Prosiding Semnastek
Not a member yet
1032 research outputs found
Sort by
EVALUASI PENERAPAN MANAJEMEN MUTU PADA PEKERJAAN TRUSS PENGGANTUNG LAMPU STADION GELORA BUNG KARNO, JAKARTA
Stadion Utama Glora Bung Karno (GBK) adalah sebuah stadion serbaguna di Jakarta, Indonesia yang merupakan bagian dari kompleks olahraga Gelanggang Olahraga Bung Karno. Stadion ini umumnya digunakan sebagai arena pertandingan sepakbola internasional. Untuk meningkatkan kualitas lapangan serta kenyamanan penonton menyaksikan pertandingan di Stadion Utama GBK. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakuan Renovasi dibagian pencahayaan Lapangan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan manajemen mutu pada proyek pekerjaan truss penggantung lampu Stadion Utama Glora Bung Karno. Di dalam penelitian ini, Metode yang digunakan yaitu metode self assesment dengan cara melakukan observasi langsung kelapangan dan melakukan wawancara dengan project manager. Penerapan manajemen mutu terhadap pekerjaan truss penggantung lampu harus dilakukan mulai dari perencanaan proyek, Pelaksanaan, Penyimpanan, pengawasan dan serah terima. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Dari hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan renovasi truss penggantung lampu untuk pencahayaan lapangan pada Stadion Glora Bung Karno sudah memenuhi syarat. Hal ini bisa dilihat dari hasil penelitian yang penulis lakukan dimana didapatkan hasil rata-rata 96% pelaksaanan menejemen mutu dijalankan oleh kontraktor
MODIFIKASI SIFAT KIMIA SERBUK TEMPURUNG KELAPA (STK) SEBAGAI MATRIKS KOMPOSIT SERAT ALAM DENGAN PERBANDINGAN ALKALISASI NAOH DAN KOH
Komposit secara umum tersusun atas gabungan material yang terbentuk dari dua atau lebih material yang memiliki sifat kimia dan fisika berbeda dari material pembentuknya. Komposit terdiri atas material penyusun sebagai matriks dan serat sebagai bahan penguat (reinforcement). Perlakuan alkali dari serat alam adalah salah satu tahapan kimia dalam pembuatan komposit dengan tujuan meningkatkan selulosa dengan menghilangkan kandungan lignin dan hemiselulosa. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan limbah batok kelapa agar bernilai ekonomis, mengetahui alkali terbaik dalam proses kimia pembuatan komposit dari serbuk tempurung kelapa, mengetahui massa jenis dari serbuk tempurung kelapa, mengetahui persen kadar selulosa dalam serbuk tempurung kelapa setelah proses delignifikasi dengan Fourierr Transform Infared (FT-IR), serta mengetahui bending strength setelah menjadi komposit. Dengan variasi variabel yang digunakan adalah variasi alkali NaOH dan KOH, 5%, 10%, 15% dan 20%. Metode yang digunakan adalah dengan perendaman (maserasi) serbuk tempurung kelapa terhadap variasi alkali dalam waktu yang sudah ditemtukan .Setelah itu dilakukan pencetakan komposit serbuk kelapa. Pengujian dilakukan dengan uji kualitatif menggunakan spektrofotometer IR, dan uji mekanis bending strength. Hasil uji bending paling optimal yaitu spesimen KOH 5% dengan tebal 0,4 cm sebesar 18,89 MPa. Analisa data yang didapat pada uji bending hasil delignifikasi dengan NaOH mempunyai nilai R2= 0,809. Sedangkan pada spesimen KOH diperoleh dengan nilai R2 = 0,868
PENGARUH PENAMBAHAN TEH LIDAH BUAYA (ALOE TEA) TERHADAP SIFAT FITOKIMIA MINUMAN THAI TEA
