padi, besarnya pH cenderung tetap. Pada penambahan ekstrak minyak dedak padi 2%, 4%, 6% menunjukkan pH 7 dan pada penambahan ekstrak 8%,10% pH mengalami penurunan menjadi 6, hal ini dikarenakan minyak dedak padi bersifat asam. Hasil ini sesuai dengan SNI 1996 persyaratan pH sabun mandi cair berkisar antara 6-8. Kemampuan penghambatan mikroba eschericia coli tetap sebesar 8 cm dan penghambatan mikroba staphylococcus aureus meningkat, terbesar pada ekstrak minyak dedak padi 10% yaitu 21 cm. Ekstrak minyak dedak padi mempunyai kemampuan menghambat mikroba Esherichia coli dan Staphylococcus aureu
PERMEABILITAS BLOK PERKANTORAN JL.MH. THAMRIN UNTUK AKSES STASIUN MRT BUNDARAN HI JAKARTA MENGGUNAKAN SPACE SYNTAX
Blok perkantoran di kawasan jalan MH. Thamrin Jakarta Pusat merupakan bagian dari kawasan perkantoran yang berdampingan dengan kawasan permukiman serta pusat perbelanjaan dalam skala sosial-ekonominya yang beragam. Dengan konfigurasi akses ruang jalan yang eksisting, blok-blok perkantoran tersebut menjadi barrier-area bagi permukiman apabila dihubungkan dengan stasiun MRT yang akan beroperasi melayani transportasi warga sekitar. latar belakang tersebut yang mendasari permsalahan diajukan dalam penelitian ini, agar ditemukan solusi aksesibilitas dan kemampuan permeabilitas yang lebih baik sehingga keberadaan fasilitas MRT dapat melayani pengguna dari sekitarnya secara lebih mudah dijangkau. Dalam teori tentang aktivitas berjalan kaki, pengurangan waktu tempuh atau peningkatan mobilitas dapat diperoleh dari tingkat permeabilitas lingkungan yang baik terhadap pelaku pejalan kaki/pedestrian-nya. Konektivitas dan aksesibilitas adalah faktor-faktor yang berpengaruh dalam menciptakan lingkungan yang permeabel. Penelitian ini bertujuan untuk; Mengidentifikasi kondisi aksesibilitas di kawasan Jl. MH. Thamrin Jakarta Pusat terkait keberadaan fasilitas MRT di area tersebut. Selain itu, penelitian ini juga ditujukan untuk menemukan potensi permeabilitas lingkungan untuk menyediakan akses fasilitas MRT melalui kawasan perkantoran yang ada. Obyek dalam penelitian ini adalah jaringan jalan di sekitar akses masuk stasiun MRT Bundaran HI Jakarta, dengan menggunakan teknik simulasi sintaksis ruang (Space Syntax)
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN TEKNIK INDUSTRI UMJ
Peran sarjana teknik sangat besar dalam membangun konektivitas di bidang infrastruktur. Kegagalan persaingan di pasar global umumnya karena kurangnya konektivitas dan inovasi yang merupakan βcompetitive advantageβ dari suatu industry. Untuk menciptakan sarjana teknik yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan pada era persaingan global merupakan salah satu tanggung jawab dari institusi pendidikan dalam hal ini perguruan tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, saat ini hampir seluruh jurusan di perguruan tinggi memasukkan matakuliah kewirausahaan dalam kurikulumnya, termasuk fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kewirausahaan adalah sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, mandiri, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dan menciptakan sesuatu yang mempunyai nilai tambah. Dari definisi di atas penerapan matakuliah kewirausahaan merupakan salah satu matakuliah yang diharapkan dapat menunjang kemandirian dan kreatifitas mahasiswa tidak hanya di matakuliah tersebut tapi juga di matakuliah lainnya. Tetapi yang menjadi permasalahan disini adalah apakah penerapan mata kuliah di perguruan tinggi termasuk mata kuliah kewirausahaan ini dapat benar-benar mencetak mahasiswa yang kelak menjadi sarjana yang mandiri, kreatif dan inovatif apabila sistem pendidikan yang dilaksanakan saat ini masih menggunakan metode konvensional. Penelitian ini mencoba untuk mengatasi masalah agar mahasiswa dapat meningkatkan kreatifitas dan kemandiriannya yaitu dengan cara mengembangkan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata kuliah kewirausahaan dan diharapkan penerapan model pembelajaran ini dapat meningkatkan kemandirian dan kreatifitas mahasiswa sehingga kelak kedepannya dapat dihasilkan sarjana Teknik Industry FT UMJ yang kreatif, mandiri, berpikir kritis, tanggap terhadap masalah untuk dapat bersaing di era globalisi. Hasil penelitian sdengan menggunakan metode R&D menghasilkan perangkat pembelajaran metode PBl yang kemudian diujicobakan dan ditemukan tingkat efektifitas yang signifikan pada hasil pembelajaran mahasiswa TI FT UMJ di akhir semeste
REDESIGN PLATE HEAT EXCHANGER PADA CLOSED COOLING WATER SYSTEM PLTGU KAPASITAS 740 MW
Closed cooling water system adalah sistem pendingin utama siklus tertutup dengan menggunakan media air pendingin yang sama secara berulang dalam sirkulasi tertutup. Closed cooling water system pada PLTGU menggunakan plate heat exchanger yang di sebut sebagai closed cooling water heat exchanger. Closed cooling water heat exchanger menggunakan dua fluida, pertama adalah air murni sebagai fluida panas dan yang kedua adalah air laut sebagai fluida dingin. Fouling yang tinggi dapat menyebabkan penurunan laju perpindahan panas pada closed cooling water heat exchanger dan bisa berdampak serius pada kondisi operasi PLTGU. Perpindahan panas dan faktor gesekan pada plate heat exchanger bergantung pada kemiringan sudut chevron dan relatif terhadap arah aliran, dan disisi lain kinerja plate heat exchanger juga akan tergantung pada faktor pembesaran permukaan dan jarak antar plate, maka dalam penelitian ini dilakukan perubahan pengaturan sudut chevro
