Prosiding Semnastek
Not a member yet
    1032 research outputs found

    ANALISIS UPAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MEMILIH SUPPLIER TERBAIK DENGAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) PADA DEPARTMENT PROCUREMENT PT. XYZ

    Get PDF
    Pemilihan supplier merupakan salah satu hal yang penting dalam aktivitas pembelian bagi perusahaan. Pemilihan supplier merupakan masalah multi kriteria yang meliputi faktor-faktor kuantitatif dan kualitatif. Salah satu metode yang biasa digunakan untuk pemilihan supplier adalah metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Penelitian ini dilakukan pada sebuah perusahaan manufaktur, PT XYZ, yang akan meningkatkan dan mengembangkan hubungan kemitraan dengan supplier khususnya supplier material stamping parts, dimana kondisi pasokan material stamping parts PT XYZ saat ini masih belum dapat memenuhi harapan perusahaan dan memberikan dampak pada keterlambatan kegiatan proses produksi didalam PT XYZ. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah urutan prioritas kriteria dan subkriteria dalam pemilihan supplier pada PT XYZ? (2) Supplier/pemasok manakah yang sebaiknya dipilih oleh PT XYZ berdasarkan metode AHP? Studi kasus sampel yang di ambil dari penelitian ini adalah para pemangku kepentingan dalam departemen pembelian, kualitas, keuangan dan gudang yang memiliki intensitas hubungan supplier yang tinggi. Teknik pengambilan sampel menggunakan judgment sampling metode AHP (Analytical Hierarchy Process) mensyaratkan ketergantungan pada sekelompok ahli sesuai dengan jenis spesialis terkait dalam pengambilan keputusan. Para pemangku kepentingan sangat dibutuhkan dalam upaya memberikan keterangan kriteria-kriteria dan subkriteria apasaja yang dibutuhkan dalam upaya pemilihan supplier terbaik khususnya supplier material stamping parts. Dari hasil penilaian tingkat kepentingan kriteria dalam pemilihan supplier menghasilkan skala prioritas/bobot sebagai berikut: prioritas I kualitas (0,156), prioritas II harga (0,155), prioritas III pengiriman (0,141), prioritas IV jaminan (0,133), prioritas V kapabilitas teknis (0,113), Prioritas VI system tersertifikasi (0,093), Prioritas VII responsif (0,067), Prioritas VIII pelayanan (0,060), Prioritas IX performa (0,050) dan yang terakhir adalah fleksibilitas (0,031). Dari hasil penilaian tingkat kepentingan alternatif dalam pemilihan supplier menghasilkan skala prioritas/bobot sebagai berikut: prioritas I supplier PT. FGH (0,3761), prioritas II supplier PT. PQR (0,3102), prioritas III supplier PT. ABC (0,1676) dan prioritas terakhir yaitu supplier PT. LMN (0,1461)

    ROUGH MAPPING CITRA GOOGLE EARTH PULAU UNTUNG JAWA MENGGUNAKAN METODE LINEAR VECTOR QUANTIZATION

    Get PDF
    Pulau Untung Jawa adalah salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu, pulau ini menyimpan banyak sumber daya alam yang dapat digunakan sebagai sumber penghasilan dan tempat penghidupan di Pulau. Pada penelitian ini, pembahasan difokuskan pada penghitungan zonasi luas Sumber Daya Alam permukaan yang dapat digunakan sebagai penunjang dan menjaga habitat kelestarian alam pulau. Perhitungan zonasi luas sumber daya alam permukaan Pulau Untung Jawa dilakukan menggunakan metode Linear Vector Quantization. Metode ini menggunakan pengklasifikasian berbasis vector dimana klasifikasinya dilakukan dengan perhitungan jarak antara vektor fitur dengan vektor Linear Vector Quantization. Input dari penelitian ini adalah citra digital Pulau Untung Jawa yang diambil menggunakan aplikasi Google Earth. Sumber daya alam permukaan di Pulau ini terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu Mangrove, Tambak, Pepohonan, Pantai Beton, Tanah Lapang, Pantai, dan Bangunan. Karakteristik dari masing-masing bagian diidentifkasi pada citra, dan dijadikan bahan pelatihan pada metode Linear Vector Quantization. Hasil dari perhitungan adalah pembagian zona pulau dan luasan dari masing-masing zona tersebut