Teh merupakan minuman yang digemari dan diyakini memiliki khasiat bagi kesehatan. Untuk menambah nilai gizi pada thai tea, dapat dilakukan dengan menambah daun lidah buaya yang telah dikeringkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan teh lidah buaya terhadap sifat fitokimia dan organoleptic dari minuman thai tea. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan 3 kali pengulangan. Variabel dalam rancangan penelitian ini yaitu variasi massa teh lidah buaya dan thai tea (1,85:40, 2,00:40 dan 2,50:40) pada variasi suhu penyeduhan (70ºC dan 90ºC). Aloe thai tea dibuat dari thai tea yang dipanaskan sampai suhu 70ºC dan 90ºC bersama teh lidah buaya dengan kombinasi perlakuan penambahan daun lidah buaya pada campuran thai tea. Data dianalisis terhadap sifat fitokimianya (viskositas, kadar vitamin C) dan mendapatkan formula Thai tea Aloe vera yang terbaik dan disukai. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan teh lidah buaya berpengaruh terhadap kekentalan dan kadar Vitamin C minuman Thai tea. Formula minuman Aloe thai tea yang dapat menghasilkan derajat keasaman yg lebih rendah serta tingkat kekentalan yang lebih rendah bisa dibuat melalui formulasi 2:8 dengan suhu penyeduhan 90
ANALISA DETEKSI KETIDAKNORMALAN METER ELEKTRONIK DENGAN SISTEM AUTOMATIC METER READING
Pengukuran energi listrik mempuyai peranan yang sangat penting dalam menentukan pendapatan perusahaan listrik. Meter kWh merupakan alat ukur transaksi energi antara perusahaan dengan pelanggan yang harus disepakati oleh kedua belah pihak dan mendapat legalitas dari pemerintah (Direktorat Metrologi). Kesalahan data pengukuran energi merupakan keluhan pelanggan terhadap perusahaan listrik. Pada PT. PLN (Persero) Disjaya kWh meter yang digunakan untuk pelanggan daya diatas 200 kVA adalah kWh meter elektronik yang terintegrasi dengan sistem AMR (Automatic Meter Reading) sebagai pembacaannya. Setelah melakukan pemantauan deteksi ketidaknormalan meter elektronik dengan sistem AMR, diketahui kesalahan pengawatan CT terbalik, mengakibatkan pemakaian energi listrik oleh pelanggan tidak tertagih. Dengan fasilitas yang dimiliki oleh meter elektronik dengan sistem AMR, maka dapat diketahui waktu terjadinya gangguan tersebut, serta besar energi listrik yang tidak tertagih saat terjadi gangguan sebesar 637,382 kWh. Untuk menghindari kerugian PLN perlu dilakukan pergantian meter pada pelanggan
POTENSI LISTRIK DAN DEGRADASI FOSFAT BERTEKNOLOGI PLANT MICROBIAL FUEL CELL DENGAN MEDIA TANAMAN ECENG GONDOK
Kebutuhan akan supply energi listrik tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, karena energi listrik dibutuhkan untuk menunjang berbagai aktivitas yang dilakukan. Disisi lain, permasalahan yang sedang dihadapi saat ini yakni meningkatnya berbagai kontaminan pencemar di sistem perairan. Salah satu bahan pencemar tersebut adalah fosfat (PO4). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi listrik yang mampu dihasilkan serta seberapa besar konsentrasi fosfat yang mampu didegradasi melalui teknologi Plant Microbial Fuel Cell (PMFC) dengan media tanaman eceng gondok (Eichornia Crassipes). Teknologi Plant Microbial Fuel Cell (PMFC) diketahui dapat menghasilkan sumber energi listrik alternatif. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium di laboratorium Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro selama 21 hari, dengan uji pendahuluan selama 14 hari yang dilanjutkan uji sesungguhnya selama 7 hari. Dalam penelitian ini 4 buah reaktor kapasitas 50 liter digunakan sebagai media berlangsungnya penelitian. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah variasi jumlah tanaman eceng gondok pada masing-masing reaktor yakni penuh, setengah, seperempat, dan tanpa eceng gondok sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan Plant Microbial Fuel Cell (PMFC) dengan media tanaman eceng gondok berpotensi menghasilkan listrik dengan daya listrik yang dihasilkan sebesar 0,772 mW/m2 serta berpotensi mendegradasi fosfat sebesar 8,426 mg/L dengan efisiensi 87,36%
ZONASI LUAS SUMBER DAYA PERMUKAAN PULAU UNTUNG JAWA MELALUI CITRA GOOGLE EARTH MENGGUNAKAN METODE LINEAR VECTOR QUANTIZATION
