Prosiding Semnastek
Not a member yet
1032 research outputs found
Sort by
Perancangan Women’s Empowerment Center di Jakarta
Kesadaran masyarakat di Indonesia masih rendah terhadap kesenjangan terhadap perempuan, salah satu diantaranya yaitu kekerasan pada perempuan yang memiliki pengaruh terhadap faktor fisik dan kejiwaan korban, sementara kasus seperti ini jumlahnya semakin meningkat setiap tahun. Kekerasan terhadap perempuan adalah perbuatan berdasarkan perbedaan kelamin yang mengakibatkan penderitaan perempuan secara fisik, seksual atau psikologis. Hal ini termasuk ancaman, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan yang terjadi secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi. Pemerintah telah berupaya dan mengambil tindakan untuk kekerasan terhadap perempuan yang meliputi konseling edukasi dan informasi tentang kekerasan terhadap perempuan berdasarkan kelompok sasaran, serta para korban dirujuk kepada organisasi atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), agar mendapat penanganan lebih lanjut. Dengan demikian akan dibuat perancangan Women’s Empowerment Center di Jakarta, sebagai wadah pemberdayaan perempuan. Dipilih lokasi di Jakarta karena DKI Jakarta menjadi kota percontohan nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan baik, serta dapat menurunkan tingkat kesenjangan sosial untuk mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan Metode Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Deskriptif. Penerapan metode penelitian Kualitatif yaitu dengan melakukan penyelidikan terhadap fasilitas yang terkait pemberdayaan perempuan di Indonesia. Sedangkan penerapan pendekatan Deskriptif berupa uraian tentang konsep arsitektur Women’s Empowerment Center di Jakarta agar dapat berkelanjutan. Dengan dirancangnya bangunan Women’s Empowerment Center di Jakarta, maka perempuan di Indonesia khususnya di DKI Jakarta dapat memiliki wadah pengembangan pemberdayaan bagi kaumnya
Analisa Kualitas Proses Produksi Cacat Uji Bocor Wafer dengan menggunakan Metode Six Sigma serta Kaizen sebagai Upaya Mengurangi Produk Cacat Di PT. XYZ
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan proses berdasarkan produk cacat uji bocor yang ada dengan pendekatan six sigma dengan konsep DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve,Control) serta mengupayakan perbaikan kesinambungan dengan alat implemtasi kaizen berupa kaizen 5W-1H, Five M Checklist dan Five Step Plan. Setelah dilakukan pengolahan data didapat nilai DPMO sebesar 84055 yang dapat diartikan bahwa dari satu juta kesempatan akan terdapat 84055 kemungkinan produk yang dihasilkan mengalami kecacatan. Perusahaan berada pada tingkat 3, 11-sigma dengan CTQ (CriticalTo Quality) yang menimbulkan produk cacat uji bocor yaitu jumper, seal tidak kuat dan seal kotor sebesar 25,22 % dari total cacat 3780. Dari hasil analisa maka dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya produk cacat uji bocor adalah faktor manusia, mesin, material dan metode, dan berdasarkan alat-alat implementasi kaizen maka kebijakan utama yang harus dijalankan oleh pihak perusahaan yaitu pengawasan atau kontrol yang lebih ketat disegala bidang
Purwarupa Alat Penyiram Tanaman Otomatis menggunakan Sensor Kelembaban Tanah dengan Notifikasi Whatsapp
Setiap tanaman akan mengabsorbsi kadar air secukupnya dari tanah untuk pertumbuhannya. Jika tanah telah menjadi kering dan kadar kelembabannya telah diredusir dibawah suatu limit maka tanaman akan mengalami kelayuan, demikian pula jika kadar air dalam tanah berlebihan maka akan menurunkan kadar oksigen di dalam tanah dan menyebabkan gangguan pernafasan pada akar (root respiration), mengurangi volume akar yang menaikkan tahanan untuk mengangkut air dan unsur hara melalui akar serta terbentuknya zat- zat racun.rumusan masalah dari penelitian ini terdiri dari (i) Bagaimana cara mendapatkan notifikasi penyiraman tanaman otomatis menggunakan sensor kelembaban tanah dengan aplikasi whatsapp? ,(ii)Bagaimana cara pengujian alat penyiram tanaman otomatis ?. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) Dapat memberikan notifikasi penyiram tanaman menggunakan sensor kelembaban tanah dengan aplikasi whatsapp, (ii) Dapat mengetahui kelembaban tanah dan di tampilkan pada Lcd. Metode penelitian ini meliputi (i) analisis yang terdiri dari analisis kebutuhan dan analisis cara kerja, (ii)Desain yang terdiri dari desain perangkat keras dan desain jaringan, (iii)implementasi yang terdiri dari implementasi perangkat keras dan implementasi perangkat lunak, (iv) pengujian yang terdiri dari pengujian sensor soil moisture, pengujian lampu led, pengujian lcd, pengujian relay, pengujian pompa air dan pengujian whatsapp. Dari hasil pengujian pada alat penyiram tanaman otomatis menggunakan sensor kelembaban tanah dengan notifikasi whatsaap didapatkan hasil pengujian sensor soil moisture didapatkan kelembaban tanah melebihi 6.5 maka secara otomatis pompa air menyala. kesimpulan dari penelitian ini adalah (i) Mendapatkan notifikasi whatsapp pada setiap proses penyiraman dari alat penyiram tanaman otomatis menggunakan sensor kelembaban tanah dan (ii)Memperoleh informasi kelembanan tanah yang di tampilkan melalui Lcd
Analisis Tingkat Pelayanan Jalan (Studi Kasus Jalan Ciledug Raya, Depan Universitas Budhi Luhur Jakarta Selatan)
Jalan Ciledug Raya melewati 2 kota administrasi yaitu Kota Administrasi Jakarta Selatan dan Kota Tangerang. Sebelum tahun 2017, Jalan Ciledug Raya memiliki 2 lajur yang mengarah ke Pasar Ciledug dan 2 lajur mengarah ke Pasar Kebayoran Lama. Saat ini Jalan Ciledug Raya berkurang kapasitasnya dikarenakan digunakan untuk lajur TransJakarta sehingga mengakibatkan kemacetan. Lokasi penelitian terdapat di ruas jalan depan Universitas Budhi Luhur Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan dengan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI)1997. Dengan melakukan survey arus lalu lintas dan jumlah kendaraan yang melintas, maka dapat diketahui kapasitas, derajat kejenuhan dan juga tingkat pelayanan dari ruas jalan tersebut. Dari hasil analisa menunjukkan besarnya hambatan samping, tingginya volume kendaraan bahkan hingga tingginya derajat kejenuhan yang mengisyaratkan bahwa volume kendaraan sudah mendekati kapasitas bahkan melebihi dari kapasitas jalan. Rekomendasi yang disarankan berupa peningkatan kapasitas antara lain pelebaran ruas jalan pada kedua sisi jalan sebesar 2 meter. Dengan penambahan kapasitas tersebut mampu mereduksi tingkat pelayanan jalan dan volume kendaraan hingga 30%
Penerapan Konsep Arsitektur Tradisional Sunda Pada Desain Tapak Lanskap Dan Bangunan Fasilitas Resort
Indonesia memiliki keragaman budaya dan kekayaan alam maupun keindahan alam yang sangat banyak, salah satunya pada daerah Jawa bagian Barat. Keindahan alam dan budaya Sunda dapat kita temukan di daerah Jawa Barat. Arsitektur tradisional merupakan arsitektur yang merupakan hasil karya nenek moyang terdahulu yang telah disepakati dan turun-temurun. Arsitektur tradisional pada dasarnya mengutamakan unsur lokal sebagai aspek-aspeknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan arsitektur tradisional Sunda pada penataan lanskap dan desain resort. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan mengambil data dan menganalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan arsitektur tradisional sunda dapat dilihat pada 3 hal. Pertama, konsep wujud pembagian tiga dalam arsitektur tradisional Sunda terlihat dalam penataan lanskap dan desain resort. Dalam penataan lanskap wujud pembagian tiga tercermin dalam pembagian antara area resort, area hijau (sumber air) dan pelayanan. Pada desain resort, wujud pembagian tiga tercermin secara vertikal dan horizontal. Secara horizontal tercermin pada penataan ruang yang ada dalam bangunan penginapan. Area publik diletakkan pada bagian luar, sehingga terasnya berukuran besar. Area dalam dibagi menjadi dua, yaitu kamar dan ruang keluarga, serta area pelayanan (dapur, kamar mandi). Secara vertikal terlihat pada pembagian antara kepala, badan, kaki pada bangunannya. Kedua, arsitektur tradisional sunda sangat menghargai alam dan berusaha untuk memanfaatkan alam. Dalam hal ini, resort berada di area yang masih alami dan berkontur sehingga keindahan alam dan pemanfaatan kontur menjadi salah satu bentuk penerapan arsitektur tradisional Sunda dalam desain resort
