Prosiding Semnastek
Not a member yet
1032 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kualitas Sinyal Pada Jaringan 4G LTE Dengan Menggunakan Metode Antenna Physical Tuning
Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi generasi ke empat (4G) yang dikembangkan oleh 3rd Generation Partnership Project (3GPP). Coverage yg dihasilkan pada teknologi 4G akan mempengaruhi kualitas di area yang akan di-cover. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan dan mengoptimasi kondisi jaringan 4G khususnya untuk operator Xl Axiata di area kampus Unjani dengan menggunakan metode antenna physical tuning. Parameter yang dianalisis pada penelitian ini adalah RSRP. Proses optimasi ini dilakukan berdasarkan hasil kondisi aktual di lapangan yang sampelnya diambil dengan menggunakan metode drive test menggunakan Huawei GENEX Probe. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari proses drive test, didapatkan bahwa kondisi coverage di area kampus Unjani memiliki level RSRP di atas -95 dBm. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa area kampus memiliki kualitas sinyal yang buruk. Untuk memperbaiki kondisi tersebut maka dilakukan proses optimasi dengan menggunakan metode physical tuning. Physical tuning dilakukan berdasarkan rekomendais proposal perubahan yang didapatkan dari hasil simulasi menggunakan software Atoll. Setelah dilakukan implementasi optimasi physical tuning dari site yang telah ditentukan, didapatkan peningkatan kondisi jaringan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, dimana RSRP yang kurang dari -100dBm meningkat dari 56.69% menjadi 81.46% dan SINR yang bernilai lebih dari 0 dB juga mengalami peningkatan dari 68.17% menjadi 80.71
Rancang Bangun Aplikasi Monitoring Kegiatan Implementasi Proyek Perangkat Lunak Berbasis Web
Monitoring proyek adalah bagian penting dari tanggung jawab seorang manajer proyek teknologi informasi. Proyek teknologi informasi yang kerap dibahas adalah proyek pengembangan perangkat lunak, dimana kerumitan pengelolaan proyek memerlukan perhatian dan pengalaman seorang manajer proyek untuk mengurangi resiko kegagalan proyek. Salah satu fase penting yang selalu dilalui dalam siklus pengembangan perangkat lunak adalah fase implementasi dimana di dalam fase ini proses pemrograman dan pengujian dilakukan. Fase implementasi memungkinkan terjadinya iteration process disebabkan oleh permintaan clients atau sering dikenal dengan permintaan perubahan atau change request. Perubahan yang terjadi atas permintaan client dapat terjadi berulang-ulang tanpa diketahui batas akhir perubahan tersebut, hal ini menyulitkan di dalam monitoring process jika dilakukan secara manual karena pencatatan dan pelaporan perubahan tidak dapat dilakukan dengan lengkap disebabkan seringnya perubahan terjadi. Perlu adanya sistem informasi yang dapat membantu seorang manajer proyek memantau permintaan perubahan pengguna sekaligus memudahkan di dalam pembuatan laporan permintaan dari client terkait perubahan kebutuhan perangkat lunak. Metode pencatatan permintaan perubahan kebutuhan secara online melalui aplikasi berbasis web menjadi solusi yang ditawarkan di dalam penelitian ini
Penentuan Rute Pengiriman Service Part untuk Meminimalkan Biaya Transportasi pada PT XYZ dengan menggunakan Metode Saving Matrix