    RANCANG BANGUN PROTOTYPE PALANG PINTU KERETA API OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO MENGGUNAKAN SENSOR HC-SR04

    Get PDF
    Kontribusi perkeretaapian terhadap transportasi nasional masih rendah, prasarana dan sarana yang belum memadai, jaringan pada sinyal kereta api yang masih belum efektif, tingkat kecelakaan masih tinggi karena gangguan perjalanan kereta api, dan tingkat pelayanan masih jauh dari harapan. Teknologi saat ini berkembang dengan sangat pesat. Hal itu terlihat dari banyaknya inovasi-inovasi yang telah dibuat, seperti traffic light, gadget, internet. Bahkan inovasi-inovasi tersebut bisa membantu bagi perusahaan-perusahaan besar untuk meringankan suatu pekerjaan, sehingga dibutuhkan prototype palang pintu kereta api yang bisa menutup dan membuka secara otomatis. menggunakan Buzzer, motor servo, LCD, lampu LED, sensor ultrasonic yang akan diproses oleh Arduino UNO R3

    PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PENGOLAHAN HIDROTHERMAL AMPAS KOPI TERHADAP YIELD ENERGI UNTUK BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOBRIKET

    Get PDF
    Ampas kopi adalah limbah biomassa padat yang dihasilkan dari minuman kopi. Limbah yang dihasilkan dapat bersifat racun terhadap lingkungan karena mengandung kafein, tanin, dan polifenol. Serta proses degradasinya pun membutuhkan oksigen dalam jumlah yang besar. Namun ternyata berpotensi untuk konversi pembuatan biobriket ataupun biopelet. Hidrotermal merupakan teknologi yang menjanjikan untuk mengubah limbah biomassa menjadi biochar (biofuel, biobriket, bioadsorben dan lainnya) dikarenakan dapat meningkatkan produk menjadi homogen, serta kalor tinggi dan brittel. Perlakuan ampas kopi dicampur dengan aquades di dalam reaktor hidrotermal dengan variasi suhu 150 °C hingga 225 °C (AK150; AK175; AK200; AK225). Secara keseluruhan setelah hidrotermal, ampas kopi mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap (AK150 – AK225) menunjukkan adanya modifikasi komponen sampel. AK200 memiliki peningkatan kalor yang tinggi yakni 50%, dengan rendemen sebesar 68%. Pada kenaikan suhu di atas 200 °C (AK225) terjadi dekomposisi sampel serta pengurangan yield massa yang menyebabkan sedikit penurunan hasil energi yield

    STUDI DESAIN PERENCANAAN PERKERASAN SISI UDARA BANDAR UDARA TUNGGUL WULUNG CILACAP

    Get PDF
    Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cilacap mengalami peningkatan setiap tahunnya.Hampir semua sektor mengalami pertumbuhan, seperti sektor industri dan perdagangan, pariwisata serta investasi. Peningkatan dan pertumbuhan ekonomi tersebut bisa digunakan untuk dasar melakukan pembenahan sarana dan prasarana di Kabupaten Cilacap, salah satunya adalah Bandar Udara Tunggul wulung.Penulis menggunakan SKEP/IV/2005 dan standar aturan Federation Aviation Administration (FAA) sebagai dasar perencanaan sisi udara bandara. Perencanaan sisi udara ini, menyesuaikan dengan pertumbuhan penumpang untuk 20 tahun mendatang. Dari hasil analisis, jenis pesawat rencana yang akan digunakan untuk pengembangan 20 tahun mendatang adalah ATR 72-600.Kebutuhan geometrik sisi udara adalah panjang runway 1500 m dengan lebar 30 m,taxiway dengan lebar 15 , dan apron dengan panjang 95 m dan lebar 45m. Kebutuhan perkerasan lentur sisi udara yaitu untuk bagian runway dan taxiway adalah lapisan surface setebal 4 inch, lapisan base course setebal 6 inch, dan lapisan sub base setebal 6 inch. Sedangkan Kebutuhan perkerasan kaku sisi udara yaitu untuk bagian apron adalah lapisan surface setebal 4 inch, slab beton setebal 8,2 inch dan tebal lapisan sub base setebal 6 inch