Aplikasi Clearance Space Adjuster dan Water Threatment Pada Mesin Pengupas Kulit Ari Kacang Kedelai
Proses pengupasan kulit kacang kedelai merupakan proses penting sebelum kacang kedelai gunakan baik sebelum dipakai lagi untuk benih maupun untuk makanan. Pada proses pengupasan kulit ari ini sebaiknya jangan sampai biji luka (rusak) karena akan mengurangi nilai jual dari kacang kedelai. Mesin pengupas kulit ari yang telah ada masih menggunakan cara klasik yaitu dengan merendam dan menginjak-injak dalam suatu wadah hingga kulit ari biji kedelai terkelupas. Hal ini sangat merugikan karena dengan kedelai terbagi menjadi dua atau bahkan hancur karena tekanan yang diberikan pada kedelai tidak tetap. Tujuan penelitian ini adalah merancang mesin dan mengoptimalkan hasil pengupasan mesin pengupas kulit ari kedelai dengan metode penambahan clearance space adjuster dan water threatment untuk memisahkan kulit ari kedelai setelah selesai dikupas dalam satu kali proses, sehingga kedelai yang dihasilkan diharapkan lebih higienis dan mampu menaikkan nilai jual hasil gilingan kacang kedelai. Mesin pengupas kulit ari kedelai ini direncanakan menggunakan motor dengan daya 0.5 HP dan 1400rpm yang kemudian direduksi menjadi 450 rpm dengan ditambahkan speed control untuk mengatur putaran motor. Dari segi bahan dipilih bahan stainless untuk setiap bagian yang bersentuhan dengan kacang kedelai, sehingga memenuhi standar food grade dengan kapasitas 30 kilogram/jam
Ekstrak Kafein Ampas Kopi Sebagai Inhibitor Korosi Baja Murni Dalam Media H2SO4
Pada industri, baja murni digunakan sebagai bahan dasar pada alat- alat industri, salah satunya pada cooling tower. Laju korosi dapat diperlambat salah satunya dengan penambahan inhibitor. Inhibitor organik efektif dan tidak berbahaya bagi lingkungan. Kafein merupakan senyawa alami yang dapat menghambat korosi, salah satu bahan alam yang banyak mengandung Kafein adalah kopi, pada penelitian ini menggunakan ampas kopi untuk memberi nilai guna dari ampas kopi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dan presentase efisiensi inhibisi korosi dengan menggunakan ekstrak kafein ampas kopi terhadap laju reaksi korosi pada baja murni. Tahap pendahuluan pada baja murni diukur, dipotong, dicuci, dikeringkan, dan ditimbang sebagai berat awal, kemudian ampas kopi dikeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 105°C selama 2 jam. Serbuk ampas kopi di ayak dengan ukuran 40 mesh dan di ekstrak menggunakan metode refluks dan filtratnya diekstrak dengan diklorometan pada suhu 50-55°C. Ekstrak dipisahkan dengan metode destilasi, pengujian kadar kafein menggunakan alat Spektrofotometer Uv-Vis. kemudian ekstrak diencerkan dengan aquadest 100 ml sebagai larutan inhibitor. Inhibitor ekstrak kafein dari ampas kopi ditambahkan ke dalam baja murni untuk melapisi permukaan sebelum direndam dalam media korosi H2SO4 3% dengan variasi waktu 0,5; 1; 2; 3 dan 4 hari. Kemudian hitung sebagai berat akhir. Perhitungan laju korosi dan efisiensi menggunakan metode gravimetric, yaitu pengurangan berat pada baja murni sebelum adanya ekstrak ampas kopi dan setelah adanya ekstrak ampas kopi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak ampas kopi dengan konsentrasi 183,55 ppm dapat menurunkan laju korosi pada baja murni dalam media korosi larutan H2SO4 3% dengan waktu pelapisan optimal 2 hari dan efisiensi inhibisi sebesar 30,407%
Penerapan Metode Waterfall dalam Perancangan Sistem Informasi Aplikasi Bantuan Sosial Berbasis Android