PEMANFAATAN TENAGA ANGIN SEBAGAI PELAPIS ENERGI SURYA PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRID DI PULAU WANGI-WANGI
Energi angin sebagai salah satu energi yang terbarukan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai energi alternatif bagi energi dari bahan bakar fosil. Potensi energi alternatif terbarukan lainnya yang juga diklaim memiliki kans besar terutama di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil adalah tenaga surya. Keduanya disebut Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) jika diintegrasikan kinerjanya. Masalah klasik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah tidak kontinyunya intensitas radiasi matahari yang bisa dimanfaatkan, terutama saat mendung, hujan, dan malam hari. Pelapis energi yang dimungkinkan bisa menutupi kelemahan ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), namun energi ini juga memiliki masalah dari sisi distribusi kecepatannya yang relatif rendah dan besar kecepatannya fluktuatif. Tujuan dilakukannya penelitian ini difokuskan untuk mengetahui kecepatan angin di Pulau Wangi-wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, khususnya saat intensitas radiasi matahari menurun, sehingga bisa diketahui apakah pemanfaatan tenaga angin sebagai pelapis energi surya merupakan langkah yang efektif atau tidak. Metode utama yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik non statistik menggunakan grafik. Hasil pengolahan data mengungkap bahwa rata-rata kecepatan angin maksimal sebesar 2,847 m/s, sehingga potensi daya listrik maksimal sebesar 37,160 Watt. Rata-rata kecepatan angin tertinggi saat malam hari sebesar 2,877 m/s dan kecepatan angin ratarata setahun saat hujan sebesar 2,405 m/s. Kesimpulannya adalah rata-rata kecepatan angin sepanjang hari pada tahun 2017 di kawasan ini tidak bisa mencapai standar minimal kecepatan angin yang dapat membangkitkan listrik (minimal 3,3 m/s), sehingga pemanfaatan energi angin sebagai pelapis energi surya pada PLTH kurang efektif, kecuali jika digunakan turbin angin yang bisa bekerja dengan kecepatan angin rendah
UJI SIFAT FISIK DAN SIFAT KIMIA PULP DARI LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)
Pelepah kelapa sawit merupakan limbah organik utama yang banyak dihasilkan dari aktivitas pruning di perkebunan kelapa sawit. Kandungan selulosa, hemiselulosa, dan lignin pada pelepah sawit yang tersedia memiliki potensi yang sangat tinggi untuk dijadikan produk yang bernilai tambah. Salah satunya adalah sebagai bahan baku pengganti kayu untuk membuat pulp kertas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat kimia dan fisik pulp yang terbuat dari pelepah kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan mendelignifikasi pelepah menggunakan NaOH, serta melakukan proses bleaching menggunakan kaporit dan H202. Kemudian dilakukan uji kualitas pulp dengan melakukan uji persentase rendemen pulp, persentase selulosa, persentase lignin dan bilangan kappa. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil rata-rata rendemen pulp sebesar 50%, rata-rata selulosa sebesar 23.66%, rata-rata lignin sebesar 22.44%, dan bilangan kappa 10.133. Kualitas kertas yang dihasilkan dapat digunakan sebagai media untuk menulis dengan tinta yang tidak menyebar pada kertas
RANCANG BANGUN MESIN MESIN PENCETAK BERAS ANALOG SEBAGAI PANGAN LOKAL DAERAH BANGKA
Beras analog yang dikenal juga beras aruk merupakan pangan lokal dari daerah Bangka yang perlu dipertahankan dan dilestarikan. Bahan dasar beras analog atau beras aruk ini terbuat dari ubi kayu. Pemanfaatan beras analog ini sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi produk lain seperti kue, nasi goreng dan aneka pangan lainnya. Proses produksi beras analog mempunyai beberapa tahapan diantaranya perendaman, pengadukan dan penghancuran serat ubi kayu, pemerasan tepung beras, penumbukan, pencetakan, penyangraian dan penjemuran. Salah satu mesin yang perlu dikembangkan adalah mesin pencetakan beras yang selama ini dilakukan secara manual. Mesin ini bertujuan agar dapat mengaduk, menumbuk dan membentuk sekaligus secara kontinyu. Sistem kerja mesin adalah adonan dimasukkan ke dalam wadah extruder. Selama dalam wadah ini extruder adonan dipanaskan dengan pengaruh heater sehingga adonan benar-benar tercampur merata, dapat lebih halus dan seragam. Kemudian adonan terdorong keluar dan dibentuk menyerupai beras dan butiran beras analog. Metode pelaksanaan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, pembuatan konsep dan rancangan, pembuatan dan perakitan mesin, uji coba dan analisa hasil. Hasil uji coba mesin adalah didapatkan adalah bentuk beras analog yang seragam dengan kapasitas mesin 25 kg/jam