    PENGARUH PENAMBAHAN PLA PADA PATI TERPLASTISASI GLISEROL TERHADAP SIFAT MEKANIK BLEND FILM

    Get PDF
    Poli-asam laktat (PLA) merupakan polimer yang biocompatible, biodegradable, tidak beracun dan nonkarsinogenik bagi tubuh manusia serta berasal dari sumber daya terbarukan, sehingga sangat baik digunakan untuk aplikasi medis dan pengemasan makanan. Pada penggunaannya, PLA masih memiliki kendala karena sifatnya yang getas, mudah rapuh dengan elongation at break kurang dari 10% dan hidrofobik, sehingga membatasi kondisi pemrosesan polimer tersebut. Pati singkong merupakan biopolimer yang kesediaannya cukup berlimpah dengan sifatnya hidrofilik sehingga sangat mudah terdegradasi. Modifikasi PLA dengan cara blending dengan pati singkong terplastisasi gliserol merupakan upaya untuk meningkatkan sifat mekanik berupa tensile strength dan elongation at break blend film. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan blend film PLA/pati dengan sifat mekanik yang baik. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu pembuatan PLA dari asam laktat, pembuatan pati terplastisasi gliserol dan pembuatan blend film PLA/Pati. Pembuatan PLA dari asam laktat dilakukan dengan metode polikondensasi. Pembuatan pati terplastisasi gliserol yaitu dengan pencampuran (3%w/v) pati singkong dengan gliserol (1%v/v) pada temperatur 65oC. PLA yang dihasilkan pada tahap polikondensasi dicampur dengan pati terplastisasi gliserol pada temperatur 120oC dengan variasi rasio PLA/pati sebesar 0/100; 20/80; 40/60 dan 50/50. Campuran dicetak dalam bentuk lembaran tipis (blend film) dan dikeringkan pada temperatur 70oC selama 6 jam. Sifat mekanik blend film diketahui dengan menganalisis tensile strength dan elongation at break. Hasil yang didapat menunjukan bahwa penambahan PLA meningkatkan nilai tensile strength dan elongation at break blend film. Rasio PLA/starch yang menghasilkan sifat mekanik blend film terbaik adalah 40/60 dengan nilai tensile strength, elongation at break dan swelling masing-masing 2,32 MPa, 21,25% dan 46,44%

    SISTEM PAKAR DIAGNOSA KERUSAKAN MESIN SEPEDA MOTOR MATIC BERBASIS WEB MENGGUNAKAN CERTAINTY FACTOR

    Get PDF
    Membuat keputusan memainkan peranan penting dalam proses diagnosa kerusakan mesin sepeda motor. Umumnya diagnosa kerusakan secara efektif dan efisien ini hanya bisa dilakukan oleh pakar yang ahli pada bidangnya. Dengan ditemukannya kecerdasan buatan dalam dunia komputer membuat hal tersebut menjadi lebih mudah. Penggunaan kecerdasan buatan berbasis komputer dapat menjadi pemecahan masalah bagi pelaku pengambil keputusan untuk membuat keputusan berdasarkan kondisi yang tidak pernah dialami sebelumnya dan upaya untuk mendapatkan diagnosa tersebut. Dengan kombinasi mesin inferensi dan basis pengetahuan menjadikan lahirnya aplikasi diagnosa kerusakan ini. Aplikasi ini dilengkapi juga dengan fitur pengembangan basis pengetahuan secara bertahap dengan mengandalkan interprestasi pengetahuan pakar yang dituangkan dalam sistem tersebut membuat sistem tersebut dapat memberikan diagnosa dengan baik dan akurat. Dalam usaha untuk mencapai penelitian, aplikasi ini menggunakan metode Certainty Factor untuk memperoleh diagnosa dapat memproses kemunculan kondisi tidak terstruktur. Selain itu, penerapan metode ini pada basis aturan menghasilkan derajat keyakinan terhadap masing-masing diagnosa kerusakan

    ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR KERETA COMMUTER LINE TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DI STASIUN CIKARANG