Logistik merupakan salah satu bidang usaha yang tengah maju karena perkembangan zaman yang semakin modern. Untuk meminimalkan biaya logistik perusahaan harus memperhatikan sistem logistiknya. Pada September 2017 PT XYZ menangani bisnis pengiriman service part yang sebelumnya bisnis di handle oleh PT ABC. Dalam menjalankan bisnis pengiriman service part terdapat 9 pemasok yang menggunakan sistem direct delivery dengan biaya sangat tinggi dan rute yang kurang efektif. Volume pengiriman sevice part yang terus meningkat dan sistem direct delivery yang kurang efektif. Dari uraian tersebut dilakukan penelitian terhadap perbaikan pengiriman dengan metode pengiriman lain dengan menerapkan metode Saving Matrix dan urutan kunjungan metode Nearest insert dan metode Nearest neighbor. Hasil penelitian menunjukan bahwa rute yang efektif berdasarkan dari perhitungan dengan jarak terkecil yang akan ditempuh dihasilkan dengan metode Nearest Neighbor yaitu sebesar 2743,5 Km dan biaya yang dapatkan sebesar Rp 27.205.600,
Pengendalian Kualitas Dengan Metode Failure Mode Effect And Analysis (FMEA) Dan Pendekatan Kaizen untuk Mengurangi Jumlah Kecacatan dan Penyebabnya
Pengendalian kualitas produksi merupakan aspek penting dalam menjamin keberhasilan proses produksi. Pengamatan ini bertujuan untuk menganalisa penyebab terjadinya kegagalan dalam produksi wafer. Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) merupakan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab cacat pada proses produksi dan menggunakan pendekatan Kaizen yaitu pada konsep 5W+1H. Hasil pengamatan yang didapat adalah jenis cacat paling dominan pada proses produksi merupakan dimensi tidak standar sebesar 49,75% yang paling besar disebabkan oleh pipa cairan HE error, oleh karena itu diberikan usulan perbaikan dengan dengan memasang inferter pada pipa cairan HE, memberikan warning terkait dengan standar operasional agar adonan memenuhi spesifikasi, menyediakan fasilitas penunjang berupa kursi kepada operator, mengatur tekanan aliran cairan yang melewati pipa cairan serta menyusun dan melaksanakan proses preventive maintenance secara konsisten
Rancang Bangun Aplikasi Scanner Car Location Berbasis Teknologi QR-Code menggunakan Algoritma Dijkstra
Perkembangan teknologi dizaman yang modern ini membuat manusia ingin segalanya effesien dan praktis. Mulai dari bahan pangan, sandang, dan papan serta teknologi yang seiring semakin pesat yang mempermudah masyarakat. Namun berdasarkan data-data yang akurat bahwa kejahatan bermodus pencurian kendaraan yang semakin meningkat disetiap tahunnya, maka peneliti mengemukakan ide untuk merancang bangun aplikasi scanner car location untuk meminimalisir kejahatan pencurian kendaraan. Aplikasi scanner car location ini dirancang menggunakan algoritma dijkstra dengan metode waterfall. Rangka dasar dari aplikasi ini adalah aplikasi scanner car location berbasis android yang mempunyai aplikasi tersebut telah dilengkapi scanner Qr-code yang berisi titik lokasi Global Positioning System (GPS) tracker yang telah dipasang pada kendaraan, sehingga ketika saat di scan dapat terlacak keberadaan kendaraan tersebut. Setelah Aplikasi ini terbuat, akan diimplementasikan dan dievaluasi serta akan dimaintenance selama 6 bulan sekali sesuai dengan metode waterfall
Analisa Kapasitas Tali-Tali Air di Jalan P. Jayakarta Jakarta Pusat