Pantai merupakan wisata unggulan pada negara maritim berbentuk kepulauan seperti Indonesia. Setiap pulau, terutama pulau-pulau kecil yang bisa dihuni, memiliki ciri khas dan karakteristik sendiri yang menjadi daya tarik wisata untuk mengunjungi pulau tersebut. Luas wilayah yang terbatas yang memungkinkan wisatawan mengunjungi seluruh bagian pulau, dan utuhnya garis pantai yang bisa dikelilingi wisatawan adalah keunggulan dari pulau kecil. Pulau Untung Jawa merupakan salah satu Pulau kecil yang diminati oleh wisatawan. Perbedaan pulau Untung Jawa dengan pulau lainnya di wilayah kepulauan seribu adalah keberadaan penduduk tetap di pulau ini. Untuk itu Pulau ini harus memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan hidup penduduknya, yang menjadikan pulau ini menarik untuk diteliti. Pada penelitian ini, Sumber Daya Alam permukaan pulau untung jawa diinventarisasi dan dilakukan penzonaan wilayah. Pulau ini dibagi ke dalam beberapa zona, yaitu mangrove, tambak, pepohonan, pantai beton, tanah lapang, pantai, dan bangunan. Metode yang digunakan adalah Linear Vector Quantization (LVQ), dimana fitur yang digunakan adalah intensitas RGB dari piksel citra Pulau Untung Jawa. Dari hasil uji coba didapat luas masing-masing zona, yaitu mangrove (12 ha), tambak (3,4 ha), pepohonan (7,4 ha), pantai beton (3 ha), tanah lapang (6,6 ha), pantai (1,1 ha), dan bangunan (6,5 ha). Hasil ini bisa digunakan untuk mengukur daya tampung pulau per hari
STUDI PERBANDINGAN KINERJA BANGUNAN STRUKTUR BAJA BERDASARKAN SNI 03-1726-2002 dan SNI 03-1726-212
Bangunan gedung struktur baja terdiri dari 7 lapis lantai. bangunan terletak di Jakarta wilayah gempa 3 berdasarkan SNI-03 1726 2002, studi ini membandingakan kinerja bangunan menggunakan Spektrum Respons gempa SNI 03-1726-2002 dan Spektrum Respon gempa SNI 03-1726-2012 dengan variasi kondisi tanah yaitu gedung berdiri di tanah lunak, tanah sedang dan tanah keras. Dari hasil penelitian bahwa bangunan yang menggunakan respon spectrum gempa SNI-03-1726-2002 pada tanah Lunak, menghasilkan story shear arah x dan arah y serta story drift lebih besar dari story shear arah x dan arah y dan story drift pada bangunan dengan memakai SNI-1726-2012. Bangunan terletak pada tanah Sedang menggunakan respon spectrum SNI-03-1726- 2002 menghasilkan story shear arah x dan arah y serta story drift hampir sama besar dari story shear arah x dan arah y serta story drift pada bangunan dengan memakai SNI- 1726-2012. Sedangkan Bangunan yang terletak pada tanah Keras menggunakan respon spectrum SNI-03-1726-2002 menghasilkan story shear arah x dan arah y dan story drift lebih kecil dari story shear arah x dan arah y dan story drift pada bangunan dengan memakai SNI-1726-2012
SISTEM AKUISISI DATA SUHU DAN KELEMBABAN TANAH PADA IRIGASI TETES OTOMATIS BERBASIS INTERNET OF THINGS
Pengairan atau irigasi merupakan faktor penting dalam suatu proses budidaya tanaman. Salah satu metode pengairan tanaman adalah irigasi tetes. Dalam sistem irigasi tetes perlu diperhatikan juga kebutuhan air pada tanaman sehingga diperlukan pengontrolan otomatis untuk mencegah tejadinya kekurangan dan kelebihan pemberian air berdasarkan kelembaban tanah. Sebelum dilakukan pengontrolan, perlu diketahui karakteristik suhu lingkungan dan kelembaban tanah di area lahan tanaman tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang sistem akuisisi data pada irigasi tetes otomatis untuk mengukur suhu lingkungan dan kelembaban tanah menggunakan sensor suhu DS18B20 dan sensor kelembaban tanah SEN:0193 berbasis Internet of Things (IoT). Data sensor diolah menggunakan Raspberry Pi Model B kemudian dikirimkan pada aplikasi android melalui jaringan internet dan firebase