    Get PDF
    Cikarang merupakan salah satu kawasan industri yang sangat berkembang pesat, pembangunan tersebut diikuti juga dengan peningkatan kawasan pemukiman di sekitar wilayah Cikarang. Hal ini berdampak terhadap peningkatan aktifitas masyarakat sehingga menyebabkan terjadi peningkatan terhadap kebutuhan pelayanan angkutan umum. Sejak Oktober 2017, PT. Kereta Commuter Indonesia (PT.KCI) mulai mengoperasikan kereta rel listrik (KRL) relasi Cikarang-Jakartakota dengan tujuan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat di wilayah Cikarang dan sekitarnya. Namun keberlangsungan operasional layanan KRL harus mempertimbangkan kesediaan untuk membayar pengguna dan aspek kualitas pelayanan yang diberikan operator. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pengguna KRL dan faktor yang mempengaruhi jawaban responden terhadap nilai kesediaan membayar. Pengambilan data dilakukan teknik random sampling melalui penyebaran kuisioner kepada responden di area stasiun Cikarang. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode statistik kuantitatif deskriptif dan tabulasi silang dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kepuasan pengguna KRL terhadap kehandalan, kenyamanan, keamanan, kemudahan dan kesetaraan serta keselamatan cukup baik, sedangkan faktor yang mempengaruhi pilihan kesediaan membayar responden adalah besarnya pendapatan. Hasil studi menunjukkan rata-rata nilai kesediaan membayar yaitu Rp.8.771 atau mengalami kenaikan 75% apabila terjadi peningkatan kualitas pelayanan KRL yaitu penambahan jumlah armada dan peningkatan fasilitas stasiun

    KAJIAN DESAIN E-LEARNING UNIVERSITAS BUNDA MULIA BERDASARKAN SPESIFIKASI E-LEARNING

    Get PDF
    e-Learning merupakan konsep pengajaran dan pembelajaran yang mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi menggunakan internet, e-learning juga harus mengandung unsur usability yang baik berdasarkan standar ISO 9241 serta karakteristik e-learning untuk memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran, pengembangan e-learning juga mengacu pada framework. Penelitian ini untuk mengkaji aplikasi e-learning sesuai dengan karakteristik dan usability berdasarkan framework e-learning. Pengumpulan data responden sebanyak 30 pada aplikasi e-learning Universitas Bunda Mulia. Hasil penelitian pada unsur usability berdasarkan know-ability 18.02%, Operability 11.41%, Efficiency 12.91%, Robustness 14.71%, Safety 12.01%, Subjective Satisfaction 20.12%, Communicativeness 6.91%, User Expectation 3.90, dan karakteristik e-learning yang perlu diperbaiki pada Multimedia Learner style, Collaborative Learning, Non-linearity, Self-Managing

    PROTOTIPE PENERANGAN JALAN UMUM (PJU) PINTAR BERBASIS ARDUINO MENGGUNAKAN SOLAR PANEL, SENSOR HC-SR04 DAN SENSOR LDR

    Get PDF
    Semakin pesatnya perkembangan di Indonesia menuntut pembangunan infrastruktur yang semakin baik. Salah satu yang menjadi prioritas adalah pembuatan dan perbaikan jalan umum untuk mendukung mobilitas masyarakat yang semakin tinggi akibat kemajuan teknologi transportasi yang berkembang pesat. Salah satu perlengkapan jalan yang sangat dibutuhkan adalah Penerangan Jalan Umun (PJU). Dengan di terapkannya penerangan jalan umum pintar dapat mengurangi penggunaan energi listrik karena penerangan jalan umum pintar mengguanakan panel surya sebagai sumber energi yang didapat dari mengubah panas matahari menjadi energi listrik kemudian disimpan pada baterai. Pada kondisi malam hari, lampu akan menyala terang ketika sensor ultrasonik mendeteksi benda dan ketika tidak ada benda, lampu akan menyala redup. Metode Prototyping adalah proses iterative dalam pengembangan sistem dimana requirement diubah ke dalam sistem yang bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama antara user dan analis. Pada metodologi Prototype terdiri dari beberapa tahap, yaitu: Analisis Kebutuhan Sistem, Desain Sistem, Pengujian Sistem, Implementasi. Prototipe penerangan jalan umum pintar dapat mengatur tingkat redup atau terangnya penerangan secara otomatis berdasarkan situasi dan kondisi dilapangan

    1,023

    full texts

    1,032

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prosiding Semnastek
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