Perkembangan teknologi seluler yang begitu pesat, kurang diimbangi dengan konten aplikasi yang bermanfaat bagi pemerintah untuk masyarakat. Padahal m-goverment merupakan salah salah satu alternatif yang potensial untuk memperluas hubungan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Banyaknya organisasi sosial yang bermunculan akhir-akhir ini sangat meresahkan masyarakat, hal ini dikarenakan tidak sedikit organisasi sosial yang menyalahgunakan dana bantuan sosial karena kurangnya pengawasan dari pemerintah. Dari permasalahan tersebut peneliti merancang aplikasi yang dapat memudahkan dinas sosial untuk mengkontrol semua aktivitas organisasi sosial yang berbadan hukum dalam kegiatan ataupun transparansi dana yang mereka gunakan atau salurkan. Dalam penelitian ini menggunakan metode waterfall untuk merancang sebuah aplikasi Bantuan sosial berbasis android yang memudahkan dinas sosial untuk melakukan pengawasan terkait transparansi dana yang di salurkan. Aplikasi ini juga dirancang untuk mempermudah masyarakat untuk menyalurkan bantuan sosial baik dalam bentuk dana atau barang
Rancang Bangun proton Precession Magnetometer berbasis Mikrokontroler ATMEGA 328P
Pemetaan struktur sesar sangat diperlukan untuk mengetahui pertumbuhan sesar di Indonesia dan mengantisipasi terjadinya gempa bumi. Metode magnetik adalah salah satu metode yang baik digunakan untuk mengetahui jenis permukaan bawah tanah dan strukturnya. Salah satu alat yang menggunakan prinsip kerja magnetik adalah Proton Precission Magnetometer (PPM) yaitu sebuah alat dengan sensor proton yang bekerja berdasarkan precess dari inti proton akibat adanya perubahan medan magnet di sekitarnya. Penelitian ini merancang sebuah sensor PPM dengan menggunakan 1000 kumparan yang dililitkan pada dua tabung akrilik yang berisikan cairan kerosene. Frekuensi yang dihasilkan oleh sensor diolah pada Arduino Uno agar menjadi nilai anomali medan magnet bumi dalam satuan nanoTesla. Module GPS Neo-7 digunakan untuk mendapatkan lintang, bujur, tanggal, dan waktu dalam pengukuran. Data yang dihasilkan seperti nilai medan magnet bumi, lintang, bujur, tanggal dan waktu disimpan pada SD card dan ditampilkan pada LCD 20x4.Sensor dapat mengukur nilai medan magnet total bumi yang memiliki nilai koreksi rata-rata sebesar 198.674 nT dan memiliki sensitivitas sebesar 0.0006 nT/kHz
Pengembangan Jaringan Perpipaan IPAL Komunal Kelurahan Sindangrasa Kota Bogor
IPAL komunal KPP Cikobakterletak di Kelurahan Sindangrasa, Kota Bogor memiliki kapasitas daya tampung limbah sebanyak 500 jiwa, akan tetapi jumlah jiwa pada eksisting pada tahun 2017 sebanyak 205 jiwa.Faktor penyebab kurang optimalnya kapasitas IPAL yaitu lokasi bangunan rumah warga yang berada di bawah bak inlet IPAL, kurang berkenannya pemilik rumah untuk dilakukan pemasangan ulang perpipaan ke IPAL, arah pembuangan air limbah yang berbenturan dengan pondasi atau sloof bangunan rumah warga dan anggaran yang terbatas.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, interview, tracking dan studi literatur. Pengembangan optimalisasi IPALterbagi menjadi beberapa tahap yaitu tahap pengambilan data,tahap analisis eksisting IPAL dan tahappengembangan pemenuhan kapasitas IPAL. Berdasarkan hasil survei di lokasi penelitian jumlah eksisting IPAL 143 jiwa terdiri dari 24 sambungan rumah dan 6 pengguna MCK. Terdapat 119 jiwa terdiri dari 7 bangunan rumah dan 1 kos-kosan sebagai calon sambungan rumah baru dan 53 jiwa terdiri dari 9 bangunan rumah yang dialihkan ke pengguna MCK.Perencanaan pengembangan perpipaan induk pada sambungan rumah baru terbagi menjadi 6 segmen menggunakan pipa pvc berdiameter 4” dan 6” dengan kemiringan pipa sebesar 1% dan 4 bak kontrol baru. Kecepatan aliran pada 5 segmen telah memenuhi standar self cleansing sebesar 0,6-3 m/detik, akan tetapi 1 segmen tidak memenuhi standar self cleansing. Pengembangan ini memerlukan anggaran biaya sebesar Rp. 31.722.600,00.-