realtime database sehingga data dapat diakses kapan pun dan dimana pun. Pengujian dilakukan dengan melakukan kalibrasi dan validasi pembacaan sensor serta pengiriman dan perekaman data pada aplikasi yang telah dibuat. Hasil pengujian sensor kelembaban tanah menunjukkan bahwa semakin besar tingkat kelembaban maka semakin kecil tegangan yang dihasilkan dengan range 1,77- 3,09V. Selisih pembacaan suhu antara sensor dan thermometer sebesar 0,33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data sensor dapat terkirim secara realtime pada aplikasi android melalui internet dengan delay rata-rata sebesar 2 detik
PEMANFAATN LIMBAH KERAMIK TERHADAP KUAT TEKAN BETON
Banyaknya Pabrik Keramik di Sumatera Selatan sehingga menyisakan limbah, baik itu limbah padat,cair dan udara.Jika tidak di olah dengan benar akan menjadikan masalah lingkungan, dimana jika limbah keramik padat (sisa-sisa potongan keramik) dimanfaatkan untuk pembuatan beton, maka akan mengurangi limbah padat. Beton didefinisikan sebagai sebuah bahan yang diperoleh dengan mencampurkan agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil/ batu pecah), semen, air, dan bahan tambahan lain (admixtures) bila diperlukan. Beton memiliki kekurangan dan kelebihan yaitu kuat terhadap tekan dan lemah terhadap tarik, agar beton dapat menahan gaya tarik maka didalam beton diberi besi tulangan dan biasa disebut beton bertulang. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan beton dalam bangunan, contohnya dalam struktur beton yang terdiri dari balok, kolom, pondasi atau pelat.Limbah keramik merupakan bahan utama yang digunakan sebagai bahan campuran. Penggunaan limbah keramik ini diharapkan bisa menjadi bahan tambah yang bisa berfungsi untuk menghasilkan beton yang bermutu serta bisa di aplikasikan langsung pada campuran beton guna memperoleh beton yang berkualitas baik tanpa mengabaikan segi kekuatan dari beton itu sendiri. Dari hasil pengujian yang telah dilaksanakan untuk beton normal dan beton dengan penambahan limbah keramik sebesar 8%, 10%, 12%, dan 14% di dapat nilai kuat tekan beton untuk masing-masing sampel. Beton normal memenuhi nilai kuat tekan karakteristik beton K-250. Nilai kuat tekan beton untuk penambahan limbah keramik sebesar 8%, 10%, 12%, dan 14% masih memenuhi nilai kuat tekan karakteristik beton K-250. Penambahan limbah keramik untuk kuat tekan beton optimumnya terjadi pada persentase limbah keramik 14%
PERUBAHAN ANGKA PORI TANAH LUNAK TERSTABILISASI DENGAN SERBUK KACA DAN SERAT KARUNG PLASTIK
Tanah dasar berfungsi sebagai pondasi pada konstruksi jalan yang mampu memikul beban konstruksinya sendiri dan beban lalu lintas. Namun masalah yang seringkali dihadapi dalam merencanakan dan melaksanakan pekerjaan konstruksi jalan adalah karakteristik dan jenis tanah pada daerah setempat yang tidak memenuhi persyaratan kualitas dan mutu timbunan. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai pengaruh stabilisasi tanah rawa yang merupakan tanah lunak (soft soil) dengan penambahan serbuk kaca dan serat karung plastik sebagai tanah timbunan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah melihat perubahan angka pori dengan melakukan pengujian konsolidasi pada tanah asli maupun tanah terstabilisasi. Berdasarkan hasil pengujian, berat jenis tanah lunak minimum sebesar 1,863 yang merupakan tanah asli + 10% serbuk kaca + 0,5% serat karung plastik atau mengalami penurunan sebesar 9,387 % dibandingkan berat jenis tanah asli. Penambahan serbuk kaca dan serat karung plastik optimum pada kombinasi tanah asli + 10% serbuk kaca + 0,25% serat karung plastik dengan angka pori sebesar 0,76 atau mengalami penurunan sebesar 2,56% dibandingkan angka pori tanah asli pada pembebanan 16 kg