Jalan P. Jayakarta termasuk salah satu wilayah yang terdapat di Kota Administrasi Jakarta Pusat yang merupakan wilayah yang salah satu rawan banjir. Tahun 2012 telah dibangun rumah pompa untuk menanggulangi banjir di Kawasan Jalan P. Jayakarta yaitu Rumah Pompa P. Jayakarta sebesar 500 lps x 2 unit dan Rumah Pompa Mangga Besar 13 sebesar 150 lps x 2 unit. Tahun 2019 ini di seputar kawasan Jalan P. Jayakarta masih diliputi genangan terutama di akses Jalan P. Jayakarta. Kondisi Eksisting di Jalan P. Jayakarta terdapat saluran yang cukup besar di sisi utara Jalan P. Jakarta yaitu 2 x 2 m2 dan sisi selatan Jalan P. Jayakarta yaitu ukuran 1 x 1 m2 mulai dari sisi rel kereta api hingga ke rumah pompa P. Jayakarta. Selain eksisting saluran juga terdapat eksisting tali-tali air dengan jarak 8 m dengan ukuran tali-tali air yaitu 20 cm x 10 cm. Salah satu permasalahan terjadinya genangan yaitu terjadinya penyempitan di tali-tali air akibat terjadinya sedimentasi dan jarak tali-tali air yang terlalu jauh yaitu berjarak 8 m. Dengan melakukan analisa tali-tali air menggunakan metode distribusi gumbell dengan intensitas curah hujan 5 tahun sebesar 128,33 mm/jam dihasilkan debit curah hujan (Q) = 2,062 m3/detik diperlukan tali-tali air sebesar 20 cm x 10 cm dengan tiap jarak 5 m untuk dapat mengatasi genangan di kawasan Jalan P.Jayakarta
Rancang Bangun Mesin Daur Ulang Limbah Botol Plastik HDPE Menjadi Gagang Pintu Kapasitas 1 kg/jam
Sampah plastik telah menjadi masalah bagi manusia karena plastik merupakan material nonbiodegradable. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat rancangan mesin daur ulang limbah botol plastik HDPE, dan untuk membandingkan dengan mesin daur ulang limbah botol plastik yang sudah ada. Perancangan dilakukan dengan melakukan pencarian data dan pembuatan konsep yang didapat dari studi literatur dan hasil survei, maka dapat direncanakan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam perancangan dan pembuatan mesin pencacah botol plastik. Berdasarkan hasil pengujian didapat mesin daur ulang limbah botol plastik HDPE telah dilaksanakan dengan menggunakan motor penggerak 2 HP dan output putaran poros 80 rpm. Berdasarkan pengujian getaran rangka didapat puncak getaran pada pengujian getaran mesin tanpa beban maupun dengan beban termasuk kategori aman berdasarkan standar ISO 10816-1. Berdasarkan pengujianpemakaian untuk mencacah botol limbah platik didapat bahwa untuk 1 kg sampah plastik menghasilkan 20 unit gagang pintu, dengan total waktu proses 17 menit 45 deti
Variasi Temperatur Dan Waktu Tinggal Hidrotemalisasi Terhadap Efektifitas Lumpur Lapindo Sebagai Sumber Energi Alternatif
Tahun 2006 silam, terjadi bencana nasional semburan lumpur akibat kegiatan eksplorasi PT. Lapindo di Jawa Timur. Dikarenakan Volume lumpur yang semakin bertambah kami bertujuan untuk melakukan penanganan khusus agar tidak menenggelamkan banyak lahan. Yakni dengan memanfaatkan Lumpur Lapindo sebagai sumber energi alternatif bersifat EBT (Eenergi Baru Terbarukan ). Sampai saat inipun, masih terdapat kantong-kantong di sekitar Sidoarjo yang menyemburkan lumpur dengan intensitas yang lebih rendah. Kandungan logam dan mineral S, K, Ca, dan Mg serta kapasitas tukar kation dan unsur negatif Na, Al, Fe, Cl, dan elektrik konduktivity terdeteksi dalam lumpur lapindo menurut para peneliti. Hal ini menjadikan lumpur lapindo memiliki potensi sebagai sumber energi baru terbarukan berbasis SCL (Soil Cell) berteknologikan hidrotermal. Pengamatan dilakukan terhadap kuat arus dengan menggunakan uji AVO meter yang dihasilkan menunjukkan dengan variasi 250C pada temperatur 1250C-2250C didapatkan kuat arus yang meningkat seiring dengan peningkatan suhu hidrotermal lumpur lapindo (2 mA; 4.5 mA; 6.5 mA; 5 mA; 7 mA) dan pengamatan terhadap daya hantar listrik menggunakan uji AAS (Absorbtion Atomic Spektrofotometry) yang dihasilkan dengan variasi 250C pada temperatur 1250C-2250C diddapatkan kuat daya hantar listrik optimum pada suhu 1750C. Hal ini sesuai dengan kolerasi hasil terhadap kandungan unsur Na dengan temperatur hidrotermal yang meningkat 74-88 me/100gTs. Variasi temperature dan waktu tinggal proses hidrotermal dilakukan, didapatkan variasi optimal pada temperatur 1750C dengan waktu hidrotermal selama 30 menit, dimana kuat arus yang dihasilkan sebesar 0,1882 A dengan kandungan Na sebanyak 84,19 me/100gTs. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perhitungan daya dan banyaknya alat SCL berbasis lumpur lapindo terhidrotermal
Pengukuran Medan Magnetik Helmholtz Coil Melalui Konversi Tegangan Efek Hall
Pengukuran medan magnetik yang dihasilkan oleh kumparan dapat dilakukan dengan menggunakan sensor efek Hall. Pada penelitian ini, sensor efek Hall yang digunakan adalah tipe UGN3503. Sistem pengukuran medan magnetik dirancang dengan menggunakan rangkaian pengondisi sinyal yang terdiri dari rangkaian penyangga, rangkaian penguat non-inverting, dan rangkaian penguat diferensial yang terhubung dengan sensor efek Hall. Hasil keluaran dari rangkaian pengondisi sinyal ini adalah tegangan Hall (VH) dengan orde mili-Volt (mV) dan belum berupa besaran medan magnetik (B). Medan magnetik dihasilkan dengan menggunakan kumparan model Helmholtz Coil (sepasang kumparan simetris berjarak setengah diameter kumparan) dengan diameter 20 cm dan 30 cm dimana masing-masing kumparan terdiri dari 100 lilitan kawat tembaga. Arus DC (Direct Current) diberikan pada kumparan tersebut dan divariasikan dari 0 hingga 2 A secara bertahap dan posisi sensor juga divariasikan secara aksial. Parameter yang diperoleh untuk mendapatkan nilai medan magnetik adalah nilai gradien dari linieritas sensor efek Hall dan nilai tegangan Hall (VH) yang terukur. Sehingga, nilai medan magnetik dalam satuan mili-Tesla (mT) di setiap titik pengukuran diperoleh melalui konversi nilai tegangan Hall (mV). Nilai konversi diperoleh dengan menggabungkan persamaan medan magnetik Helmholtz Coil dan persamaan efek Hall, yakni dengan nilai konversi 0,0945 Tesla per Volt pada pasangan kumparan 20 cm dan 0,063 Tesla per Volt untuk pasangan kumparan 30 cm
Analisis Kebutuhan Air Bersih dan Air Kotor ( Study Kasus Kompleks Perumahan Taman Sari Persada, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor )
Air bersih merupakan air jernih dan sehat (tidak kotor) yang dapat dikonsumsi dan digunakan untuk keperluan sehari-hari, sedangkan air kotor merupakan air limbah dari sisa produksi aktifitas manusia yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan dan tidak dapat dikonsumsi manusia, untuk itu perlu adanya pengadaan dan penyaluran air bersih dan air kotor guna kepentingan penghuninya. Pada analisis kebutuhan air bersih dan air kotor kompleks perumahan Taman Sari persada dilakukan dengan metode survey dan melihat siteplan yang ada. Terdapat 1552 unit rumah yang terbagi menjadi 3 kavling dengan luas lahan sedang (93 m²), besar (150 m²) dan sangat besar (203 m²)dan terbagi lagi menjadi 3 tipe luas bangunan dan jumlah rumah yaitu sedang (80 m²) 932 unit rumah, besar (245 m²) 465 unit rumah dan sangat besar (100 m²) 155 unit rumah dengan jumlah keseluruhan 7760 orang (jumlah penghuni rumah rata-rata 5 jiwa). Selain itu standar kebutuhan air tiap orang 150 liter/hari dan banyaknya limbah/air kotor yang dihasilkan per orang/hari 80% dari jumlah pemakaian air bersih per hari. Maka kebutuhan air bersih kompleks perumahan taman sari persada yaitu 1340,928m³/hari dan limbah/air kotor sebanyak 693,96 m³/hari